Kayak di Telaga Merdada

“Waaaah…Telaga Merdada cantik banget! Tapi, kok, seperti ngga ada aktivitas di sekitar Telaga, ya?” Batinku kala itu saat berada di kompleksย Candi Wisanggeni, Candi mungil yang ada diย Bukit Pangonan. Dan ketika aku tanyakan kepada tukang parkir dekat Museum Kailasa, memang jarang ada aktivitas di sana. Paling hanya para Petani yang menggarap ladang, dan segelintir Pemancing di tepi telaga. Itu pun ngga tiap waktu. Tapi itu dulu, dua tahun silam.

Bertepatan dengan event Merdada Back to Nature, yaitu pada akhir bulan Oktober 2017, Telaga Merdada resmi menjadi destinasi wisata baru di dataran tinggi Dieng. Karena mengusung temaย back to nature, obyek wisata ini betul-betul alami. Ya, selain digunakan untuk pengairan ladang para petani setempat, telaga terluas di Dieng dimanfaatkan untuk wisata. Dalam hal ini, Pokdarwis Desa Karangtengah membuat aktivitas di Telaga dan sekitarnya. Salah satunya yaitu Kayak atau Kano.

Kayakย adalah sebuah perahu kecil bertenaga manusia. Biasanya dengan bagian depan dan belakang tertutup, sehingga hanya menyisakan lubang seukuran awak dilengkapi dengan dayung dan berkepala tunggal atau ganda. Pun di Telaga Merdada yang berlokasi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kayaknya sudah modern, ngga lagi menggunakan kayu, melainkan bahan dari material lain yang entah itu dari plastik atau apalah aku ngga paham. Hahaha.

Telaga Merdada Dieng
Menuju tengah telaga…

Pengalaman Pertama Kali Kayak.

Aku hampir merasakan Kayak di Situ Patenggang, Bandung. Hanya saja, kala itu di sana masih menggunakan kayu. Tapi sayang banget, keluar dari Kawah Putih hari sudah petang. Aku pun gagal ketemu mas-mas ganteng yang katanya mirip Nicholas Saputra versi instruktur Kayak. ๐Ÿ˜† Makanya, ketika ada kesempatan untuk nyobain Kayak, aku langsung nyari teman buat duet! Hahaha.

Akhirnya…bersama teman-teman Blogger dalam acara Famtrip Banjarnegara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, aku berhasil menikmati Kayak sampai tengah telaga dengan luas mencapai 18 hektar. Ya…meski saat itu kabut sedang tebal-tebalnya, bagiku ngga masalah. Karena pengalaman baru itu lebih penting! Uuwh…keprokin, dong. ๐Ÿ˜†

Kayak Telaga Merdada
Dayung-dayung pose falsu… ๐Ÿ˜€

Dududuh…kenapa jadi sombong, ya. Padahal waktu itu aku main Kayak bareng Mas Topan. Ya, aku memilih Kayak berkepala ganda karena memang ngga punya keahlian mendayung. Mendayung di air yang tenang, tuh, ngga semudah mendayung saat di Sungai Serayu. ๐Ÿ˜› Kataku, Kayak membutuhkan tenaga yang cukup ekstra karena hanya mengandalkan dua atau satu peserta saja. Padahal sebenarnya mendayung dengan santai pun bisa. Malah katanya lebih tenang dan bisa bermain-main sesuka hati. Tapi dasarnya emang penakut, melihat dayung tertidur di atas Kayak saja keringat sudah bercucuran. ๐Ÿ˜†

Aku merasa beruntung karena dapat partner Mas Topan yang jago main Kayak. Di atas Kayak, aku cuma sok pura-pura mendayung. Padahal, jelas-jelas kekuatan dayung ada di Mas Top. Aku hanya sesekali saja mengikuti perintah Mas Top untuk dayung samping untuk memutar balik Kayak. ๐Ÿ˜€ Sebenarnya dia pingin naik Kayak sendiri, lho. Tapi karena aku pingin ngerasain Kayak juga, terpaksa dia mau jadi partnerku. Kasihan sama Ibu satu anak ini. ๐Ÿ˜€

Destinasi Telaga di Dieng...
Single kalau udah canggih mah ngga bikin baper… ๐Ÿ˜€

Di sini juga tersedia Kayak single, lho. Jafi kamu yang masih single ngga usah beesedih, ya. Masih banyak temannya. ๐Ÿ˜† Buat kamu yang udah lihai mendayung atau hendak mencari ketenangan, coba saja Kayak dengan kepala tunggal. Aku melihat Mas Pras dan Mas Ojo mendayung sendirian, tuh, kelihatan asyik banget. Nyamperin para Petani yang sedang istirahat di ladang, dan para pemancing yang dengan sabar menunggu umpan. Betul-betul sampai tepi banget. Asyik, bukan?

Mungkin Ini Ketakutan yang Muncul Saat Akan Kayak.

“Kayak aman ngga? Gimana kalau air pada masuk? Kira-kira tenggelam ngga?” Kayak aman, asal terus didayung. Soalnya kalau ngga didayung, kamu ngga akan merasakan asyiknya kayak. Iya, masak sudah di atas Kayak, bawa dayung, tapi cuma diam saja di tengah telaga, kan cubangets. Apalagi kalau sendirian. ๐Ÿ˜† Terus nih, memang ada kemungkinan air masuk ke dalam Kayak. Tapi tenang karena yang masuk itu ngga berlebih. Ngga sampai menimbulkan tenggelam. ๐Ÿ˜€

“Gimana kalau nanti Kayaknya terbalik karena kesalahan sendiri?” Ini pikiran jelek yang muncul di awal-awal saat melihat luasnya Telaga. Buat kamu yang punya pikiran sama dengan aku, bisa banget minta tolong sama tim yang ada di situ untuk menjadi sopir Kayak. Seperti aku yang saat itu ngikut Mas Topan. Posisi aku di depan, tapi jarang mendayung. Dan itu ngga masalah, asal salah satu ada yang bisa mendayung. ๐Ÿ˜†

Nyelfiee… ๐Ÿ˜›

“Lalu, gimana kalau tiba-tiba di depan ketemu ular atau buaya? Kan ngeriii.” Nah ini, kamu harus tenang kalau punya pikiran semacam ini. Lagi-lagi aku menyarankan untuk mengjak tim atau teman-teman Pokdarwis Desa Karangtengah yang standby di tempat untuk menemani kamu keliling Telaga Merdada yang memesona.

FYI, di telaga ini banyak terdapat berbagai macam fauna seperti Burung Belibis dan Jalak Sungu. Di sekitar telaga juga terdapat agro Kentang, Carica dan berbagai macam sayuran. Sesuai slogannya, kan, back to nature!

“Aku ngga bisa mendayung. Ngga punya tenaga karena keburu habis buat mikirin mantan pacal yang bentar lagi nikahan.” Mungkin ini ketakutan terakhir. Tenaaaang tenaaang, ini ngga masalah karena dengan membayar Rp 50 ribu, sudah termasuk pendampingan instruktur. Pilih Kayak yang isi duaaaaaa, yaaaa. ๐Ÿ˜€

Ini Alasan Kenapa Kalian Musti Nyobain Kayak di Telaga Merdada.

Selain suguhan alam sekitar telaga yang memikat, mungkin empat alasan ini cukup menguatkan kenapa kamu harus mencoba Kayak di Telaga Merdada.

  • Akses Mudah. Lokasi telaga cukup dekat dengan Kompleks Candi Arjuna, yaitu kira-kira 3 km, artinya Telaga Merdada mudah dijangkau. Iya, secara wisatawan kalau Dieng sebagian besar singgah di kompleks Candi Dieng. Makanya, lokasi ini mudah ditemukan. Aksesnya pun cukup mudah, termasuk jalan menuju telaga.
  • Biaya Murah. Satu Kayak dibanderol Rp 50.000. Eeeh, ini bukan jualan. Maksudku, kalian cuma bayar Rp 50.000 per Kayak. Kalau lagi pingin ngirit, kalian bisa nyobain Kayak yang dua kepala, lho. Kan bayarnya jadi dibagi dua. Hahaha. Dan Rp 50 ribu ini sudah termasuk tiket masuk senilai Rp 5 ribu dan kuliner yang bakal bikin kangen.
  • Kulinernya bikin kangen! Jadi, dengan bayar Rp 50 ribu, tuh, udah termasuk makan. Dan paket makannya adalah Nasi Jagung, Ikan Asin, Tempe Kemul dan Urab. Uuuhw…niqmad banged, kan? Sayangnya, package nasi jagungnya dimasukin plastik. Coba kalau dibuntelย menggunakan daun pisang, ya. Sepertinya tambah enak! Dan daun pisang ini bisa sekalian buat alas makan. Ennnaaaaq enaaaq terus pokoknya!
  • Jaminan Bisa Ngga Basah! Yes, jaminan banget, apalagi bagi kalian yang ngga bawa atau minim baju ganti. Kayak itu ngga harus basah, kok. Ngga seperti arung jeram. Sebelum naik Kayak, air yang masuk atau membasahi tepat duduk bisa dibersihkan terlebih dahulu dengan dilap menggunakan kanebo. Aku sama Mas Topan aman, lho. Celana dan baju ngga basah sama sekali karena memang berusaha untuk ngga basah. Main dayungnya pun pelan-pelan. ๐Ÿ˜‰

Omong-omong, fasilitas pendukung seperti tempat makan warung kopi, di sini belum tersedia. Kamu bisa beli jajan dulu di mini market kalau perlu, ya. Halaman parkir persis di depan Telaga pun belum begitu luas, tapi sih bisa buat parkir mobil, mini bus, dan sepeda motor. Dan kalau pingin buang hajat, kamu musti jalan kurang lebih 300 meter karena letak Toilet ada di sebelah kanan telaga.

