Yuk, Jalan-Jalan Ke Dieng, Banjarnegara
Entah berapa banyak artikel terpublish di media online yang telah mengupas tentang keindahan Negeri di Atas Awan. Tidak berlebihan, jika saya mengatakan kalau…
Entah berapa banyak artikel terpublish di media online yang telah mengupas tentang keindahan Negeri di Atas Awan. Tidak berlebihan, jika saya mengatakan kalau…
Bergabung dengan group CM di WhatsApp banyak memberi pengetahuan baru seputar monetize blog. Terlebih ketika mereka sharing tentang side job sebagai afiliater, kok…
Berpikir keras hanya untuk sekedar mengingat “kapan saya terakhir naik ojek”. Semakin mengingat, lha kok makin tidak terdeteksi dalam memori yang kapasitasnya tingal…
Sup a Sup, sayur bening, dan sayur asem. Tiga masakan tersebut selalu menggoda lidah ketika sudah tetangkap oleh indera penglihatan. Bagi saya, masakan…
Setelah kemarin posting jalan-jalan dengan uang saku Rp 100.000 ke Kota Perwira, sekarang saatnya share wisata yang ada di kandang sendiri. Wisata ini…
Sabtu lalu, saya cukup banyak mendapat informasi dan pengetahuan baru dari aktivitas Blogwalking. Diantaranya yaitu; informasi mengenai Giveway (GA) tentang jalan-jalan dengan bekal uang saku Rp 100.000. GA ini diselenggarakan oleh Blog jalan-jalan. Salah satu situs yang menyajikan informasi seputar wisata. Saya pun mengambil topik jalan-jalan ke Purbalingga dengan budget 100k. Iya, travelling murah 100k!
Emang bisa, traveling dengan biaya murah segitu, Dah?
Bisa banget! Tapi dengan catatan, jalan-jalannya harus kalem. Tidak boleh berlebihan dalam hal apapun! Destinasinya pun jangan terlalu jauh dari rumah. Seperti jalan-jalannya Kak Hana dan Kak Dwie, bersama pasangannya. Irit banget. Sampai masih ada sisa sekian ribu rupiah. 
Kali ini, saya akan mengajak teman-teman untuk jalan-jalan keluar kandang (Banjarnegara). Berbekal budget Rp 100.000, saya bisa traveling ke luar kota. Ini tidak memaksa, karena luar kotanya enggak jauh. Alias masih tetangga. 😆 Yuk mari, teman-teman bisa ikut saya jalan-jalan ke Kota Perwira!
Sebelum berangkat, saya mengajak seorang teman, Nunu, yang berdomisili di Purbalingga untuk bertamasya bersama. Dan kami sepakat bertemu di alun-alun Purbalingga. Sekedar informasi, di sana ada beberapa objek wisata yang letaknya cukup dekat dengan kota. Kurang lebih tiga puluh menit dari pusat kota.

Berangkat dari rumah, saya naik angkutan umum berlabel huruf “B”. Kemudian turun di terminal Banjarnegara dengan membayar Rp 2.000 untuk sekali jalan. Sesampainya di terminal, saya mencari Bus jurusan Banjarnegara-Purwokerto. Dan Bus Teguh menjadi pilihan transportasi menuju Purbalingga. Jalan-jalan menggunakan transportasi umum ini terkadang memang tidak hemat waktu, dan juga biaya. Tapi, setidaknya bisa mengirit tenaga.
Jarak yang saya tempuh sampai alun-alun Purbalingga kurang lebih 45 menit. Tak lupa saya membayar kewajiban sebagai penumpang sebesar Rp 8.000 kepada Bapak Kondektur. Sesuai tarif untuk satu kali jalan. Membayar dengan uang pas sangat dianjurkan ketika naik transportasi umum. Terlebih ketika sedang menerapkan konsep irit. :lil:
*****
Setelah bertemu Nunu, kami terus melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata yang menjadi tujuan. Adalah Sanggaluri Park. Perjalanan menuju objek cukup efisien, karena menggunakan sepeda motor milik Nunu. Tiga puluh menit, sudah plus antre di SPBU mengisi bensin full Rp 16.000 untuk si Revo, akhirnya kami sampai Taman Wisata.

Terlalu detil bagian transportasinya, ya?
Sekarang, saatnya kamu harus tahu jalan-jalan berbekal uang saku Rp 100.000 itu bisa mendapat apa saja. Berikut detil sebelum masuk tempat wisata:
1. Pertama, Tentu saja mencari tempat parkir untuk menitipkan kendaraan motor. Berbahagialah para wisatawan, karena halaman parkir di sana cukup luas. Selain itu, biaya parkirnya standard sini, yaitu Rp 2.000 per motor.
2. Kedua, membeli tiket masuk yang berada disebelah kanan pintu masuk. Harga Tiket Masuk (HTM) Sebesar Rp 12.000. Dan saya membeli dua tiket sekalian untuk Ita.
3. Ketiga, Berbekal tiket dua belas ribu rupiah, kamu akan menikmati banyak objek di sana. Dan berikut objek, serta fasilitas yang bisa kamu dapati di sana:
Tiket masuk dua belas ribu rupiah sudah include untuk menikmati objek di atas. Murah meriah, bukan?
Taman Wisata ini banyak diminati oleh anak-anak, PAUD, SD, dan SMP, sebagai bahan untuk menambah referensi, pengetahuan. Sesekali mereka mengadakan kunjungan wisata ke Sanggaluri terkait dengan materi pelajaran. Semacam perkenalan langsung, tidak hanya belajar menggunakan media buku saja. Namun, tak jarang orang dewasa, bahkan orang tua juga turut menikmati wisata ini.
Setelah semua objek terjamah, kami mampir ke kedai untuk membeli jus di Kedai. Sekedar untuk menyegarkan tenggorokan, dan juga tubuh. Sampai akhirnya kami melewati pintu keluar Sanggaluri Park. Istirahat sejenak, dan duduk tepat di belakang Abang Bakso.

Ternyata disebuah pelataran pintu keluar terdapat aneka macam camilan, makanan, dan minuman. Tepat disebelah kiri pintu keluar.
Uang saku Rp 100.000 bisa banget untuk Travelling, kan? Bukan sekedar teori belaka. Malah tidak sekedar untuk jalan-jalan, atau traveling murah saja. Tapi, bisa dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan.
Intinya, kalau sudah tahu bugdet minim, tidak usah berpolah. Terpenting, bisa menikmati liburan, bertamasya, tanpa mengabaikan kesehatan.
Nah, berikut rekapitulasi keuangan jalan-jalan ke Kota Perwira. 
| PENGELUARAN | RINCIAN | JUMLAH |
| Angkot Rumah-Kota (PP) | Rp 2.000 x 2 | Rp 4.000 |
| BUS Banjar-PBG (PP) | Rp 8.000 x 2 | Rp 16.000 |
| Bahan Bakar Minyak (PP) | Rp 20.000 | Rp 20.000 |
| Parkir Roda Dua | Rp. 2.000 | Rp 2.000 |
| Hargat Tiket Masuk | Rp 12.000 x 2 Orang | Rp 24.000 |
| Makan Siang Bakso | Rp 8.000 x 2 Orang | Rp 16.000 |
| Jus Mangga | Rp 7.000 x 2 Gelas | Rp 14.000 |
| JUMLAH TOTAL PENGELUARAN Rp 96.000. Sisa Rp 4.000,- (masuk saku) |
||
“Artikel ini diikutkan dalam giveaway JALAN JALAN MODAL 100 RIBU“
Nb. Postingan detail tentang Sanggaluri Park bisa dibaca di:

“Sayang anak, sayang anak!“. Suara seorang perempuan tanpa intonasi terdengar jelas ditelinga. Sepertinya saya mengenal perempuan berparas manis itu. Pun dengan perawakannya. Kok…
Tiap melihat stok sambal kacang, terus keingat sama si Karedok. Yaa…meski enggak selamanya, sih. Lha wong terkadang ingat sama pecel juga. Tapi, kami…
Ada banyak hal yang saya suka dari kehidupan di Desa. Diantaranya adalah keakraban, dan rasa kebersamaan antar tetangga yang begitu terasa. Bukan berarti…
Tutup muka, malu sama Pak Ketua RT. Sebab, acara malam tirakatan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69 baru diposting. Ini masih di…