Lemak Jenuh dan Esensial
“Health is not everything but without health everything is nothing” Apakah diantara Anda ada yang mecintai lemak? Sepertinya, hampir seluruh lapisan masyarakat tidak…
“Health is not everything but without health everything is nothing” Apakah diantara Anda ada yang mecintai lemak? Sepertinya, hampir seluruh lapisan masyarakat tidak…
Laksana pengintai, Cermin Kehidupan bisa memberi Anda informasi mengenai tentang kepribadian Anda secara detail dan menyeluruh. Ibu Icha, dalam artikel yang berjudul Cermin…
Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci. Sebelum berlabuh, awal kisahnya seperti ini. Pernah saya katakan sebelumnya, hampir setiap akhir pekan sepupu imut tidur dengan saya. Jum’at malam, dia tidur dengan saya dan sangking nyenyaknya, dia tidak ngelilir sekalipun. Padahal, kalau ngelilir bakal dibuat heboh olehnya. Biasanya kalau ngelilir dia minta dibuatkan teh anget atau sekedar minum putih. Jum’at malam keadaan masih normal, sampai pagi menjelang.
***
Sabtu malam, tanpa meminta dia sudah tidur dan berselimut tebal punya saya. Malam itu dia beberapa kali bangun dan minta dibuatkan teh anget. Saya sudah wanti-wanti “Nanti kalau pingin pipis bangunin saya ya?” Dia pun menganggukkan kepala, tanda paham. Adzan subuh berkumandang, dia masih ngringkuk di dalam selimut. Saya mencoba cek baju dia, siapa tahu dia ngompol. Iya, dia memang sudah kelas 4 SD, tetapi kalau sebelum tidur ia minum terlalu banyak, sangat berpotensi untuk ngompol. 😆
Setelah subuhan, saya mencoba mengambil selimut yang dipakainya. Alhamdulillah, masih kering. Saya pun dengan tenang menyalakan laptop dan mulai input nilai ujian praktek komputer. Selang beberapa menit, dia bangun dan minta ke kamar mandi. “Mba, temenin ke kamar mandi, pingin pipis” Saya pun segera bergegas dan langsung ngusuh-ngusuh dia, takutnya dia ngompol di tempat.
Sesampainya di kamar mandi dia bilang “Mba, aku sudah ngompol” Hah? Hyaah, saya hanya bisa ndoplong dan melempar senyuman maut padanya.
Ara benar-benar terlihat malu, dia juga berkata lirih pada saya tentang kejadian ijin ke kamar mandi. Jadi, dia tuh merasa sudah ijin untuk pergi ke kamar mandi pada saya, eh malah kejadiannya hanya ada dalam mimpi. Saya tidak menyalahkan atas peristiwa seperti ini, karena dulu juga saya pernah mengalaminya saat masih kecil. Adalah perasaan dimana sudah bilang dan diantar pula oleh mama ke kamar mandi untuk pipis, eh ternyata tetap saja ngompol. 😆
***
Merasa bersalah, dia ingin mencucui selimut sendiri. Saya tidak mungkin tega, meski ia tetap ngeyel. Akhirnya selimut kami bawa ke Roemah Coeci.
Roemah Coeci yakni laundry atau jasa cuci pakaian yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Kata Ara sih nyucinya bersih, harum, bisa ditunggu dan murah. 😆 Respsionis atau tempat penerimaan laundry lumayan kecil, kurang rapih tapi pelayanan ramah. 🙂 Berkaitan dengan harga, Roemah Coeci menyediakan paketan khusus, misalnya paket selimut, seprei, bad cover, keset, karpet dan lain sebagainya yang terlihat besar. Sedangkan yang ukuran kecil, berarti masuk dan dihitung per kilo. Untuk satu kilonya yaitu Rp. 6.000,- Nah, untuk selimut saya yang berbau ompol, harganya sama denga satu kilo pakaian. Murah atau mahal?
Selimutnya tidak saya tunggu, karena kata mba resepsionis, laundry sedang lumayan penuh. Saya Berlabuh Di Laundry Roemah Coeci Jam 18.00 WIB. Lumayanlah, malamnya bisa berselimut tweety lagi. 😆
Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama dengan sepupu saya, ijin dalam mimpi? 😆
Tadi sore Blog Walking ke Blognya Mama CalVin, eh postingan terbarunya seperti berbau Giveaway gitu. Langsunglah saya klik-klik link di bawah postingan. Dan ternyata benar, ada yang mau bagi-bagi buku. Belum kenalan sudah nyeruduk ikutan GA nih, ya. 🙂
Beberapa mingu yang lalu, saya baru saja membelikan Buku Kain untuk beberapa sepupu saya, sebagai sarana belajar membaca. Buku Kain ini saya beli secara online. Lihatlah Hosea, dia baru berumur 1 tahun. Dia sudah mulai tertarik untuk belajar membaca, meski hanya melihat isi dari Buku Kain yang penuh gambar dan warna, kemudian baru diikuti dengan tulisan-tulisan. Hosea paling suka membuka buku kain pada halaman kepik.
Ya ada hewan kepik di buku ini, jika halaman ini dibuka hewan kepiknya akan tersenyum. 😆 Jadi, di buku itu ada dua hewan kepik, di luar dan di dalam. Di luar, si kepik memasang muka preman, sedangkan di dalam si kepik memasang muka senyum yang manis. #bisa bayangin gak? 😛

Apakah Anda pernah membelikan Buku Kain untuk Belajar sepupu?
Postingan yang diikutserakan untuk meramaikan acara di blog Tingkah Anak, yang bertema “Membaca“.

Alhamdulillaah, akhirnya Buku Cerita Di Balik Noda sudah selesai saya baca. Geli juga sih sebenarnya, membaca satu buku saja, lamanya lima hari. Tidak bermaksud malas, tetapi pekerjaan sedang tidak bisa diajak kompromi.#Pekerjaan disalahke 😆
|
Judul Buku |
: |
Cerita di Balik Nod. 42 kisah inspirasi jiwa |
|
Penulis |
: |
Fira Basuki |
|
Editor |
: |
Candra Gautama |
|
Perancang Sampul |
: |
LOWE Indonesia |
|
Penata Letak |
: |
Dadang Kusmana |
|
Tebal |
: |
xii + 235 halaman |
|
ISBN |
: |
978-979-91-0525-7 |
|
Penerbit |
: |
Kepustakaan Populer Gramedia |
|
Harga |
: |
Rp 40.000,- |
Sudah pasti senang, ketika saya bisa menamatkan satu buku karya Fira Basuki ini. Dengan menamatkan buku ini, berarti saya bisa membuat ulasan buku cerita di balik noda. Fira Basuki adalah seorang penulis kelahiran Surabaya, 7 Juni 1972. Dia sudah menerbitkan puluhan buku best sellers. Tak heran, jika karyanya menjadi best sellers, karena dari kecil dia sudah hobi menulis. Ditambah lagi, dia adalah lulusan sarjana journalism dari Pittsburg State University dan di-lanjutkan jenjang master public relationsdi Wichita State University, Amerika Serikat. Keren ah, iri. Setelah mengetahui secuil tentang penulis buku ini, sekarang langsung saja masuk pada isi dari Buku.
