Aksesoris Anak Model Korea

“Sayang anak, sayang anak!“. Suara seorang perempuan tanpa intonasi terdengar jelas ditelinga. Sepertinya saya mengenal perempuan berparas manis itu. Pun dengan perawakannya. Kok…

Read more

Kebahagiaan Para Ibu Muda

Ada banyak hal yang saya suka dari kehidupan di Desa. Diantaranya adalah keakraban, dan rasa kebersamaan antar tetangga yang begitu terasa. Bukan berarti…

Read more

Buka Rekening Bank Tanpa ATM

Buka Rekening Bank Tanpa ATM – Kapan hari, saya bersama seorang teman pergi ke Bank untuk melakukan penarikan uang. Bukan saya, sih, yang melakukan penarikan. Melainkan teman yang katanya baru pertama kali akan melakukan penarikan semenjak ia buka rekening.

Bocah udah segede semut kemana-mana masih minta ditemani. Alasannya, sih, malas kalau harus antre tanpa ada teman ngobrol. *alasannya enggak yahud banget* Saya sempat menyarankan untuk menarik uang via Anjungan Tunai Mandiri (ATM) saja. Lebih hemat waktu, kan. Eee…dia malah enggak mau. Sebab, katanya rekening tabungan miliknya tanpa ATM. :mrgreen:

Belajar menghemat waktu, kami datang ke Bank saat jam istirahat siang. Sekarang Bank kan terus meningkatkan pelayanan tuh, ya. Ketika jam istirahat, Teller bergantian untuk beristirahat. Minimal ada dua Teller yang berjaga. Sesampainya di Bank, hanya ada beberapa orang yang duduk diruang tunggu. Sesuai prediksi, antrean tidak terlalu ramai saat jam istirahat.

“Kenapa kamu enggak pakai ATM saja, sih?”. Pertanyaan saya terlihat enggak ikhlas banget. Seakan terpaksa menemaninya ke Bank. Hahaha

Bukan. Bukan karena tidak ikhlas. Tapi, zaman sekarang kan manusia lebih senang dengan ke-praktis-an. Sampai pada mengambil uang, atau transfer antar Bank lebih memilih yang praktis. Menggunakan ATM atau melalui Mobile Banking.

Sembari ngobrolin masa yang akan datang, saya baru tahu alasan teman saya mempunyai rekening tanpa ATM. Yaitu supaya bisa “menabung“. Dia berniat menabung untuk masa depan. Akan diambil suatu saat nanti, ketika benar-benar memerlukan. Yang jelas bukan untuk transaksi belanja seperti yang sering saya lakukan. 🙂

Niat dan idenya cukup masuk akal. Mempunyai simpanan khusus untuk masa depan. Niat yang baik seperti ini memang harus dipaksa. Supaya pas hari tua tetap ceria dan bisa ongkang-ongkang. 😆

Jika sudah berniat, meski awalnya terpaksa, pasti akan bisa dan menjadi biasa. Meski sekarang ada Bank yang memberi fasilitas kepada nasabah, di mana ia bisa bertransaksi dalam mata uang asing (USD atau SGD), baik untuk keperluan bisnis, perjalanan maupun investasi. Hmmm…ini sudah lain cerita ya, Sist! Koleksi rekening Bank saja kalau mau. :mrgreen:

Terhipnotis Warna-Warni Pantai Batu Hiu

Long weekend pada bulan April lalu, saya bersama seorang teman berwisata ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kabupaten ini cukup banyak menyajikan wisata alam: Pantai, Air Terjun, Danau, dan juga Taman Wisata. Dari kesemuanya, pantai lah yang paling mendominasi sebagai objek wisata.

Indonesia memang kaya akan wisata. Tak heran, Wisata Alam berupa Pantai sering dijadikan destinasi utama oleh para wisatawan. Keindahan yang disuguhkan oleh masing-masing pantai juga sangat berragam. Seperti halnya suku bangsa kita, Indonesia. Oleh karenanya, kamu tidak akan merasa bosan berwisata ke Pantai.

Ini hari pertama saya di Pangandaran. Tidak terasa dalam sehari saya telah singgah di dua pantai: Karapyak dan Karang Nini. Tak heran, hari sudah gelap ketika kami sampai di Pantai Batu Hiu yang terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi.

Singgah dan memesan teh hangat di warung sekitar pantai adalah cara tepat untuk mendapat informasi yang akurat. Saat itu, kami bermaksud mencari tahu lokasi penginapan yang cukup dekat dengan pantai. Dan ternyata ada banyak penginapan yang dikolala warga dengan harga cukup terjangkau. Mulai dari Rp 75.000-Rp. 300.000 per kamar. Sudah bisa ditebak, kan, kami memilih angka berapa? Aaah…yang penting bisa terlelap. :mrgreen:

1 TEMPAT PARKIR PANTAI BATU HIU
Beberapa warung sekitar pantai. . .

Adzan subuh terdengar merdu dari surau yang cukup dekat dengan penginapan. Tak terasa sudah pukul setengah lima, alarm handphone saya pun berdering.

Kok dingin, ya. Sepuluh menit lagi saya akan bangun”.

Ketika mata masih naik-turun, tiba-tiba seorang teman mengetok pintu kamar saya. Ia mengajak saya untuk menikmati matahari terbit di tepi pantai.

Aaah…sunrise pantai!”. Bergegas saya bangun, dan segera melaksanakan kewajiban.

Ternyata masih sepi. Tapi, beberapa pintu kamar lain sudah terbuka. Saat itu juga, kami menuju bibir pantai ditemani udara pagi yang cukup dingin.

Hiiih…tiba-tiba merinding saat melihat Ikan Hiu yang begitu besar, dan mulutnya terbuka lebar. Andai Hiu itu bergerak, mendekat, dan memangsa saya. Hiih…ini kenapa berpikir yang aneh-aneh, ya. Berlebihan sekali, padahal itu hanya sebentuk patung yang menyerupai Ikan Hiu. :mrgreen:

2 SUNRISE PANTAI BATU HITU
Gunung Slamet kelihatan!

Kami terus berjalan menuju tepi pantai sebelah kiri bukit. Ya, di Pantai Hiu terdapat bukit yang begitu menawan. Bukit yang ditanami pohon Pandan Wong menjadikan pantai ini berbeda dengan pantai lainnya yang berada di Jawa Barat.

Matahari telah naik beberapa jengkal. Memandang lepas ke arah Samudera Hindia, Pantai Batu Hiu seperti telah disulap.

3 PANTAI BATU HIU BIRU
Birunyaaa!

Langit yang tadinya berwarna jingga, telah berubah menjadi biru. Suasana yang tadinya agak horor, telah berbalik 180 derajat. Pemandangan air laut nan jernih menghasilkan beragam warna: biru muda, hijau, hingga biru tua.

Akar Pohon Pandan yang berjejer di atas bukit, seakan menarik kami. Tidak lama kemudian, kami memutuskan untuk naik ke bukit dengan menapaki tangga kayu yang terletak di sebelah kiri bukit.

4 POHON PANDAN
Kokoh Pandan!

Saya merasa tidak berada di kawasan Pantai ketika melihat jalan, dimana kanan-kirinya terdapat pemandangan hijau. Ini sebentuk bonus yang hanya bisa didapat oleh pengunjung ketika berwisata ke Pantai Batu Hiu.

Namanya banci foto, pasti akan mendapat kepuasan tersendiri jika bisa mengabadikan momen tiap perjalanan.

5 PANTAI BATU HIU JAWA BARAT
Manis pokoke! Hahaha

Satu per satu objek mulai terrekam oleh kamera. Gazebo-gazebo mungil menambah pemandangan bukit, serta pantai menjadi lebih manis. Pengunjung memang harus naik bukit untuk mendapat pemandangan pantai secara maksimal.

Wisatawan diperbolehkan duduk di Gazebo, atau menggelar tikar di sekitar bukit. Beristirahat, menikmati camilan atau penganan, sembari memandang keindahan Pantai Batu Hiu dari atas bukit.

6 PANTAI BATU HIU PERSIS PANTAI TANAH LOT

Saat melihat air laut yang begitu jernih, tentu saja ada keinginan untuk berenang, kan? Di Pantai ini, para wisatawan tidak diperbolehkan untuk berenang. Sebab, deburan Ombak yang langsung dari Samudera sangat membahayakan keselamatan pengunjung.

Tapi itu tidak menjadi masalah. Karena, Pantai Batu Hiu yang sekilas mirip dengan Pantai Tanah Lot memiliki magnet kuat, dan menjanjikan tempat persinggahan menyenangkan dan menentramkan jiwa.

Merasa terus diintai oleh waktu, kami pun turun dari bukit. Terowongan yang berbentuk mulut Ikan Hiu saya lewati sebagai pintu keluar. Biasanya, terowongan yang terletak di sebelah kanan bukit digunakan sebagai pintu masuk ke Bukit. Entah kenapa, saat melewati terowongan ini tetap saja merinding. 😆 😆

Namun, keramaian di depan terowongan ini telah menepis rasa itu. Ya, suasana di depan terowongan cukup ramai. Sebab, di depannya terdapat tempat parkir dan warung-warung yang menjual baju, aksesoris, makanan, dan juga oleh-oleh khas daerah setempat.

7 PINTU GERBANG PANTAI BATU HIU copy
Kalau sore atau pagi jadi horor!

Ada keinginan untuk menikmati senja di pantai ini. Warna-warni yang ada di Pantai Batu Hiu membuat saya enggan berpindah ke objek wisata lain. Tapi, waktu tidak bisa ditawar. Sampai akhirnya kami kembali ke penginapan, dan melanjutkan perjalanan.

Jika kamu ingin berkunjung ke Pantai Batu Hiu, jadikanlah pantai ini sebagai pelabuhan. Maksudnya, setelah merasa lelah jalan-jalan atau bermain ombak di Pantai lain, singgahlah ke Pantai Batu Hiu yang letaknya kurang lebih 14 km dari Pantai Pengandaran. Saya yakin, kamu akan mendapat suatu yang berbeda di Pantai ini.

Nb. Biaya masuk dan parkir di Pantai Batu Hiu menyesuaikan kendaraan yang dinaiki. Mulai dari Rp 3.000 untuk pejalan kaki, sampai dengan Rp 172.000 per Bus Besar.

Gowes Asyik Di Akhir Pekan

Sepulang kerja, seringkali saya melihat kekompakan para kaum Adam dalam mengayuh sepeda gunung. Bersepeda santai, mereka melewati jembatan yang baru beberapa bulan dibuka.…

Read more

Persiapan Menyambut HUT RI

Menyiapkan segala suatu untuk moment penting haruslah secara maksimal. Seperti moment Hari Ulang Tahun RI (HUT-RI), yang tergolong moment syakral. Rekaman persiapan menyambut…

Read more