Peluncuran Buku Bahagia Bersama

Deklarasi Hari Bahagia Bersama

Deklarasi Hari Bahagia Bersama – Ketika melihat foto melintas di media sosial dengan ekspresi senyum, kemudian pada caption tertulis “Bahagia Itu Sederhana”, biasanya yang baca caption ikut merasakan bahagia. Karena ada kekuatan dari sebuah senyuman. 😉 Ya…meskipun di dalam foto tersebut sendirian banget karena memang masih single, ya. 😆

Sebagai contoh, nih. Melihat seorang perempuan berdiri di tepi pantai dengan membentangkan kedua tangannya. Kepalanya menengadah, kemudian senyumnya terlihat sangat lepas. Atau lebih sederhana lagi, ketika melihat seorang laki-laki membantu menyeberangkan kakek-kakek di perempatan lampu merah. Meski hanya dalam foto, yang melihat turut bahagia. Ini, sih, aku. Karena bawaannya memang mudah bahagia. 😛

Deskripsi bahagia, tuh, sangat luas. Aku makin paham arti bahagia ketika mengikuti webinar Hari Bahagia Bersama yang diselenggarakan oleh JNE pada hari Selasa, 7 September 2021. Pengetahuanku tentang bahagia pun menjadi lebih luas lagi. Semakin paham dan dapat membedakan antara senang dan bahagia. Iya, dua rasa ini terlihat sama, tapi berbeda makna.

Hari Bahagia Bersama

Contoh lagi, nih, ya. Ketika aku mendapatkan rezeki kemudian rezeki tersebut berhenti di dompet saja atau berhenti untuk kesenangan pribadi, ini namanya senang. Namun ketika sebagian dari rezeki tersebut dibagikan kepada orang yang berhak, ini namanya bahagia. Jadi, senang ini hanya dinikmati sendiri. Sedangkan bahagia ini dinikmati bersama-sama.

Jadi, kalau beli handphone baru untuk kebutuhan pribadi; gue bahagia banget atau gue senang banget? Ini dibahas banget, ya. 😆 😆

Memaknakan Bahagia Bersama.

Masa-masa sulit seperti sekarang ini, sebagian orang merasa susah untuk bahagia. Kadang tidak semua orang bisa memaknai kesederhanaan dengan kebahagiaan. Ya…siapa, sih, yang ingin wabah ini bertahan sampai satu tahun lebih ini. Enggak ada, kan?

Sebagian masyarakat yang terdampak pandemi merasa tidak punya cara lain untuk bisa bertahan hidup kecuali dengan menunggu bantuan dari pemerintah, kerabat, atau pihak lain. Masyarakat yang dirasa mampu pun kadang lupa kalau bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Seperti yang dibagikan oleh para narasumber webinar kali ini.

Webinar Deklarasi Hari Bahagia Bersama menghadirkan para narasumber yang sangat menginspirasi. Mereka adalah:

😉 M. Feriadi Suprapto (Presiden Direktur JNE);

😉 Maman Suherman (Kreator buku Bahagia Bersama);

🙂 Muhammad Misrad “Mice Cartoon” (Kreator buku Bahagia Bersama);

🙂 Melanie Subono (Rumah Harapan Melanie);

🙂 Ivan Gunawan (Pemilik Yayasan Dunia Mega Bintang);

🙂 Andy F. Noya (Yayasan Benih Baik Indonesia).

Deklarasi Hari Bahagia Bersama JNE

Mereka berbagi cerita tentang kebahagiaan dengan versi masing-masing. Kalau kata aku, sih, mereka bukan orang yang haus akan pencitraan. Sudah enggak menginginkan namanya muncul dalam headline pemberitaan, apalagi membutuhkan pujian. Mereka sudah tidak butuh itu karena apa yang mereka lakukan betul-betul murni dari hati. Betul-betul ingin membantu masyarakat, membahagiakan orang-orang yang membutuhkan.

“Saat orang-orang lagi demo karena PPKM, gue memberikan ratusan ribu vaksin dan sembako kepada masyarakat. Gue terjun langsung dan enggak takut. Karena ini niat baik, insya Alloh diberi sehat.” – Ivan Gunawan.

Pernyataan dari Ivan Gunawan ini aku yakin membuka mata dan hati setiap peserta webinar. Bahwa ketika kita berniat untuk kebaikan, berniat memberi kebahagiaan untuk sesama, maka Alloh akan melindungi. Enggak hanya melindungi, tapi juga memberikan pahala.

Aku juga salut dengan Mbak Melani dalam memaknakan bahagia. Menurutnya bahwa bahagia secara personal adalah berguna. Dia punya hastag yang sampai saat ini terus digunakan yaitu #JanganMatiSebelumBerguna. Makanya, dalam melakukan hal apa saja untuk kebaikan, dia tidak melakukan hal sendiri. Tapi dilakukan dengan bersama-sama.

Cerita dari Bang Andy tentang jasa JNE untuk sosial pun sangat menginspirasi. Mungkin kamu pernah dengar berita atau baca artikel tentang kelangkaan tabung oksigen beberapa bulan lalu saat kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya. Bang Andy cerita kalau JNE sangat berjasa dalam pengiriman ribuan tabung oksigen sampai pelosok negeri secara gratis. Iya, bantuan tabung oksigen dari Yayasan Benih Baik Indonesia dan Dompet Kemanusiaan Media Group ini diantar gratis ke mana pun oleh JNE. Pengiriman ini digratiskan selama masih ada stok tabung yang akan dikirim.

