Tambahan Harga Lebaran (THL)
Pernahkah teman-teman mendengar istilah Tambahan Harga Lebaran (THL)? Hayoouh…bisa menebak ngga, kira-kira THL itu datang dari siapa dan diperuntukkan siapa? π THL ini…
Pernahkah teman-teman mendengar istilah Tambahan Harga Lebaran (THL)? Hayoouh…bisa menebak ngga, kira-kira THL itu datang dari siapa dan diperuntukkan siapa? π THL ini…
Pembaca silent reader blog ini, yaitu adik laki-laki saya sedikit protes dengan isi blog ini yang sama sekali ngga pernah menuliskan tentang keluarga…
Berpikir Dua Kali untuk Telephone – Dalam keadaan apa, teman-teman harus berpikir dua kali untuk telephone? Pulsa terbatas bisa menjadi salah satu alasan atau yang punya pendapat lain bisa banget share di sini, lho. π
Nilai mata uang sejumlah Rp 1.000 yang ada pada saku sungguh berbeda dengan seribu rupiah dalam bentuk pulsa. Saya bisa memberikan seribu rupiah dengan suka cita kepada tukang parkir, atau untuk siapa saja yang membutuhkan. Namun, tidak dengan dengan pulsa senilai seribu rupiah. Ini termasuk penuh pertimbangan, atau pelit, ya. π
Irit dan pelit itu beda tipis. Menurut adik saya, kita bisa mengenali orang tersebut irit atau pelit dari caranya berbicara dan gerakan tangannya.
Dalam kondisi sedang membicarakan financial, pertimbangan yang ia utarakan saat itu juga, bisa menjadi cerminan sosok irit atau pelit. Demikian dengan gerakan tangan. Apakah memberi respon cepat, atau tidak sama sekali. Asyik banget…jadi ngomongin irit vs pelit. π
Nah, jika berpikir dua kali untuk telephone, bisa jadi orang tersebut memang sedang mengirit pulsa atau memang inginnya hanya ditelephone. Sering saya menjumpai orang yang hati-hati banget dengan pulsa (baca: pelit). Tentang mailbox, misalnya.
Tak jarang saya mendengar orang mengeluh karena mailbox. Suara seorang perempuan yang meminta untuk menekan nomor terentu sebagai tanda telah menghubungi nomor yang dituju.
“Arrgh…gegara nomor kamu ngga aktif, kan jadi kena mailbox. Jangan mengaktifkan mailbox, dong!” Hihihi…gelileo! Saya ngga paham berapa rupiah tarif mailbox. Mungkin lebih dari Rp 5.000 jika memberi pesannya cukup lama. Tapi, jika hanya sebentar saja, ngga sampai kayaknya, ya. Apalagi kalau hanya disapa suara operator cantik beberapa detik. Mungkin hanya cepek dowang. π
Terkadang, adanya mailbox ini menyebabkan teman malas untuk telephone lagi. Berpikir dua kali untuk telephone. Selain mailbox, kisa paling fenomenal pekan ini yaitu tentang beda operator selular.
Teman-teman tahu tentang tarif telephone dari operator biru ke operator merah? Bukan tarif sesama operator selular yang biasanya murah. Tapi, ini berseberangan.
Gemas itu…saat membutuhkan bantuan orang lain dengan segera, di tempat yang tidak dekat, harus menghubungi via nomor telephone, tapi ulet banget menggunakan pesan singkat. Ya…kalau yang dihubungi punya pulsa, kemudian balas pesan singkat kita, ya. Kalau pas ngga punya pulsa, kan, yang menunggu balasan snewen banget.
“Ya Tuhan…sedang gugup gini masih sempat SMSan? Please telephone saja, ya?” Seorang perempuan yang berdiri di samping saya nampak gemas dengan lelakinya yang masih sibuk SMSan. Saya ngga mencoba menguping, lho. Serius, saya saat itu sedang menunggu adik yang beli martabak. π
“Haah…dia pakai operator kuning. Boros!” Jiahahaha…seketika saya merinding dan pingin koprol di depan mereka. Berpikir dua kali, atau malah berkali-kali untuk telephone ke lain operator. Dalam keadaan mendesak sekalipun.
