Di antara ratusan postingan di blog ini, ternyata aku belum pernah menulis tentang fashion dan beauty yang kini makin banyak ditulis oleh teman-teman Blogger dalam bentuk review atau ulasan. Padahal aku perempuan yang mana kesehariannya pastinya sangat dekat dengan dua topik tersebut. Kenapa coba? π Tidak lain karena aku perempuan yang tidak mau ribet hanya karena pakaian dan make up. π
Dalam keseharian pun demikian. Tidak ada yang spesial dalam fashion dan make up. Kemana saja perginya, kaus oblong, celana jeans, dan snakers, setia menemani. Make up minimalis yang penting pakai gincu dan bedak biar keliatan udah mandi. Lalala…jaga jarak, ya. π
Kesan tomboy telah melekat dalam diri sejak masih belia imut-imut. Selain dalam tingkah laku yang sok gagah gentlemen, penampilan pun tidak kalah simpel dari cowok pengabdi kaus oblong sandal jepit. Sama sekali jauh dari kesan modis. π
Meski saat ini makin banyak bertebaran cewek modis, Ibu muda dengan satu anak ini tetap memilih untuk berpenampilan simpel. Qiqiqi. Duh…tidak takut kalah saing tuh, Bund? Hahaha. Kalau dengan hal yang satu ini, tudak terlalu takut, cuma minder saja kalau misal harus dijejerkan. Tapi gimana lagi, aku sudah merasa nyaman dengan penampilan yang super simpel tanpa ribet harus mencari perpaduannya dan juga model hijab meski sudah disajikan dalam bentuk tutorial di youtube. π Ini tomboy murni atau tomboy dan juga pemalas, sih? Hahaha.
nampak lebih kalem, ya. Wkwkwk
Namun melihat tumpukan kaus di lemari, lama-lama agak bosan. Beli kaus oblong, baik di online shop maupun toko pakaian, lama-lama bosan juga. Pada akhirnya aku mulai tertarik berbelanja blouse wanita model terbaru, tepatnya mulai awal tahun ini.
Tentu bukan tanpa sebab aku mulai tertarik mengenakan blouse. Pakaian atau baju bermodel longgar yang kini juga lazim disebut dengan kemeja wanita ini memberi kesan feminim bagi perempuan yang mengenakannya. Dalam hal ini, aku sama sekali tidak ingin menjadi orang lain, atau menjadi terlihat fenimin. Aku sekarang lebih suka shopping blouse karena dengan mengenakannya ada kesan lebih rapih dan sopan. Blouse wanita model terbaru yang aku beli ini modelnya juga biasa, tidak yang harus ditambah dengan aksesori ini itu. Simpel, namun luwes.
Mengenakan blouse juga bukan berarti aku mengubah penampilan dan gaya berpakaian. Bukan itu, lho. Namun lebih pada sayang kepada diri sendiri, dan menghargai diri sendiri. Emm…ini agak dalam seperti galian sumur (lagi). π Berarti dulu tidak sayang sama diri sendiri, gitu? Emmm…dulu sayang, dan kini makin sayang.
Sekarang aku merasa lebih nyaman dan percaya diri dengan mengenakan blouse dengan perpaduan celana jeans. Terkesan lebih sopan, dan ramah di tubuh. Bertemu dengan siapapun tidak perlu menghindar karena malu dengan pakaian yang sedang menempel di tubuh. Ya…meski tetap menggunakan celana jeans, tapi setidaknya kelihatan lebih santun. π
Jadi, buat yang mau memberi kado atau hadiah, cukup kirim blouse saja, ya. Kalau bingung model atau ukuran, bisa dilihat dulu di online shop, ada banyak pilihan blouse wanita model terbaru. Kamu bisa kirim linknya terlebih dahulu supaya aku bisa pilih-pilih model. π
Btw,Β jadi pingin ootd-an, nih. Ngumpulin nyali dulu aaah! π
“….Dan Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah!” Dengan bangga, dan semangat aku mengucap sepenggal kata tersebut di depan kamera yang dipegang oleh Rois, Videographer andalan aku dan teman-teman GenPI Banjarnegara.
Ah…rasa-rasanya baru kemarin aku bersama teman-teman GenPI Banjarnegara membuat kolase video sebagai bentuk dukungan atas penyelenggaraan Asian Games 2018. Tak terasa, kini hampir di penghujung Juli. Artinya, Asian Games sudah di depan mata.
FYI, Pesta olahraga Asia ke-18 akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus-2 September. Tak heran jika dua kota tersebut terus berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia. Nah, karena aku belum pernah sampai Palembang, rasanya tidak mungkin menceritakan tentang kota yang terkenal dengan kuliner Pempek itu. Makanya, aku mau ngomongin tentang DKI Jakarta saja di mana aku dulu cukup sering main ke Ibu Kota. π #nyombong
Eh…masih pada sering nonton berita di teve? Jakarta sekarang ramainya makin menjadi, ya. Pada hari biasa saja, banyak orang berlalu-lalang, atau pergi pagi pulang petang baik untuk kerja, belajar, maupun sekadar main. Makanya, tak heran jika lalulintas sering macet karena banyak orang di luar, bejibun. Kebayang saat Asian Games digelar nanti, keriuhan dukungan para suporter, fans, maupun transportasi yang memadati jalan saat jam-jam tertentu.
Untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Salah satunya yaitu memperluas dan memperpanjang sistem ganjil genap. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya yaitu Olympiade Beijing 2012 lalu.
Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim karena pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. Tidak main-main, pelajaran dari Olympiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir. Luar biasa usahanya dalam memperlancar lalu lintas, ya.
Lalu, kenapa Jakarta juga perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?
Asian Games Jakarta Palembang
Pertama, kemacetan masih menjadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya. Meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah, namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas.
Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya Β mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau Β baku mutuΒ menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik.Β Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas. Tentu saja dibarengi penyediaan angkutan umum yang lebih memadai.
Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman, terlanjur melekat di Jakarta seperti tahun 1990an dan awal 2000an.
asian games 2018
Angkuran umum asian games
Transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik. Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan peraturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke event Asian Games.
Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum. Ini kabar bahagia banget, kaaan!
Selain rekayasa lalu lintas ganjil genap, pemerintah juga akan berusaha membuat nyaman para wisatawan hanya dengan memanfaatkan teknologi. Ya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit.
Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis. Untuk dapat menggunakannya, kalian dapatΒ mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, atau menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini, kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkutan kota. Fitur lain yang didapat yaitu kalian bisa cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif.
Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:
Ada notifikasi jika telah sampai di suatu halte, tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sudah sampai halte mana saat berkendara.
Terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
Terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai
Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasiΒ melalui kerja sama dengan Google Indonesia dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap. Aplikasi Β ini akan memberikan informasi mengenai rute mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif. Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.
Angkuran umum asian games
Google Map Asian Games 2018
Angkuran umum asian games
Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi.
Apakah kamu sudah menyiapkan diri untuk hadir dan turut memeriahkan Asian Games 2018?Β
Notes: foto dan grafis di atas didapat dariΒ Humas BPTJ, Kemenhub RI, dan Kamadigital.
Bertandang ke Boyolali sama sekali tidak ada niat untuk tamasnya. Aku bersama keluarga dari suami murni silaturahim ke rumah Budhe Ida, Mbaknya Ayah. Saat hendak pulang, ponakan yang jumlahnya tidak sedikit minta mampir ke Lembah Gunung Madu (LGM). π Aku sih oke-oke saja, tapi sayang banget waktu kami sudah mepet banget. Ya, kami hanya punya waktu satu jam jika memang ingin bertamasya karena Mbah Kakung menjadwalkan jam 13.00 WIB sudah harus perjalanan pulang.
