Saldo Rekening Bank Bertambah Otomatis?
Saldo Rekening Bank Bertambah Otomatis?. Baru-baru ini saya mengaktifkan layanan notifikasi transaksi Bank. Sebelumnya, saya menggunakan fasilitas e-banking untuk tiap kali mengadakan transaksi…
Saldo Rekening Bank Bertambah Otomatis?. Baru-baru ini saya mengaktifkan layanan notifikasi transaksi Bank. Sebelumnya, saya menggunakan fasilitas e-banking untuk tiap kali mengadakan transaksi…
Santap Kerak Telor Betawi Di Monas – Sebelum berangkat ke Jekardah, saya bilang sama Sitti, bahwa saya pingin makan enak-enak kalau sudah sampai Jekardah, nantinya. Dia bingung dong, makan enak yang seperti apa?. Saya jawab saja seperti Kerak Telor. Ahahahaha. Ndeso mode on.
Entah kenapa, saya langsung nyeplos Kerak Telor (KT). Padahal, saya belum pernah nyicip kerak telor. Mana tahu, Kerak Telor itu enak apa enggak. Lebih pada rasa penasaran dengan penganan khas Betawi ini, meski pernah melihat penampakannnya di acara laptop si unyil.
Sitti bilang, katanya Kerak Telor Betawi atau yang aseli tuh sudah jarang di Jakarta. Tapi, nanti bisa dicari asal ke Jakarta dulu. Nah, ketika sampai Monas, saya melihat satu Bapak penjual Kerak Telor yang sepertinya terburu-buru pindah tempat jualan. Mau langsung beli, tapi ingat ada satu teman yang keberadaannya belum diketahui, padahal dia sudah masuk area Monas. Whahaha. Yasudahlah, kami mencari dia dulu, barulah kami cari Bapak kerak Telor di sekitar Monas.
Lanjut jalan, kami menjumpai Mas-Mas penjual Kerak Telor. Langsung pesan dua, karena Sitti maunya barengan saja. Jadi, dua porsi buat saya sama Mas Vai (orang yang kami cari tadi).

Saya menyaksikan pembuatan Kerak Telor Betawi. Jongkok tepat di depan Mas KT, niat banget merekam pembuatannya.
Proses pembuatan kerak telor dimulai dari, pengambilan satu sendok beras ketan dicampur sedikit air. Taruh di wajan untuk diolah, lalu diamkan sebentar. Setelah itu, satu per satu bumbu dimasukkan. Barulah yang terakhir telor dimasukkan wajan, diorak-arik bersama bumbu.

Setelah berbentuk dadar, wajan dibalik. Meski dibalik, kaki dikepala-kepala di kaki. Tapi, Kerak Telor enggak jatuh. Ahahaha.
Menunggu beberapa menit, barulah kami santap kerak telor di monas. Masih anget dan rasanya lumayan enak, garing, cuma kurang asin dikit. Saya suka banget sama taburan serundengnya. Tapi, entah kenapa, baru makan sedikit koq rasanya eneg. Langsung merasa kenyang gitu. Mungkin, karena pas di Museum Nasional saya udah makan dua kali. Jadi, udah kenyang. Whahahaha


Yuk! Ikut Membangun Indonesia Hebat – Adalah ajakan yang saya tujukan untuk Anda semua yang membaca postingan ini. Sekedar informasi, saat ini sedang…
Pas ditanya Ibu, “kalau sudah sampai jakarta, mau kemana saja nanti?”. Saya langsung jawab, mau mampir Monas!. Ya, sebelum berangkat ke Jekardah untuk…
Bergembira Di Kebun Binatang Gembira Loka #My Dreamy Vacation. Nulis postingan ini sambil nangis sesegukan, garuk-garuk leher, ngunyah mouse dan selimutan. Bohong banget…
Wow, Sariayu Kosmetik Nempel Di Wajah. Dan akyu terkejyuut!. Ahahaha. Mulai deh, ya. Berlebihan mbanget, parah!. Tapi beneran terkejut, ketika melihat penampakan wajah…
Yuhuuui. . .ngeBlog lagih!. Postingan bulan ini, akan saya penuhi dengan oleh-oleh pasca acara #SB2014. Please, aja bosyen yaaa. Ahahaha.
Pengalaman Turun dari Bus di Terminal Kampung Rambutan – “Sudah sampai Terminal Kampung Rambutan, Mbak”. Mas-mas yang duduk disebalah nyolek bahu kanan saya. Sedikit kaget, karena saat itu saya tidur disepanjang perjalanan. Rasanya baru tadi sore, orang tua mengantar saya sampai Terminal Banjarnegara.
Ngga terasa perjalanan selama sebelas jam telah terlampaui dan sudah sampai Terminal Kampung Rambutan, sebuah terminal bus yang berada di Jalan Lingkar Luar Selatan, kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di sini adalah pangkalan Bus yang melayani rute Bandung, Tasikmalaya, Garut, Cikampek dan kota Lainya.
Perjalanan dari Banjarnegara-Jakarta menggunakan jasa transportasi Bus Sinar Jaya, saya isi dengan kegiatan tidur. Yeeah, tidur menjadi alternatif terbaik, karena siangnya baru bertarung dengan server kantor. Tadinya kayak mau begadang saja di Bus. Sudah minta tolong sama Tante buat nemenin. Yaaa…kali saja mengalami BeTe di Bis.
Saya ambil pemberangkatan pukul 17.00 WIB dari Banjarnegara. Berbekal satu tiket Bus Eksekutif Rp 90.000, perjalanan terasa nyaman banget. Sabtu, 8 Maret 2014, tepat pukul 04.00 WIB, saya sampai Terminal Kampung Rambutan. Sesampainya di terminal tersebut, saya langsung mengecek handphone. Ehm, sudah ada SMS dari Bapak yang menanyakan ini itu, memberi tahu tahu ini itu, dll. Membaca SMS dari Bapak kok, ya, berasa anak kecil. 😆
Turun dari Bus, saya menyeberang jalan, lalu menyapa Mbak ramah yang berjualan aneka minuman. “Masih pukul 04.00 WIB, Mbak. Duduk dulu di sini. Mushala masih dikunci. Begitulah oenjelasan dari Mbak ramah. Tanpa berpikir lama, saya duduk dekat Mba ramah dan memesan segelas teh anget.

“Tehnya manis apa gak, Mba?“. Tanya Mba ramah sebelum membuatkan minum untuk saya. Saya memilih teh manis untuk menghangatkan tubuh. Menikmati segelas jumbo teh anget, ditemani Mba Ramah dan para Bapak ojek.
Tadinya agak takut dengan para Ojek. Teman-teman tahu sendiri cerita tentang Ojek yang di terminal, kan? Banyak cerita yang beredar, bahwa para ojek yang ada di terminal suka kurang bersahabat gitu. Tapi, setelah bercakap dengan baik, para Ojek pun sopan, baik. Hal ini makin menguatkan saya, bahwa para jasa ojek atau transportasi lain di terminal bus gak semuanya menakutkan atau jahat.
Saat itu, para Bapak juga menawarkan jasanya untuk mengantarkan saya sampai Tebet (rumah teman). Tapi, saya ngga mau dong. Karena, saya sudah janjian sama Busway.
*******
Meninggalkan lapak Mba ramah sebentar untuk pergi ke Mushalla. Jarak dari tempat pemberhentian Bus ke Mushalla kurang lebiih 500 meter. Di depan Mushalla sangat ramai karena ada dua orang Bapak penjual nasi uduk. Kemudian, masuk Mushalla dengan menitipkan tas kepada penjaga penitipan barang. Shalat berjama’ah mulai pukul 04.30 WIB dan setelahnya, membayar uang penitipan barang seikhlasnya.
Setelah subuhan, saya kembali lagi menikmati teh anget yang sudah mulai dingin. Bercerita bersama Mba Ramah dan juga Bapak-bapak ojek. Tepat pukul 05.30 WIB, sya memutuskan untuk mencari Busway yang ada di sekitar Terminal Kampung Tambutan. Tepat di sebelah kanan Terminal, kurang lebih 700 meter dari tempat pemberhentian Bus, ada halte Busway.
Selamat tinggal Kampung Rambutan. Sampai berjumpa lagi di hari Senin pagi, ya! Saya akan singgah ke Terminal Kampung Rambutan (lagi) untuk kembali pulang ke Banjarnegara.
Apa sih Rames Kliwonan itu?. Adakah diantara Anda yang baru mendengar istilah Rames Kliwonan?. Sudah pada tahu Rames kan, ya. Sudah, pasti sudah…
Ikan Bilih Danau Singkarakini oleh-oleh dari Bapak Pansek, ketika beliau singgah ke Padang untuk menghadiri pelantikan Bapak Damsyi di PTA Padang. Ikan Bilih…