Ini, sih, hanya terjadi di sekitar saya saja. Ngga mungkin lah, ya, ada di sekitar teman-teman. π
Bahagia itu…ketika menjumpai orang yang paham dengan apa yang disebut antre. Dengan atau tanpa berbaris mengular, mereka taat pada antrean. Bersyukur banget, masih…
Cara Memulai Investasi – Gimana perasaan kamu kalau melihat orang lain sukses dalam usia yang tergolong masih muda? Tentunya bahagia, ya. Bahkan, tak sedikit orang yang merasa iri melihat kesuksesannya. Iri yang saya maksud tentu dalam arti positif. Ingin seperti mereka yang sudah sukses.
Saran dari Pak Mario Teguh, jika kamu melihat orang sukses, entah kamu kenal apa ngga, ada baiknya kamu berdoa “Ya Allah…tolong jadikan saya seperti dia.” Ini #TerMT banget. Efek sering nonton MT. πΒ Tak jarang dari mereka yang telah sukses tuh karena banyak prihatin dan ulet dalam usaha. Tidak takut mencoba hal baru, terlebih dalam hal investasi. Mereka selalu mencoba apa yang sekiranya bisa menguntungkan, tanpa merugikan oranglain.
Saat ini, saya belum berani melangkah untuk memulai usaha. Sempat beberapa tahun silam turut bergabung dengan usaha teman. Namun belum rejeki. Menciptakan, atau hanya sekadar ikut investasi usaha teman memang cukup banyak risiko. Tapi, kalau memang sudah berdarah wirausaha, sih, mungkin ngga mudah lelah untuk terus mencoba, ya. Lha ini *nunjuk diri sendiri*, belum punya mental wirausaha. π
Pada dasarnya memang belum cukup banyak modal untuk mendirikan sebuah usaha atau berwirausaha. Namanya merintis usaha kan pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit jumlahnya, ya. Apa pun jenis usahanya. Makanya, saya memilih untuk investasi dalam bentuk emas, tepatnya emas batangan untuk mengumpulkan modal. Ya…ketimbang uang ditabungkan, perkembangannya tidak cukup signifikan, bukan. Entah nanti uang mau digunakan untuk usaha atau keperluan lain, terpenting sudah punya modal.
Punya sedikit uang, namun ingin tetap berinvestasi. Kamu cukup datang ke salah satu bank untuk memulai berinvestasi. Risiko kerugian pun nggak banyak. Terlebih, jika kamu ikutnya yang plus asuransi. Banyak keuntungannya.
Pro dan kontra masalah investasi melalui bank selalu muncul. Apalagi kalau bank-nya bukan yang syari’ah. π Tapi, sedari awal kamu niatkan baik saja, ya. Niat untuk menitipkan uang, karena memang belum bisa mengolahnya. Atau, memang tidak cukup berani menanggung risiko.
Saya seringkali ingat kata-kata Bapak. Beliau menyarankan, jika sudah bekerja, ada baiknya minimal 25% dari honor digunakan untuk investasi. Sedangkan sisanya bisa untuk digunakan program asuransi, ikut tabungan berjangka, untuk biaya hidup, sosial, dan anggaran tak terduga yang kadang bikin menjerit. Terus, jangan lupa 2.5%nya, ya. π
Iya, beliau menyarankan yang utama untuk investasi. Sebab, adakalanya biaya dan kebutuhan hidup menyesuaikan dengan pemasukan. Makin banyak uang masuk, ada saja yang ingin dibeli, kan? Ngga heran kalau kadang mengesampingkan dana tabungan. π

Untuk memulai investasi melalui Bank, kamu musti survei dulu supaya ngga menyesal nantinya. Survei bisa langsung ke teman yang sudah memulai, bisa juga dengan cara membandingkan plus minus antara bakk satu dengan bank lainnya. Selain itu, kamu juga harus memperhitungkan pemasukan kamu. Ini malah lebih penting.
Pemasukan dan sisa honor yang kamu miliki hanya kamu dan Tuhan yang tahu, kan? π Karena sistem investasi ada jatuh temponya, kamu musti serius dalam memperhitungkannya. Harus hati-hati. Sayang banget, kan, semisal sudah memberi sekian ribu rupiah dalam kurun waktu yang cukup lama, namun terhenti sewaktu-waktu karena ternyata tidak sanggup lagi membayarkannya. Ini biasanya terjadi pada asuransi berjangka. Konsekuensi untuk hal ini pasti ada.
