Inilah Bakpao dengan Aneka Rasa yang Menggoda
Inilah Bakpao dengan Aneka Rasa – Postingan tentang Bakpao ini terinspirasi dari postingannya Mba Ika. Adakah diantara kamu yang menjadi pecinta Bakpao? Rata-rata kadar kesukaan pada makan yang satu ini biasa saja, ya. Sukanya gak suka banget dan kayaknya gak ada yang benci dengan makanan empuk dan mengenyangkan ini. Saya termasuk yang biasa-biasa saja.
Bakpao merupakan makanan tradisional Tionghoa. Sering saya perhatikan, Bakpao ini banyak dijual di terminal bus. Biasanya para penjual Bakpao ini masuk bus, menawarkan dagangannya kepada para penumpang. Jarang banget melihat penjual Bakpao keliling desa apalagi standby di suatu tempat. Bakpao empuk banyak digemari oleh orang tua dan anak-anak.
Di Banjarnegara sendiri, saya jarang banget melihat orang yang berjualan Bakpao. Entah memang sudah langka, atau sayanya yang jarang menjumpainya. Suatu waktu, ditempat kursusan saya melihat penjual Bakpao. Tampilan bakpao ini gak seperti bakpao pada umumnya, yang bunder klweeer. Hihihi. Tampilannya lebih cantik, warna-warni dan mengundang perhatian. Kata si penjual, warna-warninya Bakpao ini sehat. Gak pakai pewarna yang membahayakan itu. Bakpao dijual dengan harga Rp 2.000 per buah, untuk semua rasa.

Kalau di daerah saya, ini bukan bakpao biasa. Mungkin di daerah kamu sudah biasa banget, ya? Selain tampilan, terdapat beberapa aneka rasa Bakpao. Rasa Susu, Kacang, Coklat, Ayam dan Nanas. Saya paling suka rasa Nanas. Manisnya gak terlalu, pas banget. Begitu juga rasa lainnya, pas menurut saya. Ini menandakan sebuah kreasi Bakpao. Terkesan tidak monoton bunder klewer, jadi yang makan gak bosen melihat bentuknya dan gak bosen dengan rasanya.
Penjual Bukan Bakpao Biasa ini aseli orang Wonosobo. Setiap pagi sampai sore dia berkeliling ke sekolah-sekolah, keliling kota dan sesekali standby di alun-alun. Banyak banget stok bakpao yang ia bawa. Dan uniknya, bakpao yang disajikan ini selalu anget. Karena sebelum dikasihkan pembeli, bakpao ini diangetkan dulu. Jadi, bakul Bakpao berkelilingnya tuh tidak hanya mendorong gerobak saja, tapi terdapat panci pengukus dan kompor didalam gerobak.

Tentang Bakpao ini, saya jadi ingat satu kejadian. Pernah lagi dingin-dinginnya, pas di terminal bus Mendolo ditawari Bakpao sama penjual. Suara penjual keras banget, Bakpao anget. . .Bakpao anget. . .Bakpao Anget. Karena pagi itu dingin banget, jadi tertarik untuk beli yang anget-anget, kan? Saya beli dua Bakpao bunder klewer rasa coklat, harganya Rp 3.000 per buah. Daaan, saya tertipu saudara-saudara. Saat Bakpao ditangan saya tuh sudah dingin, mungkin angetnya sejam yang lalu, pas Pak Bakul baru nyetok. Aaah, itu trik penjual. Dan pembeli hanya bisa ndoplong kalau kena trik, kan. Hahahaha.
Kalau kamu suka Bakpao Anget gak?













