Yuk, Menjadi Bagian dari Relasi KPU Kabupaten Banjarnegara

Pertengahan bulan Januari 2019, bersama Icus dan Adib, aku ikut mendaftar menjadi calon Relawan Demokrasi (Relasi) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara. Pendaftaran ini dibuka oleh KPU Kabupaten Banjarnegara dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Keputusan yang aku ambil ini agakanya melenceng dari separuh jiwa karena dari dulu aku sama sekali tidak tertarik dengan dunia politik. Malah bisa dibilang anti politik. Maklumin ANAK MUDA yang satu ini, ya. 😆

Anti terhadap apapun yang berbau politik seperti sudah mendarah daging. Apalagi sebelumnya aku sudah aktif di dunia pariwisata dan juga menjadi relawan pariwisata. Ditambah lagi akhir tahun lalu, aku kembali memutuskan untuk menjadi bagian dari Netizen MPR RI yang mana aktif di media sosial untuk turut menyosialisasikan empat pilar MPR RI, generasi anti hoax dan lebih bijak dalam bermedia sosial.

Nah, sebelum diterkam banyak massa, aku perlu banget memberitahukan perihal Relasi supaya teman-teman yang follow akun sosial media punyaku tidak berpikiran macam-macam. 😆

Jadi gini, yang perlu dipahami yaitu Relasi ini tidak ikut berpolitik dan tidak ikut tergabung menjadi tim sukses salah satu pasangan calon. Maksudnya, siapapun yang tergabung dalam Relasi bersifat netral dan sekai lagi bukan bagian dari tim sukses. Ini musti diingat, ya. Please! Dan Relasi ini adalah produk dari KPU yang tersebar di tiap Kabupaten atau Kota dan bertugas untuk memberi pendidikan tentang pemilu.

RELAWAN DEMOKRASI KABUPATEN BANJARNEGARA

Bersenang semangat menjadi Relasi…

Tujuan dibentuknya Relasi yaitu untuk membantu KPU menyosialisasikan penyelenggaraan pemilu atau apapun yang terkait dengan pelaksanaan pemilu 2019, seperti tata kelola, tahapan, dll dll. Nah, supaya lebih fokus dan tepat sasaran, Relasi ini dibagi menjadi 11 basis yaitu basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, warga internet atau netizen, dan satunya aku belum hafal. 😀

Sebelum 11 basis terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi, anggota relasi yang berjumlah 55 terlebih dahulu dilantik dan kemudian diberi surat tugas untuk melaksanakan sosialisasi. Para relasi juga mengikuti Bimbingan Teknis sebagai bekal awal sebelum melakukan pemetaan untuk menentukan sasaran sosialisasi. Setelahnya, aku yang memilih dan masuk sebagai Relasi Basis Warganet mulai bingung harus mulai dari mana untuk bersosialisai tentang pemilu. Hahaha.

Kenapa bingung? Tahu sendiri, kan, Warganet atau Netizen kan pergerakannya lebih ke digital. Melakukan sosialisasi melalui Internet dan 95% memanfaatkan sosial media sebagai wadah untuk media sosialiasi. Artinya, harus lebih aktif membuat konten yang menarik tentang pemilu. Ini PR banget. Selain itu, yang masih menjadi PR terberat buatku yaitu mengubah mindset followers tentang Relasi adalah bukan bagian dari tim sukses. Hahaha. Ini penting banget!

Eh, ini kok tumben banget aku mau masuk ke ranah politik, ya.

Yuhuuii…! Tentu aku punya alasan, dong. Prinsip, tuh, pelan-pelan bisa luluh untuk sebuah kegiatan yang positif. Ternyata angka partisipan pemilu di Indonesia, khususnya di Banjarnegara, kurang. Merujuk pemilu tahun 2014, angka partisipan pemilu di Kabupaten Banjarnegara beberapa sudah memenuhi tarjet dan beberapa masih perlu diperhatikan. Sementara tarjet yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 menetapkan angka partisipan pemilih yaitu 77.5%. Di Kabupaten Banjarnegara sendiri, tingkat partisipasi pemilih untuk gender laki-laki ternyata lebih rendah ketimbang perempuan. Apa alasannya coba, ada yang tahu?

RELAWAN DEMOKRASI KPU KABUPATEN BANJARNEGARA
Terjun ke lapangan meski basisnya Warganet. 😉

Dari pemahaman dan informasi tersebut aku tergugah untuk ikut menjadi Relasi. Apalagi kalau tahu bahwa untuk menyelenggarakan Pemilu, pemerintah mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Huft. Makanya, aku memutuskan untuk ikut menjadi Relasi KPU Kabupaten Banjarnegara untuk turut mensukseskan pemilu serentak tahun 2019.

Alasan lain kenapa aku berminat menjadi bagian dari Relasi yaitu karena program sosialisasinya jelas dan sudah tertata. Karena sudah dibekali materi dari KPU setempat, Relasi pun tinggal meneruskan materi kepada siapapun yang sudah menjadi sasaran. Dan aku sendiri tinggal memanfaatkan akun sosial media yang aku punya untuk sosialisasi. Ini sangat mudah, bukan?

Mudah namun bagiku menjadi sedikit problem, karena aku masuk dalam basis warganet yang mana anggotanya kurang greget membuat materi konten untuk diunggah di internet. Ini derita gue ya. Hahaha. Bersama empat teman lainnya, ada Icus, Resti, Ibra dan Mas Uje, kami berusaha menjalankan sosialisasi dengan semaksimal mungkin. Semoga setelah terbentuk Relasi di berbagai daerah, angka partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya bisa meningkat. Masyarakat pun tergugah dan menjadi lebih sadar tentang pentingnya pemilu. Siapapun pilihan kamu di 17 April 2019 nanti, jangan lupa untuk tetap menyebar kedamaian, ya.

Nah, buat masyarakat Banjarngara khususnya, yuk…ikut menyosialisasikan pentingnya pemilu. Ikut memberi pendidikan pemilu supaya masyarakat tidak malas memilih dan tidak golput! 😉

Ingat 2019, Ingat Pemilu! Pemilih berdaulat, Negara kuat! 😉

Yuk, Menjadi Bagian dari Netizen MPR RI

Yuk, Menjadi Bagian dari Netizen MPR RI – Akhir tahun 2018, aku mendapat kejutan dari teman-teman satu komunitas (ngga mau sebut nama, takut dapat logam mulia) untuk ikut menghadiri undangan dari MPR RI perihal Deklarasi Warganet MPR RI. Bersama Mas Ambar, Mas Hyude dan Tina yang sebelumnya pernah mengikuti acara sosialisai Empat Pilar MPR RI di Semarang, pada hari Jum’at (7/12/2018), kami berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Jakarta.

Ini kali kedua aku mengikuti deklarasi setelah dua tahun yang lalu resmi menjadi bagian dari GenPI Jawa Tengah yang mana saat itu juga ada sesi deklarasi oleh Kementerian Pariwisata RI.  Meski sama-sama deklarasi, namun kali ini acaranya lebih rapih meski pada akhirnya aku bingung harus mulai dari mana pasca menandatangani dekalarasi warganet Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Hahaha.

Warganet atau netizen adalah seseorang yang aktif terlibat dalam komunitas maya atau internet pada umumnya. Bisa dibilang, hampir setengah kehidupan mereka ada di dunia maya. Ngeri ngga, sih? Emm…ya ngga, dong. Karena saat ini internet telah menjadi gaya hidup. Ya, sadar atau ngga, internet telah mengubah gaya hidup. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, ngga ada yang ingin ketinggalan. Semua ingin menjadi yang pertama tahu akan suatu momen atau peristiwa. Dan mirisnya, Indonesia melewati satu era penting sebelum era digital yaitu era membaca. Ya…sebut saja era membaca. 😀

Miris, banget kan?

netizen mpr ri
Jawa Tengah Squad… 😉

Budaya membaca belum sempat singgah di Indonesia, namun sudah keduluan masuk di era digital yang makin ke sini makin “keras”. Seperti yang kita tahu, setiap pemberitaan atau informasi yang beredar lewat media online atau timeline media sosial, ada yang benar dan ada juga yang kurang tepat atau bahkan tidak benar. Release berita atau informasi hendaknya dibaca dengan cermat dan teliti. Jika ragu akan isi informasi tersebut, ada baiknya mencari sumber atau menggali informasi supaya tidak simpang siur yang berujung fitnah atau pertengkaran di ranah dunia maya. Maka dari itu, sebagai warganet yang bijak harus dapat menyaring berita supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman atau masalah.

Tidak ingin muncul permasalahan tentang konten tidak baik di ranah dunia maya, MPR RI menggandeng warganet untuk turut mensosialisasi empat pilar MPR RI. Ada yang belum tahu tentang empat pilar MPR RI? Sini, baca pelan-pelan paragraf ini! Ya, empat pilar tersebut yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Roadshow sosialisasi ini telah dimulai sejak tahun 2015. Kemudian akhir tahun 2018, total 44 netizen perwakilan dari 11 Provinsi di Indonesia diminta untuk menyusun draft deklarasi warganet Indonesia yang pada akhirnya akan dipilih poin-point penting untuk dideklarasikan esok harinya.

Menyusun Konsep Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Bertempat di Merapi Ballroom Hotel Sultan Jakarta, kami dibagi menjadi 5 kelompok untuk menyusun konsep deklarasi netizen MPR-RI. Sesuai arahan dari Mbak Mira dan Mbak Liya yang saat itu menjadi moderator acara, tiap-tiap kelompok menyusun minimal 5 poin terkait netizen yang dikolaborasikan dengan empat pilar MPR RI.

Penyusunan konsep ini dilakukan pada malam hari usai sesi gala dinner dan acara pembukaan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR RI Siti Fauziah. Kebayang tidak, habis makan-makan enak, lalu otak harus berputar dengan durasi waktu tidak lebih dari 20 menit. Hahahaha. Meski dalam keadaan kenyang, tapi tidak ada yang ngantuk karena malam itu juga konsep harus selesai.

netizen day-1 (459)

Tepat pukul 22.00 WIB, konsep dari masing-masing kelompok telah terkumpul. Kemudian, moderator bersama para Netizen memilih dan memilah poin-poin yang telah dibuat. Pada akhirnya, terpilih empat poin yang akan dideklarasikan esok hari. Namun sebelum dideklarasikan, keempat poin tersebut diberikan kepada Bu Siti Fauziah dan Pak Andrianto Madjid, Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi, untuk dikaji sebelum dideklarasikan esok hari di Gedung Nusantara V MPR RI.

Tujuan dari deklarasi ini untuk mengajak para netizen mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan melalui dunia maya atau media sosial. Di era digital, sosial media menjadi platform yang paling efektif menjadi media informasi. Melalui media sosial, sosialisasi 4 pilar kebangsaan akan efektif karena bisa menjangkau seluruh kalangan, terutama kaum milenial.

Gladi Bersih Deklarasi Netizen MPR RI

Satu hal yang melekat dalam ingatan, Pak Andri sempat menyampaikan saat kegiatan ramah tamah di Merapi Ballroom bahwa para netizen akan mendapat tempat yang istimewa untuk kegiatan deklarasi yaitu di Gedung Nusantara V MPR RI. Menurut Pak Andri, gedung ini hanya digunakan untuk menerima tamu-tamu penting delegasi. Dan para Netizen ditempatkan di gedung ini karena termasuk tamu-tamu penting. Dari sini aku merasa istimewa banget dan jantung mulai berdebar norak. 😆

Alhamdulillaah…Sabtu (8/12/2018), kami pun sampai di Gedung Nusantara V MPR RI. Sebelum gladi bersih dimulai, Pak Andri sharing tentang peran netizen dalam membantu mensosialisasikan empat pilar MPR RI. Sementara Bu Siti Fauziah atau yang akrab disapa Bu Titi, meminta kepada para netizen untuk aktif memberi konten positif melalui internet dan tidak menyebarluaskan konten-konten yang tidak mendidik.

deklarasi netizen mpr ri

Memasuki Gedung Nusantara V MPR RI, sama sekali tidak ada kesan mewah. Namun gendung ini begitu bersih, rapih, dan bikin betah. Nah, pas masuk dalam ruang pertemuan, di sana sudah berjejer x banner yang berisi kalimat-kalimat menarik seperti; Berhenti berseteru, mulailah bersatu. Kalimat yang sederhana, namun sarat makna.

Gladi bersih untuk deklarasi netizen berlangsung kurang lebih 20 menit. Setelahnya, kami diajak melipir sejenak mengunjungi Museum Macan, menyusuri Kota Tua  Jakarta, dinner di Jimbaran Resto Jakarta. Betul-betul hari yang menyenangkan!

Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Akhirnya, momen yang ditunggu-tungu datang juga. Minggu (9/12/2018), kami mendeklarasikan empat poin yang telah dibuat. Disaksikan oleh Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, Bu Siti Fauziah, Pak Andrianto, dengan penuh semangat para Netizen mengucap janji yang dilafalkan secara bersama-sama dnegan dipimpin oleh Uda Surya (Netizen dari Sumatera Barat) dan Mbak Dila (Netizen dari Manado).

Kami Netizen Indonesia berjanji untuk:

  1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA;
  2. Bijak bermedia social sesuai dengan Pancasila;
  3. Menerapkan empat pilar MPR RI dalam literasi digital;
  4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif.

netizen day-2 (251)

Seketika aku bingung setelah berdeklarasi. Aku membaca ulang empat pilar MPR RI dan itu sangat sederhana. Namun setelah disinergikan dengan netizen, kenapa rasanya seperti ada kecemasan dan ketakutan dalam diri. Empat poin di atas sangatlah singkat, dan tepat guna. Namun untuk implementasinya, rasanya akan berat. Apalagi setelah menandatangani di lembar deklarasi, ugh…rasanya ada cekot-cekot di tahi ini. 😀 Mungkin aku terlalu berlebihan, namun ini yang aku rasakan. Entah karena aku baru turun menjadi bagian dari warganet MPR-RI, atau karena aku masih bingung cara sosialisasi kepada khalayak. Ini tantangan tersendiri meski bagiku butuh perjuangan ekstra. Mulai dari diri sediri untuk mengimplementasikan empat poin deklarasi MPR RI.

“Sungguh empat poin ini sangat keren. Jika sampai bisa diterapkan oleh seluruh netizen di Indonesia, maka Tanah Air akan tentram dan damai.” Kata Pak Ma’ruf Cahyono sebelum menutup acara Deklarasi Netizen MPR RI. Beliau juga membacakan puisi dengan judul Manifesto Ini Baru Indonesia yang panjangnya minta ampun tapi beliau hafal. 😀

deklarasi mpr ri

Tidak ada yang tidak bisa, terpenting ada usaha. Meski sampai sekarang belum bisa berkontribusi banyak sebagai netizen MPR RI, setidaknya aku belajar dan berusaha untuk tidak menyebar berita bohong atau hoax dan SARA. Pada akhirnya, aku mengajak teman-teman yang kesehariannya aktif di sosial media atau dunia maya untuk bersama menyebar berita atau informasi yang baik-baik dan turut mensosialisaikan empat pilar MPR RI dan juga mengimplementasikan deklarasi MPR RI. 😉

Terima kasih MPR RI. Terima kasih teman-teman Netizen dari 11 Provinsi di Indonesia. Semoga kita semua amanah untuk menjadi netizen MPR RI, ya.

Penunjang Fashion untuk Tampil Makin Percaya Diri

“Yakin, hem kotak-kotak warna hijau tua akan dipadukan dengan jilbab motif ini?” Tanya seorang teman kepadaku saat hendak kondangan. Jilbab motif yang aku kenakan, tuh, bagus. Jilbab segi empat motif bunga kecil-kecil dengan bahan dari kain sutera. Tapi untuk dijadikan mix and match dengan kemeja kotak-kotak memang rasanya kurang cocok. Sumpah, ini kostum tersongong yang hampir aku kenakan untuk ootd ke kondangan.

Aku sama sekali bukan tipe perempuan yang pandai mix and match perihal fashion. Padahal, padu padan tentang fashion sebenarnya bukan hal yang susah karena tinggal penyelarasan saja supaya lebih enak dipandang, tidak membosankan. Ya, kan? Namun pada kenyataannya aku kerap gagal dalam berkostum. Tidak hanya itu, aku juga kerap gagal dalam memilih pakaian terutama atasan. Ujung-ujungnya baju yang telah terbeli aku berikan kepada anaknya Mak Yem karena sesampainya di rumah dan kembali dicoba, tidak ada kecocokan di antara kami. 😛

Teman-teman yang sering bareng aku atau pernah main bareng, pasti paham penampilanku seperti apa. Jauh dari kata fashionable dan dekat dari kata standard. Rasa-rasanya sudah berpenampilan semenarik mungkin, tapi setelah berkaca nampak biasa banget. Parahnya, sudah dandan semaksimal mungkin pun tetap terlihat tidak ada perubahan yang dahsyat di wajah ini.  Nasib banget, kan. 😀 Emmh…meski banyak yang mengatakan bahwa cantik dari dalam itu lebih penting, tapi rasa-rasanya pingin juga terlihat cantik memesona dari luar. Namanya perempuan, ya, apa-apa selalu butuh pengakuan. 😀

Mulai dari sini, aku mulai belajar. Bukan, bukan belajar dandan atau shopping terus-terusan sampai mendapat baju yang cocok, namun aku belajar bagaimana bisa percaya diri dengan penampilanku yang seadanya. Salah satunya yaitu dengan mengenakan aksesori untuk penunjang fashion. Nah, inilah aksesori yang kerap membuatku percaya diri saat keluar rumah untuk sekadar menghadiri acara, atau kerja.

Jam Tangan

PENUNJANG FASHION (2)

Selain sebagai alat pengingat waktu, jam tangan juga menjadi aksesori penunjang fashion. Kamu pernah melihat perempuan yang saking fashionablenya, dia sampai menyesuaikan warna antara baju dan jam tangan. Pernah, kan? Senang, ya, melihat kekompakan tersebut. Meski kompaknya cuma ada di baju dan jam tangan, tapi yang melihat ikut senang. Apalagi saat dilirik tuh kelihatan bahwa yang dipakai adalah jam tangan wanita original. Geregeeet, euy! Tapi ini bukan aku, lho. 😀

Ya, pemakaian jam tangan memang menambah rasa percaya. Terlebih saat ditanya waktu oleh teman atau siapapun, ada kebanggaan tersendiri sekalipun aku sedang tidak menggunakan jam tangan wanita original. Maksudnya jam tanpa merek ternama, gitu. 😉

Jam tangan yang kerap aku pakai ke tempat kerja menjadi jam favoriteku Selain modelnya simpel dan perolehannya butuh perjuangan, jam tangan tersebut adalah satu-satunya jam tangan wanita original yang aku punya. Lainnya adalah standard dan KW 3. Hahaha. Oiya, kamu tim perempuan yang mengenakan jam tangan di pergelangan tangan kanan atau tangan kiri? 😛

 Tas

Bagiku, pergi tanpa membawa tas sama saja dengan pergi sendirian, seperti orang hilang sekalipun di dalamnya hanya berisi dompet. Pergi dengan menenteng, menggendong tas membuatku makin percaya diri karena setidaknya ada satu barang yang melakat di tubuh. Artinya, ada satu obyek yang bisa dilihat selain fashion, barang yang menjadi perhatian.

Gelang

Pernah dalam suatu pertemuan, aku ditanya sama teman, “kenapa kamu suka banget pakai gelang, sih?” Aku sempat terdiam sejenak karena kemanapun pergi aksesori gelang memang jarang alpha dari pergelangan tanganku karena aku merasa makin manis pergelangan tanganku ini  dengan aksesori gelang. Kan jadinya menambah rasa percaya diri. 😛

ASUS Vivobook Flip 14 (3)

Berbeda dengan tas, aku suka banget beli gelang, semacam mengoleksi, gitu. Koleksi yang pada akhirnya sering hilang karena keteledoranku dalam meletakannya. Hahaha….tidak mengapa, harga gelang kan terjangkau, ya. Iya, gelang mainan lho, bukan gelang emas. 😀

Sepatu

Hobi piknik tidak membuatku untuk boros dalam hal sepatu. Aku hanya memiliki tidak lebih dari lima sepatu. Jika tadi ada jam tangan standard atau bahkan KW, untuk sepatu aku malas membeli barang KW. Yaa…meski tidak paham betul mana yang asli yang mana yang sekadar tempelan logo, yang jelas aku berusaha untuk membelinya tidak dengan online. Supaya lebih mantap, aku membelinya di toko offline. Bisa mencobanya, bisa melihat detail materialnya juga. Meski pastinya tidak banyak pilihan.

PENUNJANG FASHION (1)

Sepatu, ada dibagian bawah namun bisa membuat rasa percaya diri makin besar. Terlebih jika yang dikenakan adalah merek sepatu ternama, bangga, bahagia dan percaya diri banget. Meski bukan aksesori pada umumnya, bagiku sepatubisa dijadikan “alat” untuk menambah percaya diri.

Kalau boleh tahu, aksesori apa yang dapat membuatmu percaya diri? Atau, menambah rasa percaya diri meski hanya 10%. 😛

Penutupan O2SN 2018 di GOR Sasana Among Raga, Yogyakarta

Ada kebanggaan tersendiri ketika membaca berita tentang prestasi-prestasi anak bangsa. Apalagi jika anak dari daerah sendiri sampai turut menorehkan prestasi, rasa bangga pun menjadi berlipat. Seperti yang terjadi pada gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dengan tema Aktualisasi Potensi, Bakat dan Prestasi Siswa yang bertempat di Gedung Olahraga Sasana Among Raga, Yogyakarta.

Beberapa media cetak, online dan akun sosial media lokal Banjarnegara mengabarkan bahwa ada atlet dari Kabupaten Banjarnegara yang berhasil memperoleh medali di gelaran O2SN. Membaca berita ini, aku pingin mlipir ke Yogya untuk melihat dia bertanding. Namun apa daya, O2SN berlangsung selama hari kerja yatiu pada tanggal pada tanggal 21-27 September 2018. Yasudahlah, berarti belum beruntung. Gagal nonton perhelatan O2SN, namun aku punya kesempatan untuk menghadiri acara penutupan O2SN bersama teman-teman Blogger, termasuk Tante. Aaaah…kan asyik banget ada teman buat teriak-teriak manja tanpa harus malu. Lho, kok teriak manja?

Iya, acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ternyata cukup banyak menyelipkan beragam pertunjukan yang tanpa terasa bahwa malam itu adalah acara penutupan O2SN. Salah satunya pertunjukan dari band lokal, Jasmine Akustik. Pemilihan lagu berjudul Kangen yang dinyanyikan oleh dewa 19 sukses membuatku teriak manja ikut nyanyi. Beberapa kali juga nampang di story Instagram teman-teman Blogger yang sama-sama suka dan hafal lagu tersebut. Kalau ingat ini, gokil rasanya. Hahahaha.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (7)

Jasmine Akustik tidak hanya menghipnotis kaum 80an dengan lagu Kangen, dia juga berhasil memecahkan suasana gedung olah raga dengan mengajak para atlet jenjang SD turut menyanyikan lagu Meraih Bintang yang sempat hits selama gelaran acara Asian Games 2018.

Pertunjukan tidak hanya dari band saja, ada juga atlet Wushu dari siswa-siswi jenjang SD-SMP di Yogyakarta yang pernah mendapat prestasi baik tingkat daerah maupun nasional. Mereka memperagakan Wushu di atas panggung dengan gagah gemulai. Ada lebih dari 10 atlet yang berpartisipasi memperagakan cabang olah raga ini. Dan aku baru tahu kalau ternyata jurus-jurus di Wushu, tuh, banyaaaaaaaak banget. Salah satunya yaitu Jurus Tombak di mana tombak dijadikan alat untuk peragaan ini. Kagak gawl banget, ya. 😀

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (8)
Anak-anak naik panggung… Wkwkwk

Sebelum akhirnya diisi dengan sambutan-sambutan, paduan suara dari siswa SD Muhammadiyah Sokanandi, Selman, mengajak seluruh tamu yang hadir untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam versi penuh. Sudah lazim tiap acara resmi lagu tersebut akan dinyanyikan. Demi apa aku tidak hafal lagunya dalam versi penuh. Hahaha…memalukan. 😛

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya,  Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewakili Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D., bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, memberi cindera mata khas Yogyakarta kepada 34 partisipan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji berharap, dengan penyerahan cindera mata ini seluruh kontingen yang turut acara O2SN akan terus ingat bahwa Yogyakarta dengan segala kenyamanan dan keramahannya pernah menjadi tuan rumah O2SN.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (5)
Pemberian cindera mata…

Acara dilanjut dengan laporan atas penyelenggaraan event O2SN oleh Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji. Beliau menyampaikan bahwa, O2SN merupakan puncak prestasi anak-anak dari seluruh Indonesia. Tujuan diadakan O2SN ini supaya anak-anak dapat menampilkan potensi dan bakat untuk mendapatkan prestasi. Beliau juga memaparkan tentang cabang olahraga dan jumlah atlet yang ikut kegiatan O2SN. Ada 9 cabang olahraga yang digelar dalam O2SN. Jumlah atlet yang ikut O2SN tercatat sebanyak 1938  yang terdiri dari 408 siswa SD, 340 siswa SMP, 544 siswa SMA, 340 siswa SMK, dan 306 siswa SLB.

Acara makin seru ketika panitia memutarkan kilas balik kegiatan O2SN. Banyak hal-hal seru yang disorot, mulai dari persiapan, pertandingan, sampai dengan ekspresi wajah para penonton. 😆 Sorak bahagia berlanjut ketika MC mengumumkan juara umum O2SN. Mereka yang mendapat juara umum yaitu Proponsi Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, mendapat tropi.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (9)

Pada kesempatan yang sama, Bapak Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D., juga memberi sambutan. Beliau memberi semangat dan mengingatkan kembali pada tujuan penting diselenggarakannya O2SN. Selain menggali potensi dan bakat, tujuan utama O2SN yaitu merekatkan rasa nasionalisme kepada Bangsa indonesia. Harapan beliau kepada para Kepala Sekolah dan Guru, gairahkan pembinaan olahraga agar potensi anak-anak makin berkembang. Kepada KONI, beliau berharap agar potensi anak-anak terus dipupuk sehingga nanti akan mendapat juara nasional.

Beliau juga menyampaikan bahwa, ada satu cabang olahraga yang selalu dikirim ke luar negeri, yaitu Karate. Cabang olahraga ini selalu mendapat medali emas dan perak. Tahun ini, Indonesia akan mengirim atlet Karate ke Belgia. Dengan adanya O2SN ini, beliau berharap cabang olahraga lain juga bisa meningkat ke taraf Internasional. Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan kepada Gubernur DIY dan Kadis Dindikpora yang sudah  yang sudah mensupport, memfasilitasi, dan mengkoordinasi kegiatan O2SN sehingga acara dapat berjalan sesuai harapan.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (5)
Sambutan dari Sri Sultan Hamengkubuwana X

Gubernur DIY dalam sambutannya sekaligus sebagai penutup acara, memberi selamat kepada seluruh atlet O2SN karena telah bertanding secara sportif. Bagi yang menerima medali, beliau berharap agar terus meningkatkan prestasinya. Sementara para atlet yang belum mendapat medali, beliau berpesan agar apat menerima kekalahan dengan sportifitas, sebagai cambuk untuk bangkit ke depannya.

Tepat pukul 21.30 WIB, acara penutupan O2SN diakhiri dengan gelaran sendratari Bekakak. Tari ini sebagai upacara adat yang digelar oleh masyarakan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Persembahan tari dari Duta Seni Pelajar DIY kembali memecahkan suasana GOR malam itu. Tari ini menggambarkan kesedihan Sri Sultan Hamengkubuwana I yang kehilangan dua abdi dalemnya karena meninggal tertimpa reruntuhan batu gunung Gamping. Sebenarnya tema tarinya menyedihkan dan ada horrornya, tapi yang aku gagal sedih karena melihat totalitas para penari. Gregeeet banget!

Sukses untuk O2SN Tahun 2018, semoga tahun depan bisa nonton O2SN barang satu cabang olahraga. Kalau bisa, sih, pas Kabupaten sendiri yang tampil. Soalnya aku dapat informasi dari beberapa teman Blogger yang kemarin sempat nonton pertandingan O2SN, katanya atlet dan juga para supporter dari Kabupaten Banjarnegara, tuh, semangat-semangat pisan. Jadi pingin ikut memberi semangat juga, kaaan. 😛

Demi Apa Ketagihan Shopping Blouse!

Di antara ratusan postingan di blog ini, ternyata aku belum pernah menulis tentang fashion dan beauty yang kini makin banyak ditulis oleh teman-teman Blogger dalam bentuk review atau ulasan. Padahal aku perempuan yang mana kesehariannya pastinya sangat dekat dengan dua topik tersebut. Kenapa coba? 😉 Tidak lain karena aku perempuan yang tidak mau ribet hanya karena pakaian dan make up. 😀

Dalam keseharian pun demikian. Tidak ada yang spesial dalam fashion dan make up. Kemana saja perginya, kaus oblong, celana jeans, dan snakers, setia menemani. Make up minimalis yang penting pakai gincu dan bedak biar keliatan udah mandi. Lalala…jaga jarak, ya. 😛

Kesan tomboy telah melekat dalam diri sejak masih belia imut-imut. Selain dalam tingkah laku yang sok gagah gentlemen, penampilan pun tidak kalah simpel dari cowok pengabdi kaus oblong sandal jepit. Sama sekali jauh dari kesan modis. 😀

Meski saat ini makin banyak bertebaran cewek modis, Ibu muda dengan satu anak ini tetap memilih untuk berpenampilan simpel. Qiqiqi. Duh…tidak takut kalah saing tuh, Bund? Hahaha. Kalau dengan hal yang satu ini, tudak terlalu takut, cuma minder saja kalau misal harus dijejerkan. Tapi gimana lagi, aku sudah merasa nyaman dengan penampilan yang super simpel tanpa ribet harus mencari perpaduannya dan juga model hijab meski sudah disajikan dalam bentuk tutorial di youtube. 😀 Ini tomboy murni atau tomboy dan juga pemalas, sih? Hahaha.

 

blouse wanita simpel
nampak lebih kalem, ya. Wkwkwk

Namun melihat tumpukan kaus di lemari, lama-lama agak bosan. Beli kaus oblong, baik di online shop maupun toko pakaian, lama-lama bosan juga. Pada akhirnya aku mulai tertarik berbelanja blouse wanita model terbaru, tepatnya mulai awal tahun ini.

Tentu bukan tanpa sebab aku mulai tertarik mengenakan blouse. Pakaian atau baju bermodel longgar yang kini juga lazim disebut dengan kemeja wanita ini memberi kesan feminim bagi perempuan yang mengenakannya. Dalam hal ini, aku sama sekali tidak ingin menjadi orang lain, atau menjadi terlihat fenimin. Aku sekarang lebih suka shopping blouse karena dengan mengenakannya ada kesan lebih rapih dan sopan. Blouse wanita model terbaru yang aku beli ini modelnya juga biasa, tidak yang harus ditambah dengan aksesori ini itu. Simpel, namun luwes.

Mengenakan blouse juga bukan berarti aku mengubah penampilan dan gaya berpakaian. Bukan itu, lho. Namun lebih pada sayang kepada diri sendiri, dan menghargai diri sendiri. Emm…ini agak dalam seperti galian sumur (lagi). 😀 Berarti dulu tidak sayang sama diri sendiri, gitu? Emmm…dulu sayang, dan kini makin sayang.

Sekarang aku merasa lebih nyaman dan percaya diri dengan mengenakan blouse dengan perpaduan celana jeans. Terkesan lebih sopan, dan ramah di tubuh. Bertemu dengan siapapun tidak perlu menghindar karena malu dengan pakaian yang sedang menempel di tubuh. Ya…meski tetap menggunakan celana jeans, tapi setidaknya kelihatan lebih santun. 😆

Jadi, buat yang mau memberi kado atau hadiah, cukup kirim blouse saja, ya. Kalau bingung model atau ukuran, bisa dilihat dulu di online shop, ada banyak pilihan blouse wanita model terbaru. Kamu bisa kirim linknya terlebih dahulu supaya aku bisa pilih-pilih model. 😀

Btw, jadi pingin ootd-an, nih. Ngumpulin nyali dulu aaah! 😛

Asian Games 2018 dan Teknologi yang Memudahkan Transportasi di Jakarta

“….Dan Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah!” Dengan bangga, dan semangat aku mengucap sepenggal kata tersebut di depan kamera yang dipegang oleh Rois, Videographer andalan aku dan teman-teman GenPI Banjarnegara.

Ah…rasa-rasanya baru kemarin aku bersama teman-teman GenPI Banjarnegara membuat kolase video sebagai bentuk dukungan atas penyelenggaraan Asian Games 2018. Tak terasa, kini hampir di penghujung Juli. Artinya, Asian Games sudah di depan mata.

FYI, Pesta olahraga Asia ke-18 akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus-2 September. Tak heran jika dua kota tersebut terus berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia. Nah, karena aku belum pernah sampai Palembang, rasanya tidak mungkin menceritakan tentang kota yang terkenal dengan kuliner Pempek itu. Makanya, aku mau ngomongin tentang DKI Jakarta saja di mana aku dulu cukup sering main ke Ibu Kota. 😀 #nyombong

Eh…masih pada sering nonton berita di teve? Jakarta sekarang ramainya makin menjadi, ya. Pada hari biasa saja, banyak orang berlalu-lalang, atau pergi pagi pulang petang baik untuk kerja, belajar, maupun sekadar main. Makanya, tak heran jika lalulintas sering macet karena banyak orang di luar, bejibun. Kebayang saat Asian Games digelar nanti, keriuhan dukungan para suporter, fans, maupun transportasi yang memadati jalan saat jam-jam tertentu.

Untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Salah satunya yaitu memperluas dan memperpanjang sistem ganjil genap. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya yaitu Olympiade Beijing 2012 lalu.

Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim karena pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. Tidak main-main, pelajaran dari Olympiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir. Luar biasa usahanya dalam memperlancar lalu lintas, ya.

Lalu, kenapa Jakarta juga perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?

asian games Jakarta Palembang
Asian Games Jakarta Palembang

Pertama, kemacetan masih menjadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya. Meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah, namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas.

Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya  mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik. Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas. Tentu saja dibarengi penyediaan angkutan umum yang lebih memadai.

Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman, terlanjur melekat di Jakarta seperti tahun 1990an dan awal 2000an.

Transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik. Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan peraturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke event Asian Games.

Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum. Ini kabar bahagia banget, kaaan!

Selain rekayasa lalu lintas ganjil genap, pemerintah juga akan berusaha membuat nyaman para wisatawan hanya dengan memanfaatkan teknologi. Ya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit.

Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis. Untuk dapat menggunakannya, kalian dapat mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, atau menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini, kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkutan kota. Fitur lain yang didapat yaitu kalian bisa cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif.

Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:

  • Ada notifikasi jika telah sampai di suatu halte, tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sudah sampai halte mana saat berkendara.
  • Terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
  • Terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai

Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasi  melalui kerja sama dengan Google Indonesia dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap. Aplikasi  ini akan memberikan informasi mengenai rute mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif. Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi.

Apakah kamu sudah menyiapkan diri untuk hadir dan turut memeriahkan Asian Games 2018? 

Notes: foto dan grafis di atas didapat dari Humas BPTJ, Kemenhub RI, dan Kamadigital.

Pindah Tidur Karena Piala Dunia, Duh!

Wahai para perempuan di dunia, kuatkan mental kalian. Tak lama lagi piala dunia bakal dimulai. Siapkan stok sabar sebanyak-banyaknya.” Ciutan yang aku baca di timeline sukses membuatku ketawa. Ini beneran nostalgia zaman SMA, ya. *eh* Dan itu ada benarnya, kalau sampai ngga sabar dan kuat mental hanya karena piala dunia, tiap hari bakal ribut terus sama pacar, tuh. Apalagi buat tipe cewek yang tiap jam harus ditelpon, tiap ngirim chat harus segera dibalas, bakal gempar euy!

Rasa-rasanya baru kemarin di Twitter ramai ciutan tentang kesiapan para perempuan yang tak lama lagi akan sering “ditinggal” pasangannya karena Piala Dunia. Eeh…tau-tau sekarang sudah masuk delapan besar. Padahal aku belum ikut ngetawain mereka yang statusnya masih pacaran tapi ikut drama, dan keliatan lebih drama dari yang sudah bersuami. 😀

Bagi perempuan yang ngga begitu suka dengan olahraga sepak bola seperti aku, hadirnya event yang digelar empat tahun sekali ini kadang menjadi moment yang menyebalkan. Tau sendiri lah, laki kalau sudah nonton bola biasanya bakal betah duduk berlama-lama di depan televisi. Belum mulai saja sudah siap banget di depan teve. Kalau lagi semangat, belum mulai pertandingan biasanya nyiapin camilan, atau kopi buat teman nonton. Giliran selesai pertandingan, mereka masih nyempetin banget membahas hasil pertandingan bareng teman-temannya. Asli, ini pengalaman gue yang paling mengenaskan. 😀

Tentang piala dunia, aku jadi ingat sama cowok yang dulu suka minta ditemani nonton bola sampai selesai pertandingan. Grrr…ini cowok hadir sebelum Ayahnya Yasmin lahir. *sekarang udah kakek-kakek, dong.* Hahaha. Sumprit, dari sore sampai malam yang dibahas adalah pertandingan sepak bola. Paginya juga masih ngomongin para pemain yang katanya staminanya menurun lah, tendangannya ngga bagus, kurang latihan, dll dlll. Seolah-olah dia jago banget nendang bola sampai gawang, padahal ya memang jago, sih. 😛

Aku kira obrolan tentang piala dunia yang dibahas saban jam sudah menjadi hal yang paling menyebalkan. Tapi ternyata ada yang lebih menyebalkan, yaitu nonton bola di rumah teman atau tetangga yang pada akhirnya sampai menginap karena saking asyiknya nonton bareng. 😆 Ini ngeselin banget karena akhirnya gue sering ditelantarin. Banyak banget alasan yang mengharuskan dia nonton bareng. Entah saluran televisi diacak, berebut acara teve, atau alasan lain yang lebih kuat.

Eh, tapi itu dulu, zaman belum banyak ponsel pintar dan paket data. Kalau sekarang, tuh, sepertinya jarang pada nonton bareng di rumah tetangga atau teman. Para pecinta sepak bola lebih memilih nonton di rumah sendiri meski ngga seramai nobar. Kendala yang mungkin terjadi, saluran televisi diacak.

Saat ini, ada banyak cara untuk menonton piala dunia. Semisal channel televisi diacak sampai menyebabkan acara pertandingan piala dunia ngga muncul, kamu bisa membeli paket nonton piala dunia. Paket yang aku maksud yaitu paket data untuk nonton piala dunia secara sreaming. Paket data yang dijual juga terjangkau, mulai dari Rp 89 ribu langsung bisa menikmati seluruh pertandingan piala dunia tanpa batas dan ngga ada lagi cerita cowok pindah tidur hanya karena piala dunia, duuuuuuh!

Baju Gamis Kembaran, Kenapa Tidak!

Obrolan paling seru ketika ramadan sudah berjalan setengah putaran yaitu tentang kue dan baju untuk lebaran. Dua hal ini seperti harus ada ketika lebaran. Dan persiapan paling ribet yaitu baju lebaran.

Kenapa paling ribet? Kalau kue bisa dibeli tanpa banyak pertimbangan. Sementara baju lebaran, kadang banyak hal yang menjadi pertimbangan atau bahkan perdebatan. Apalagi kalau pingin kembaran tapi dari sisi body saja beda jauh. Gimana ngga bikin kesal coba? 😀

Lebaran kali ini, Ibu pingin beli gamis kembaran dengan warna cerah. Aku sebagai anaknya yang punya kulit gelap setuju banget. Namun dengan perbedaan postur tubuh kami, nampaknya akan susah untuk mendapat sesuai dengan keinginan, tepatnya untuk lingkar dada dan tinggi badan. Intinya gue lebih wow ketimbang Ibu. Ada, sih, dengan pilihan sesuai ukuran, L atau XL, misalnya. Tapi tetap saja harus teliti sebelum membeli supaya sesuai, termasuk model gamis.

Nah, berikut beberapa model gamis yang kami inginkan sesuai dengan referensi yang telah kami dapat.

1. Gamis berwarna pastel polos.

Warna pastel kini sedang menjadi warna favoritku. Gamis warna pastel polos sepertinya ngga cerah dipakai. Alasan memilih warba ini salah satunya ntuk menunjukkan sisi keanggunan. Hahaha.

Setelah mendapat warna pastel, selanjutnya dipadukan dengan khimar atau hijab warna senada. Dengan ini kayaknya penampilan kami nampak sederhana namun tetap cantik. Uhuuuy.

2. Gamis model abaya.

Gamis dengan model abaya menjadi baju gamis wanita modern yang sedang cukup populer saat ini. Umumnya abaya ini warnanya hitam dengan beberapa hiasan di bagian tangan atau dada. Meski begitu, aksen dan detailnya pun ngga terlalu ramai.

Modelnya seperti dress biasa, namun sedikit ada perbedaan dengan gamis pada umumnya. Abaya menjadikan penampilan berbeda, sayangnya aku kurang suka kalau warna gelap. Ya…meski Ibuku pingin dan masih galau, gitu. 😀 #katanya pingin warna ceraaah, Buuuuk? 😛

TELAGA SUNYI BATURRADEN
Sesekali pakai gamis lah, Bukkk. 😀

3. Gamis berbahan satin.

Gamis dengan bahan satin ini sebenarnya menjadi pilihan utama karena multi guna. Buat lebaran oke, kondangan pun. Hahaha. Bahan satin ini nampak agak mengkilap dan terasa panas jika dipakai. Maka dari itu, musti pandai-pandai memilih. Pilih lah bahan satin yang berkualitas sehingga bisa nyaman saat dikenakan.

4. Gamis Putih Akasen Bunga

Gamis dengan motif bunga seolah merupakan gamis yang ngga akan pernah ada matinya. Terlebih jika memilih warna dasar putih lalu beraksen floral. Ugh, musim banget iniii.

Model seperti ini lagi-lagi terlihat sederhana, namun memberi kesan awet muda. Siapa yang ngga ingin nampak awet muda coba? Ibuku demen banget, nih. 😀

5. Gamis dengan ikat pinggang.

Ini agaknya cocok buat mereka yang masih belia, tapi kemarin saat browsing kami nemu model gamis dengan ikat pinggang tapi cocok buat orang dewasa. 😆 Adanya tambahan aksen pita di gamis membuat model kian terlihat modern.

Pita yang dipakai pun bisa pita tipis, sabuk, dan pilihan lainnya. Tapi ngga tahu kenapa, aku belum percaya diri menggunakan baju dengan model pita ini. Ya maklum, sih, gue belum langsing. Hahaha.

Itulah beberapa model gamis yang kami jadikan referensi. Masih banyak model lain yang disarankan oleh mesin pencari. Apalagi kalau udah masuk toko online, ugh…bkal mabok karena banyaknya rekomendasi model. 😉

Ramadan Ekstra Bikin Bahagia

Ramadan Ekstra Bikin Bahagia – Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata Ekstra? Ada rasa bahagia, kan? Kalau aku, sih, iya. Karena arti kata ekstra menurut kamus yaitu tambahan di luar yang resmi. Gimana? Bahagia pastinya kalau bisa dapat tambahan. Apalagi tambahan itu datang di waktu yang tepat. Seperti Ramadan ekstra. Kan bahagia pakai banget. 😛

Menjelang bulan suci umat muslim, ada semacam rutinitas yang harus aku lakukan di luar ibadah. Adalah belanja! 😆 Belanja kebutuhan harian ketika ramadhan rasanya lebih istimewa dibandingkan dengan hari biasa. Baru membuat daftar barang yang mau dibeli saja, bahagia rasanya. Benar, ngga? Terlebih sekarang ada toko online yang dengan baik membuat program bertajuk Ramadan Ekstra. Ugh… 😆

Toko online bernama Tokopedia, dengan bangga menawarkan berbagai macam kebutuhan selama bulan suci dengan harga lebih hemat dari biasanya. Kalau udah gini, siapa yang menolak dikasih Ramadan Ekstra a la Tokopedia? Hayook…tunjuk jari telunjuk! 😆

Para pelanggan setia Tokopedia (Topers) harus tahu, bagaimana untuk dapat belanja lebih hemat kebutuhan bulan Ramadan dengan program Ramadan Ekstra.

Berikut aku kasih tahu tiga tip untuk mendapat Ramadan Ekstra di Tokopedia.

Membandingkan Harga Antar Toko.

Topers pasti paham kalau Tokopedia memiliki banyak toko online berkualitas, kan. Nah, jika kamu punya barang idaman di sana, ada baiknya membandingkan barang tersebut dari toko satu dengan toko lainnya sebelum fix membelinya. Misalnya Mukena Katun, nih. Ada ribuan toko online yang direkomendasikan oleh Tokopedia. Cari yang sekiranya harga lebih di bawah, namun kualitas tetap bagus. Jangan lupa terlebih dahulu baca deskripsi pada barang yang akan dibeli.

Ramadan Ekstra, Beli Produk Dari Kreator Lokal.

Naaah ini, nih, godaan banget. Entah karena sok atau memang terbiasa menggunakan produk branded atau bermerek, kalau mencari produk di tokopedia pasti berdasarkan merek. Ya, kaaaan? Padahal produk-produk lokal sebenarnya juga ngga kalah bagus dari segi kualitas. Apalagi sekarang Tokopedia, memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal.

A post shared by GENPI BANJARNEGARA (@genmilebnr) on

 

Ingat, produk kreasi dari kreator lokal hadir dengan kualitas bersaing, namun dengan harga ramah kantong. Hyaaa…itung-itung ikut bantu produk lokal.

Cari Toko Online Terdekat Saat Berbelanja

Ini tak boleh dilupakan saat berbelanja online. Ya, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilih lah toko online yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal kamu supaya bisa menghemat ongkir. Di Tokopedia, Topers dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik.

THE VILLAGE PURWOKERTO
Yuk…cari-cari di toko lain juga, Tokopedia!

Hal lain yang juga perlu diperhatikan terkait biaya yaitu metode pengiriman dan cara pembayaran. Bandingkan antar jasa pengiriman barang, ya!

Manfaatkan Promo dan Diskon di Ramadan Ekstra.

Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran dalam berbelanja online. Nah, di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi Topers untuk menikmati bulan Ramadan dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan. Ugh…promo dan diskon di toko online selalu menggiurkan. Waspadalaaaah! 😀

berburu diskon di toko online
Dengar kata diskon dan promo, bawaannya pingin lari…

Dengar-dengar, Tokopedia akan memberi kejutan pada 25 Mei. Artinya, audah ada program ramadan ekstra, dan ini akan ditambah lagi ekstranya. Dobel ekstra layaknya festival belanja online “Black Friday”. Sebagai pelanggan setia Tokopedia, aku berharap ada deal-deal di waktu tertentu saat ramadan nanti. Tapi jangan menjelang bedug maghrib atau imsyak, soalnya pasti lagi riweh banget! Waktu yang tepat mungkin jam istirahat antara jam 11.00-14.00 WIB atau malam hari jam 20.00-22.00 WIB. Maunyaaaaaaaaaa. 😀

Omong-omong, apa yang kamu inginkan di Ramadan Ekstra a la Tokopedia tahun ini? Sharing laaah. 😀

Pengalaman Membatalkan Pesanan Tiket Kereta Api

Domisili di Banjarnegara, mau ada acara di Jakarta dan pinginnya naik Kereta Api biar lebih cepat. Bisa banget, dong. Cukup berbekal smartphone dan paket data, pesan lah tiket Kereta Api secara online. Beli Tiket Kereta Api di Tokopedia, misalnya. Tinggal buka websitenya, atur jadwal keberangkatan atau pulang, bayar, dan jangan lupa konfirmasi pembayaran. Praktis, bukan?

Zaman sekarang yang dicari memang kepraktisan, apalagi soal pemesanan ini itu. Ketimbang harus telephone atau chat yang memerlukan banyak waktu dan juga biaya, lebih praktis mengunjungi websitenya langsung, kan. Bisa lebih leluasa dalam memilih jadwal pemberangkatan maupun pulang. Bonusnya, siapa tahu pas lagi booking tiket ada penawaran diskon. Alhamdulillaah banget, kan.

Sayangnya, nih, yang bisa dijangkau secara online baru pemesanannya saja. Belum sampai pergantian atau pembatalan jadwal karena untuk mengurus ini, pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) memerlukan identitas diri dan tanda tangan si pemesan. Andai ini bisa dilakukan secara online, aaah…kenyamanan naik seratus persen, deh. 😛

CARA REFUND TIKET KERETA API
Stasiun Purwokerto siang itu…

FYI, syarat wajib untuk melakukan pembatalan pemesanan tiket kereta api, kamu harus datang ke Stasiun terdekat. Ini ngga bisa ditawar karena segala bentuk transaksi ada di stasiun. Hihihi. Nah, berikut langkah-langkah mengurus pembatalan tiket kereta api yang kini lebih cepat, dan sama sekali ngga ribet.

Siapkan Semua Dokumen

Jangan berpikir kalau dokumen yang dimaksud ini memberatkan, ya. Karena yang dibutuhkan oleh PT. KAI, dalam hal ini yang menangani adalah Costumer Service (CS), adalah hanya bukti pemesanan tiket, dan kartu identitas asli. Saat itu aku ngga membawa bukti pemesanan tiket. Agaknya lupa mencetak bukti pemesanan. 😆 Tapi ngga masalah karenan aku memesan tiketnya secara online. Jadi bukti pemesanan masih tersimpan di email.

Datang ke Stasiun Terdekat

Untuk melakukan pembatalan pemesanan tiket kereta api, aku datang langsung ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Purwokerto di mana jaraknya kurang lebih 60 km dari Banjarnegara. Perjuangan banget, ya? Betul! Ini demi apa saydara setanah air? Demi duit supaya ngga hangus. Kalau aku membiarkannya hangus, nanti PT. KAI tambah sugih, dong. Hahaha.

Ini kenapa harus datang ke stasiun? Hiih…sudah dibilang bahwa, segala transaksi terkait pembatalan tiket kerata api bertempat di Stasiun. Kalau ngga punya waktu buat ke Stasiun, kamu bisa mewakilkan transaksi ini kepada siapapun dengan syarat harus dengan Surat Kuasa. Semacam pelimpahan, gitu.

Menyerahkan Dokumen ke Costumer Service

Dua hal yang perlu diperhatikan terkait dokumen yaitu bukti pemesanan tiket yaitu ID PemesananKartu Identitas, dan Nomor Rekening Bank (jika punya). CS hanya meminta ID Pemesanan saja, tanpa bukti fisiknya. Sementara untuk kartu identitas, musti bawa yang asli. Nantinya CS akan membantu untuk menggandakan kartu identitas. Selain menggandakan, CS juga membantu mengisikan data diri, termasuk pengisian nomor rekening guna pengembalian dana. Di ruang CS yang begitu sejuk, aku hanya duduk manis dan tanda tangan. Uwwh...ngga ribet pokoknya, ya.

Berikan Dokumen ke Petugas Loket

Sampai tahap ini, aku tergolong orang yang beruntung. Setelah CS memberi informasi nomor loket khusus pembatalan dan pergantian jadwal, aku langsung bergegas menuju loket 4, sesuai instruksi Mas CS yang sampai saat ini aku lupa namanya siapa. Di loket ini tanpa sistem antrean, lho. Tapi aku merasa beruntung karena saat itu hanya ada satu orang saja yang sedang melakukan transaksi.

CARA PEMBATALAN TIKET KERETA API
Jangan banyak tanya, semua sudah jelas. 😀

FYI, seluruh dokumen yang didapat dari CS diserahkan kepada petugas loket. Dokumen tersebut berupa fotokopi kartu identitas, print out tiket, dan formulir pembatalan. Setelahnya, petugas akan mengembalikan salinan formulir sebagai bukti pembatalan pemesanan tiket kereta api.

Pengembalian Akan Ditransfer Via Bank

Ini yang paling ditunggu-tunggu! 😆 Pengajuan pembatalan tiket kereta api yang dilakukan tidak lebih dari 30 menit sebelum jadwal pemberangkatan Kereta yang tertera di tiket akan mendapat pengembalian dana tiket meski ngga utuh. Terpotong 25% dari harga tiket kereta api. Masih lumayan lah, ya, bisa dipakai untuk beli Scraf Hijab.

Pengembalian dana tiket yang telah batal dilakukan setelah hari ke-30 melalui transfer atau diambil tunai di stasiun yang ditunjuk.  Jika kamu akan mengambilnya di Stasiun, maka harus menunjukan salinan formulir pembatalan kepada CS.

 

PEMBATALAN TIKET KERETA API
Formulir pembatalan ini rangkap 2, ya.

Eh, ini kenapa melakukan pembatalan?

Ceritanya, awal bulan ini aku berniat menghadiri acara mubes warung blogger yang berlokasi di Jakarta. Acara ini berlangsung satu hari pada hari Sabtu. Artinya, aku harus berangkat hari Jum’at, dong. Yaudah, aku pesan tiketnya untuk hari Jum’at. Rencana semula, hari Jum’at aku akan mengajukan izin ke atasan, gitu. Tapi ternyata aku harus menghadiri undangan rapat dan itu WAJIB. Ini undangan mendadak, cuuuy. Bikin KZL!

Buat kamu yang hendak bepergian menggunakan tranportasi Kereta Api, betul-betul dipertimbangkan sebelum memesan tiket, ya. 😉