Oiya, di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, sudah terbentuk Desa Wisata dan mempunyai cukup bayak potensi wisata. Kalau kalian ke Dieng, coba mampir ke Desa Wisata Karangtengah, ya. Selain Kayak, kalian bisa nyobain Trekking keliling Telaga Merdada, Camping di Bukit Pangonan, Camping di Sekitar Telaga, Memancing, Wisata Agro, atau Melihat Batuan Andesit. Sementara untuk potensi lain, aku belum mencari tahu. Mungkinย next time. ๐Ÿ˜‰

Sudahkah kalian siap nyobain Kayak di Dataran Tinggi Dieng? ๐Ÿ˜‰

Rekam Jejak 2017

“Tahun ini, aku betul-betul ingin kembali aktifย ngeblogย di blog ini, khususnya. Niatnya, sih,ย updateย seminggu dua kali. Hari lain, aku gunakan untukย updateย blog Kecemut dan Curhatan Kerja. Blog CERIS Wisata dan CERIS Tekno, karena sudah dibantuย update sama Om Arman dan Tante,ย sedikit woles lah, ya. Hahaha. Doakan bisa kembali rutinย ngeblogย danย blogwalkingย ya, Temans!”

Tahun ini, 2016. Ya, petikan paragraf di atas aku ambil dari resolusi aku di tahun 2016. Sebuah keinginan atau bisa dibilang resolusi telah tertulis kala itu. Awalnya sudah kayak pejabat yang tiap harinya punya agenda kerja padat. Dari tanggal muda sampai tua, sudah tertulis jadwal buat ini itu. Dan lagi-lagi, implementasinya jauh dari apa yang sudah aku tulis. Meski tiap bulan sudah membuat jadwal untuk update blog, sampai pada waktunya eksekusi, ada saja kendala. Malas, misalnya. Atau alasan klise seperti ngga punya ide, mau nulis apa, dan capek. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

Dan aku setuju banget dengan Mak Summayah bahwa, baiknya melakukanย refleksi dulu sebelum resolusi. Ini yang menjadi tema #KEBloggingCollab kelompok Najwa Shihab.

Iya, rasa-rasanya kurang adil kalau harus terus-terusan menuliskan resolusi tiap tahun tanpa diimbangi dengan refleksi. Entah itu resolusi baru, atau resousi lanjutan dari tahun kemarin. Evaluasi, tuh, penting banget. Ya ngapain bikin resolusi muluk-muluk untuk rajin update blog atau Blogwalking, kalau pada kenyataannya masih nyaman scroll feed Instagram atau chit chat. Parahnya, aku masuk zona tersebut. Zona aman mentelengin Instagram dan terlalu asyik ngobrol sama teman lewat chat. ๐Ÿ˜€ Setelah kembali evaluasi, sebenarnya alasan punya bocah kecil, tuh, ngga begitu berpengaruh. Tapi tahun kemarin, itu aku jadikan alibi. Maafkan Ibu ya, Nak. ๐Ÿ˜‰

Si Kecil asyik dengan dunianya… ๐Ÿ˜€

Alibi ngga hanya sampai pada si kecil, pekerjaan yang semakin menumpuk pun aku jadikan kambing hitam kala itu. Padahal kalau mau tahu, dalam kurun waktu satu tahun, satu pekerjaan yang aku tarjetkan bakal selesai, sama sekali ngga ada perkembangan. Aku selalu menunda-nunda untuk menyelesaikannya. Dudududuh…kalau sampai atasan tahu, aku bakal dikasih duit dua milyar. Dezeeg!

Etapi di tahun 2017, aku ngga ngenes-ngenes amat, kok. Masih rutin update blog Kecemut. Sesekali update CERIS Tekno meski seringย menelantarkan blog CERIS Wisata yang sekarang berganti domain menjadi Minggatan. Selain itu, meski tarjet pekerjaan kantorku ada yang gagal, atasan tetap menambah pekerjaan untukku. Satu aplikasi dowang, sih. Tapi agaknya serius dan mungkin akan menambah jam terbang. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜› #somboong

Masih di tahun 2017, ini hampir di penghujung tahun, aku kembali bisa meyakinkan Dinpar Kabupaten Banjarnegara untuk mengadakan famtrip dengan jumlah peserta dua kali lipat dari tahun lalu. Bahagia banget, kan. Apalagi dapat bonus space untuk pengukuhan GenPI Banyumasan. Kan rasanya tambah bahagiaaaaa tauuuuuk. ๐Ÿ˜†

Pengukuhan GenPI Banyumasan, sebelum Famtrip….

Sssst…btw,ย ada yang paling membuatku bahagia di tahun 2017. Yaitu tentang pertemanan. Iya, dari ikut acara tentang Pengembangan Pariwisata yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pariwisata dan Kabupaten Banjarnegara, aku dapat banyak teman baru. Dari sini lah sekarang tiap akhir pekan, aku melakukanย semacamย pemetaan wisata Kabupaten Banjarnegara bersama beberapa kawan. Ada lagi yang bikin aku semangat untuk turut memajukan pariwisata Banjarnegara, yaitu tentang GenPI Banjarnegara. Ya, setelah dikukuhkan tanggal 10 Nopember lalu, sekarang sudah mulai gerak, gitu. Kan tambah semangat kalau bertemu banyak teman satuย passion. ๐Ÿ˜‰

Lalu, apa kabar keluargaku? Ada Bojo, Kecemut dan Orang tua! Alhamdulillaah mereka mengerti. Asal ngga Sabtu-Minggu atau hari libur kerja kepakai buat pemetaan semua, ya. Aku tetap harus menyisakan waktu untuk keluarga, khususnya untuk Yasmin. Memang, semenjak bulan Juli, aku putuskan untuk hidup dengan ART. Tapi bukan berarti aku bisa terbang bebas karena keluarga udah ada yang ngurus. Kapasitas ART, kan, membantu, ya. Jadi ngga sepenuhnya pekerjaan ditangani olehnya. Tetap gotong royong lah.

Kampung Damar Banjarnegara 1
Akrab banget, ya…

Eh iya, tahun ini aku resolusiku ngga semuluk-muluk tahun lalu. Dari awal niat banget konsisten, tapi pada akhirnya ngga greget. Hahaha.

๐Ÿ˜› Quality time dengan keluargaย adalah saat sedang di rumah. Mendampingi Syaquita Yasmin tanpa pengang gadget. Menemainya bermain atau bercerita sebelum dia ke alam mimpi. Suamik? Aaaah…dia, mah, supportable apa yang aku kerjakan. Terpenting adalah kebersamaan. Berapa pun sisa waktu dalam sehari, kami berusaha untuk pacalan. #euuh #celup

๐Ÿ˜› Update blog terus berjalan semampu aku. Apalagi sekarang Om Arman, yang ikut ngadmin CERIS Tekno, sudah kerja di sebuah Rumah Sakit Swasta. Ngga jamin bakal bisa bantu update blog secara rutin. Pun dengan Tante. Sekarang makin sibuk dengan kegiatan di Sekolah, makin banyak yang dipikiran juga. Maklum, usia terus bertambah. Hahaha. #apahubungane. Eeits, mari ngumpulin tenaga buat blogwalking lagiiiiiii! #ikatperutsekencangmungkin

๐Ÿ˜› Pekerjaan yang sempat tertunda tahun lalu, akan segera aku eksekusi. Berhubungan lebih baik dengan atasan, atasannya lagi, atasan atasannya lagi, dan seterusnya supaya data-data yang akan aku eksekusi cepat turun! #syemangat #pantangmenyerah

๐Ÿ˜› Mapping wisata Banjarnegara juga tetap berjalan, lho. Dan tentunya, ber-iring-an dengan kegiatan-kegiatan GenPI Banjarnegara yang insya allah juga turut mempromosikan pariwisata Banjarnegara. #gasssss

Hasil berburu…

Yasudah lah, rasanya sudah sangat lengkap harapan yang bakal aku wujudkan di tahun 2018 ini. Kalau misal masih terlihat ada yang kurang, paling kurang piknik. Belum ada rencana untuk ini, ngalir saja mau kemana. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†ย Selamat tahun baru 2018 di tanggal 3 Januari, Temans! Semoga makin semangat untuk berkarya dan juga berbagi, ya. ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜‰ Baca juga Rekam Jejak 2016. ๐Ÿ˜€

Ps. Nulis ini hasil begadang sampai jam 01.00 WIB. Asli, aku kangen begadang untuk update blog. Uuwwwh…biasanya jam 21.00 WIB udah tefaaaaar. ๐Ÿ˜†

Villa di Tengah Kota Banjarnegara

Desclaimer: ini bukan review, hanya pemanasan saja karena aku ke sana cuma jalan-jalan dan duduk-duduk manis. ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜›

Ketika di kota lain memilih puncak atau dataran tinggi untuk lokasi sebuah Villa, lain halnya dengan Banjarnegara. Pemilihan lokasi yang tak jauh dari tengah kota memang anti mainstream. Hanya 1 km dari alun-alun Banjarnegara. Bisa dibilang, Villa ini sebagai pilihan alternatif penginapan yang ada di Surya Yudha Park Hotel Banjarnegara karena memang satu lokasi dengan hotel tersebut.

Villa Warna dan Villa Pelangi, namanya. Bertempat di lantai tiga, tepatnya di belakang kompleks Surya Yudha Hotel, kini telah dibangun dua Villa dengan konsep kekinian. Kalau ngomongin tentang kekinian, pasti kalian paham lah, ya. Sebuah konsep yang ngga bikin bosan, dan ramah buat foto-foto. Eeeeh…ini mau nginep atau mau narsis, sih? ๐Ÿ˜†

Pertama kali aku melihat Villa ini di akun Instagram Mbak Nining. Aku kira, dia lagi di Kampung Pelangi, Semarang. Sebuah kampung yang belakangan ini ngehits banget karena tiap ruas jalan dan rumah dicat dengan warna-warna cerah. Sama halnya dengan Villa ini yang mengusung tema warna-warni. Mumpung saat itu lagi duduk bareng Mbak Nining di Historia Cafe, aku bersama teman-teman GenPI Banjarnegara diajak jalan-jalan keliling Villa.

villa di banjarnegara
Villa Pelangi…

Dari Historia Cafe, kami jalan kaki kurang lebih tiga menit dan lanjut naik lift sampai lantai tiga. Sesampainya di lantai tiga Surya Yudha Hotel, kami melewati lorong untuk menuju Villa. Beeeuh…baru sampai pintu masuk saja, tembok warna-warni samping Villa sudah minta dilendotin. Aku bersama Ella, Mbak Atut dan Mbak Nining langsung pasrah berpose di depan dinding warna-warni. Padahal Mas Imam dan Rois belum niat memotret, mereka langsung menuju depan Villa, gitu. Dududuuh…cewek-cewek cantik sempat dianggurin sejenak.  :mrgreen:

Selain dinding warna-warni yang bikin naluri narsisnya keluar, tiap sudut Villa pun tak kalah fotogenic. Ada beberapa properti yang menggoda banget. Seperti kursi yang ada di pelataran villa di atas, bentuknya macam telur pecah, gitu. Lucuk, ya. Hihihi. Sekarang, aku kasih lihat kamar-kamarnya, ya.

villa di kota banjarnegara
Ada Pohon Salak juga, lho. . .

Pertama, kami masuk Villa Warna. Di sini terdapat empat kamar tidur lengkap dengan kamar mandi dalam. Dapur yang ngga begitu besar, ruang tengah, dan teras yang cukup asyik buat ngobrol. Aku lihat, kamarnya luas. Pun dengan bednya, tipe large, gitu. Satu kamar bisa buat bobok ber tiga. Asli.

Dengan harga Rp 2 juta per malam, Villa ini cocok buat nginep bareng keluarga atau sahabat. Buat yang mau ngirit juga bisa, lho. Ngga harus menyewa satu Villa, kok. Satu kamar pun boleh disewa dengan tarif Rp 500 ribu per malam.

villa pelangi surya yudha hotel banjarnegara 2
Bobok sendiri-sendiri bisa. . .
villa pelangi surya yudha park banjarnegara
Kruntelan di sini bareng keluarga kan asyique…

Kedua, yaitu Villa Pelangi. Villa ini dibagun setelah beberapa bulan Villa Warna selesai dibangun. Bedanya dengan Villa Warna, Teras Villa ini lebih luas dan dapurnya ada di samping Villa, bukan di dalam. Selain itu, di Villa Pelangi hanya menyediakan tiga kamar.

Untuk dapat menempati Villa ini, kalian cukup membayar Rp 1.500.000,- per malam. Fasilitas penunjang, sama halnya dengan Villa Warna. Televisi tiap kamar, lemari es, ruang santai, dll. Untuk fasilitas makan dll, aku belum tanya detail karena kemarin hanya jalan-jalan santai dowang. Next time, pingin nginep di sini bareng teman-teman. Merasakan atmosfer malam Villa Pelangi.

villa pelangi
Gimana ngga pingin foto, coba. . .Temboknya cantik amat. Hahaha

Dududuuh…ini kenapa jadi ngebayangin asyiknya menginap di Villa ini, ya. Ngadain acara buat teman-teman GenPI sambil staycation, sepertinya asyik. Ya, kaaaan? ๐Ÿ˜€

Rupa-rupa Pesta Budaya Kalilunjar

Rupa-rupa Pesta Budaya Kalilunjar – Sebuah foto yang di dalamnya melintang banner betuliskan “Gebyar Dolanan Bocah” cukup menyita perhatianku. Foto tersebut dibagikan oleh Mas Jojo, Ketua Pokdarwis Desa Kalilunjar, lewat twitter. Di dalam foto terlihat konsep dan tatanan tepat acara cukup sederhana namun ada kesan istimewa. Aku bilang istimewa karena anak zaman now yang lebih sering nongkrong di Mal, kemudian disuguhi pemandangan rumah yang terbuat dari jerami dan di depannya terdapat lesung yang makin dijumpai. Ada rasa penasaran dan ingin segera mendatangi acara tersebut.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Melalui direct message, Mas Jojo mengundang aku untuk turut menikmati atmosfer Kalilunjar saat hari jadi desa Kilunjar berlangsung. Ya, gebyar dolanan bocah merupakan salah satu acara Pesta Budaya Kalilunjar yang berlangsung pada tanggal 26-29ย Agustus tiap tahunnya. Percakapan terus berlanjut samai akhirnya Mas Jojo berkeninginan untuk menghadirkan teman-teman Blogger dari kota sebelah. Ya sudah, aku colek teman-teman Mbakyu Blogger Wonosobo dan Blogger Banyumas.

Ajakan aku kali ini memang terkesan mendadak dan sedikit memaksa teman-teman. Dengan beribu minta tolong, mereka pun akhirnya bisa hadir ke Kalilunjar. ๐Ÿ˜€ Dengan segala drama sejak kedatangan kami jam 14.00 WIB, akhirnya kami bisa berdamai dengan diri ketika melihat kekompakan masyarakat Desa Kalilunjar malam itu. Inilah rupa-rupa pesta budaya Kalilunjar. ๐Ÿ˜‰

Obor Ambal Warsa.

Lampu warna-warni yang berada di area BAS (Bukit Asmara Situk) dan sepanjang perjalanan menuju Pendopo Purwosari mulai dinyalakan pada sore hari. Lampu buatan remaja desa hanya digebyarkan saat hari jadi Desa Kalilunjar. Hari biasa, lampu secakep ini ngga bakal ada di pelataran BAS, apalagi di pinggir jalan raya.

BUKIT ASMARA SITUK KALILUNJAR
BAS (Bukit Asmara Situk), wisata alam di Kalilunjar

Suasana malam makin meriah ketika seluruh masyarakat berkumpul di Pendopo untuk menyaksikan acara Obor Ambal Warsa. Acara yang djadwalkan pukul 19.00 WIB, sempat molor karena menunggu persiapan dari masyarakat.

Aku kira acara ini seperti pawai obor pada umumnya. Dan ternyata, ada beberapa hal yang harus ditaati oleh masyarakat yang akan mengikutinya.ย Salah satu ketaatan itu adalah pemakaian baju adat. Ya, selain membawa obor yang terbuat dari bambu serta oyod genggong, seluruh masyarakat yang bertugas harus mengenakan pakaian adat setempat. Baju adat motif lurik dengan bawahan celana warna hitam dengan dibalut kain jarik.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR OBOR AMBAL WARSA
Obor-obor dari bambu dinyalakan…

Setelah semua siap, dengan dipimpin oleh pemangku adat, masyarakat mulai berjalan kaki dari Pendopo Purwosari menuju Dukuh Genggong, dukuh yang dulunya sebagai pusat Desa.

Acara Obor Ambal Warsa menjadi tanda bahwa, esok hari akan diselenggarakan upacara adat yang bernama Boyong Oyod Genggong.

Boyong Oyod Genggong.

Pagi hari di sekitar Pendopo Purwosari cukup ramai. Nampak beberapa tamu undangan telah menempatkan diri di kursi yang telah disiapkan. Aku dan teman-teman Blogger pun turut merapat ke Pendopo.

“Ini kok yang duduk hanya tamu undangan, ya. Kemanakah masyarkat setempat?” Batinku ketika sudah berada di sekitar Pendopo.

Setelah aku cari tahu, ternyata mereka sedang melangsungkan acara sakralย Boyong Oyod Genggong. Iyaaa, aku ketinggalan kereta, padahal sudah diberitahu kalau acara dimulai jam 07.00 WIB. Alasannya, sih, telat bangun karena malamnya begadamg sama si Kecemut. Hahaha. Tak mengapa, aku masih bisa menunggu mereka di Pendopo karena acara tersebut itu dimulai dari Dusun Genggong menuju Pendopo Purwosari.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR PENDOPO PURWOSARI
Pendopo Purwosari, Kalilunjar…

Acara Boyong Oyod Genggong bisa dikatakan kebalikan dari acara Obor Ambal Warsa. Maksudnya, setelah malamnya masyarakat berbondong-bondong dari Pendopo Purwosari menuju Dusun Genggong, pagi harinya Oyod Genggong kembali diboyong atau diarak oleh warga menuju Pendopo Purwosari.

Oyod atau dalam bahasa Indonesia berarti akar.ย Genggong yaitu nama Dukuh pertama kali yang berpenduduk. Karena masyarakat Dukuh Genggong makin lama makin banyak, maka zaman dahulu kala, pemerintahan setempat perlu memindah tata pemerintah ke tempat yang lebih luas yaitu Dukuh Purwosari. Dan yang diboyong sebagi tanda, tuh, beneran akar yanv usianya sudah ratusan tahun itu. *ini kalau ada kesalahan informasi, siap memperbaharui*. Hahaha.

Ngga hanya Oyod Genggong saja yang diarak saat peringatan hari jadi, ada gunungan yang berisi hasil bumi juga. Uniknya nih, disepanjang jalan dari Dukuh Genggong menuju Pendopo, masyarakat ngga hanya sekadar jalan mengikuti lajur jalan. Namun ada beberapa atraksi yang dipertontonkan, semacam sendratari, gitu.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR PESTA PALA
Tiba di lokasi Pesta Pala…

Aku sempat menyaksikan saat ada dua tokoh -yang aku ngga tahu namanya- mereka seperti berperang saat melintasi sebuah sungai kecil sebelum Pendopo. Kalau kata masyarakat, sungai tersebut bernama Kaliwewe. Entah mereka memperebutkan apa, yang jelas atraksinya menarik banget. Pun dengan pakaian yang mereka kenakan. Uuwh…penasaran dengan kostum dan penampilannya? Kalin wajib datang ke event ini tahun besok. ๐Ÿ˜›

Bisa dibilang,ย Boyongย Oyod Genggongย merupakan puncak event Parade Budaya Kalilunjar karena memang event ini diadakan untuk memperingati hari jadi Desa Kalilunjar. Ya…meski setelahnya masih ada hiburan wayang kulit semalam suntuk sebagai penutup acara.

Jajan Tradisional di Pesta Pala.

Usai prosesi Boyong Oyod Genggong, sebagian masyarakat berkumpul di Pendopo untuk menyaksikan serah terima Oyod Genggong dan berebut gunungan hasil bumi.

Nah, karena jalan tambah macet, aku pun mulai curiga, jangan-jangan Pesta Pala sudah dimulai.ย Uuwh…dan ternyata betul! Beberapa Buk Ibu perwakilan per RT sedang menyiapkan tempat untuk pesta. Ngga hanya tempat, sajian kuliner khas setempat pun mulai digelar di lapak yang telah mereka buat.

FESTIVAL KALILUNJAR
Kuliner tradisional khas daerah…
PESTA BUDAYA KALILUNJAR MENU PALA
Aneka jajan tradisional dari singkong…

Pesta Pala merupakan sebuah pesta rakyat yang beneran nyata. Masyarakat membuat camilan dan kuliner khas setempat, lalu ditawarkan kepada para pengunjung, baik masyarakat setempat maupun wisatawan. Dan yang membuat surprise, mengambil jajan atau kuline sebanhak apapun, bayarnya seikhlasnya. Dudududu…ada nasi jagung, peyek jui, buntil, urab, sedeep bangettt. Belum lagi jajanannya.

Kenapa dinamai Pesta Pala? Karena olahan kuliner dan jajanan khas yang disuguhkan sebagian besar dari bahan dasar Palawija, baik dari jenis Pala Pendem seperti umbi-umbian, maupun Pala Gantung seperti jagung dan buah-buahan.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR PESTA PALA 2
Jajan hasil bumi, pala pendem dan pala gantung…

Desa Kalilunjar ini ada lenih dari 20 RT (Rukun Tetangga), kalian bisa membayangkan ramainya pesta ini, kan? Apalagi hampir tiap RT menampilkan aneka olahan. Pokoknya keguyupannya patut ditiru. Persiapannya nampak matang dari segala sisi termasuk pakaian yang dikenakan para penjual. Canteeek-canteeeek.

ย Hiburan Gejog Lesung.

Kalian tahu, kan, bahwa lesung pipi sukses menjadikan perempuan makin manis? Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan. Hahaha.

Lesung yang dijadikan sebagai wadah gabah, manambah suasana Pesta Pala makin pecah. Apalagi setelah jajanan mulai ludes. Seakan perhatian tertuju pada personil gejog lesung. Mereka adalah sekumpulan mbah-mbah sing zaman semono ahli banget menumbuk padi dengan gejog atau alu di lesung. Gejog sambil geal-geol, gitu.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR SENI GEJOG LESUNG
Kekompakan gejog lesung….

Dan saat itu juga, mereka seperti bernostalgia. Gejog yang ada di dalam genggaman, mulai mereka mainkan. Hitungan untuk menjadikan suara tabuhan yang enak didengar pun dimulai. Sampai di tengah hitungan seperti ada kesepakatan untuk sebuah nada tiap gejog, merekapun tertawa bahagia sambil goyang-goyang, gitu. Hahaha.

Selain wedang Jembawuk yang rasanya antk maenstream, ada yang musti kalian tahu lagi. Bahwa, ngga hanya para pejabat dan orangtua saja yang mengenakan baju adat, gitu. Para remaja dan anak-anak kecil pun turut mengindahkan acara ini dengan mengenakan pakaian adat atai baju khas desa, lengkap dengan penampilannya kucir dua atau gelungan. ๐Ÿ˜‰

PESTA BUDAYA KALILUNJAR GEJOG LESUNG
Di sini area yang digunakan acara Gedobo

Terima kasih Mas Jojo atas pengalaman yang menarik ini. Buat Mas Ipong juga yang sudah berkenan mengantar kami ke sana ke mari, sudah mau direpotkan. Tak lupa keramahan warga yang luar biasa, terima kasih. Maaf jika ada salah kata dan tingkah selama dua hari satu malam di Desa Kalilunjar, ya.

Sampai jumpa di pesta budaya Kalilunjar Tahun 2018. Ditunggu atraksi menarik lainnya, dan kejutan pada tiap acara ya, Kaak Pokdawris Kalilunjar. :mrgreen:

Kecantol Grab di Semarang

Kecantol Grab di Semarang – Aku pernah punya pengalaman yang tak mengenakan tentang pemesanan travel jurusan Semarang-Banjarnegara. Saat itu, aku sedang ada tugas dinas ke Semarang. Dalam kurun waktu dua jam, aku memesan travel sampai tiga kali di agen yang sama. Dududu…

Pertama, karena prediksiku bakal pulang lebih awal kira-kira jam 13.00 WIB, aku menelpon agen travel jam 12.00 WIB. Alhamdulillah masih tersisa dua kursi. Ada rasa takut akan kehabisan tiket, ย aku pun langsung memesannya. Dan benar, jam 12.00 aku dapat menyajikan laporan yang sudah kubuat. Setelah diteliti oleh pihak korwil, ternyata ada kesalahan input data untuk beberapa akun. Sungguh di luar dugaan. Tanpa berpikir lama, aku menggeser jadwal pemberangkatan travel. Dari yang tadinya berangkat jam 13.00, menjadi jam 14.00 WIB. Hanya selisih satu jam dari pemesanan sebelumnya.

Setelah aku pikir ulang, estimasi yang kubuat asal banget karena aku ngga memperhitungkan waktu ishoma. Sampai jam istirahat selesai, penyajian laporan pun tak kunjung selesai. Duuuh…

1 TEMPAT MAKAN ATRIA HOTEL
Tempat untuk mengenyangkan perut… ๐Ÿ˜€

Sepuluh menit lagi menuju jam dua. Ketimbang gugup sendiri, aku kembali memutuskan untuk menggeser jam pemberangkatan travel. Betul-betul ngga enak hati sama cs-nya, takut dikatain plin-plan. Tapi mau gimana lagi, risiko dinas luar tanpa diantar mobil dinas ya seperti ini. Dan perlu kalian tahu, aku menggeser pemberangkatan ini sampai tiga kali. Pada akhirnya, dengan berat hati aku membatalkan pemesanan tiket dan pasrah akan sampai rumah jam berapa. Dududuuh…rasanya ngga enak banget. Meski pihak travel ngga mempermasalahkan, tapi rasanya memalukan. Hiks.

Baca cerita tentang Traveling di Semarang.

Waktu itu otak memang lagi ngga fokus kerja. Selain kondisiku sedang kurang fit, Kecemut pun sedang sakit. Makanya saat mengerjakan ulang di sebuah hotel, kerap salah. Beruntung, teman-teman operator satu karesidenan juga ada beberapa yang harus perbaikan. Rasa-rasanya seperti tertolong, antara ada teman seperjuangan dan ada teman bareng saat pulang nanti.

Ya, mereka semua cowok dan sudah sepakat akan pulang malam. Dudududuh…kembali putar otak, ya. Kali ini aku memilih alternatif lain yaitu memesan shuttle. Meski nanti ngga diantar sampai rumah, yang penting bisa sampai Banjarnegara dengan selamat dan lebih cepat.

Pak, masih ada sisa kursi untuk pemberangkatan jam 18.00 WIB? Turunnya di Banjarnegara.” Lewat telepon, aku kembali memesan transportasi untuk pulang. Kali ini aku optimis kalau pekerjaan akan terselesaikan tepat waktu. Semangat menyelesaikan pekerjaan bisa dibilang menggebu-gebu karena ingin cepat pulang dan ketemu Kecemut lagi.

Aplikasi Grab
Akhirnya berguna juga aplikasi ini… :mrgreen:

Ikut shuttle Sindoro mau? Masih sisa dua kursi.” Mendengar masih ada kuota kursi, rasanya ingin segera terbang sampai agen shuttle. Ngga sabar banget, ya. Hahaha.

Yuhuui…karena shuttle, mereka ngga bisa jemput di tempat. Aku harus ke Terminal Sukun Banyumanik (kalau ngga salah), tempat agen shuttle Sindoro. Ngga masalah karena di Semarang banyak transportasi yang bisa dipesan melalui aplikasi. Dan satu-satunya aplikasi transportasi online yang aku punya saat itu adalah Grab.

Aku download aplikasi ini seperti buat pajangan dowang di handphone. Belum pernah aku pakai sama sekali karena di Banjarnegara belum ada Grab. Navigasinya mudah dipahami, menggunakannya pun mudah. Berasa langsung klik seperti ketemu jodoh, gitu. Apalagi pas lagi butuh, kebetulan ada Grab Car yang sedang jalan menuju hotel tempat acara. Ya sudah, aku langsung gebet mobil Honda Brio warna hitam yang dikemudikan oleh Mas Heri. Saking ngga sabarnya, aku sempat telpon dan beberapa kali chatย lewat aplikasi Grab. Idiih…penumpangnya lebih agresif, ya. :mrgreen:

Grab Semarang-01
Biaya tambahan akan dimasukan nota juga, bila perlu….ย 

Pelayanan transportasi dari Mas Heri ini terbilang memuaskan. Soalnya dia bisa mengkondisikan dan paham betul kebutuhan penumpang. Sebelumnya aku sampaikan bahwa, shuttle yang telah kupesan akan berangkat jam 18.00 WIB. Tahu waktunya cukup mepet, dia menambah kecepatan berkendara, tanpa meresahkan anak gadis yang ada di dalam mobilnya. Udah gitu, dia memilih lewat tol supaya ngga ketemu dengan yang namanya macet.

Betul,ย lewat tol saja, Pak. Nanti aku yang bayar e-tol.” Aku mencoba meyakinkan Mas Heri supaya lebih cepat sampai shuttle. Hati ini udah rada panik, Brey.

Iya, pasti mbak yang bayar, kok. Tapi nanti kalau perlu tak tambahin di nota biar Mbak ngga nombok buat laporan ke kantor.” Aaah..tahu banget kebutuhan laporan buat kantor, ya. Padahal lewat tol cukup membayar 5 ribu saja, tapi Mas Heri tetap menambahkannya di tagihan pembayaran. Gimana ngga kecantol sama Grab, coba? Pengalaman pertama pakai Grab dan mendapat sopir yang pengertian. ๐Ÿ˜‰

Shopback
Aplikasi yang suka ngasih cash back… ๐Ÿ˜‰

Bisa jadi aplikasi dari jasa transportasi online ini akan menjadi andalanku jika pergi keluar kota karena aku lebih sering memanfaatkan transportasi umum. Terlebih kalau ngga dapat pendampingan dari sopir kantor. Kabar baiknya, di Harbolnas tahun ini, ShopBack nawarin Voucher Grab.ย Tiap pembelian voucher Grab, kamu akan mendapat cashback, potongan harga dan atau diskon sesuai penawaran yang tercantum dalam website. Asyik, kaaaan?

Udah kecantol Grab di Semarang, kira-kira bakal kecantol di mana lagi, yaaaa? ๐Ÿ˜†

Baca lagi tentang perjalanan dari Kantor Gubernur Semarang ke McD.

Festival Durian nDirun 2017

Kampung Durian. Mendengar namanya, para penikmat durian pasti tidak sabar ingin tahu dimana lokasinya. Ingin segera berburu atau memilih durian yang paling enak dan unggul. Daging buah dengan warna kuning dan tebal, serta biji buah cenderung kecil, mungkin ini menjadi salah satu kriteria durian yang akan dicari nantinya.

Berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, ada kampung durian yang menawarkan 49 varietas durian. Tepatnya di Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, sentra durian kini makin terkenal. Terlebih buah dengan aroma harum yang khas ini, pernah menjadi juara 1 pada event DFI (Durian Fair Indonesia) di Jakarta pada tahun 2015. Prestasi ini sukses mengangkat potensi durian lokal, sekaligus ekonomi masyarakat nDirun.

Berangkat dari potensi lokal, seluruh petani durian nDirun sepakat mengadakan Festival Durian nDirun sebagai event tahunan. Tahun ini festival digelar pada tanggal 02 Juli 2017. Bertempat di Desa Dirun, festival yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara makin ramai karena promosinya cukup maksimal baik melaui media online, maupun offline seperti baliho.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA GAPURA MASUK
Gapura masuk…

Festival dimulai dengan acara kirab durian yang diikuti oleh Bupati Banjarnegara beserta Isteri, para anggota Forkopimda, Kakang Mbekayu Banjarnegara, Para Pengusaha, dan pemuda-pemudi setempat yang membawa durian. Selain itu, kesenian musik thek-thek “Singo Laras” turut mengawal kirab ini.

Pecah dan meriah. Kesenian thek-thek sukses memecah suasana perjalanan kirab yang dimulai dari gudang Pusri Singamerta, jalan utama provinsi, sampai lokasi Festival yaitu di atas SD N 1 Singamerta. Saking ramainya kirab ini, banyak kendaraan yang tiba-tiba membelokan arah, melewati gerbang durian raksasa. Tak salah lagi, mereka hendak turut meramaikan Festival Durian nDirun.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA PARADE
Parade Durian…

Wisatawan dan para tamu undangan pun siap menyambut kirab di depan panggung acara. Sesampainya di lokasi, durian yang telah dikirab diletakkan di depan panggung sebagai simbolis. Sementara para peserta kirab turut bergabung dengan tamu undangan, terkecuali Pak Bupati karena beliau langsung naik ke panggung acara.

Acara dibuka oleh Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, ditandai dengan pemotongan tumpeng di atas panggung. Didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pak Bupati memberi tumpengnya kepada Pak Trisno Winoto, selaku ketua panitia festival durian nDirun. Gong pun ditabuh sebagai tanda bahwa festival resmi dibuka.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA DURIAN BANJARNEGARA ACARA
Panggung Festival…

Berebut Gunungan Durian

Siang itu cuaca begitu panas, wisatawan yang datang pun makin banyak, memenuhi lokasi festival. Rasa-rasanya makin panas saat pembawa acara mengumumkan bahwa tak lama lagi akan ada kenduri durian atau makan durian bersama dan gratis!

“Pengunjung dan tamu undangan harap tenang.” Pak Udin dan Bu Widhi yang bertindak sebagai pembawa acara nampak was was karena pengunjung mulai berdesakan. Suasana yang tadinya meriah karena kesenian thek-thek kembali tampil, tiba-tiba menjadi sedikit gaduh. Terlebih setelah dipersilakan untuk mulai menikmati durian, pengunjung langsung berebut gunungan durian.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA GUNUNGAN DURIAN
Salah satu Gunungan Durian yang dipajang…

Ratusan durian ludes tak tersisa dalam sekejap. Meski durian masih diikat tali dalam gunungan, namun tidak menyurutkan pengunjung untuk berebut, mengambilnya tanpa alat. Padahal, panitia telah menyediakan pisau. Tapi nampaknya ini seperti sensasi dari kenduri durian. Senggol sana-sini, dapat satu butir, alhamdulillaah. Akhirnya bisa makan durian gratis, sambil mendengarkan lagu lawas yang didendangkan Kaos Plas. Nikmat sekali bagi mereka yang mendapat durian, ya.

nDirun Panen Rezeki

Gunungan durian habis dalam hitungan detik dan ternyata tidak semua pengunjung kebagian. Pak Rasno, misalnya. Wisatawan dari Cilacap yang sengaja datang pun hanya bisa ikut desak-desakan karena tangannya tidak sampai pada gunungan. Namun demikian, dia tidak merasa kecewa karena niat dari awal akan ikut lelang durian.

DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA

Meski petani nDirun gagal panen durian tepat waktu, tetap saja mereka banjir rezeki saat festival. Ada bazar durian dan lelang durian on the spot.

Lelang untuk yang pertama dibuka oleh Bapak Bupati Banjarnegara. Durian yang dilelang yaitu Durian Dampit milik Pak Hadi Suprapto. Durian ini memiliki ciri khas, buahnya oval, dagingnya kuning dan tebal, rasanya pahit, manis, dan banyak isinya. Lelang dibuka dengan harga Rp 50,- untuk satu paket yang berisi 4 butir.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA LELANG DURIAN

Lelang Durian oleh Wakil Bupati…

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA DURIAN BANJARNEGARA
Nama Duriannya unik, ya. ๐Ÿ˜€

Melihat isi durian, banyak yang tertarik untuk membelinya. Menawar dari harga Rp 400.000, sampai akhirnya lelang pertama dimenangkan oleh Direktur Bank BRI Cabang Banjarnegara dengan harga Rp 750.000,-.

Lelang durian ini luar biasa. Petani durian nDirun betul-betul panen rezeki karena harga deal saat lelang minimal Rp 600.000,-. Sedangkan harga normal durian nDirun, kisaran Rp 70.000-Rp 100.000 per butir. Sesekali dalam setahun, para pengusaha, para pejabat daerah, wisatawan, berbagi rezeki sekaligus menghargai petani durian ndirun.

Stand Serba Durian

Tak cukup pada buah yang utuh, panitia menyediakan stand khusus buat para inovator kuliner durian. Selain digunakan untuk bazar, ada banyak stand yang menawarkan olahan camilan dari durian. Kerupuk durian, pancake durian, kopi durian, dan masih banyak lagi jajanan yang beraromakan durian.

Sayang banget, lokasi festival terlalu sempit, dan jalan pun kurang lebar. Untuk dapat membeli pancake pun terpaksa harus berdesak-desakan karena jarak antar stand terlalu dekat. Belum lagi kopi durian, banyak yang antre ingin mencicipinya.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA OLAHAN DURIAN
Pancake Durian…

KERUPUK DURIAN

Festival Durian nDirun ditutup dengan penampilan terakhir dari band indi Kaos Plas. Penuh harap, semoga penyelenggaraan Festival Durian nDirun untuk tahun depan lebih baik lagi. Baik dari segi tempat, maupun pengamanan.

Ps. Artikel ini telah terbit di Majalah Candi, Edisi 68.

Pengalaman Menginap di D’Qiano Hotel, Dieng

Pengalaman Menginap di D’Qiano Hotel, Dieng – Minggu (12/11), aku bersama tiga puluh lima Blogger kembali menyambangi Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara. Selama satu hari, explore wisata Dieng Zona Dua, yaitu kompleks candi arjuna, bukit scotter, dan telaga merdada. Selain itu, kami juga mendapatkan pengalaman baru menginap di D’Qiano Hotel, Dieng.

Sebelum mulai jelajah esok hari, malamnya kami menginap di D’Qiano. Bisa dibilang, ini termasuk salah satu hotel yang bagus di Dieng. Hotel yang cocok buat bermalam bersama keluarga maupun buat backpacker.

Iya, kalian ngga salah baca, kok. Meski bukan homestay, tapi bisa buat backpacker asal mau menyiasatinya. Apalagi nih ya, buat para traveler yang lebih sering nyari hotel budget, kadang penginapan ngga perlu istimewa. Asalkan ada tempat tidur dan kamar mandi yang layak, masih bisa bernapas lega.

Beda lagi kalau traveling barenga keluarga, apalagi mengajak anak-anak. Ini seperti harus mencari penginapan yang membuat nyaman. Orang tua bisa tidur di mana saja, sekalipun pakai extra bed. Tapi anak-anak belum tentu bisa tidur di extra bed. Kadang malah pingin tempat tidurya seperti suasana di rumah. Uuwh…

Penginapan DQiano Dieng
Pelataran penginapan D’Qiano, Dieng…

Baca: Rekomendasi Penginapan di Batu, Malang.

Berdasarkan pengalaman dua kali menginap di D’Qiano, aku berani merekomendasikan penginapan ini sebagai penginapan yang bagus, cocok untuk keluarga dan backpacker.ย Nah, berikut alasan aku merekomendasikan penginapan ini.

Punya 4 Kamar tipe Family.

Kamar ini seperti rumah susun. Satu kamar ada di atas dengan kapasitas normal untuk 4 orang. Sementara satunya ada di bawah dengan kapasitas 2 orang. Pada masing-masing kamar terdapat kamar mandi dalam dan satu ruang tamu. Fasilitas tambahan seperti TV hanya ada di kamar atas.

Penginapan Murah di Dieng
Kamar atas, cukup nyaman…

Semua kamar mandi di sini telah disediakan air panas. Hanya saja, ada satuย shower yang kurang deras aliran airnya. Ini catatan penting buat pemilik D’Qiano supaya segera menggantinya dengan yang lebih wus-wus, ya. Tarif untuk kamar tipe ini Rp 800.000, include sarapan pagi untuk 3 orang dan free tiket masuk waterpark air hangat. Fyi, tiket masuk kolam renang biasanya dibanderol dengan tiket Rp 25.000 per orang. Ya…bayangin aja, jatuhnya ngirit 25 ribu dikali berapa orang, tuh.

Baca: Rekomendasi Penginapan di Yogyakarta.

Kamar Family bisa disulap menjadi Kamar Backpacker.

Kapasitas maksimal Family Room memang hanya untuk 6 orang. Tapi kalau datang bersama 12 orang, kamu bisa requestย ke petugas untuk menambah tiga bed. Tidur lah berjejer di kamar atas yang bisa diisi sampai kapasitas 6 orang dengan menambah satu bed. Kemudian minta tambahan (lagi) dua bed untuk disetting di ruang tamu dengan kapasitas 4 orang. Sementara kamar bawah, settingan tetap untuk 2 orang, ngga bisa lebih. Aah…aku pernah merasakan seperti ini saat famtrip Blogger tahun 2016. ๐Ÿ˜‰

Penginapan di Dieng yang murah dan bagus
Bed tambahan dan ini bisa jadi bobok di lantai semua, lho… foto:ย  Mbak Dian

Apakah nantinya harganya sama dengan harga family room?

Tentu beda. Kamu harus mengeluarkan uang Rp 100.000 tiap tambahan satu bed. Untuk menjadi kamar backpacker, kamu perlu menambah 3 bed. Jadi total bayar Rp 1.100.000 bisa untuk 12 orang, include sarapan pagi untuk 3 orang dan free tiket masuk waterpark air hangat. Lumayan, kan?

Jangan khawatir untuk masalah kenyamanan tempat tidur, ya. Kamu tetap bisa tidur nyenyak di dataran tinggi Dieng yang pada musim tertentu kadang suhunya sampai minus. ๐Ÿ˜‰

Ada juga 4 Kamar tipe Deluxe.

Naaah ini, buat kamu yang lagi honeymoon, cocok banget memesan kamar Deluxe. Dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp 500.000, include sarapan pagi untuk 2 orang dan free tiket masuk waterpark air hangat, kamu akan nyaman bobok di kamar ini.

Btw, tempat tidur di kamar ini ukurannya extra, semisal kamu datang bersama tiga teman, bisa lho satu kamar. Bobok ber empat, gitu. Tambah hangat, tanpa mengurangi kenyamanan karena memang tempat tidurnya luas. Double bed, gitu.

Penginapan Bagus di Dieng
Kompleks kolam renang D’Qiano…

Dimana, sih, alamat D’Qiano?

Berlokasi di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, penginapan ini cukup dekat dengan objek wisata Dieng Zona 2, seperti Kompleks Candi Dieng.

Ya, hanya membutuhkan waktu 10 menit sampai kompleks candi arjuna Dieng, Banjarnegara. Lalu, 15 menit menuju Bukit Scotter. Dan 20 menit menuju Telaga Merdada yang saat ini telah menjadi tempat wisata baru yaitu Kayak.

Penginapan D’Qiano recommended buat kamu yang esok harinya akan explore seputar Kompleks Candi, Telaga Merdada, Bukit Scotter, Bukit Pangonan, Telaga Dringo, Kawah Candra Dimuka, Kawah Sikidang, Pemandian Air Hangat Bitingan, dalam hal ini adalah Dieng Zona 2, Banjarnegara.

Penginapan di Dieng
Waterpark dengan air hangat…

Berwisata ke Dieng ngga mampir renang atau sekadar berendam air hangat di D’Qiano, pastilah kurang lengkap. Apalagi waterpak ini merupakan waterpark tertinggi di Jawa Tengah yang bersumber dari kawah sileri.

Baca : Homestay dekat Sikunir, Dieng.

Penginapan D’Qiano

Nomor HP: 085227622767
Jam Buka Waterpark: 08.00-18.00 WIB
Tiket Masuk Waterpark: Rp 25.000 per orang

Tips Sukses Berburu Diskon Akhir Tahun Melalui Toko Online

Siapa yang tidak tergiur dengan kata-kata diskon ataupun potongan harga pada setiap label produk yang ada diberbagai toko konvensional maupun toko online. Hal itu akan menjadi pandangan umum setiap tahun, seperti halnya diskon akhir tahun 2017 yang baru akan dimulai ini. Jadi bagi Anda yang gemar berbelanja, mulai dari sekarang bisa siapkan catatan barang dan juga anggaran yang dibutuhkan. Karena penghujung tahun merupakan salah satu moment diskon besar-besaran jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Tetapi seiring perkembangan jaman antusias masyarakat dalam menyambut kemeriahan diskon akhir tahun disetiap mall sudah semakin berkurang. Apalagi saat ini banyak bermunculan berbagai toko online yang menyediakan berbagai barang dan juga promo lebih menarik.

Orang lebih tertarik untuk melakukan belanja melalui gadget dari pada harus susah-susah ke mall. Tapi dibalik banyaknya kelebihan tentu berbelanja online juga mempunyai kekurangan. Bahkan kekurangan tersebut dapat menjadikan Anda tidak bisa sukses menikmati diskon akhir tahun pada sebuah toko online.

Namun, berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk tetap dapat memeriahkan keseruan berburu diskon pada situs jual beli online dengan cara:

1. Gadget yang mendukung.

Pertama yang perlu Anda perhatikan adalah kemampuan gadget yang stabil untuk mendukung kegiatan berburu diskon pada penghujung tahun. Sekarang ini banyak smartphone canggih yang menawarkan berbagai kelebihan masing-masing. Dalam hal ini Anda harus mempunyai salah satu kelebihan pada ponsel pintar supaya lebih lancar dan tidak ketinggalan promo ataupun diskon yang berlangsung gara-gara handphone yang jadul.

2. Internet stabil.

Yang kedua adalah adanya internet yang stabil, ini merupakan salah satu hal yang terpenting. Sekarang bisa Anda bayangkan sendiri jika ada sebuah smartphone canggih tetapi internet tidak stabil tentu kegiatan berburu diskon akhir tahun 2017,ย yang gila-gilaan akan tertinggal jauh. Padahal seperti yang diketahui jaringan internet yang luas akan menjadikan barang promo banyak peminatnya dan cepat habis.

Gadget yang mumpuni, yaa…

Jika hal tersebut dilakukan dengan internet yang tidak stabil tentunya barang yang Anda impikan gagal untuk didapatkan.

3. Paket data cukup.

Pastikan kuota Anda dapat digunakan untuk berburu diskon dari awal sampai dengan akhir, sayangkan jika baru setengah perjalanan pemesanan tiba-tiba kuota sudah habis. Makanya dari itu sangat disarankan untuk membeli atau memenuhi kuota internet dari awal dari pada kehabisan ditengah jalan.

4. Pastikan pilihan.

Sebelum Anda berburu diskon lebih baik pastikan terlebih dahulu barang apa yang Anda incar. Dalam hal ini Anda harus mencari informasinya terlebih dahulu sebelum diskon harbolnas berlangsung. Cara ini untuk mengantisipasi adanya keterlambatan atau pertimbangan yang banyak memakan waktu.

5. Gerak cepat.

Kemudian saat datang waktunya diskon Anda sudah siap dengan segala perlengkapan dan juga barang yang dituju. Dengan begitu Anda bisa langsung gerak cepat dengan gadget yang sudah disiapkan sebelumnya. Jangan sampai produk yang Anda inginkan soldout sebelum Anda mendapatkannya.

Harbolnas Buka Lapak
Nyari apa di Buka Lapak?

Dari beberapa tips di atas dapat Anda gunakan untuk melakukan pemburuan jenis promo pada toko online lainnya. Jadi semua yang bersifat terbatas itu perlu adanya strategi untuk mendapatkannya, seperti halnya diskon harbolnas yang hanya ada pada beberapa hari dalam satu tahun. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan rasa puas akan keseruan berburu diskon akhir tahun 2017 terbayar sudah. Mendapatkan barang impian, kualitas yang bagus pastinya dengan harga yang istimewa.

Kafe Serabine dan Diskon

Pernah ngga, kalian berantem sama pasangan karena hal remeh banget? Cuma dibilang pemburu diskon, terus berantem. Remeh banget, kan? Karena saking kesalnya, berantemnya cuma bisa main peluk, main dekap, main cium, unyel-unyel perut, sampai tabok-tabok punggung. Ini berantem apa kangenan? ๐Ÿ˜†

Ceritanya Sabtu lalu, suami izin main sama the gengs. Harusnya aku biasa aja, ya. Tinggal mengizinkan, gitu. Kan beres. Tapi ngga tahu kenapa, rasanya lagi pingin nyari musuh dalam selimut. Padahal hari itu juga, aku ada janji sama the gengskuw, vinslog, buat jajan bareng. Sepertinya menjelang pe-em-es, deh. ๐Ÿ˜€

Kami lagi sama-sama main gadget, terus dia nyeletuk. “Oooh…ada diskon. Pantesaaaan.”

“Maksud kamu?”

“Kamu mau jajan ke Serabine, kan? Pantesan mau ke sana. Lha wong lagi ada diskonan. Aku barusan lihat di akun instagram @serabine.co. Hahahaha.”

Jahaaat banget, kan. Isteri sendiri distempel basah pemburu diskon. Bukan membela diri, tapi aku datang ke Kafe Serabine bukan untuk berburu diskon. Asli. Memang sih, @serabine.co sedang bagi diskon nyampe 50% buat para pelanggannya. Tapi aku ngga kepikiran sampai berburu diskon di sana. Hahaha.

serabine (2)
Kafe Serabine…

Kafe Serabine buka dari hari Selasa-Minggu, mulai jam 11.00-22.00 WIB. Bersama teman-teman, aku datang ke sana jam 13.00 WIB. Hujan yang turun siang itu, sama sekali ngga menggoyahkan niatku untuk datang ke sana. Pun dengan teman-teman, meski beberapa dari mereka ada yang terlambat datang.

Sesampainya di halaman Kafe Serabine, aku langsung masuk lewat koridor depan tempat parkir. Padahal sebenarnya ini bukan pintu masuk. Ada tangga di sebelah kanan tempat parkir. Ini lah yang dijadikan jalan utama menuju lantai dua yaitu tempat Kafe Serabine berada.

Kafe ini dibagi menjadi dua ruang. Pertama yaitu ruang tertutup yang begitu asyik buat pepotoan, buat baca buku karena terdapat banyak koleksi buku si pemilik Kafe. Ruang ini juga sebenarnya area no smoking, tapi belum banyak yang tahu tentang ini. Makanya, ngga sedikit orang yang masih menikmati rokok di ruang ini.

kafe di banjarnegara
ruang utama kafe serabine…

Kedua yaitu ruang tebuka dengan view pemandangan lepas sungai serayu. Ada area no smoking, tersedia juga ruang khusus buat yang ingin merokok di ruang terbuka ini.

Eeh…FYI, kami datang ke sini karena diundang pihak Serabine buat nyicipin menu Serabi, bukan berburu diskon, ya. Hahaha. Kafe Serabine meawarkan menu utama yaitu jajanan tradisional yang berbahan dasar santan dan tepung, yaitu Serabi. Ada labih dari tujuh puluh pilihan menu Serabi yang sudah dikombinasi oleh Mbak Sarah, pencetus ide, cheff, sekaligus owner serabine. Dari tujuh puluh varian menu Serabine, kami memesan sembilan dowang. Yakali, mau pesan tujuh puluh, gitu. Hahaha.

pemandangan lepas
ruang terbuka, view lepas ke sungai serayu…

Tujuh puluh variasi menu serabi ini hanya berbeda toppingnya saja. Serabi topping Nutella, misalnya. Ada beberapa topping di sini, Nutella Keju, Nutella Keju Kacang, Nutella Oreo Es Krim dll dll. Kami memilih topping yang paling lengkap dari tiap varian. Nutella Keju Kacang, misalnya. Biar bisa merasakan semua dan mumpung lah, ya. Hahaha.

Serabi a la Kafe Serabine bentuknya seperti Martabak Mini. Sedikit cekung, lebih garing, dan berkerak. Menurut Mbak Sarah, sengaja dibuat sedikit berkerak agar toppingnya lebih rapih, ngga mudah mbleber. Dan betul, saat ada yang pesan Serabi Greentea Kacang Keju toppingnya utuh cantik.

kuliner di banjarnegara
serabi varian keju kacang cokelat…uwh
serabine
serabi sosis telur mozarella
serabine 2
serabine greentea kacang keju…

Kafe Serabine belum lama berdiri, kira-kira dua bulan yang lalu. Namun pelanggannya udah banyak. Selain dari sisi tempat yang bersih, rapih, dan tata ruang yang cakep, harga menu di sini sangat terjangkau. Menu serabi dibanderol dengan harga mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 7.500. Tergolong murah kan, ya? Sedangkan minuman, paling mahal Rp 14.500. Sementara makanan berat seperti Nasi goreng, harganya Rp 12.000 per porsi.

Kebayang ngga, kalau misal dapat diskon 50% dari pembelian. Tambah murah kan, ya. Sementara ini, diskon yang diberikan baru diskon on the spot, belum berupa voucher diskon seperti saat promo restaurant, gitu. Kalau ngga salah, pemberian voucher ini termasuk salah satu strategi promosi juga. Dan menurutku, meski menu utama adalah Serabi, produknya layak untuk dipromosikan secara online. Apalagi, sudah melayani delivery order, makin ramai nantinya. Ngga ada salahnya juga produk Serabine dipromosikan di website daily deals macam BambiDeal yang menawarkan produk dan jasa dari sebuah toko dengan harga spesial.

serabine.co
sini nongkrong siniiii…

Kafe Serabine dapat memberi diskon seperti voucher diskon BambiDeal yang menggiurkan pelanggan. Promosi makanan dengan cara pemberian diskon ini katanya jauh lebih menarik ketimbang beli satu dapat dua. Eeeh…ini ujung-ujungnya ngomongin diskon juga. Heylow, Suamik. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

Relaksasi di Wisata Pendidikan Kampung Damar

Tiap hari yang dikerjakan seputar itu-itu saja. Mengurus anak dan keluarga. Menyiapkan perlengakapan kerja untuk suami dan diri sendiri. Menyelesaikan tugas sebagai ibu rumah tangga dan juga tugas-tugas kantor yang terus bertambah tiap harinya. Hanya seputar itu, tapi aku kerap merasa butuh relaksasi untuk sekadar mengendurkan otot, otak, dan mencerahkan mata yang hampir tiap hari menghadap layar notebook.

Aku beruntung punya pasangan yang begitu pengertian. *uhuuuks. Ngga perlu nunggu diajak jalan, dia udah punya planning untuk jalan ke sana, ke sini, ke sana lagi, ke sini lagi, yang penting keluar dari rumah dan itu ngga jauh-jauh dari sekitar kota. Cinta produk dalam kota. ๐Ÿ˜€

Keterbatasan waktu, tenaga, dan tentunya lembaran rupiah di dompet, menjadi alasan utama bagi kamiย  untuk piknik atau sekadar relaksasi di dalam kota. Apalagi sekarang ada Yasmin. Kami harus betul-betul bisa memilih tempat yang ngga hanya nyaman bagi diri sendiri, tapi baginya juga.

Adalah Wisata Pendidikan Kampug Damar, sebuah tempat wisata yang dikelola oleh Perhutani BKPH Banjarnegara sukses menyita perhatian kami.

Saat perjalanan ke Desa Pesangkalan untuk menghadiri acara sowan ngalas, kami melihat tempat ini ramai karena hari itu akan diresmikan sebagai tempat wisata. Niatnya, sepulang dari acara, aku bersama suami dan Yasmin akan mampir. Tapi ternyata ngga kesampaian karena waktu sudah sore.

“Kapan-kapan kita ke sini, yaaaa.” Di atas sepeda motor dengan laju pelan, suami seakan membuat janji akan mengajak kami ke Kampung Damar.

Lokasinya di pinggir jalan raya, tepatnya di Desa Watubelah, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara. Tempatnya teduh karena banyak pepohonan di dalamnya. Miripย rest area,ย tapi bukan. Bagi kami, tempat ini seperti punya daya tarik tersendiri meski kami ngga tahu ada apa saja di dalamnya tentunya selain pohon pinus yang terlihat jelas dari luar.

Kampung Damar Tempat Parkir
Tempat parkirnya bersih, ya.

Perjalanan dimulai…

Tempat ini kembali menyapa ingatan suami. Sayangnya dia hanya hanya ingat taman wisata, ngga menyebut nama tempat. Aku sempat terkecoh, kukira taman letnan karjono yang pernah kami kujungi. Untungnya, dia masih ingat acara sowan ngalas, aku pun langsung menyebut Kampung Damar. Dan ternyata betul!

Setelah mempersiapkan perlengkapan piknik, kami pun berangkat ke Kampung Damar jam 07.00 WIB dari rumah. Kami sengaja berangkat pagi karena berencana untuk sarapan di sana. Ini sarapan ngapain jauh amat, ya? Hahaha. Ngga usah heran, kami sering melakukan hal ini, kok. Khususnya wisata dengan nuansa alam. Makan dengan menggelar karpet, dikelilingi pepohonan, udara sejuk, nikmat pun makin terasa. Dan ini membuat kami ketagihan. ๐Ÿ˜€

Perjalanan dari tengah kota dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit. Sebenarnya dekat, akses jalan pun sudah baik, hanya saja banyak kelok dan tanjakan. Makanya, ngga bisa terus-terusan menambah kecepatan. Apalagi membawa si kecil, kami memilih untuk lebih menikmati perjalanan.

Kampung Damar Banjarnegara 6
Kawasan Kampung Damar…

Tiba di Kampung Damar…

Tiba di lokasi, kami langsung menuju tempat parkir yang berada di dalam. Di depan pintu masuk, nampak ada pos jaga. Namun saat itu ngga ada yang menjaganya padahal weekend, lho.ย Di sekitarnya hanya ada seorang lelaki paruh baya yang sedang menyapu halaman parkir. Pikirku, dia lah penjaga yang merangkap sebagai tukang bersih-bersih. Tapi ternyata bukan.

“Tempat ini ngga terjaga. Bebas biaya masuk, dong?” Pikirku saat itu. Berjalan kurang lebih sepuluh meter dari area parkiran, ada seorang lelaki yang memanggil kami.

“Mas, bayar tiket masuk dulu.”ย Kami kaget, karena hanya suara yang terdengar. Tak lama kemudian, muncul sosok laki-laki mengenakan seragam hijau perhutani dari rumah yang katanya akan dijadikan warung. Ya, tepat di kiri tempat parkir, berdiri sebuah ruang yang cukup luas. Karena ngga ada informasi tentang ticketing di sana,ย kami memilih untuk terus berjalan tanpa masuk ke ruang tersebut.

Kampung Damar Banjarnegara 4
Tempat ini cocok buat bermesraan halal, pepotoan sama pasangan… ๐Ÿ˜€

Ekpektasiku, tiap pengunjung yang datang ke sini akan mendapat pendampingan dari petugas. Ya, jalan-jalan dengan didampingi petugas, lalu mereka bercerita tentang Pohon Damar, mulai dari konsep, alasan pemilihan dan penanaman, pembibitan, sampai dengan manfaatnya. Namanya wisata pendidikan, ya. Kan biasanya sarat informasi. Tapi ternyata mereka melepas perjalanan kami tanpa memberi informasi suatu apa. *belajar mandiri

Setelah membayar tiket masuk Rp 3.000 per orang, kami lanjut jalan mencari tempat yang nyaman untuk duduk santai karena Yasmin masih bobok. Untungnya kami membawa karepet, jadi bisa menidurkannya.

Kampung Damar Banjarnegara 5
Bibit Pohon Damar siap tanam…

Ada empat lantai Kampung Damar. Lantai pertama ada spot berfoto yang cukup manis. Selebihnya, lahan ini dipakai untuk menaruh bibit pohon damar yang masih di dalam polyback. Lanjut lantai dua, ini kompleks tempat parkir, calon warung, gazebo, dan tanaman pohon damar yang baru ditanam. Lalu di lantai tiga, selain ada pohon damar yang audah tertanam, terdapat bak besar penampung air. Dan lantai akhir, di sini disediakan tempat khusus untuk duduk. Tempat duduk yang terbuat dari pohon ini membentuk persegi. Dengan latar belakang pohon pinus dan tentunya pohon damar, lumayan bagus buat foto-foto. Di sini dibuat selfie deck juga, lho.

Sambil menunggu Yasmin bangun, aku bersama suami menuju lantai dua. Ada beberapa pohon yang nampaknya baru ditanam. Tingginya kira-kira 50 cm, di sampingnya terdapat label yang bertuliskan nama penanam. Bupati, misalnya. Mungkin Pohon Damar itu yang menanam adalah Bapak Bupati.

Tak jauh dari pintu masuk, tepatnya di lantai satu, ada ribuab bibit Pohon Damar berjejer rapih. Dari banyaknya Pohon Damar yang menghiasi kampung ini, sebenarnya aku ngga begitu paham manfaatnya kecuali tentang pengambilan getah yang dipakai untuk membuat lilin. Hahaha. Minim banget pengetahuanku, ya. Tapi tak mengapa karena masih bisa dipelajari sepulang dari Kampung Damar.

Kampung Damar Banjarnegara 3
Getah terus menetes…

Asyiknya nih, meski konsep mereka adalah wisata pendidikan, di sini disediakan tempat khusus untuk duduk dan foto-foto. Seperti yabg sudah kusebut di atas. Ada sebuah gubug kecil lengkap dengan tempat duduk memanjang, di sini lah pengunjung bisa narsis. Mumpung Yasmin masih bobok, aku bersama suami menghabiskan pose sambil cekikikan karena benar-benar alay. Seperti pasangan yang sedang mabuk asmara,ย gitu.ย Sungguh, moment ini tak terduga. ๐Ÿ˜€

Hari mulai siang, namun si kecil belum juga bangun. Kecemutku bisa pules banget boboknya padahal di hutan. ๐Ÿ˜† Karena ngga bisa meninggalkannya terlalu jauh, kami putuskan untuk ikut tiduran. Tiduran sambil bercerita sampai akhirnya Yasmin bangun karena mungkin brisik.

Kampung Damar Banjarnegara 1
Hyaah…abis! Hahahaha

Hayuuk bangun, makan duluu.” Matanya masih sayu, tenaganya belum terkumpul. Sembari menunggu moodnya, aku mempersiapkan makanan.ย Satu per satu bekal aku keluarkan, bukannya dia tertarik makan, malah minta jalan-jalan. ๐Ÿ˜€ Anak yang satu ini emang hobi banget jalan. Asli. Untung aku sempat membeli Cilok, akhirnya dia memilih untuk makan Cilok dulu. Ada yang ngemil, ada yang minum kelapa muda, ada yang memilih untuk mulai sarapan. ๐Ÿ˜† Makan bareng, tiduran di tengah kampung damar, gini aja sukses bikin kami rileks. Uwwh…

Amunisi yang aku bawa saat itu terbilang lengkap. Sampai air untuk cuci tangan. Tapi melihat ada kran air, kami girang banget karena baru pertama kali mendapati fasilitas semacam ini di tengah hutan. ๐Ÿ˜€ Mungkin digunakan untuk menyiram bibit Pohon Damar tiap harinya kalik, ya.

Suami berusaha menjaga jarak supaya air ngga sampai kena baju Yasmin, tapi ternyata airnya hanya mengalir sebentar saja. Hahaha. Mungkin karena dari atas belum dialirkan sih, ya.

Kampung Damar Banjarnegara 2
Tempat pepotoan di sini…

Keliling kampung damar…

Usai sarapan, kami lanjut jalan-jalan keliling Kampung Damar. Jangan dibayangkan kelilingnya sampai habis tenaga, ya. Kami hanya jalan beberapa meter dowang ke tempat yang lebih asyik buat foto-foto. Hahaha. Yuup, lantai paling atas.

Di sini disediakan selfdeck, dan masih sederhana banget. Pun dengan tempat duduknya, warna kayunya masih original.ย Hahaha. Etapi karena konsepnya wisata pendidikan, mungkin mereka ngga memaksimalkan spot-spot untuk foto. Tempat duduk dicat warna-warni, misalnya. Kan makin ramai tuh, ya. ๐Ÿ˜€

Di sini kami ngga lama, hanya duduk-duduk dan nyobain selfdeck. Pinginnya sih meneruskan jalan ke atas sampai perkebunan warga, tapi sudah terlalu siang. Kami pun memutuskan untuk meninggalkan Kampung Damar.

Kampung Damar Wisata Banjarenagra
Ngga ada alasan untuk “menyebar” sampah…

Jalan keluar sampai di tempat parkiran, kami bertemu dengan petugas dari Perhutani yang sedang menata ulang bibit pohon damar. Pak Sam, namanya. Dari informasi yang kami dapat darinya, ternyata konsep wisata pendidikan ini berlaku bagi siapa pun yang memang ingin belajar di sini, semacam riset, gitu. Seperti teman-teman dari sekolah atau perguruan tinggi yang pernah melakukan penelitian di sini.

Tapi ya itu, karena keterbatasan tenaga, mereka ngga bisa mendampingi satu per satu pengunjung yang datang ke Kampung Damar. Jika perlu pendampingan, pengunjung bisa langsung ke basecamp Kampung Damar yang lokasinya di atas tempat parkir. Minta lah kepada petugas untuk mendampingi tiap langkah kalian. ๐Ÿ˜‰

Kampung Damar 2Mumpung Yasmin bobok… ๐Ÿ˜€

Menurut Pak Sam, ke depannya di sini akan dibuatย camping ground. Spot foto pun pelan-pelan akan dipercantik. Tak dipungkiri, tempat wisata tanpa spot foto memang rasanya kurang lengkap. Sekalipun itu wisata pendidikan. Tapi menunggu dana yang entah datangnya dari mana karena pemasukan dari tiket masuk wisata sudah dimanfaatkan untuk pemeliharaan dan kebersihan Kampung Damar. Butuh sentuhan dari pemerintah daerah, sepertinya.