Rupa-rupa Pesta Budaya Kalilunjar

Rupa-rupa Pesta Budaya Kalilunjar – Sebuah foto yang di dalamnya melintang banner betuliskan “Gebyar Dolanan Bocah” cukup menyita perhatianku. Foto tersebut dibagikan oleh Mas Jojo, Ketua Pokdarwis Desa Kalilunjar, lewat twitter. Di dalam foto terlihat konsep dan tatanan tepat acara cukup sederhana namun ada kesan istimewa. Aku bilang istimewa karena anak zaman now yang lebih sering nongkrong di Mal, kemudian disuguhi pemandangan rumah yang terbuat dari jerami dan di depannya terdapat lesung yang makin dijumpai. Ada rasa penasaran dan ingin segera mendatangi acara tersebut.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Melalui direct message, Mas Jojo mengundang aku untuk turut menikmati atmosfer Kalilunjar saat hari jadi desa Kilunjar berlangsung. Ya, gebyar dolanan bocah merupakan salah satu acara Pesta Budaya Kalilunjar yang berlangsung pada tanggal 26-29 Agustus tiap tahunnya. Percakapan terus berlanjut samai akhirnya Mas Jojo berkeninginan untuk menghadirkan teman-teman Blogger dari kota sebelah. Ya sudah, aku colek teman-teman Mbakyu Blogger Wonosobo dan Blogger Banyumas.

Ajakan aku kali ini memang terkesan mendadak dan sedikit memaksa teman-teman. Dengan beribu minta tolong, mereka pun akhirnya bisa hadir ke Kalilunjar. 😀 Dengan segala drama sejak kedatangan kami jam 14.00 WIB, akhirnya kami bisa berdamai dengan diri ketika melihat kekompakan masyarakat Desa Kalilunjar malam itu. Inilah rupa-rupa pesta budaya Kalilunjar. 😉

Obor Ambal Warsa.

Lampu warna-warni yang berada di area BAS (Bukit Asmara Situk) dan sepanjang perjalanan menuju Pendopo Purwosari mulai dinyalakan pada sore hari. Lampu buatan remaja desa hanya digebyarkan saat hari jadi Desa Kalilunjar. Hari biasa, lampu secakep ini ngga bakal ada di pelataran BAS, apalagi di pinggir jalan raya.

BUKIT ASMARA SITUK KALILUNJAR
BAS (Bukit Asmara Situk), wisata alam di Kalilunjar

Suasana malam makin meriah ketika seluruh masyarakat berkumpul di Pendopo untuk menyaksikan acara Obor Ambal Warsa. Acara yang djadwalkan pukul 19.00 WIB, sempat molor karena menunggu persiapan dari masyarakat.

Aku kira acara ini seperti pawai obor pada umumnya. Dan ternyata, ada beberapa hal yang harus ditaati oleh masyarakat yang akan mengikutinya. Salah satu ketaatan itu adalah pemakaian baju adat. Ya, selain membawa obor yang terbuat dari bambu serta oyod genggong, seluruh masyarakat yang bertugas harus mengenakan pakaian adat setempat. Baju adat motif lurik dengan bawahan celana warna hitam dengan dibalut kain jarik.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR OBOR AMBAL WARSA
Obor-obor dari bambu dinyalakan…

Setelah semua siap, dengan dipimpin oleh pemangku adat, masyarakat mulai berjalan kaki dari Pendopo Purwosari menuju Dukuh Genggong, dukuh yang dulunya sebagai pusat Desa.

Acara Obor Ambal Warsa menjadi tanda bahwa, esok hari akan diselenggarakan upacara adat yang bernama Boyong Oyod Genggong.

Boyong Oyod Genggong.

Pagi hari di sekitar Pendopo Purwosari cukup ramai. Nampak beberapa tamu undangan telah menempatkan diri di kursi yang telah disiapkan. Aku dan teman-teman Blogger pun turut merapat ke Pendopo.

“Ini kok yang duduk hanya tamu undangan, ya. Kemanakah masyarkat setempat?” Batinku ketika sudah berada di sekitar Pendopo.

Setelah aku cari tahu, ternyata mereka sedang melangsungkan acara sakral Boyong Oyod Genggong. Iyaaa, aku ketinggalan kereta, padahal sudah diberitahu kalau acara dimulai jam 07.00 WIB. Alasannya, sih, telat bangun karena malamnya begadamg sama si Kecemut. Hahaha. Tak mengapa, aku masih bisa menunggu mereka di Pendopo karena acara tersebut itu dimulai dari Dusun Genggong menuju Pendopo Purwosari.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR PENDOPO PURWOSARI
Pendopo Purwosari, Kalilunjar…

Acara Boyong Oyod Genggong bisa dikatakan kebalikan dari acara Obor Ambal Warsa. Maksudnya, setelah malamnya masyarakat berbondong-bondong dari Pendopo Purwosari menuju Dusun Genggong, pagi harinya Oyod Genggong kembali diboyong atau diarak oleh warga menuju Pendopo Purwosari.

Oyod atau dalam bahasa Indonesia berarti akar. Genggong yaitu nama Dukuh pertama kali yang berpenduduk. Karena masyarakat Dukuh Genggong makin lama makin banyak, maka zaman dahulu kala, pemerintahan setempat perlu memindah tata pemerintah ke tempat yang lebih luas yaitu Dukuh Purwosari. Dan yang diboyong sebagi tanda, tuh, beneran akar yanv usianya sudah ratusan tahun itu. *ini kalau ada kesalahan informasi, siap memperbaharui*. Hahaha.

Ngga hanya Oyod Genggong saja yang diarak saat peringatan hari jadi, ada gunungan yang berisi hasil bumi juga. Uniknya nih, disepanjang jalan dari Dukuh Genggong menuju Pendopo, masyarakat ngga hanya sekadar jalan mengikuti lajur jalan. Namun ada beberapa atraksi yang dipertontonkan, semacam sendratari, gitu.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR PESTA PALA
Tiba di lokasi Pesta Pala…

Aku sempat menyaksikan saat ada dua tokoh -yang aku ngga tahu namanya- mereka seperti berperang saat melintasi sebuah sungai kecil sebelum Pendopo. Kalau kata masyarakat, sungai tersebut bernama Kaliwewe. Entah mereka memperebutkan apa, yang jelas atraksinya menarik banget. Pun dengan pakaian yang mereka kenakan. Uuwh…penasaran dengan kostum dan penampilannya? Kalin wajib datang ke event ini tahun besok. 😛

Bisa dibilang, Boyong Oyod Genggong merupakan puncak event Parade Budaya Kalilunjar karena memang event ini diadakan untuk memperingati hari jadi Desa Kalilunjar. Ya…meski setelahnya masih ada hiburan wayang kulit semalam suntuk sebagai penutup acara.

Jajan Tradisional di Pesta Pala.

Usai prosesi Boyong Oyod Genggong, sebagian masyarakat berkumpul di Pendopo untuk menyaksikan serah terima Oyod Genggong dan berebut gunungan hasil bumi.

Nah, karena jalan tambah macet, aku pun mulai curiga, jangan-jangan Pesta Pala sudah dimulai. Uuwh…dan ternyata betul! Beberapa Buk Ibu perwakilan per RT sedang menyiapkan tempat untuk pesta. Ngga hanya tempat, sajian kuliner khas setempat pun mulai digelar di lapak yang telah mereka buat.

FESTIVAL KALILUNJAR
Kuliner tradisional khas daerah…
PESTA BUDAYA KALILUNJAR MENU PALA
Aneka jajan tradisional dari singkong…

Pesta Pala merupakan sebuah pesta rakyat yang beneran nyata. Masyarakat membuat camilan dan kuliner khas setempat, lalu ditawarkan kepada para pengunjung, baik masyarakat setempat maupun wisatawan. Dan yang membuat surprise, mengambil jajan atau kuline sebanhak apapun, bayarnya seikhlasnya. Dudududu…ada nasi jagung, peyek jui, buntil, urab, sedeep bangettt. Belum lagi jajanannya.

Kenapa dinamai Pesta Pala? Karena olahan kuliner dan jajanan khas yang disuguhkan sebagian besar dari bahan dasar Palawija, baik dari jenis Pala Pendem seperti umbi-umbian, maupun Pala Gantung seperti jagung dan buah-buahan.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR PESTA PALA 2
Jajan hasil bumi, pala pendem dan pala gantung…

Desa Kalilunjar ini ada lenih dari 20 RT (Rukun Tetangga), kalian bisa membayangkan ramainya pesta ini, kan? Apalagi hampir tiap RT menampilkan aneka olahan. Pokoknya keguyupannya patut ditiru. Persiapannya nampak matang dari segala sisi termasuk pakaian yang dikenakan para penjual. Canteeek-canteeeek.

 Hiburan Gejog Lesung.

Kalian tahu, kan, bahwa lesung pipi sukses menjadikan perempuan makin manis? Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan. Hahaha.

Lesung yang dijadikan sebagai wadah gabah, manambah suasana Pesta Pala makin pecah. Apalagi setelah jajanan mulai ludes. Seakan perhatian tertuju pada personil gejog lesung. Mereka adalah sekumpulan mbah-mbah sing zaman semono ahli banget menumbuk padi dengan gejog atau alu di lesung. Gejog sambil geal-geol, gitu.

PESTA BUDAYA KALILUNJAR SENI GEJOG LESUNG
Kekompakan gejog lesung….

Dan saat itu juga, mereka seperti bernostalgia. Gejog yang ada di dalam genggaman, mulai mereka mainkan. Hitungan untuk menjadikan suara tabuhan yang enak didengar pun dimulai. Sampai di tengah hitungan seperti ada kesepakatan untuk sebuah nada tiap gejog, merekapun tertawa bahagia sambil goyang-goyang, gitu. Hahaha.

Selain wedang Jembawuk yang rasanya antk maenstream, ada yang musti kalian tahu lagi. Bahwa, ngga hanya para pejabat dan orangtua saja yang mengenakan baju adat, gitu. Para remaja dan anak-anak kecil pun turut mengindahkan acara ini dengan mengenakan pakaian adat atai baju khas desa, lengkap dengan penampilannya kucir dua atau gelungan. 😉

PESTA BUDAYA KALILUNJAR GEJOG LESUNG
Di sini area yang digunakan acara Gedobo

Terima kasih Mas Jojo atas pengalaman yang menarik ini. Buat Mas Ipong juga yang sudah berkenan mengantar kami ke sana ke mari, sudah mau direpotkan. Tak lupa keramahan warga yang luar biasa, terima kasih. Maaf jika ada salah kata dan tingkah selama dua hari satu malam di Desa Kalilunjar, ya.

Sampai jumpa di pesta budaya Kalilunjar Tahun 2018. Ditunggu atraksi menarik lainnya, dan kejutan pada tiap acara ya, Kaak Pokdawris Kalilunjar. :mrgreen:

Kecantol Grab di Semarang

Kecantol Grab di Semarang – Aku pernah punya pengalaman yang tak mengenakan tentang pemesanan travel jurusan Semarang-Banjarnegara. Saat itu, aku sedang ada tugas dinas ke Semarang. Dalam kurun waktu dua jam, aku memesan travel sampai tiga kali di agen yang sama. Dududu…

Pertama, karena prediksiku bakal pulang lebih awal kira-kira jam 13.00 WIB, aku menelpon agen travel jam 12.00 WIB. Alhamdulillah masih tersisa dua kursi. Ada rasa takut akan kehabisan tiket,  aku pun langsung memesannya. Dan benar, jam 12.00 aku dapat menyajikan laporan yang sudah kubuat. Setelah diteliti oleh pihak korwil, ternyata ada kesalahan input data untuk beberapa akun. Sungguh di luar dugaan. Tanpa berpikir lama, aku menggeser jadwal pemberangkatan travel. Dari yang tadinya berangkat jam 13.00, menjadi jam 14.00 WIB. Hanya selisih satu jam dari pemesanan sebelumnya.

Setelah aku pikir ulang, estimasi yang kubuat asal banget karena aku ngga memperhitungkan waktu ishoma. Sampai jam istirahat selesai, penyajian laporan pun tak kunjung selesai. Duuuh…

1 TEMPAT MAKAN ATRIA HOTEL
Tempat untuk mengenyangkan perut… 😀

Sepuluh menit lagi menuju jam dua. Ketimbang gugup sendiri, aku kembali memutuskan untuk menggeser jam pemberangkatan travel. Betul-betul ngga enak hati sama cs-nya, takut dikatain plin-plan. Tapi mau gimana lagi, risiko dinas luar tanpa diantar mobil dinas ya seperti ini. Dan perlu kalian tahu, aku menggeser pemberangkatan ini sampai tiga kali. Pada akhirnya, dengan berat hati aku membatalkan pemesanan tiket dan pasrah akan sampai rumah jam berapa. Dududuuh…rasanya ngga enak banget. Meski pihak travel ngga mempermasalahkan, tapi rasanya memalukan. Hiks.

Baca cerita tentang Traveling di Semarang.

Waktu itu otak memang lagi ngga fokus kerja. Selain kondisiku sedang kurang fit, Kecemut pun sedang sakit. Makanya saat mengerjakan ulang di sebuah hotel, kerap salah. Beruntung, teman-teman operator satu karesidenan juga ada beberapa yang harus perbaikan. Rasa-rasanya seperti tertolong, antara ada teman seperjuangan dan ada teman bareng saat pulang nanti.

Ya, mereka semua cowok dan sudah sepakat akan pulang malam. Dudududuh…kembali putar otak, ya. Kali ini aku memilih alternatif lain yaitu memesan shuttle. Meski nanti ngga diantar sampai rumah, yang penting bisa sampai Banjarnegara dengan selamat dan lebih cepat.

Pak, masih ada sisa kursi untuk pemberangkatan jam 18.00 WIB? Turunnya di Banjarnegara.” Lewat telepon, aku kembali memesan transportasi untuk pulang. Kali ini aku optimis kalau pekerjaan akan terselesaikan tepat waktu. Semangat menyelesaikan pekerjaan bisa dibilang menggebu-gebu karena ingin cepat pulang dan ketemu Kecemut lagi.

Aplikasi Grab
Akhirnya berguna juga aplikasi ini… :mrgreen:

Ikut shuttle Sindoro mau? Masih sisa dua kursi.” Mendengar masih ada kuota kursi, rasanya ingin segera terbang sampai agen shuttle. Ngga sabar banget, ya. Hahaha.

Yuhuui…karena shuttle, mereka ngga bisa jemput di tempat. Aku harus ke Terminal Sukun Banyumanik (kalau ngga salah), tempat agen shuttle Sindoro. Ngga masalah karena di Semarang banyak transportasi yang bisa dipesan melalui aplikasi. Dan satu-satunya aplikasi transportasi online yang aku punya saat itu adalah Grab.

Aku download aplikasi ini seperti buat pajangan dowang di handphone. Belum pernah aku pakai sama sekali karena di Banjarnegara belum ada Grab. Navigasinya mudah dipahami, menggunakannya pun mudah. Berasa langsung klik seperti ketemu jodoh, gitu. Apalagi pas lagi butuh, kebetulan ada Grab Car yang sedang jalan menuju hotel tempat acara. Ya sudah, aku langsung gebet mobil Honda Brio warna hitam yang dikemudikan oleh Mas Heri. Saking ngga sabarnya, aku sempat telpon dan beberapa kali chat lewat aplikasi Grab. Idiih…penumpangnya lebih agresif, ya. :mrgreen:

Grab Semarang-01
Biaya tambahan akan dimasukan nota juga, bila perlu…. 

Pelayanan transportasi dari Mas Heri ini terbilang memuaskan. Soalnya dia bisa mengkondisikan dan paham betul kebutuhan penumpang. Sebelumnya aku sampaikan bahwa, shuttle yang telah kupesan akan berangkat jam 18.00 WIB. Tahu waktunya cukup mepet, dia menambah kecepatan berkendara, tanpa meresahkan anak gadis yang ada di dalam mobilnya. Udah gitu, dia memilih lewat tol supaya ngga ketemu dengan yang namanya macet.

Betul, lewat tol saja, Pak. Nanti aku yang bayar e-tol.” Aku mencoba meyakinkan Mas Heri supaya lebih cepat sampai shuttle. Hati ini udah rada panik, Brey.

Iya, pasti mbak yang bayar, kok. Tapi nanti kalau perlu tak tambahin di nota biar Mbak ngga nombok buat laporan ke kantor.” Aaah..tahu banget kebutuhan laporan buat kantor, ya. Padahal lewat tol cukup membayar 5 ribu saja, tapi Mas Heri tetap menambahkannya di tagihan pembayaran. Gimana ngga kecantol sama Grab, coba? Pengalaman pertama pakai Grab dan mendapat sopir yang pengertian. 😉

Shopback
Aplikasi yang suka ngasih cash back… 😉

Bisa jadi aplikasi dari jasa transportasi online ini akan menjadi andalanku jika pergi keluar kota karena aku lebih sering memanfaatkan transportasi umum. Terlebih kalau ngga dapat pendampingan dari sopir kantor. Kabar baiknya, di Harbolnas tahun ini, ShopBack nawarin Voucher Grab. Tiap pembelian voucher Grab, kamu akan mendapat cashback, potongan harga dan atau diskon sesuai penawaran yang tercantum dalam website. Asyik, kaaaan?

Udah kecantol Grab di Semarang, kira-kira bakal kecantol di mana lagi, yaaaa? 😆

Baca lagi tentang perjalanan dari Kantor Gubernur Semarang ke McD.

Festival Durian nDirun 2017

Kampung Durian. Mendengar namanya, para penikmat durian pasti tidak sabar ingin tahu dimana lokasinya. Ingin segera berburu atau memilih durian yang paling enak dan unggul. Daging buah dengan warna kuning dan tebal, serta biji buah cenderung kecil, mungkin ini menjadi salah satu kriteria durian yang akan dicari nantinya.

Berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, ada kampung durian yang menawarkan 49 varietas durian. Tepatnya di Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, sentra durian kini makin terkenal. Terlebih buah dengan aroma harum yang khas ini, pernah menjadi juara 1 pada event DFI (Durian Fair Indonesia) di Jakarta pada tahun 2015. Prestasi ini sukses mengangkat potensi durian lokal, sekaligus ekonomi masyarakat nDirun.

Berangkat dari potensi lokal, seluruh petani durian nDirun sepakat mengadakan Festival Durian nDirun sebagai event tahunan. Tahun ini festival digelar pada tanggal 02 Juli 2017. Bertempat di Desa Dirun, festival yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara makin ramai karena promosinya cukup maksimal baik melaui media online, maupun offline seperti baliho.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA GAPURA MASUK
Gapura masuk…

Festival dimulai dengan acara kirab durian yang diikuti oleh Bupati Banjarnegara beserta Isteri, para anggota Forkopimda, Kakang Mbekayu Banjarnegara, Para Pengusaha, dan pemuda-pemudi setempat yang membawa durian. Selain itu, kesenian musik thek-thek “Singo Laras” turut mengawal kirab ini.

Pecah dan meriah. Kesenian thek-thek sukses memecah suasana perjalanan kirab yang dimulai dari gudang Pusri Singamerta, jalan utama provinsi, sampai lokasi Festival yaitu di atas SD N 1 Singamerta. Saking ramainya kirab ini, banyak kendaraan yang tiba-tiba membelokan arah, melewati gerbang durian raksasa. Tak salah lagi, mereka hendak turut meramaikan Festival Durian nDirun.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA PARADE
Parade Durian…

Wisatawan dan para tamu undangan pun siap menyambut kirab di depan panggung acara. Sesampainya di lokasi, durian yang telah dikirab diletakkan di depan panggung sebagai simbolis. Sementara para peserta kirab turut bergabung dengan tamu undangan, terkecuali Pak Bupati karena beliau langsung naik ke panggung acara.

Acara dibuka oleh Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, ditandai dengan pemotongan tumpeng di atas panggung. Didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pak Bupati memberi tumpengnya kepada Pak Trisno Winoto, selaku ketua panitia festival durian nDirun. Gong pun ditabuh sebagai tanda bahwa festival resmi dibuka.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA DURIAN BANJARNEGARA ACARA
Panggung Festival…

Berebut Gunungan Durian

Siang itu cuaca begitu panas, wisatawan yang datang pun makin banyak, memenuhi lokasi festival. Rasa-rasanya makin panas saat pembawa acara mengumumkan bahwa tak lama lagi akan ada kenduri durian atau makan durian bersama dan gratis!

“Pengunjung dan tamu undangan harap tenang.” Pak Udin dan Bu Widhi yang bertindak sebagai pembawa acara nampak was was karena pengunjung mulai berdesakan. Suasana yang tadinya meriah karena kesenian thek-thek kembali tampil, tiba-tiba menjadi sedikit gaduh. Terlebih setelah dipersilakan untuk mulai menikmati durian, pengunjung langsung berebut gunungan durian.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA GUNUNGAN DURIAN
Salah satu Gunungan Durian yang dipajang…

Ratusan durian ludes tak tersisa dalam sekejap. Meski durian masih diikat tali dalam gunungan, namun tidak menyurutkan pengunjung untuk berebut, mengambilnya tanpa alat. Padahal, panitia telah menyediakan pisau. Tapi nampaknya ini seperti sensasi dari kenduri durian. Senggol sana-sini, dapat satu butir, alhamdulillaah. Akhirnya bisa makan durian gratis, sambil mendengarkan lagu lawas yang didendangkan Kaos Plas. Nikmat sekali bagi mereka yang mendapat durian, ya.

nDirun Panen Rezeki

Gunungan durian habis dalam hitungan detik dan ternyata tidak semua pengunjung kebagian. Pak Rasno, misalnya. Wisatawan dari Cilacap yang sengaja datang pun hanya bisa ikut desak-desakan karena tangannya tidak sampai pada gunungan. Namun demikian, dia tidak merasa kecewa karena niat dari awal akan ikut lelang durian.

DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA

Meski petani nDirun gagal panen durian tepat waktu, tetap saja mereka banjir rezeki saat festival. Ada bazar durian dan lelang durian on the spot.

Lelang untuk yang pertama dibuka oleh Bapak Bupati Banjarnegara. Durian yang dilelang yaitu Durian Dampit milik Pak Hadi Suprapto. Durian ini memiliki ciri khas, buahnya oval, dagingnya kuning dan tebal, rasanya pahit, manis, dan banyak isinya. Lelang dibuka dengan harga Rp 50,- untuk satu paket yang berisi 4 butir.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA LELANG DURIAN

Lelang Durian oleh Wakil Bupati…

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA DURIAN BANJARNEGARA
Nama Duriannya unik, ya. 😀

Melihat isi durian, banyak yang tertarik untuk membelinya. Menawar dari harga Rp 400.000, sampai akhirnya lelang pertama dimenangkan oleh Direktur Bank BRI Cabang Banjarnegara dengan harga Rp 750.000,-.

Lelang durian ini luar biasa. Petani durian nDirun betul-betul panen rezeki karena harga deal saat lelang minimal Rp 600.000,-. Sedangkan harga normal durian nDirun, kisaran Rp 70.000-Rp 100.000 per butir. Sesekali dalam setahun, para pengusaha, para pejabat daerah, wisatawan, berbagi rezeki sekaligus menghargai petani durian ndirun.

Stand Serba Durian

Tak cukup pada buah yang utuh, panitia menyediakan stand khusus buat para inovator kuliner durian. Selain digunakan untuk bazar, ada banyak stand yang menawarkan olahan camilan dari durian. Kerupuk durian, pancake durian, kopi durian, dan masih banyak lagi jajanan yang beraromakan durian.

Sayang banget, lokasi festival terlalu sempit, dan jalan pun kurang lebar. Untuk dapat membeli pancake pun terpaksa harus berdesak-desakan karena jarak antar stand terlalu dekat. Belum lagi kopi durian, banyak yang antre ingin mencicipinya.

FESTIVAL DURIAN NDIRUN BANJARNEGARA OLAHAN DURIAN
Pancake Durian…

KERUPUK DURIAN

Festival Durian nDirun ditutup dengan penampilan terakhir dari band indi Kaos Plas. Penuh harap, semoga penyelenggaraan Festival Durian nDirun untuk tahun depan lebih baik lagi. Baik dari segi tempat, maupun pengamanan.

Ps. Artikel ini telah terbit di Majalah Candi, Edisi 68.

Pengalaman Menginap di D’Qiano Hotel, Dieng

Pengalaman Menginap di D’Qiano Hotel, Dieng – Minggu (12/11), aku bersama tiga puluh lima Blogger kembali menyambangi Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara. Selama satu hari, explore wisata Dieng Zona Dua, yaitu kompleks candi arjuna, bukit scotter, dan telaga merdada. Selain itu, kami juga mendapatkan pengalaman baru menginap di D’Qiano Hotel, Dieng.

Sebelum mulai jelajah esok hari, malamnya kami menginap di D’Qiano. Bisa dibilang, ini termasuk salah satu hotel yang bagus di Dieng. Hotel yang cocok buat bermalam bersama keluarga maupun buat backpacker.

Iya, kalian ngga salah baca, kok. Meski bukan homestay, tapi bisa buat backpacker asal mau menyiasatinya. Apalagi nih ya, buat para traveler yang lebih sering nyari hotel budget, kadang penginapan ngga perlu istimewa. Asalkan ada tempat tidur dan kamar mandi yang layak, masih bisa bernapas lega.

Beda lagi kalau traveling barenga keluarga, apalagi mengajak anak-anak. Ini seperti harus mencari penginapan yang membuat nyaman. Orang tua bisa tidur di mana saja, sekalipun pakai extra bed. Tapi anak-anak belum tentu bisa tidur di extra bed. Kadang malah pingin tempat tidurya seperti suasana di rumah. Uuwh…

Penginapan DQiano Dieng
Pelataran penginapan D’Qiano, Dieng…

Baca: Rekomendasi Penginapan di Batu, Malang.

Berdasarkan pengalaman dua kali menginap di D’Qiano, aku berani merekomendasikan penginapan ini sebagai penginapan yang bagus, cocok untuk keluarga dan backpacker. Nah, berikut alasan aku merekomendasikan penginapan ini.

Punya 4 Kamar tipe Family.

Kamar ini seperti rumah susun. Satu kamar ada di atas dengan kapasitas normal untuk 4 orang. Sementara satunya ada di bawah dengan kapasitas 2 orang. Pada masing-masing kamar terdapat kamar mandi dalam dan satu ruang tamu. Fasilitas tambahan seperti TV hanya ada di kamar atas.

Penginapan Murah di Dieng
Kamar atas, cukup nyaman…

Semua kamar mandi di sini telah disediakan air panas. Hanya saja, ada satu shower yang kurang deras aliran airnya. Ini catatan penting buat pemilik D’Qiano supaya segera menggantinya dengan yang lebih wus-wus, ya. Tarif untuk kamar tipe ini Rp 800.000, include sarapan pagi untuk 3 orang dan free tiket masuk waterpark air hangat. Fyi, tiket masuk kolam renang biasanya dibanderol dengan tiket Rp 25.000 per orang. Ya…bayangin aja, jatuhnya ngirit 25 ribu dikali berapa orang, tuh.

Baca: Rekomendasi Penginapan di Yogyakarta.

Kamar Family bisa disulap menjadi Kamar Backpacker.

Kapasitas maksimal Family Room memang hanya untuk 6 orang. Tapi kalau datang bersama 12 orang, kamu bisa request ke petugas untuk menambah tiga bed. Tidur lah berjejer di kamar atas yang bisa diisi sampai kapasitas 6 orang dengan menambah satu bed. Kemudian minta tambahan (lagi) dua bed untuk disetting di ruang tamu dengan kapasitas 4 orang. Sementara kamar bawah, settingan tetap untuk 2 orang, ngga bisa lebih. Aah…aku pernah merasakan seperti ini saat famtrip Blogger tahun 2016. 😉

Penginapan di Dieng yang murah dan bagus
Bed tambahan dan ini bisa jadi bobok di lantai semua, lho… foto:  Mbak Dian

Apakah nantinya harganya sama dengan harga family room?

Tentu beda. Kamu harus mengeluarkan uang Rp 100.000 tiap tambahan satu bed. Untuk menjadi kamar backpacker, kamu perlu menambah 3 bed. Jadi total bayar Rp 1.100.000 bisa untuk 12 orang, include sarapan pagi untuk 3 orang dan free tiket masuk waterpark air hangat. Lumayan, kan?

Jangan khawatir untuk masalah kenyamanan tempat tidur, ya. Kamu tetap bisa tidur nyenyak di dataran tinggi Dieng yang pada musim tertentu kadang suhunya sampai minus. 😉

Ada juga 4 Kamar tipe Deluxe.

Naaah ini, buat kamu yang lagi honeymoon, cocok banget memesan kamar Deluxe. Dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp 500.000, include sarapan pagi untuk 2 orang dan free tiket masuk waterpark air hangat, kamu akan nyaman bobok di kamar ini.

Btw, tempat tidur di kamar ini ukurannya extra, semisal kamu datang bersama tiga teman, bisa lho satu kamar. Bobok ber empat, gitu. Tambah hangat, tanpa mengurangi kenyamanan karena memang tempat tidurnya luas. Double bed, gitu.

Penginapan Bagus di Dieng
Kompleks kolam renang D’Qiano…

Dimana, sih, alamat D’Qiano?

Berlokasi di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, penginapan ini cukup dekat dengan objek wisata Dieng Zona 2, seperti Kompleks Candi Dieng.

Ya, hanya membutuhkan waktu 10 menit sampai kompleks candi arjuna Dieng, Banjarnegara. Lalu, 15 menit menuju Bukit Scotter. Dan 20 menit menuju Telaga Merdada yang saat ini telah menjadi tempat wisata baru yaitu Kayak.

Penginapan D’Qiano recommended buat kamu yang esok harinya akan explore seputar Kompleks Candi, Telaga Merdada, Bukit Scotter, Bukit Pangonan, Telaga Dringo, Kawah Candra Dimuka, Kawah Sikidang, Pemandian Air Hangat Bitingan, dalam hal ini adalah Dieng Zona 2, Banjarnegara.

Penginapan di Dieng
Waterpark dengan air hangat…

Berwisata ke Dieng ngga mampir renang atau sekadar berendam air hangat di D’Qiano, pastilah kurang lengkap. Apalagi waterpak ini merupakan waterpark tertinggi di Jawa Tengah yang bersumber dari kawah sileri.

Baca : Homestay dekat Sikunir, Dieng.

Penginapan D’Qiano

Nomor HP: 085227622767
Jam Buka Waterpark: 08.00-18.00 WIB
Tiket Masuk Waterpark: Rp 25.000 per orang

Tips Sukses Berburu Diskon Akhir Tahun Melalui Toko Online

Siapa yang tidak tergiur dengan kata-kata diskon ataupun potongan harga pada setiap label produk yang ada diberbagai toko konvensional maupun toko online. Hal itu akan menjadi pandangan umum setiap tahun, seperti halnya diskon akhir tahun 2017 yang baru akan dimulai ini. Jadi bagi Anda yang gemar berbelanja, mulai dari sekarang bisa siapkan catatan barang dan juga anggaran yang dibutuhkan. Karena penghujung tahun merupakan salah satu moment diskon besar-besaran jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Tetapi seiring perkembangan jaman antusias masyarakat dalam menyambut kemeriahan diskon akhir tahun disetiap mall sudah semakin berkurang. Apalagi saat ini banyak bermunculan berbagai toko online yang menyediakan berbagai barang dan juga promo lebih menarik.

Orang lebih tertarik untuk melakukan belanja melalui gadget dari pada harus susah-susah ke mall. Tapi dibalik banyaknya kelebihan tentu berbelanja online juga mempunyai kekurangan. Bahkan kekurangan tersebut dapat menjadikan Anda tidak bisa sukses menikmati diskon akhir tahun pada sebuah toko online.

Namun, berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk tetap dapat memeriahkan keseruan berburu diskon pada situs jual beli online dengan cara:

1. Gadget yang mendukung.

Pertama yang perlu Anda perhatikan adalah kemampuan gadget yang stabil untuk mendukung kegiatan berburu diskon pada penghujung tahun. Sekarang ini banyak smartphone canggih yang menawarkan berbagai kelebihan masing-masing. Dalam hal ini Anda harus mempunyai salah satu kelebihan pada ponsel pintar supaya lebih lancar dan tidak ketinggalan promo ataupun diskon yang berlangsung gara-gara handphone yang jadul.

2. Internet stabil.

Yang kedua adalah adanya internet yang stabil, ini merupakan salah satu hal yang terpenting. Sekarang bisa Anda bayangkan sendiri jika ada sebuah smartphone canggih tetapi internet tidak stabil tentu kegiatan berburu diskon akhir tahun 2017, yang gila-gilaan akan tertinggal jauh. Padahal seperti yang diketahui jaringan internet yang luas akan menjadikan barang promo banyak peminatnya dan cepat habis.

Gadget yang mumpuni, yaa…

Jika hal tersebut dilakukan dengan internet yang tidak stabil tentunya barang yang Anda impikan gagal untuk didapatkan.

3. Paket data cukup.

Pastikan kuota Anda dapat digunakan untuk berburu diskon dari awal sampai dengan akhir, sayangkan jika baru setengah perjalanan pemesanan tiba-tiba kuota sudah habis. Makanya dari itu sangat disarankan untuk membeli atau memenuhi kuota internet dari awal dari pada kehabisan ditengah jalan.

4. Pastikan pilihan.

Sebelum Anda berburu diskon lebih baik pastikan terlebih dahulu barang apa yang Anda incar. Dalam hal ini Anda harus mencari informasinya terlebih dahulu sebelum diskon harbolnas berlangsung. Cara ini untuk mengantisipasi adanya keterlambatan atau pertimbangan yang banyak memakan waktu.

5. Gerak cepat.

Kemudian saat datang waktunya diskon Anda sudah siap dengan segala perlengkapan dan juga barang yang dituju. Dengan begitu Anda bisa langsung gerak cepat dengan gadget yang sudah disiapkan sebelumnya. Jangan sampai produk yang Anda inginkan soldout sebelum Anda mendapatkannya.

Harbolnas Buka Lapak
Nyari apa di Buka Lapak?

Dari beberapa tips di atas dapat Anda gunakan untuk melakukan pemburuan jenis promo pada toko online lainnya. Jadi semua yang bersifat terbatas itu perlu adanya strategi untuk mendapatkannya, seperti halnya diskon harbolnas yang hanya ada pada beberapa hari dalam satu tahun. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan rasa puas akan keseruan berburu diskon akhir tahun 2017 terbayar sudah. Mendapatkan barang impian, kualitas yang bagus pastinya dengan harga yang istimewa.

Kafe Serabine dan Diskon

Pernah ngga, kalian berantem sama pasangan karena hal remeh banget? Cuma dibilang pemburu diskon, terus berantem. Remeh banget, kan? Karena saking kesalnya, berantemnya cuma bisa main peluk, main dekap, main cium, unyel-unyel perut, sampai tabok-tabok punggung. Ini berantem apa kangenan? 😆

Ceritanya Sabtu lalu, suami izin main sama the gengs. Harusnya aku biasa aja, ya. Tinggal mengizinkan, gitu. Kan beres. Tapi ngga tahu kenapa, rasanya lagi pingin nyari musuh dalam selimut. Padahal hari itu juga, aku ada janji sama the gengskuw, vinslog, buat jajan bareng. Sepertinya menjelang pe-em-es, deh. 😀

Kami lagi sama-sama main gadget, terus dia nyeletuk. “Oooh…ada diskon. Pantesaaaan.”

“Maksud kamu?”

“Kamu mau jajan ke Serabine, kan? Pantesan mau ke sana. Lha wong lagi ada diskonan. Aku barusan lihat di akun instagram @serabine.co. Hahahaha.”

Jahaaat banget, kan. Isteri sendiri distempel basah pemburu diskon. Bukan membela diri, tapi aku datang ke Kafe Serabine bukan untuk berburu diskon. Asli. Memang sih, @serabine.co sedang bagi diskon nyampe 50% buat para pelanggannya. Tapi aku ngga kepikiran sampai berburu diskon di sana. Hahaha.

serabine (2)
Kafe Serabine…

Kafe Serabine buka dari hari Selasa-Minggu, mulai jam 11.00-22.00 WIB. Bersama teman-teman, aku datang ke sana jam 13.00 WIB. Hujan yang turun siang itu, sama sekali ngga menggoyahkan niatku untuk datang ke sana. Pun dengan teman-teman, meski beberapa dari mereka ada yang terlambat datang.

Sesampainya di halaman Kafe Serabine, aku langsung masuk lewat koridor depan tempat parkir. Padahal sebenarnya ini bukan pintu masuk. Ada tangga di sebelah kanan tempat parkir. Ini lah yang dijadikan jalan utama menuju lantai dua yaitu tempat Kafe Serabine berada.

Kafe ini dibagi menjadi dua ruang. Pertama yaitu ruang tertutup yang begitu asyik buat pepotoan, buat baca buku karena terdapat banyak koleksi buku si pemilik Kafe. Ruang ini juga sebenarnya area no smoking, tapi belum banyak yang tahu tentang ini. Makanya, ngga sedikit orang yang masih menikmati rokok di ruang ini.

kafe di banjarnegara
ruang utama kafe serabine…

Kedua yaitu ruang tebuka dengan view pemandangan lepas sungai serayu. Ada area no smoking, tersedia juga ruang khusus buat yang ingin merokok di ruang terbuka ini.

Eeh…FYI, kami datang ke sini karena diundang pihak Serabine buat nyicipin menu Serabi, bukan berburu diskon, ya. Hahaha. Kafe Serabine meawarkan menu utama yaitu jajanan tradisional yang berbahan dasar santan dan tepung, yaitu Serabi. Ada labih dari tujuh puluh pilihan menu Serabi yang sudah dikombinasi oleh Mbak Sarah, pencetus ide, cheff, sekaligus owner serabine. Dari tujuh puluh varian menu Serabine, kami memesan sembilan dowang. Yakali, mau pesan tujuh puluh, gitu. Hahaha.

pemandangan lepas
ruang terbuka, view lepas ke sungai serayu…

Tujuh puluh variasi menu serabi ini hanya berbeda toppingnya saja. Serabi topping Nutella, misalnya. Ada beberapa topping di sini, Nutella Keju, Nutella Keju Kacang, Nutella Oreo Es Krim dll dll. Kami memilih topping yang paling lengkap dari tiap varian. Nutella Keju Kacang, misalnya. Biar bisa merasakan semua dan mumpung lah, ya. Hahaha.

Serabi a la Kafe Serabine bentuknya seperti Martabak Mini. Sedikit cekung, lebih garing, dan berkerak. Menurut Mbak Sarah, sengaja dibuat sedikit berkerak agar toppingnya lebih rapih, ngga mudah mbleber. Dan betul, saat ada yang pesan Serabi Greentea Kacang Keju toppingnya utuh cantik.

kuliner di banjarnegara
serabi varian keju kacang cokelat…uwh
serabine
serabi sosis telur mozarella
serabine 2
serabine greentea kacang keju…

Kafe Serabine belum lama berdiri, kira-kira dua bulan yang lalu. Namun pelanggannya udah banyak. Selain dari sisi tempat yang bersih, rapih, dan tata ruang yang cakep, harga menu di sini sangat terjangkau. Menu serabi dibanderol dengan harga mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 7.500. Tergolong murah kan, ya? Sedangkan minuman, paling mahal Rp 14.500. Sementara makanan berat seperti Nasi goreng, harganya Rp 12.000 per porsi.

Kebayang ngga, kalau misal dapat diskon 50% dari pembelian. Tambah murah kan, ya. Sementara ini, diskon yang diberikan baru diskon on the spot, belum berupa voucher diskon seperti saat promo restaurant, gitu. Kalau ngga salah, pemberian voucher ini termasuk salah satu strategi promosi juga. Dan menurutku, meski menu utama adalah Serabi, produknya layak untuk dipromosikan secara online. Apalagi, sudah melayani delivery order, makin ramai nantinya. Ngga ada salahnya juga produk Serabine dipromosikan di website daily deals macam BambiDeal yang menawarkan produk dan jasa dari sebuah toko dengan harga spesial.

serabine.co
sini nongkrong siniiii…

Kafe Serabine dapat memberi diskon seperti voucher diskon BambiDeal yang menggiurkan pelanggan. Promosi makanan dengan cara pemberian diskon ini katanya jauh lebih menarik ketimbang beli satu dapat dua. Eeeh…ini ujung-ujungnya ngomongin diskon juga. Heylow, Suamik. 😆 😆

Relaksasi di Wisata Pendidikan Kampung Damar

Tiap hari yang dikerjakan seputar itu-itu saja. Mengurus anak dan keluarga. Menyiapkan perlengakapan kerja untuk suami dan diri sendiri. Menyelesaikan tugas sebagai ibu rumah tangga dan juga tugas-tugas kantor yang terus bertambah tiap harinya. Hanya seputar itu, tapi aku kerap merasa butuh relaksasi untuk sekadar mengendurkan otot, otak, dan mencerahkan mata yang hampir tiap hari menghadap layar notebook.

Aku beruntung punya pasangan yang begitu pengertian. *uhuuuks. Ngga perlu nunggu diajak jalan, dia udah punya planning untuk jalan ke sana, ke sini, ke sana lagi, ke sini lagi, yang penting keluar dari rumah dan itu ngga jauh-jauh dari sekitar kota. Cinta produk dalam kota. 😀

Keterbatasan waktu, tenaga, dan tentunya lembaran rupiah di dompet, menjadi alasan utama bagi kami  untuk piknik atau sekadar relaksasi di dalam kota. Apalagi sekarang ada Yasmin. Kami harus betul-betul bisa memilih tempat yang ngga hanya nyaman bagi diri sendiri, tapi baginya juga.

Adalah Wisata Pendidikan Kampug Damar, sebuah tempat wisata yang dikelola oleh Perhutani BKPH Banjarnegara sukses menyita perhatian kami.

Saat perjalanan ke Desa Pesangkalan untuk menghadiri acara sowan ngalas, kami melihat tempat ini ramai karena hari itu akan diresmikan sebagai tempat wisata. Niatnya, sepulang dari acara, aku bersama suami dan Yasmin akan mampir. Tapi ternyata ngga kesampaian karena waktu sudah sore.

“Kapan-kapan kita ke sini, yaaaa.” Di atas sepeda motor dengan laju pelan, suami seakan membuat janji akan mengajak kami ke Kampung Damar.

Lokasinya di pinggir jalan raya, tepatnya di Desa Watubelah, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara. Tempatnya teduh karena banyak pepohonan di dalamnya. Mirip rest area, tapi bukan. Bagi kami, tempat ini seperti punya daya tarik tersendiri meski kami ngga tahu ada apa saja di dalamnya tentunya selain pohon pinus yang terlihat jelas dari luar.

Kampung Damar Tempat Parkir
Tempat parkirnya bersih, ya.

Perjalanan dimulai…

Tempat ini kembali menyapa ingatan suami. Sayangnya dia hanya hanya ingat taman wisata, ngga menyebut nama tempat. Aku sempat terkecoh, kukira taman letnan karjono yang pernah kami kujungi. Untungnya, dia masih ingat acara sowan ngalas, aku pun langsung menyebut Kampung Damar. Dan ternyata betul!

Setelah mempersiapkan perlengkapan piknik, kami pun berangkat ke Kampung Damar jam 07.00 WIB dari rumah. Kami sengaja berangkat pagi karena berencana untuk sarapan di sana. Ini sarapan ngapain jauh amat, ya? Hahaha. Ngga usah heran, kami sering melakukan hal ini, kok. Khususnya wisata dengan nuansa alam. Makan dengan menggelar karpet, dikelilingi pepohonan, udara sejuk, nikmat pun makin terasa. Dan ini membuat kami ketagihan. 😀

Perjalanan dari tengah kota dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit. Sebenarnya dekat, akses jalan pun sudah baik, hanya saja banyak kelok dan tanjakan. Makanya, ngga bisa terus-terusan menambah kecepatan. Apalagi membawa si kecil, kami memilih untuk lebih menikmati perjalanan.

Kampung Damar Banjarnegara 6
Kawasan Kampung Damar…

Tiba di Kampung Damar…

Tiba di lokasi, kami langsung menuju tempat parkir yang berada di dalam. Di depan pintu masuk, nampak ada pos jaga. Namun saat itu ngga ada yang menjaganya padahal weekend, lho. Di sekitarnya hanya ada seorang lelaki paruh baya yang sedang menyapu halaman parkir. Pikirku, dia lah penjaga yang merangkap sebagai tukang bersih-bersih. Tapi ternyata bukan.

“Tempat ini ngga terjaga. Bebas biaya masuk, dong?” Pikirku saat itu. Berjalan kurang lebih sepuluh meter dari area parkiran, ada seorang lelaki yang memanggil kami.

“Mas, bayar tiket masuk dulu.” Kami kaget, karena hanya suara yang terdengar. Tak lama kemudian, muncul sosok laki-laki mengenakan seragam hijau perhutani dari rumah yang katanya akan dijadikan warung. Ya, tepat di kiri tempat parkir, berdiri sebuah ruang yang cukup luas. Karena ngga ada informasi tentang ticketing di sana, kami memilih untuk terus berjalan tanpa masuk ke ruang tersebut.

Kampung Damar Banjarnegara 4
Tempat ini cocok buat bermesraan halal, pepotoan sama pasangan… 😀

Ekpektasiku, tiap pengunjung yang datang ke sini akan mendapat pendampingan dari petugas. Ya, jalan-jalan dengan didampingi petugas, lalu mereka bercerita tentang Pohon Damar, mulai dari konsep, alasan pemilihan dan penanaman, pembibitan, sampai dengan manfaatnya. Namanya wisata pendidikan, ya. Kan biasanya sarat informasi. Tapi ternyata mereka melepas perjalanan kami tanpa memberi informasi suatu apa. *belajar mandiri

Setelah membayar tiket masuk Rp 3.000 per orang, kami lanjut jalan mencari tempat yang nyaman untuk duduk santai karena Yasmin masih bobok. Untungnya kami membawa karepet, jadi bisa menidurkannya.

Kampung Damar Banjarnegara 5
Bibit Pohon Damar siap tanam…

Ada empat lantai Kampung Damar. Lantai pertama ada spot berfoto yang cukup manis. Selebihnya, lahan ini dipakai untuk menaruh bibit pohon damar yang masih di dalam polyback. Lanjut lantai dua, ini kompleks tempat parkir, calon warung, gazebo, dan tanaman pohon damar yang baru ditanam. Lalu di lantai tiga, selain ada pohon damar yang audah tertanam, terdapat bak besar penampung air. Dan lantai akhir, di sini disediakan tempat khusus untuk duduk. Tempat duduk yang terbuat dari pohon ini membentuk persegi. Dengan latar belakang pohon pinus dan tentunya pohon damar, lumayan bagus buat foto-foto. Di sini dibuat selfie deck juga, lho.

Sambil menunggu Yasmin bangun, aku bersama suami menuju lantai dua. Ada beberapa pohon yang nampaknya baru ditanam. Tingginya kira-kira 50 cm, di sampingnya terdapat label yang bertuliskan nama penanam. Bupati, misalnya. Mungkin Pohon Damar itu yang menanam adalah Bapak Bupati.

Tak jauh dari pintu masuk, tepatnya di lantai satu, ada ribuab bibit Pohon Damar berjejer rapih. Dari banyaknya Pohon Damar yang menghiasi kampung ini, sebenarnya aku ngga begitu paham manfaatnya kecuali tentang pengambilan getah yang dipakai untuk membuat lilin. Hahaha. Minim banget pengetahuanku, ya. Tapi tak mengapa karena masih bisa dipelajari sepulang dari Kampung Damar.

Kampung Damar Banjarnegara 3
Getah terus menetes…

Asyiknya nih, meski konsep mereka adalah wisata pendidikan, di sini disediakan tempat khusus untuk duduk dan foto-foto. Seperti yabg sudah kusebut di atas. Ada sebuah gubug kecil lengkap dengan tempat duduk memanjang, di sini lah pengunjung bisa narsis. Mumpung Yasmin masih bobok, aku bersama suami menghabiskan pose sambil cekikikan karena benar-benar alay. Seperti pasangan yang sedang mabuk asmara, gitu. Sungguh, moment ini tak terduga. 😀

Hari mulai siang, namun si kecil belum juga bangun. Kecemutku bisa pules banget boboknya padahal di hutan. 😆 Karena ngga bisa meninggalkannya terlalu jauh, kami putuskan untuk ikut tiduran. Tiduran sambil bercerita sampai akhirnya Yasmin bangun karena mungkin brisik.

Kampung Damar Banjarnegara 1
Hyaah…abis! Hahahaha

Hayuuk bangun, makan duluu.” Matanya masih sayu, tenaganya belum terkumpul. Sembari menunggu moodnya, aku mempersiapkan makanan. Satu per satu bekal aku keluarkan, bukannya dia tertarik makan, malah minta jalan-jalan. 😀 Anak yang satu ini emang hobi banget jalan. Asli. Untung aku sempat membeli Cilok, akhirnya dia memilih untuk makan Cilok dulu. Ada yang ngemil, ada yang minum kelapa muda, ada yang memilih untuk mulai sarapan. 😆 Makan bareng, tiduran di tengah kampung damar, gini aja sukses bikin kami rileks. Uwwh…

Amunisi yang aku bawa saat itu terbilang lengkap. Sampai air untuk cuci tangan. Tapi melihat ada kran air, kami girang banget karena baru pertama kali mendapati fasilitas semacam ini di tengah hutan. 😀 Mungkin digunakan untuk menyiram bibit Pohon Damar tiap harinya kalik, ya.

Suami berusaha menjaga jarak supaya air ngga sampai kena baju Yasmin, tapi ternyata airnya hanya mengalir sebentar saja. Hahaha. Mungkin karena dari atas belum dialirkan sih, ya.

Kampung Damar Banjarnegara 2
Tempat pepotoan di sini…

Keliling kampung damar…

Usai sarapan, kami lanjut jalan-jalan keliling Kampung Damar. Jangan dibayangkan kelilingnya sampai habis tenaga, ya. Kami hanya jalan beberapa meter dowang ke tempat yang lebih asyik buat foto-foto. Hahaha. Yuup, lantai paling atas.

Di sini disediakan selfdeck, dan masih sederhana banget. Pun dengan tempat duduknya, warna kayunya masih original. Hahaha. Etapi karena konsepnya wisata pendidikan, mungkin mereka ngga memaksimalkan spot-spot untuk foto. Tempat duduk dicat warna-warni, misalnya. Kan makin ramai tuh, ya. 😀

Di sini kami ngga lama, hanya duduk-duduk dan nyobain selfdeck. Pinginnya sih meneruskan jalan ke atas sampai perkebunan warga, tapi sudah terlalu siang. Kami pun memutuskan untuk meninggalkan Kampung Damar.

Kampung Damar Wisata Banjarenagra
Ngga ada alasan untuk “menyebar” sampah…

Jalan keluar sampai di tempat parkiran, kami bertemu dengan petugas dari Perhutani yang sedang menata ulang bibit pohon damar. Pak Sam, namanya. Dari informasi yang kami dapat darinya, ternyata konsep wisata pendidikan ini berlaku bagi siapa pun yang memang ingin belajar di sini, semacam riset, gitu. Seperti teman-teman dari sekolah atau perguruan tinggi yang pernah melakukan penelitian di sini.

Tapi ya itu, karena keterbatasan tenaga, mereka ngga bisa mendampingi satu per satu pengunjung yang datang ke Kampung Damar. Jika perlu pendampingan, pengunjung bisa langsung ke basecamp Kampung Damar yang lokasinya di atas tempat parkir. Minta lah kepada petugas untuk mendampingi tiap langkah kalian. 😉

Kampung Damar 2Mumpung Yasmin bobok… 😀

Menurut Pak Sam, ke depannya di sini akan dibuat camping ground. Spot foto pun pelan-pelan akan dipercantik. Tak dipungkiri, tempat wisata tanpa spot foto memang rasanya kurang lengkap. Sekalipun itu wisata pendidikan. Tapi menunggu dana yang entah datangnya dari mana karena pemasukan dari tiket masuk wisata sudah dimanfaatkan untuk pemeliharaan dan kebersihan Kampung Damar. Butuh sentuhan dari pemerintah daerah, sepertinya.

Nyoba Masak Mie yang Pernah Kontroversial

Aku, tuh, termasuk penggemar mie instant. Rasa-rasanya, mie instant menjadi salah satu makanan yang cukup disukai oleh orang dewasa. Pasalnya, makanan yang biasanya dikonsumsi saat kondisi darurat ini, bisa diperoleh dengan mudah di warung, supermarket, minimarket atau bahkan di toko online. Selain mudah didapat, cara masaknya pun gampang.

Nah, mie instant yang belum lama ini aku cobain adalah Mie Samyang. Mie instant yang berasal dari Korea Selatan pernah menjadi kontroversi. Kalian pernah dengar, belum? Iyaa, aku udah tahu kalau mie ini pernah menjadi bahan perbincangan kelas dunia karena meragukan bagi kaum muslim. Halal atau Haram? Tapi tetap saja pingin nyobain masak. Apalagi tahu, kalau tersedia rasa extra pedas. Wuuuuw…ngga sabar!

Ramyun, sebutan mie instant di Korea Selatan, ini memiliki porsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan mie instant asal Indonesia pada umumnya. Dalam Samyang Challenge, mie yang digunakan adalah mie instant rasa ayam pedas atau buldalk bokkeummyeon yang menurut seorang blogger dan reviewer ramen yaitu The Ramen Rater mengemukakan jika mie ini adalah mie instant terpedas ketiga yang ada di dunia. Tuuh, kaaan? Siapa yang ngge tergoda cobak. 😆

Ada 2 jenis rasa dari mie Instant Samyang ini yaitu spicy hot chicken ramen serta hot chicken ramen cheese. Untuk rasanya, jenis hot chicken ramen cheese masih jarang di temui di Indonesia. Alhamdulillaah pas kemarin belanja bulanan, ada rasa ini di etalase toko. Yaudah, gebet ajaa!

mie samyang
spicy hot, realy hot…

Eeeh, kalian harus tahu, mana Mie Samyang yang Halal dan Ngga, ya. Soalnya asli, ada yang ngga halal, gitu. Iya, walaupun mie dari Korea Selatan ini ada yang dilabeli dengan sertifikat halal, namun BPOM lewat surat edarannya pada tanggal 15 Juni 2017 mengemukakan, jika ditemukan mie merek Samyang yang mengandung babi.

Mie instant tersebut jenisnya adalah mie instant U-Dong dan Mie Instant Rasa Kimchi yang keduanya di import oleh PT. Koin Bumi. Karena hal tersebut, beberapa ramyun tersebut di tarik dari pasaran dan tidak sedikit orang yang lebih teliti untuk membedakan yang mana mie yang halal dan yang mengandung babi mengingat masyarakat di Indonesia mayoritas adalah Islam. Harus betul-betul teliti sebelum membeli, ya.

Nah, berikut ada beberapa cara yang dapat membedakan mana mie Samyang yang halal dan yang ngga, mengandung babi.

Pertama adalah dengan membaca kemasannya. Jika mie tersebut halal, maka akan ada sertifikasi halal yang diberikan oleh MUI. Dengan sertifikasi tersebut menunjukkan jika mie asal Korea Selatan tersebut sebelum dijual dipasaran sudah di tes atau dicek terlebih dahulu apakah ada kandungan babi atau kandungan lainnya yang dilarang untuk dikonsumsi atau tidak.

Mie rasa cheese hot chichen ramen dan spicy hot chicken ramen bahkan sudah mengantongi halal dari KMF atau Korea Muslim Federation, sehingga halal untuk dikonsumsi.

Ada beberapa jenis mie dari Samyang yang melabeli kemasan mie instant tersebut dengan sertifikasi halal dari MUI. Namun ada juga yang tidak menggunakan sertifikasi tersebut atau tidak menemukan sertifikasi tersebut namun ada cap atau stempel dari KMF dan biasanya mie tersebut dijual di Malaysia ataupun Singapura. Jadi nih ya, jika ada yang menggunakan lambang KMF berarti importirnya dari Singapura atau Malaysia. Jangan panik duluu.

mie samyang halal
Pedesnya gilaak…

Kedua adalah lihat perusahaan yang mengeluarkan atau dari mana mie tersebut. Perusahaan yang menjadi importir mie instant samyang adalah PT Koin Bumi. Sedangkan perusahaan PT Korinus yang juga merupakan importir tersebut, mengeluarkan mie dari Samyang yang halal. Mudahnya, kamu cari tahu lebih dahulu mie dari perusahaan mana yang ditarik produknya sesuai dengan surat peredaran dari BPOM dan hindari jenis mie yang dilarang tersebut.

Ketiga adalah baca komposisi atau ingredient-nya. Mie Samyang yang mengandung babi pada umumnya menggunakan bahasa Korea untuk menuliskan komposisi atau yang lainnya. Sedangkan yang halal adalah yang menggunakan bahasa Indonesia untuk tulisan pada kemasannya. Catet nih, jangan lupa.

Terakhir nih, hindari mie yang mengandung kata ‘Dwaejigogi’ yang artinya adalah daging babi. Jadi, kata tersebut yang biasanya tertulis pada kemasan, sebaiknya hindari. Kecuali jika kamu merasa tidak masalah untuk mengkonsumsi mie yang mengandung daging babi. No problem.

Dan tahu ngga, pas aku mencicipi Mie Samyang yang spicy hot chicken, rasa pedasnya benar-benar nampol! Aku ngga yang pada dasarnya suka pedas, ngga berani menghabiskannya. Jangankan menghabiskan, ambil seperempatnya saja ngga berani. Cuma dua sendok saja nyaliku. 😀

Evaluasi Sebagai Ibu Menyusui yang Juga Bekerja

Salah satu hal yang menjadi perhatianku saat hamil adalah tentang ASI (Air Susu Ibu) Sebagai calon Ibu baru, aku terus belajar tentang bagaimana cara yang benar memberikan ASI kepada si kecil. Bagaimana caranya agar ASI yang keluar dapat memenuhi kebutuhan harian si kecil. Ini mulai aku perhatikan semenjak hamil lima bulan, hingga akhirnya saya mengadakan evaluasi sebagai Ibu menyusui yang juga bekerja.

ASI dapat keluar setelah bayi lahir. Makanya, aku ngga bisa memastikan ASI-ku akan berlimpah atau ngga nantinya. Sebenarnya agak was was. Apalagi aku seorang pekerja yang berangkat pagi, pulang sore. Apakah aku bisa memberi ASI penuh untuk si kecil? Agaknya ragu. Beruntung, keluargaku berhasil meyakinku untuk hal ini. Mereka terus menyemangatiku, dan memintaku untuk berpikir positif. Alhamdulillaah…sampai blog post ini terbit, aku masih memberi ASI untuk Yasmin.

Sebagai Ibu pekerja yang ingin memberikan ASI full kepada si kecil, ternyata ada babak baru sebagai harus dilalui. Adalah memerah ASIP (Air Susu Ibu-Perah) dan menyajikannya untuk si kecil. Inilah yang menjadi evaluasi pertamaku.

Aku ingin memberikan ASI sampai si kecil usia dua tahun, sementara aku seorang ibu pekerja. Bagaimana agar keinginanku dapat terwujud? Jawabannya tak lain adalah stok ASIP. Mulai dari sini, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi.

Pertama adalah Pompa ASI

Pemilihan pompa ASI menjadi prioritas utama. Sebulan menjelang persalinan, aku masih galau memilih pompa ASI. Antara pompa ASI manual atau Elektrik. Aku ngga mungkin beli keduanya karena masih banyak perlengkapan bayi yang musti dibeli. Akhirnya, aku memutuskan untuk membeli pompa ASI manual.

Seminggu berjalan, ternyata hasil perahanku belum memuaskan. Bertanya kepada teman-teman yang pernah menjadi Ibu perah, ternyata memang kurun waktu seminggu hasil perah belum begitu banyak.

“Makin sering memerah, makin banyak hasil yang didapat.” Begitu kata temanku yang saat itu sedang punya baby juga. Cuma bedanya, dia anak ke dua, sementara aku anak pertama. Dia lebih banyak pengalaman. Aku pun mengikuti sarannya, makin rajin memerah.

Baca tentang: Ketika Ibu Menyusui Makan Mie Instan

Saat masih cuti, aku bisa memerah sampai lima kali. Namun setelah jatah cuti habis dan masuk kerja, cukup banyak pekerjaan yang musti diselesaikan tepat waktu, belum lagi jika ada teman kantor minta tolong ini itu, aku harus segera membantunya. Pada akhirnya, waktu untuk memerah berkurang.

Ternyata menyisihkan waktu lima belas menit untuk memerah ASI itu cukup susah. Dan karena aku menggunakan pompa ASI manual, rasa-rasanya belum memerah sudah capek. Untuk kedepannya, memilih pompa ASI elektrik mungkin menjadi pilihan terbaik. Nabung duluuuu. 😆

Kedua adalah Botol ASIP

Sedar awal, aku lebih mantap memilih botol ASIP kaca. Aku membeli botol ASIP ini secara online dibantu Mbak Noe. Saat itu, aku membeli botol ASIP dengan kapasitas 100 ml. Ternyata kebutuhan ASI saat Yasmin usia 3 bulan, tuh, cukup 50 ml sekali minum dan ini sampai usianya 4 bulan.

Ibu Menyusui yang Juga Bekerja
Beli yang 50 ml….

Aku rasanya eman-eman kalau botol ukuran 100 ml hanya diisi setengahnya saja. Sementara Mbah Utinya kurang telaten kalau harus menghangatkan ASIP hanya setengah botol. Adanya 100 ml, ya dihangatkan semuanya. Kadang mubadzir. Untuk kedepannya, perlu membeli botol ASIP kapasitas 50 ml. Aku sudah membelinya, sih, tapi saat itu hanya beli 12 biji dowang dan itu kurang.

Ketiga adalah Penghangat ASIP dan Sterilizer

Sejauh ini, aku masih menggunakan penghangat ASIP manual. Yaitu gelas dan air hangat. Ternyata menghangatkan ASIP dengan cara ini kadang bikin gugup. Apalagi kalau si kecil mintanya dadakan. Kadang Mbah Kakung harus turun tangan ikut menenangkan cucunya karena Mbah Uti harus menghangatkan ASIP. 😆

Kedepannya, mungkin aku membutuhkan penghangat ASIP sekaligus sterilizer. Selain meringankan tugas, alat ini ada pengatur suhunya. Jadi lebih aman lagi untuk kualitas ASIPnya. Maunya, nanti beli yang sekaligus bisa untuk sterilisasi botolnya. Harganya memang lumayan mahal, makanya perlu nabung dulu. 😆

Tiga hal di atas adalah sebagian evasluasi aku sebagai Ibu menyusui sekaligus Ibu pekerja yang ingin memberikan ASI penuh kepada si kecil. Niata awal yang ingin aku kerjakan secara manual, seperti menghangatkan ASIP atau membersihkan botol ASIP memang sudah terlaksana. Tapi ternyata kadang tenaga ngga sampai. Sok banyak yang diurus. 😀

Baca lagi tentang The Power Of ASI.

Eh btw, perlengkapan ASIP yang kusebut di atas sekarang mudah didapatkan. Apalagi sekarang ada toko online yang menyediakan perlengkapan bayi. Seperti perlengkapan yang kubutuhkan tadi, sekarang ready dan dapat beli di sini. Tinggal klik, langsung ketemu barang yang dibutuhkan. 😉

Gunung Bromo dan Alasan Kenapa Aku Ingin Kembali Mengunjunginya

Bromo termasuk salah satu destinasi wisata yang ingin kembali aku kunjungi. Ngga ada ribet-ribetnya naik Gunung Bromo. Tinggal jalan beberapa meter dari kaki Gunung Batok, naik ratusan anak tangga, elap keringat yang bercucuran sampai leher, pegang boyok berkali-kali, minum air putih yang cukup, sampai lah di puncak yang mana ada kawah aktif di sana.

Semudah itu untuk mencapai Bromo, ya. Mudah banget, apalagi kalau bisa menikmati perjanalan menuju puncak. Tangga untuk naik dan turun disediakan secara terpisah, sisi kanan dan kiri. Memang, tangganya ngga terlalu lebar, namun wisatawan masih tetap bisa istirahat di anak tangga meski dengan cara berdiri. Iya, berdiri sambil menikmati hamparan pasir yang begitu luas.

Sayangnya saat itu, aku mengurungkan niat untuk melihat kawah Bromo dari dekat. Aku merasa sudah cukup dengan berburu sunrise dan bermain pasir di kaki Gunung Batok tanpa naik ke Gunung Bromo yang telah menjadi landmark Kota Malang, Jawa Timur. Memang keputusan yang cemen, tapi aku biasa saja. Ngga ada rasa menyesal sekalipun.

 

Traveling kali ini, aku mendapat keluarga baru serta pelayanan spesial dari seorang teman Blogger Malang, yaitu Pakde Misbach. Dicarikan tempat untuk menginap semalam yaitu di rumah Mbak Aan, teman Pakde Misbach. Disewain Jeep merah yang begitu nyaman, sampai diajak kulineran khas Malang. Nikmat yang luar biasa, bukan? Pokoknya lain waktu mau kayak gini lagi. 😆

Deru mobil jeep di depan rumah Mbak Aan terdengar jelas. Masih dini hari dan mataku masih terjaga karena ngga nyenyak tidur. Ini salah satu kebiasaan jelekku jika hendak bepergian dini hari, ngga bisa bobok. Padahal sudah tahu ada agenda ke Bromo, bukannya istirahat cukup, malah mata enggan terpejam. Beuuuh…

Berangkat dari Tumpang pukul 02.00 WIB, bersama Mbak Yun, Keluarga Mbak Aan, dan Pakde Misbach. Wajah lelah masih nampak jelas meski sudah dipoles bedak. Tenaga pun rasanya belum terisi penuh, padahal sudah sarapan. Ini karena sebelumnya aku dan Mbak Yun jalan-jalan di kawasan wisata Kota Batu seharian penuh. Tapi karena tarjetnya adalah sunrise Bromo, aku pun harus melawan kantuk dengan cerdas. Eh, emang bisa, gitu? 😆 Bisa banget, dengan cara bobok lagi di sepanjang perjalanan Tumpang sampai Bromo. Dan tahu ngga? Di dalam Jeep, aku bisa tidur pules padahal jalan menuju Bromo, tuh, penuh liku dan tanjakan. Harap maklum, aku sudah terbiasa dengan rute jalan seperti itu. Hampir samaan dengan jalan menuju Dieng lewat Banjarnegara.

“Udah sampai Bromo, nih. Banguuun…banguun.”  Suara Pakde Misbach ngga ada manja-manjanya. Ngga ada istilah bangunin pakai bisik-bisik, gitu. Hahaha. Aku pun langsung melek dan kaget karena melihat banyaknya Jeep yang sudah berderet di area parkir. Sepagi ini, sudah banyak orang berkeliaran di Gunung. Aah…ngga heran, namanya saja tempat wisata. Qiqiqi.

“Waaah…ini sudah di Bromo. Gunungnya gede amat. Cakep pula.” Batinku sambil memandang Gunung Batok yang saat itu kukira Gung Bromo. Ini otak kenapa ngga ada cerdas-cerdasnya, ya. Hahaha. Akhirnya…setelah menempuh perjalanan kurang lebih sembilan puluh menit, sampai juga di Bromo. 😀

Pasar Pagi Penanjakan, Bromo…

Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Sebagai sebuah obyek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif, memiliki lautan pasir yang luas dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Sesampainya di kawasan Bromo, kami langsung menuju Penanjakan, salah satu tempat khusus untuk menyaksikan matahari terbit, yang saat itu ramainya udah seperti pasar pagi. Ada yang nawarin naik ojek, ada yang ngajakin jalan kaki, ada yang minta digandeng karena kedinginan, ada juga yang colek-colek punggung karena pingin cepat menikmati sunrise. Ramai gedumbreng pokoknya.

Ada yang bilang, berburu sunrise di Penanjakan, kurang maksimal. Apalagi pas akhir pekan, ramaine pool. Dan ternyata memang betul. Banyaknya orang yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu melihat sunrise, membuatku agak deg-degan. Apalagi, hampir semua orang ingin mengabadikan moment sunrise dengan lensanya. Beruntung, wisatawan bisa kalem, ngga dorong mendorong seperti sedang nonton dangdutan di kampung. 😀

Asli, aku sudah sampai Penanjakan…Hahaha

Kami di sini ngga begitu lama karena mataharinya saat itu ngga nampak penuh. Hanya semburat jingga saja. Tetap cantik, sih, cuma kurang gereget saja. Lagipula, masih ada beberapa destinasi yang akan kami datangi. Makanya, setelahnya langsung kembali ke area parkir Bromo dengan mengendarai Jeep kesayangan.

Aku baru merasakan asyiknya jalan di atas pasir dengan naik jeep. Jadi ingat iklan rokok apa, gitu. Saking pinginnya lihat pemandangan lepas, aku sama Mbak Yun minta duduk di atas Jeep. Norak banget, ya. Hahaha. Melihat panorama padang pasir dengan jelas, di sini lah aku merasa lemah, lalu memutuskan untuk dadah-dadah dengan Bromo dan lebih memilih mainan pasir.

Melihat ratusan anak tangga dan panasnya cuaca saat itu, dengan berat hati aku melambaikan tangan kepada Bromo. Padahal teman-teman nampak semangat untuk mencapai Bromo. Tapi sayang banget, semangatnya ngga nular ke aku. Hahaha. Yaudah, akhirnya mereka ngga naik dan kami duduk di sekitar Gunung Batok dan jalan-jalan di sekitar Pura Luhur Poten yang masih berada di kawasan Bromo. Andai aku putuskan untuk naik sampai Kawah Bromo, mungkin bisa sampai, sih. Tapi ngga tahu kenapa, mainan pasir lebih menggoda. Aku mainan pasir, sementara teman-teman yang lain pada pepotoan. Sama-sama menikmati. 😉

GUNUNG BROMO 3
Butuh aquwa…hawus banget!

Cuaca makin panas, bola mataku bergerak pelan melihat arah Bromo. Saat itu juga aku meyakinkan diri. Tepat di samping Pura, aku berikrar bahwa aku pasti bisa sampai Bromo lagi. Entah kapan, yang jelas pingin ke Bromo bersama keluarga. Selain untuk menuntaskan mimpi, yaitu naik ke Bromo, aku ingin kembali ke Bukit Teletubbies. Rerumputan yang harusnya asyik banget buat indiahe-indiahe, saat itu sama sekali ngga bernyawa. Kata Pakde Misbach, kalau ke Bromo baiknya jangan di musim kemarau. Aku ke sini kalau ngga salah pas bulan September, lagi hot-hotnya. 😆