Pindah Tidur Karena Piala Dunia, Duh!

Wahai para perempuan di dunia, kuatkan mental kalian. Tak lama lagi piala dunia bakal dimulai. Siapkan stok sabar sebanyak-banyaknya.” Ciutan yang aku baca di timeline sukses membuatku ketawa. Ini beneran nostalgia zaman SMA, ya. *eh* Dan itu ada benarnya, kalau sampai ngga sabar dan kuat mental hanya karena piala dunia, tiap hari bakal ribut terus sama pacar, tuh. Apalagi buat tipe cewek yang tiap jam harus ditelpon, tiap ngirim chat harus segera dibalas, bakal gempar euy!

Rasa-rasanya baru kemarin di Twitter ramai ciutan tentang kesiapan para perempuan yang tak lama lagi akan sering “ditinggal” pasangannya karena Piala Dunia. Eeh…tau-tau sekarang sudah masuk delapan besar. Padahal aku belum ikut ngetawain mereka yang statusnya masih pacaran tapi ikut drama, dan keliatan lebih drama dari yang sudah bersuami. πŸ˜€

Bagi perempuan yang ngga begitu suka dengan olahraga sepak bola seperti aku, hadirnya event yang digelar empat tahun sekali ini kadang menjadi moment yang menyebalkan. Tau sendiri lah, laki kalau sudah nonton bola biasanya bakal betah duduk berlama-lama di depan televisi. Belum mulai saja sudah siap banget di depan teve. Kalau lagi semangat, belum mulai pertandingan biasanya nyiapin camilan, atau kopi buat teman nonton. Giliran selesai pertandingan, mereka masih nyempetin banget membahas hasil pertandingan bareng teman-temannya. Asli, ini pengalaman gue yang paling mengenaskan. πŸ˜€

Tentang piala dunia, aku jadi ingat sama cowok yang dulu suka minta ditemani nonton bola sampai selesai pertandingan. Grrr…ini cowok hadir sebelum Ayahnya Yasmin lahir. *sekarang udah kakek-kakek, dong.* Hahaha. Sumprit, dari sore sampai malam yang dibahas adalah pertandingan sepak bola. Paginya juga masih ngomongin para pemain yang katanya staminanya menurun lah, tendangannya ngga bagus, kurang latihan, dll dlll. Seolah-olah dia jago banget nendang bola sampai gawang, padahal ya memang jago, sih. πŸ˜›

Aku kira obrolan tentang piala dunia yang dibahas saban jam sudah menjadi hal yang paling menyebalkan. Tapi ternyata ada yang lebih menyebalkan, yaitu nonton bola di rumah teman atau tetangga yang pada akhirnya sampai menginap karena saking asyiknya nonton bareng. πŸ˜† Ini ngeselin banget karena akhirnya gue sering ditelantarin. Banyak banget alasan yang mengharuskan dia nonton bareng. Entah saluran televisi diacak, berebut acara teve, atau alasan lain yang lebih kuat.

Eh, tapi itu dulu, zaman belum banyak ponsel pintar dan paket data. Kalau sekarang, tuh, sepertinya jarang pada nonton bareng di rumah tetangga atau teman. Para pecinta sepak bola lebih memilih nonton di rumah sendiri meski ngga seramai nobar. Kendala yang mungkin terjadi, saluran televisi diacak.

Saat ini, ada banyak cara untuk menonton piala dunia. Semisal channel televisi diacak sampai menyebabkan acara pertandingan piala dunia ngga muncul, kamu bisa membeli paket nonton piala dunia. Paket yang aku maksud yaitu paket data untuk nonton piala dunia secara sreaming. Paket data yang dijual juga terjangkau, mulai dari Rp 89 ribu langsung bisa menikmati seluruh pertandingan piala dunia tanpa batas dan ngga ada lagi cerita cowok pindah tidur hanya karena piala dunia, duuuuuuh!

Amrina Gallery, Destinasi Wisata Instagramable yang Menyenangkan

Tahun ini banyak bermunculan destinasi wisata baru di Banjarnegara. Mulai dari wisata alam yang dikembangkan menjadi wisata berbasis petualang seperti Igir atau Bukit, sampai dengan wisata belanja. Pertumbuhan dan perkembangannya pun makin pesat seakan tak ingin ketinggalan dengan pariwisata dari Kabupaten lain yang terus berinovasi.

Merasa mempunyai karakter yang unik, Bu Ina, sapaan akrab pemilik Amrina Gallery, turut membuka dan mewarnai ragam pariwisata di Banjarnegara. Amrina Gallery bisa dibilang destinasi wisata kekinian dengan konsep hampir 80% menawarkan spot foto instagramable yang saat ini sedang digandrungi para generasi millenial.

Berangkat dari hobi mengkoleksi barang-barang antik dan juga pakaian, mantan pramugari tersebut membuat galeri dan butik di rumahnya yang beralamat di Jl. Sunan Gripit No. 7, tepatnya 50 meter utara pertigaan Gayam. Ancer-ancernya yaitu dari pertigaan gayam atau lampu merah, ke utara.

Tak hanya itu, Bu Ina juga membuat cafe dengan konsep kekinian, baik dari sisi tempat maupun penyajian menu. Cafe ini masih berada dalam satu lokasi, hanya saja konsepnya out door dan didukung dengan beberapa spot foto menarik.

Nah, berikut tampilan Amrina Gallery dari berbagai sisi dan pasti akan menggugah jiwa narsis kamu.

AMRINA GALLERY

Daya tarik utama wisata Amrinya Gallery tentunya ada pada galerinya. Ya, galeri yang berisi koleksi benda-benda antik ini akan menjadi pusat perhatian saat kamu masuk kompleks Amrina Gallery. Seluruh koleksi tersebut berada di dalam sebuah joglo yang berada di belakang rumah owner.

Seperti bangunan Joglo pada umumnya, dinding-dinding rumah yang terbuat dari kayu jati ini terlihat sangat menarik. Terlebih desainnya nampak elegan dan kekinian. Dari depan joglo, galeri ini bisa dijadikan latar belakang foto yang tak ada duanya. Pun dengan samping kiri galeri, penambahan bunga dan pepohonan hijau membuat kamu bakal betah mencari konten foto di sini.

Saat masuk ke galeri, kamu akan menjumpai benda-benda antik hasil koleksi dari owner Amrina Gallery. Ada lesung, pawon yang lengkap dengan perabotan masak zaman dulu, sepeda onthel, tokoh pewayangan dan masih banyak koleksi lainnya. Di sini kamu dapat foto dengan benda koleksi yang ada sebagai properti foto, dengan catatan tetap menjaga utuh benda-benda tersebut.

FYI, galeri ini merupakan satu-satunya galeri di Banjarnegara yang menampilkan koleksi benda atik milik pribadi. Untuk masuk sini, kamu akan dikenai biaya Rp 3.000 per orang. Kamu juga bisa sewa baju lawas untuk berfoto di sekitar gallery dengab biaya sewa baju Rp 15.000 per orang.

AMRINA BUTIK

Berawal dari hobinya yang suka belanja -ini beneran horang kaya-, kadang ada beberapa baju yang dibeli tapi ngga terpakai. Ketimbang cuma jadi pajangan, Bu Ina pun membuka butik sebagai pelengkap wisata Amrina. Tak hanya baju dan kain batik koleksinya, Amrina Butik juga selalu update stok baju.

Ketika mendengar kata butik, pasti kamu akan berpikir tentang mahalnya harga baju. Ya, kan? Mungkin itu butik sebelah, berbeda dengan Amrina Butik yang menawarkan koleksi baju mulai dari harga Rp 50.000. Haaah…emang ada baju 50 ribu di butik? Eeng…ngga usah kaget, gitu. Butik ini bisa dibilang untuk semua kalangan. Pun dengan modelnya, mulai untuk remaja, sampai tante-tante yang girang shoping. Lengkap!

Berada di ruang depan, kamu dapat melihat beragam koleksi baju dan kain dengan harga terjangkau dan kualitas premium.

AMRINA CAFE

Di Banjarnegara, konsep cafe dengan tempat yang instagramable dan penyajian makanan yang unik hanya bisa kamu temui di Amrina Cafe. Penyajian Mie Kuah, misalnya. Di sini kamu ngga akan menjumpai mie kuah dalam mangkuk karena penyajiannya menggunakan Batok.

Penggunana Batok sebagai tempat saji ini ngga serta merta sebagai pembeda dalam penyajian menu makanan, namun sekaligus memperkenalkan produk UKM Kabupaten Banjarnegara tepatnya dari Desa Berta, Kecamatan Susukan yang memproduksi aneka macam kerajinan berbahan dasar batok.

Tak hanya Mie Kuah dalam Batok, Sphagetti Carbonara yang biasanya disajikan dengan plating yang elegan, di sini penyajiannya justeru lebih sederhana yaitu menggunakan piring seng motif daun khas zaman dulu. Unik, bukan? πŸ˜‰

Selain penyajian, konsep tempat duduk yang disediakan, tuh, ramah banget buat foto-foto. Di sebelah selatan, misalnya. Terdapat satu set tempat duduk lengkap dengan koleksi payung dari Bali. Jika bisa mengambil angle foto, kesannya sedang makan di Pulau Dewata, lho. πŸ˜€ Lalu, di sebelah barat juga masih ada tempat duduk yang lucu banget buat foto-foto. πŸ˜‰

Oiya, menu utama Amrina Cafe adalah Spaghetti. Kamu ngga usah ragu untuk memesan menu di sini karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai Rp 10.000 per porsi. Selain Spaghetti dan Mie Kuah, kamu juga HARUS BANGET nyobain ayam petis, ya. Selain jenis ayamnya adalah ayam kampung dengan daging yang empuk, petisnya gurih banget dan bikin kangen!

CAMILAN

Buat kamu yang kurang suka makanan berat karena sudah kenyang atau berat badan sudah beraaat, kamu bisa memesan camilan di sini. Iya, ke Amrina Cafe cuma pesan camilan, tuh, ngga apa-apa karena di sini juga menyediakan aneka camilan.

Biasanya kalau ngedate, gitu, kan suka malas makan, ya. Pinginnya ngemil saja, tapi yang banyaaaaak. πŸ˜€ Kamu bisa pesan pisang goreng bertabur keju, mendoan, atau camilan lain yang tersedia di daftar menu. Harga camilan di Amrina Cafe mulai dari Rp 5.000 per porsi. Murah meriah banget!

SPOT FOTO

Ini, nih, yang lagi digandrungi kaum millenial. Adalah wisata yang menawarkan spot selfie. Selain Cafe, Butik, dan Galeri, Amrina juga menawarkan spot selfie yang ngga bakal kamu dapat di tempat lain.

Dengan konsep wisata yang kekinian, sebenarnya tiap sudut Amrina Gallery mengandung KONTEN. Iya, dari kamu masuk kompleks Amrina Gallery, di depan butik terdapat dinding yang diisi dengan berbagai jenis bunga tempel. Kemudian lanjut menuju bagian tengah terdapat mural yang didesain oleh Mas Ade, seniman muda berbakat dari Mandiraja, Banjarnegara.

Mural di sini terbagi menjadi beberapa obyek dalam satu dinding, yaitu suasana cafe, jalanan yang dilengkapi gerobak sapi, angkringan dan kucing, tugu yogyakarta, gerobak dawet ayu dan candi arjuna.

Obyek ini masing-masing memiliki filosofi, selain turut mengenalkan obyek wisata dan kuliner khas Banjarnegara, Bu Ina juga tetap menyisipkan tugu Yogya sebagai ikon Kota Yogyakarta yang mana kota tersebut turut memberi andil bagi keluarganya. Semacam ada kenangan yang susah dilupakan di kota tersebut. Pun dengan kucing yang di angkringan karena keluarga Bu Ina adalah pecinta hewan manis berkumis. πŸ˜€

FASILITAS

Kurang lengkap rasanya jika sudah mengumbar mesra hubungan, tapi ngga membeberkan tanggal akad. Iyaa…takut cuma mesra-mesraan dowang, tapi ngga dikawinin, syakiiitnyaaaaa. πŸ˜€

Ulangi lagi!

MUSHOLA AMRINA
Mushola….

Kurang lengkap rasanya jika sudah membeberkan segala obyek wisata dengan bombastis, namun ternyata fasilitas umumnya NOL! Ini kadang bikin geleng-geleng kepala. Kabar baiknya, nih, fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan Wi-Fi yang super kenceng bisa kamu dapat di sini. Hanya saja, tempat parkirnya masih terbatas. Untuk kedepannya, semoga owner Amrina dapat memperluas halaman parkir, ya.

Disaat banyak obyek wisata mengusung tema vintage dan atau minimalis untuk bangunannya, Amrina Gallery justeru menawarkan bangunan dengan konsep lawas namun tetap kekinian. Berani menjadi pembeda, bukan?

Things to do in Banjarnegara? Lets go to Amrina Gallery!

Notes: sebagian foto di atas hasil jepretan @jeimifa dan @roisardian

AMRINA GALLERY, BOUTIQUE, AND CAFE

Jl. Sunan Gripit No. 7 (50 meter utara pertigaan gayam)

Jam Buka: 09.00-21.00 WIB

Reservasi:Β +62 813-3848-1633

Petualangan di Wana Wisata Baturraden

Petualangan di Wana Wisata Baturraden – “Kamu beneran mau ikut trekking dengan gendong Yasmin? Jauh, lho.” Pungky beberapa kali meyakinkan aku perihal trekking. Dia memang lebih paham medan yang akan dilewati karena cukup sering main ke obyek wisata di sekitar Baturraden. Aku pun menjadi ragu, galau, bingung, dan sejenisnya. Apalagi Suami yang harusnya sudah datang sejak jam 05.00 WIB, belum juga berkabar.

Eh bentar, ini ada drama sebelum ikut tour

Beberapa kali aku sempat berkomunikasi dengan Suami, namun setengah-setengah karena signal di Villa ngga stabil. Antara tetap stay di Villa bareng Pungky dan Jiwo, atau ikut tour. Sungguh pilihan yang sungguh berat. Terlebih Mas Topan sempat bilang bahwa, untuk sampai ke beberapa obyek harus melewati anak tangga yang jumlahnya tak sedikit. Ugh…ini bikin deg-degan makin kencang, dan lutut lunglai seketika. Hahaha.

Dengan clue terakhir yang aku sampaikan ke Suami yaitu Bumi Perkemahan Baturraden, akhirnya dia sampai Villa jam 06.00 WIB dengan segala perjuangannya. Alhamdulillaah…satu-satunya harapan datang juga di hari kedua acara Bloggers Goes To Palawi.

Petualangan di Wana Wisata Baturraden.

Telaga Sunyi

Keseruan hari pertama aku rasakan bersama teman-teman blogger saat diajak tim Palawi menuju obyek wisata yang tak jauh dari penginapan kami yaitu Villa Agathis atau kompleks Bumi Perkemahan Baturraden. Adalah Telaga Sunyi.

Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil dan membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit dari penginapan. Dari tempat parkir, kami hanya berjalan kurang lebih 500 meter untuk sampai Telaga. Legaaa rasanya, tanpa suami mah aku bisaaaaa. Wkwkwk

Telaga dengan air yang sangat jernih ini rekomended banget buat kamu yang suka diving dan cliff jumping. Beberapa teman Blogger yang jago renang juga pada terjun merasakan dunginnya air telaga yang punya kedalaman kurang lebih 2 meter. Brrr… πŸ˜†

Telaga yang cukup luas ini juga menyediakan ban dalam. Jadi jangan takut jika kamu ngga bisa renang. Dengan membayar tiket masuk Rp 15 ribu, kamu bisa renang sepuasnya sampai kulit keripuut. πŸ˜€

Hari kedua kegiatan Bloggers Goes To Palawi yaitu jelajah obyek wisata yang dikelola oleh PT. Palawi Risorsis Unit Wana Wisata Baturraden. Sesuai rundown, jam 5.30 WIB seluruh Blogger harus sudah menyiapkan diri untuk tour. Mbak Sista dan crew Palawi sengaja mengagendakan waktu sebelum matahari terik karena rencananya tour akan dimulai dari Villa dengan trekking melalu hutan-hutan, gitu. Namun pada kenyataannya, kami baru siap jam 06.30 WIB.

Trekking dimulai dari Villa Agathis menyusuri hutan dan nyeberang kali yang airnya surut. Beruntung Baturraden ngga hujan, akses jalan pun mudah karena tanah ngga becek. Kebayang kalau becek, ya, pacet bakal berkeliaran dimana-mana. πŸ˜€

HUTAN TREKKING
Trekking lewat hutan gini…

Trekking kali ini aku memilih jalan santai dan selalu berada di belakang bareng Tante, Ella dan Rois. Beneran sebagai kaum tertinggal karena dikit-dikit capek. Hahaha. Salut sama dua crew pendamping kami yang dengan sabar mendampingi. Yaa…meski sebenarnya ada rasa gemas pastinya. Hahaha.

Dan berikut tujuan wisata yang bikin aku lupa medan trekking saking senangnya mendapati obyek wisata yang tak biasa.

Pancuran 3 (Telu)

Ternyata untuk sampai Pancuran 3, tuh, butuh perjuangan banget. Harus susur hutan yang jauhnya serasa 3km, ini ngga berlebihan, lho. Atau malah lebih, ya. Hahaha. Selain itu, harus melewati anak tangga yang jumlahnya ngga sedikit dan terus menanjak. Ngos-ngosan banget, sampai ditawari mendoan sama Mbak Dev saja ngga bisa menerima. Padahal kan kesukaan banget. πŸ˜€

Aku baru tahu, ternyata Pancuran 3 masih satu lokasi dengan Lokawisata Baturraden, tepatnya ada di atas lokawisata. Hanya saja beda pengelola, jadi harus kembali membayar tiketing lagi untuk bisa masuk Pancuran 3. Buat kalian yang ngga demen trekking atau susur hutan, mending naik kendaraan saja menuju lokawisata Baturraden, baru lah melanjutkan perjalanan ke Pancuran 3. Dari lokawisata ini jalannya ngga sampai 1km, kok. Dekeeet bangettt!

Aliran air berbentuk pancuran yang berjumlah tiga berada di kanan kolam pemandian. Aku cukup melihat dari kejauhan karena ngga ada niat mandi di sini. Lalu, aku naik ke area kolam pemandian dan ada beberapa orang yang sedang berendam. Ini agak menggoda, apalagi di samping kolam ada Bapak-bapak yang menawarkan pijat belerang. Kan jadi pingin. πŸ™

Sambil menunggu Tante yang lagi beli Pisang Goreng di warung sekitar Pancuran 3, aku mendekat ke petilasan Mbah Tapa Angin. Konon katanya, di sini salah satu tempat pertapaannya. dia seorang penyebar agama Islam yang berasal dari Turki bernama Syeh Maulana Magribi.

Tak lama kemudian, kami kembali melanjutkan perjalanan ke Pancuran 7 yang katanya masih jauh banget sambil ngemil gorengan. Eeeh…kali ini udah punya napsu makan, ngga seperti tadi. Sampai minta mendoan yang saat itu ada di tangan Mbak Olip. ?

Pancuran 7 (Pitu)

Aku kira tanjakan menuju Pancuran 3, tuh, sudah termasuk ekstream. Tapi ternyata belum ada apa-apanya jika dibanding dengan tanjakan menuju Pancuran 7. Hahaha. Iyaaa…setelah susur hutan, kami kembali melewati anak tangga yang jumlahnya puluhan. Ngga langsung banyak, sih. Bertahap, gitu. Tapi tetap saja bikin ngos-ngosan. πŸ˜›

Kali ini petualangannya lebih greget karena sempat ada pacet menyerang punggung kaki, tapi aku ngga kerasa. Pas ketahuan itu beneran pacet, aku minta tolong kepada Mas pemandu untuk melepasnya. Beruntung aku ngga pakai kacamata, jadi ngga lihat pacet yang nempel di kaki. Geli banget kalau sampai lihat. πŸ˜€ Dan bekas isapan pacet langsung aku tutup dengan tisu yang aku beli di warung sebelum Pancuran 7. Iya, selain jajan dan minuman, di tengah hutan ada warung yang menjual tisue. Penjualnya berpengalaman, ya.

Pengalaman perjalanan paling mengesankan yaitu ketika sampai hutan yang bisa dibilang rest area. Di sini kami beristirahat dengan disambut sajian Badèg atau air nira dan juga serabi yang menul-menul. Setelah trekking jauh, meneguk segelas nira, dan makan serabi sungguh nikmat. Ngga hanya itu, Mbak Sista juga sudah menyiapkan Nasi yang dibungkus dengan daun jati (Nabuti) untuk sarapan kami. Mengasyikan.

Usai bersantai, sarapan, dan gegoleran di atas tikar, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pancuran 7. Ya, ternyata masih harus berjalan lagi. Bedanya kali ini treking sedikit dimanjakan. Kami dijemput mobil dari Palawi.

Untuk sampai Pancuran 7 hanya membuthhkan waktu 5 menit dari rest area tadi. Namun setelahnya kami kembali trekking dengan jalur yang lumayan. Tak masalah, sih, karena trekking kali ini juga terbayar dengan suguhan obyek wisata yang mewah. Yaitu pancuran 7 yang begitu eksotis. Aliran air hangat di obyek wisata ini membuat kami betah. Apalagi ada pijat belerang, kuliner pecel dan sate di lokasi ini. Dengan membayar HTM Rp 15 ribu, beneran dimanjakan dengan fasilitas pendukung. πŸ˜‰

Sky Bike dan Hamparan Bunga Panca Warna

Eksplorasi wana wisata Baturraden hari kedua selain ke Pancuran 3 dan 7, kami juga diajak merasakan sensasi naik sepeda melayang atau sky bike dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Ini pengalaman pertamaku naik sepeda di atas ketinggian dan tanpa genjot. πŸ˜†

Jarak dari titik awal sepeda sampai pemberhentian kira-kira 2 meter, sungguh jarak ini terasa 1km karena di atas sepeda hanya bisa tegang dan tegang banget. Padahal operator sudah memintaku untuk rileks, tapi tetap saja susah. Teman-teman yang berada di bawah atau yang sedang mengambil dokumentasi terus bersorak ketika sedang ada yang naik sky bike. Ini bersorak bukan untuk menyemangati, melainkan menggoda. Selain deg-degan saking ngga bisa tenang, keringat dingin juga keluar. Pun operator yang mendampingi, mengantar kami sampai finish,Β dari bawah ngos-ngosan dan keringat gobyos!

Buat kamu yang sudah sampai kawasan wisata Palawi musti nyobain naik sky bike, supaya pengalaman wisatanya lengkap. Cuma bayar Rp 20 ribu per orang. πŸ™‚ Setelahnya kamu bisa berfoto-foto di taman bunga yang berada dalam satu lokasi.

Taman Labirin

TAMAN LABIRIN BATURRADEN
Taman Labirin Baturraden…

Sebelum acara Blogger Goes To Palawi berakhir, kami juga menjajal obyek wisata yang lagi banyak diserbu pengunjung, khususnya mereka yang mengambil paket outbound di sini. Ya, selain Villa, dan Obyek Wisata, Palawi juga menawarkan paket olah raga outbound.

Pada sesi ini, kami terbagi menjadi beberapa tim. Games kali ini memperebutkan hadiah rahasia dari Palawi, makanya jangan heran kalau suamiku serius banget tanpa melihat isterinya yang lari ke sana sini sambil gendong si kecil. Wkwkwk Pokoknya komitmen, dan persaingan ketat. Rute taman labirin ini ngga begitu membingungkan karena sebelumnya kami sudah mencoba untuk menghafalnya. #ups Tapi cukup bikin ngos-ngosan saking luasnya taman.

Kamu bisa juga bertualang di taman labirin tanpa mengambil paket outbound. Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang, kamu bisa kejar-kejaran dengan selingkuhan sampai puaaaas! #eh

Makan Malam dan Api Unggun

Malam hari di Baturraden, jangan ditanya dinginnya seperti apa. Villa tempat kami menginap pun ngga memberi fasilitas AC karena di sini sudah terlalu sejuk. Makanya aktivitas api unggun ini sangat cocok dilakukan di sini, apalagi ditambah suguhan jagung bakar, mendoan, dan makan malam dengan menu khas Palawi.

Selain Nabuti, Palawi juga menawarkan menu makan malam dengan lauk yang tak biasa. Ada berbagai macam menu yang ditawarkan dan malam itu kamiΒ makan dengan lauk ikan mujahir, pecak jantung, oseng dage kuncar, dan sambel terasi. Sungguh ini pengalaman pertamaku makan oseng dage kuncar dan baru tahu kalau kuncar itu sedap juga dioseng. πŸ˜€ Jyaan…orang desa tapi tetap kagum dengan menu a la desa. πŸ˜‰

Makan malam berbalut api unggun ini ngga sekadar makan dan hore-hore dowang. Pihak Palawi memanfaatkan moment ini untuk berbagi informasi seputar PT. Palawi Risorsis dan Wana Wisata Baturraden. Tak hanya itu, mereka juga mengadakan sesi perkenalan sesama Blogger dan jugaΒ crewΒ Palawi. Yaa…meski beberapa sudah saling kenal, tapi di sini perkenalannya lebih personal lagi. πŸ˜‰

Oiya, paket makan malam dan api unggun bisa kamu dapat bila menginap di Villa milik Palawi. Namun dengan catatan, kamu harusΒ requestΒ terlebih dahulu karena paket ini ngga termasuk include penginapan.

Bertualang selama dua hari satu malam di Baturraden kali ini memberi kesan yang berbeda. Banyak pengalaman baru yang aku dapat. Setidaknya aku tahu bahwa, Baturraden ngga hanya punya Lokawisata saja, tapi banyak obyek wisata yang lebih menarik dan bikin betah. Semua ini dilengkapi dengan Villa, Camping ground, MICE, dan Outbound area.

Terima kasih atas sambutan yang baik, pelayanan yang luar biasa, dan pengalaman yang berharga. Terima kasih, Palawi. Terima kasih Mbak Sista, Pak Arif, dan Mas Fajar. Terima kasih juga buat para guide atau operator yang dengan sabar mendampingi perjalanan kami. πŸ˜‰

Baca juga tentang Villa Agathis Baturraden.

Notes: sebagian besar foto-foto di atas hasil jepretan Mbak Wening, Rizki, Mas Pradna, Mbak Dian dan Mas Yugo. Makasih atas foto-foto kecenya. Hug hug hug!

Baju Gamis Kembaran, Kenapa Tidak!

Obrolan paling seru ketika ramadan sudah berjalan setengah putaran yaitu tentang kue dan baju untuk lebaran. Dua hal ini seperti harus ada ketika lebaran. Dan persiapan paling ribet yaitu baju lebaran.

Kenapa paling ribet? Kalau kue bisa dibeli tanpa banyak pertimbangan. Sementara baju lebaran, kadang banyak hal yang menjadi pertimbangan atau bahkan perdebatan. Apalagi kalau pingin kembaran tapi dari sisi body saja beda jauh. Gimana ngga bikin kesal coba? πŸ˜€

Lebaran kali ini, Ibu pingin beli gamis kembaran dengan warna cerah. Aku sebagai anaknya yang punya kulit gelap setuju banget. Namun dengan perbedaan postur tubuh kami, nampaknya akan susah untuk mendapat sesuai dengan keinginan, tepatnya untuk lingkar dada dan tinggi badan. Intinya gue lebih wow ketimbang Ibu. Ada, sih, dengan pilihan sesuai ukuran, L atau XL, misalnya. Tapi tetap saja harus teliti sebelum membeli supaya sesuai, termasuk model gamis.

Nah, berikut beberapa model gamis yang kami inginkan sesuai dengan referensi yang telah kami dapat.

1. Gamis berwarna pastel polos.

Warna pastel kini sedang menjadi warna favoritku. Gamis warna pastel polos sepertinya ngga cerah dipakai. Alasan memilih warba ini salah satunya ntuk menunjukkan sisi keanggunan. Hahaha.

Setelah mendapat warna pastel, selanjutnya dipadukan dengan khimar atau hijab warna senada. Dengan ini kayaknya penampilan kami nampak sederhana namun tetap cantik. Uhuuuy.

2. Gamis model abaya.

Gamis dengan model abaya menjadi baju gamis wanita modern yang sedang cukup populer saat ini. Umumnya abaya ini warnanya hitam dengan beberapa hiasan di bagian tangan atau dada. Meski begitu, aksen dan detailnya pun ngga terlalu ramai.

Modelnya seperti dress biasa, namun sedikit ada perbedaan dengan gamis pada umumnya. Abaya menjadikan penampilan berbeda, sayangnya aku kurang suka kalau warna gelap. Ya…meski Ibuku pingin dan masih galau, gitu. πŸ˜€ #katanya pingin warna ceraaah, Buuuuk? πŸ˜›

TELAGA SUNYI BATURRADEN
Sesekali pakai gamis lah, Bukkk. πŸ˜€

3. Gamis berbahan satin.

Gamis dengan bahan satin ini sebenarnya menjadi pilihan utama karena multi guna. Buat lebaran oke, kondangan pun. Hahaha. Bahan satin ini nampak agak mengkilap dan terasa panas jika dipakai. Maka dari itu, musti pandai-pandai memilih. Pilih lah bahan satin yang berkualitas sehingga bisa nyaman saat dikenakan.

4. Gamis Putih Akasen Bunga

Gamis dengan motif bunga seolah merupakan gamis yang ngga akan pernah ada matinya. Terlebih jika memilih warna dasar putih lalu beraksen floral. Ugh, musim banget iniii.

Model seperti ini lagi-lagi terlihat sederhana, namun memberi kesan awet muda. Siapa yang ngga ingin nampak awet muda coba? Ibuku demen banget, nih. πŸ˜€

5. Gamis dengan ikat pinggang.

Ini agaknya cocok buat mereka yang masih belia, tapi kemarin saat browsing kami nemu model gamis dengan ikat pinggang tapi cocok buat orang dewasa. πŸ˜† Adanya tambahan aksen pita di gamis membuat model kian terlihat modern.

Pita yang dipakai pun bisa pita tipis, sabuk, dan pilihan lainnya. Tapi ngga tahu kenapa, aku belum percaya diri menggunakan baju dengan model pita ini. Ya maklum, sih, gue belum langsing. Hahaha.

Itulah beberapa model gamis yang kami jadikan referensi. Masih banyak model lain yang disarankan oleh mesin pencari. Apalagi kalau udah masuk toko online, ugh…bkal mabok karena banyaknya rekomendasi model. πŸ˜‰

Berendam di Kolam Pemandian Air Hangat Kalianget, Wonosobo

Melintasi gapura masuk kolam dan pemandian air hangat yang berlokasi di Desa Kalianget, Wonosobo, seorang petugas loket menghampiri kami yang mengendarai sepeda motor. Laju sepeda motor kami sengaja pelan karena ini kali pertama kami mengunjunginya.

“Kolam air dingin untuk dewasa sedang dalam perbaikan, Mas. Ini tiket masuknya Rp 3.000 per orang, ya. Rp 2.000 tiket masuk Taman Rekreasi, dan Rp 1.000 tiket parkir.” Sambil memberi informasi, petugas loket menyodorkan dua lembar tiket masuk kepada suami. Artinya, Yasmin yang saat ini berusia 2.5 tahun belum berkewajiban membayar HTM. Balita masih free.

“Ngga apa, Pak. Yang penting kami masih bisa berendam di kolam air hangat.” Jawab suami yang dari awal excitedΒ ingin berendam air hangat. Menuntaskan rasa penasaranku kepada kalianget.

Akhirnya, setelah sekian purnama hanya bisa mendengar keseruan para kerabat dan teman yang sudah nyobain kolam pemandian air hangat, akhirnya weekend lalu aku bersama Yasmin dan juga Ayahnya dapat merasakan nikmatnya berendam di air hangat sampai puas hanya dengan membayar Rp 3.000 per orang.

HTM Pemandian Kolam Renang Air Hangat, Kalianget.

Ya, kami kembali membayar tiket masuk kolam Rp 3.000 per orang di loket masuk pemandian. Ini betul-betul tiket masuk wisata yang amat ramah. Ya…meski hanya berendam atau renang, HTM di bawah lima ribu rupiah sungguh bersahabat. Namun aku ingat kalau sebelumnya sudah ditarik HTM di loket pintu masuk. Double tiket. Meski pemanfaatan HTMnya berbeda, tapi kenapa ngga satu kali penarikan saja, ya? Parkir dan HTM dijadikan satu, atau menyediakan karcis parkiran tersendiri.

PEMANDIAN KALIANGET

Tujuan sebagian besar orang yang datang ke kolam pemandian air hangat pasti ingin renang dan berendam. Ya kalik, masuk area ini hanya mau pacalan dowang, sih. πŸ˜€ Lagipula, taman rekreasi yang di dalamnya ada hutan kota, sepertinya belum dimanfaatkan secara maksimal. Hanya saja pendukung lain seperti ayunan, beberapa masih berfungsi dengan baik. Oiya, lagi-lagi balita masih free, bisa berendam sampai puas.

Di sini terdapat dua pintu masuk menuju kolam renang. Satu pintu berada di depan area parkir, satunya berada di samping kiri area parkir atau dekat hutan kota. Masuk ke dalam terowongan Badak, gitu. Cuma pintu bagian samping ini hanya dibuka pas hari Minggu dan ramai karena pintu utama ngga terlalu luas, pengunjung yang berpapasan harus mengalah salah satunya.

Kalau aku, sih, lebih memilih masuk lewat pintu utama karena di samping terdapat lukisan panorama obyek wisata Kabupaten Wonosobo. Gubung dan Telaga Warna, misalnya. Cakep banget buat foto-foto!

Sumber Air Panas ada di Beberapa Titik

FYI, di Kabupaten Wonosobo ada lebih dari satu sumber air panas karena Kabupaten ini tak jauh dari Dieng yang merupakan wilayah vulkanik aktif. Di daerah Manggisan yang tak jauh dari Kalianget, misalnya. Di sana juga terdapat pemandian air hangat. Sementara di daerah Dieng sendiri berada di kolam air hangat D’Qiano. Cuma bedanya, kolam pemandian air hangat Kalianget dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, sementara kolam air hangat lainnya dikelola oleh masyarakat setempat dan atau swasta.

Bermain di Kolam Renang Air DinginΒ 

Lokasi antara kolam air dingin dan air hangat terpisah. Kolam air dingin berada di bagian atas, lengkap dengan fasilitas kamar ganti, kamar mandi, locker atau penitipan barang, dan penyewaan ban. Di sini juga terdapat warung yang menjajakan makanan kecil, minuman, dan tentunya makanan khas yang dapat dinikmati setelah renang. Apalagi kalau bukan Mie Instant yang bikin ketagihan. πŸ˜† Harga makanan di sini tergolong masih wajar, ramah kantong.

Oiya, penyewaan ban dalam Rp 3.000 per buah sampai puas. Karena ngga membawa pelampung buat Yasmin, kami pun menyewa satu ban. Dengan tiket masuk tiga ribu rupiah, fasilitas kolam anak sudah termasuk memuaskan. Ember tumpah, dan beberapa permainan di tengah kolam membuat anak-anak betah berlama-lama main di kolam. Di sekitar kolam juga kolam renang anak juga terdapat area bermain. Ngga banyak, sih, tapi cukup bikin anak-anak bahagia.

 

Tak hanya tempat bermain, di samping kolam renang dewasa juga terdapat lukisan 3D. Bagi kalian para pemburu feed instagram musti foto di sini! πŸ˜€

Berendam di Kolam Renang Air Hangat.

Kolam yang kami tuju pertama kali yaitu kolam air hangat. Memasuki area kolam air hangat, aku sempatΒ shock. “Duuuh…ini tempat wisata bukan, sih?” Batinku seketika melihat sampah berserakan dimana-mana. Padahal nih ya, sudah disediakan tempat sampah di tiap sudut. Ini siapa yang ngeselin? Pengunjung yang ngga bisa turut menjaga kebersihan dan keindahan, dong. Huh…Tapi aku lihatΒ pengunjung lain tetap nyaman menemani anak-anak renang, menunggu anak-anak, sambil ngemil, gitu.

Karena Yasmin ngga sabar untuk renang, aku melepas bajunya ngga di ruang ganti. πŸ˜† Beruntung di pelataran kolam terdapat beberapa bangku. Kami yang ngga menyewaΒ lockerΒ cukup terbantu dengan adanya bangku ini karena bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang-barang bawaan. Alasan kami ngga menyewaΒ locker,Β tuh, karena barang bawaan kami ngga ada yang penting. Iya, kami cuma bawa baju ganti dan beberapa lembar uang saja. Lagipula, kami berencana lebih lama di kolam air hangat, sementaraΒ lockerΒ berada di bagian atas, kolam air dingin.Β πŸ˜†

Kami cukup lama berendam air hangat di sini. Meski suasana sangat ramai, karena pas weekend, kami tetap menikmati dengan suka cita. Apalagi di atas kami sudah diberi semacam atap dari jaring (apa sih namanya), jadi ngga panas dan memang bikin betah berendam di air hangat. Mungkin kalau ngga ada agenda lain, kami bakal larut di sini. Masuk jam 10.00 WIB, keluar kolam jam 13.00 WIB. Bayarnya TIGA RIBU euy. NAIKIN laaah!

Bilas atau Mandi di Pancuran 3

Dan yang paling parah nih, genangan air di depan kamar mandi di area Kolam Air Hangat, bikin merinding. Ngga kebayang kalau sampai ada yang kepeleset di situ. Ya, selain genangan air, lantai di sini licin. Agak was was juga. Buat yang bawa anak, betul-betul harus didampingi karena di beberapa lokasi cukup licin, termasuk di area pemandian air pancuran. Di situ licin karena lantai sudah berlumut.

 

Saat itu, aku ngga melihat petugas yang berjaga di sekitar kolam. Iya, jangankan petugas kebersihan, petugas yang biasanya mengawasi pengunjung di area kolam pun tak nampak. Sepertinya minim petugas, nih.

Pemandian Kalianget Di Masa Mendatang.

Dilihat dari beberapa sisi, obyek pariwisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, khususnya Kolam Renang, terbilang standar. Aku ngga paham karena apa, mungkin anggaran dari pemerintah sangat terbatas. Termasuk anggaran untuk membiayai para pekerja, pengembangan sarana prasana, dll dll. Fasilitas penunjang untuk kolam renang pun terbilang mahal. Tak heran, jika Kolam Renang Serulingmas Banjarnegara, yang tadinya dikelola oleh Dinpar setempat, sekarang sudah menjadi BUMD dengan harapan pengelolaan dan pelayanan lebih baik sehingga berdampak pada pendapatan daerah.

PEMANDIAN AIR HANGAT DI WONOSOBO
Ikan paus di tepi kolam…wkwkwk

Kedepannya, untuk memaksimalkan obyek wisata, mungkin pemerintah daerah Wonosobo bisa mendatangkan investor atau melakukan cara lain supaya obyek wisata ini makin berkembang. Melihat perkembangan dunia pariwisata saat ini, menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas dan memelihara obyek wisata. Terlebih Kolam Pemandian Air di Kalianget ini juga sudah menjadi ikon Kabupaten Wonosobo. Sayang banget kalau sampai ngga dirawat dengan maksimal.

Pengalaman Menginap di Villa Agathis Baturraden

Villa Agathis Baturraden – “Ugh…yang mau enak-enak di Villa Baturraden. Bikin dedek buat Yasmin jauh amat!” Beberapa reply dari teman di status insta story membuatku geli. Dasar teman baik, bikin aku mikir keras untuk belajar rendah hati. πŸ˜›

Dan tau ngga, status yang aku tulis, tuh, biasa banget. “Yuhuuui…malam ini kami mau menginap di Villa sekitar Baturraden. Asyiiik.” Status gitu dowang, tapi ramai dengan prasangka-prasangka buruk. Paling menggelitik nih, ada yang do’ain kalau sampai belok ke lembah sadar, aku bakal pikun seketika. Astaghfirulloh. PadahalΒ teman sekamarku malam itu bukan pak suami lho, tapi Tante. πŸ˜† πŸ˜› πŸ˜›

Baturraden menjadi tujuan wisata kali ini. Bersama 14 Blogger, pada tanggal 5-6 Mei 2018 aku diberi kesempatan untuk menginap di Villa Agathis dan eksplorasi beberapa destinasi wisata yang dikelola oleh Perhutani Alam Wisata (Palawi) Unit Wana Wsiata Baturraden. Ini kali pertama aku main ke Baturraden dan menginap di Villa, biasanya hanya main saja. Jika bukan karena undangan dari Palawi, sepertinya entah kapan aku bisa menginap di Villa yang lengkap dengan ragam wisata di sekitarnya. FYI, PT. Palawi Risorsis adalah anak perusahaan dari Perhutani. Destinasi Wisata yang dikelola oleh Palawi kini makin berkembang, diantaranya yaitu Wana Wisata Coban Rondo yang berada di Malang, dan Wana Wisata Baturraden yang berlokasi di Banyumas.

Bumi Perkemahan Baturraden
Kompleks Bumi Perkemahan Baturraden…

Melewati gerbang masuk Palawi, mobil yang kami naiki berbelok ke arah kanan. Pemandangan khas alam yaitu pepohonan tinggi menjulang menemani sepanjang perjalanan menuju Villa. Aku kira perjalanan dari gerbang masuk bakal lama, tapi ternyata ngga sampai tiga menit kami sampai di Villa Agathis.Β Aaaak…akhirnya setelah melalui penjemputan yang eksklusif oleh Palawi, akhirnya seluruh Blogger bisa berkumpul di Villa Agathis. Yeeeey! Mobil pun langsung parkir tepat di depan Villa karena halaman cukup luas bisa buat parkir sampai empat mobil. πŸ™‚

Sejuknya udara di sekitar Villa membuatku ingin segera eksplor obyek wana wisata yang berada tak jauh dari Villa. Ada sky bike, taman labirin, dan hamparan bunga panca warna. Namun aku ingat, sesuai rundown obyek wisata yang pertama akan kami eksplor adalah Telaga Sunyi. Duduuuh…sabarr, ya. πŸ˜‰ Nah, sebelum eksplorasi wisata, aku mau review satu per satu fasilitas Villa Agathis!

Villa Agathis Palawi Baturraden
Adem, yaa….

Pengalaman Menginap di Villa Agathis Baturraden.

Ruang Santai

Pertama kali melihat ruang yang berada di depan kamar, rasanya pingin langsung duduk dan bercerita dengan teman-teman Blogger yang sudah cukup lama tak bersua. Blogger dari Yogya, Mbak Dian dan Mas Yugo, misalnya. Kami terakhir bertemu saat famtrip di Banjarnegara. Pasti akan banyak obrolan jika duduk bersama di atas sofa yang sangat nyaman dan empuk. Ugh. πŸ˜› πŸ˜›

Setting sofa di ruang ini saling berhadapan, cocok juga buat meeting a la-a la, nih. Iya, ngga hanya buat acara keluarga, Villa ini cocok buat acara bareng komunitas yang mengharuskan menginap dan butuh space untuk diskusi, apalagi sudah dilengkapi dengan dapur. Lagi-lagi karena harus taat pada rundown, aku pun mengabaikan sofa dan langsung masuk ke kamar untuk bersiap-siap kegiatan. πŸ˜‰

Kamar

Di Villa Agathis terdapat 6 kamar membentuk letter U dengan ruang santai berada di tengah-tengah. Aku bersama Yasmin dan Tante menempati kamar nomor 5, dekat dengan dapur. Kamar dengan desain minimalis ini memiliki luas 7 meter persegi dengan satu kamar tidur ukuran queen size. Masih cukup nyaman lah untuk bobok kami bertiga. Apalagi selimutnya wangi dan tebal, tambah nyenyak tidurnya. πŸ˜€

Televisi, lemari pakaian, dan meja rias melangkapi fasilitas kamar. Tak hanya itu, kain batik dengan perpaduan warna cokelat putih yang menempel di papan bagian atas kamar tidur menambah kesan elegan desain kamar ini. Satu lagi, meja yang tak begitu lebar lengkap dengan kursi yang terletak di pojok kiri kamar menghadap luar jendela kaca bisa dimanfaatkan sebagai meja kerja, lho. Ya…meski di atasnya terdapat teko untuk menghangatkan air, masih ada space.

Kamar Mandi

Baturraden terkenal dengan udara dinginnya, makanya saat masuk kamar mandi dan mendapati air hangat, lega rasanya. Pastinya ngga akan ada drama malas mandi buat Yasmin. Perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo juga tersedia di dalam wadah yang menempel di dinding dekatΒ shower.

Handuk besar, tisu, sikat gigi lengkap dengan pasta gigi juga tersedia. Closet duduk, washtafel dan kaca di dalam kamar mandi juga bersih. Nyaman lah, sampai Yasmin betah banget berlama-lama di kamar mandi. πŸ˜€

Makanan

Villa Agathis menyediakan dapur lengkap dengan alat masak dan juga peralatan makan, namun bukan berarti kami dibiarkan masak sendiri. Eh tapi kalau dari rumah bawa bahan masakan, boleh juga, tuh. Tiap tamu yang menginap di sini berhak mendapat fasilitas satu kali makan untuk breakfast. Ada banyak pilihan menu yang bikin kangen kembali menginap di Villa ini. Salah satunya yaitu menu nasi bancakan saat makan siang.

Menu ini sungguh menggugah selera makan. Nasi, aneka sayur, lauk, sambal, tertata rapih di atas daun pisang. Aku suka banget dengan lauk ayam yang empuk, urab, dan tentunya sambal yang saat itu ludes karena cocok banget di lidah ini. Ehiya, sambal dari lombok rawit Baturraden yang endeus gandeus ini sempat menjadi topik hangat disela-sela makan siang hingga kami meninggalkan Villa. Mamahnya Kinan malah sampai minta resepnya sama Mbak Sista, Marketing Palawi yang dengan sabar melayani dan mendampingi kami tour.

Palawi juga menawarkan menu lain dengah harga mulai Rp 35.000 per porsi. Ada juga tipe prasmanan seperti menu yang disajikan untuk makan malam. Menu prasmanan ini juga anti mainstream lho, ada oseng dage kuncar dan pecak jantung. Jauh dari kesan menu mewah, tapi menambah napsu makan. Sungguh ini kali pertama aku nyobain menu seperti ini. πŸ˜€

Free HTM Obyek Wisata yang Dikelola Palawi

Ini fasilitas yang tak ada duanya, menginap di Villa dan mendapat free HTM obyek wisata yang dikelola oleh Palawi kan asyik banget. Udah gitu, ngga hanya satu obyek pula. Total ada 4 obyek wisata: Pancuran 7 (13k), Telaga Sunyi (13k), Taman Labirin (10k), dan Hamparan Bunga Panca Warna. Lumayan banget kalau dikalikan 10 orang, tuh. πŸ˜€

Untuk menikmati Villa Agathis dengan fasilitas yang sudah aku sebut di atas, cukup membayar Rp 3.400.000. Kalau dihitung terperinci jatuhnya kira-kira Rp 570.000 per kamar, tapi sudah plus free HTM obyek wisata. Cukup terjangkau, bukan? Ehya, selain Villa Agathis, masih ada 2 Villa yang ditawarkan oleh Palawi Baturraden. Yaitu Villa Accacia dengan 4 kamar harga Rp 3.400.000 dan Villa Ebony dengan 14 kamar harga Rp 9.400.000.

Blogger Goes To Palawi

Terima kasih Mbak Sista, Mas Fajar, Pak Arief, dan all crew Palawi yang telah memberi kenangan dan pengalaman baru pada kegiatan Bloggers Goes To Palawi, 5-6 Mei 2018. Sukses terus buat Palawi, ya.

Baca juga tentang Wisata Wana Wisata Baturraden.

Notes: Beberapa foto di atas adalah karya @rizkichuk, Kak @pradna, dan @bajalananblog.

Ramadan Ekstra Bikin Bahagia

Ramadan Ekstra Bikin Bahagia – Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata Ekstra? Ada rasa bahagia, kan? Kalau aku, sih, iya. Karena arti kata ekstra menurut kamus yaitu tambahan di luar yang resmi. Gimana? Bahagia pastinya kalau bisa dapat tambahan. Apalagi tambahan itu datang di waktu yang tepat. Seperti Ramadan ekstra. Kan bahagia pakai banget. πŸ˜›

Menjelang bulan suci umat muslim, ada semacam rutinitas yang harus aku lakukan di luar ibadah. Adalah belanja! πŸ˜† Belanja kebutuhan harian ketika ramadhan rasanya lebih istimewa dibandingkan dengan hari biasa. Baru membuat daftar barang yang mau dibeli saja, bahagia rasanya. Benar, ngga? Terlebih sekarang ada toko online yang dengan baik membuat program bertajuk Ramadan Ekstra. Ugh… πŸ˜†

Toko online bernama Tokopedia, dengan bangga menawarkan berbagai macam kebutuhan selama bulan suci dengan harga lebih hemat dari biasanya. Kalau udah gini, siapa yang menolak dikasih Ramadan Ekstra a la Tokopedia? Hayook…tunjuk jari telunjuk! πŸ˜†

Para pelanggan setia Tokopedia (Topers) harus tahu, bagaimana untuk dapat belanja lebih hemat kebutuhan bulan Ramadan dengan program Ramadan Ekstra.

Berikut aku kasih tahu tiga tip untuk mendapat Ramadan Ekstra di Tokopedia.

Membandingkan Harga Antar Toko.

Topers pasti paham kalau Tokopedia memiliki banyak toko online berkualitas, kan. Nah, jika kamu punya barang idaman di sana, ada baiknya membandingkan barang tersebut dari toko satu dengan toko lainnya sebelum fix membelinya. Misalnya Mukena Katun, nih. Ada ribuan toko online yang direkomendasikan oleh Tokopedia. Cari yang sekiranya harga lebih di bawah, namun kualitas tetap bagus. Jangan lupa terlebih dahulu baca deskripsi pada barang yang akan dibeli.

Ramadan Ekstra, Beli Produk Dari Kreator Lokal.

Naaah ini, nih, godaan banget. Entah karena sok atau memang terbiasa menggunakan produk branded atau bermerek, kalau mencari produk di tokopedia pasti berdasarkan merek. Ya, kaaaan? Padahal produk-produk lokal sebenarnya juga ngga kalah bagus dari segi kualitas. Apalagi sekarang Tokopedia, memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal.

A post shared by GENPI BANJARNEGARA (@genmilebnr) on

 

Ingat, produk kreasi dari kreator lokal hadir dengan kualitas bersaing, namun dengan harga ramah kantong. Hyaaa…itung-itung ikut bantu produk lokal.

Cari Toko Online Terdekat Saat Berbelanja

Ini tak boleh dilupakan saat berbelanja online. Ya, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilih lah toko online yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal kamu supaya bisa menghemat ongkir. Di Tokopedia, Topers dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.

THE VILLAGE PURWOKERTO
Yuk…cari-cari di toko lain juga, Tokopedia!

Hal lain yang juga perlu diperhatikan terkait biaya yaitu metode pengiriman dan cara pembayaran. Bandingkan antar jasa pengiriman barang, ya!

Manfaatkan Promo dan Diskon di Ramadan Ekstra.

Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran dalam berbelanja online. Nah, di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi Topers untuk menikmati bulan Ramadan dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan. Ugh…promo dan diskon di toko online selalu menggiurkan. Waspadalaaaah! πŸ˜€

berburu diskon di toko online
Dengar kata diskon dan promo, bawaannya pingin lari…

Dengar-dengar, Tokopedia akan memberi kejutan pada 25 Mei. Artinya, audah ada program ramadan ekstra, dan ini akan ditambah lagi ekstranya. Dobel ekstra layaknya festival belanja online β€œBlack Friday”. Sebagai pelanggan setia Tokopedia, aku berharap ada deal-deal di waktu tertentu saat ramadan nanti. Tapi jangan menjelang bedug maghrib atau imsyak, soalnya pasti lagi riweh banget! Waktu yang tepat mungkin jam istirahat antara jam 11.00-14.00 WIB atau malam hari jam 20.00-22.00 WIB. Maunyaaaaaaaaaa. πŸ˜€

Omong-omong, apa yang kamu inginkan di Ramadan Ekstra a la Tokopedia tahun ini? Sharing laaah. πŸ˜€

Berkeliling Rumah Dome Teletubbies di New Nglepen, Yogyakarta

Saat memutuskan untuk mengajak Yasmin traveling ke Yogyakarta, berarti aku harus menyusun itinerary wisata ramah anak. Iya, ngga hanya nyenengin diri sendiri, tapi juga nyenengin anak.

Banyak referensi wisata ramah anak di Yogyakarta. Beberapa destinasi wisata yang sudah aku tahu, rata-rata berlokasi di tengah kota Yogyakarta. Salah satunya adalah Kids Fun. Sebenarnya di sini cukup komplit karena tak jauh dari kompleks kids fun juga masih ada beberapa obyek wisata ramah anak. Namun aku belum ingin mengajaknya ke Kids Fun karena usia Yasmin masih terlalu dini untuk menikmati segala permaianan edukatif di Kids Fun. Maka dari itu, aku browsing untuk mencari referensi.

Dan ketika browsing wisata ramah anak di Yogyakarta, Rumah Dome Teletubbies muncul dalam deretan daftar pencarian di laman google. Setelah aku cari tahu lebih lanjut, ternyata dome teletubbies memang sudah lama dijadikan destinasi wisata, bahkan sudah menjadi Desa Wisata bernama The New Nglepen.

Mushola Dome dan lukisan karakter Teletubbies….

Rumah Dome Teletubbies awalnya murni dibangun sebagai tempat tinggal bagi warga yang kehilangan rumah pasca gempa Yogyakarta pada tahun 2006. Tapi ngga disangka, ketika dome ini dipercantik dengan cat warna cerah dan juga gambar karakter kartun serial yang hits pada masanya yaitu teletubbies, desa ini menjadi ramai. Dari sini, aku ingin juga melihat rumah dome, dong. Terlebih menurut laman situs The Dome For The World Foundation, rumah dome hanya ada di 5 negara sasaran penerima bantuan, yaitu Indonesia, India, Belize, Haiti, dan Etiopia. Makin pingin melihat secara langsung.

Seharian di traveling di Yogyakarta, kami sengaja sewa mobil untuk keliling supaya lebih hemat waktu. Mobil yang kami sewa dengan harga Rp 450.000 ini adalah mobil mungil Karimun. Mobil ini dengan gesit mengantar kami traveling sampai ke atas bukit. Setelah singgah di beberapa obyek wisata, berbekal GPS, akhirnya kami sampai di Desa Wisata New Nglepen yang ternyata masuk banget. Bukan pelosok, sih, cuma dari jalan raya utama cukup jauh.

Sekretariat Desa Wisata New Nglepen… Kompleks Rumah Dome Teletubbies…

Sesampainya di New Ngelepen, Mas Anwar, sopir yang super sabar menunggu kami berwisata, memarkirkan kendaraan di samping kiri masjid. Entah tempat parkir atau bukan, yang jelas lahan ini mwnjadi satu-satunya lahan kosong yang bisa digunakan untuk parkir kendaraan.

Hanya beberapa jengkal dari tempat parkir, terdapat dome yang pada bagian dinding depan tertulis Sekretariat. Karena siang itu cuaca sangat HOT, dan wajah si kecil sudah nampak lelah, aku memilih untuk menjaga mood si kecil dengan mengajakanya bermain ayunan. Ya, masih di area tempat parkir, terdapat ayunan dan juga beberapa sepeda yang mungkin termasuk fasilitas yang bisa digunakan untuk keliling desa, melihat dome-dome yang lucu.

Beruntung ada Najwa, perempuan kecil yang tinggal di sini, juga sedang main ayunan. Yasmin pun merasa ada teman. Bahagia banget, dong, bisa ayunan berdua, gitu. πŸ˜‰

RUMAH TELETUBBIES
Membangun mood Kecemut…

FYI, rumah dome teletubbies menjadi satu-satunya bantuan relokasi karena tanah warga yang ambles saat itu ngga bisa dibuat bangunan permanen lagi. Informasi ini aku dapat dari Mas Jon (sebut saja Jon), yang saat itu sedang menjaga sekretariat.

Karena The New Nglepen adalah desa wisata, pikirku ketika sampai sini, aku akan diajak keliling melihat dome yang berjumlah 80 dome sudah termasuk fasilitas seperti Mushola, Puskesmas, dll. Dengan membayar Rp 5.000 per orang, yang saat itu dibayarkan di sekretariat, ngga ada penawaran apapun dari Mas Jon. Mungkin karena kami tiba di lokasi pas banget jam istirahat yaitu jam 12.00 WIB, Mas Jon sudah lelah.

Bagi wisatawan, Pokdarwis menetapkan tarif masuk yang berbeda sejak awal 2008 hingga tarif terbaru saat ini, yang dipatok sebesar Rp5.000 per orang. Padahal di beberapa artikel yang aku baca, di sana terdapat gerobak tradisional yang ditarik dengan sapi dengan membayar Rp 20.000 per orang. Duuuh…udah kebayang bahagianya si kecil naik karapan sapi. Hahaha.

Bangunan tambahan di belakan dan samping rumah dome…

Tak hanya gerobak sapi, desa wisata ini juga terkenal dengan bukit teletubbiesnya. Wisatawan dapat camping juga untuk melihat sunrise atau sunset yang katanya cakep. Menurut Mas Jon, yang paling ramai, tuh, out bound. Hasil kunjungan wisatawan dari 2008 sampai sekarang yang direkap dalam white board, angkanya begitu melejit. Mulai dari 300 orang sampai sekarang kisaran 38.000 orang tiap tahunnya. Amazing, ya. Bisa dibilang ramai.

Pendapatan wisata ini, selain digunaan untuk membayar pokdarwis yang aktif mengelola desa wisata, juga digunakan untuk membayar Pajak tanah senilai Rp 15 juta yang dibebankan kepada warga. Ini sungguh istimewa. Ngga kebayang jika ngga dibuat desa wisata, ya. Kasihan warga sini.

Sayangnya, di sana kami hanya duduk-duduk manis di dalam dome sekretariat sambil tanya ini itu seputar dome, melihat dalamnya dome, dan dokumentasi yang menempel di dinding dome sekretariat. Tapi tak mengapa, setidaknya aku dan Yasmin sudah berkeliling desa Nglepen yang isinya rumah dome, rumah yang tak pernah kami jumpai di desa lain.

DESA WISATA TELETUBBIES
Keliling Desa Nglepen…

Kami hanya bisa bertahan sepuluh menit di dalam rumah dome. HOT banget, euy. Hanya ada satu fentilasi dowang dalam rumah dome ini. Duuh…ngga kebayang yang tiap hari menghuni dome, belum lagi jika di luar matahari sedang terik.

Oiya, meski konsep dome ini dibuat warna-warni dan beberapa gambar pada tiap dinding dome mengacu pada serial anak teletubbies, namun desa wisata nglepen ngga begitu rekomen untuk wisata ramah anak. Selain panas banget, ngga ada kegiatan khusus buat anak-anak kecuali out bound. Wahana permainan anak pun masih minim. Ekspektasiku, tuh, kami di sini akan disuguhi gelaran permainan atau pertunjukan yang cocok untuk anak-anak karena ikon Teletubbies begitu kuat di desa wisata ini. Badut Teletubbies, misalnya. Mungkin karena kami hanya bertiga, dan lagi ngga beruntung, jadi ngga menjumpai pertunjukan-pertunjukan meskiΒ weekend.

Rumah dome ini hanya digunakan untuk ruang tamu, tempat tidur, dan dapur dengan satu kompor kecil. Sementara untuk kamr mandi, warga masih menggunakan kamar mandi umum atau kamar mandi yang dibangun untuk bersama. Satu kompleks disediakan satu sampai dua kamar mandi. Namun bagi warga yang punya rezeki labih, mereka mulai menambah bangunan di samping dome untuk kamar mandi dan juga dapur. Memang, kelihatan merusak pemandangan, tapi karena kebutuhan, ngga bisa menyalahkan juga.

Semoga dengan makin banyaknya minat wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Nglepen, Pokdarwis bisa memperbaharui atau membuat konsep yang sesuai dengan karakter Desa Wisata tersebut. πŸ™‚

Desa Wisata The New Nglepen

Traveling ke Yogyakarta dan Menginap di Airy Malioboro Sosrowijayan

Jogja Jogja tetap istimewa….Istimewa negerinya, istimewa orangnya. Jogja Jogja tetap istimewa…Jogja istimewa untuk Indonesia.

Petikan lagu di atas kerap dinyanyikan oleh Mbak Lista, teman bermain Yasmin. Saking seringnya mendengar dia menyanyikan lagu ini, Yasmin pun sampai hapal. Meski hanya di bait pembuka, tetap lah Mamaknya takjub. πŸ˜† Saking girangnya waktu itu,Β fixΒ aku ingin mengajak Kecemut traveling ke YogyakartaΒ sekaligus mengenalkan tranportasi kereta api.

“Sepertinya akan banyak momen yang tak terlupakan andai aku bisa mengajak Yasmin Traveling ke Yogya.” Batinku saat itu sambil melihat ekspresinya menyayikan lagu Yogya Istimewa dengan terbata-terbata. Uugh…gemas tauuuuk!

Ada beberapa keinginan atau bisa dibilang impian yang akan kami wujudkan bersama di kota Gudeg. Namanya traveling bareng anak-anak, pasti yang menjadi prioritas adalah kebahagiaan serta kenyamanan bagi anak. Pemilihan destinasi pun yang betul-betul destinasi yang ramah anak. Naik delman keliling Malioboro, misalnya. Karena di Banjarnegara, Yasmin senang sekali jika diajak numpak delman.

Hyaaah…naik delman, mah ngga perlu jauh-jauh ke Yogya.”

 

A post shared by idahceris.com (@idahceris) on

Euuuumhh…adakah yang berkomentar seperti itu? Banyak! Hahaha. Dan perlu kalian tahu, naik delman keliling Malioboro ini masuk dalam itinerary kami, lho. Malah ada di bagian paling atas. πŸ˜›

Traveling ke luar kota bareng Yasmin selama tiga hari dua malam tanpa suami, bagiku ini adalah tantangan. Apalagi usianya saat ini bisa dibilang usia labil; dia bisa bahagia kapan pun, tiba-tiba badmood, atau bahkan mendadak sakit saat traveling. Banyak ejutan. Makanya ada beberapa pertimbangan sebelum memilih apa yang menjadi kebutuhan saat traveling, termasuk penginapan.

Mengingat wisata kompleks Malioboro menjadi tujuan utama, kami pun memilih penginapan yang tak jauh dari Maliboro. FYI, traveling kali ini memang tanpa suami, tapi ada dua teman yang turut menyempurnakan kebahagiaan. Adalah Ella dan Mbak Olip. Nah, karena ber empat, kami pun memutuskan untuk memilih kamar tipe family. Kenapa Family Rooms? You know what lah, ngirit saat traveling itu perlu, asal jangan sampai bablas karena nanti jatuhnya pelit dan sengsara, kan menyedihkan. πŸ˜† Dan memilih kamar tipe family pun menjadi solusi saat itu. Kami tetap dalam satu kamar, bisa bercanda tanpa batas, dan bahagia.

Airy Rooms Malioboro
Senyum penuh pesona…wkwkwk

Kalau sudah ngomongin penginapan yang ramah kantong, Airy RoomsΒ selalu menjadi referensi penginapan. Cukup membuka aplikasi Airy Rooms yang sudah terinstall di smartphone, pengguna bisa dengan mudah menemukan penginapan yang dicari sesuai keinginan dan tentunya budget.

Saat mencari penginapan di sekitar Malioboro menggunakan aplikasi Airy Rooms, ada beberapa rekomendasi penginapan yang yang ditawarkan untuk kamar tipe family. Salah satunya yaitu Airy Malioboro Sosrowijayan. Dengan berbagai pertimbangan, termasuk fasilitas, kami pun memilih menginap di Airy Maliboro Sosrowijayan yang berada di Jl. Sosrowijayan GT I no. 195, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kenapa memilih Airy Malioboro Sosrowijayan? Berikut tiga alasan, kenapa kami memilih menginap di sana.

Tenang dan Nyaman

Berlokasi tak jauh dari Jl. Maliboro, yaitu sekitar sepuluh menit jika ditempuh dengan jalan kaki, atau lima menit jika ditempuh dengan transportasi becak (membayar Rp 5.000), bukan berarti penginapan ini berisik. Lokasi tepatnya yang agak masuk, menjadikan penginapan ini begitu tenang dan nyaman untuk bobok.

Jalan ke Airy Rooms Malioboro

Gang masuk ke Airy Malioboro Sosrowijayan…

Sepeda motor yang masuk gang ini disarankan untuk mematikan mesin. Kecuali mobil atau kendaraan para tetamu yang akan menginap di Hotel.

Tempat Tidur yang Pas

Kamar tipe family yang ditawarkan di sini adalah satu double bed, dan satunya single bed. Aku kira dua-duanya double bed semua, lho. TernyataΒ Airy Rooms Family DoubleΒ memang tempat tidurnya hanya satu yang double. Kalau misal pingin double bedΒ semua, tersedia juga tapi pakai PLUS, dan harganya selisih Rp 50.000.

Pengalaman Menginap di Airy Malioboro Sosrowijayan

Lengkap dengan atribut Airy Rooms….

Setelah kami diantar ke tempat tidur familyΒ double plus, ternyata memang luas dan lengkap dengan sofa. Tapi karena kami hanya berempat dan yang satu juga masih krucil, akhirnya kami tetap memilih sesuai pesanan. Aku pakai single bed, bobok bareng Kecemut. Sementara yangΒ double bed,Β digunakan oleh Mbak Olip dan Ella.

Kolam Renang Ramah Anak

Saat aku memesan penginapan ini dan melihat ada fasilitas yang bakal bikin Kecemut betah, rasanya bahagia. Adalah Kolam Renang. Dengan budget Rp 291.880, kami bisa renang sepuasnya di sini. Dan aku lihat, Airy Maliboro Sosrowijayan menjadi satu-satunya penginapan rekomendasi Airy yang ada kolam renangnya. Karena si Kecemut hobi renang, ngga pakai ragu aku memilihnya.

AIRY MALIOBORO
Anak kecil diajak curhat sebelum meluncuur…

PENGINAPAN DEKAT MALIOBORO (1)

Bahagia kalau lihat aiir… πŸ˜€

Kolam renang di sini ramah anak. Maksudnya, dalam satu kolam terdapat beberapa pilihan tingkatan. Sayangnya, lantai kolam saat itu licin, dan aroma kaporit tercium jelas. Jadi ekstra banget buat jagain bocah.

Snack dan Breakfast Murah Meriah

Satu hal yang menjadi ciri khas Airy Rooms yaitu adanya snack. Ini pastinya nyengengin banget, lumayan bisa buat camilan. Apalagi snacknya berupa roti dan cokelat, kesukaan banget.