Awalnya hanya aku yang diminta untuk menemani mereka main karena mungkin Mbak-mbak sudah terlalu lelah. Tapi kebayang rempongnya karena Ayah saat itu tidak turut, maklum pekerja baja yang nyaris tidak punya libur. Hahaha. Jalan bersama Yasmin saja kadang suka ribet kalau mood dia lagi kurang baik, sepertinya tidak sanggup kalau harus mengawal krucils. Hahaha. Karena ada rasa penasaran juga, akhirnya Mbak-mbak ikut ke LGM, dong. Uhuuy…
Tidak ada persiapan apapun menuju LGM termasuk mencari tahu obyek wisatanya seperti apa. Kalau kata ponkanku, Ufi, tempatnya bagus buat foto-foto. “Ouw…wisata selfie ternyata.” Batinku saat itu. Dari nama obyeknya ada Lembah Gunung, berarti selfie di perbukitan, gitu. Lalu, mungkin Madu terbaik ada di daerah tersebut. Sekadar menerka-nerka, sih. Akibat tidak bisa searching karena di rumah paket data sama sekali tidak jalan. Dan hasilnya, aku baru tahu kalau di LGM ternyata ada beberapa goa setelah sampai rumah Banjarnegara dan mau menulis blog post ini. Secara kan baca-baca tulisan yang sudah publish duluan, ya. Fufufufu
Melewati tugu ini….
Perjalanan dari rumah Budhe menuju LGM membutuhkan waktu 20 menit. Agak tenang karena tidak begitu jauh. Sepanjang perjalanan di mobil ada yang datar-datar saja, ada juga yang ribet. Asli, nano-nano banget, tapi seru. Kebayang kalau punya banyak anak seperti Gen Halilintar pas masih pada kecil, pasti kuat segala-gala orang tua mereka. π
Dari jarak 50 meter menuju lokasi, terlihat jelas rangkaian huruf membentuk kata Lembah Gunung Madu. Tulisan ini berada di depan bebatuan yang sudah tersusun rapih dan tepat di samping pintu masuk. Karena tulisan dengan warna merah itu nampak begitu memesona, rasanya ingin turun di gerbang ini untuk mengambil dokumentasi. Tapi karena menuju parkiran katanya lumayan jauh, aku pun mengurungkan niat itu. π
Mobil yang kami naiki langsung menuju tempar parkir. Dengan arahan tukang parkir, mobil pun dapat parkir dengan tepat.
“Bayar parkirnya nanti saja saat keluar dari sini, Mbak.” Ucap tukang parkir sambil mengulurkan karcis parkir.
“Ohhh. Terus tiket masuk bisa dibeli di mana, Mas?” Aku melontarkan tanya karena di sekitar tempat parkir belum terdapat petunjuk arahΒ untuk memudahkan kunjungan wisatawan.
“Tidak ada tiket masuk, Mbak. Cuma bayar tempat parkir saja. Rp 5 ribu untuk mobil.”
flying fox
Siang itu matahari begitu terik, kami memulai perjalanan dari pintu masuk lokasi yang berada di kanan tempat parkir. Di sini belum dibangun gapura atau gerbang masuk lokasi, harus jeli mencari pintu masuk yang berada di kanan tempat parkir. Kami pun sempat salah memilih pintu masuk yang ternyata sudah tidak digunakan, namun tidak ada keterangan bahwa pintu sudah tidak digunakan.
Lembah Gunung Madu atau LGM ternyata bukan hanya taman wisata selfie. Fasilitas pendukung yang didapat lebih dari lengkap. Di sini terdapat tempat makan yang representatif dengan menu makanan yang lengkap. Ada beberapa gazebo yang bikin pengunjung nyaman. Tak hanya itu, pengelola menyiapkan semacam pendopo yang bisa digunakan untuk acara. Ya, pendopo dapat digunakan untuk acara dengan catatan makanan harus di pesan di tempat. Pun dengan pengunjung yang hanya berwisata, mereka tidak boleh membawa jajan atau makanan dari luar.
Anak gue narsisnya kepoleen…. π
Mendengar jawaban Mas Anton (sebut saja dengan nama, biar nyaman :D), aku sempat kaget karena di Boyolali sudah mulai memberlakukan wisata tanpa batas dimana pengunjung tidak dikenai tiket masuk. Aku tidak menanyakan detail apakah pemberlakuan semacam ini karena masih promo atau memang tanpa HTM. Rasanya bersyukur banget, lho. Lha gimana tidak, kami kan membawa rombongan, bukan hanya satu atau dua raga saja. Hahaha.
Taman ini terbagi menjadi dua tempat yaitu bagian atas yang berisi tempat makan, gazebo, beberapa spot selfie, dan pendaftaran untuk flying fox. Lalu, bagian bawah full spot selfie dengan background bangunan modern dan juga perbukitan. Untuk spot selfie, lebih ramah untuk remaja. Buat anak-anak, paling duduk di kolam ikan atau bangku-bangku yang di sediakan di pinggir bukit. Atau buat suka hewan, di sini terdapat aneka macam unggas. Seperti halnya di kebun binatang, unggas tersebut ada di dalam kandang. Cukup menarik untuk dilihat karena banyak jenis burung dan juga ayam. Tak hanya unggas, ada juga kambing yang berada di bagian bawah.
LEMBAH GUNUNG MADU BOYOLALI (3)
view lembah gunung madu
Kami tidak lama di sini, hanya numpang jalan dan foto-foto saja. Selain panas banget, kami juga kurang menikmati karena terburu-buru mau pulang. Mungkin satu tahun ke depan wisata ini bakal teduh karena di sekeliling ada banyak pohon yang baru ditanam dan adem banget kalau dilihat. Kami juga tidak sempat mencicipi kuliner yang dijual di warung setempat. Dalam perjalanan pulang, Budhe Wiwik dan Budhe Nunung bercerita bahwa, ponakan sempat minta beli es jeruk, tapi karena harganya Rp 10 ribu per gelas, mereka memilih membelikan mereka jajan di luar sana. Hahaha. Aku jadi penasaran seberapa nikmat es jeruk di LGM. π
Harga makanan yang kurang ramah kantong biasanya memang berlaku di wisata tanpa batas, wisata yang tidak memberlakukan HTM. Jadi tidak usah heran atau kaget, ya. π Oiya, aku sarankan kalau mau ke LGM, tuh, di atas jam 14.00 WIB. Soalnya di bagian bawah yang sangat lapang, tuh, panas menyengat. Mau selfie pun kurang nyaman.
Nah, karena saat itu rada rempong, aku tidak begitu fokus buat ambil gambar. Sebagai gantinya, ini ada cuplikan video suasana Lembah Gunung Madu, Boyolai. Selama menonton! π
“Wahai para perempuan di dunia, kuatkan mental kalian. Tak lama lagi piala dunia bakal dimulai. Siapkan stok sabar sebanyak-banyaknya.” Ciutan yang aku baca di timeline sukses membuatku ketawa. Ini beneran nostalgia zaman SMA, ya. *eh* Dan itu ada benarnya, kalau sampai ngga sabar dan kuat mental hanya karena piala dunia, tiap hari bakal ribut terus sama pacar, tuh. Apalagi buat tipe cewek yang tiap jam harus ditelpon, tiap ngirim chat harus segera dibalas, bakal gempar euy!
Rasa-rasanya baru kemarin di Twitter ramai ciutan tentang kesiapan para perempuan yang tak lama lagi akan sering “ditinggal” pasangannya karena Piala Dunia. Eeh…tau-tau sekarang sudah masuk delapan besar. Padahal aku belum ikut ngetawain mereka yang statusnya masih pacaran tapi ikut drama, dan keliatan lebih drama dari yang sudah bersuami. π
Bagi perempuan yang ngga begitu suka dengan olahraga sepak bola seperti aku, hadirnya event yang digelar empat tahun sekali ini kadang menjadi moment yang menyebalkan. Tau sendiri lah, laki kalau sudah nonton bola biasanya bakal betah duduk berlama-lama di depan televisi. Belum mulai saja sudah siap banget di depan teve. Kalau lagi semangat, belum mulai pertandingan biasanya nyiapin camilan, atau kopi buat teman nonton. Giliran selesai pertandingan, mereka masih nyempetin banget membahas hasil pertandingan bareng teman-temannya. Asli, ini pengalaman gue yang paling mengenaskan. π
Tentang piala dunia, aku jadi ingat sama cowok yang dulu suka minta ditemani nonton bola sampai selesai pertandingan. Grrr…ini cowok hadir sebelum Ayahnya Yasmin lahir. *sekarang udah kakek-kakek, dong.* Hahaha. Sumprit, dari sore sampai malam yang dibahas adalah pertandingan sepak bola. Paginya juga masih ngomongin para pemain yang katanya staminanya menurun lah, tendangannya ngga bagus, kurang latihan, dll dlll. Seolah-olah dia jago banget nendang bola sampai gawang, padahal ya memang jago, sih. π
Aku kira obrolan tentang piala dunia yang dibahas saban jam sudah menjadi hal yang paling menyebalkan. Tapi ternyata ada yang lebih menyebalkan, yaitu nonton bola di rumah teman atau tetangga yang pada akhirnya sampai menginap karena saking asyiknya nonton bareng. π Ini ngeselin banget karena akhirnya gue sering ditelantarin. Banyak banget alasan yang mengharuskan dia nonton bareng. Entah saluran televisi diacak, berebut acara teve, atau alasan lain yang lebih kuat.
Eh, tapi itu dulu, zaman belum banyak ponsel pintar dan paket data. Kalau sekarang, tuh, sepertinya jarang pada nonton bareng di rumah tetangga atau teman. Para pecinta sepak bola lebih memilih nonton di rumah sendiri meski ngga seramai nobar. Kendala yang mungkin terjadi, saluran televisi diacak.
Saat ini, ada banyak cara untuk menonton piala dunia. Semisal channel televisi diacak sampai menyebabkan acara pertandingan piala dunia ngga muncul, kamu bisa membeli paket nonton piala dunia. Paket yang aku maksud yaitu paket data untuk nonton piala dunia secara sreaming. Paket data yang dijual juga terjangkau, mulai dari Rp 89 ribu langsung bisa menikmati seluruh pertandingan piala dunia tanpa batas dan ngga ada lagi cerita cowok pindah tidur hanya karena piala dunia, duuuuuuh!
Tahun ini banyak bermunculan destinasi wisata baru di Banjarnegara. Mulai dari wisata alam yang dikembangkan menjadi wisata berbasis petualang seperti Igir atau Bukit, sampai dengan wisata belanja. Pertumbuhan dan perkembangannya pun makin pesat seakan tak ingin ketinggalan dengan pariwisata dari Kabupaten lain yang terus berinovasi.
Merasa mempunyai karakter yang unik, Bu Ina, sapaan akrab pemilik Amrina Gallery, turut membuka dan mewarnai ragam pariwisata di Banjarnegara. Amrina Gallery bisa dibilang destinasi wisata kekinian dengan konsep hampir 80% menawarkan spot foto instagramable yang saat ini sedang digandrungi para generasi millenial.
Berangkat dari hobi mengkoleksi barang-barang antik dan juga pakaian, mantan pramugari tersebut membuat galeri dan butik di rumahnya yang beralamat di Jl. Sunan Gripit No. 7, tepatnya 50 meter utara pertigaan Gayam. Ancer-ancernya yaitu dari pertigaan gayam atau lampu merah, ke utara.
Tak hanya itu, Bu Ina juga membuat cafe dengan konsep kekinian, baik dari sisi tempat maupun penyajian menu. Cafe ini masih berada dalam satu lokasi, hanya saja konsepnya out door dan didukung dengan beberapa spot foto menarik.
Nah, berikut tampilan Amrina Gallery dari berbagai sisi dan pasti akan menggugah jiwa narsis kamu.
AMRINA GALLERY
Daya tarik utama wisata Amrinya Gallery tentunya ada pada galerinya. Ya, galeri yang berisi koleksi benda-benda antik ini akan menjadi pusat perhatian saat kamu masuk kompleks Amrina Gallery. Seluruh koleksi tersebut berada di dalam sebuah joglo yang berada di belakang rumah owner.
Seperti bangunan Joglo pada umumnya, dinding-dinding rumah yang terbuat dari kayu jati ini terlihat sangat menarik. Terlebih desainnya nampak elegan dan kekinian. Dari depan joglo, galeri ini bisa dijadikan latar belakang foto yang tak ada duanya. Pun dengan samping kiri galeri, penambahan bunga dan pepohonan hijau membuat kamu bakal betah mencari konten foto di sini.
Saat masuk ke galeri, kamu akan menjumpai benda-benda antik hasil koleksi dari owner Amrina Gallery. Ada lesung, pawon yang lengkap dengan perabotan masak zaman dulu, sepeda onthel, tokoh pewayangan dan masih banyak koleksi lainnya. Di sini kamu dapat foto dengan benda koleksi yang ada sebagai properti foto, dengan catatan tetap menjaga utuh benda-benda tersebut.
FYI, galeri ini merupakan satu-satunya galeri di Banjarnegara yang menampilkan koleksi benda atik milik pribadi. Untuk masuk sini, kamu akan dikenai biaya Rp 3.000 per orang. Kamu juga bisa sewa baju lawas untuk berfoto di sekitar gallery dengab biaya sewa baju Rp 15.000 per orang.
AMRINA BUTIK
Berawal dari hobinya yang suka belanja -ini beneran horang kaya-, kadang ada beberapa baju yang dibeli tapi ngga terpakai. Ketimbang cuma jadi pajangan, Bu Ina pun membuka butik sebagai pelengkap wisata Amrina. Tak hanya baju dan kain batik koleksinya, Amrina Butik juga selalu update stok baju.
Ketika mendengar kata butik, pasti kamu akan berpikir tentang mahalnya harga baju. Ya, kan? Mungkin itu butik sebelah, berbeda dengan Amrina Butik yang menawarkan koleksi baju mulai dari harga Rp 50.000. Haaah…emang ada baju 50 ribu di butik? Eeng…ngga usah kaget, gitu. Butik ini bisa dibilang untuk semua kalangan. Pun dengan modelnya, mulai untuk remaja, sampai tante-tante yang girang shoping. Lengkap!
Berada di ruang depan, kamu dapat melihat beragam koleksi baju dan kain dengan harga terjangkau dan kualitas premium.
AMRINA CAFE
Di Banjarnegara, konsep cafe dengan tempat yang instagramable dan penyajian makanan yang unik hanya bisa kamu temui di Amrina Cafe. Penyajian Mie Kuah, misalnya. Di sini kamu ngga akan menjumpai mie kuah dalam mangkuk karena penyajiannya menggunakan Batok.
Penggunana Batok sebagai tempat saji ini ngga serta merta sebagai pembeda dalam penyajian menu makanan, namun sekaligus memperkenalkan produk UKM Kabupaten Banjarnegara tepatnya dari Desa Berta, Kecamatan Susukan yang memproduksi aneka macam kerajinan berbahan dasar batok.
Tak hanya Mie Kuah dalam Batok, Sphagetti Carbonara yang biasanya disajikan dengan plating yang elegan, di sini penyajiannya justeru lebih sederhana yaitu menggunakan piring seng motif daun khas zaman dulu. Unik, bukan? π
Selain penyajian, konsep tempat duduk yang disediakan, tuh, ramah banget buat foto-foto. Di sebelah selatan, misalnya. Terdapat satu set tempat duduk lengkap dengan koleksi payung dari Bali. Jika bisa mengambil angle foto, kesannya sedang makan di Pulau Dewata, lho. π Lalu, di sebelah barat juga masih ada tempat duduk yang lucu banget buat foto-foto. π
Oiya, menu utama Amrina Cafe adalah Spaghetti. Kamu ngga usah ragu untuk memesan menu di sini karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai Rp 10.000 per porsi. Selain Spaghetti dan Mie Kuah, kamu juga HARUS BANGET nyobain ayam petis, ya. Selain jenis ayamnya adalah ayam kampung dengan daging yang empuk, petisnya gurih banget dan bikin kangen!
CAMILAN
Buat kamu yang kurang suka makanan berat karena sudah kenyang atau berat badan sudah beraaat, kamu bisa memesan camilan di sini. Iya, ke Amrina Cafe cuma pesan camilan, tuh, ngga apa-apa karena di sini juga menyediakan aneka camilan.
Biasanya kalau ngedate, gitu, kan suka malas makan, ya. Pinginnya ngemil saja, tapi yang banyaaaaak. π Kamu bisa pesan pisang goreng bertabur keju, mendoan, atau camilan lain yang tersedia di daftar menu. Harga camilan di Amrina Cafe mulai dari Rp 5.000 per porsi. Murah meriah banget!
SPOT FOTO
Ini, nih, yang lagi digandrungi kaum millenial. Adalah wisata yang menawarkan spot selfie. Selain Cafe, Butik, dan Galeri, Amrina juga menawarkan spot selfie yang ngga bakal kamu dapat di tempat lain.