Ini kalau ngomongin untung-untungan, sudah pasti enggak untung, ya. Namun jasa pengiriman yang memang suka bikin bahagia ini, enggak hanya memikirkan urusan materi duniawi saja, tapi juga memikirkan “aset” untuk surgawi nanti. Ini kata Pak Feriadi sebagai Presiden Direktur JNE. Terlove banget, ya!

Deklarasi Hari Bahagia Bersama dan Peluncuran Buku.

Mengangkat tagline connecting happiness, JNE ingin terus menghubungkan kebahagiaan antara pelaku usaha dan para pengguna jasa layanannya. Sebelum deklarasi hari bahagia bersama dilaksanakan, Kang Maman sebagai kreator buku Bahagia Bersama memberi pesan:

“Kalau kamu tidak menemukan orang baik di dunia ini, berarti kamu harus menjadi orang baik.” – Kang Maman.

Sebagai manusia, kadang memang untuk melakukan kebaikan harus dipaksa, ya. Berjalan pelan dengan paksaan, berharap nanti akan terbiasa dengan sendirinya. Terbiasa berbuat baik, menebar kebaikan dan juga kebahagiaan.

Peluncuran Buku Bahagia Bersama

Tepat pada tanggal 7 September 2021, JNE mengadakan deklarasi Hari Bahagia Bersama sekaligus meluncurkan buku berjudul Bahagia Bersama. Buku ini merupakan kolaborasi antara JNE dan dua kreator andal yaitu Kang Maman dan Mice. Dalam obrolan webinar, Mice menyampaikan bahwa ada hal menarik selama proses pembuatan buku ini. Yaitu dia merasa orang baik bertemu dengan orang baik, energi positif bertemu dengan orang positif. Jadi dia sangat menikmati dalam pembuatan buku ini.

Duet antara penulis dan kartunis sudah pasti menghasilkan karya yang enggak biasa, dong. Dilihat dari sampulnya saja buku ini menarik. Cerita-cerita di dalamnya adalah cerita inspiratif. Kalau kata Kang maman, buku ini adalah tentang berbagi, memberi, dan menyantuni.

Eh, pembelian buku “Bahagia Bersama” dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia dan juga secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia dan Shopee.

Gimana? Kamu tertarik untuk mendapatkan buku Bahagia Bersama? Kalau aku tertarik! 😉

12 thoughts on “Deklarasi Hari Bahagia Bersama

  1. Iya ya bantuan sekecil apapun yang kita berikan pada org lain aja udah cukup bikin kita bahagia. Emang balasan bikin org seneng, akan segera balik, kitanya jg jd bahagia.
    Suka banget sama quote-nya kang Maman, kalau kita jd org baik itu sendiri seenggak2nya dunia punya kita sbg org baik.
    Penasaran sama isi buku Bahagia Bersama-nya.

  2. Bukunya bagus yaa..
    Bisa menjadi mood booster, terutama di masa-masa pandemi yang seringkali kita menjadi insecure karena virus yang semakin merebak, namun di sisi lain, PPKM masih akan terus diperpanjang.
    Setuju banget dengan kalimat “Bahagia memiliki makna yang luas.”

  3. Kang Maman aku padamuu…
    Quotesnya “Kalau kamu tidak menemukan orang baik di dunia ini, berarti kamu harus menjadi orang baik.”
    Langsung nyess ke hati yang terdalam.
    Makasih loh Idah, sudah berbagi tulisan kebahagiaan. Salut sama JNE dengan Connecting Happiness yaa.

  4. Salut aku tuh sama JNE terutama beberapa pendirinya yang luar biasa …. Punya pemikiran futuristik bahwa hidup tidak hanya di dunia dan akhirnya banyak berkiprah membantu masyarakat.. Sukaaa….

  5. Senang banget bisa ikutan juga acara deklarasi Hari Bahagia Bersama ini. Melihat orang-orang hebat yang sangat rendah hati dan melakukan banyak kontribusi untuk sekitarnya gini bikin positif vibes banget deh. Daripada sukanya ribut ngebahas kejelekan orang lain, terutama pemerintah, mendingan bikin gerakan nyata seperti para narsum yang keren ini ya. Ngefans sama mas Andy F. Noya yang bicaranya lugas tapi penuh makna.

  6. Hesteknya Mbak Melanie jleb banget, yaa.. Jangan Mati Sebelum Berguna! Artinya memang kita mesti mengisi waktu dan memanfaatkan usia yang diberikan oleh Allah pada kita, dengan hal-hal yang bisa memberi manfaat buat orang lain.

  7. Suka sekali kalimat Kang Mamang ini,
    “Kalau kamu tidak menemukan orang baik di dunia ini, berarti kamu harus menjadi orang baik.”
    Luar biasa, sangat menginspirasi. Pasti peserta webinar ikut bahagia semua mengikuti acara ini.

  8. Senang banget hadir di acara bagus ini mbak, karena tokoh yang membagikan nilai hidup khususnya memberi. Saya senang banget waktu Kang Maman cerita bahwa berbagi itu harus dimulai dari dini dan tidak harus menunggu sampai kaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *