Green Chili Banjarnegara

Kuliner Banjarnegara – Jalan-jalan, ngobrol-ngobrol, kongkow, santai, makan-makan, intinya berkumpul dengan teman, itulah yang biasa kami sebut dengan jeng-jeng. Kata jeng-jeng itu sendiri saya kurang tahu darimana datangnya, tapi kata jeng-jeng memang sudah familiar sekali di telinga saya dan teman-teman. Biasanya yang sering memakai kata tersebut hanyalah anak-anak sekolah, khususnya anak SMA. Waw sekali, karena kami ikut-ikutan memakai kata tersebut, padahal sudah lulus SMA sejak doeloe. :silau:

Kalau weekend tiba, memang paling enak untuk jeng-jeng bersama teman-teman sak grudugan. Walaupun dengan orang itu-itu saja, tanpa mengurangi senyum keceriaan dan kebahagiaan selalu datang. Tingkah laku, duduk bersama dan obrolan yang terkadang serius, ngebanyol sampai obrolan yang tidak penting, itu yang membuat kami kangen. Seperti biasa saya jeng-jeng bersama teman SMA doeloe Gita, Uut dan Muji. :kiss: Kalau mau jeng-jeng memang harus berunding dulu, mulai dari tempat duduk sampai dengan makanan. Wiken kali ini kami tidak ke angkringan, tapi ke Green Chili.

Cafe and Resto Green Chili ini tergolong baru, karena dulunya hanya menyediakan ice cream saja atau bisa disebut pusat ice cream di Banjarnegara. Memang sebagai pusat ice cream, karena segala jenis ice cream ada di sini. Sekarang sudah tidak lagi menjadi pusat es krim, akan tetapi Green Chili masih menyediakan es krim untuk konsumennya. Black Forest, American Club, Chocolate Chip, itulah salah tiga es krim yang disediakan. Ada juga Tape Ketan dan Rujak Ice Cream.

Suasana di dalam Cafe

Saya kenalkan dulu dengan teman-teman yang dulunya satu SMA yang biasa jeng-jeng. Dari Kiri yang pakai jilbab ungu namanya Uut, yang tengah pakai baju coklat namanya Gita dan yang kanan pakai baju oranye namanya Muji. Itulah mereka, teman jeng-jeng saya, pas wiken tiba.

Bagaimana suasana Cafe and Resto Green Chili menurut teman-teman? Menurut saya sangat romantis, ada lampu lampion, agak redup dan musik dangdutnya juga asoi. Iya, kami mendengarkan musik dangdut era 70an. Hadeeeh, entah pemiliknya yang suka dangdut atau karyawan-karyawannya ya? Rasanya sungguhlah tidak pas dengan suasana.

Daftar Menu Makan dan Minum

Cafe and Resto Green Chili dalah salah satu Cafe yang menyediakan Chinese Food dan Seafood. Untuk penggemar seafood, cocok sekali jika mau jeng-jeng di sini. Ssssst, saya baru pertama kali mau mencicipi Chinese Food lho. #katrok banget ya? Aaaah. . .tidak apa-apa yang penting masih hidup. #apa hubungannya. Pas dikasih daftar menu, kami langsung memilih menu yang tentunya sesuai dengan selara masing-masing. Kami ber empat tidak ada yang alergi seafood, apapun makananya kami suka suka suka dan suka. Perlu diingat dan dicatat, harga makanan di cafe ini sangat bersahabat dan sangat memasyarakat.

Bertiga Eksis

Makanan yang saya pesan tentunya yang menjadi favorite dan enak di lidah. Apalagi kalau bukan udang. Udang Saus Padang, itu yang saya pesan. Muji pesan Cumi-cumi Lada Hitam, uut pesan Sop Saus Seafood dan Gita pesan Gurame Lada Hitam. Menu dengan Lada hitam memang belum pernah dicoba, maklumlah biasanya kan jeng-jengnya di angkringan. 😆 Pas menunggu makanan tiba, lamanya minta ampun. Masak seafood mungkin susah kali ya? Untung minuan cepat datangnya. Jus Strawberry dan Teh manis. :lovekiss:  Tetap eksis dengan Kaos BHSB. :kiss:

Makanan pesanan datang

Kurang lebih 30 menit, makanan baru lengkap. Makanan yang kami pesan datangnya satu-satu, jadi menunggu makanan datang semua, baru kami lahap dan langsung cap cus. Bagaimana penampakan makanannya, teman? Sopnya super jumbo, jika dimakan sendiri, saya jamin sop tidak habis. Sopnya benar-benar banyak, yah seperti biasa saling icip-menicip. Semua menu yang kami pesan benar-benar enak, pokoknya pas deeeeeh.

Saos super pedas

Saos pedes ini ada pada paketan gurame dan cumi. Subahanalloh, pedesnya minta ampuuuuun. Saya memang suka sekali dengan pedas, tapi dengan saus ini saya masih komentar “pedasnya menggigit”. Cocok sekali untuk di colek dengan cumi-cumi punya muji. Saos inilah yang membuat meler dan menangis. Kalau saya biasa saja, hanya sedikit huh hah huh hah. Sama saja dengan yang lain. . . :pelayan:

Makanan Habis

Makan dengan khusyuk, menikmati walau sambil ngobrol-ngobrol dan icip-icip milik tetangga pun selesai, karena memang sudah habis. Mulai ngobrol lagi, sembari menghabiskan minum dan menunggu sms dari orang rumah. Dari awal kami masuk sampai habis makannannya, rasanya sudah ada beberapa orang yang datang kemudian pergi. Tetapi kami masih enjoy duduk, foto-foto dan cerita-cerita. Untung kami tidak diusir ya?  :tutupmulut:

Eksis sebelum pulang

Satu persatu, panggilan dari rumah mulai terdengar. Saatnya pulang, jangan lupa bayar dulu ke mas-mas kasir dan jangan lupa sebelum jeng-jeng berakhir harus mejeng sama-sama dulu, minta tolong mas-mas kasir. #biasa, narsis tak harus pakai karcis kan? Tagihan punya saya Rp. 20.000,- Uut Rp. 23.000,- Gita Rp. 23.000,- dan Muji Rp. 23.000,-. Mahal tidak? :peace:

Bagi anda yang sedang singgah di Banjarnegara dan suka dengan Chinese Food, Seafood serta Ice Cream, saya sarankan untuk datang ke Green Chili. Tempatnya tidak jauh dari kota, beralamat di Jalan DI. Panjaitan No. 59, Banjarnegara. Cafe and Resto Green Chili juga siap untuk melayani pesan-antar atau Delivery Order. Tapi saya kurang tau jika yang pesan makanan adalah orang luar Banjarnegara. :pelayan:

Oiya, resep menu makanan di atas bisa di tanyakan ke mba erwin yang jago masak chinese. Jeng-jeng untuk wiken kali ini sudah berakhir, nantikan jeng-jeng selanjutnya hanya ada di Langkah Baruku. :senyum:

Bulan Oktober milik saya

Bulan Oktober adalah bulan milik saya. Kenapa begitu? Dalam tulisan kali ini saya hanya ingin bilang seperti itu saja. Alasan mengapa dan karena apa, akan saya tulis lain waktu. . .  Hahahaha. Maafkan atas tulisan yang sepethil ini. 🙂

Silaturahim ke Pesantren Miftahussholihin

Lebaran Idul Fitri memang sudah terlewatkan, tap kenangan ini tidak akan terlewatkan. Walaupun sudah tidak suasana lebaran, biarkan saja postingan ini publish. :kiss:

Sudah lama sekali saya tidak silaturahim ke Pesantren Miftahussholihin. Dulu saya pernah mengaji di pesantren ini, bisa dikatakan mengaji dengan benar tidak ya? Entahlah, dulu saya hanya mengaji dan ikut belajar dengan Bapak KH. Ahmad Ngisom, Alh. Pesantren ini terletak di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya, jarak tempuhnya kurang lebih 60 menit dari rumah saya. :kiss:

Pesantren selalu mengadakan silaturahim yang di hadiri oleh santri dan alumnus. Alumnus di sini terdiri dari dua kategori, pertama alumnus sekolah. Iya, Ponpes miftahussholihin juga mempunyai sekolah yang bernaungan dibawah yayasan. MTs Walisongo, MA Walisongo dan SMK Miftahussolihin, itulah sekolah yang berada di komplek pesantren. Kategori kedua yaitu alumnus pesantren, mereka yang hanya mengaji di situ. Saya pernah ikut mengaji di pesantren, jadi saya termasuk alumnus kategori dua.  :manja:

Saat itu saya datang untuk menghadiri silaturahim bersama Sri dan Umi. Teman yang lain sudah dating terlebih dahulu karena kami harus menunggu Umi. Kami janjian untuk bertemu di bawah pohon duren dekat BKK Sigaluh, 20 menit kemudian Umi datang bersama teman-temannya. Kami pun langsung berangkat ke pesantren. :lovekiss:

 

Mengisi daftar hadir

Jarak dari BKK Sigaluh ke pesantren tidak jauh, mungkin hanya 5 menit jika mengendarai motor. Pas sampai di pesantren ternyata sudah banyak teman-teman yang sudah datang. Banyak orang yang belum saya kenal, karena kebanyakan dari mereka adalah alumnus lama dan alumnus baru, sedangkan saya alumnus tengah-tengah. #maksa. Baru dating, ada beberapa teman yang kami kenal, langsung deh rempon [1] . Saya juga melihat beberapa teman yang sedang mengisi daftar hadir dan saya pun juga ikut mengisi daftar hadir.

Eksis Berempat

Setelah mengisi daftar hadir, kami melanjutkan rempon dengan teman-teman yang dulunya satu kamar dan sudah lama tidak bertemu. Dari Kiri-Kanan, Umi U, Umi Kh, Rofi dan Idah. Rasanya itu gimana ya, kangen dan senang banget bisa ketemu mereka lagi jadi ingat kebiasaan serta tingkah laku mereka yang lucu dan unik waktu masih di pesantren.

Teman baik dan Soulmate

Tingkah laku mereka itu unik-unik, seperti jangkrik. Layaknya insan yang peka terhadap lingkungan, dulu dalam satu kamar ada yang punya teman untuk berbagi cerita. Salah satunya ya ini, Rofi dan Diana, mereka teman akrab. Tidak tahu datangnya teman akrab dari mana, tetapi yang jelas jika kemana-kemana bareng, sampai ambil makan pun saling menunggu. Mungkin datangnya teman akrab dari saling menunggu ya, walaupun menunggunya sampai njamur [2]. :melet:

Bapak Kyai H, Ahmad  Ngisom, Alh.
Bapak Kyai H, Ahmad Ngisom, Alh.

Beliau yang di atas mimbar adalah Bapak Ky. H. Ahmad Ngisom, Alh. Tidak tahu kenapa, setiap betemu dan sesekali menatap, mendengar ceramah dari beliau rasanya adem. Pada saat acara silaturahim, yang saya ingat beliau meluruskan kata silaturahmi dengan silaturahim serta menyampaikan pentingnya silaturahim.

Makan Siang

Saat sedang mendengarkan ceramah, makanan dalam box datang dan kami disuruh mendengarkan ceramah sembari makan siang. Inilah inti ceramah dari beliau yang masih saya ingat tentang silaturahim. Saya sendiri sudah terbiasa mengucap kata “Silahturahmi” ketika berbicara tentang pentingnya hubungan kekeluargaan atau saling menjaga ikatan kekerabatan di antara sesama muslim. Bapak menjelaskan arti dari Silaturahmi dan Silaturahim. Silaturahmi berasal dari dua suku kata, yaitu silah dan rahmi. Silah artinya menyambungkan, sedangkan rahmiartinya rasa nyeri luar biasa yg dirasakan ibu-ibu sebelum melahirkan anaknya. Sedangkan Silaturahim bisa diartikan, Silah yang berarti menyambungkan dan rahim artinya kekerabatan. Jadi silaturahim “menyambungkan kekerabatan ukhuwah diantara kita semua.” :omg:

Salaman

Setelah acara pertemuan selesai, biasanya semua santri baik putra maupun putri berdiri untuk bersalaman. Salaman ini diniati untuk saling memaafkan, tidak hanya asal nempel saja.  :salaman:

Mengabadikan moment bersama teman

Silaturahim untuk tahun ini benar-benar menjadi kenangan tersendiri. Jika dengan Umi Kh dan Mas Sutris, saya sering bertemu baik di kampus maupun di tempat lain. Tetapi kalau dengan teman yang berdomisili di pegunungan seperti Rofi, Umi U, Baro’ahdan Baroto, kami jarang bertemu. Mungkin karena mereka sudah mempunyai kesibukan, jadi jarang bersilaturahim ke kota. :senyum: Terimakasih untuk Bapak Kiyai dan panitia, yang sudah membuat acara silaturahim untuk para alumnus. Besar harapan saya semoga tahun depan masih diberi kesempatan untuk bersilaturahim ke pesantren dan bertemu kembali dengan teman-teman semuanya. Semoga Tante NuNu lebaran besok bisa ikut. Aamiin :senyum:

[1] Rempon= cerita

[2] Njamur= rasa terlalu lama menunggu

SiDara Lesehan Maharani, Yogyakarta

Hai, SiDara. . .tambah cantik saja.  :ninja:  SiDara bukanlah nama seorang cewek cantik, melainkan nama lain dari “pertemuan” dengan para Blogger. Kopdar atau Kopi Darat, kata tersebut yang biasanya dipakai oleh Blogger ketika sekian lama hanya bisa bertemu di dunia maya “Blog” dan kemudian bisa bertemu di dunia nyata.  SiDara atau Silaturahim Darat adalah nama lain dari Kopdar. Kata SiDara muncul begitu saja dari aktor tampan “baba” ketika saya hendak ke Jogjakarta untuk menyelesaikan kewajiban saya. :lovekiss:

Minggu kemarin saya baru saja bertemu dengan bubu manis di Amplaz, dan sabtu kemarin sambil menyelesaikan tugas, saya kembali lagi bertemu dengan bubu phie serta teman-teman Blogger lainnya yang berdomisili di Jogjakarta.

Petemuan di agendakan oleh teman-teman pukul 09.30 dan bertempat di RM. Lesehan Maharani. Ternyata pukul 9.30 saya belum siap-siap karena semalam begadang dengan Tante NuNu, al hasil masih ngantuk bangun dan tidur lagi. :lovekiss: Telat oooh telat, sya kira begitu dan Alhamdulillah pas saya sampai, Maharani belum buka. 😆

Kira-kira kami kumpul di RM. Lesehan Maharani pukul 10.30 WIB. Pak Ustadz Azzet datang berwama istri dan Amel (ponakan), Baba Irham datang bersama istri dan kedua anaknya, Saya datang bersama Tante NuNu, Mba Phie datang bersama motornya dan terakhir Mas MF Abdullah datang terlambat bersama motornya.  :gembira: Walaupun Lesehan belum buka, kami boleh menunggunya di dalam lho. Mungkin karena muka kami yang memelas, jadi mereka mengijinkan kami masuk. Kami juga diberi daftar menu makan dan bubu mulai menulis menu makanan pilihan masing-masing. :ngiler:

Pemesanan MenuAmel yang menggemaskan langsung mendekati bubu untuk ikut memesan makanan juga,”Jus melon sama Nila bakar ya? Gak pakai sambel“. Amel terlihat semangat sekali untuk memesan makanan. Kedua Putra dan Putri Baba Irham juga masih sibuk melihat kura-kura dan ikan. :kiss: eh, itu Tante NuNu  sedang memandang siapa di sana.

Idah dan Amel
Obrolan tentang Blog serta tips-tips semakin ramai, ada yang bercerita, ada yang mendengarkan, ada juga yang narsis. Saya narsis saja lah dengan Si Amel Bakapo.

Makan Bersama

Makanan datang, obrolan dilanjut nanti ya? :kembang: “Menu makanan, untuk  Ikan bisa saja sama dengan RM yang lain, tapi sambelnya yang beda, mantap dan maksyuus“. Baba Irham dan Pak Ustadz Azzet mencoba ngiming-ngimingi saya dan Tante NuNu yang sedang diet. 😆 Wiiish, Babel dan Tante Ulfa sibuk sendiri, Mba Phie sama Pak Azzet juga sibuk milih sambel. Buku dari Pak AzzetHaiiist, tidak sedang mengadakan Give Away, tapi Pak Azzet memberi kenang-kenangan buku kepada kami. hihihihi Alhamdulillaah, dapat buku Hikmah Utama Hidup Mulia. Semoga bisa ditamatkan dengan segera.  :senyum: Oiya,  belum pada tahu kan? Istrinya Pak Ustadz dan Baba yang mana? #jawabnya harus “belum tahu”. Saya kenalkan dengan istrinya Pak Ustadz Azzet, itu yang pakai kerudung putih dan yang menggendong si kecil pakai baju merah, itu istrinya Baba Irham. Cantik-cantik, kan? Eaaaaa pasti laaah, lha wong sudah dipilih sama dua aktor tampan asal Jogja. :melet:

Kebersamaan yang TOP

SiDara Lesehan Maharani memang OK dan TOP Markotip. Apalagi setelah kedatangan aktor tampan, Mas MF Abdullah. Tambah OK, TOP dan JOSpleng. :ok:  Mba Phie, Mas Abdullah, Pak Azzet dan Baba Irham, terimakasih untuk SiDaranya, untuk kebersamaanya dan untuk kenang-kenangannya. :bungkus:  Semoga lain waktu jika saya ke Jogja lagi, kita bisa bertemu lagi dan pastinya sudah tambah aktor dan aktrisnya. Buat aktris cantik, yaitu Mba Puji yang tidak bisa datang karena sedang sakit, semoga lekas sembuh. :kiss:

Pulang dari Jojakarta kira-kira Pukul 14.30 WiB, di anter Tante sampai terminal Jombor. Jam 14.30 itu lagi enak-enaknya untuk bobo siang. Jadi pantes saja kalau saya di Bus ngantuk, apalagi ada mas pengamen yang suaranya bagus. Mari dengarkan sama-sama suara Mas Pengamen dengan Butiran Debu. :tepuktangan:

Komputer Sebagai Alat Bantu Dalam Proses Pendidikan

[dropcap]D[/dropcap]

engan semakin canggihnya dunia teknologi mikroelektronika, peran komputer tidak mungkin diabaikan begitu saja. Tentunya komputer bukan tanpa masalah untuk dapat diterima oleh masyarakat. Masalah seperti buta komputer (komputer illiterate), kesiapan mental dan juga harga yang relatif masih cukup mahal perlu ditanggulangi.

Walaupun demikian keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya komputer juga cukup banyak, antara lain komputer digunakan sebagai alat bantu dalam proses pendidikan. Sebagai contoh, hal ini dapat meliputi sumber informasi yang berlimpah dengan adanya fasilitas basis data (data base), perpustakaan elektronis, perpustakaan soal dan kisi?kisi, membantu penyampaian / pemahaman materi, membantu latihan soal dan pemahanan materi (drill & practice, tutorial), simulasi hukum-hukum alam, membantu proses pengolahan & analisa data / informasi dan membantu proses penurunan rumus?rumus matematika.

Komputer untuk Pembelajaran

Peningkatan cara berfikir dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menghafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.

Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan untuk membuat siswa menjadi “aktif” bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Selain itu perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Dengan demikian memungkinkan murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki.

Tetaplah rajin untuk mendampingi anak, ponakan, sepupu atau anak kecil yang sudah suka bermain komputer. Bimbingalah anak-anak dalam mengoperasikan komputer untuk pendidikannya, karena untuk belajar komputer sebenarnya ada tingkatannya. :senyum:

Pemilihan Duta Wisata Banjarnegara

Pemilihan Kakang Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara 2012 sudah mulai menjalankan tes. Program ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Banjarnegara untuk mencari figure generasi muda yang berpotensi, berwawasan kepariwisataan dan siap menjadi duta pariwisata Banjarnegara serta menjadi duta wisata ideal yang dapat mempromosikan pariwisata Banjarnegara baik pada tingkat domestik maupun nasional.

Pemilihian duta wisata ini salah satunya ditunjukan untuk meningkatkan citra pari wisata Kabupaten Banjarengara di masyarakat. Kriteria peserta KAKANG MBEKAYU DUTA WISATA Banjarnegara 2012, terbuka untuk umum, baik atas nama pribadi, sekolah, organisasi maupun instansi dengan persyaratan :

a) WNI dan belum menikah

b) Usia antara17-25 tahun

c) Mampu berbahasa jawa atau dialek setempat danbahasa Indonesia denganbaik

e) Memiliki intelegensia dan wawasan kepariwisataan

f) Mampu Berbahasa Inggris

g) Tinggi badan minimal

-Wanita minimal : 165 cm

-Pria : 170  cm (sumber: Dinas Pariwisata Kab. Banjarnegara).

Pengambilan formulir pendaftaran sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2012 . Sekarang sudah sampai tahap Tes tertulis. Mengenai tes tertulis, yang dilaksanakan meliputi; tes pengetahuan umum, kepariwisataan dan penguasaan Bahasa Inggris. Setelah mengikuti tes tertulis, seluruh peserta juga diharuskan mengikuti kelas kecantikan yang diberikan oleh instruktur khusus. Pada kelas ini peserta diberikan pengetahuan tentang kepribadian dan tata rias serta cara berjalan yang baik.

Pemilihan Duta Wisata 2012Sampai hari kemarin, tiga peserta dinyatakan gugur, karena tidak bisa mengikuti rangkaian proses seleksi yang sudah ditetapkan. Mereka tidak hadir pada tes tertulis karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka uantuk menginkuti tahapan pemilihan duta wisata. Salah satu dari mereka yang tidak bisa ikut tes adalah teman saya. Dengan gugurnya tiga orang peserta maka total peserta duta wisata sebanyak 40 Orang yang terdiri dari 19 peserta pria dan 21 peserta putri. (sumber: suara merdeka)

Teman saya yang sudah bekerja sebagai di salah satu perusahaan swasta terlihat sangat menyesal tidak bisa ikut ke tahap berikutnya. Apalagi tahu kalau agenda hari ini adalah city tour ke sejumlah objek wisata di wilayah kota. “Rugiiiii, rugi banget gak bisa ikut dan melanjutkan tantangan ini” celoteh teman saya sambil manyun-manyun.

Peserta Duta Wisata BanjarnegaraIndonesia memiliki event Pemilihan Puteri Indonesia, Dunia Pemilihan Miss Universe, Kabupaten Banjarnegara juga mempunyai event Kakang Mbekayu. Bagaimana dengan Kabupaten tempat anda tinggal? Adakah event semacam ini? :senyum:

Kebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman

Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-67 benar-benar menjadi kenangan tersendiri untuk saya. Tahun 2012, merupakan tahun pertama kami sebagai Karang Taruna bersikap serius untuk tetap maju mengembangkan potensi apa saja yang ada di Desa.

Malam berkumpulnya seluruh warga Desa Pekauman di Balai Desa untuk memperingati malam tujuhbelas agustus, ngepung tumpeng bersama-sama dan mendengar sambutan-sambutan dari Pemerintah Desa dan Motivator. Malam seperti itulah yang biasa kami sebut dengan Malam Tirakatan.

Persiapan menyambut hari kemerdekaan dimulai dari pembentukan panitia perlombaan dan penyusunan agenda perlombaan, pelaksanaan perlombaan, Malam Anugerah Pekauman Idol sampai dengan Malam Tirakatan, semua terkordinasi dan berjalan dengan baik. Kordinasi yang baik tentu saja dilatar belakangi oleh kerja tim dan kebersamaan yang baik pula.

Kebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman sangatlah gayeng dan ramai. Panitia yang tentunya adalah pemuda Karang Taruna menyiapkan semua keperluan untuk malam tirakatan.

Crew di belakang Layar

Kebersamaan dan kekompakan pemuda dibelakang layar sangatlah terasa. Persiapannya dimulai dari Sound System, Snack, tempat parkir, penerima tamu sampai dengan hadiah yang akan dibagikan untuk lomba tumpeng dan K3, semua sudah disiapkan oleh panitia. Lomba K3 dimulai sejak tanggal 1-16 Agustus 2012, sedangkan lomba tumpeng dilaksanakan pada saat malam tirakatan. Iya, lomba tumpeng dilaksanakan bebarengan dengan malam tirakatan, dengan maksud supaya tumpeng bisa dinikmati bersama-sama oleh warga. :senyum:

Dua Nenek yang tidak mau masukMalam itu seluruh warga berbondong-bondong menuju Balai Desa Pekauman untuk memenuhi undangan Malam Tirakatan. Alhamdulillah, dengan kordinasi dan kerjasama yang baik semua kursi terisi penuh. Panitia berusaha mengambil stok kursi yang masih ada untuk beberapa warga yang masih diluar. Tetapi ada dua nenek yang tetap tidak mau masuk, saya kurang tau alasannya apa, yang jelas dua nenek tersebut tetap ingin diluar. 😆

Menyanyikan lagu Indonesa rayaSebelum acara dimulai, seluruh warga yang berada dalam tiga ruang berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesa Raya yang dipimpin oleh Mba Dian. Kekompakan dan suara yang menyatu membuat suasana malam tirakatan semakin hangat. Apalagi ditengah-tengah mereka ada tumpeng-tumpeng hasil karya masing-masing RT, jadi tambah bersemangat. :lovekiss:

Macam-macam TumpengSetelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, seluruh tamu undangan dipersilahkan untuk duduk. #mba-mba MC mempersilahkan duduk. Inilah acara yang membuat deg-degan khususnya seluruh ibu-ibu yang hadir. Setelah dilihat sejak awal masuk ruangan, akhirnya perlombaan tumpeng dimulai. Desa Pekauman terdiri dari 9 RT, jadi ada 9 tumpeng yang diikut sertakan untuk lomba. Bagaimana menurut anda, tumpeng kreasi ibu-ibu? Tumpengnya cantik-cantik kan, teman? :hmm:

Juri menilai tumpengKebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman semakin terasa saat dewan juri mulai menilai tumpeng hasil karya ibu-ibu. Ibu Dewan Juri yaitu Bu Indri sebagai Bidan di Polindes dan Bu Chusnul sebagai ahli gizi yang bekerja di puskesmas mandiraja mulai menilai satu per satu hasil tumpeng hasil karya ibu-ibu. Kata beliau yang nilai untuk perlombaan tumpeng antara lain: Rasa, Nilai Gizi, Kreatifitas, Tampilan dan lain sebagainya. Penilaian untuk 9 tumpeng ternyata tidak memakan waktu lama, jadi bisa langsung masuk pada acara berikutnya. :entahlah:

Refleksi Malam TirakatanSembari menunggu keputusan dewan juri tentang siapa yang berhak membawa lemari es dan perabotan rumah tangga lainnya, dengan penuh hikmat kami mendengar ceramah dari motivator yaitu Om Wahono, beliau aktif juga dalam kegiatan kepemudaan di Kabupaten Banjarnegara. Interaksi tanya dan jawab mulai ramai, saat beliau menyampaikan tentang potensi alam yang ada di Desa dan Kabupaten. Suasa ramai, ada yang berpendapat, menyinggah ada juga yang hanya menyinggung dan ngerasani wong. Jika acara diskusi dengan sang motivator dibiarkan, mungkin acara malam tirakatan tidak akan selesai. :entahlah:

Penyerahan Hadiah kepada JuaraBerdasarkan hasil diskusi ibu dewan juri dan pemerintah desa, maka diputuskan juara-juara untuk K3 dan juara tumpeng. Inilah juara-juara perlombaan K3 dan Tumpeng. :salaman:

Serbu TumpengInilah saat yang ditunggu-tunggu pada malam tirakatan, yaitu ngepung tumpeng. Setelah doa yang dipimpin oleh Bapak Samhudi selesai, secara serempak seluruh warga lari untuk menikmati tumpeng bersamasama. Paling banyak yang diserbu masa adalah tumpeng yang ada urabnya. Nikmatnya makan dengan orang sak desa, walaupun berdesak-desakkan karena berrebut tumpeng tapi tetap nikmat. :tutupmulut:

Sangat terasa MERDEKA seutuhnya, saat makan bersama-sama dan melihat orang lain pada sibuk ngetan-ngulon untuk berebut mencari lauk ditumpeng. Sangatlah indah pada malam itu, malam yang hanya terjadi setahun sekali.  Kebersamaan pada Malam Tirakatan di Desa Pekauman mendapatkan banyak ranggapan positif dari Desa sekitar. Keinginan dan harapan, semoga tahun depan masih bisa berjumpa, merasakan dan menikmati malam tirakatan lagi dengan lebih semangat dan lebih baik. Aamiin. . . :lovekiss:

Ketika Weton Berbicara

[dropcap]S[/dropcap]udah tahu kan, apa itu weton? Kalau saya mengartikan weton itu sama dengan hari lahir. Sebagai contoh, Jum’at Manis, Selasa Wage, Selsa Pon dan lain sebagainya. Sepertinya weton ini hanya berlaku dan hanya ada pada jawanisme atau orang-orang yang menganut adat jawa. Aaah, susah juga kalu diterjemahkan.  😆

Hidup di Jawa khususnya di desa yang masih menganut jawanisme, weton ini sangat diyakini oleh mereka yang selalu hidup dalam adat istiadat jawa. Penerapan dan pemakaian untuk weton sendiri macam-macam.

Jika weton diterapkan dalam pembuatan rumah, pindahan, itu masih tergolong bisa diatasi. Tetapi kalau sudah menyangkut dengan kehidupan yang akan datang dengan si calon, maka weton sangatlah berpengaruh. Kamu tidak boleh nikah sama si calon, karena “alsan mengingat, menimbang, menutuskan” kamu hidupnya tidak akan bahagia. Itulah kata orang jawa tentang sebab dan akibat karena weton.

Ketika weton berbicara, apakah anda menyambutnya dengan baik?  :entahlah: Ketika weton berbicara, tentunya banyak ekspresi yang diperlihatkan. Bisa ekspresi yang tidak wajar karena susah menerima, bisa juga ekspresi yang wajar karena bahagia. Ekspresi tidak wajar diperlihatkan manakala weton yang sudah dirumuskan tidak sesuai dengan harapan dan ekspresi yang wajar diperlihatkan manakala weeon yang sudah dirumuskan sesuai dengan harapan.

Alhamdulillah, akhirnya besok aku jadi melamar si calon. Besok adalah hari yang paling bersejarah dan paling aku nanti-nanti. Sudah 4 tahun kami menjalin ikatan dan menurutku dia adalah gadis yang sempurna, anaknya baik, sopan, cantik, dewasa dan sholikhah. Teman saya (cowok) sebut saja rahman, mulai membuka cerita bahagianya. Ekspresi saya tentunya bahagia, saat mendengar Rahman berbicara seperti tadi, apalagi saya disuruh ikut menemani.

Hari H lamaran tiba, keluarga rahman pun berkunjung ke rumah si calon, sebut saja anggrek. Keluarga anggrek menyambut kedatangan keluarga rahman dengan penuh senyum bahagia. Perundingan lamar-melamar dimulai, yang sering saya dengar hanya kata-kata “sudah bener-bener mantep?.”,  “siap lahir batin” dan “menerima apa adanya”. Tiga kalimat yang menjadi kolaborasi pada saat lamaran tersebut diucapkan secara berulangulang dan berujung tidak enak. Setelah dari awal Rahman dan Anggrek secara kompak menganggukkan kepala tanda “iya”, tiba-tiba weton berbicara. :entahlah:

Penyampaian tentang weton memang sangat enak didengar, karena memang masuk akal dan nyata perumusannya. Tetapi ketika weton berbicara, kedua anak manusia tiba-tiba sedih dan terlihat tidak kuasa untuk mendengarnya. Setelah weton mereka dipertemukan dengan rumus dan mereka memutuskan untuk tetap menikah, maka masa depan mereka tidak akan lebih baik dari hari ini.

Ketika weton berbicara, haruskah menyalahkan adat dan jawanisme? Untuk sebagian orang yang mempercayai weton, mungkin akan mengambil jalan pintas yaitu lebih baik memutuskan anggrek dan rahman untuk tidak menikah, tanpa melihat konologi 4 tahun yang telah berlalu. Weton yang ada pada jawanisme ini bukan berarti tidak percaya dengan adanya garis kehidupan dari yang Maha Kuasa. Menurut sebagaian sesepuh, weton jawanisme merupakan salah satu “hal” yang ikut andil untuk kehidupan selanjutnya.

Ketika weton berbicara, bisa saja apa yang sudah diputuskan oleh orang tua khususnya sesepuh tetap ditentang. Keputusan mutlak tetap ada pada siapa saja yang akan menjalankan hajat. Sekedar memberi saran, untuk keluarga yang masih memegang “weton-wetonan“, mending mulai dari sekarang segera ditanya untuk weton masing-masing calonnya. Tidak ada hal yang sia-sia jika sudah kita kerjakan dengan ikhlas, tetapi semua itu hanya untuk mengantisipasi saja.  :senyum:

Bagaimana dengan daerah teman-teman semua? Masihkah mempercayai weton?

 

Berani Tampil dengan Kaos BHSB

Berbagi buku menebar ilmu, itulah slogan dari Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB). Slogannya jos banget ya, kalau boleh tau siapa yang membuat slogan tersebut?

Saya bergabung dalam group yang satu ini memang belum lama dan mungkin tercatat sebagai anggota pasif. Hihihihi. BHSB sekarang sudah berada pada fase ke empat, mungkin sebentar lagi akan dimulai untuk fase ke lima. Rangakain perjuangan dan perjalanan pada fase keempat bisa dibaca di blognya Sist Citra dan Mba Anaz.

Ehem-ehem. . .di sini saya hanya ingin menyampaikan sama Mba Baik, kalau kaos dan gantungan kunci sudah sampai alamat dengan selamat tanpa lecet sedikitpun. Awal bulan saya sudah mengirim pesan yang isinya bersifat rahasia, jadi saya sudah berani tampil dengan kaos BHSB. Tampil dengan Kaos BHSB

Untuk gantungan kuncinya saya minta dua, warna putih dan hitam. Menurut saya gantungan kuncinya unik, karena dibelakang gambar terdapat kaca benggala, jadi kemanapun pergi tak perlu repot-repot membawa kaca untuk mengilo. Kalau mau lihat kaca benggalanya di sini.  Warna putih saya pakai untuk gantungan kunci fitty dan yang warna hitam dipakai tante.

Gantungan KunciTerimakasih BHSB dan terimakasih juga untuk Mba Baik. :salaman: Sekalian peromosi, kaos BHSB di jual terpisah dengan gantungan kuncinya. Anda berminat? Kami antar segera! #stok masih gak ya? :melet: Mari tampil dengan kaos BHSB bersama-sama, banyak pilihan warna kaosnya lho. :tepuktangan: