Obrolan paling seru ketika ramadan sudah berjalan setengah putaran yaitu tentang kue dan baju untuk lebaran. Dua hal ini seperti harus ada ketika lebaran. Dan persiapan paling ribet yaitu baju lebaran.
Kenapa paling ribet? Kalau kue bisa dibeli tanpa banyak pertimbangan. Sementara baju lebaran, kadang banyak hal yang menjadi pertimbangan atau bahkan perdebatan. Apalagi kalau pingin kembaran tapi dari sisi body saja beda jauh. Gimana ngga bikin kesal coba? 😀
Lebaran kali ini, Ibu pingin beli gamis kembaran dengan warna cerah. Aku sebagai anaknya yang punya kulit gelap setuju banget. Namun dengan perbedaan postur tubuh kami, nampaknya akan susah untuk mendapat sesuai dengan keinginan, tepatnya untuk lingkar dada dan tinggi badan. Intinya gue lebih wow ketimbang Ibu. Ada, sih, dengan pilihan sesuai ukuran, L atau XL, misalnya. Tapi tetap saja harus teliti sebelum membeli supaya sesuai, termasuk model gamis.
Nah, berikut beberapa model gamis yang kami inginkan sesuai dengan referensi yang telah kami dapat.
1. Gamis berwarna pastel polos.
Warna pastel kini sedang menjadi warna favoritku. Gamis warna pastel polos sepertinya ngga cerah dipakai. Alasan memilih warba ini salah satunya ntuk menunjukkan sisi keanggunan. Hahaha.
Setelah mendapat warna pastel, selanjutnya dipadukan dengan khimar atau hijab warna senada. Dengan ini kayaknya penampilan kami nampak sederhana namun tetap cantik. Uhuuuy.
2. Gamis model abaya.
Gamis dengan model abaya menjadi baju gamis wanita modern yang sedang cukup populer saat ini. Umumnya abaya ini warnanya hitam dengan beberapa hiasan di bagian tangan atau dada. Meski begitu, aksen dan detailnya pun ngga terlalu ramai.
Modelnya seperti dress biasa, namun sedikit ada perbedaan dengan gamis pada umumnya. Abaya menjadikan penampilan berbeda, sayangnya aku kurang suka kalau warna gelap. Ya…meski Ibuku pingin dan masih galau, gitu. 😀 #katanya pingin warna ceraaah, Buuuuk? 😛
Sesekali pakai gamis lah, Bukkk. 😀
3. Gamis berbahan satin.
Gamis dengan bahan satin ini sebenarnya menjadi pilihan utama karena multi guna. Buat lebaran oke, kondangan pun. Hahaha. Bahan satin ini nampak agak mengkilap dan terasa panas jika dipakai. Maka dari itu, musti pandai-pandai memilih. Pilih lah bahan satin yang berkualitas sehingga bisa nyaman saat dikenakan.
4. Gamis Putih Akasen Bunga
Gamis dengan motif bunga seolah merupakan gamis yang ngga akan pernah ada matinya. Terlebih jika memilih warna dasar putih lalu beraksen floral. Ugh, musim banget iniii.
Model seperti ini lagi-lagi terlihat sederhana, namun memberi kesan awet muda. Siapa yang ngga ingin nampak awet muda coba? Ibuku demen banget, nih. 😀
5. Gamis dengan ikat pinggang.
Ini agaknya cocok buat mereka yang masih belia, tapi kemarin saat browsing kami nemu model gamis dengan ikat pinggang tapi cocok buat orang dewasa. 😆 Adanya tambahan aksen pita di gamis membuat model kian terlihat modern.
Pita yang dipakai pun bisa pita tipis, sabuk, dan pilihan lainnya. Tapi ngga tahu kenapa, aku belum percaya diri menggunakan baju dengan model pita ini. Ya maklum, sih, gue belum langsing. Hahaha.
Itulah beberapa model gamis yang kami jadikan referensi. Masih banyak model lain yang disarankan oleh mesin pencari. Apalagi kalau udah masuk toko online, ugh…bkal mabok karena banyaknya rekomendasi model. 😉
Melintasi gapura masuk kolam dan pemandian air hangat yang berlokasi di Desa Kalianget, Wonosobo, seorang petugas loket menghampiri kami yang mengendarai sepeda motor. Laju sepeda motor kami sengaja pelan karena ini kali pertama kami mengunjunginya.
“Kolam air dingin untuk dewasa sedang dalam perbaikan, Mas. Ini tiket masuknya Rp 3.000 per orang, ya. Rp 2.000 tiket masuk Taman Rekreasi, dan Rp 1.000 tiket parkir.” Sambil memberi informasi, petugas loket menyodorkan dua lembar tiket masuk kepada suami. Artinya, Yasmin yang saat ini berusia 2.5 tahun belum berkewajiban membayar HTM. Balita masih free.
“Ngga apa, Pak. Yang penting kami masih bisa berendam di kolam air hangat.” Jawab suami yang dari awal excited ingin berendam air hangat. Menuntaskan rasa penasaranku kepada kalianget.
Akhirnya, setelah sekian purnama hanya bisa mendengar keseruan para kerabat dan teman yang sudah nyobain kolam pemandian air hangat, akhirnya weekend lalu aku bersama Yasmin dan juga Ayahnya dapat merasakan nikmatnya berendam di air hangat sampai puas hanya dengan membayar Rp 3.000 per orang.
HTM Pemandian Kolam Renang Air Hangat, Kalianget.
Ya, kami kembali membayar tiket masuk kolam Rp 3.000 per orang di loket masuk pemandian. Ini betul-betul tiket masuk wisata yang amat ramah. Ya…meski hanya berendam atau renang, HTM di bawah lima ribu rupiah sungguh bersahabat. Namun aku ingat kalau sebelumnya sudah ditarik HTM di loket pintu masuk. Double tiket. Meski pemanfaatan HTMnya berbeda, tapi kenapa ngga satu kali penarikan saja, ya? Parkir dan HTM dijadikan satu, atau menyediakan karcis parkiran tersendiri.
Tujuan sebagian besar orang yang datang ke kolam pemandian air hangat pasti ingin renang dan berendam. Ya kalik, masuk area ini hanya mau pacalan dowang, sih. 😀 Lagipula, taman rekreasi yang di dalamnya ada hutan kota, sepertinya belum dimanfaatkan secara maksimal. Hanya saja pendukung lain seperti ayunan, beberapa masih berfungsi dengan baik. Oiya, lagi-lagi balita masih free, bisa berendam sampai puas.
Di sini terdapat dua pintu masuk menuju kolam renang. Satu pintu berada di depan area parkir, satunya berada di samping kiri area parkir atau dekat hutan kota. Masuk ke dalam terowongan Badak, gitu. Cuma pintu bagian samping ini hanya dibuka pas hari Minggu dan ramai karena pintu utama ngga terlalu luas, pengunjung yang berpapasan harus mengalah salah satunya.
Kalau aku, sih, lebih memilih masuk lewat pintu utama karena di samping terdapat lukisan panorama obyek wisata Kabupaten Wonosobo. Gubung dan Telaga Warna, misalnya. Cakep banget buat foto-foto!
Sumber Air Panas ada di Beberapa Titik
FYI, di Kabupaten Wonosobo ada lebih dari satu sumber air panas karena Kabupaten ini tak jauh dari Dieng yang merupakan wilayah vulkanik aktif. Di daerah Manggisan yang tak jauh dari Kalianget, misalnya. Di sana juga terdapat pemandian air hangat. Sementara di daerah Dieng sendiri berada di kolam air hangat D’Qiano. Cuma bedanya, kolam pemandian air hangat Kalianget dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, sementara kolam air hangat lainnya dikelola oleh masyarakat setempat dan atau swasta.
Bermain di Kolam Renang Air Dingin
Lokasi antara kolam air dingin dan air hangat terpisah. Kolam air dingin berada di bagian atas, lengkap dengan fasilitas kamar ganti, kamar mandi, locker atau penitipan barang, dan penyewaan ban. Di sini juga terdapat warung yang menjajakan makanan kecil, minuman, dan tentunya makanan khas yang dapat dinikmati setelah renang. Apalagi kalau bukan Mie Instant yang bikin ketagihan. 😆 Harga makanan di sini tergolong masih wajar, ramah kantong.
Oiya, penyewaan ban dalam Rp 3.000 per buah sampai puas. Karena ngga membawa pelampung buat Yasmin, kami pun menyewa satu ban. Dengan tiket masuk tiga ribu rupiah, fasilitas kolam anak sudah termasuk memuaskan. Ember tumpah, dan beberapa permainan di tengah kolam membuat anak-anak betah berlama-lama main di kolam. Di sekitar kolam juga kolam renang anak juga terdapat area bermain. Ngga banyak, sih, tapi cukup bikin anak-anak bahagia.
Tak hanya tempat bermain, di samping kolam renang dewasa juga terdapat lukisan 3D. Bagi kalian para pemburu feed instagram musti foto di sini! 😀
Berendam di Kolam Renang Air Hangat.
Kolam yang kami tuju pertama kali yaitu kolam air hangat. Memasuki area kolam air hangat, aku sempat shock. “Duuuh…ini tempat wisata bukan, sih?” Batinku seketika melihat sampah berserakan dimana-mana. Padahal nih ya, sudah disediakan tempat sampah di tiap sudut. Ini siapa yang ngeselin? Pengunjung yang ngga bisa turut menjaga kebersihan dan keindahan, dong. Huh…Tapi aku lihat pengunjung lain tetap nyaman menemani anak-anak renang, menunggu anak-anak, sambil ngemil, gitu.
Karena Yasmin ngga sabar untuk renang, aku melepas bajunya ngga di ruang ganti. 😆 Beruntung di pelataran kolam terdapat beberapa bangku. Kami yang ngga menyewa locker cukup terbantu dengan adanya bangku ini karena bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang-barang bawaan. Alasan kami ngga menyewa locker, tuh, karena barang bawaan kami ngga ada yang penting. Iya, kami cuma bawa baju ganti dan beberapa lembar uang saja. Lagipula, kami berencana lebih lama di kolam air hangat, sementara locker berada di bagian atas, kolam air dingin. 😆
Kami cukup lama berendam air hangat di sini. Meski suasana sangat ramai, karena pas weekend, kami tetap menikmati dengan suka cita. Apalagi di atas kami sudah diberi semacam atap dari jaring (apa sih namanya), jadi ngga panas dan memang bikin betah berendam di air hangat. Mungkin kalau ngga ada agenda lain, kami bakal larut di sini. Masuk jam 10.00 WIB, keluar kolam jam 13.00 WIB. Bayarnya TIGA RIBU euy. NAIKIN laaah!
Bilas atau Mandi di Pancuran 3
Dan yang paling parah nih, genangan air di depan kamar mandi di area Kolam Air Hangat, bikin merinding. Ngga kebayang kalau sampai ada yang kepeleset di situ. Ya, selain genangan air, lantai di sini licin. Agak was was juga. Buat yang bawa anak, betul-betul harus didampingi karena di beberapa lokasi cukup licin, termasuk di area pemandian air pancuran. Di situ licin karena lantai sudah berlumut.
Saat itu, aku ngga melihat petugas yang berjaga di sekitar kolam. Iya, jangankan petugas kebersihan, petugas yang biasanya mengawasi pengunjung di area kolam pun tak nampak. Sepertinya minim petugas, nih.
Pemandian Kalianget Di Masa Mendatang.
Dilihat dari beberapa sisi, obyek pariwisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, khususnya Kolam Renang, terbilang standar. Aku ngga paham karena apa, mungkin anggaran dari pemerintah sangat terbatas. Termasuk anggaran untuk membiayai para pekerja, pengembangan sarana prasana, dll dll. Fasilitas penunjang untuk kolam renang pun terbilang mahal. Tak heran, jika Kolam Renang Serulingmas Banjarnegara, yang tadinya dikelola oleh Dinpar setempat, sekarang sudah menjadi BUMD dengan harapan pengelolaan dan pelayanan lebih baik sehingga berdampak pada pendapatan daerah.
Ikan paus di tepi kolam…wkwkwk
Kedepannya, untuk memaksimalkan obyek wisata, mungkin pemerintah daerah Wonosobo bisa mendatangkan investor atau melakukan cara lain supaya obyek wisata ini makin berkembang. Melihat perkembangan dunia pariwisata saat ini, menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas dan memelihara obyek wisata. Terlebih Kolam Pemandian Air di Kalianget ini juga sudah menjadi ikon Kabupaten Wonosobo. Sayang banget kalau sampai ngga dirawat dengan maksimal.
Villa Agathis Baturraden – “Ugh…yang mau enak-enak di Villa Baturraden. Bikin dedek buat Yasmin jauh amat!” Beberapa reply dari teman di status insta story membuatku geli. Dasar teman baik, bikin aku mikir keras untuk belajar rendah hati. 😛
Dan tau ngga, status yang aku tulis, tuh, biasa banget. “Yuhuuui…malam ini kami mau menginap di Villa sekitar Baturraden. Asyiiik.” Status gitu dowang, tapi ramai dengan prasangka-prasangka buruk. Paling menggelitik nih, ada yang do’ain kalau sampai belok ke lembah sadar, aku bakal pikun seketika. Astaghfirulloh. Padahal teman sekamarku malam itu bukan pak suami lho, tapi Tante. 😆 😛 😛
Baturraden menjadi tujuan wisata kali ini. Bersama 14 Blogger, pada tanggal 5-6 Mei 2018 aku diberi kesempatan untuk menginap di Villa Agathis dan eksplorasi beberapa destinasi wisata yang dikelola oleh Perhutani Alam Wisata (Palawi) Unit Wana Wsiata Baturraden. Ini kali pertama aku main ke Baturraden dan menginap di Villa, biasanya hanya main saja. Jika bukan karena undangan dari Palawi, sepertinya entah kapan aku bisa menginap di Villa yang lengkap dengan ragam wisata di sekitarnya. FYI, PT. Palawi Risorsis adalah anak perusahaan dari Perhutani. Destinasi Wisata yang dikelola oleh Palawi kini makin berkembang, diantaranya yaitu Wana Wisata Coban Rondo yang berada di Malang, dan Wana Wisata Baturraden yang berlokasi di Banyumas.
Kompleks Bumi Perkemahan Baturraden…
Melewati gerbang masuk Palawi, mobil yang kami naiki berbelok ke arah kanan. Pemandangan khas alam yaitu pepohonan tinggi menjulang menemani sepanjang perjalanan menuju Villa. Aku kira perjalanan dari gerbang masuk bakal lama, tapi ternyata ngga sampai tiga menit kami sampai di Villa Agathis. Aaaak…akhirnya setelah melalui penjemputan yang eksklusif oleh Palawi, akhirnya seluruh Blogger bisa berkumpul di Villa Agathis. Yeeeey! Mobil pun langsung parkir tepat di depan Villa karena halaman cukup luas bisa buat parkir sampai empat mobil. 🙂
Sejuknya udara di sekitar Villa membuatku ingin segera eksplor obyek wana wisata yang berada tak jauh dari Villa. Ada sky bike, taman labirin, dan hamparan bunga panca warna. Namun aku ingat, sesuai rundown obyek wisata yang pertama akan kami eksplor adalah Telaga Sunyi. Duduuuh…sabarr, ya. 😉 Nah, sebelum eksplorasi wisata, aku mau review satu per satu fasilitas Villa Agathis!
Adem, yaa….
Pengalaman Menginap di Villa Agathis Baturraden.
Ruang Santai
Pertama kali melihat ruang yang berada di depan kamar, rasanya pingin langsung duduk dan bercerita dengan teman-teman Blogger yang sudah cukup lama tak bersua. Blogger dari Yogya, Mbak Dian dan Mas Yugo, misalnya. Kami terakhir bertemu saat famtrip di Banjarnegara. Pasti akan banyak obrolan jika duduk bersama di atas sofa yang sangat nyaman dan empuk. Ugh. 😛 😛
ruang tamu villa
Setting sofa di ruang ini saling berhadapan, cocok juga buat meeting a la-a la, nih. Iya, ngga hanya buat acara keluarga, Villa ini cocok buat acara bareng komunitas yang mengharuskan menginap dan butuh space untuk diskusi, apalagi sudah dilengkapi dengan dapur. Lagi-lagi karena harus taat pada rundown, aku pun mengabaikan sofa dan langsung masuk ke kamar untuk bersiap-siap kegiatan. 😉
Kamar
Di Villa Agathis terdapat 6 kamar membentuk letter U dengan ruang santai berada di tengah-tengah. Aku bersama Yasmin dan Tante menempati kamar nomor 5, dekat dengan dapur. Kamar dengan desain minimalis ini memiliki luas 7 meter persegi dengan satu kamar tidur ukuran queen size. Masih cukup nyaman lah untuk bobok kami bertiga. Apalagi selimutnya wangi dan tebal, tambah nyenyak tidurnya. 😀
Televisi, lemari pakaian, dan meja rias melangkapi fasilitas kamar. Tak hanya itu, kain batik dengan perpaduan warna cokelat putih yang menempel di papan bagian atas kamar tidur menambah kesan elegan desain kamar ini. Satu lagi, meja yang tak begitu lebar lengkap dengan kursi yang terletak di pojok kiri kamar menghadap luar jendela kaca bisa dimanfaatkan sebagai meja kerja, lho. Ya…meski di atasnya terdapat teko untuk menghangatkan air, masih ada space.
Kamar Mandi
Baturraden terkenal dengan udara dinginnya, makanya saat masuk kamar mandi dan mendapati air hangat, lega rasanya. Pastinya ngga akan ada drama malas mandi buat Yasmin. Perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo juga tersedia di dalam wadah yang menempel di dinding dekat shower.
Handuk besar, tisu, sikat gigi lengkap dengan pasta gigi juga tersedia. Closet duduk, washtafel dan kaca di dalam kamar mandi juga bersih. Nyaman lah, sampai Yasmin betah banget berlama-lama di kamar mandi. 😀
Makanan
Villa Agathis menyediakan dapur lengkap dengan alat masak dan juga peralatan makan, namun bukan berarti kami dibiarkan masak sendiri. Eh tapi kalau dari rumah bawa bahan masakan, boleh juga, tuh. Tiap tamu yang menginap di sini berhak mendapat fasilitas satu kali makan untuk breakfast. Ada banyak pilihan menu yang bikin kangen kembali menginap di Villa ini. Salah satunya yaitu menu nasi bancakan saat makan siang.
Menu ini sungguh menggugah selera makan. Nasi, aneka sayur, lauk, sambal, tertata rapih di atas daun pisang. Aku suka banget dengan lauk ayam yang empuk, urab, dan tentunya sambal yang saat itu ludes karena cocok banget di lidah ini. Ehiya, sambal dari lombok rawit Baturraden yang endeus gandeus ini sempat menjadi topik hangat disela-sela makan siang hingga kami meninggalkan Villa. Mamahnya Kinan malah sampai minta resepnya sama Mbak Sista, Marketing Palawi yang dengan sabar melayani dan mendampingi kami tour.
Palawi juga menawarkan menu lain dengah harga mulai Rp 35.000 per porsi. Ada juga tipe prasmanan seperti menu yang disajikan untuk makan malam. Menu prasmanan ini juga anti mainstream lho, ada oseng dage kuncar dan pecak jantung. Jauh dari kesan menu mewah, tapi menambah napsu makan. Sungguh ini kali pertama aku nyobain menu seperti ini. 😀
Free HTM Obyek Wisata yang Dikelola Palawi
Ini fasilitas yang tak ada duanya, menginap di Villa dan mendapat free HTM obyek wisata yang dikelola oleh Palawi kan asyik banget. Udah gitu, ngga hanya satu obyek pula. Total ada 4 obyek wisata: Pancuran 7 (13k), Telaga Sunyi (13k), Taman Labirin (10k), dan Hamparan Bunga Panca Warna. Lumayan banget kalau dikalikan 10 orang, tuh. 😀
Untuk menikmati Villa Agathis dengan fasilitas yang sudah aku sebut di atas, cukup membayar Rp 3.400.000. Kalau dihitung terperinci jatuhnya kira-kira Rp 570.000 per kamar, tapi sudah plus free HTM obyek wisata. Cukup terjangkau, bukan? Ehya, selain Villa Agathis, masih ada 2 Villa yang ditawarkan oleh Palawi Baturraden. Yaitu Villa Accacia dengan 4 kamar harga Rp 3.400.000 dan Villa Ebony dengan 14 kamar harga Rp 9.400.000.
Terima kasih Mbak Sista, Mas Fajar, Pak Arief, dan all crew Palawi yang telah memberi kenangan dan pengalaman baru pada kegiatan Bloggers Goes To Palawi, 5-6 Mei 2018. Sukses terus buat Palawi, ya.
Ramadan Ekstra Bikin Bahagia – Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata Ekstra? Ada rasa bahagia, kan? Kalau aku, sih, iya. Karena arti kata ekstra menurut kamus yaitu tambahan di luar yang resmi. Gimana? Bahagia pastinya kalau bisa dapat tambahan. Apalagi tambahan itu datang di waktu yang tepat. Seperti Ramadan ekstra. Kan bahagia pakai banget. 😛
Menjelang bulan suci umat muslim, ada semacam rutinitas yang harus aku lakukan di luar ibadah. Adalah belanja! 😆 Belanja kebutuhan harian ketika ramadhan rasanya lebih istimewa dibandingkan dengan hari biasa. Baru membuat daftar barang yang mau dibeli saja, bahagia rasanya. Benar, ngga? Terlebih sekarang ada toko online yang dengan baik membuat program bertajuk Ramadan Ekstra. Ugh… 😆
Toko online bernama Tokopedia, dengan bangga menawarkan berbagai macam kebutuhan selama bulan suci dengan harga lebih hemat dari biasanya. Kalau udah gini, siapa yang menolak dikasih Ramadan Ekstra a la Tokopedia? Hayook…tunjuk jari telunjuk! 😆
Para pelanggan setia Tokopedia (Topers) harus tahu, bagaimana untuk dapat belanja lebih hemat kebutuhan bulan Ramadan dengan program Ramadan Ekstra.
Berikut aku kasih tahu tiga tip untuk mendapat Ramadan Ekstra di Tokopedia.
Membandingkan Harga Antar Toko.
Topers pasti paham kalau Tokopedia memiliki banyak toko online berkualitas, kan. Nah, jika kamu punya barang idaman di sana, ada baiknya membandingkan barang tersebut dari toko satu dengan toko lainnya sebelum fix membelinya. Misalnya Mukena Katun, nih. Ada ribuan toko online yang direkomendasikan oleh Tokopedia. Cari yang sekiranya harga lebih di bawah, namun kualitas tetap bagus. Jangan lupa terlebih dahulu baca deskripsi pada barang yang akan dibeli.
Ramadan Ekstra, Beli Produk Dari Kreator Lokal.
Naaah ini, nih, godaan banget. Entah karena sok atau memang terbiasa menggunakan produk branded atau bermerek, kalau mencari produk di tokopedia pasti berdasarkan merek. Ya, kaaaan? Padahal produk-produk lokal sebenarnya juga ngga kalah bagus dari segi kualitas. Apalagi sekarang Tokopedia, memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal.
A post shared by GENPI BANJARNEGARA (@genmilebnr) on
Ingat, produk kreasi dari kreator lokal hadir dengan kualitas bersaing, namun dengan harga ramah kantong. Hyaaa…itung-itung ikut bantu produk lokal.
Cari Toko Online TerdekatSaat Berbelanja
Ini tak boleh dilupakan saat berbelanja online. Ya, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilih lah toko online yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal kamu supaya bisa menghemat ongkir. Di Tokopedia, Topers dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.
Yuk…cari-cari di toko lain juga, Tokopedia!
Hal lain yang juga perlu diperhatikan terkait biaya yaitu metode pengiriman dan cara pembayaran. Bandingkan antar jasa pengiriman barang, ya!
Manfaatkan Promo dan Diskon di Ramadan Ekstra.
Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran dalam berbelanja online. Nah, di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi Topers untuk menikmati bulan Ramadan dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan. Ugh…promo dan diskon di toko online selalu menggiurkan. Waspadalaaaah! 😀
Dengar kata diskon dan promo, bawaannya pingin lari…
Dengar-dengar, Tokopedia akan memberi kejutan pada 25 Mei. Artinya, audah ada program ramadan ekstra, dan ini akan ditambah lagi ekstranya. Dobel ekstra layaknya festival belanja online “Black Friday”. Sebagai pelanggan setia Tokopedia, aku berharap ada deal-deal di waktu tertentu saat ramadan nanti. Tapi jangan menjelang bedug maghrib atau imsyak, soalnya pasti lagi riweh banget! Waktu yang tepat mungkin jam istirahat antara jam 11.00-14.00 WIB atau malam hari jam 20.00-22.00 WIB. Maunyaaaaaaaaaa. 😀
Omong-omong, apa yang kamu inginkan di Ramadan Ekstra a la Tokopedia tahun ini? Sharing laaah. 😀
Saat memutuskan untuk mengajak Yasmin traveling ke Yogyakarta, berarti aku harus menyusun itinerary wisata ramah anak. Iya, ngga hanya nyenengin diri sendiri, tapi juga nyenengin anak.
Banyak referensi wisata ramah anak di Yogyakarta. Beberapa destinasi wisata yang sudah aku tahu, rata-rata berlokasi di tengah kota Yogyakarta. Salah satunya adalah Kids Fun. Sebenarnya di sini cukup komplit karena tak jauh dari kompleks kids fun juga masih ada beberapa obyek wisata ramah anak. Namun aku belum ingin mengajaknya ke Kids Fun karena usia Yasmin masih terlalu dini untuk menikmati segala permaianan edukatif di Kids Fun. Maka dari itu, aku browsing untuk mencari referensi.
Dan ketika browsing wisata ramah anak di Yogyakarta, Rumah Dome Teletubbies muncul dalam deretan daftar pencarian di laman google. Setelah aku cari tahu lebih lanjut, ternyata dome teletubbies memang sudah lama dijadikan destinasi wisata, bahkan sudah menjadi Desa Wisata bernama The New Nglepen.
Mushola Dome dan lukisan karakter Teletubbies….
Rumah Dome Teletubbies awalnya murni dibangun sebagai tempat tinggal bagi warga yang kehilangan rumah pasca gempa Yogyakarta pada tahun 2006. Tapi ngga disangka, ketika dome ini dipercantik dengan cat warna cerah dan juga gambar karakter kartun serial yang hits pada masanya yaitu teletubbies, desa ini menjadi ramai. Dari sini, aku ingin juga melihat rumah dome, dong. Terlebih menurut laman situs The Dome For The World Foundation, rumah dome hanya ada di 5 negara sasaran penerima bantuan, yaitu Indonesia, India, Belize, Haiti, dan Etiopia. Makin pingin melihat secara langsung.
Seharian di traveling di Yogyakarta, kami sengaja sewa mobil untuk keliling supaya lebih hemat waktu. Mobil yang kami sewa dengan harga Rp 450.000 ini adalah mobil mungil Karimun. Mobil ini dengan gesit mengantar kami traveling sampai ke atas bukit. Setelah singgah di beberapa obyek wisata, berbekal GPS, akhirnya kami sampai di Desa Wisata New Nglepen yang ternyata masuk banget. Bukan pelosok, sih, cuma dari jalan raya utama cukup jauh.
Sekretariat Desa Wisata New Nglepen…Kompleks Rumah Dome Teletubbies…
Sesampainya di New Ngelepen, Mas Anwar, sopir yang super sabar menunggu kami berwisata, memarkirkan kendaraan di samping kiri masjid. Entah tempat parkir atau bukan, yang jelas lahan ini mwnjadi satu-satunya lahan kosong yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan.
Hanya beberapa jengkal dari tempat parkir, terdapat dome yang pada bagian dinding depan tertulis Sekretariat. Karena siang itu cuaca sangat HOT, dan wajah si kecil sudah nampak lelah, aku memilih untuk menjaga mood si kecil dengan mengajakanya bermain ayunan. Ya, masih di area tempat parkir, terdapat ayunan dan juga beberapa sepeda yang mungkin termasuk fasilitas yang bisa digunakan untuk keliling desa, melihat dome-dome yang lucu.
Beruntung ada Najwa, perempuan kecil yang tinggal di sini, juga sedang main ayunan. Yasmin pun merasa ada teman. Bahagia banget, dong, bisa ayunan berdua, gitu. 😉
Membangun mood Kecemut…
FYI, rumah dome teletubbies menjadi satu-satunya bantuan relokasi karena tanah warga yang ambles saat itu ngga bisa dibuat bangunan permanen lagi. Informasi ini aku dapat dari Mas Jon (sebut saja Jon), yang saat itu sedang menjaga sekretariat.
Karena The New Nglepen adalah desa wisata, pikirku ketika sampai sini, aku akan diajak keliling melihat dome yang berjumlah 80 dome sudah termasuk fasilitas seperti Mushola, Puskesmas, dll. Dengan membayar Rp 5.000 per orang, yang saat itu dibayarkan di sekretariat, ngga ada penawaran apapun dari Mas Jon. Mungkin karena kami tiba di lokasi pas banget jam istirahat yaitu jam 12.00 WIB, Mas Jon sudah lelah.
Bagi wisatawan, Pokdarwis menetapkan tarif masuk yang berbeda sejak awal 2008 hingga tarif terbaru saat ini, yang dipatok sebesar Rp5.000 per orang. Padahal di beberapa artikel yang aku baca, di sana terdapat gerobak tradisional yang ditarik dengan sapi dengan membayar Rp 20.000 per orang. Duuuh…udah kebayang bahagianya si kecil naik karapan sapi. Hahaha.
Bangunan tambahan di belakan dan samping rumah dome…
Tak hanya gerobak sapi, desa wisata ini juga terkenal dengan bukit teletubbiesnya. Wisatawan dapat camping juga untuk melihat sunrise atau sunset yang katanya cakep. Menurut Mas Jon, yang paling ramai, tuh, out bound. Hasil kunjungan wisatawan dari 2008 sampai sekarang yang direkap dalam white board, angkanyabegitu melejit. Mulai dari 300 orang sampai sekarang kisaran 38.000 orang tiap tahunnya. Amazing, ya. Bisa dibilang ramai.
Pendapatan wisata ini, selain digunaan untuk membayar pokdarwis yang aktif mengelola desa wisata, juga digunakan untuk membayar Pajak tanah senilai Rp 15 juta yang dibebankan kepada warga. Ini sungguh istimewa. Ngga kebayang jika ngga dibuat desa wisata, ya. Kasihan warga sini.
Sayangnya, di sana kami hanya duduk-duduk manis di dalam dome sekretariat sambil tanya ini itu seputar dome, melihat dalamnya dome, dan dokumentasi yang menempel di dinding dome sekretariat. Tapi tak mengapa, setidaknya aku dan Yasmin sudah berkeliling desa Nglepen yang isinya rumah dome, rumah yang tak pernah kami jumpai di desa lain.
Keliling Desa Nglepen…
Kami hanya bisa bertahan sepuluh menit di dalam rumah dome. HOT banget, euy. Hanya ada satu fentilasi dowang dalam rumah dome ini. Duuh…ngga kebayang yang tiap hari menghuni dome, belum lagi jika di luar matahari sedang terik.
Oiya, meski konsep dome ini dibuat warna-warni dan beberapa gambar pada tiap dinding dome mengacu pada serial anak teletubbies, namun desa wisata nglepen ngga begitu rekomen untuk wisata ramah anak. Selain panas banget, ngga ada kegiatan khusus buat anak-anak kecuali out bound. Wahana permainan anak pun masih minim. Ekspektasiku, tuh, kami di sini akan disuguhi gelaran permainan atau pertunjukan yang cocok untuk anak-anak karena ikon Teletubbies begitu kuat di desa wisata ini. Badut Teletubbies, misalnya. Mungkin karena kami hanya bertiga, dan lagi ngga beruntung, jadi ngga menjumpai pertunjukan-pertunjukan meski weekend.
Rumah dome ini hanya digunakan untuk ruang tamu, tempat tidur, dan dapur dengan satu kompor kecil. Sementara untuk kamr mandi, warga masih menggunakan kamar mandi umum atau kamar mandi yang dibangun untuk bersama. Satu kompleks disediakan satu sampai dua kamar mandi. Namun bagi warga yang punya rezeki labih, mereka mulai menambah bangunan di samping dome untuk kamar mandi dan juga dapur. Memang, kelihatan merusak pemandangan, tapi karena kebutuhan, ngga bisa menyalahkan juga.
Semoga dengan makin banyaknya minat wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Nglepen, Pokdarwis bisa memperbaharui atau membuat konsep yang sesuai dengan karakter Desa Wisata tersebut. 🙂
“Jogja Jogja tetap istimewa….Istimewa negerinya, istimewa orangnya. Jogja Jogja tetap istimewa…Jogja istimewa untuk Indonesia.“
Petikan lagu di atas kerap dinyanyikan oleh Mbak Lista, teman bermain Yasmin. Saking seringnya mendengar dia menyanyikan lagu ini, Yasmin pun sampai hapal. Meski hanya di bait pembuka, tetap lah Mamaknya takjub. 😆 Saking girangnya waktu itu, fix aku ingin mengajak Kecemut traveling ke Yogyakarta sekaligus mengenalkan tranportasi kereta api.
“Sepertinya akan banyak momen yang tak terlupakan andai aku bisa mengajak Yasmin Traveling ke Yogya.” Batinku saat itu sambil melihat ekspresinya menyayikan lagu Yogya Istimewa dengan terbata-terbata. Uugh…gemas tauuuuk!
Ada beberapa keinginan atau bisa dibilang impian yang akan kami wujudkan bersama di kota Gudeg. Namanya traveling bareng anak-anak, pasti yang menjadi prioritas adalah kebahagiaan serta kenyamanan bagi anak. Pemilihan destinasi pun yang betul-betul destinasi yang ramah anak. Naik delman keliling Malioboro, misalnya. Karena di Banjarnegara, Yasmin senang sekali jika diajak numpak delman.
“Hyaaah…naik delman, mah ngga perlu jauh-jauh ke Yogya.”
A post shared by idahceris.com (@idahceris) on
Euuuumhh…adakah yang berkomentar seperti itu? Banyak! Hahaha. Dan perlu kalian tahu, naik delman keliling Malioboro ini masuk dalam itinerary kami, lho. Malah ada di bagian paling atas. 😛
Traveling ke luar kota bareng Yasmin selama tiga hari dua malam tanpa suami, bagiku ini adalah tantangan. Apalagi usianya saat ini bisa dibilang usia labil; dia bisa bahagia kapan pun, tiba-tiba badmood, atau bahkan mendadak sakit saat traveling. Banyak ejutan. Makanya ada beberapa pertimbangan sebelum memilih apa yang menjadi kebutuhan saat traveling, termasuk penginapan.
Mengingat wisata kompleks Malioboro menjadi tujuan utama, kami pun memilih penginapan yang tak jauh dari Maliboro. FYI, traveling kali ini memang tanpa suami, tapi ada dua teman yang turut menyempurnakan kebahagiaan. Adalah Ella dan Mbak Olip. Nah, karena ber empat, kami pun memutuskan untuk memilih kamar tipe family. Kenapa Family Rooms? You know what lah, ngirit saat traveling itu perlu, asal jangan sampai bablas karena nanti jatuhnya pelit dan sengsara, kan menyedihkan. 😆 Dan memilih kamar tipe family pun menjadi solusi saat itu. Kami tetap dalam satu kamar, bisa bercanda tanpa batas, dan bahagia.
Senyum penuh pesona…wkwkwk
Kalau sudah ngomongin penginapan yang ramah kantong, Airy Rooms selalu menjadi referensi penginapan. Cukup membuka aplikasi Airy Rooms yang sudah terinstall di smartphone, pengguna bisa dengan mudah menemukan penginapan yang dicari sesuai keinginan dan tentunya budget.
Saat mencari penginapan di sekitar Malioboro menggunakan aplikasi Airy Rooms, ada beberapa rekomendasi penginapan yang yang ditawarkan untuk kamar tipe family. Salah satunya yaitu Airy Malioboro Sosrowijayan. Dengan berbagai pertimbangan, termasuk fasilitas, kami pun memilih menginap di Airy Maliboro Sosrowijayan yang berada di Jl. Sosrowijayan GT I no. 195, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kenapa memilih Airy Malioboro Sosrowijayan? Berikut tiga alasan, kenapa kami memilih menginap di sana.
Tenang dan Nyaman
Berlokasi tak jauh dari Jl. Maliboro, yaitu sekitar sepuluh menit jika ditempuh dengan jalan kaki, atau lima menit jika ditempuh dengan transportasi becak (membayar Rp 5.000), bukan berarti penginapan ini berisik. Lokasi tepatnya yang agak masuk, menjadikan penginapan ini begitu tenang dan nyaman untuk bobok.
Gang masuk ke Airy Malioboro Sosrowijayan…
Sepeda motor yang masuk gang ini disarankan untuk mematikan mesin. Kecuali mobil atau kendaraan para tetamu yang akan menginap di Hotel.
Tempat Tidur yang Pas
Kamar tipe family yang ditawarkan di sini adalah satu double bed, dan satunya single bed. Aku kira dua-duanya double bed semua, lho. Ternyata Airy Rooms Family Double memang tempat tidurnya hanya satu yang double. Kalau misal pingin double bed semua, tersedia juga tapi pakai PLUS, dan harganya selisih Rp 50.000.
Lengkap dengan atribut Airy Rooms….
Setelah kami diantar ke tempat tidur family double plus, ternyata memang luas dan lengkap dengan sofa. Tapi karena kami hanya berempat dan yang satu juga masih krucil, akhirnya kami tetap memilih sesuai pesanan. Aku pakai single bed, bobok bareng Kecemut. Sementara yang double bed, digunakan oleh Mbak Olip dan Ella.
Kolam Renang Ramah Anak
Saat aku memesan penginapan ini dan melihat ada fasilitas yang bakal bikin Kecemut betah, rasanya bahagia. Adalah Kolam Renang. Dengan budget Rp 291.880, kami bisa renang sepuasnya di sini. Dan aku lihat, Airy Maliboro Sosrowijayan menjadi satu-satunya penginapan rekomendasi Airy yang ada kolam renangnya. Karena si Kecemut hobi renang, ngga pakai ragu aku memilihnya.
Anak kecil diajak curhat sebelum meluncuur…
Bahagia kalau lihat aiir… 😀
Kolam renang di sini ramah anak. Maksudnya, dalam satu kolam terdapat beberapa pilihan tingkatan. Sayangnya, lantai kolam saat itu licin, dan aroma kaporit tercium jelas. Jadi ekstra banget buat jagain bocah.
Snack dan Breakfast Murah Meriah
Satu hal yang menjadi ciri khas Airy Rooms yaitu adanya snack. Ini pastinya nyengengin banget, lumayan bisa buat camilan. Apalagi snacknya berupa roti dan cokelat, kesukaan banget.
Selain snack, dalam paket menginap, Airy menyediakan paket withandwithoutbreakfast. Karena ngga mau repot cari sarapan, kami pun memilih untuk menambah fasilitas dengan breakfast. Ya, penawaran paket yang sebelumnya kami pesan, tuh, ngga termasuk breakfast. Makanyakami harus menghubungiresepsionis untuk menambah breakfas cukup dengan membayar Rp 50.000 untuk tiga orang sesuai dengan ketentuan Hotel. Emmh…Kecemut ngga dihitung tapi tetap makan, kok. 😀
Jajan khas Airy Rooms…
Tarif makan di atas, tuh, murah banget kalau dibanding dengan makan di luar. Dengan harga lima puluh ribu untuk tiga orang, paling dapatnya sate kere di pinggiran trotoar Malioboro, ya. Hahaha.
Fasilitas standard lainnya seperti Perlengkapan Mandi, Air Hangat, AC, TV, WiFi, bisa dibilang cukup. Untuk AC di kamar kami memang sudah agak kurang nyes, tapi pihak hotel menambahkan satu kipas angin yang menempel di dinding.
Perlengkapan mandi dari Airy…bisa dibawa pulang, lho. Kalau mauuu…:D
Kamu ingin merasakan penginapan nyaman dengan budget minim juga?
Yang HARUS kalian lakukan yaitu mengunduh aplikasi Airy Rooms di playstore. Kenapa lewat aplikasi? Karena dengan memesan kamar Airy lewat aplikasi banyak untungnya dan lebih murah dibanding memesannya lewat website resmi Airy Rooms. Selain itu, pengguna Airy juga bisa memanfaatkan promo yang bertebaran. Cukup memasukan kode promo yang disediakan di aplikasi, kamu bisa mendapat potongan harga yang kadang gila-gilaan. Dinskon sampai 50%. Gilaak, kan? Pokokya banyak diskon dan promo yang mereka tawarkan lewat aplikasi.
Apakah kamu pernah menginap di Airy Rooms? Bagi pengalaman, yuk!
X.O Suki Signature Purwokerto – Beberapa penyebab yang kadang membuatku malas makan yaitu karena ngga ada kuah dan sambal. Ini serius, badan segede ini kalau makan terus kering kerontang, rasanya kurang greget. Duuuh…apalah artinya makan tanpa kuah, kurang nikmat. Pun makan tanpa pedas-pedas alias cabai atau sambal, kurang greget juga.
Bagiku, masakan berkuah, dan pedas manjadi penambah napsu makan setelah nasi yang pulen. Makanya saat ke Rita Supermall Purwokerto, aku memilih X.O Suki Signature sebagai tempat kulineran malam itu. Kalian pasti sudah paham makanan khas Jepang yang satu ini lah, ya. Makanan segar di mana penyajiannya dengan panci yang di dalamnya terdapat menu-menu Suki seperti seafood, sayuran, pangsit, lalu dimasak dengan cara direbus. Maknyus banget!
Aku datang ke sini pas banget malam Minggu, kebayang ramainya, kan. Hari biasa saja Suki selalu ramai, apalagi malam Minggu. Banyak penikmat Suki yang berdatangan, mulai dari remaja sampai orang tua beserta keluarga. Gawl, ya. 😛
Kenapa X.O Suki Signature Purwokerto?
Tentunya bukan tanpa sebab aku memilih makan Suki di sini. Selain tempat yang strategis yaitu berada di sebelah kanan pintu masuk Rita Supermall, resto ini selalu diserbu pengunjung. Ramainya tempat kulineran kalau bukan karena diskon, sudah pasti karena kualitasnya bagus, masakannya endeeus. Ya, kan. Ditambah lagi, aku dapat rekomendasi dari seorang teman yang tinggal di Purwokerto, doyan jajan, tapi tetap saja cungkring. Siapa lagi kalau bukan Mbak Olip. 😀
Kuliner juga butuh pendampingan…wkwkwk
“Mari, Mbak. Silakan pilih menunya.” Waitress yang mengenakan seragam warna hitam dengan logo X.O Suki di saku kirinya langsung menghampiriku. Karena saat itu datang bareng Mbak Olip, akhirnya Waitress memilih untuk sekadar memperhatikan kami dari jauh. Mungkin kami sudah terlihat mahir buat pilih menu kalik, ya. Padahal aku sok tahu banget. Ya gimana ngga sok tahu, banyak banget wadah yang tersusun rapih di dalam frezeer, dan aku ngga tahu mana-mana saja yang layak dicoba. Pokoknya asal berdiri di depan freezer, lalu sok milih-milih.
Pinginnya, sih, milih semua. Apalagi X.O Suki Signature Purwokerto, tuh, ngga membatasi sampai berapa menu. Asal punya duit buat bayar, ya pilih lah sesuka hati. Menu selalu fresh, karena tiap hari selalu melakukan order di pusat Resto yaitu Surabaya.
Ada berapa wadah di dalamnya? Ratusan! 😆 Lalu, ada berapa wadah yang aku pilih? Lebih dari lima! 😛
Memilih Suki Sesuka Hati
“Mas, kok, wadahnya warna-warni nggemesin, sih. Kan jadi pingin bawa pulang wadah beserta isinya.” Candaku kepada Mas Dodo, sodara jauh Mbak Olip yang tiba-tiba datang di tengah-tengah kami. 😀
X.O SUKI PURWOKERTO 1 4
“Ini wadahnya memang sengaja dibuat warna-warni. Selain lebih menarik, juga sebagai pembeda harga.”
Aku manggut-manggut tanpa tanya harga karena bagiku ngga penting. *padahal, sih, lupa tanya* Yaudah, harga menunya aku copas dari blog Mbak Olip saja biar aman, ya. Hahaha. Kalau wadah warna putih Rp 15.800, hijau Rp 18.800, kuning Rp 19.800, dan keranjang sayur Rp 13.800.” Penjelasan yang detail, bukan? Iyalaaah, nyonteeek. 😀
Menu Suki yang aku pilih yaitu Smoke Beef Enoki, Jamur Es, Bakso Ikan, Sayuran, dan Mie Ikan. Kemudian ada Pangsit Kucai, dan Tsukune. Untuk minumnya, kami mencoba minuman baru yaitu X.O King Mango, dan X.O Queen Chery.
Masak Sendiri vs Masak Bareng
“Masak Suki mah cipiil, gampiiil. Tinggal dimasukan semua menu ke dalam panci, Suki siap dimasak.”
Ya betul. Bahan-bahan yang sudah diambil tinggal dimasukin ke dalam panci yang sebelumnya sudah diisi kuah kaldu, tapi karena di X.O Suki Signature Purwokerto juga menawarkan pendampingan buat masak Suki, yaudah manfaatin aja kan. 😀
X.O SUKI PURWOKERTO 1
Secara tempat, X.O Suki Signature Purwokerto tergolong luas. Satu meja bisa digunakan sampai empat orang. Tempat duduknya juga nyaman. Bersih pula. Karena tiap sudutnya instagramable, rasanya masak sendiri maupun bareng-bareng tetap saja terlihat instagenik kalau difoto. 😆
Sendiok dibikin sumpit… 😀
Perlu kalian tahu, adanya interaksi dengan para waiter atau waitress di sini, aku jadi tahu kalau sendok itu bisa difungsikan sebagai penjepit. Semacam capit, gitu. Kan norak banget, meski sudah berkali-kali menjajal ngga bisa juga. Hahaha.
Tomyam atau Sup Seafood
Eeeeh…ini apa-apaan, kok ada sup seafood segala? Hahaha. Jadi gini, panci yang buat masak, tuh, disekat menjadi dua, gitu. Satunya buat kuah dengan rasa asam, pedas, segar, yaitu tomyam. Ingat, Tomyam, bukan sayur asem. Tapi Tomyam ini kelewat asem menurutku. Duuh…dasarnya ngga begitu doyan rasa asam, sih, ya. Kalau boleh request, khusus untuk Tomyam bumbunya bisa dikonfirmasikan dulu kepada pembeli. Asamnya sedang, atau lebih. Pedasnya sedang, atau pedas banget. 😉 Lalu kuah satunya lagi adalah kuah kaldu yang rasa asin-asin segar. Ini yang aku katakan Sup Seafood. 😀
Karena aku orangnya fleksibel, pasti lah dua-duanya dicoba. Dan ternyata, ya, yang namanya Mie Ikan dimana komposisi Ikannya dari Ikan Tuna, itu gurih banget. Terus, Jamur Es dan juga Si Enoki, kenyalnya ngga abis-abis. Belum lagi bakso ikan. Bakso yang aku kira bakal biasa saja rasanya, ternyata dengan tingkat kekenyalan yang melebihi Mie Ikan, menambah selera ngemil bakso bertambah. Iya, ini Bakso buat dicocol sama saus sepertinya juga tambah gurih. Hahaha.
Belum lagi Tsukune, mirip sate buntel, gitu. Cuma dipanggang terus ditambah bumbu saus, gurih banget. Tsukune merupakan salah satu jenis Yakitori (olahan sate) yang ada di X.O Suki Purwokerto. Masih banyak macam Yakitori lainnya yang layak dicoba, lho.
Suki di X.O Suki Purwokerto, Harga Bersahabat
FYI, ada lebih dari 50 Resto X.O Suki di Indonesia. Tercatat Suki di X.O Suki Purwokerto harganya paling ekonomis dibanding dengan X.O Suki di daerah lain. Yogyakarta, misalnya. Jadi kalau kamu main ke Purwokerto, ngga ada salahnya nyobain Suki di sini, ya. X.O Suki Purwokerto berada di lantai dasar Rita Super Mall. Jangan ragu untuk mencicipinya. 😉
Aku punya teman di Malang, tiap kali aku main ke sana dia selalu minta dibawain Dawet. Kangen Dawet Ayu Banjarnegara, katanya. Iseng banget, ya. Ngga dibawain, kasihan. Misal dibawain sudah pasti basi. Perjalanan ke Malang menggunakan akomodasi kereta api membutuhkan waktu dari 10 jam. Kecuali cuma bawa cendolnya. 😆
Memang, untuk mencicipi kuliner khas Banjarnegara ngga harus datang ke Banjarnegara karena sekarang makin banyak penjual yang menjajakan Dawet, tersebar di seluruh nusantara. Dawetnya pun makin banyak kreasinya, ya. Tapi perlu kamu tahu bahwa, Dawet yang legit dan segarnya tak ada duanya, tuh, hanya bisa dinikmati di daerah asal yaitu Banjarnegara. Asli.
Nah, melalui event Wing Craft Expo yang diselenggarakan bulan lalu, aku jadi tahu bahwa ada kreasi lain dari Dawet yaitu dalam bentuk Pie atau Pai. Pie Cassava Dawet, namanya.
Pie atau Pai adalah makanan yang terdiri dari kulit kue kering dengan isi yang beraneka ragam. Karena ini Pie Dawet, tentunya isinya ya cendol, dong. Dan kalian tahu, kan, bahan utama pie yang berupa kulit kue kering ini terbuat dari tepung.
Pakcaging desainnya luar biasa, menarik….
Tepung yang digunakan untuk membuat kulit Pie biasanya yaitu tepung terigu atau tepung dengan merk tertentu. Namun berbeda dengan Pie Cassava Dawet, kulit Pie berbahan dasar tepung mocaf. Ini salah satu yang menarik dan membedakan Pie dari Banjarnegara dengan Pie dari kota lain. Kenapa Pie dari Banjarnegara menggunakan tepung mocaf?
FYI, kapasitas produksi singkong atau ubi kayu di Kabupaten Banjarnegara lebih dari 200 ton lebih per tahun. Ini termasuk banyak banget karena hampir tiap petani di sini menanam singkong. Setidaknya ada 19 Kecamatan di Banjarnegara yang mempunyai komoditas singkong. Tapi siapa sangka, banyaknya hasil bumi berupa Singkong ternyata kurang mensejahterakan kehidupan masyarakat karena harga jual yang sama sekali ngga menjanjikan. Untuk bulan ini, mungkin Rp 500-900 per kg. Sementara untuk melakukan panen, para petani membutuhkan banyak biaya, mulai dari pemetikan sampai singkong dibawa ke pasar atau penjualan.
Miris, kan?
Beruntung saat ini di Banjarnegara makin banyak pemuda yang kreatif. Seperti Mbak Dini dan teman-teman. Mereka memanfaatkan Singkong untuk diolah menjadi tepung mocaf, tepung rendah gula.
Pai Dawet, The Next oleh-oleh khas Banjarnegara….
Tepung yang dimodifikasi dengan teknik fermentasi menggunakan mikrobia kini mulai banyak digunakan oleh masyarakat Banjarnegara. Tepung mocaf memiliki karakteristik yang cukup baik untuk mensubstitusi atau menggantikan 100% penggunaan tepung terigu. Di beberapa warung yang menyajikan gorengan pun sekarang sudah mulai menggunakan tepung mocaf. Saking lagi boomingnya tepung mocaf, di Banjarnegara dibentuk Komunitas Pecinta Mocaf, lho. 😆
Pilihan rasa lainyya, Cokelat, Strawberyy…
Nah, karena sudah ada Pie Cassava Dawet, mungkin ngga harus bawa cendol lagi ke Malang, ya. Apalagi packagingnya cantik banget, pasti si dese juga tertarik. Sehat dan enak pula, yummmii. 😀
Resto yang dari luar nampak begitu tenang, sukses membangunkan generasi menunduk, termasuk aku, yang sedang membalas chat sambil jalan. 😀 Bagaimana tidak, sepertinya hampir seluruh karyawan BuldaQ menyambut kedatangan para penikmat makanan Korea dengan cara mengucap salam sapa a la Korea. Yang bikin greget, nih, sambutan dari mereka ngga nanggung-nanggung. Dengan nada delapan oktaf, mereka kompak mengucap Annyeonghaseyo!
Ngga tau kenapa, rasanya seperti mendapat surprise, gitu. Kaget yang bikin nyengir-nyengir karena biasanya cuma dapat sapaan salam santun penuh pasrah dari para pramusaji resto. 😀 Ya kaaan?
Seorang waitress yang mengenakan kaus oblong warna hijau toska medampingi kami sedari pintu masuk resto. Dia menawarkan tempat duduk, membantu memilihkan menu makan, sampai dengan menjelaskannya secara detail menu-menu yang akan kami pesan. Ya maklum lah, ya, jiwa ngapak mana paham masakan korea. Eh, ini aku, ding. Teman-teman yang lain, mah, penikmat masakan Korea semua. 😆
Makanan enak gini, disenyumin dowang. 😀 This is Chicken Pop Corn Sauce with Strawberry Smoothies…
Apa yang kalian tahu tentang masakan Korea? Dari citarasanya, mungkin. Pastinya ada yang khas, kan. Lalu, jika ditanya makanan favoritnya (masih makanan Korea), kira-kira kamu bakal jawab apa? 😆
Aku, dong, ngga paham apa-apa tentang kuliner Korea, tapi bahagia tak kira saat diajak Mbak Olip ke BuldaQ Korean Barbeque, sebuah resto yang menawarkan makanan Korea asli, bukan KW dua apalagi lima. 😀 Perlu diingat, resto ini berlokasi di lantai 1 Rita Super Mall Purwokerto. Berada di deretan foodcourt-nya Rita Super Mal Purwokerto.
Eeeeh...jangan pada tanya dalam rangka apa kami makan-makan. Anak Banyumasan, mah, guyup. Kalau memang perlu makan ramai-ramai, ngapain harus makan sendirian di ponjokan! Apalagi kalau sistemnya gratisan, ngga bakal kenyang kalau dilahap sendiri, lho. 😛
Btw, selain Mbak Olip, saat itu aku datang ke BuldaQ Korean BBQ bareng Tante, Pungky, dan Mas Topan. Beruntung, siang itu resto belum begitu ramai. Iya, dari luar baru terlihat sepasang anak manusia yang sibuk bolak-balik lembaran buku menu.
Seperti ini, nih, dinding cakepnyaa… 😆 This Is Seafood Skewers…
Karena saat itu resto belum begitu ramai, kami bebas memilih tempat duduk. Dan perlu kamu tau, meski resto ini ngga begitu luas, tapi layout tempat duduknya bervariasi. Karena kami berlima, maka memilih tempat duduk yang memanjang. Dari pintu masuk langsung ambil kanan. Asyiknya, nih, di belakang kami adalah dinding bergambar. Lukisannya cakep pula, khas Jepang, gitu. Pokoknya jadi sok manja gitu, deh. Bawaannya ingin pepotoan terus. 😛
Masakan Korea yang ditawarkan BuldaQ Korean BBQ sangat beragam. Dan kalau ngga lihat daftar menu, aku ngga bakal bisa ngucapin nama menunya. Ngga bakal hapal pula. Sampai aku menuliskan blog post ini pun masih nyontek nama menunya. Dasar ndeso, ya. Wkwkwk
Sensasi Makan Masakan Korea di BuldaQ Korean BBQ Purwokerto
Jadi nih, ya, aku pernah makan di salah satu resto yang ada di Kuningan City, Jakarta. Aku makan di sana tentu ngga sendirian. Sepupuku yang tinggal di Jakarta mengajak aku untuk mencicipi masakan a la Korea, gitu. Katanya, mumpung aku ke Jakarta harus mencoba kuliner yang ngga biasa. Yaudah, aku memilih menu yang aku lupa namanya karena emang susah diingat dan aku asal milih, gitu. Songong banget, ya. Hahaha. Tanpa menunggu lama, pesananku datang. Dan perlu kamu tahu, para pelayan di sana, tuh, hanya mengantar menu saja. Sementara aku ngga bisa memasaknya meski semua alat dan juga bahan sudah tersedia. Kampungan banget, kan? 😆 😆 Parahnya, nih, ternyata sepupuku ini punya misi buat menertawakan aku di retso itu. Kan ngeselin banget. 😳
Kejadian seperti di atas ngga bakal kamu alami saat kulineran di BuldaQ Korean BBQ Purwokerto. Kamu akan mendapat pengalaman yang berbeda. Para waitress and waiter siap melayani penuh. Sekadar mendampingi, atau sekalian memasakan segala menu yang kamu pilih. Ini menyenangkan banget karena aku suka melihat atraksi masak-masak, gitu. 😛
Buat pemanasan, kami memesan tiga menu ringan ditawarkan oleh Mbak Dini (sebut saja Mbak Dini, biar makin akrab). Dua menu ringan yaitu sate seafood dan Ayam goreng bertabur wijen. Bhahaha. Emang ada makanan Korea macam itu? Ya ngga mungkin lah.
Seafood Skewers, Buldaq Skewers, dan Chicken Pop Corn Sauce
Seafood Skewers (isinya crab stick dan chikuwa) dan Buldaq Skewers (isinya crab ball dan sosis) adalah menu pertama yang keluar dari dapur BuldaQ. Makanan ringan ini cuma disajikan dua tusuk dalam satu porsi. Harganya ? 1.500 atau Rp 15.000 per porsi. Btw, ini pertama kali aku makan Chikuwa. Tetnyata asyik juga makan sate ini, kenyal-kenyal, gitu. Tambah nikmat lagi karena di tambah dengan mayonais.
BuldaQ BBQ
BuldaQ BBQ Purwokerto
Makanan Korea di Purwokerto
Makanan ringan selanjutnya yaitu Chicken Pop Corn Sauce yang dibanderol dengan harga ? 2.300 atau Rp 23.000. Menu ini berisi daging ayam yang digoreng dengan tepung. Mirip-mirip kentucky, tapi yang ini ngga renyah. Aku cuma nyobain satu potong dowang yang rasa manis, ternyata kurang nendang karena aku ngga begitu doyan masakan manis. 😉 Beruntung ada Kimchi, asinan a la Korea, gitu. Cocok lah buat dicocol bareng si ayam, meski ini sebenarnya gandengannya si woosamgyeob. 😀
😆 Chijeu Chicken. 😆
Chijeu Chicken, ini menu sukses bikin aku bengong. Dalam satu plate sudah tersedia bahan untuk dimasak, ada ayam goreng, potato, dan mozarela. Si Mbak Dini ini membantu kami memasakannya. Ayam dengan ukuran sedang dipotong-potong terlebih dahulu, kemudian dengan lihai dia mencampurkan keju mozarela sampai akhirnya berwujud seperti permen karet.
Kegirangan lihat Mbak Dinai masak ini…
Aku suka banget melihat atraksi saat memasak Chijeu Chicken. Pas bagian motong ayam, tuh, Mbak Dini terlihat begitu santai. Gunting dengan ukuran sedang dia pegang, menggunakan tangan kanan. Lalu di tangan kirinya mengapit daging ayam dengan alat penjepit, gitu. Dan Ayam pun siap digulung dengan permen karet mozarela. Hahaha. Gimana rasanya? Asinnya si mozarela dan pedas manis saus yang telah menempel di ayam, tuh, ternyata klop. Lebih greget karena ada mozarelanya.
Satu porsi Chijeu Chicken dibanderol dengan harga ? 8.000 atau Rp 80.000. Menu ini bisa buat ramai-ramai, ya. Soalnya bisa jadi sampai enam gulung, gitu.
😉 Woosamgyeob. 😉
Aku baru tahu bahwa, irisan daging sapi untuk menu makanan korea ternyata ada banyak pilihan. Daging murni tanpa lemak, misalnya. Kalau ngga salah ingat, daging ini ada dibagian perut Si Sapi. Beberapa pilihan BBQ Grilled antara lain; Wooseol, Galbi dan Woosamgyeob. Range harga antara Rp 60.000 sampai Rp 155.000 per porsi. Kalau mau nambah condiment atau bumbu lagi, tinggal bayar Rp 10.000 per porsi.
Bahan-bahan buat woosamgyeob <—ini dibaca apaa? 😀
Kali ini aku nyobain Woosamgyeob. Irisan daging sapi dipanggang terlebih dahulu sampai matang atau setengah matang. Jangan lupa apinya kecilan saja, ya. Biar ngga gosong. Supaya sedikit ada aroma wangi, ditambah irisan bawang bombay. Awalnya aku ngga yakin bisa nelen daging sapi yang dipanggang itu, tapi setelah aku gulung dengan selada, lha kok enak tertandingi. Hahaha. Ini tip simpel buat yang ngga bisa makan daging sapi panggang utuh. Dibalut dengan selada, beres urusannya dan kamu akan mendapat pengalaman baru. 😆
😛 Budae Jjigae 😛
Budae Jigae, nama menunya bagus, ya. Bisa dibilang ini adalah Sup. Ya, sup a la Korea. Menu ini termasuk porsi besar, harganya pun lumayan, yaitu ? 9.900 atau Rp 99.000. Namun akan menjadi terjangkau bila dinikmati sampai lima orang. Iya, kami berlima ngroyong menu ini dan ngga habis. 😆 Iyalah pasti ngga habis, lihat saja menu-menu sebelumnya. Ada berapa menu yang sudah kami makan coba? Klengers, gengs! 😀
Budae Jjigae…
Masak Budae Jjigae
Budae Jjigae Siap…
Budae Jigae ini adalah sup yang di dalamnya ada sayuran, bakso ikan, seafood, jamur, sebutir telur, dan mie. Semua bahan dimasak dengan nyala api kecil supaya lebih sedap, seperti halnya masak woosamgyeob. Kuah Budae Jigae terasa lebih gurih dan sedikit pedas saat ditambah dengan saus khas Korea. Eeemmmh…sekalinya makan-makan, ternyata ngabisin enam masakan korea. Kebayang kenyangnya, kan. Hahaha.
Abis kenyang karena makanan, kami minum green tea yang telah dipesan bareng-bareng. Minuman ini tak punya banyak rasa, tapi lumayan buat menyeimbangkan lidah yang sebelumnya telah lupa diri. 😆
Buat kamu yang punya agenda jalan-jalan ke Purwokerto, jangan lupa nyobain masakan Korea di BuldaQ Korean BBQ, ya. Buka tiap hari, lho. 😉
Domisili di Banjarnegara, mau ada acara di Jakarta dan pinginnya naik Kereta Api biar lebih cepat. Bisa banget, dong. Cukup berbekal smartphone dan paket data, pesan lah tiket Kereta Api secara online. Beli Tiket Kereta Api di Tokopedia, misalnya. Tinggal buka websitenya, atur jadwal keberangkatan atau pulang, bayar, dan jangan lupa konfirmasi pembayaran. Praktis, bukan?
Zaman sekarang yang dicari memang kepraktisan, apalagi soal pemesanan ini itu. Ketimbang harus telephone atau chat yang memerlukan banyak waktu dan juga biaya, lebih praktis mengunjungi websitenya langsung, kan. Bisa lebih leluasa dalam memilih jadwal pemberangkatan maupun pulang. Bonusnya, siapa tahu pas lagi booking tiket ada penawaran diskon. Alhamdulillaah banget, kan.
Sayangnya, nih, yang bisa dijangkau secara online baru pemesanannya saja. Belum sampai pergantian atau pembatalan jadwal karena untuk mengurus ini, pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) memerlukan identitas diri dan tanda tangan si pemesan. Andai ini bisa dilakukan secara online, aaah…kenyamanan naik seratus persen, deh. 😛
Stasiun Purwokerto siang itu…
FYI, syarat wajib untuk melakukan pembatalan pemesanan tiket kereta api, kamu harus datang ke Stasiun terdekat. Ini ngga bisa ditawar karena segala bentuk transaksi ada di stasiun. Hihihi. Nah, berikut langkah-langkah mengurus pembatalan tiket kereta api yang kini lebih cepat, dan sama sekali ngga ribet.
Siapkan Semua Dokumen
Jangan berpikir kalau dokumen yang dimaksud ini memberatkan, ya. Karena yang dibutuhkan oleh PT. KAI, dalam hal ini yang menangani adalah Costumer Service (CS), adalah hanya bukti pemesanan tiket, dan kartu identitas asli. Saat itu aku ngga membawa bukti pemesanan tiket. Agaknya lupa mencetakbukti pemesanan. 😆 Tapi ngga masalah karenan aku memesan tiketnya secara online. Jadi bukti pemesanan masih tersimpan di email.
Datang ke Stasiun Terdekat
Untuk melakukan pembatalan pemesanan tiket kereta api, aku datang langsung ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Purwokerto di mana jaraknya kurang lebih 60 km dari Banjarnegara. Perjuangan banget, ya? Betul! Ini demi apa saydara setanah air? Demi duit supaya ngga hangus. Kalau aku membiarkannya hangus, nanti PT. KAI tambah sugih, dong. Hahaha.
Ini kenapa harus datang ke stasiun? Hiih…sudah dibilang bahwa, segala transaksi terkait pembatalan tiket kerata api bertempat di Stasiun. Kalau ngga punya waktu buat ke Stasiun, kamu bisa mewakilkan transaksi ini kepada siapapun dengan syarat harus dengan Surat Kuasa. Semacam pelimpahan, gitu.
Menyerahkan Dokumen ke Costumer Service
Dua hal yang perlu diperhatikan terkait dokumen yaitu bukti pemesanan tiket yaitu ID Pemesanan, Kartu Identitas,dan Nomor Rekening Bank (jika punya). CS hanya meminta ID Pemesanan saja, tanpa bukti fisiknya. Sementara untuk kartu identitas, musti bawa yang asli. Nantinya CS akan membantu untuk menggandakan kartu identitas. Selain menggandakan, CS juga membantu mengisikan data diri, termasuk pengisian nomor rekening guna pengembalian dana. Di ruang CS yang begitu sejuk, aku hanya duduk manis dan tanda tangan. Uwwh...ngga ribet pokoknya, ya.
Berikan Dokumen ke Petugas Loket
Sampai tahap ini, aku tergolong orang yang beruntung. Setelah CS memberi informasi nomor loket khusus pembatalan dan pergantian jadwal, aku langsung bergegas menuju loket 4, sesuai instruksi Mas CS yang sampai saat ini aku lupa namanya siapa. Di loket ini tanpa sistem antrean, lho. Tapi aku merasa beruntung karena saat itu hanya ada satu orang saja yang sedang melakukan transaksi.
Jangan banyak tanya, semua sudah jelas. 😀
FYI, seluruh dokumen yang didapat dari CS diserahkan kepada petugas loket. Dokumen tersebut berupa fotokopi kartu identitas, print out tiket, dan formulir pembatalan. Setelahnya, petugas akan mengembalikan salinan formulir sebagai bukti pembatalan pemesanan tiket kereta api.
Pengembalian Akan Ditransfer Via Bank
Ini yang paling ditunggu-tunggu! 😆 Pengajuan pembatalan tiket kereta api yang dilakukan tidak lebih dari 30 menit sebelum jadwal pemberangkatan Kereta yang tertera di tiket akan mendapat pengembalian dana tiket meski ngga utuh. Terpotong 25% dari harga tiket kereta api. Masih lumayan lah, ya, bisa dipakai untuk beli Scraf Hijab.
Pengembalian dana tiket yang telah batal dilakukan setelah hari ke-30 melalui transfer atau diambil tunai di stasiun yang ditunjuk. Jika kamu akan mengambilnya di Stasiun, maka harus menunjukan salinan formulir pembatalan kepada CS.
Formulir pembatalan ini rangkap 2, ya.
Eh, ini kenapa melakukan pembatalan?
Ceritanya, awal bulan ini aku berniat menghadiri acara mubes warung blogger yang berlokasi di Jakarta. Acara ini berlangsung satu hari pada hari Sabtu. Artinya, aku harus berangkat hari Jum’at, dong. Yaudah, aku pesan tiketnya untuk hari Jum’at. Rencana semula, hari Jum’at aku akan mengajukan izin ke atasan, gitu. Tapi ternyata aku harus menghadiri undangan rapat dan itu WAJIB. Ini undangan mendadak, cuuuy. Bikin KZL!
Buat kamu yang hendak bepergian menggunakan tranportasi Kereta Api, betul-betul dipertimbangkan sebelum memesan tiket, ya. 😉