Rekomendasi Waterpark yang Asyik di Banjarnegara

Semenjak masih berdua, aku dan suami kerap mengisi akhir pekan yang tidak cukup panjang dengan kegiatan renang. Salah satu olahraga menyenangkan yang dapat kami lakukan bersama. Menyenangkan karena dapat menyehatkan badan, dompet dan yang tak kalah asyik tuh karena Banjarnegara mempunyai waterpark lebih dari satu.

Ini lah yang membuat kami tidak pernah bosan untuk renang. Terlebih saat ini ada si kecil, renang makin menyenangkan dan menjadi salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu. Cuma bedanya, dulu hampir tiap akhir pekan, sekarang satu bulan cukup sekali. Ini kalau mood kami lagi normal. Kalau mood sedang terjun, bisa sampai lupa rasanya main perosotan di kolam renang. 😛

Memang, waterpark di Banjarnegara belum setenar Owabong, waterpark di Purbalingga. Tapi, waterpark yang ada di Banjarnegara tidak kalah KEREN! Asli. Serius. Yakin.

Kagak percaya? Mari buktikan sekarang juga! 😆 😛 :mrgreen:

1. Surya Yudha Park

Sedari masih sendiri, aku memilih waterpark ini karena lebih mudah dijangkau dengan transportasi umum dan dekat dengan rumah, yaitu di Jl. Raya Karang Kobar KM. 1, Desa Rejasa, Madukara, Banjarnegara. Meski bukan waterpark favoritku, aku merekomendasikan SYP (Surya Yudha Park) sebagai pilihan pertama karena di sini tersedia berbagai jenis kolam untuk usia anak-anak sampai dewasa.

SYP ini waterpark favorit suami. Menurutnya, dia merasa nyaman dan betah renang di sini karena banyaknya wahana dan fasilitas yang disediakan. Seramai apapun, dia bisa menikmati. Lebih puas, katanya.

surya-yudha-park-banjarnegara

Fasilitas pendukung yang ada di SYP diantaranya yaitu Hotel bintang tiga, Cafe, Bioskop, Tempat fines, Berbagai spot menarik untuk berfoto, dan fasilitas lainnya seperti family karoke. Btw, si kecil juga suka banget kalau diajak ke sini. Soalnya banyak visualiasi yang membuatnya gemas. Seperti Onta yang ada di taman, atau patung merlion.

Meski HTM (Harga Tiket Masuk) cukup terjangkau, yaitu Rp 25.000 per orang, tapi waterpark ini kurang ramah untuk bayi sampai usia satu tahun. Kenapa? Karena SYP belum menyediakan air hangat yang dibutuhkan oleh bayi. Ya, supaya tubuh lebih fit dan nyaman, si kecil biasanya kumandikan dengan air hangat setelah renang.

2. D’Qiano Hot Spring Waterpark

Renang di Dataran Tinggi Dieng yang mana udara di sana dingiiiiiine pwoool. Pernah kebayang?

Ini kolam renang favoritku! Meski tidak begitu luas, tapi puas banget renang sekaligus berrendam di dalam air hangat alami. Iya, hangatnya kolam renang di D’Qiano ini alami dari aliran Sileri Dieng.

Kebayang nikmatnya, kan? Renang di waterpark tertinggi se Indonesia raya.

dqiano-dieng-banjarnegara

Seramai apapun D’Qiano, aku tetap betah berlama-lama di sini. Selain suguhan alamnya yang cakep abis, ada dua kolam dengan suhu lebih hangat dari kolam renang utama yang dapat digunakan untuk terapi. Kolam terapi ini airnya agak samar-samar aroma belerang, gitu.

Btw, di sekitar D’Qiano juga terdapat penginapan. Ya, menginap di sekitar D’Qiano, lalu paginya berrendam di kolam hangat. Asyik banget! Fasilitas penunjang seperti tempat makan, kamar ganti, toilet, dan mushala, telah disediakan.

HTM D’Qiano ini sangat terjangkau. Cukup membayar Rp 30.000, pengunjung bisa mulai renang dari jam 09.00 sampai jam 17.00 WIB. Renang sampai kulit keriput. Hahaha

Kami belum pernah mengajak si kecil ke sini karena lokasinya cukup jauh dari rumah. Tepatnya di Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara. Kurang lebih 90 menit dari rumahku. Padahal kalau dekat, tidak perlu repot-repot memesan air hangat untuk mandi si kecil karena air kolam sudah hangat, ya. 😛

3. Kolam Renang Serulingmas

Ini belum masuk waterpark. Masih sebatas kolam renang biasa. Kolam renang paling sederhana versi kami, tapi menjadi kolam renang andalan keluarga. Memang, tidak banyak mainan dan tipe kolam di sini, tapi kami nyaman di Kolam Renang Serulingmas.

Kolam renang ini satu lokasi dengan TRMS (Taman Rekreasi Marga Satwa) Serulingmas yaitu di Jalan Selamanik No. 35, Kutabanjarnegara. Ini salah satu alasan, mengapa kolam tersebut menjadi kolam favorit keluarga. Jika sedang punya banyak waktu, kami memilih untuk  keliling taman terlebih dahulu, melihat koleksi satwa TRMS.

seerulingmas-banjarnegara

Fasilitas yang disedakan sebanding dengan HTM yang murah meriah yaitu Rp 5.000 per orang, dan anak sampai usia 1 tahun gratis. Di sini serba sederhana, termasuk tempat ganti, toilet dan beberapa warung kecil yang menjajakan minuman dan makanan ringan. Sederhana, tapi pelayanan cukup memuaskan, baik dari bagian loket sampai warung-warung.

Selain satu lokasi dengan TRMS, alasan lain kenapa waterpark ini menjadi favorit kami yaitu karena ada satu warung yang menyediakan air hangat untuk mandi. Tidak hanya untuk bayi saja, orang dewasa juga boleh membeli air panas di warung.

Ya, air panas dijual dengan harga Rp 1.000 per gayung. Nyenengin banget pokoknya. Cukup beli tiga gayung, badan si kecil nampak lebih fit. Bapake sama Mamake cukup pakai air segar di kamar mandi. 😛

4. Serayu Park

Baik weekday maupun weekend, waterboom ini serasa milik pribadi. Suasananya tidak terlalu ramai. Meski banyak anak-anak yang menikmati kolam ini, tapi suasana SP (Serayu Park) tetap saja adem. Sebenarnya, aku suka banget renang di sini, di waterpark yang lokasinya cukup dekat dengan Kolam Renang Serulingmas. Namun, suami agak malas-malasan kalau diajak ke sini, nih.

Kira-kira karena apa malasnya? Padahal, kolamnya sama bersih dengan ke tiga kolam di atas.

serayu-park-banjarnegaraBagi suami, kolam renang dewasa di SP kurang greget. Padahal, aku suka banget dengan kolam arusnya. Tapi, suami suka alasan banget, nih. Padahal, pelayanannya okejos. Pengalaman, aku pernah minta air hangat untuk mandi si kecil, tapi karena tidak ada fasilitas tersebut, karyawan SP yang berada di sekitar kolam menawarkan satu liter air mineral untuk dimasak. Baik banget kan, ya. Peduli.

Air hangat tersebut tentunya tidak gratis. Maklum, sih, air mineral saja beli. Masa mau gratis muluuuu, ih. Cukup membayar Rp 5.000 tanpa tips, si kecil bisa mandi dengan air hangat, yey!

Eh, pingin tahu alasan lain, kenapa Ayahnya Jasmine malas-malasan kalau diajak renang di SP?

“HTMnya sih murce, Rp 15.000 per orang. Tapi, makanan di restonya mihil-mihil. Males ah!”

Hihihi…biasanya yang malas masalah duit itu perempuan, ya. Tapi ini laki-laki punya rasa malas juga. Uhuy…yaiyalaaah, orang yang bayarin untuk renang beserta embel-embelnya kan Ayaaaaah! HAHAHAHA…Suami juga paham banget dengan kebiasaanku setelah renang di sini. Yaitu mampir ke Resto Bumbu Alam yang berada di dalam satu lokasi, gitu. Dan aku selalu memesan makanan dan camilan dobel dobel dobel yang harganya memang lumayan. 😆 😛 😛

Dasar susah ngirit kalau pergi sama suami. Apalagi kalau tahu dibayarin. Ambiil…ambiill..pesaan…pesaan! 😆 Oiya, di sini juga ada tempat karokenya. Cukup ramai karokenya. Dulu pas masih suka jeng-jeng sama Sekawan, tempat karoke di SP ini merupakan tempat karoke favorit! Duuh…jadi kangen karokean bareng kalian, Kawan. 😛

Kalau disuruh milih, kamu lebih suka waterpark yang mana dari keempat waterpark di atas. Pilih saja, gratis. Kagak bayar. Tenang, aku tidak akan mengajakmu renang kok. 😛

Menyegarkan Pikiran Cukup dengan Piknik Dalam Kota 

Bertempat tinggal di Bumi Banjarnegara sama sekali tidak menghentikan salah satu hobi yang selalu sukses bikin bahagia. Adalah Jalan Jajan. Meski tergolong kota yang tidak terlalu besar, Banjarnegara punya banyak tempat wisata, Kawan! Pokoknya tidak akan terucap kata “bingung mau ke mana”.

