Surya Yudha Park dan Voucher Bermain
Surya Yudha Park (SYP) merupakan tempat wisata di Banjarnegara yang masih tergolong baru. Banyak area bermain yang mereka tawarkan. Mulai dari Water Park,…
Surya Yudha Park (SYP) merupakan tempat wisata di Banjarnegara yang masih tergolong baru. Banyak area bermain yang mereka tawarkan. Mulai dari Water Park,…
“Health is not everything but without health everything is nothing” Penyakit Darah Rendah. Budeynya anak-anak, yaitu Budey Idah sedang sakit. Kabar itu saya…
Daripada bengong, mending ngomongon Om dan Tante. Saya mau memperkenalkan Om dan Tante saya kepada sahabat yang baik hatinya. Ndongeng ah. . .…
Rendang Padang, Makanan Favorit Keluarga Kecil. Ceritanya, sebelum Provinsi Kalimantan menjadi daerah kekuasaan Doraemon, saya mempunyai keluarga kecil, dimana mereka selalu terlihat ceria…
Srikandi Sedang Belajar Bersama – Sehari Menjadi Srikandi, itulah tema yang diangkat oleh Bapak Komandan dalam rangka memperingati hari Kartini. 🙂 Pinginnya sih tidak hanya sehari untuk menjadi Srikandi, selamanya ooo selamanya. 😆 Foto di bawah ini saya beri judul Srikandi Sedang Belajar Bersama. 🙂
Ada satu alasan mengapa saya sangat suka dengan kata “Belajar” dan “Langkah“. 🙂 Namun, alasan mengapa saya suka dengan dua kata tersebut, tidak akan saya jabarkankan di sini. Intinya, kita akan mendapat pengetahuan atau sesuatu yang baru ketika belajar. Begitu juga dengan melangkah yang mana kita akan selalu mendapatkan sesuatu sesuai dengan keinginan kita atau bahkan mendapatkan hal-hal baik di luar dugaan. 🙂
Foto di bawah ini adalah foto para Srikandi yang sedang belajar bersama. Aktivitas belajar pada malam hari disalah satu rumah siswa, ternyata tidak menyurutkan semangat saya dan juga mereka. Malam hari cenderung digunakan untuk rileks atau istirahat. Kalau belajar pun, lebih nyaman belajar di rumah sendiri. Namun kami masih ada semangat karena belajar sudah menjadi kebutuhan dan juga kewajiban para pelajar.
Berikut ini para Srikandi sedang serius belajar bersama tentang fungsi masing-masing perangkat keras komputer. Sebelum para srikandi menyentuh masing-masing perangkat keras komputer, mereka harus mempelajari teorinya terlebih dahulu. Harapan setelah belajar teori yaitu, ketika perangkat keras sudah ada dihadapan mereka, para Srikandi tidak bingung untuk menggunakannya. Kadang, sudah belajar teori saja masih harus didampingi karena mereka masih awam dengan istilah-istilah hardware pada komputer.
Lebih dari itu, kami juga berlatih mengetik dengan teknik sepuluh jari. Meskpun mereka masih kelas 5 SD, tapi mengenalkan teknik mengetik ini ternyata asyik. Mereka sangat antusias belajar memahami letak masing-masih huruf pada papan keyboard, lho. Yaps, abjad yang ada di tuts ini kan acak, ya. Karena untuk pertama kalinya, meraka pun pelan-pelan belajar mengetiknya.

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi.
Keterangan. Foto diambil malam hari oleh Bu Umi, menggunakan kamera Digital Sony DSC-T50. ^_*
Model Baju Untuk Anak-Anak. Sebelumnya, saya pernah menulis tentang Tips Berbelanja Baju Untuk Anak. Dalam tulisan tersebut, saya berbagi tips kepada para orang…
“Health is not everything but without health everything is nothing” Apakah diantara Anda ada yang mecintai lemak? Sepertinya, hampir seluruh lapisan masyarakat tidak…
Laksana pengintai, Cermin Kehidupan bisa memberi Anda informasi mengenai tentang kepribadian Anda secara detail dan menyeluruh. Ibu Icha, dalam artikel yang berjudul Cermin…
Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci. Sebelum berlabuh, awal kisahnya seperti ini. Pernah saya katakan sebelumnya, hampir setiap akhir pekan sepupu imut tidur dengan saya. Jum’at malam, dia tidur dengan saya dan sangking nyenyaknya, dia tidak ngelilir sekalipun. Padahal, kalau ngelilir bakal dibuat heboh olehnya. Biasanya kalau ngelilir dia minta dibuatkan teh anget atau sekedar minum putih. Jum’at malam keadaan masih normal, sampai pagi menjelang.
***
Sabtu malam, tanpa meminta dia sudah tidur dan berselimut tebal punya saya. Malam itu dia beberapa kali bangun dan minta dibuatkan teh anget. Saya sudah wanti-wanti “Nanti kalau pingin pipis bangunin saya ya?” Dia pun menganggukkan kepala, tanda paham. Adzan subuh berkumandang, dia masih ngringkuk di dalam selimut. Saya mencoba cek baju dia, siapa tahu dia ngompol. Iya, dia memang sudah kelas 4 SD, tetapi kalau sebelum tidur ia minum terlalu banyak, sangat berpotensi untuk ngompol. 😆
Setelah subuhan, saya mencoba mengambil selimut yang dipakainya. Alhamdulillah, masih kering. Saya pun dengan tenang menyalakan laptop dan mulai input nilai ujian praktek komputer. Selang beberapa menit, dia bangun dan minta ke kamar mandi. “Mba, temenin ke kamar mandi, pingin pipis” Saya pun segera bergegas dan langsung ngusuh-ngusuh dia, takutnya dia ngompol di tempat.
Sesampainya di kamar mandi dia bilang “Mba, aku sudah ngompol” Hah? Hyaah, saya hanya bisa ndoplong dan melempar senyuman maut padanya.
Ara benar-benar terlihat malu, dia juga berkata lirih pada saya tentang kejadian ijin ke kamar mandi. Jadi, dia tuh merasa sudah ijin untuk pergi ke kamar mandi pada saya, eh malah kejadiannya hanya ada dalam mimpi. Saya tidak menyalahkan atas peristiwa seperti ini, karena dulu juga saya pernah mengalaminya saat masih kecil. Adalah perasaan dimana sudah bilang dan diantar pula oleh mama ke kamar mandi untuk pipis, eh ternyata tetap saja ngompol. 😆
***
Merasa bersalah, dia ingin mencucui selimut sendiri. Saya tidak mungkin tega, meski ia tetap ngeyel. Akhirnya selimut kami bawa ke Roemah Coeci.
Roemah Coeci yakni laundry atau jasa cuci pakaian yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Kata Ara sih nyucinya bersih, harum, bisa ditunggu dan murah. 😆 Respsionis atau tempat penerimaan laundry lumayan kecil, kurang rapih tapi pelayanan ramah. 🙂 Berkaitan dengan harga, Roemah Coeci menyediakan paketan khusus, misalnya paket selimut, seprei, bad cover, keset, karpet dan lain sebagainya yang terlihat besar. Sedangkan yang ukuran kecil, berarti masuk dan dihitung per kilo. Untuk satu kilonya yaitu Rp. 6.000,- Nah, untuk selimut saya yang berbau ompol, harganya sama denga satu kilo pakaian. Murah atau mahal?
Selimutnya tidak saya tunggu, karena kata mba resepsionis, laundry sedang lumayan penuh. Saya Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci Jam 18.00 WIB. Lumayanlah, malamnya bisa berselimut tweety lagi. 😆
Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama dengan sepupu saya, ijin dalam mimpi? 😆
Tadi sore Blog Walking ke Blognya Mama CalVin, eh postingan terbarunya seperti berbau Giveaway gitu. Langsunglah saya klik-klik link di bawah postingan. Dan ternyata benar, ada yang mau bagi-bagi buku. Belum kenalan sudah nyeruduk ikutan GA nih, ya. 🙂
Beberapa mingu yang lalu, saya baru saja membelikan Buku Kain untuk beberapa sepupu saya, sebagai sarana belajar membaca. Buku Kain ini saya beli secara online. Lihatlah Hosea, dia baru berumur 1 tahun. Dia sudah mulai tertarik untuk belajar membaca, meski hanya melihat isi dari Buku Kain yang penuh gambar dan warna, kemudian baru diikuti dengan tulisan-tulisan. Hosea paling suka membuka buku kain pada halaman kepik.
Ya ada hewan kepik di buku ini, jika halaman ini dibuka hewan kepiknya akan tersenyum. 😆 Jadi, di buku itu ada dua hewan kepik, di luar dan di dalam. Di luar, si kepik memasang muka preman, sedangkan di dalam si kepik memasang muka senyum yang manis. #bisa bayangin gak? 😛

Apakah Anda pernah membelikan Buku Kain untuk Belajar sepupu?
Postingan yang diikutserakan untuk meramaikan acara di blog Tingkah Anak, yang bertema “Membaca“.