Dengan konsep wisata yang kekinian, sebenarnya tiap sudut Amrina Gallery mengandung KONTEN. Iya, dari kamu masuk kompleks Amrina Gallery, di depan butik terdapat dinding yang diisi dengan berbagai jenis bunga tempel. Kemudian lanjut menuju bagian tengah terdapat mural yang didesain oleh Mas Ade, seniman muda berbakat dari Mandiraja, Banjarnegara.
Mural di sini terbagi menjadi beberapa obyek dalam satu dinding, yaitu suasana cafe, jalanan yang dilengkapi gerobak sapi, angkringan dan kucing, tugu yogyakarta, gerobak dawet ayu dan candi arjuna.
Obyek ini masing-masing memiliki filosofi, selain turut mengenalkan obyek wisata dan kuliner khas Banjarnegara, Bu Ina juga tetap menyisipkan tugu Yogya sebagai ikon Kota Yogyakarta yang mana kota tersebut turut memberi andil bagi keluarganya. Semacam ada kenangan yang susah dilupakan di kota tersebut. Pun dengan kucing yang di angkringan karena keluarga Bu Ina adalah pecinta hewan manis berkumis. π
FASILITAS
Kurang lengkap rasanya jika sudah mengumbar mesra hubungan, tapi ngga membeberkan tanggal akad. Iyaa…takut cuma mesra-mesraan dowang, tapi ngga dikawinin, syakiiitnyaaaaa. π
Ulangi lagi!
Mushola….
Kurang lengkap rasanya jika sudah membeberkan segala obyek wisata dengan bombastis, namun ternyata fasilitas umumnya NOL! Ini kadang bikin geleng-geleng kepala. Kabar baiknya, nih, fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan Wi-Fi yang super kenceng bisa kamu dapat di sini. Hanya saja, tempat parkirnya masih terbatas. Untuk kedepannya, semoga owner Amrina dapat memperluas halaman parkir, ya.
AMRINA GALLERY
Disaat banyak obyek wisata mengusung tema vintage dan atau minimalis untuk bangunannya, Amrina Gallery justeru menawarkan bangunan dengan konsep lawas namun tetap kekinian. Berani menjadi pembeda, bukan?
Things to do in Banjarnegara? Lets go toAmrina Gallery!
Notes: sebagian foto di atas hasil jepretan @jeimifa dan @roisardian
AMRINA GALLERY, BOUTIQUE, AND CAFE
Jl. Sunan Gripit No. 7 (50 meter utara pertigaan gayam)
Petualangan di Wana Wisata Baturraden – “Kamu beneran mau ikut trekking dengan gendong Yasmin? Jauh, lho.” Pungky beberapa kali meyakinkan aku perihal trekking. Dia memang lebih paham medan yang akan dilewati karena cukup sering main ke obyek wisata di sekitar Baturraden. Aku pun menjadi ragu, galau, bingung, dan sejenisnya. Apalagi Suami yang harusnya sudah datang sejak jam 05.00 WIB, belum juga berkabar.
Eh bentar, ini ada drama sebelum ikut tour…
Beberapa kali aku sempat berkomunikasi dengan Suami, namun setengah-setengah karena signal di Villa ngga stabil. Antara tetap stay di Villa bareng Pungky dan Jiwo, atau ikut tour. Sungguh pilihan yang sungguh berat. Terlebih Mas Topan sempat bilang bahwa, untuk sampai ke beberapa obyek harus melewati anak tangga yang jumlahnya tak sedikit. Ugh…ini bikin deg-degan makin kencang, dan lutut lunglai seketika. Hahaha.
Dengan clue terakhir yang aku sampaikan ke Suami yaitu Bumi Perkemahan Baturraden, akhirnya dia sampai Villa jam 06.00 WIB dengan segala perjuangannya. Alhamdulillaah…satu-satunya harapan datang juga di hari kedua acara Bloggers Goes To Palawi.
Petualangan di Wana Wisata Baturraden.
Telaga Sunyi
Keseruan hari pertama aku rasakan bersama teman-teman blogger saat diajak tim Palawi menuju obyek wisata yang tak jauh dari penginapan kami yaitu Villa Agathis atau kompleks Bumi Perkemahan Baturraden. Adalah Telaga Sunyi.
Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil dan membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit dari penginapan. Dari tempat parkir, kami hanya berjalan kurang lebih 500 meter untuk sampai Telaga. Legaaa rasanya, tanpa suami mah aku bisaaaaa. Wkwkwk
TELAGA SUNYI BATURRADEN
Telaga dengan air yang sangat jernih ini rekomended banget buat kamu yang suka diving dan cliff jumping. Beberapa teman Blogger yang jago renang juga pada terjun merasakan dunginnya air telaga yang punya kedalaman kurang lebih 2 meter. Brrr… π
Telaga yang cukup luas ini juga menyediakan ban dalam. Jadi jangan takut jika kamu ngga bisa renang. Dengan membayar tiket masuk Rp 15 ribu, kamu bisa renang sepuasnya sampai kulit keripuut. π
Hari kedua kegiatan Bloggers Goes To Palawi yaitu jelajah obyek wisata yang dikelola oleh PT. Palawi Risorsis Unit Wana Wisata Baturraden. Sesuai rundown, jam 5.30 WIB seluruh Blogger harus sudah menyiapkan diri untuk tour. Mbak Sista dan crew Palawi sengaja mengagendakan waktu sebelum matahari terik karena rencananya tour akan dimulai dari Villa dengan trekking melalu hutan-hutan, gitu. Namun pada kenyataannya, kami baru siap jam 06.30 WIB.
Trekking dimulai dari Villa Agathis menyusuri hutan dan nyeberang kali yang airnya surut. Beruntung Baturraden ngga hujan, akses jalan pun mudah karena tanah ngga becek. Kebayang kalau becek, ya, pacet bakal berkeliaran dimana-mana. π
Trekking lewat hutan gini…
Trekking kali ini aku memilih jalan santai dan selalu berada di belakang bareng Tante, Ella dan Rois. Beneran sebagai kaum tertinggal karena dikit-dikit capek. Hahaha. Salut sama dua crew pendamping kami yang dengan sabar mendampingi. Yaa…meski sebenarnya ada rasa gemas pastinya. Hahaha.
Dan berikut tujuan wisata yang bikin aku lupa medan trekking saking senangnya mendapati obyek wisata yang tak biasa.
Pancuran 3 (Telu)
Ternyata untuk sampai Pancuran 3, tuh, butuh perjuangan banget. Harus susur hutan yang jauhnya serasa 3km, ini ngga berlebihan, lho. Atau malah lebih, ya. Hahaha. Selain itu, harus melewati anak tangga yang jumlahnya ngga sedikit dan terus menanjak. Ngos-ngosan banget, sampai ditawari mendoan sama Mbak Dev saja ngga bisa menerima. Padahal kan kesukaan banget. π
Aku baru tahu, ternyata Pancuran 3 masih satu lokasi dengan Lokawisata Baturraden, tepatnya ada di atas lokawisata. Hanya saja beda pengelola, jadi harus kembali membayar tiketing lagi untuk bisa masuk Pancuran 3. Buat kalian yang ngga demen trekking atau susur hutan, mending naik kendaraan saja menuju lokawisata Baturraden, baru lah melanjutkan perjalanan ke Pancuran 3. Dari lokawisata ini jalannya ngga sampai 1km, kok. Dekeeet bangettt!
Aliran air berbentuk pancuran yang berjumlah tiga berada di kanan kolam pemandian. Aku cukup melihat dari kejauhan karena ngga ada niat mandi di sini. Lalu, aku naik ke area kolam pemandian dan ada beberapa orang yang sedang berendam. Ini agak menggoda, apalagi di samping kolam ada Bapak-bapak yang menawarkan pijat belerang. Kan jadi pingin. π
PETILASAN MBAH TAPA ANGIN
PANCURAN 3 BATURRADEN (2)
PANCURAN 3 BATURRADEN 4
Sambil menunggu Tante yang lagi beli Pisang Goreng di warung sekitar Pancuran 3, aku mendekat ke petilasan Mbah Tapa Angin. Konon katanya, di sini salah satu tempat pertapaannya. dia seorang penyebar agama Islam yang berasal dari Turki bernama Syeh Maulana Magribi.
Tak lama kemudian, kami kembali melanjutkan perjalanan ke Pancuran 7 yang katanya masih jauh banget sambil ngemil gorengan. Eeeh…kali ini udah punya napsu makan, ngga seperti tadi. Sampai minta mendoan yang saat itu ada di tangan Mbak Olip. ?
Pancuran 7 (Pitu)
Aku kira tanjakan menuju Pancuran 3, tuh, sudah termasuk ekstream. Tapi ternyata belum ada apa-apanya jika dibanding dengan tanjakan menuju Pancuran 7. Hahaha. Iyaaa…setelah susur hutan, kami kembali melewati anak tangga yang jumlahnya puluhan. Ngga langsung banyak, sih. Bertahap, gitu. Tapi tetap saja bikin ngos-ngosan. π
Kali ini petualangannya lebih greget karena sempat ada pacet menyerang punggung kaki, tapi aku ngga kerasa. Pas ketahuan itu beneran pacet, aku minta tolong kepada Mas pemandu untuk melepasnya. Beruntung aku ngga pakai kacamata, jadi ngga lihat pacet yang nempel di kaki. Geli banget kalau sampai lihat. π Dan bekas isapan pacet langsung aku tutup dengan tisu yang aku beli di warung sebelum Pancuran 7. Iya, selain jajan dan minuman, di tengah hutan ada warung yang menjual tisue. Penjualnya berpengalaman, ya.
PANCURAN 7 BATURRADEN
PANCURAN 7 BATURRADEN
PANCURAN 7 BATURRADEN (2)
PANCURAN 7 BATURRADEN 4
Pengalaman perjalanan paling mengesankan yaitu ketika sampai hutan yang bisa dibilang rest area. Di sini kami beristirahat dengan disambut sajian Badèg atau air nira dan juga serabi yang menul-menul. Setelah trekking jauh, meneguk segelas nira, dan makan serabi sungguh nikmat. Ngga hanya itu, Mbak Sista juga sudah menyiapkan Nasi yang dibungkus dengan daun jati (Nabuti) untuk sarapan kami. Mengasyikan.
Usai bersantai, sarapan, dan gegoleran di atas tikar, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pancuran 7. Ya, ternyata masih harus berjalan lagi. Bedanya kali ini treking sedikit dimanjakan. Kami dijemput mobil dari Palawi.
Untuk sampai Pancuran 7 hanya membuthhkan waktu 5 menit dari rest area tadi. Namun setelahnya kami kembali trekking dengan jalur yang lumayan. Tak masalah, sih, karena trekking kali ini juga terbayar dengan suguhan obyek wisata yang mewah. Yaitu pancuran 7 yang begitu eksotis. Aliran air hangat di obyek wisata ini membuat kami betah. Apalagi ada pijat belerang, kuliner pecel dan sate di lokasi ini. Dengan membayar HTM Rp 15 ribu, beneran dimanjakan dengan fasilitas pendukung. π
Sky Bike dan Hamparan Bunga Panca Warna
Eksplorasi wana wisata Baturraden hari kedua selain ke Pancuran 3 dan 7, kami juga diajak merasakan sensasi naik sepeda melayang atau sky bike dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Ini pengalaman pertamaku naik sepeda di atas ketinggian dan tanpa genjot. π
SKY BIKE DI BATURRADEN
TAMAN BUNGA BATURRADEN 2
TAMAN BUNGA BATURRADEN
Jarak dari titik awal sepeda sampai pemberhentian kira-kira 2 meter, sungguh jarak ini terasa 1km karena di atas sepeda hanya bisa tegang dan tegang banget. Padahal operator sudah memintaku untuk rileks, tapi tetap saja susah. Teman-teman yang berada di bawah atau yang sedang mengambil dokumentasi terus bersorak ketika sedang ada yang naik sky bike. Ini bersorak bukan untuk menyemangati, melainkan menggoda. Selain deg-degan saking ngga bisa tenang, keringat dingin juga keluar. Pun operator yang mendampingi, mengantar kami sampai finish,Β dari bawah ngos-ngosan dan keringat gobyos!
Buat kamu yang sudah sampai kawasan wisata Palawi musti nyobain naik sky bike, supaya pengalaman wisatanya lengkap. Cuma bayar Rp 20 ribu per orang. π Setelahnya kamu bisa berfoto-foto di taman bunga yang berada dalam satu lokasi.
Taman Labirin
Taman Labirin Baturraden…
Sebelum acara Blogger Goes To Palawi berakhir, kami juga menjajal obyek wisata yang lagi banyak diserbu pengunjung, khususnya mereka yang mengambil paket outbound di sini. Ya, selain Villa, dan Obyek Wisata, Palawi juga menawarkan paket olah raga outbound.
Pada sesi ini, kami terbagi menjadi beberapa tim. Games kali ini memperebutkan hadiah rahasia dari Palawi, makanya jangan heran kalau suamiku serius banget tanpa melihat isterinya yang lari ke sana sini sambil gendong si kecil. Wkwkwk Pokoknya komitmen, dan persaingan ketat. Rute taman labirin ini ngga begitu membingungkan karena sebelumnya kami sudah mencoba untuk menghafalnya. #ups Tapi cukup bikin ngos-ngosan saking luasnya taman.
Kamu bisa juga bertualang di taman labirin tanpa mengambil paket outbound. Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang, kamu bisa kejar-kejaran dengan selingkuhan sampai puaaaas! #eh
Makan Malam dan Api Unggun
Malam hari di Baturraden, jangan ditanya dinginnya seperti apa. Villa tempat kami menginap pun ngga memberi fasilitas AC karena di sini sudah terlalu sejuk. Makanya aktivitas api unggun ini sangat cocok dilakukan di sini, apalagi ditambah suguhan jagung bakar, mendoan, dan makan malam dengan menu khas Palawi.
Selain Nabuti, Palawi juga menawarkan menu makan malam dengan lauk yang tak biasa. Ada berbagai macam menu yang ditawarkan dan malam itu kamiΒ makan dengan lauk ikan mujahir, pecak jantung, oseng dage kuncar, dan sambel terasi. Sungguh ini pengalaman pertamaku makan oseng dage kuncar dan baru tahu kalau kuncar itu sedap juga dioseng. π Jyaan…orang desa tapi tetap kagum dengan menu a la desa. π
API UNGGUN PALAWI
MAKAN MALAM VILLA PALAWI
API UNGGUN VILLA AGATHIS
Makan malam berbalut api unggun ini ngga sekadar makan dan hore-hore dowang. Pihak Palawi memanfaatkan moment ini untuk berbagi informasi seputar PT. Palawi Risorsis dan Wana Wisata Baturraden. Tak hanya itu, mereka juga mengadakan sesi perkenalan sesama Blogger dan jugaΒ crewΒ Palawi. Yaa…meski beberapa sudah saling kenal, tapi di sini perkenalannya lebih personal lagi. π
Oiya, paket makan malam dan api unggun bisa kamu dapat bila menginap di Villa milik Palawi. Namun dengan catatan, kamu harusΒ requestΒ terlebih dahulu karena paket ini ngga termasuk include penginapan.
Bertualang selama dua hari satu malam di Baturraden kali ini memberi kesan yang berbeda. Banyak pengalaman baru yang aku dapat. Setidaknya aku tahu bahwa, Baturraden ngga hanya punya Lokawisata saja, tapi banyak obyek wisata yang lebih menarik dan bikin betah. Semua ini dilengkapi dengan Villa, Camping ground, MICE, dan Outbound area.
Terima kasih atas sambutan yang baik, pelayanan yang luar biasa, dan pengalaman yang berharga. Terima kasih, Palawi. Terima kasih Mbak Sista, Pak Arif, dan Mas Fajar. Terima kasih juga buat para guide atau operator yang dengan sabar mendampingi perjalanan kami. π
Notes: sebagian besar foto-foto di atas hasil jepretan Mbak Wening, Rizki, Mas Pradna, Mbak Dian dan Mas Yugo. Makasih atas foto-foto kecenya. Hug hug hug!
Obrolan paling seru ketika ramadan sudah berjalan setengah putaran yaitu tentang kue dan baju untuk lebaran. Dua hal ini seperti harus ada ketika lebaran. Dan persiapan paling ribet yaitu baju lebaran.