Apakabar otak yang tiap hari terus berputar, tanpa diberi penghargaan? Diputar terus-terusan, sampai kepala nyut-nyutan, migran, mata jireng, tangan pegal karena nyaris tiap hari menekan tuts keyboard. *tukang ketik* Beeeuh…usia berapa saat ini? Qiqiqi

Etapi asli, bukan karena usia. Melainkan kebutuhan. Sesekali piknik itu perlu diagendakan. Pikiran kita perlu banget banget untuk direfresh. Tidak harus tiap akhir pekan, minimal sebulan sekali sebagai pemulihan jiwa. 😀 😆

Menurutku, piknik tuh bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu piknik online dan offline. 

Sebagai Blogger tentunya paham, apa itu piknik online? Yaitu jalan-jalan ke situs yang memberi informasi seputar wisata. Atau, sebagai perempuan bisa memilih LARI ke situs online shop. MAPEMALL.COM, misalnya.

Salah satu situs tujuan gaya hidup premier di Indonesia dengan berbagai kategori produk yang tidak cukup hanya dengan satu klik, lalu puas.

mapemall
Hayook ke LONDON! Kapan?

😉

Banyak kategori produk tentunya banyak pilihan, dong. Diantaranya yaitu; perlengkapan make up, kebutuhan pakaian Dewasa, Anak, sampai kebutuhan Ttraveling ada di MAPEMALL.COM.

Sadar se sadar-sadarnya, sekarang aku punya baby yang belum bisa menikmati sensasi saat naik Kora-kora. Asyiknya menerjang jeram arus Sungai Serayu. Atau, perjalanan jauh ke luar kota, dua belas jam berada di dalam mobil.

Piknik dalam kota menjadi pilihan cerdas! Tidak terlalu berrisiko dan pastinya happy ending. Yakin itu!

Pertama kali kami piknik yang benar-benar terasa yaitu ke TRMS Serulingmas. Taman Rekreasi yang memang telah lama direncanakan jauh hari sebagai taman pertama untuk kami singgahi.

Yoyoi…sampai usia si kecil dua puluh bulan, Taman menjadi pilihan untuk menyegarkan pikiran bersama Ayah dan juga Si Kecil.

perlengkapan-traveling
Perlengkapan yang tidak ketinggalan!

Yoyoi…sampai usia si kecil dua puluh bulan, Taman menjadi pilihan untuk menyegarkan pikiran bersama Ayah dan juga Si Kecil.

Menyegarkan pikiran dengan cara piknik di dalam kota kami lakukan sebagai bekal, semacam belajar mempersiapkan segala kebutuhan untuk traveling ke liar kota, atau bahkan Luar Negeri. *ini doa* *aamiin aamin ya Rabb*

Review saat piknik ke TRMS Serulingmas, ternyata cukup banyak perlengkapan yang harus kami bawa. Terutama milik si kecil yang memang harus dibawa. Tidak bisa dibeli saat itu juga dengan pertimbangan efisiensi. Hahaha Yaa…kalau di rumah ada, kenapa harus beli lagi dan lagi, ya. 😆 😆 😆

taman-copy

Biarlah ransel manisku terisi penuh, asal itu isi perlengkapan penting traveling. Tidak perlu jauh-jauh sampai ke Kalimantan Timur. Cukup dengan piknik dalam kota untuk sekadar menyegarkan pikiran, melepas penat.

Pssst…untuk saat ini dan sejauh ini memang cukup piknik di dalam kota. Karena bulan depan kami ada acara family trip bersama Sekawan. Qiqiqiqi *tuuh…tidak konsisten* *maafkan ya* *bercanda* *misi utana tetap dalam kota* *serius*

Persiapan Sebelum Body Rafting di Green Canyon

Tidak selamanya nekat akan membuat orang kapok. Ada banyak hikmah dibalik nekat. Aku baru merasakan, ternyata nekat tuh, seru. Otak, anggota badan, semua turut andil saling menyemangati.

“Kamu bisaa. Meski persiapan tidak ada, kamu pasti bisa. Nekat saja dan yakin akan selamat!”

Hanya itu yang terucap dari bibir ini saat aku memutuskan untuk piknik ke daerah Pangandaran dan sekitarnya selama 2 hari. Aku yakin atas do’a dan harapan yang telah kuikrarkan.

Meyakinkan diri sebelum melangkah itu penting. Bersama seorang teman Blogger dari Cilacap, Mas @sobatbercayaha, kami menentukan meeting point di Stasiun Sidareja Cilacap.

Ternyata, dari Cilacap menuju kawasan Pengandaran cukup dekat. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam. Itu pun laju kendaraan kami normal dan sudah dapat bonus bertanya sana-sini karena kami tidak memanfaatkan Google Maps. Hanya tahu nama objek beserta lokasinya saja. 😛

Empat Pantai, Dua Goa dan Green Canyon. Cukup memuaskan piknik kala itu. Green Canyon menjadi objek wisata pamungkas karena niat awal kami hanya ingin naik perahu keliling dermaga saja, tanpa ciblon di sungai Cijulang.

 BODY RAFTING GREEN CANYON JAWA BARAT

Sesampainya di lokasi dan melihat banyak orang yang memakai pelampung, kami tidak sabar untuk segera tahu detil olahraga yang nantinya akan menghabiskan banyak tenaga. Kata Kang Baha, sih.

Kalian masih muda. Mending ikut body rafting saja. Lebih puas dengan Rp 200.000 per orang.

Deeegh…MASIH MUDA. Rugi banget banget banget, sudah sampai Green Canyon, tapi tidak body rafting. Menurut penjaga loket yang saat itu sedang ketiban rejeki. Banyak wisatawan mengantre tiket perahu keliling dermaga. Saat itu, uang sejumlah dua ratus ribu bagiku adalah nominal yang tidak sedikit. Uangku sudah limit, Sist. Idiih…ujung-ujungnya curhat. Padahal, aku jamin tidak ada yang akan ngasih uang sebanyak itu secara cuma-cuma. Whahaha…

green-canyon-pangandaran-5

Belajar dari pengalaman piknik ke Green Canyon, ternyata setidaknya ada lima hal yang perlu dipersiapkan sebelum memutuskan untuk body rafting, menyusuri aliran sungai Cijulang selama kurang lebih 5 jam.

Apa saja yang perlu dipersiapkan? Baca point penting di bawah ini, ya!

Pastikan Aman dan Nyaman dalam Perjalanan

Ada banyak pilihan moda transportasi yang dapat membawa kamu sampai Green Canyon. Pilih yang sekiranya mudah didapat, aman dan kondisinya “sehat”.

Empat jam perjalanan dari Banjarnegara menuju Cilacap menggunakan transportasi Bus. Lanjut, berganti moda transportasi yaitu sepeda motor menuju Green Canyon, Ciamis, Jawa Barat. Belum lagi, keliling objek wisata lainnya selama dua hari.

GREEN CANYON JAWA BARAT

Aku yakin akan sampai di tujuan dengan selamat. Pun saat pulang nanti. Harapan saat hendak melakukan perjalanan memang harus bersugesti yang baik-baik. Ya…meski musibah tidak ada yang tahu kapan datang.

Jika  bugdet cukup longgar, memanfaatkan jasa asuransi perjalanan adalah salah satu cara bijak yang dapat kamu lakukan. Asuransi khusus yang bermanfaat ketika saat dalam perjalanan suatu hal buruk terjadi. Musibah. Carilah asuransi perjalanan sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan memilih dan membeli asuransi perjalanan dengan harga mahal. Cermatilah manfaat, kegunaan, serta fasilitas yang didapat dari asuransi tersebut.

Budget.

Naik Perahu, kemudian keliling di sekitar Dermaga sampai hanya mulut Green Canyon. Atau, naik mobil pick up, lalu turun di area bukit untuk memulai body rafting. Pilihan ada di tangan masing-masing, ya. Tingkat kepuasan juga masing-masing, ya. Qiqiqi

green-canyon-pangandaran-2

Jika punya buget kurang lebih Rp 300.000 dan tanaga kamu oke, aku sarankan untuk memilih body rafting. Soalnya, kalau hanya naik perahu kayu sampai di mulut Goa, rasanya kurang greget. Anggaran sebanyak itu bisa digunakan untuk membayar tiket, beli jajan, makan-minum sebelum dan setelah selesai body rafting. Tiket seharga Rp 200.000 kala itu belum include paket makan.

Berada di dekat basecamp pemandu wisata, ada banyak warung makan sederhana. Fasilitas penting lain seperti toilet dan kamar mandi juga tersedia.

Tenaga, Jiwa dan Raga!

Disebutkan semuanya! Berlebihankah? Tidak, dong. Menyusuri sungai kurang lebih 5 jam, membutuhkan tenaga, stamina yang kuat dan kondisi fisik yang benar-benar fit. Begitu juga dengan jiwa. Emosi diusahakan stabil saat hendak body rafting. Karena KITA berolahraga tidak sendirian. Bersama tim yang terdiri dari lima peserta, sebisa mungkin kompak.

Arus dan medan sungai Cijulang memang menantang. Bebatuan yang tersebar di pinggir, tengah, sukses membuat gagap peserta yang belum jago berenang macam aku. Whahaha MAka dari itu, musti santai, menikmati tiap jeram meski kadang bikin gerogi.

green-canyon-pangandaran-3

Tidak egois adalah kunci utama saat body rafting di Green Canyon. Satu pemandu membawa lima peserta acak. Maksudku, sebelum berangkat, tim pemandu dari JANGGALA memberi arahan.

Jika dari lima peserta ada yang tidak bisa berrenang sama sekali, maka nanti akan mendapat perhatian khusus. Mereka membagi tim dengan adil. Tiga orang jago renang, dua orang jago tidur, misalnya. 😛

WISATA GREEN CANYON

Ada baiknya kamu makan terlebih dahulu sebelum berrenang senang, teriak-teriak di sungai yang mungkin akan menghabiskan banyak tenaga.

Perlengkapan Body Rafting.

Selain asuransi perjalanan, keamanan lain saat piknik ke Green Canyon yaitu pemakaian perlengkapan body rafting. Sandal khusus, pengaman lutut, pelampung dan helm air adalah perlengkapan yang harus dipakai, safety saat melakukan body rafting.

green-canyon-pangandaran-4

Perlengkapan di atas sudah termasuk fasilitas yang didapat dari penyedia jasa atau operator body rafting di Green Canyon

Sebelum seluruh peserta diangkut menuju start point, operator akan cek satu per satu, memastikan perlengkapan telah terpakai dengan benar. Jadi, tidak perlu khawatir atau takut jika perlengkapan yang dipakai saat itu bermasalah, ya. Operator JANGGALA siap membantu.

green-canyon-pangandaran-6

Untuk keperluan dokumentasi, kamu bisa menitpPkan handphone atau kamera kepada Pemandu. Tidak hanya itu, pemandu dari JANGGALA juga mau banget dititipin jajan, lho. Whahaha…

Pakaian.

Bagiku, salah satu bentuk nekat memilih body rafting yaitu dari sisi pakaian. Yaa…bagaimana tidak. Ini kali pertama aku basah-basahan mengenakan celana jeans.

Kagak NYAMAN, blas! Beraaaad, cuy!

green-canyon-pangandaran-7

Penting banget buat menyesuaikan pakaian saat berwisata. Memang, ini tidak tergolong salah kostum fatal. Tapi, asli tidak nyaman banget olahraga di air mengnakan jeans. Kurang bebas bergerak.

Jadi, apa kebutuhan kamu untuk body rafting, persiapkan! Boleh nekat, asal tidak terpaksa, ya. Seperti aku, nekat  yang berakhir bahagia. Namun, evaluasi setelah piknik itu penting. Untuk kebaikan kedepannya. ^_*

Baca juga: Asyiknya membuat “Gerbong Kereta” bersama JANGGALA.

Rekreasi ke Kebun Binatang Serulingmas. Ngapain Saja di Sana?

Rekreasi ke Kebun Binatang Serulingmas – Taman Rekreasi Margasatwa (TRMS) Serulingmas menjadi satu-satunya kebun binatang di wilayah Eks. Karisedenan Kedu dan Banyumas. Satu-satunya, lho. Meski Purbalingga punya Sanggaluri dan River World, tetaplah beda.

Gimana, Sist? Secara potensi, termasuk aset yang luar biasa, kan? Andai tiap akhir pekan wisatawan dari Kabupaten tetangga silih berganti piknik ke Serulingmas. Beeuh…panggung hiburan bakal bergoyang sampai petang. 😆

Berlokasi kurang lebih 2 km dari alun-alun Banjarnegara, tepatnya  di Jl. Selamanik, TRMS Serulingmas lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Selamanik. Memang, belum banyak yang tahu keberadaan TRMS ini. Masih kalah pamor dengan Surya Yudha Park yang belum lama berdiri.

Tak terhitung sudah berapa kali kami memilih Serulingmas sebagai tempat untuk bersantai, melepas penat, bergembira bersama Si Kecil. Kebiasaan kami sebelum menuju Serulingmas, yaitu mencari camilan terlebih dahulu. Melipir ke mini market terdekat yang menyediakan aneka camilan. Alfamart, misalnya.

KEBUN BINATANG SERULINGMAS copy

Persiapan Snack untuk Rekreasi.

Alasan kami memilih Alfamart, karena hampir tiap hari mereka memberi promo dan diskon untuk produk tertentu. Namanya Bu-Ibu, melihat kata diskon mata langsung berbinar-binar. Apalagi, kalau melihat produk dengan label beli dua gratis satu. Girang banget! 😆 😆

Jajan yang kami beli yaitu camilan keripik kesukaan Ayah, snack, dan minuman. Buat bekal saat menyusuri Taman Burung sampai bagian paling ujung yaitu ada si ganteng Orang Utan.

Lupakan sejenak rutinitas harian: pekerjaan kantor dan atau rumah tangga yang tidak habisnya. Ajak keluarga kamu keluar rumah untuk piknik ke Taman Rekreasi Margasatwa (TRMS) Serulingmas. Salah satu tempat wisata di Banjarnegara yang cocok untuk Family Time dan sebagai tempat untuk memanjakan diri.

Selain kebiasaan di atas, setelah membeli tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang, kami berteduh terlebih dahulu di bawah pepohonan, duduk santai di area Taman Burung, menikmati semilir angin segar. Kurang lebih sepuluh menit, baru lah kami memulai perjalanan dari sebelah kanan, yang tak lain adalah Taman Burung.

SERULINGMAS copy

Ada Apa Saja di Kebun Binatang Serulingmas?

Taman Burung menghadirkan berbagai jenis burung di mana sebagian besar termasuk burung yang dilindungi. Namanya saja Taman Margasatwa, ya. Di mana taman ini adalah taman buatan yang di dalamnya terdapat hewan yang dipelihara. Selain sebagai tempat rekreasi, taman margasatwa juga berfunsi sebagai tempat riset, pendidikan, dan tempat konversi untuk satwa yang terancam punah.

Burung Elang dan Merak adalah salah dua burung yang dilindungi. Pada tiap sangkar diberi label yang berisi keterangan singkat mengenai burung yang ada di dalamnya. Termasuk perolehan burung tersebut. Sumbangan dari perorangan, misalnya.

BONBIN BANJARNEGARA copy

BURUNG MERAK copy

Area Taman Burung kami rasa lebih nyaman dan tertib jika dibandingkan dengan tempat Rusa Sumatera berada di sebelah kiri pintu masuk, atau dekat dengan area bermain anak-anak.

Dari area Taman Burung, kami turun melalui anak tangga dan meneruskan perjalanan untuk melihat Harimau dan Raja Hutan yang nampak santai di kandangnya. Ada yang tiduran, duduk santai sembari memperhatikan sekitarnya, termasuk manusia. Mungkin. Hahahaha

Di sekitar kandang Harimau cukup hot. Kami cukup melewatinya saja. Tidak ada interaksi, hanya say hello tanpa senyum. Wajah Si Hari nakutin, sih. Berbeda ketika menjumpai Orang Utan yang ternyata punya banyak penggemar. Hahaha

KEBUN BINATANG BANJARNEGARA copy

Bukan sihir, satwa ini memang sukses mencuri perhatian para wisatawan. Orang Utan ini idak lucu, tapi menarik. Pertama melihat Orang Utan yang gemuk ginuk-ginuk itu lumayan merinding. Meski sudah di krangkeng, tapi tetap saja was was. Apalagi melihat liriakan matanya. Ya ampuun…detak jantung makin kencang. Lirikan Won Bin saja tidak semesra itu, lho. Qiqiqiqi

Kami cukup lama bermain dengan Orang Utan karena memang ada interaksi. Di sini tidak ada larangan untuk memberi makan kepada Orang Utan, namun kami tidak memberi makan apapun. Pelit banget, ya. Hiiissh..

Bukan! Bukan karena pelit, tapi jajan yang kami beli sepertinya tidak cocok untunya. Padahal sebenarnya ada beberapa produk alfamart yang mungkin bisa diberikan untuknya. Kacang, misalnya. Mungkin kunjungan berikutnya kami akan memberi snack spesial untuknya. 😉

TAMAN REKREASI copy

Usai menengok satu per satu satwa Serulingmas, kami menepi ke Gazebo. Berbeda dengan zaman saat aku masih unyil. Tiap kali ke Serulingmas pasti membawa alas. Entah itu tikar, atau koran untuk sekadar bisa duduk aman.

Adanya beberapa gazebo ini memberikan banyak manfaat bagi para pengunjung dan juga penjual makanan di sekitar panggung hiburan. Gazebo paling dekat dengan Mushala dan area jajan menjadi pilihan kami.

Banyak kalori yang sudah kami keluarkan meski hanya jalan santai, pelan-pelan. Makanya, kami memilih Gazebo yang dekat dengan warung-warung supaya saat menyantap makan siang yang telah kami pesan lebih nikmat.

Es Dawet Ayu khas Banjarnegara, ngemil rujak dan mendoan, atau memesan Bakso, adalah menu favorit kami saat berkunjung ke Serulingmas. Suguhan Taman yang begitu luas, pun dengan aliran sungai serayu membuat napsu makan makin menjadi. *dasar doyan makan* *tak ingat perut menggelambir*

TRMS SERULINGMAS copy

Pertimbangan lain, nih, ya. Karena gazebonya dekat dengan Mushala, kami bisa gantian beribadah tanpa banyak langkah. Ya maklum, Ayah masih suka panik kalau Jasmine rewel. Biar lebih dekat, gitu. Cukup delapan langkah. 😀

Belum adanya tiket terusan mengharuskan kami untuk membeli tiket lagi untuk berrenang bersama Si Kecil seharga Rp 5.000 per orang.  Sementara, Bayi masih GRATIS, cuy! Lumayaan…bisa ngeSoto pas pulang. 😀

Sebenarnya tujuan utama kami ke Serulingmas yaitu untuk renang. Tapi, sesekali kangen sama Elang boleh lah, ya. Mabelas ribuuuuw kali dua sama dengan jalan sehat bahagia. 😛

Kolam renang di sini menurut kami cukup aman dan nyaman karena fasilitas dan pelayanan sukses membuat kami puas. Spesial untuk Jasmine, kami lebih cocok renang di sini. Kenapa? Alasannya aku tulis di posting terpisah, ya. *kalau ingat* *yang penting niat* *udah dapat pahala*

KOLAM RENANG SERULINGMAS copy

Kolam renang di sini dibuka mulai jam 08.00 WIB-17.00 WIB. Kami kerap terkunci di dalam kolam renang, lho. Saking riweuhnya bersama Si Kecil. Ahh…dimana pun kami berada, sejauh ini menjadi tim rempong. Jangankan di Kolam Renang, di rumah saja sering rempong berjama’ah. Hihihi

Kami menyebutnya rempong-rempong bahagia!