Selalu ada hikmah di dalam sepercik “noda”. Kata yang saya kutip di halaman pengantar Cerita Di Balik Noda memang bernar. Dalam buku ini, Fira Basuki membuat empat cerpen dengan judul Bos Galak, Foto, Sarung Ayah dan Pohon Kenangan. Sedangkan sisanya adalah karya para Ibu-ibu, yang diambil dari kontes yang diadakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook. Sebanyak 42 cerpen karya Fira Basuki dan Kawan-kawan di Buku Cerita Di Balik Noda, adalah sebagai berikut:
|
1. Bos Galak |
15. Pohon Kenangan |
29. Master Piece |
|
2. Hidup Baru Danu |
16. Kado Ulang Tahun |
30. Penangkap Ikan Cupang |
|
3. Di Antara Sampah |
17. Tak Jadi |
31. Surat Untuk Bunda |
|
4. Foto |
18. Like Father Like Son |
32. Agi Tidak Pelit |
|
5. Dua Malaikat |
19. Rayhan’s Pet Siciety |
33. Baju Kreatif |
|
6. Celengan |
20. Koki Cilik |
34. Demi Sekantong Beras |
|
7. Tulisan di Kain Seprei |
21. 100 Hari Menanti |
35. Dibalik Musibah |
|
8. Nasi Bungkus Cinta |
22. Baju Boneka |
36. Garuda di Dada Kiriku |
|
9. Seribu Cinta |
23. Batik Kreasi Ivan |
37. Lipstik Bunda |
|
10.Untuk Papa |
24. Boneka Beruang Zidan |
38. Mobil-mobilan Si Panjul |
|
11.Sarung Ayah |
25. Harta Sebenarnya |
39. Sebelum Menyesal |
|
12. Perban Nenek |
26. Imlek Buat Lela |
40. Sepatu Si Kembar |
|
13.Siluman Tikus |
27. Kaki (Harus) Kotor |
41. Si Kaya dan Si Miskin |
|
14.Untuk Bu Guru |
28. Kucing dan Rezeki |
42. Teman Sejati |
Karya ibu-ibu Indonesia dalam buku ini sangat luar biasa. Kreatifitas mereka dalam berkarya melalui tulisan saya akui sangat cethar. Banyak makna yang tersirat dalam cerita pendek di buku ini. Hikmah atau Pelajaran yang saya petik dari sebuah cerita di balik noda, adalah sebagai berikut:
1. Perlunya Komunikasi dan Bersosialisasi.
Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Menurut pemahaman saya, jika komunikasi kita terbatas hanya dengan orang-orang tertentu, maka kemungkinan kita tidak bisa bersosialisasi dengan semua kalangan. Cerita tentang ditinggalkan oleh orang tercinta, membuat mereka hilang semangat. Misal; cerita Hidup Baru Danu. Danu adalah anak yang manja, serba kecukupan dan terbiasa hidup elite. Danu sekarang hidup bersama Bu Dhe-nya setelah ayahnya meninggal. Ibunya harus bekerja di luar kota untuk mencari nafkah.
Danu anaknya pendiam, ia sering melamun dan menangis jika ingat pada sosok ayahnya. Dia susah bersosialisasi, tidak pernah bermain dengan teman-temannya, dan memilih untuk berdiam diri di rumah. Untuk mengubah cara pandangnya, akhirnya Bu Dhe-nya mengajak dia untuk berdiskusi dan mencari titik temu untuk masa depannya. Pindah ke sekolah alam, itulah keputusan . Dan sekaranga dia terlihat ceria, gembira, karena ia merasa menemukan hidup yang baru, dimana dia bisa bersosialisasi dengan baik, bermain di sekolah alam yang penuh dengan kegiatan luar, seperti; berkebun.
2. Indahnya saling membantu dan berbagi.
Saling membantu dan berbagi memang sangat indah jika dilakukan dengan penuh ikhlas. Seperti cerita Celengan. Tidak menyangka anak usia 7 Tahun ini, hatinya sudah terketuk untuk membantu dan berbagi. Deva namanya, dia masih duduk di Sekolah Dasar. Dia mempunyai celengan ayam yang hampir setiap hari diisi. Setelah membantu Ibu dan Kakeknya yang mempunyai usaha di warung, biasanya dia mendapatkan upah. Upah yang didapat langsung ia masukkan ke dalam celengan ayam. Dia berniat, jika celengan sudah cukup penuh, ia mau membeli sepeda lipat untuk pergi ke sekolah. Namun, niat itu tiba-tiba ia batalkan, karena warung kakek di bobol orang yang tidai punya hati. Seisi warung diambil oleh pembobol dan tentunya kakek sedih dengan kejadian tersebut. Deva, anak yang baik, ringan tangan dan murah hati, akhirnya turut membantu kakek. Tampaknya ia tidak mau melihat kakeknya larut dalam kesedihan.
Tanpa sengaja Deva telah mengingatkan pembaca untuk saling membantu dan berbagi dengan sesama. Bukankah jika kita saling menolog dan terus berbagi, Alloh akan memudahkan dan menambah rezeki kita?
3. Bangga terhadap kreatifitas anak.
Sebuah kreasi tidak harus mewah dan megah. Seseorang yang imajinasinya berjalan, tentu tidak bisa berdiam diri, selalu mencari dan terus menggali ide. Kemudian, ia akan membuat sesuatu tampak berbeda. Contohnya Batik Kreasi Ivan. Ivan adalah anak kecil yang baru berumur 4 tahun. Dia mepunyai satu adik laki-laki, yaitu Bima. Ayah Ivan berkerja di kuli bangunan, namun sekarang beristirahat di rumah, karena baru cidera karena kecelakaan. Ibunya sekarang menjadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang tidak seberapa. Ibu Rini namanya, ia dengan tekad bulat meminjam uang koperasi desa untuk membiayai hidup keluarganya.
Seperti yang sudah saya katakan, ivan adalah anak yang penuh dengan ide. Ia bersama teman-teman membuat satu kreatifitas yang mempunyai arti. Membuat batik dengan lembaran daun. Ternyata ide tersebut dipakai oleh tetangganya, yang kemudian diikutkan dalam ajang festival Pekan Batik Nasional. Keberuntungan tertuju pada keluarga Ivan, karena kreasinya yang dipakai oleh tetangga mendapatkan juara. Hasilnya pun diserahkan kepada keluarga Ivan.
Harus bangga terhadap kreatifitas anak, bukan? Sekalipun mereka tidak menghasilkan apa, tetapi sebagai orang yang lebih dewasa, kita sudah seharusnya bangga terhadap segala macam kreatifitas anak, termasuk corat-coret dinding dan sprei. Bukankah corat-coret merupakan bentuk kreatifitas dan juga belajar?
4. Perlunya Berfikir Positif.
Banyak manfaat ketika kita mampu berfikir positif. Ketika membaca beberapa cerpen yang saya beri label “Perlunya Berpikir Positif” ini, tanpa disadari air mata saya jatuh. Cerpen berjudul Sarung Ayah, misalnya.
Hani ditinggal mati suaminya Hendro. Hani memiliki satu anak berumur 7 Tahun, Dewi namanya. Setelah ditinggal oleh suaminya, Hani benar-benar down. Ia hanya memikirkan dirinya, padahal Dewi masih butuh perhatiannya. Ia bisa seharian berada di kamar, tanpa memperhatikan aktivitas keseharian anaknya. Sangking tidak tahannya, Dewi pun akhirnya menangi sekeras-kerasnya. Ia menagis dan berselimutkan sarung almarhun ayah. Terus, bagaimana reaksi Ibunya?
Sudah seharusnya kita berpikir positif. Apapun yang terjadi, keluarga tetaplah keluarga, suami tetaplah suami dan anak tetaplah anak. Mereka selalu membutuhkan kasih sayang. Seburuk apapun sifat keluarga, tidak ada salahnya kita tetap berada disamping mereka dalam keadaan apapun. Mecoba untuk terus menemani dan teruslah berfikir positif untuk kehidupan kedepannya.
5. Perlunya Perhatian Untuk Keluarga.
Mobil-mobilan Si Panjul, membuat saya kagum pada sosok seorang Kakak yang sangat perhatian dengan adiknya. Rina, namanya. Diusia yang masih dini, 12 tahun, dia sudah memberikan contoh yang baik pada adiknya. Panjul, nama adiknya. Panjul masih kecil, berusia 5 tahun.
Jika melihat mainan milik teman, Panjul pasti menginginkannya. Rina sadar, kalau ia tidak mampu membeli, karena ekonominya dibawah . Melihat permanian terbaru, mobil-mobilan milik temannya, Panjul menangis dan ingin segera mendapatkan mainan serupa. Karena Rina adalah tipe Kakak yang perhatian dan penyayang, Rina berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memiliki mobil-mobilan. Kira-kira, apa yang akan di lakukan oleh Rina untuk Adiknya, ya?
Meski dari keluarga yang kurang mampu, perhatian sangatlah perlu. Dan tidak seharusnya pasrah begitu saja, tetapi tetap berusaha untuk mendapatkan sesuatu untuk sebuah keinginan.
6. Lebih Dari Persahabatan
Pernah ada seorang teman saya berkata “Saya lebih nyaman berkeluh kesah dengan sahabat, ketimbang dengan keluarga”. Itu pun di alami oleh Adi, dalam cerpen Demi Sekantong Beras. Adi adalah tipe anak yang tidak mau menengadahkan tangan, sekalipun ia butuh. Adi masih duduk di kelas 4. Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Sepulang kerja ia pergi ke kebun untuk mencari Rebung untuk tambahan biaya. Dia memang pekerja keras.
Dia kurang beruntung pada hari itu, tugasnya membeli beras ternyata apes seketika. Beras yang sudah dibeli jatuh berceceran di kubangan lumpur, karena dia kesandung batu. Radya melihatnya. Radya adalah sahabat baik Adi. Radya dengan sergap langsung membantunya berdiri.Ternyata beras yang sudah masuk kubangan lumpur sudah tidak bisa diambil lagi karena kotor.
Radya mencoba memberikan sedikit uang kepada Adi, tapi Adi menolaknya, tentunya dengan alasan yang masuk akal. Kira-kira, apakah Adi mampu mengganti beras yang sudah berceceran itu?
Adi dan Radya, lebih dari sahabat, Mereka saling membantu satu sama lain, tanpa mengeluh dan tetap bersemangat.
7. Pentingnya Peran Seorang Ibu.
Pentingnya Peran seorang ibu, tergambar pada cerita Sepatu Si Kembar. Mempunyai anak kembar memang identik dibelikan barang yang kembar. Alasannya sih, supaya tidak ada kecemburuan. 😆 Ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang mempunyai hobi menulis. Tulisan pertamanya yang dikirim berhasil dimuat di koran, jadi sang Ibu mendapatkan honor yang lumayan. Honor hasil menulis, ia gunakan untuk membeli sepasang sepatu untuk anaknya yang kembar. Saat memberikan sepatu, si kembar ekspresinya datar saja. Malah membandingkan dengan sepatu yang dikasih Ayahnya.
Sore hari, mereka sedang bermain bersama teman-temannya, Sepatu mereka jatuh ke selokan. mereka harus mengambilnya sendiri tanpa bantuan mamanya. Dan hasilnya, mereka belepotan lumpur. Tapi, ada hikmah dibalik blepotannya ini, Ibunya merasa lega. Berarti mereka suka dengan sepatunya.
“Saya akui saya sensitif. Mungkin karena itu saya menjadi seorang penulis”. Dikutip dari cerpen Sepatu Si Kembar. Ah, jadi geli baca pengakuan yang ini. 😆
Masih banyak cerita inspirasi jiwa lainnya yang terdapat dalam Buku Cerita Di Balik Noda. Jika saya ceritakan semuanya, berarti namanya bukan review, kan? :P. Meski review, tapi ini koq banyak sekali ya? 😆 Untuk menghemat memori, saya cukup membuat tujuh poin.
Saya memang bukan seorang penulis yang pintar. Saya masih terus belajar menulis. Tapi, tidak ada salahnya jika saya mengutarakan sebuah rasa, kan? Entah mengapa, saat membaca beberapa cerpen di atas ada satu rasa yang bernama “kurang pas”, baik dari salah ketik (hal. 25), salah menyebut nama, (hal.59) dan ejaan. Ada rasa yang kurang lagi dalam penyuguhannya. Ketika saya membaca cerita Siluman Tikus. Membaca judulnya koq rada geli gitu, terus kira-kira apa hubungannya dengan Berani Kotor itu Baik? Saya terus membaca dan mencoba memahami perkata. Dan ternyata ada hubungannya dengan berani kotor, hanya saja, judulnya terlebih dahulu membius saya. 😆
Untuk membuat sebuah judul memang sangat susah (menurut saya), karena saya pribadi sering mengalaminya. Terlebih, terciptanya buku ini awal mulanya dari sebuah kontes, di mana sangat beraneka macam ide tulisan dan cata berbahasa dari para Ibu-ibu. Sangat wajar, apabila ada perbedaan dalam penyampaian maksud. Seorang editor juga pasti sudah berusaha seteliti mungkin dalam mengerjakan tugasnya, tapi apalah daya, kesempurnaan hanyalah milikNya.
Saya sebagai pembaca Buku Cerita Di Balik Noda, hanya bisa menyampaikan ulasan, pendapat, saran dan kritik yang (semoga) bersifat membangun. Saya menyadari, meskipun saya sudah menyampaikan sebuah kritik di atas, *bisa dibilang sebuah kritik, kan? Saya belum tentu bisa menulis seperti Ibu-ibu yang penuh dengan ide dan kreatifitas itu. Dengan penuh semangat, mereka mencerikatan kisah keluarga yang benar-benar memberikan inspirasi bagi jiwa seluruh pembaca. Semgoa dengan hadirnya buku cerita di balik noda, bisa mengubah cara pandang para ibu terkait tingkah laku anak yang selalu ingin bermain dengan noda.
Ulasan Buku Cerita Di Balik Noda ini saya tulis untuk mengikuti kontes blog Review Buku Cerita Di Balik Noda, yang di selenggarakan oleh Rinso Indonesia bersama Kumpulan Emak-emak Blogger.

Floating Market Lembang, Bandung. Akhir bulan Maret ada tanggal merah dan kebetulan harinya harpitnas gitu. Saya pun memutuskan untuk berlibur ketimbang istirahat di…
Beberapa hari yang lalu, Sister yang cantik dan kriwil memberi tahu, jika bulan Mei mendatang akan ada event besar berkaitan dengan dunia blogger. Adalah ASEAN Blogger. Semenjak dia memberitahu perihal event tersebut, saya langsung meneruskan informasinya kepada komunitas Blogger Banjarnegara dan Kominfo Pemda Banjarnegara. Alhamdulillaah, mereka juga merasa senang ketika mendapat informasi perihal event akbar tersebut. Dan ternyata Kominfo sudah mengetahui informasi ini, jadilah saya tidak perlu menjalaskan panjang lebar. 🙂
Apakah Anda sudah tahu tentang ASEAN Blogger? Asean Blogger adalah suatu komunitas dimana anggotanya terdiri dari blogger-blogger seluruh Asia Tenggara. Jika bisa ikut berpartisi dalam event ini pastinya senang ya, bisa berkenalan dengan blogger-blogger negara tetangga, bertukar pengalaman dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa dikerjakan. Eh, terus apa hubungannya dengan ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013? Jadi, ceritanya Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah untuk acara Asean Blogger Festival. Dalam agendanya, bulan Mei mendatang, tepatnya pada tanggal 10-12 Mei 2013 akan diselenggarakan Asean Blogger Festival di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, dan bertempat di Sahid Kusuma Prince Hotel. Event ini akan dihadiri kurang lebih 230 Blogger se Asean. Wooow, Surakarta, Solo? Kota yang sangat mudah dijangkau dari tempat tinggal saya, yaitu Banjarnegara.
Saya benar-benar tertarik untuk berpartisipasi dalam event ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013. Mengapa? Karena jika saya bisa ikut berpartisipasi di acara tersebut, sudah dipastikan saya akan mendapatkan banyak pengalaman dan teman. Jika ada kesempatan, saya juga ingin sesekali memperkenalkan budaya, wisata, kuliner, dan semua tentang Banjarnegara kepada sahabat Blogger lainnya. Lho, koq hanya Banjarnegara, diskriminasi tuh ya? Tidak seperti itu, Banjarnegara kan masuk wilayah Indonesia juga :P, jadi sebelum saya mengenalkan kebudayaan nasional ke masyarakat ASEAN, tentunya saya juga harus mengenal budaya tanah kelahiran dong ya. 🙂
ASEAN Blogger Festival Indonesia tahun ini, akan membahas tentang kebudayaan yang ada di ASEAN. Dalam bayangan saya, event ini mungkin sama dengan Pesta Blogger yang saya ikuti bulan Januari 2013. Berdiskusi dan bertukar pendapat dengan sahabat blogger lainnya, seminar blogger, mengunjungi beberapa objek wisata atau home industri, mempromosikan produk unggulan, memperkenalkan kebudayaan yang ada, serta melantunkan saran dan kritik untuk kemajuan kebudayaan nasional.

Baru-baru ini saya bergabung dengan Asean Blogger Community (ABC). Sepertinya community ini sudah lama terbentuk, tetapi tidak tahu kenapa, Fan Pagenya seperti sepi gitu. Padahal cakupannya ASEAN. Total anggota yang sudah bergabung sampai saya membuat postingan ini baru 191 orang, padahal Blogger se Asean pasti banyak, kan? Eh, tapi jangan berbicara se Asean dulu, blogger yang Indonesia saja banyak banget. 🙂 Tetapi mengapa mereka belum bergabung dengan Asean Blogger Community ya? Mungkin, mereka memang belum tahu tentang keberadaan community ini. Menurut saya, Asean Community ini sangatlah perlu, sebagai wadah untuk mereka para blogger Asean untuk bertukar informasi, silaturahim dan untuk memperkenalkan budaya masing-masing negara. Asean Blogger juga berencana membentuk ASEAN Community 2015. Semoga dengan dibentuknya ASEAN Community 2015 nanti, Blogger ASEAN semakin bersemangat untuk menulis, berbagi informasi, menyampaikan pendapat dan tentunya persahabatan antar Blogger ASEAN semakin erat.
Sekarang saya mengajak Anda untuk bergabung di ASEAN Blogger Community. Saya yakin pasti banyak manfaatnya setelah Anda bergabung dengan ASEAN Blogger Community . 🙂 Jika Anda juga tertarik, bisa baca-baca tentang ASEAN Blogger dan ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013.
Apa pendapat Anda tentang event berskala internasional ini?
Referensi dan Sumber Gambar:
http://www.sahidholiday.com/hotels-network/central-java/hotel-sahid-kusuma
https://www.facebook.com/pages/Asean-Blogger-Community/221817554530203
http://dotsemarang.blogdetik.com/index.php/2013/01/27/tahun-2013-asean-blogger-diadakan-di-solo/

Festival Serayu Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara memiliki kekayaan yang luar biasa, yakni Sungai Serayu. Sungai ini bermata air di Bimalukar dataran tinggi Dieng, Kabupaten…
Sebelum ngomongin Tiga Jas Hujan Yang Sering Digunakan, ndongeng dulu aaah. Alhamdulillaah, hujan. . . terlihat dari jendela kamar, pagi tadi hujan turun dengan derasnya. Tidak ada petir cethar membahana, tetapi turunnya hujan di pagi hari ini membuat hati adem dan semangat untuk menjalanakan rutinitas harian jadi mlempem. Hyah, ini sih alasan saya saja ya, tidak hujan pun saya sering kehilangan semangat untuk menjalankan akrifitas tuh. 😛
Sekarang sudah masuk pertengahan bulan Maret, tetapi gerimis tetap mengundang. Banjarnegara masih masih musim hujan nih. Hampir setiap hari Banjarnegara diguyur hujan. Kemarin, saat membaca berita di surat kabar malah ada salah satu kecamatan di Banjarnegara yang jalannya terendam air. Emmm, bukan banjir sih, tetapi jalan utama dan jalan di depan rumah tergenang air. Adalah Kalibening, mungkin sangking derasnya hujan, jadi ruas jalan tergenang air.
Jika hujan turun, sudah seharusnya Anda menggunakan jas hujan untuk menuju tempat kerja. Memakai jas hujan, tentunya berfungsi untuk membalut tubuh Anda supaya tidak basah karena air hujan. Ini sih khusus untuk pengendara sepeda, Abang Parkir dan Abang Becak.

Ada tiga jenis jas hujan yang sering digunakan dan sering saya lihat juga. Pertama, Jas Hujan kelelawar. Jas hujan ini sering sekali digunakan oleh mereka kaum Adam. 😆 Di sini saya jarang melihat ada perempuan memakai mantel kelelawar. Mantel kelelawar ini bisa dipakai untuk dua orang, pengemudi dan pembonceng. Harga mantel kelelawar ini mulai dari Rp. 30.000,- Kalau mantel yang di bawah ini, adik saya belinya Rp. 50.000,- Awet lho, sudah tiga tahunan.
Jas Hujan EgoisKedua, Jas Hujan Egois. Saya perhatikan jas hujan yang satu ini sangat digemari oleh sebagian besar orang. Saya amati juga, para perempuan juga lebih memilih jas hujan egois ini. Tentunya karena lebih simpel dari jas hujan kelelawar yang sukannya mobat-mabit kalau dipakai. 😆 Dulu saya suka menggunakan jas hujan ini, mangkanya saya egois. #eh. 😆 Dulu sih saya membeli jas hujan yang bertulis GMA ini dengan harga Rp. 95.000,- Entah sekarang, harga naik atau turun. 🙂

Ketiga, Jas Hujan Rok. Nah, sekarang saya seringnya memakai jas hujan rok. Bukan karena apa, tetapi karena sekarang saya lebih sering menggunakan rok ketimbang celana. Kebayang gak sih, ketika saya memakai rok panjang dan ketika huan turun saya memakai celana. 😆 Pirge nganggone jajal? 😛 Meski saya menggunakan fitty bukan motor matic, tetapi saya enjoy saja ketika memakai Jas Hujan Rok. Jas hujan ini saya beli satu tahun yang lalu, harganya Rp. 75.000,-. Sebenarnya saya tidak suka warna ungu, tetapi saat itu di toko jas hujan adanya warna ungu dan orens. Jadi, saya pilih ungu saja, karena kalau pilih orens nanti dikira jeyuuuk. 😆
Ketiga jas hujan di atas sama fungsinya, tapi beda pemakai. 😆 Anda harus bisa membedakan dan memilih jas hujan sebelum menggunakannya. Ssst, kalau Om Arman tuh pakainya jas hujan kelelawar warna pink, yang harganya Rp. 6.000,-. Waaah, pasti dia tampak unyuuuuu kalau memakainya. 😆
Selamat ulang tahun untuk Mas Hakim, Ade Dija, Ade Pascal dan Alvin. Semoga senantiasa diberi kesehatan, barokah umur dan selalu dalam lindunganNya. Aamiin. . .
Sahabat sendiri lebih nyaman menggunakan Jas Hujan jenis apa mana? Kelelawar, Egois atau Rok? Untuk para kaum Adam jangan pakai Jas Hujan Rok ya, gak ilok. 😆
“POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU“
Blogiveaway-Langkah Baruku. Membaca postingannya Mba Ila Rizki Rizka Rizku Unyu kemarin, rasanya rugi sekali kalau tidak mengikuti jejaknya kali ini. 😆 Ceritanya tuh, dia sedang mengikuti blogiveaway yang diselenggarakan oleh Mas TomKuu a.k.a Mas TK. Siapa sih Mas TK? Saya belum berkenalan dengannya, tapi sudah nyerobot untuk ikut hajatannya. 😆 Yang jelas Mas TK hebat, karena bisa menyelenggarakan blogiveaway dengan sponsor-sponsor yang geuuuul. 
Sekarang Mas TK sedang mengadakan blogiveaway. Dengan tema yang sederhana, tetapi hadianya membuat mata ngelindur. Temanya yaitu: “review sesuatu“. 😆 Banyak sesuatu yang bisa direview, kan? Terus, apa saja yang sudah berhasil direview oleh Langkah Baruku. Mari simak satu per satu review di Langkah Baruku. 🙂
Untuk sahabat saya yang belum ikut blogiveaway ini, segera menyusul saja. Waktunya masih lumayan lama lho, sampai 1 April 2013. 🙂 Klik banner di bawah ini, dan lihat hadiahnya yang bisa membuat Anda ngelinduur. 