Produk investasi plus asuransi pada masing-masing bank rata-rata dimulai dengan jumlah Rp 500.000 tiap bulan. Nah, mulai berhitung, ya. Kira-kira mampu pada tangga ke berapa? Ambil yang paling rendah atau kelipatannya. π
Kamu musti tahu juga, kalau kebijakan masing-masing bank berbeda perihal jatuh tempo bayar, kapan bisa mulai diambil, besarnya bagi hasil, dll. Begitu juga dengan kejutan yang diberikan. Semacam bonus, gitu. Tapi, ya tergantung program yang berlaku saat itu, sih. Bonus berupa satu set Ikea Pruta bisa didapat bagi nasabah yang membuka investasi pada bulan April-Agustus 2015 pada bank tertentu.
Saran saya, sih, bagi yang masih muda dan cukup takut menanggung risiko, mending perbanyak investasi di Bank saja. Ngga usah perbanyak menabung. Jangan berpikir ini akan menguntungkan pihak Bank, atau uang nasabah akan dimanfaatkan oleh pihak Bank. Meski realisasinya memang demikian, ya kita ambil positifnya saja. Bisa menyimpan uang, tanpa banyak risiko. Wis…titik. π
Pokonya mah, masih muda musti giat bekerja dan berinvestasi. Kelak, pas tua rejeki tinggal momong cucu cicit, tapi masih punya simpanan investasi. Iya, investasi plus asuransi yang saya ikuti tuh mengcover sampai saya berusia 80 tahun.
Nah, semisal memang niat tidak saya ambil, bisa untuk happy-happy bersama cucu, kan? Hihihi…Ini apaan banget, ya. Usia kandungan masih 12 minggu, tapi sudah ngomongin cucu. π
Download Lagu Favorit di Langit Musik – Zaman masih rajin mengoleksi lagu baru, seringkali nongkrong di situs online yang menyediakan lagu-lagu, gitu. Salah satunya situs GL yang saat itu ngehits banget. Download lagu dengan kualitas suara jernih, dan gratis! Siapa yang ngga betah download di sana coba? Meski ilegal, ya. Meski tahu melanggar hak cipta, ya. π Tapi kalau sudah da yang tahu tempat download lagu favorit di Langit Musik, siapa yang bisa menolak!
Tapi, tahukah kamu? Sekarang situs tersebut sudah hilang dari peredaran jagat maya. Padahal, saya cukup nyaman mengunduh lagu tanpa ribet pada situs tersebut. Loooh…emang download lagu ada yang pakai ribet, ya? Ada, dong! Itu lho, yang cara downloadnya melalui banyak tahap. Tak hanya itu, pada satu halaman terdapat banyak tombol dengan caption “Download“. Susah membedakan antara tombol download yang serius, dengan yang ngga serius atau tombol yang mengarahkan pada situs lain $$$. π
Dengan konsep yang kekinian, aplikasi Langit Musik hadir untuk kamu yang hobby download lagu, tapi ngga mau ribet karena banyak klik klak kluk! Lagu-lagunya bisa buat bekal saat traveling.
Langit Musik adalah layanan terbaru dari Telkomsel yang bekerjasama dengan PT. MelOn Indonesia yang menawarkan baru download dan streaming lagu secara legal dan tanpa batas melalui Website, WAP, Mobile Aplication (Android dan Blackberry) serta aplikasi Desktop.

Dengan mengaktifkan LangitMusik Pelanggan bisa bebas mendownload dan streaming seluruh lagu di katalog Langit Musik dengan koleksi lebih dari 800.000 lagu lokal dan internasional. Gimana? Menarik, bukan? Lagu yang kita dapat di Langit Musik Legal, lho.
Langit Musik mempunyai tiga mode bagi penggunanya: Basic, Premium, dan Flash. Mode Basic memungkinkan pengguna untuk melakukan streaming preview musik secara gratis di Langit Musik. Sedangkan Premium mengharuskan pengguna untuk berlangganan dengan tarif Rp 11.000 dan memperbolehkan pengguna melakukan streaming dan men-download lagu sebanyak mungkin selama 30 hari.

Lain halnya dengan Flash. Mode ini memberikan akses streaming sepuasnya selama 30 hari kepada pengguna data Telkomsel yang membayar Rp 50.000 per bulan. Pengguna Telkomsel dapat membayar melalui tagihan pulsa.
Nah, karena saya pengguna Android, sekarang saatnya saya bagi cara untuk menikmati lagu-lagu di LangitMusik menggunakan Android.
Banyak cara menuju Roma, ya. π Tahap registrasinya sama sekali tidak ribet kalau kamu langsung mempraktikkannya. Memang banyak proses, tapi ini dilakukan hanya satu kali dowang!

Setelah selesai registrasi, kamu perlu banget nyobain download lagu favorit di katalog Langit Musik.
Mudah banget, kan? Tunggu beberapa saat sampai proses download selesai. Lagu yang di-download langsung jadi milikmu dan dapat digunakan selama masa layanan LangitMusik pelanggan aktif.

Perlu banget dipahami, bahwa lagu yang sudah berhasil didownload akan menjadi hak milik pelanggan selagi masih aktif berlangganan LangitMusik. Yups, selagi masih berlangganan, lagu-lagu itu masih bisa diputer, dong. Masu sambil masak mie lemonilo makin asyik, kaan.
Tapi kalau sudah tidak berlangganan, tidak dapat diputar lagi, yaa. Dududuuh…kenapa tidak menjadi hak milik pelanggan saja, sih. Kan pelanggan sudah membayar. π Yuk….doa berjama’ah, semoga kedepannya lagu yang sudah didownload akan menjadi hak milok pelanggan selamanyaaaa. Tanpa batas waktuuuu. π
Btw, semisal kamu ingin tahu lebih detail tentang Langit Musik, bisa banget membaca FAQnya. Di sana tertulisΒ penjelasan dan juga cara aktivasi layanan LangitMusik melalui BlackBerry, Website, Desktop Application,Β dan WAP LangitMusik. Baca-baca dulu deh, ya. Siapa tahu ingin menjadi pribadi yang anti dengan pembajakan. π
Senin (22/06), saya susah membuka dan menutup mulut. Pegal, sakit tepat pada rahang atas depan telinga. Tidak ada suara kletuk-kletuk seperti tulang geser gitu, sih. Hanya saja, untuk buka tutup mulut dan mengunyah makanan terasa sakit. Ada masalah dengan persendian rahang.
Saya menceritakan hal ini kepada Bu Umi, rekan kerja saya satu ruangan. Ternyata, anak Beliau pernah mengalami hal yang serupa. Hanya saja, dia pegal pas di belakang telinga. Menurutnya, tak perlu khawatir. Sebab, esok akan sembuh dengan sendirinya. Saya lega mendengar pernyataan Beliau.
Ibu saya juga berkata demikian. Orang desa bilang Sekelen, namanya. Posisi rahang atas sakit yang menyebabkan mulut tidak bisa mangap secara normal. Maksimal hanya setengah jari telunjuk saja. Tahukah kamu? Sakit banget kalau menguap. Nikmatnya masya Allah!
Sakitnya rahang yang saya alami ini tidak berkaitan dengan gigi. Ya, saya tidak sedang sakit gigi atau bermasalah dengan gigi.
Saya membiarkan rahang pegal selama tiga hari. Berharap akan pulih sendiri nantinya. Tapi, bertambah hari, kok rahang menjadi tambah kaku, gitu. Saya pun mencoba browsing dan menemukan artikel di Tribunnews yang membahas hal tentang sakit pada rahang.
Kini, jika sedikit saja merasa sakit, saya was was. Maklum, saya kan sedang hamil, tuh. Kasihan Ade yang ada dalam perut. Apalagi, kalau sampai harus berurusan dengan obat-obatan. Beuuh!
Pada artikel yang saya baca, sakit pada rahang atau gangguan pada sendi rahang dan otot-otot pengunyahan dikenal dengan istilah temporo-mandibular disorder. Meski penyebab sendi rahang masih belum bisa dipastikan, namun beberapa hal di bawah ini bisa jadi penyebabnya. Yaitu:
Bagi saya, point ke empat paling mendominasi. Sebab, saya memang lebih sering mengunyah makanan di sisi kiri. Ini masih sebatas perkiraan saya, sih. Terlebih, malam harinya, saya baru ngemil Opak dan juga Keripik Pisang. My favorite camilan. Ngemil hampir habis satu toples sangking sukanya. Mengunyah pun pada satu sisi saja. Sisi kiri, yang sekarang sedang sakit.
Ini baru perkiraan saya, sih. Ngga tahu nanti kalau periksa ke Dokter Saraf yang sampai Sabtu ini masih cuti. Masuk kembali hari Senin. Ya, setelah konsultasi ke Dokter Kandungan, saya dirujuk ke Dokter Saraf. Ini saran dari Mbak Myra juga supaya periksa ke Dokter Kandungan. Mengingat saya sedang hamil.
Saat saya menulis status di facebook perihal sakit rahang ini, saya mendapat saran dari beberapa teman Blogger. Berikut beberapa saran dari mereka:
Masih ada beberapa teman lain. Diantara untuk melakukan pijet refleksi. Satu per satu saya praktikkan saran dari teman-teman. Itung-itung sambil menunggu Dokter Saraf satu-satunya itu kembali praktik.
Apakah teman-teman pernah mengalami sakit rahang? Share, dong!
Adakah diantara kamu yang jarang menikmati tiap kilometer perjalanan yang ditempuh tiap harinya? Saat menuju ke tempat kerja, misalnya. Ada banyak kilometer, kan?
Saya pribadi, tiap harinya menempuh perjalanan dari rumah sampai tempat kerja kurang lebih sepuluh kilometer yang saya tempuh dengan sepeda motor. Paling lama lima belas menit saya sampai di tempat kerja.
Memang cukup dekat jarak dari rumah ke tempat kerja. Tapi, sekarang terasa lama banget. Apalagi minggu-minggu ini. Bisa ditempuh dalam waktu setengah jam saja sudah beruntung. Jam kerja yang maju setengah jam pun seakan tak berpengaruh buat saya. Karena, sekarang saya lebih menikmati perjalanan dalam rangka bulan ramadhan. π *demi apa banget bohong*
Saya berangkat dari rumah tetap pukul 07.00 WIB. Sebab, pada tiap kilometer, entah berapa kilo tepatnya, saya pasti berhenti untuk menepi jalan raya. Lebih banyak membutuhkan waktu untuk berhenti. Minimal dua menit, dan maksimal lima menit. Tetap berada di atas motor, sih. Hanya menepi saja. Karena mual banget.
Sejak berbadan dua, hampir tiap pagi hari saya mual-mual. Wajar banget, ya, masih masuk tri semester pertama usia kandungan. Saya kira tuh, mualnya cukup setelah sahur saja. Secara, makanan, buah, susu, yang sudah masuk tumpah semua, tuh.
Maunya, sih, ya. Tapi, yang namanya rejeki ngga ada yang tahu kapan datang. Sedang asyik-asyik jalan selow, tiba-tiba mual. Hanya mual saja, sih. Ngga sampai keluar suatu apa dari mulut. Tapi, namanya dalam perjalanan, naik motor pula, kan was was, ya. Maka dari itu, memilih berhenti dahulu.
Tadinya cukup menepi, tetap duduk di atas motor. Tapi, pas hari Rabu kemarin, kok rasanya ngga sanggup kalau hanya duduk di atas motor. Lemasnya minta ampun. Mau ngga mau harus turun dari motor, kemudian memilih tempat yang bisa untuk sekadar duduk. Ngga mampu nongkrong, euy.
Ada teman yang bilang, kalau saya terlalu memaksakan tetap naik motor. Hmm…bukan tentang memaksakan, sih, sebenarnya. Hanya saja, agak takut kalau saya tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai pekerja. Terlambat masuk, misalnya. Jadi, saya tetap naik motor selagi mampu.
Ada teman yang menyarankan untuk naik angkutan umum saja. Tapi, bagi saya terlalu banyak risiko. Namanya naik angkutan umum, khususnya di daerah saya, tidak bisa efisien waktu. Apalagi yang namanya angkutan desa, dimana Sopir bisa berhenti kapan saja dan dimana saja. Bisa berhenti pada tiap gang masuk Desa, pertigaan, untuk menunggu penumpang.
Selain itu, jika saya tiba-tiba mual, gimana coba? Masak mau minta berhenti, kemudian para penumpang diminta untuk menunggu di dalam angkot sampai saya agak lega. Emang saya anak sopir angkot, gitu? Serasa booking angkot, dong. π
Maka dari itu, saya lebih memilih tetap mengendarai sepeda motor. Menikmati tiap kilometer yang saya tempuh. Ngga mau merepotkan keluarga juga, sih. Ayang suami jelas ngga bisa mengantarkan. Secara, jam masuk kerja lebih awal dari saya. Lagipula, jalan kami berlawan arah. π
Ingin rasanya merepotkan Bapak ganteng. Tapi, ngga tega.
Selagi mampu, bisa sendiri, lakukan saja, ya. Terpenting tetap menjaga diri. Sebab, yang paling tahu baiknya seperti apa, ya hanya diri sendiri. π
Tips Memilih Dana Pensiun yang Tepat – Memiliki masa tua yang tenang dan dapat menikmati hidup bersama dengan anak cucu merupakan salah satu keinginan yang dimiliki ketika menginjak usia senja. Ditambah lagi, jika tidak memiliki kekurangan finansial yang dapat membantu untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari.
Berbagai cara pun mulai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, misalnya dengan menabung sejak muda. Adapun cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan memiliki asuransi dana pensiun.
Asuransi pensiun yaitu suatu asuransi yang memberikan kepastian mengenai tersedianya dana pensiun dan untuk mengantisipasi risiko atau sesuatu yang menimpa secara tiba-tiba. Asuransi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dana pensiun yang tidak dapat ditarik oleh karyawan saat memasuki masa pensiun nantinya, agar memiliki kehidupan pensiun yang nyaman.
Beberapa peraturan mengenai dana pensiun dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK adalah maksimal uang yang diambil hanya sekitar 20%, sisa uang pensiun yaitu sebesar 80% harus dibelikan annuitas seumur hidup dan anuitas tersebut yang dijual oleh perusahaan asuransi jiwa serta memberikan pembayaran bulanan.
Perencanaan yang matang dapat membantu dalam menghitung besarnya kebutuhan yang diperlukan saat pensiun. Ketika menghitung, jangan lupa untuk memasukkan perkiraan kenaikan inflasi kurang lebih adalah 10% per tahunnya.

Memilih asuransi kesehatan ataupun asuransi yang berbau investasi, unit link mampu membantu untuk memperoleh hasil dan dapat menghindari kenaikan kebutuhan karena inflasi yang terjadi.
Ketika memutuskan untuk mengambil asuransi untuk masa pensiun, sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu mengenai perusahaan yang menyediakan fasilitas tersebut. Asuransi yang dipilih, sebaiknya memiliki dua skema mengenai pemberian manfaat atau tunjangan masa pensiun.
Beberapa macam pilihan produk yang cocok untuk masa pensiun yaitu:
Namun, asuransi yang digunakan untuk masa pensiun memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan investasi pada reksadana jika dilihat dari sisi mendapatkan keuntungan. Walaupun asuransi untuk pensiun lebih rendah, cara tersebut tetap menjadi salah satu cara untuk menjaga kehidupan di hari tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketika informasi mengenai perusahaan yang menyediakan asuransi tersebut telah diperoleh, sebaiknya membandingkan antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya seperti perusahaan asuransi prudential. Sebuah perusahaan yang bukan hanya memiliki reputasi sangat baik sebagai penyedia asuransi kesehatan. Namun, juga mengenai dana pensiun ini.

Nah, berikut saya bagikan tip untuk memilih dan membeli asuransi pensiun. Ada lima tip, yaitu;
Pertama, sebaiknya membeli produk asuransi dari perusahaan yang dapat dipercaya kualitasnya dan sudah lama berdiri. Karena hal tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan tersebut dalam menangani asuransi.
Kedua, sebaiknya memilih perusahaan yang memiliki kemampuan finansial yang baik. Hal tersebut bisa dilihat dari Risk Basic Capital atau RBC yang jika semakin besar, maka perusahaan tersebut makin baik.
Ketiga, jangan terburu-buru dalam memilih asuransi. Sebaiknya membaca polis dengan teliti dan seksama sebelum menentukan untuk membeli asuransi pensiun tersebut.
Keempat, perhatikan dengan teliti mengenai return. Hasil investasi maksudnya adalah melihat kemana perusahaan tersebut menginvestasikan dana yang Anda berikan lewat premi.
Kelima, perhatikan mengenai besaran premi dari asuransi jiwa. Semakin besar premi yang dibayarkan untuk asuransi jiwa akan mengurangi jumlah besaran dari investasi yang dibayarkan lewat premi tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya pilih premi untuk asuransi jiwa yang sewajarnya sehingga nilai investasi akan semakin tinggi.
Bagaimana? Sudah siapkah kamu untuk menyiapkan tabungan untuk hari tua? Atau, tertarik untuk investasi? π
Baca juga Cara Mudah Menyiapkan Dana Pensiun.
Sebagai perempuan yang lebih suka memanfaatkan sarana transportasi umum, saya semacam mengkoleksi nomor telephone agen, dan juga kondektur Bus antar kota. Ngga banyak,…