Keluar paling akhir dari kolam renang dan juga tempat parkir. Di dalam tempat parkir yang cukup luas itu hanya tinggal beberapa kendaraan dowang. Penjaganya pasti kesal. Hahaha…Padahal, tidak sampai satu jam kami berrenag, lho. Tapi, namanya berrenang bersama Bayi memang sensasinya anti biasaaa! Banyak salingnya. 😛

Omong-omong, apakah kamu suka rekreasi ke Taman Margasatwa?

Pesona Alam Banjarnegara yang Menggoda Jiwa Petualangmu

Banjarnegara, sebentuk kabupaten yang kerap disebut dengan Kota Pensiun mempunyai banyak hidden paradise. Salah satu bentuk hidden paradisenya yaitu pesona alam banjarnegara yang kian hari makin dikenal dunia melalui media sosial. 😉

Kawasan Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu. Keberadaanya memang sudah dikenal oleh seluruh orang seantero jagat raya. Makanya, aku tidak akan menuliskannya di blog post ini. Lagipula, sudah banyak yang menuliskannya, kaaaan?

Tinggal dan hidup di Banjarnega mebuatku bahagia. SANGAT BAHAGIA. ASLI. Tidak hanya karena keluarga yang sebagian besar tinggal di sini, keberadaan Banjarnegara juga turut berkontribusi.  Tenang, damai, meski beberapa kali pernah mendapat musibah longsor.

Musibah yang pernah menghampiri Banjarnegara tidak menyurutkan niatku untuk terus mengenalkan Banjarnegara dengan segala potensinya. Pelan-pelan, aku terus mencoba berbagi kepada dunia tentang Banjarnegara melalui tulisan. Mengenalkan segala apa yang dimilikinya: potensi daerah.

Sekadar informasi, ada banyak potensi wisata menarik, unik, yang tersebar hingga Kecamatan paling ujung Banjarnegara, yaitu Batur. Di sana, ada sebentuk Telaga yang sukses membuatku betah camping di sana. Bangun pagi, kemudian dilanjut jogging mengelilingi Telaga.

Yang paling ngangenin, tuh, banyak pepohonan rindang, tidak terlalu tinggi. Segar dan juga teduh rasanya. Pohon kecil nan kokoh yang berada hampir di ujung bukit juga instagramable banget

Telaga apa itu? Temukan jawabannya di blog post ini, ya! 😆

Karena Banjarnegara dikelilingi Bukit dan juga Gunung, jadi pesona alam yang aku tulispun didominasi dengan hijaunya bumi Banjarnegara.  Berikut Pesona Alam Banjarnegara yang menggoda jiwa petualangmu:

1. Hiking Ke Pangonan. Bukit Paling Menarik di Banjarnegara.

Pangonan adalah satu-satunya Bukit yang menarik dan juga unik di Banjarnegara. Mengapa?

Sesampainya di puncak, padang savana yang nampak luas akan menggoda kamu untuk lekas turun. Yups…cekungan bekas danau ini dikenal dengan Lembah Sumurup.

BUKIT PANGONAN DIENG
Pict: IG @gsgumilar

Saat kemarau tiba, bukit Pangonan nampak cukup gersang. Namun, pesonanya tidak berkurang suatu apa. Apalagi jika kamu telah turun Lembah ditemani Ninja Hatori, kemudian menyusuri hutan yang berada di utara bukit. Banyak kejutan yang kamu dapat.

Makanya, jika sudah sampai bukit, kamu harus banget nget  nget masuk ke dalam hutan, kemudian bermain-main dengan pepohonan yang usianya ratusan tahun.

Candi Wisanggeni yang ditemukan tahun lalu di sekitar Bukit pun menjadikan Pangonan bukit ini unik. Secara, di bukit ada sebentuk candi. Langka, bukan?

Termasuk pemandangan alam di bawah ini. View Telaga Merdada dari Bukit Pangonan. Melihat yang seperti ini, hati ikut lapang.

BUKIT PANGONAN DIENG BANJARNEGARA
Tenanglah-tenaaang, Merdada. . .

Berada pada ketinggian di atas 2300 m dpl, hiking dapat ditempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur pendakian belakang Museum Dieng Kailasa yang berlokasi di kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Selain akses lewat Museum Kailasa, kini di Dusun Karangsari, Desa Dieng Kulon, tepatnya di samping SD N 2 Dieng Kulon telah dibangun basecamp Bukit Pangonan. Sebelum hiking, kamu harus registrasi senilai Rp 15.000 per orang. Semisal kamu takut KESASAR, kamu bisa minta ditemani pemandu wisata yang tak lain adalah warga setempat . 😉

2. Telaga Dringo, Pesona Alamnya Ngangenin.

Banyak yang bilang, Telaga Dringo ini Ranukumbolo-nya Dieng. Memang AGAK mirip dengan Ranukumbolo. Hijaunya alam sekitar Telaga, misalnya. Sebelas tiga belas dengan Ranukumbolo.

PESONA ALAM TELAGA DRINGO BANJARNEGARA

Satu hal yang paling nggemesyin dari Telaga Dringo yaitu wisatawan akan mendapat pandangan yang SELALU bikin kagum. Menangkap objek dari sudut manapun batin akan PHUUAS. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing nampak lebih manis jika diteropong dari Dringo.

Hijaunya Savana juga akan menggoda kamu untuk guling-guling cantik seperti di film India, gitu. Atau, menari a la-a la Cinderela tanpa sepatu kaca. 😀

TELAGA DRINGO DIENG BANJARNEGARA

Btw, akses menuju Telaga yang berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, cukup menantang. Sepeda motor menjadi satu-satunya transportasi yang paling aman setelah Jeep untuk sampai lokasi. Coba baca Cara Mudah Menuju Telaga Dringo terlebih dahulu, ya. Sebagai gambaran kondisi jalan.

Sssst…ini telaga yang aku omongin itu, lho. Telaga yang ngangenin. Jika berniat camping di Telaga Dringo, jangan hanya tiduran di dalam tenda, please! Olahraga keliling Telaga, hutan, dan naiklah ke sebelah selatan. Di sana, kamu akan mendapat “miniatur Dieng”. Sumur Jalatunda saja nampak dari atas Telaga.

3. Rileksasi di Hot Spring D-Qiano.

Kelihatannya memang seperti KOLAM RENANG pada umumnya. Yang membedakan yaitu sumber mata air dan alam terbuka yang memberi kesegaran alami.

D-Qiano merupakan wahana wisata air yang berlokasi di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

D'QIANO DIENG KEPAKISAN BATUR

Air kolam yang didapat dari sumber air dari Kawah Siler akan menggoda kamu untuk jeguran. Namanya kawah, sudah pasti panas, ya. Tapi kamu tidak usah khawatir, karena suhu kolam ini telah diatur. Tidak membahayakan pula.

D-Qiano juga menawarkan Kolam Refleksi Terapi dan Kolam Kèceh spesial untuk Balita. Cocok banget buat renang Jasmine dan 3A. 😉

DQIANO DIENG

Usai camping di Telaga Dringo, atau berkeliling wisata Dieng, renang di D-Qiano bisa menjadi pilihan paket wosata yang SAYANG BANGET kalau dilewati dowang.

Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 25.000 per orang, kamu bisa renang mulai jam 08.00-17.00 WIB. Renang sampai lemas dan kulit keriput. Hahaha

Oya, di sini juga disediakan food court a la D-Qiano. Jadi, tidak usah khawatir bakal KELAPARAN, ya.

4. Fun Off-Road di Bumi Perkemahan.

Jangan underestimate tentang off-road di bumi perkemahan ini, ya. Off-road di sini tidak akan merusak alam. Sebab, di area tersebut memang sudah dibuat track khusus untuk off-road.

Track di sini tidak “segila” track yang sering buat olahraga Bos Shera, Off-roader dari Jogjes. Bagi kamu yang sama sekali belum pernah off-road, ada baiknya pacu adrenaline di bumi perkemahan Pagedongan.

Jika nyali sudah terkumpul, boleh lah melanjutkan track panjang, menyeberang sungai, melewati tebing, hutan untuk kembali mencari Rangga yang telah hilang 14 tahun yang lalu. 😛

OFF ROAD PAGEDONGAN

Bumi perkemahan yang berlokasi di Kecamatan Pagedongan, cukup jauh dari tengah kota. Kira-kira 60 menit. Buat kamu yang ingin merasakan off-road di Bumi Perkemahan Pagedongan, silakan bisa sewa Jeep. Aku menawarkan jasa sewa Jeep, lho. Tapi bayar dua kali lipat, ya. Wkwkwkk *bercanda* Baca pengalamanku

5. Uji Adrenaline di River Tubing CBA (Curug Blimbing Adventure).

Curug yang dimaksud di sini bukanlah air terjun. Melainkan sebentuk Dusun di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Dusun Wondogiri Curug, tepatnya.