Selain snack, dalam paket menginap, Airy menyediakan paket with andΒ without breakfast. Karena ngga mau repot cari sarapan, kami pun memilih untuk menambah fasilitas dengan breakfast. Ya, penawaran paket yang sebelumnya kami pesan, tuh, ngga termasuk breakfast. MakanyaΒ kami harus menghubungiΒ resepsionis untuk menambahΒ breakfasΒ cukup dengan membayar Rp 50.000 untuk tiga orang sesuai dengan ketentuan Hotel. Emmh…Kecemut ngga dihitung tapi tetap makan, kok. πŸ˜€

Penginapan di Malioboro
Jajan khas Airy Rooms…

Tarif makan di atas, tuh, murah banget kalau dibanding dengan makan di luar. Dengan harga lima puluh ribu untuk tiga orang, paling dapatnya sate kere di pinggiran trotoar Malioboro, ya. Hahaha.

Fasilitas standard lainnya seperti Perlengkapan Mandi, Air Hangat, AC, TV, WiFi, bisa dibilang cukup. Untuk AC di kamar kami memang sudah agak kurang nyes, tapi pihak hotel menambahkan satu kipas angin yang menempel di dinding.

Airy Malioboro Sosrowijayan
Perlengkapan mandi dari Airy…bisa dibawa pulang, lho. Kalau mauuu…:D

Kamu ingin merasakan penginapan nyaman dengan budget minim juga?

Yang HARUS kalian lakukan yaituΒ mengunduh aplikasi Airy Rooms di playstore. Kenapa lewat aplikasi? Karena dengan memesan kamar Airy lewat aplikasi banyak untungnya dan lebih murah dibanding memesannya lewat website resmi Airy Rooms. Selain itu, pengguna Airy juga bisa memanfaatkan promo yang bertebaran. Cukup memasukan kode promo yang disediakan di aplikasi, kamu bisa mendapat potongan harga yang kadang gila-gilaan. Dinskon sampai 50%. Gilaak, kan? Pokokya banyak diskon dan promo yang mereka tawarkan lewat aplikasi.

Apakah kamu pernah menginap di Airy Rooms? Bagi pengalaman, yuk!

Nyobain Sukinya X.O Suki Signature Purwokerto

X.O Suki Signature Purwokerto – Beberapa penyebab yang kadang membuatku malas makan yaitu karena ngga ada kuah dan sambal. Ini serius, badan segede ini kalau makan terus kering kerontang, rasanya kurang greget. Duuuh…apalah artinya makan tanpa kuah, kurang nikmat. Pun makan tanpa pedas-pedas alias cabai atau sambal, kurang greget juga.

Bagiku, masakan berkuah, dan pedas manjadi penambah napsu makan setelah nasi yang pulen. Makanya saat ke Rita Supermall Purwokerto, aku memilih X.O Suki Signature sebagai tempat kulineran malam itu. Kalian pasti sudah paham makanan khas Jepang yang satu ini lah, ya. Makanan segar di mana penyajiannya dengan panci yang di dalamnya terdapat menu-menu Suki seperti seafood, sayuran, pangsit, lalu dimasak dengan cara direbus. Maknyus banget!

Aku datang ke sini pas banget malam Minggu, kebayang ramainya, kan. Hari biasa saja Suki selalu ramai, apalagi malam Minggu. Banyak penikmat Suki yang berdatangan, mulai dari remaja sampai orang tua beserta keluarga. Gawl, ya. πŸ˜›

Kenapa X.O Suki Signature Purwokerto?

Tentunya bukan tanpa sebab aku memilih makan Suki di sini. Selain tempat yang strategis yaitu berada di sebelah kanan pintu masuk Rita Supermall, resto ini selalu diserbu pengunjung. Ramainya tempat kulineran kalau bukan karena diskon, sudah pasti karena kualitasnya bagus, masakannya endeeus. Ya, kan. Ditambah lagi, aku dapat rekomendasi dari seorang teman yang tinggal di Purwokerto, doyan jajan, tapi tetap saja cungkring. Siapa lagi kalau bukan Mbak Olip. πŸ˜€

KULINER PURWOKERTO SUKI
Kuliner juga butuh pendampingan…wkwkwk

“Mari, Mbak. Silakan pilih menunya.” Waitress yang mengenakan seragam warna hitam dengan logo X.O Suki di saku kirinya langsung menghampiriku. Karena saat itu datang bareng Mbak Olip, akhirnya Waitress memilih untuk sekadar memperhatikan kami dari jauh. Mungkin kami sudah terlihat mahir buat pilih menu kalik, ya. Padahal aku sok tahu banget. Ya gimana ngga sok tahu, banyak banget wadah yang tersusun rapih di dalam frezeer, dan aku ngga tahu mana-mana saja yang layak dicoba. Pokoknya asal berdiri di depan freezer, lalu sok milih-milih.

Pinginnya, sih, milih semua. Apalagi X.O Suki Signature Purwokerto, tuh, ngga membatasi sampai berapa menu. Asal punya duit buat bayar, ya pilih lah sesuka hati. Menu selalu fresh, karena tiap hari selalu melakukan order di pusat Resto yaitu Surabaya.

Ada berapa wadah di dalamnya? Ratusan! πŸ˜† Lalu, ada berapa wadah yang aku pilih? Lebih dari lima! πŸ˜›

Memilih Suki Sesuka Hati

“Mas, kok, wadahnya warna-warni nggemesin, sih. Kan jadi pingin bawa pulang wadah beserta isinya.” Candaku kepada Mas Dodo, sodara jauh Mbak Olip yang tiba-tiba datang di tengah-tengah kami. πŸ˜€

“Ini wadahnya memang sengaja dibuat warna-warni. Selain lebih menarik, juga sebagai pembeda harga.”

Aku manggut-manggut tanpa tanya harga karena bagiku ngga penting. *padahal, sih, lupa tanya* Yaudah, harga menunya aku copas dari blog Mbak Olip saja biar aman, ya. Hahaha. Kalau wadah warna putih Rp 15.800, hijau Rp 18.800, kuning Rp 19.800, dan keranjang sayur Rp 13.800.” Penjelasan yang detail, bukan? Iyalaaah, nyonteeek. πŸ˜€

Menu Suki yang aku pilih yaitu Smoke Beef Enoki, Jamur Es, Bakso Ikan, Sayuran, dan Mie Ikan. Kemudian ada Pangsit Kucai, dan Tsukune. Untuk minumnya, kami mencoba minuman baru yaitu X.O King Mango, dan X.O Queen Chery.

Masak Sendiri vs Masak Bareng

“Masak Suki mah cipiil, gampiiil. Tinggal dimasukan semua menu ke dalam panci, Suki siap dimasak.”

Ya betul. Bahan-bahan yang sudah diambil tinggal dimasukin ke dalam panci yang sebelumnya sudah diisi kuah kaldu, tapi karena di X.O Suki Signature Purwokerto juga menawarkan pendampingan buat masak Suki, yaudah manfaatin aja kan. πŸ˜€

Secara tempat, X.O Suki Signature Purwokerto tergolong luas. Satu meja bisa digunakan sampai empat orang. Tempat duduknya juga nyaman. Bersih pula. Karena tiap sudutnya instagramable, rasanya masak sendiri maupun bareng-bareng tetap saja terlihat instagenik kalau difoto. πŸ˜†

sumpit suki
Sendiok dibikin sumpit… πŸ˜€

Perlu kalian tahu, adanya interaksi dengan para waiter atau waitress di sini, aku jadi tahu kalau sendok itu bisa difungsikan sebagai penjepit. Semacam capit, gitu. Kan norak banget, meski sudah berkali-kali menjajal ngga bisa juga. Hahaha.

Tomyam atau Sup Seafood

Eeeeh…ini apa-apaan, kok ada sup seafood segala? Hahaha. Jadi gini, panci yang buat masak, tuh, disekat menjadi dua, gitu. Satunya buat kuah dengan rasa asam, pedas, segar, yaitu tomyam. Ingat, Tomyam, bukan sayur asem. Tapi Tomyam ini kelewat asem menurutku. Duuh…dasarnya ngga begitu doyan rasa asam, sih, ya. Kalau boleh request,Β khusus untuk Tomyam bumbunya bisa dikonfirmasikan dulu kepada pembeli. Asamnya sedang, atau lebih. Pedasnya sedang, atau pedas banget. πŸ˜‰ Lalu kuah satunya lagi adalah kuah kaldu yang rasa asin-asin segar. Ini yang aku katakan Sup Seafood. πŸ˜€

Karena aku orangnya fleksibel, pasti lah dua-duanya dicoba. Dan ternyata, ya, yang namanya Mie Ikan dimana komposisi Ikannya dari Ikan Tuna, itu gurih banget. Terus, Jamur Es dan juga Si Enoki, kenyalnya ngga abis-abis. Belum lagi bakso ikan. Bakso yang aku kira bakal biasa saja rasanya, ternyata dengan tingkat kekenyalan yang melebihi Mie Ikan, menambah selera ngemil bakso bertambah. Iya, ini Bakso buat dicocol sama saus sepertinya juga tambah gurih. Hahaha.

Belum lagi Tsukune, mirip sate buntel, gitu. Cuma dipanggang terus ditambah bumbu saus, gurih banget. Tsukune merupakan salah satu jenis Yakitori (olahan sate) yang ada di X.O Suki Purwokerto. Masih banyak macam Yakitori lainnya yang layak dicoba, lho.

Suki di X.O Suki Purwokerto, Harga Bersahabat

FYI, ada lebih dari 50 Resto X.O Suki di Indonesia. Tercatat Suki di X.O Suki Purwokerto harganya paling ekonomis dibanding dengan X.O Suki di daerah lain. Yogyakarta, misalnya. Jadi kalau kamu main ke Purwokerto, ngga ada salahnya nyobain Suki di sini, ya. X.O Suki Purwokerto berada di lantai dasar Rita Super Mall. Jangan ragu untuk mencicipinya. πŸ˜‰

X.O Suki Signature Purwokerto

Rita Supermall Purwokerto GF No.01

Instagram: @xosuki_purwokerto

Buka tiap hari dari jam 10.00-21.30 WIB

TelponΒ (0281) 7771398