Kenapa paling ribet? Kalau kue bisa dibeli tanpa banyak pertimbangan. Sementara baju lebaran, kadang banyak hal yang menjadi pertimbangan atau bahkan perdebatan. Apalagi kalau pingin kembaran tapi dari sisi body saja beda jauh. Gimana ngga bikin kesal coba? π
Lebaran kali ini, Ibu pingin beli gamis kembaran dengan warna cerah. Aku sebagai anaknya yang punya kulit gelap setuju banget. Namun dengan perbedaan postur tubuh kami, nampaknya akan susah untuk mendapat sesuai dengan keinginan, tepatnya untuk lingkar dada dan tinggi badan. Intinya gue lebih wow ketimbang Ibu. Ada, sih, dengan pilihan sesuai ukuran, L atau XL, misalnya. Tapi tetap saja harus teliti sebelum membeli supaya sesuai, termasuk model gamis.
Nah, berikut beberapa model gamis yang kami inginkan sesuai dengan referensi yang telah kami dapat.
1. Gamis berwarna pastel polos.
Warna pastel kini sedang menjadi warna favoritku. Gamis warna pastel polos sepertinya ngga cerah dipakai. Alasan memilih warba ini salah satunya ntuk menunjukkan sisi keanggunan. Hahaha.
Setelah mendapat warna pastel, selanjutnya dipadukan dengan khimar atau hijab warna senada. Dengan ini kayaknya penampilan kami nampak sederhana namun tetap cantik. Uhuuuy.
2. Gamis model abaya.
Gamis dengan model abaya menjadi baju gamis wanita modern yang sedang cukup populer saat ini. Umumnya abaya ini warnanya hitam dengan beberapa hiasan di bagian tangan atau dada. Meski begitu, aksen dan detailnya pun ngga terlalu ramai.
Modelnya seperti dress biasa, namun sedikit ada perbedaan dengan gamis pada umumnya. Abaya menjadikan penampilan berbeda, sayangnya aku kurang suka kalau warna gelap. Ya…meski Ibuku pingin dan masih galau, gitu. π #katanya pingin warna ceraaah, Buuuuk? π
Sesekali pakai gamis lah, Bukkk. π
3. Gamis berbahan satin.
Gamis dengan bahan satin ini sebenarnya menjadi pilihan utama karena multi guna. Buat lebaran oke, kondangan pun. Hahaha. Bahan satin ini nampak agak mengkilap dan terasa panas jika dipakai. Maka dari itu, musti pandai-pandai memilih. Pilih lah bahan satin yang berkualitas sehingga bisa nyaman saat dikenakan.
4. Gamis Putih Akasen Bunga
Gamis dengan motif bunga seolah merupakan gamis yang ngga akan pernah ada matinya. Terlebih jika memilih warna dasar putih lalu beraksen floral. Ugh, musim banget iniii.
Model seperti ini lagi-lagi terlihat sederhana, namun memberi kesan awet muda. Siapa yang ngga ingin nampak awet muda coba? Ibuku demen banget, nih. π
5. Gamis dengan ikat pinggang.
Ini agaknya cocok buat mereka yang masih belia, tapi kemarin saat browsing kami nemu model gamis dengan ikat pinggang tapi cocok buat orang dewasa. π Adanya tambahan aksen pita di gamis membuat model kian terlihat modern.
Pita yang dipakai pun bisa pita tipis, sabuk, dan pilihan lainnya. Tapi ngga tahu kenapa, aku belum percaya diri menggunakan baju dengan model pita ini. Ya maklum, sih, gue belum langsing. Hahaha.
Itulah beberapa model gamis yang kami jadikan referensi. Masih banyak model lain yang disarankan oleh mesin pencari. Apalagi kalau udah masuk toko online, ugh…bkal mabok karena banyaknya rekomendasi model. π
Melintasi gapura masuk kolam dan pemandian air hangat yang berlokasi di Desa Kalianget, Wonosobo, seorang petugas loket menghampiri kami yang mengendarai sepeda motor. Laju sepeda motor kami sengaja pelan karena ini kali pertama kami mengunjunginya.
“Kolam air dingin untuk dewasa sedang dalam perbaikan, Mas. Ini tiket masuknya Rp 3.000 per orang, ya. Rp 2.000 tiket masuk Taman Rekreasi, dan Rp 1.000 tiket parkir.” Sambil memberi informasi, petugas loket menyodorkan dua lembar tiket masuk kepada suami. Artinya, Yasmin yang saat ini berusia 2.5 tahun belum berkewajiban membayar HTM. Balita masih free.
“Ngga apa, Pak. Yang penting kami masih bisa berendam di kolam air hangat.” Jawab suami yang dari awal excitedΒ ingin berendam air hangat. Menuntaskan rasa penasaranku kepada kalianget.
Akhirnya, setelah sekian purnama hanya bisa mendengar keseruan para kerabat dan teman yang sudah nyobain kolam pemandian air hangat, akhirnya weekend lalu aku bersama Yasmin dan juga Ayahnya dapat merasakan nikmatnya berendam di air hangat sampai puas hanya dengan membayar Rp 3.000 per orang.
HTM Pemandian Kolam Renang Air Hangat, Kalianget.
Ya, kami kembali membayar tiket masuk kolam Rp 3.000 per orang di loket masuk pemandian. Ini betul-betul tiket masuk wisata yang amat ramah. Ya…meski hanya berendam atau renang, HTM di bawah lima ribu rupiah sungguh bersahabat. Namun aku ingat kalau sebelumnya sudah ditarik HTM di loket pintu masuk. Double tiket. Meski pemanfaatan HTMnya berbeda, tapi kenapa ngga satu kali penarikan saja, ya? Parkir dan HTM dijadikan satu, atau menyediakan karcis parkiran tersendiri.
Tujuan sebagian besar orang yang datang ke kolam pemandian air hangat pasti ingin renang dan berendam. Ya kalik, masuk area ini hanya mau pacalan dowang, sih. π Lagipula, taman rekreasi yang di dalamnya ada hutan kota, sepertinya belum dimanfaatkan secara maksimal. Hanya saja pendukung lain seperti ayunan, beberapa masih berfungsi dengan baik. Oiya, lagi-lagi balita masih free, bisa berendam sampai puas.
Di sini terdapat dua pintu masuk menuju kolam renang. Satu pintu berada di depan area parkir, satunya berada di samping kiri area parkir atau dekat hutan kota. Masuk ke dalam terowongan Badak, gitu. Cuma pintu bagian samping ini hanya dibuka pas hari Minggu dan ramai karena pintu utama ngga terlalu luas, pengunjung yang berpapasan harus mengalah salah satunya.
Kalau aku, sih, lebih memilih masuk lewat pintu utama karena di samping terdapat lukisan panorama obyek wisata Kabupaten Wonosobo. Gubung dan Telaga Warna, misalnya. Cakep banget buat foto-foto!
Sumber Air Panas ada di Beberapa Titik
FYI, di Kabupaten Wonosobo ada lebih dari satu sumber air panas karena Kabupaten ini tak jauh dari Dieng yang merupakan wilayah vulkanik aktif. Di daerah Manggisan yang tak jauh dari Kalianget, misalnya. Di sana juga terdapat pemandian air hangat. Sementara di daerah Dieng sendiri berada di kolam air hangat D’Qiano. Cuma bedanya, kolam pemandian air hangat Kalianget dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, sementara kolam air hangat lainnya dikelola oleh masyarakat setempat dan atau swasta.
Bermain di Kolam Renang Air DinginΒ
Lokasi antara kolam air dingin dan air hangat terpisah. Kolam air dingin berada di bagian atas, lengkap dengan fasilitas kamar ganti, kamar mandi, locker atau penitipan barang, dan penyewaan ban. Di sini juga terdapat warung yang menjajakan makanan kecil, minuman, dan tentunya makanan khas yang dapat dinikmati setelah renang. Apalagi kalau bukan Mie Instant yang bikin ketagihan. π Harga makanan di sini tergolong masih wajar, ramah kantong.
Oiya, penyewaan ban dalam Rp 3.000 per buah sampai puas. Karena ngga membawa pelampung buat Yasmin, kami pun menyewa satu ban. Dengan tiket masuk tiga ribu rupiah, fasilitas kolam anak sudah termasuk memuaskan. Ember tumpah, dan beberapa permainan di tengah kolam membuat anak-anak betah berlama-lama main di kolam. Di sekitar kolam juga kolam renang anak juga terdapat area bermain. Ngga banyak, sih, tapi cukup bikin anak-anak bahagia.
Tak hanya tempat bermain, di samping kolam renang dewasa juga terdapat lukisan 3D. Bagi kalian para pemburu feed instagram musti foto di sini! π
Berendam di Kolam Renang Air Hangat.
Kolam yang kami tuju pertama kali yaitu kolam air hangat. Memasuki area kolam air hangat, aku sempatΒ shock. “Duuuh…ini tempat wisata bukan, sih?” Batinku seketika melihat sampah berserakan dimana-mana. Padahal nih ya, sudah disediakan tempat sampah di tiap sudut. Ini siapa yang ngeselin? Pengunjung yang ngga bisa turut menjaga kebersihan dan keindahan, dong. Huh…Tapi aku lihatΒ pengunjung lain tetap nyaman menemani anak-anak renang, menunggu anak-anak, sambil ngemil, gitu.
Karena Yasmin ngga sabar untuk renang, aku melepas bajunya ngga di ruang ganti. π Beruntung di pelataran kolam terdapat beberapa bangku. Kami yang ngga menyewaΒ lockerΒ cukup terbantu dengan adanya bangku ini karena bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang-barang bawaan. Alasan kami ngga menyewaΒ locker,Β tuh, karena barang bawaan kami ngga ada yang penting. Iya, kami cuma bawa baju ganti dan beberapa lembar uang saja. Lagipula, kami berencana lebih lama di kolam air hangat, sementaraΒ lockerΒ berada di bagian atas, kolam air dingin.Β π
Kami cukup lama berendam air hangat di sini. Meski suasana sangat ramai, karena pas weekend, kami tetap menikmati dengan suka cita. Apalagi di atas kami sudah diberi semacam atap dari jaring (apa sih namanya), jadi ngga panas dan memang bikin betah berendam di air hangat. Mungkin kalau ngga ada agenda lain, kami bakal larut di sini. Masuk jam 10.00 WIB, keluar kolam jam 13.00 WIB. Bayarnya TIGA RIBU euy. NAIKIN laaah!
Bilas atau Mandi di Pancuran 3
Dan yang paling parah nih, genangan air di depan kamar mandi di area Kolam Air Hangat, bikin merinding. Ngga kebayang kalau sampai ada yang kepeleset di situ. Ya, selain genangan air, lantai di sini licin. Agak was was juga. Buat yang bawa anak, betul-betul harus didampingi karena di beberapa lokasi cukup licin, termasuk di area pemandian air pancuran. Di situ licin karena lantai sudah berlumut.
Saat itu, aku ngga melihat petugas yang berjaga di sekitar kolam. Iya, jangankan petugas kebersihan, petugas yang biasanya mengawasi pengunjung di area kolam pun tak nampak. Sepertinya minim petugas, nih.
Pemandian Kalianget Di Masa Mendatang.
Dilihat dari beberapa sisi, obyek pariwisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, khususnya Kolam Renang, terbilang standar. Aku ngga paham karena apa, mungkin anggaran dari pemerintah sangat terbatas. Termasuk anggaran untuk membiayai para pekerja, pengembangan sarana prasana, dll dll. Fasilitas penunjang untuk kolam renang pun terbilang mahal. Tak heran, jika Kolam Renang Serulingmas Banjarnegara, yang tadinya dikelola oleh Dinpar setempat, sekarang sudah menjadi BUMD dengan harapan pengelolaan dan pelayanan lebih baik sehingga berdampak pada pendapatan daerah.
Ikan paus di tepi kolam…wkwkwk
Kedepannya, untuk memaksimalkan obyek wisata, mungkin pemerintah daerah Wonosobo bisa mendatangkan investor atau melakukan cara lain supaya obyek wisata ini makin berkembang. Melihat perkembangan dunia pariwisata saat ini, menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas dan memelihara obyek wisata. Terlebih Kolam Pemandian Air di Kalianget ini juga sudah menjadi ikon Kabupaten Wonosobo. Sayang banget kalau sampai ngga dirawat dengan maksimal.
Villa Agathis Baturraden – “Ugh…yang mau enak-enak di Villa Baturraden. Bikin dedek buat Yasmin jauh amat!” Beberapa reply dari teman di status insta story membuatku geli. Dasar teman baik, bikin aku mikir keras untuk belajar rendah hati. π
Dan tau ngga, status yang aku tulis, tuh, biasa banget. “Yuhuuui…malam ini kami mau menginap di Villa sekitar Baturraden. Asyiiik.” Status gitu dowang, tapi ramai dengan prasangka-prasangka buruk. Paling menggelitik nih, ada yang do’ain kalau sampai belok ke lembah sadar, aku bakal pikun seketika. Astaghfirulloh. PadahalΒ teman sekamarku malam itu bukan pak suami lho, tapi Tante. π π π
Baturraden menjadi tujuan wisata kali ini. Bersama 14 Blogger, pada tanggal 5-6 Mei 2018 aku diberi kesempatan untuk menginap di Villa Agathis dan eksplorasi beberapa destinasi wisata yang dikelola oleh Perhutani Alam Wisata (Palawi) Unit Wana Wsiata Baturraden. Ini kali pertama aku main ke Baturraden dan menginap di Villa, biasanya hanya main saja. Jika bukan karena undangan dari Palawi, sepertinya entah kapan aku bisa menginap di Villa yang lengkap dengan ragam wisata di sekitarnya. FYI, PT. Palawi Risorsis adalah anak perusahaan dari Perhutani. Destinasi Wisata yang dikelola oleh Palawi kini makin berkembang, diantaranya yaitu Wana Wisata Coban Rondo yang berada di Malang, dan Wana Wisata Baturraden yang berlokasi di Banyumas.
Kompleks Bumi Perkemahan Baturraden…
Melewati gerbang masuk Palawi, mobil yang kami naiki berbelok ke arah kanan. Pemandangan khas alam yaitu pepohonan tinggi menjulang menemani sepanjang perjalanan menuju Villa. Aku kira perjalanan dari gerbang masuk bakal lama, tapi ternyata ngga sampai tiga menit kami sampai di Villa Agathis.Β Aaaak…akhirnya setelah melalui penjemputan yang eksklusif oleh Palawi, akhirnya seluruh Blogger bisa berkumpul di Villa Agathis. Yeeeey! Mobil pun langsung parkir tepat di depan Villa karena halaman cukup luas bisa buat parkir sampai empat mobil. π
Sejuknya udara di sekitar Villa membuatku ingin segera eksplor obyek wana wisata yang berada tak jauh dari Villa. Ada sky bike, taman labirin, dan hamparan bunga panca warna. Namun aku ingat, sesuai rundown obyek wisata yang pertama akan kami eksplor adalah Telaga Sunyi. Duduuuh…sabarr, ya. π Nah, sebelum eksplorasi wisata, aku mau review satu per satu fasilitas Villa Agathis!
Adem, yaa….
Pengalaman Menginap di Villa Agathis Baturraden.
Ruang Santai
Pertama kali melihat ruang yang berada di depan kamar, rasanya pingin langsung duduk dan bercerita dengan teman-teman Blogger yang sudah cukup lama tak bersua. Blogger dari Yogya, Mbak Dian dan Mas Yugo, misalnya. Kami terakhir bertemu saat famtrip di Banjarnegara. Pasti akan banyak obrolan jika duduk bersama di atas sofa yang sangat nyaman dan empuk. Ugh. π π
ruang tamu villa
Setting sofa di ruang ini saling berhadapan, cocok juga buat meeting a la-a la, nih. Iya, ngga hanya buat acara keluarga, Villa ini cocok buat acara bareng komunitas yang mengharuskan menginap dan butuh space untuk diskusi, apalagi sudah dilengkapi dengan dapur. Lagi-lagi karena harus taat pada rundown, aku pun mengabaikan sofa dan langsung masuk ke kamar untuk bersiap-siap kegiatan. π
Kamar
Di Villa Agathis terdapat 6 kamar membentuk letter U dengan ruang santai berada di tengah-tengah. Aku bersama Yasmin dan Tante menempati kamar nomor 5, dekat dengan dapur. Kamar dengan desain minimalis ini memiliki luas 7 meter persegi dengan satu kamar tidur ukuran queen size. Masih cukup nyaman lah untuk bobok kami bertiga. Apalagi selimutnya wangi dan tebal, tambah nyenyak tidurnya. π
Televisi, lemari pakaian, dan meja rias melangkapi fasilitas kamar. Tak hanya itu, kain batik dengan perpaduan warna cokelat putih yang menempel di papan bagian atas kamar tidur menambah kesan elegan desain kamar ini. Satu lagi, meja yang tak begitu lebar lengkap dengan kursi yang terletak di pojok kiri kamar menghadap luar jendela kaca bisa dimanfaatkan sebagai meja kerja, lho. Ya…meski di atasnya terdapat teko untuk menghangatkan air, masih ada space.
Kamar Mandi
Baturraden terkenal dengan udara dinginnya, makanya saat masuk kamar mandi dan mendapati air hangat, lega rasanya. Pastinya ngga akan ada drama malas mandi buat Yasmin. Perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo juga tersedia di dalam wadah yang menempel di dinding dekatΒ shower.
Handuk besar, tisu, sikat gigi lengkap dengan pasta gigi juga tersedia. Closet duduk, washtafel dan kaca di dalam kamar mandi juga bersih. Nyaman lah, sampai Yasmin betah banget berlama-lama di kamar mandi. π
Makanan
Villa Agathis menyediakan dapur lengkap dengan alat masak dan juga peralatan makan, namun bukan berarti kami dibiarkan masak sendiri. Eh tapi kalau dari rumah bawa bahan masakan, boleh juga, tuh. Tiap tamu yang menginap di sini berhak mendapat fasilitas satu kali makan untuk breakfast. Ada banyak pilihan menu yang bikin kangen kembali menginap di Villa ini. Salah satunya yaitu menu nasi bancakan saat makan siang.
Menu ini sungguh menggugah selera makan. Nasi, aneka sayur, lauk, sambal, tertata rapih di atas daun pisang. Aku suka banget dengan lauk ayam yang empuk, urab, dan tentunya sambal yang saat itu ludes karena cocok banget di lidah ini. Ehiya, sambal dari lombok rawit Baturraden yang endeus gandeus ini sempat menjadi topik hangat disela-sela makan siang hingga kami meninggalkan Villa. Mamahnya Kinan malah sampai minta resepnya sama Mbak Sista, Marketing Palawi yang dengan sabar melayani dan mendampingi kami tour.
Palawi juga menawarkan menu lain dengah harga mulai Rp 35.000 per porsi. Ada juga tipe prasmanan seperti menu yang disajikan untuk makan malam. Menu prasmanan ini juga anti mainstream lho, ada oseng dage kuncar dan pecak jantung. Jauh dari kesan menu mewah, tapi menambah napsu makan. Sungguh ini kali pertama aku nyobain menu seperti ini. π
Free HTM Obyek Wisata yang Dikelola Palawi
Ini fasilitas yang tak ada duanya, menginap di Villa dan mendapat free HTM obyek wisata yang dikelola oleh Palawi kan asyik banget. Udah gitu, ngga hanya satu obyek pula. Total ada 4 obyek wisata: Pancuran 7 (13k), Telaga Sunyi (13k), Taman Labirin (10k), dan Hamparan Bunga Panca Warna. Lumayan banget kalau dikalikan 10 orang, tuh. π
Untuk menikmati Villa Agathis dengan fasilitas yang sudah aku sebut di atas, cukup membayar Rp 3.400.000. Kalau dihitung terperinci jatuhnya kira-kira Rp 570.000 per kamar, tapi sudah plus free HTM obyek wisata. Cukup terjangkau, bukan? Ehya, selain Villa Agathis, masih ada 2 Villa yang ditawarkan oleh Palawi Baturraden. Yaitu Villa Accacia dengan 4 kamar harga Rp 3.400.000 dan Villa Ebony dengan 14 kamar harga Rp 9.400.000.
Terima kasih Mbak Sista, Mas Fajar, Pak Arief, dan all crew Palawi yang telah memberi kenangan dan pengalaman baru pada kegiatan Bloggers Goes To Palawi, 5-6 Mei 2018. Sukses terus buat Palawi, ya.
Ramadan Ekstra Bikin Bahagia – Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata Ekstra? Ada rasa bahagia, kan? Kalau aku, sih, iya. Karena arti kata ekstra menurut kamus yaitu tambahan di luar yang resmi. Gimana? Bahagia pastinya kalau bisa dapat tambahan. Apalagi tambahan itu datang di waktu yang tepat. Seperti Ramadan ekstra. Kan bahagia pakai banget. π
Menjelang bulan suci umat muslim, ada semacam rutinitas yang harus aku lakukan di luar ibadah. Adalah belanja! π Belanja kebutuhan harian ketika ramadhan rasanya lebih istimewa dibandingkan dengan hari biasa. Baru membuat daftar barang yang mau dibeli saja, bahagia rasanya. Benar, ngga? Terlebih sekarang ada toko online yang dengan baik membuat program bertajuk Ramadan Ekstra. Ugh… π
Toko online bernama Tokopedia, dengan bangga menawarkan berbagai macam kebutuhan selama bulan suci dengan harga lebih hemat dari biasanya. Kalau udah gini, siapa yang menolak dikasih Ramadan Ekstra a la Tokopedia? Hayook…tunjuk jari telunjuk! π
Para pelanggan setia Tokopedia (Topers) harus tahu, bagaimana untuk dapat belanja lebih hemat kebutuhan bulan Ramadan dengan program Ramadan Ekstra.
Berikut aku kasih tahu tiga tip untuk mendapat Ramadan Ekstra di Tokopedia.
Membandingkan Harga Antar Toko.
Topers pasti paham kalau Tokopedia memiliki banyak toko online berkualitas, kan. Nah, jika kamu punya barang idaman di sana, ada baiknya membandingkan barang tersebut dari toko satu dengan toko lainnya sebelum fix membelinya. Misalnya Mukena Katun, nih. Ada ribuan toko online yang direkomendasikan oleh Tokopedia. Cari yang sekiranya harga lebih di bawah, namun kualitas tetap bagus. Jangan lupa terlebih dahulu baca deskripsi pada barang yang akan dibeli.
Ramadan Ekstra, Beli Produk Dari Kreator Lokal.
Naaah ini, nih, godaan banget. Entah karena sok atau memang terbiasa menggunakan produk branded atau bermerek, kalau mencari produk di tokopedia pasti berdasarkan merek. Ya, kaaaan? Padahal produk-produk lokal sebenarnya juga ngga kalah bagus dari segi kualitas. Apalagi sekarang Tokopedia, memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal.
A post shared by GENPI BANJARNEGARA (@genmilebnr) on
Ingat, produk kreasi dari kreator lokal hadir dengan kualitas bersaing, namun dengan harga ramah kantong. Hyaaa…itung-itung ikut bantu produk lokal.
Cari Toko Online TerdekatSaat Berbelanja
Ini tak boleh dilupakan saat berbelanja online. Ya, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilih lah toko online yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal kamu supaya bisa menghemat ongkir. Di Tokopedia, Topers dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.
Yuk…cari-cari di toko lain juga, Tokopedia!
Hal lain yang juga perlu diperhatikan terkait biaya yaitu metode pengiriman dan cara pembayaran. Bandingkan antar jasa pengiriman barang, ya!
Manfaatkan Promo dan Diskon di Ramadan Ekstra.
Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran dalam berbelanja online. Nah, di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi Topers untuk menikmati bulan Ramadan dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan. Ugh…promo dan diskon di toko online selalu menggiurkan. Waspadalaaaah! π
Dengar kata diskon dan promo, bawaannya pingin lari…
Dengar-dengar, Tokopedia akan memberi kejutan pada 25 Mei. Artinya, audah ada program ramadan ekstra, dan ini akan ditambah lagi ekstranya. Dobel ekstra layaknya festival belanja online βBlack Fridayβ. Sebagai pelanggan setia Tokopedia, aku berharap ada deal-deal di waktu tertentu saat ramadan nanti. Tapi jangan menjelang bedug maghrib atau imsyak, soalnya pasti lagi riweh banget! Waktu yang tepat mungkin jam istirahat antara jam 11.00-14.00 WIB atau malam hari jam 20.00-22.00 WIB. Maunyaaaaaaaaaa. π
Omong-omong, apa yang kamu inginkan di Ramadan Ekstra a la Tokopedia tahun ini? Sharing laaah. π