Duuh…Ada Virus yang Menghampiri Ibu
Beberapa kali saya pernah menyinggung tentang keadaan Ibu yang sedang kurang sehat. Awal mula, sore hari Ibu SMS merasa sedikit pusing dan minta dikerok bagian…
Beberapa kali saya pernah menyinggung tentang keadaan Ibu yang sedang kurang sehat. Awal mula, sore hari Ibu SMS merasa sedikit pusing dan minta dikerok bagian…
Seperti mimpi, ketika saya terbangun di pagi hari, kemudian melihat Ibu masih tertidur disamping saya. Biasanya pagi hari Ibu sudah mulai sibuk di dapur. Tapi sekarang tidak. Tepatnya sejak dua bulan yang lalu.
Ini tentang ungkapan sebuah rezeki. Apakah teman-teman pernah mendengar orang tua berkata “Alhamdulillaah dapat rezeki. Ini rejeki kamu, Nak“. Pernah atau tidak?
Kurang lebih seperti ini artinya, “jika ada seseorang sedang mengharap atau membutuhkan sesuatu, dalam hal ini adalah rejeki berupa uang, kemudian selang beberapa waktu kemudian rezeki tersebut datang“. Ungkapan tersebut lebih spesifik, menerangkan bahwa rezeki yang baru saja didapat akan digunakan untuk kebutuhan sang anak.
Ketika masih sekolah, saya sering mendengar kata-kata tersebut. Entah orang tua sendiri, saudara, tetangga dan guru. Kata tersebut adalah ungkapan terhadap sebuah rezeki dari Sang Pemberi. Tidak ada maksud lain, apalagi menyimpang ke hal negatif.
Rezeki yang halal dan barokah bisa datang dari mana saja. Sudah saya buktikan. Pernah saya update status di sosmed “Banyak banget pintu rezeki. Gak perlu pinjam Doraemin“. Ini masih tentang rezeki juga. Rezeki ini saya dapat bukan dari pekerjaan utama saya, namun dari usaha lain.
Setelah beberapa bulan yang lalu belajar bersama Ibu-ibu Perawat (Puskesmas), bulan ini pun ada kegiatan belajar bersama Bapak-Ibu yang bekerja di instansi selama satu minggu. Masih di daerah Banjarnegara saja koq. 😉 Setelah tugas dan kewajiban utama terselesaikan, kemudian siangnya saya lanjut dengan kegiatan usaha lain yang sudah saya sebut tadi.
Ketika selesai menandatangani MoU, dalam hati saya mengungkapkan sebuah rezeki “Alhamdulillaah dapat rejeki. Ini rezeki Ibuuuu“. Ya, ini rezeki Ibu saya, karena sekarang Ibu yang lebih membutuhkan daripada saya. Dimanfaatkan untuk berobat dan terapi. Dan jika masih sisa, barulah itu rezeki saya dan keluarga. Tak henti-hentinya memanjatkan dan juga mengungkapkan puji syukur kepada Allah SWT.
Alhamdulillah saya sudah mulai serius menjemput rezeki. Belajar untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan maksimal. Semoga kita semua senantiasa diberi kesahatan ya dan kelapangan rezeki. .Aaamiin. . .
Apakah teman-teman pernah mengungkapkan sebuah rezeki?

Wisata Alam Curug dan Air Panas di Giritirta. Refreshing untuk sekedar melepas rasa penat karena aktifitas ditempat gawean tuh tidak perlu jauh-jauh, cukup…
BBM-an Makin Ramai. Khusus di Desa saya, tampaknya minat masyarakat untuk menikmati BBM-an justeru semakin tinggi. Sempat dikabarkan, kalau BB bakal gulung tikar…
Ada yang sudah tau tentang LoSoSa Teriosa? Hohohoho, ini Teriosa ditambah-tambahin saja. Aselinya sih hanya LoSoSa. LoSoSa adalah singkatan dari Low Sodium Salt…
Teman-teman sudah tau tentang Lembaga Kursus dan Pelatihan? Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan nonformal. Jaman masih kuliah,…
Tak pernah bosan melihat kekayaan hayati (laut) yang terpampang di area water boom SYP. Menambah rasa kagum atas ciptaanNya yang ada di laut…
Ngek-ngok, sekarang saya mau berbagi Resep dan Cara Membuat Buntil. Anda tahu Buntil? Buntil adalah masakan (lauk) yang terbuat dari daun talas dan merupakan kuliner khas Banjarnegara.…
Takjub Melihat Pesta Parak Iwak Festival Serayu Banjarnegara. Sebagai warga asli Banjarnegara, saya merasa takjub melihat antusias masyarakat Banjarnegara (khususnya) yang begitu tinggi…
Kreasi Masakan Serba Ikan – Kembali lagi bercerita event Festival Serayu Banjarnegara ya, gengs. 😉 Event kedua setelah Parade Budaya diisi Lomba Masakan…