Selain jeram sungai serayu yang dimiliki oleh Banjarnegara, derasnya arus Sungai Blimbing yang digunakan untuk tubing juga tidak kalah menantang dan mungkin akan menggoda jiwa petualang kamu.

CURUG BLIMBING BLAMBANGAN
Pict: IG @curugblimbingadventure

Kamu takut air, tapi ingin merasakan sensasi river tubing Blimbing?

BISA BANGET!

Kamu tidak perlu was was. Kucinya tetaplah tenang meski arus terus menantang. Insya allah kamu akan tetap aman karena didampingi oleh rescue dan juga  tim pemandu  yang sudah berpengalaman.

River Tubing yang dikelola oleh para remaja Dusun Wondogiri menawarkan paket wisata seharga Rp 125.000 per orang dengan jarak tempuh 2 km atau 90 menit.

Ada banyak fasilitas yang didapat dari paket tersebut, antara lain yaitu makan dan asuransi.

Mengutip dari pamflet CBA, Sungai Blimbing termasuk dalam jenis peralihan sungai hulu dan hilir dengan lebar sungai antara 2,5 – 7 meter. Wisata ini start dari Desa Blambangan dan finish di Desa Mantiranom.

Kamu dapat memesan paket wisata secara langsung di Basecamp CBA, yaitu di Jl. Raya Blambangan KM. 5 (depan barat SPBU Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah). CBA mulai beroperasi: pagi (08.00 WIB – 11.30 WIB) dan  Siang (13.00 WIB – 15.30 WIB).

6. Sebelum Muncak Gunung Lanang, Singgah Dulu di Gunung Tampomas.

Tampomas yang santer diberitakan oleh media *lebay dikit* sebagai pasangan dari Gunung Lanang adalah satu-satunya Gunung di Banjarnegara yang banyak memberi berkah bagi masyarakat Desa Mendingin, khususnya.

Tidak disangka, legenda Gunung Tampomas yang bisa dibilang mengharukan endingnya dijadikan “tempat kerja” yang bisa diandalkan. Kekayaan alam berupa bebatuan dapat mereka dapat tiap hari. 

GUNUNG TAMPOMAS

Terik matahari pada siang hari tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mencari rezeki dengan “menghancurkan” batuan beku Andesit.

Selain masyarakat Mendingin, sekarang mulai banyak rejama, wisatawan, yang datang ke Tampomas untuk menikmati pemandangan alamnya yang cukup menggoda. Bebatuan yang menjadi objek Tampomas tidak hanya dinikmati oleh para pekerja. Para petualang dan atau mereka yang hobi pe-poto-an pun makin banyak yang menyambangi Gunung ini.

Pemandangan di sekitar Tampomas akan menggoda jiwa petualang jika kamu tidak hanya duduk melamun memikirkan resuffle kabinet. Hutan pinus yang berada di sebelah kanan Tampomas, misalnya. Begitu menyenangkan untuk sekadar ngobrol atau boboan manja sama suami. 😆

TAMPOMAS BANJARNGARA

Seperti yang sudah kukatakan, tepatnya di sebelah selatan Tampomas terdapat Gunung Lanang yang menurut Bu Sukanto belum banyak orang yang menyambanginya.

Gimana? Apakah kamu tergoda untuk ekspedisi ke Gunung Lanang? Katakan, IYA! 😛

Cukup membayar Rp 3.000 per kendaraan, kamu bisa masuk kawasan Tampomas yang mempunyai akses jalan lumayan ekstriiiiiim. Dengan tiga ribu rupiah, kamu juga bisa foto prewedding di sini! Yips…Tampomas mulai ngetrend digunakan sebagai tempat foto Prewed. 😀 Tiga ribu rupiah untuk Mas Tukiman yang sudah membantu membukak patrol jalan menuju Tampomas 😀

7. Ada Lebih dari 10 Curug yang Menawan di Banjarnegara. Aku Ajak Kamu ke Curug Sikopel Dulu, ya!

Tengok kanan-kiri saat perjalanan menuju Curug Sikopel. Bukit, pepohonan salak, hutan pinus! Subhanallah Banjarnegara, ya. Kebayang hijaunya Bumi Banjarnegara, kan? Syesuatu!

Curug Sikopel terletak di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekadar informasi, untuk mencapai  Curug dengan ketinggian mencapai 70 meter, ada sedikit perjuangan yang harus kamu lalui demi berinteraksi dengan air yang dapat membuat kamu AWET MUDA! Bhahaha

YAKIN, gitu?

Kondisi jalan menuju Curug Sikopel membutuhkan cukup banyak waktu dan tenaga. Kira-kira 25 km dari pusat kota Banjarnegara. Satu jam perjalanan dari kota menuju Desa Babadan. Kemudian, dilanjut tracking untuk sampai Curug.

CURUG SIKOPEL
Pict: IG @tedyprastama

Saat mulai masuk hutan, kamu pasti akan merinding. Hiyaaaak…soalnya di dalam hutan banyak dedemit berkeliaran. Hayooolooh…takut kagak digoda adedemit? Wkwkwk *ini bohong banget* *maaf, yaak*

Kecamatan Pagentan, tuh, termasuk daerah pegunungan. Wajar lah udara di sekitar dingin. Terlebih di hutan. Tapi, mengingat waktu tempuh tracking kira-kira 25 menit, jadi habis dingin muncul lah keringat. GODRES dan NGOS-NGOSAN, pisan!

Sesampainya di depan Curug, dingin-dingin segar kembali menyapa. Debit air terjun Sikopel bisa dibilang cukup tinggi. Di sini tidak hanya terdapat Curug saja. Jika kamu tergolong manusia yang beruntung, akan bertemu dengan kerabat baik, yaitu Kera-kera yang suka godain pengunjung.

Gimana, kaki kamu merasa gatal pingin lekas ke marih?

Eiya...10 Curug, bahkan lebih, akan aku post tersendiri, ya. Biar makin menggoda kamu kamu kamu dan kamu untukpikni ke Banjarnegara. *janji* *doakan tidak “M”, ya”

8. Narsis Romantis di Bukit Asmara Situk.

Sesuai dengan namanya, Bukit Asmara, bukit ini disetting romantis pisan! Nampak dari ikon bukit ini yaitu dua lope-lope menyatu. Ikon yang Instagramable dan menjadi spot utama Tree Top.

Buat kamu yang takut ketinggian, boleh lah sesekali menguji detak jantung di Tree Top ini. 😛 Beberapa anak tangga HARUS kamu lalui untuk sampai ikon lope-lope dan rumah pohon yang cakepnya bikin pingin foto-foto terus di sana. Ada juga jembatan tambang, jembatan bambu, yang asyik banget buat goyang honey shake. :mrgreen:

BUKIT ASMARA SITUK SILUNDU

Tanjakan Pertemanan, Tanjakan Derita dan Tanjakan Bahagia. Kamu harus melalui tiga tanjakan tersebut untuk bisa NARSIS di BAS (Bukit Asmara Situk) yang berada tidak jauh dari Balai Desa Kalilunjar. Kurang lebih 350 anak tangga harus kamu taklukan dalam waktu kurang lebih 20 menit. Mampu, kan? 😛

Beeeuh…350, mah, kecwiiils! Apalagi kalau sudah sampai Tanjakan Bahagia. Kaki yang tadinya terasa ngilu tiba-tiba menjadi kuat. Mengambil gaya kuda-kuda, kamu akan lari karena tidak sabar untuk segera goyang gergaji di atas jembatan bambu. 😆

BUKIT ASMARA SITUK

Naik-turun tangga di Tree Top menjadi lebih semangat karena menawarkan tempat-tempat yang menarik untuk disinggahi. Rumah Pohon yang manis itu, misalnya.

SEMUA orang berusaha untuk mendapat foto terbaik di Rumah Pohon BAS. Aku yakin itu. YAKIN banget! Karenanya, demi kebahagiaan bersama, pengunjung hanya mendapat kesempatan berfoto selama tiga menit dengan kapasitas 4 orang.

Selain itu, pemandangan alam sekitar BAS juga menggoda banget. Alam bawah bukit, aliran Sungai Merawu yang nampak jelas dari atas bukit dan rumah warga menjadi background foto.

BUKIT ASMARA BANJARNEGARA
Waah…ada yang tertangkap kamera. Maaf ya, Bray.

Bukit Asmara Situk yang berlokasi di Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, tidak hanya menggoda kamu lewat pemandangan alamnya, masih ada objek lain yang membuatmu betah berlama-lama di sini. Susur Goa Silundu, misalnya. Hanya dengan membayar tiket terusan Rp 15.000 per orang, kamu bisa menikmati seluruh objek wisata yang ada di Bukit Asmara Situk.

Kamu juga bisa membeli tiket seharga Rp 5.000 jika tidak ingin goyang dumang di Tree Top. Hanya jalan-jalan di bawah Tree Top. Tidak bisa bernarsis di Rumah Pohon dan juga Jembatan Tambang.

Jadi, kapan ke Banjarnegara?

Aku tunggu, ya! Siapa tahu KITA bisa ngedate, jalan-jajan bareng, gituuuuuuu. ^_*

Tips Mudik Aman dengan Mobil Pribadi

Perputaran waktu terasa semakin cepat. Bulan Ramadhan seperti baru mulai beberapa hari. Tapi, nyatanya lebaran tinggal hitungan jari. One, Dua, Tilu, Arba’, and Panca! Yups…sebentar lagiiiii lebaaraaan!

Lebaran tahun ini, usai bersilaturrahim ke rumah saudara dan tetangga, Chery Family berniat mudik ke kampung halaman Ayah yaitu Wonosobo. Iyups…maksudnya mudik ke rumah mertuaku. Besan dari Papa Dul. Orang tua dari suami tersayang. Mbah-nya Jasmine Syaquita Nusaiba. Hihihi…lengkap banget.

Di Indonesia, mudik telah menjadi tradisi tahunan menjelang hari raya besar keagamaan, khususnya Lebaran. Berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama sanak saudara, dan terutama orang tua, merupakan satu hal yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya.

Mudik ke kota tetangga tidak lah jauh. Namun demikian, kami tetap harus mempersiapkan segala sesuatu yang sekiranya dibutuhkan agar mudik aman dan nyaman.

Niatnya, kami akan mudik menggunakan mobil karena membawa si kecil kecemut. Selain itu, saat ini Banjarnegara kembali musim hujan. Jadi, kami memilih transportasi mobil untuk mudik.

Omong-omong, Teman-teman sudah ada yang siap untuk mudik? Kami sudah siap, lho. Mulai dari Peralatan, Perlengkapan dan Kebutuhan yang harus dibawa saat mudik.

MUDIK AMAN DENGAN MOBIL
Pelan-pelan saja. Seperti KOTAK. Heew

Bagaimana kalau kita berbagi Tips Mudik Aman dengan Mobil, Kawan? Bergilir, ya. Sekarang, aku duliu yang berbagi tips mudik aman dengan Mobil. Secara, kan, tujuan mudik kami tidak terlalu jauh. Jadi, tidak terlalu banyak kebutuhan yang kami siapkan.

Berikut Tips Mudik Aman dengan Mobil versi Chery Family.

Siapkan Jiwa dan Raga!

Banyak yang bilang, jika kita sedang dalam perjalanan, seolah nyawa berada di jalan raya. Makanya, jika sudah merencanakan perjalanan, kita harus menjaga fisik dan kondisi tubuh agar terus prima. Khususnya bagi Sopir.

Pun dengan jiwa. Mudik identik dengan macet di mana-mana. Jalan raya penuh dengan plat “B” dan “H” *eh* Maka dari itu, seluruh personil yang ada di dalam mobil musti banyak sabar dan bisa menerima keadaan, ya. 😆

Cek Kondisi dan Kelengkapan Kendaraan!

Jika kondisi fisik dan jiwa sudah oke, selanjutnya yang harus pastikan aman yaitu kendaraan atau transportasi yang akan membawa kita sampai tujuan.

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu cek kondisi kendaraan mulai dari bagian yang terpenting seperti Rem, sampai bagian yang ringan yaitu cek spion mobil.

Jangan lupa, periksalah ban mobil. Kondisi ban dan atau tekanan ban, misalnya. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu lampu. Ya, selama dalam perjalanan, berdasarkan peraturan Pasal 107, Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”), bahwa tiap kendaraan bermotor wajib menyalakan lampu utama baik di siang maupun malam hari. Semisal kondisi lampu bikin was was, lebih baik diperbaiki terlebih dahulu.

Oiya, aku punya video yang berhasil membuatku meneteskan air mata. Video penuh kejutan. Yuuuk…putaar!

 

Kondisi mobil oke, dibarengi dengan kelengkapan kendaraan seperti STNK dan atau SIM, insya allah mudik aman. Oiya, jangan lupa untuk membawa peralatan, ban cadangan dan perkakas lainnya, ya. Berjaga-jaga untu kemungkinan terburuk yang bisa terjadi saat perjalanan.

Manfaatkan Asuransi Kecelakaan!

Berdasarkan data dari Korlantas Polri tahun 2015, 74.77% dari kendaraan yang terlibat kecelakaan selama mudik adalah pengemudi sepeda motor, 16% kendaraan mobil pribadi dan 3.67% adalah bus. Namun, kesadaran para pengguna jalan untuk membeli asuransi sangat minim. Ada yang berpendapat; asuransi kecelakaan itu tidak penting. Padahal, jika sedang dalam perjalanan, seolah nyawa kita berada di jalan raya.

Selain minimnya kesadaran, banyak yang berpendapat bahwa asuransi kecelakaan, tuh, mahal. Duuh…mahal mana sama kesehatan? 😉

Tapi…jika ada e-commerce yang menawarkan asuransi kecelakaan secara gratis, kira-kira sanggupkah kita menolaknya?

Kabar gembira! E-commerce PasarPolis.com bekerja sama dengan Zurich Topas Life memberikan asuransi kecelakaan gratis kepada pemudik selama bulan Ramadhan.

Blog-image

PasarPolis.com adalah portal e-commerce pertama di Indonesia yang memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk memilih asuransi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan secara mudah, terjangkau, aman, dan terbuka.

PasarPolis.com kini memberikan 1.000.000 asuransi kecelakaan gratis bagi para pemudik di Indonesia yang memberikan Perlindungan dari risiko meninggal dunia karena kecelakaan bagi pemudik dan keluarganya.

Selain itu, PasarPolis.com juga menggandeng penyedia aplikasi layanan on demand terbesar di Indonesia, yaitu GO-JEK, untuk membagikan polis asuransi kecelakaan kepada kurang lebih 200.000 mitra pengemudinya selama periode mudik dari 22 Juni hingga 10 Juli 2016.

Gimana? PasarPolis.com peduli banget, bukan?

Nah, untuk mendapatkan polis asuransi kecelakaan dari PasarPolis.com dan Zurich Topas Life, Teman-teman cukup mengunjungi website www.mudik.pasarpolis.com dan tuliskan data pribadi seperti nama lengkap, jenis kelamin, kota, tanggal lahir, nomer handphone, dan alamat e-mail.

Setelah mengisi formulir dan submit sebagai bukti pendaftaran, PasarPolis.com akan mengirimkan polis asuransi dari Zurich Topas Life langsung ke alamat e-mail. Polis asuransi ini akan berlaku selama 30 hari sejak mendaftarkan diri.

“HAAI…ASURANSI KECELAKAAN INI GRATIS, LHO. YAKIN TIDAK INGIN MEMANFAATKANNYA?”

Bawa Makanan, Minuman Serta Obat-obatan!

Seluruh makanan dan minuman yang dibawa, usahakan keduanya termasuk yang favorit. Maksudku, bawa makanan dan minuman kesukaan keluarga, khususnya Pak Sopir, supaya tidak ada kata “tidak suka ini itu” yang dapat menyebabkan berhenti untuk sekadar membeli jajan favorit.

Selain makanan dan minuman, obat-obatan juga sangat lah penting. Minimal ada satu kotak yang berisi gunting, cutter, betadine, kain kassa atau perban, kapas, perekat, minyak kayu putih dan obat-obatan yang brfugsi untuk mengurangi rasa mual karena mabok darat.

Perhatikan dan Taati Peraturan Lalu Lintas Serta Marka Jalan!

Ini yang kadang kurang diperhatikan oleh para pemudik. Ada banyak tanda jalan yang wajib dipahami oleh pengguna jalan. Memang umumnya yang terlihat hanya itu-itu saja. Tanda untuk mengurangi kecepatan laju, misalnya.

Namun, meski sudah ada peringatan untuk mengurangi kecepatan atau batas laju maksimal, masih jarang pengendara yang mematuhinya. *nunjuk Ayah* *tepuk punggung Ayah*

MUDIK BERSAMA JASMINE copy
Hampiiir mudiiik. . . ^_*

Bila tujuan mudik tidak jauh seperti kami, sih, sudah hafal kondisi medan, ya. Namun, jika mudiknya lintas provinsi, menggunakan mobil pribadi, dan belum begitu hafal dengan kondisi jalan, perhatikan petunjuk jalan dengan seksama. Termasuk petunjuk arah supaya mudik aman. Tidak melakukan kesalahan saat perjalanan.

Nah, di atas adalah Tips Mudik dengan Mobil Pribadi versi kami. Yuuk…mari kita sharing Tips mudik lainnya. Mudik menggunakan kendaraan umum atau pribadi, yuuuk keep share! 😉

5 Aktivitas Menarik di Pantai Pulau Merah

Sebelum sampai Bali, aku pernah berencana untuk piknik ke Banyuwangi terlebih dahulu. Sebentuk Kecamatan sekaligus Kabupaten yang banyak terdapat tempat wisata.

Untuk menuju Banyuwangi dari Banjarnegara sangatlah mudah. Selain akses, aku bisa menggunakan jasa transportasi Bus atau Travel. Namun, saat itu aku tidak sendirian. Bersama Tika, seorang teman dari Jogja dan dia memilih untuk tidak singgah di Banyuwangi barang sebentar. Alasnnya, sih, mau fokus mencari awowok berewok di Bali. 😛

Meeting point kami saat itu di Jogjakarta, tepatnya di bandara Adi Sucipto. Ia memilih untuk langsung ke Bali dengan banyak pertimbangan, salah satunya yaitu waktu.

Tujuan wisata di Banyuwangi yang paling aku idamkan yaitu Pantai Pulau Merah. Aku memilih Pantai tersebut karena transportasi menuju pantai ini tidaklah susah. Tidak seperti membelah durian tanpa pisau.

Mau carter, pakai mobil pribadi, aksesnya begitu mudah. Banyak petunjuk jalan pada tiap pertigaan, perempatan atau perselingkuhan. Transportasi yang paling direkomendasikan yaiu menggunakan jasa ojek atau kalau bisa bawa motor, ya, sewa sepeda motor. Akan lebih mudah, cepat dan hemat, tentunya.

Selain nama, empat hal lain yang membuat pantai ini unik yaitu berpasir merah, dikelilingi bukit, berombak cukup besar dan terdapat Pura yang tak jauh dari Pantai.

Dari 4 keunikan di atas, setidaknya aku bisa melakukan 5 aktivitas di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, yang menurutku cukup menarik.

1. Berselancar

Aku bisa berselancar. Yakin? 😉 Jangan dikira hanya kamu kamu kamu orang kota saja yang bisa berselancar, ya. Aku, perempuan manis yang tinggal di Desa juga bisa berselancar. Tidak percaya? Bawa aku ke Pantai Pulau Merah! Jemput aku menggunakan pesawat buatan Pak Habibie, ya. Eh, no pict itu hoax, kan? Berarti….emmmh! 😆

Image: anekatempatwisata.com

Ombak yang cukup tinggi berkisar 3-5 meter menjadikan Pantai Pulau Merah sebagai sasaran para wisatawan untuk berselancar (surfing). Menurut beberapa artikel yang pernah aku baca, Pantai Pulau Merah ini cocok bagi peselancar yang baru-baru, pemula.

2. Camping

Pantai Menganti, Kebumen, menjadi pantai pertama yang aku jadikan tempat camping. Alasanku camping di sana, ya, tidak ada bedanya dengan Pantai Pulau Merah, yaitu karena Pantainya dikelilingi bukit. Segeeer!

Bukit kecil yang berada di tepian pantai dengan ketinggian mencapai 200 meter membuatku ingin mendirikan tenda di sini.

CAMPING DI PANTAI

Aku belum tahu perizinan mendirikan tenda di Pantai ini. Biasanya, sih, ada warga setempat atau Mas-mas Karang Taruna yang turut mengelola dan menjaga objek wisat. Jika memang aman,bisa jadi camping syantiiiik di Pantai Pulau Merah.

3. Upacara Keagamaan

Ini unik banget. Ada sebentuk Pura yang tak jauh dari Pantai Pulau Merah, berdekatan dengan area parkir. Pura ini kerap digunakan sebagai lokasi ritual pada saat-saat tertentu oleh umat Hindu yang tinggal di sekitar Pantai Pulau Merah.

PURA DEKAT PANTAI
Pura Parahyangan Agung

Nah, aku ingin ke pantai ini pas ada event upacara keagamaan umat Hindu, gitu. Siapa tahu Pemangku mengizinkan kami masuk Pura. Jadi, ini wisatanya plus-plus. 😉

4. Cekreeek Action!

Banyak yang menyebutnya hanya Pulau Merah. Mendengar namanya saja membuatku penasaran. Banyaknya foto yang telah diunggah, baik di media sosial maupun web blog, tidak menyurutkan keinginanku untuk ke sana. Maaph, ya, gue bukan tipe orang yang bisa lega hanya dengan melihat foto. Mending menghirup Freshcare kalau mau dapat legaaaaa. :mrgreen:

Keluar rumah dalam waktu cukup lama, apalagi untuk berwisata, tanpa cekrek-cekrek alias pepotoan alias mengambil gambar atau bernarsis parah, rasanya tidak mungkin, ya. Bagiku, sih. Terlebih jika objek wisatanya pantai. Beuuuh…rugi banget jika tidak mendokumentasikan spot satupun.

Nah, di Pantai Pulau Merah ini viewnya manis banget. Mau pepotoan di sebelah mana saja, lalu diunggah di Instagram, pasti banyak yang naksir kamu. 😆

5. Bermain Pasir

Ini aktivitas paling standard yang bisa dilakukan di pantai. Namun, karena adanya pasir merah yabg berada di bibir pantai, menjadikan aktivitas bermain pasir menjadi istimewa.

Membuat undak-undakan, atau sekadar luluran pakai pasir merah. Ini juga sangat aku idamkan. Apalagi nanti pas ke sini sama Jasmine, dia udah gede. Aku pastikan akan senang! Awww…semoga pasir merah yang di Pantai Pulau Merah tidak akan pernah habis, ya. Jadi, bisa aku bawa pulang menggunakan truck. :mrgreen:

PASIR PUTIH PANTAI

Kawasan wisata pantai yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, KPH Banyuwangi Selatan, juga bisa dibilang termasuk pantai yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Mungkin karena jarak dari Kota menuju pantai cukup jauh, yaitu kisaran 80 km dari jantung kota Banyuwangi. Lumayan jauh. 😉

Setelah menikmati Pantai Pulau Merah dari sore sampai pagi hari karena Camping, aku ingin juga jalan-jalan ke kota. Mencicipi kuliner khas, atau mendatangi sentra industri yang ada di Banyuwangi.

Selain itu, kami ingin menginap di salah satu Hotel di Bayuwangi. Meski kota ini tidak terlalu besar, tapi ada hotel yang ingin aku singgahi karena menurutku hotel yang satu ini nampak nyaman. Yaitu Ketapang Indah Hotel. Hotel dengan suasana yang asri karena banyak pepohonan disekitar hotel. Pohon Kelapa, misalnya.

Sebelum kehabisan kamar hotel, ada baiknya pesan terlebih dahulu melalui situs booking online. Bisa melalui telephone, aplikasi atau menuju websitenya langsung. 

Karena Tika saat ini sedang berkelana di negeri orang, tidak menutup kemungkinan aku akan berwisata ke Pulau Pantai Merah bersama Jasmine dan Ayah. Family Trip, gitu. Doakan kami semoga bisa FamTrip ke Banyuwangi. Dan doakan Jasmine cepet gede, yaa yaa yaaaa. 😆

Pantai Pulau Merah, Banyuwangi
  • Lokasi: Dusun Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur
  • HTM: Rp 5.000

7 Hotel Pilihan di Kawasan Jakarta Selatan

Satu hal yang membuatku bahagia adalah bisa melihat orang lain bahagia. Terlebih orang lain itu adalah teman yang kini telah menjadi keluarga. Group  yang tidak pernah sepi dari pemberitaan media celotehan para member. Keluarga yang tidak pernah rempong, tapi sering bersiteru dalam hal pembagian harta warisan penentuan pemenang KUIS. 😆 😆 Mereka adalah E(m)bak Ceria.

Aura bahagia yang keluar dari tiap orang yang kita lihat, tuh, bisa banget nyetrum. Teman-teman pernah mengalaminya, kan? Aku sering banget, Dear! Belum lama ini, malah. Seperti weekend minggu lalu.

Antara bahagia dan “sirik”! Tapi, bukan sirik negatif, lho. Siriknya, karena saat itu aku tidak bisa berada ditengah-tengah E(m)bak Ceria yang sedang “berbulan madu” di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan. *Ngekepi Jasmine* 😐

Sebelum hari H, group kami ramai banget banget banget. Ada yang nangis di pojokan, ada yang mau left dari group dan ada tim sukses yang berhasil membuat group kebanjiran notif. Dan yang paling parah, ada yang nekat terbang ke Batam untuk bertemu dengan Rangga. *tapi bohong* :mrgreen:

AMARIS HOTEL PANCORAN
Pinjem poto Mbak Mel #MR2016

Setelah melihat foto Teman-teman yang pada berheboh ria di Hotel, ternyata meet up di Hotel, tuh, seru juga. Apalagi meet up-nya di Jakarta. Banyak bertebaran hotel di sana. Hotel di Kawasan Jakarta Selatan, misalnya.

Ada banyak hotel di kawasan tersebut yang bisa dijadikan tempat menginap, atau sekadar staycation bersama keluarga, teman. Diantaranya ada 7 Hotel Pilihan di Kawasan Jakarta Selatan, yaitu

1. Hotel Maharani

Hotel berbintang dua yang berada di kawasan Jakarta Selatan tepatnya di Jln. Buncit Raya, Jakarta Selatan, termasuk hotel nyaman dengan pelayanan superior yang bisa dinikmati oleh Tetamu.

Hotel Maharani memiliki 180 unit kamar dengan berbagai macam tipe, dan dilengkapi dengan AC, akses WiFi, meja tulis dan kamar yang bebas asap rokok. Untuk mendapatkan pelayanan yang nyaman ini, para tamu tak perlu membayar terlalu mahal. Cukup membayar mulai dari Rp 400 – 413 per malam.

HOTEL MAHARANI

Hotel Maharani  berada tak jauh dari kawasan pasar minggu. Kawasan yang juga tergolong ramai dan banyak tempat yang bisa dikunjungi disana.

2. Hotel Kaisar

Hotel berbintang tiga yang terletak di di Jln. PLN no.1 Duren Tiga, Mampang Jakarta Selatan ini, merupakan hotel yang dekat bila mau kemanapun karena tempatnya yang dekat dengan jalan tol dan juga dekat dengan pusat perbelanjaan, pusat bisnis dan juga dekat dengan tempat kuliner yang banyak terdapat di kemang.

Kamar di hotel Kaisar ini berjumlah 356 kamar dengan berbagai tipe dan juga di lengkapi fasilitas hotel berbintang yang memadai. Hotel ini ditawarkan mulai harga Rp 417.914 per-malam

HOTEL KAISAR

Hotel Kaisar juga sering digunakan sebagai tempat meeting karena ruang meeting yang dimiliki cukup memadai, dan juga terdapat ruangan yang bisa menampung hingga 500 orang tamu. Tak heran, jika hotel ini juga sering dijadikan tempat resepsi pernikahan.

3. V Hotel Jakarta

Hotel V adalah hotel berbintang 2 yang berada di Jln. Prof. Dr. Supomo, Tebet, Jakarta Selatan. Lokasinya yang strategis membuat V hotel merupakan pilihan yang tepat dan menarik. Banyaknya obyek wisata di Jakarta yang sangat mudah diakses dari V hotel.

HOTEL JAKARTA

Harga yang ditawarkan di V Hotel ini mulai dari Rp 384.298 per-malam untuk 107 kamar dengan berbagai tipe dan fasilitas yang berbeda disesuaikan dengan tarif masing-masing. Harga tersebut sangat fantastis untuk hotel di Jakarta sehingga cocok bagi kamu yang berbudget terbatas atau yang menginginkan harga hotel yang murah dengan pelayanan yang mewah.

4. Cipta Hotel Pancoran

Hotel berbintang 3 ini memiliki kamar sejumlah 109 kamar tidur dengan tarif Rp 550.000 per-malam. Pelayanan yang cukup memuaskan dengan fasilitas yang cukup lengkap: tempat penyimpanan pakaian, rak pakaian, cermin, handuk, dan juga termasuk fasilitas WiFi gratis.

Fasilitas hotel yang ikut melengkapi adalah kolam renang dalam ruangan yang biasanya digunakan oleh para tamu sebagai sebagai tempat bersantai.

HOTEL PANCORAN

Lokasi yang cukup strategis yaitu tepatnya di  Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tempat yang mudah dijangkau bila dari Bandara dan cukup dekat untuk menuju ke beberapa obyek wisata di kawasan Jakarta Selatan

5. Hotel Cipta 2

Hotel Cipta dua yang beralamat di Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan memiliki 70 kamar dengan tarif Kamar yang cukup terjangkau yaitu mulai Rp 506.098  per-malam.

Fasilitas di dalam kamar cukup memadai yaitu seperti WiFi gratis, Bar mini, meja tulis, AC, dan juga TV. Selain itu terdapat juga fasilitas lainnya seperti tempat parkir mobil, layanan laundry, layanan kamar 24 jam, kolam renang luar ruangan dan juga taman.

HOTEL CIPTA

Dengan pelayanan profesional dan sejumlah fasilitas yang ditawarkan menjadikan hotel Cipta 2 pilihan menginap yang cerdas selama di jakarta.

6. Amaris Hotel Pancoran

Amaris Hotel merupakan  hotel berbintang 2 dengan tarif yang bisa dikategorikan murah didaerah Jakarta selatan. Terutama di kawasan ramai seperti Pasar Minggu.

Dengan memasang harga yang cukup murah dan juga akses yang dimiliki hotel ini sangat mudah menuju kemanapun, membuat hotel ini menjadi salah satu hotel pilihan yang ideal di daerah Jakarta Selatan.

HOTEL AMARIS

Terdapat 91 kamar yang dimiliki oleh Hotel berbintang 2 dan semuanya dilengkapi dengan fasilitas AC, WiFi gratis dan beberapa fasilitas lain sebagai penunjang. Harga yang ditawarkan Hotel Amaris  ini mulai dari Rp 454.545. Hotel Amaris tepatnya berada di Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan

7. Hotel Kebayoran

Hotel Kebayoran ini tak terlalu jauh bila diakses dari bandara Soekarno Hatta, hanya 10 menit. Pun bila di akses dari SCBD (Sudirman Central Business District ), cukup 10 menit berkendara. Selain dari Bandara Soeta dan SCBD, bisa diakses dari Semanggi, tepatnya dari Plaza Semanggi Mall maka akan menempuh waktu 30 menit.

Berbagai tipe kamar yang ditawarkan di hotel ini, dan semua kamar memiliki fasilitas yang sesuai dengan tarif masing-masing. Hotel Kebayoran juga menyediakan fasilitas pelengkap di dalam kamar dan juga fasilitas penunjang hotel lainnya. Di hotel ini Banyak kemudahan yang didapat dengan pelayanan yang ramah dari para staf.

HOTEL KEBAYORAN

Hotel ini memiliki 72 kamar dengan harga mulai dari Rp 253.000. Terdapat juga fasilitas penunjang seperti meeting room dan coffee shop dan tempat parkir yang memadai .

Semua informasi hotel yang ada di Jakarta, bisa kamu cari di berbagai situs online. Selain akan memudahkan dalam proses pencarian, proses pemesanannya pun tergolong cepat. Semoga tidak lama lagi aku bisa staycation di Hotel bersama keluaga dan atau E(m)bak Ceria. 😉

Notes:

Foto di atas diambil dari web: traveloka, channels.nl, ciptahotelgroup.com dan amaris hotel.

Tip Sukses Mencapai Kawah Gunung Bromo

Banyak orang bilang, butuh perjuangan untuk dapat menikmati pemandangan dua gunung sekaligus kawah dari Bukit Penanjakan. Serius butuh perjuangan? Emmmh…menurutku ngga juga, sih. Menuju bukit, tuh, ngga seberapa lelahnya dibanding dengan menunggu lamaran pacar yang udah jalan hampir tujuh tahun. *dezegh*

Usai menikmati sunrise Bromo dengan cara berdesak-desakkan dari atas Bukit Penanjakan, aku bersama beberapa teman turun menuju kaki Gunung Batok. Tujuan wisata selanjutnya memang bukan ke Gunung Batok. Namun, kami harus memarkirkan Jeep di kawasan tersebut.

Ini kali pertama aku piknik tanpa mencari tahu terlebih dahulu detil objek wisata. Aku terlalu cuek dengan Gunung Bromo dan sekitarnya. Uwuwuwu…mungkin aku terlanjur nyaman jalan bersama arek Suroboyo dan Malang. Haaai Mbak Yuni dan Om Misbach! 😉

Pikirku, perjalanan akan makin mudah, aman dan lancar, karena pendampingnya saja “orang dalam”. Dan kenyataannya memang demikian. Damai banget! Tapi, setelah melihat anak tangga yang jumlahnya ngga sedikit, mana bisa mengandalkan mereka. Mau minta gendong maksudnya? Hilang keperkasaanku, dong! :mrgreen:

BROMO JAWA TIMUR
Memesona banget Gunung ini. . .

Naik anak tangga menuju Kawah, ini lah yang menurutku butuh perjuangan. Untuk sampai ke destinasi berikutnya, yaitu Kawah Gunung Bromo, kami harus melewati lebih dari 200 anak tangga. Mampukah aku? Harusnya mampu. Namun, hari sebelumnya telah kuhabiskan untuk jalan-jalan ke Eco Green Park, Jatim Park dan Kulineran bersama Mbak Yuni. Hasilnya, kaki gue udah gempor duluan, gemeteran melihat anak tangga dan banyaknya orang yang di tangga tersebut. Serius, aku lemas. Tulang seakan mau lepas gegara ngga pernah minum susu. Beeeuh, ternyata segitu dowang nyaliku, ya. Huwaa…memalukeun!

Kejadian yang pernah aku alami jangan sampai terjadi pada kamu kamu kamu Teman-teman. Cukup aku saja yang merasakan kepedihan gagal mencapai Kawah Bromo. Padahal, selain Pasir berbisik, bisa mencapai puncak Kawah Bromo adalah salah satu impianku. *impian kita, Bang*

Makanya, berdasarkan pengalaman, aku mau berbagi tip agar bisa sukses mencapai Kawah Gunung Bromo. Nah, baca tipnya, yuk!

Jadikan destinasi utama.

Please, jangan dulu menghabiskan wisata Malang, khususnya yang ada di Kota Batu jika kamu serius ingin mencapai Kawah Gunung Bromo. Menimbang jalan menuju Kawah lumayan bikin kaki senut-senut, aku saranin jadikan objek ini sebagai destinasi utama saat tenaga kamu masih full dan semangat selfie masih menggebu-gebu, serta baterai kamera masih full senyum masih lebar. Aku yakin, kamu akan sukses mencapai Kawah Gunung Bromo.

GUNUNG BATOK JAWA TIMUR
Hanya bisa wefie. . .

Perhatikan waktu.

Waktu yang menurutku paling pas untuk mencapai Kawah Bromo, yaitu pagi atau sore hari. Saat matahari belum begitu terik. Naik tangga siang-siang pasti bikin kamu mudah lwmas, keringat bercucuran. Yakinlah, kita akan lebih semangat berjalan jika ada banyak teman yang punya tujuan sama.

Selain itu, kamu harus memperhatikan cuaca. Rasanya nelangsa banget kalau hujan-hujan harus menghabiskan 200-an anak tangga. Perhatikan waktu dan cuaca, aku yakin kamu akan sukses mencapai Kawah Gunung Bromo.

Siapkan stamina.

Halaah…200 anak tangga pasti bisa aku taklukan. Menaklukkan hati mertua aja bisaaaaa.” Hmmm…sombong! Pokoknya kamu harus makan apa dulu, deh, kalau mau sukses mencapai Kawah Gunung Bromo. Apalagi, bagi kamu yang pernah sakit magh. Jangan mencoba untuk mengosongkan perut, ya! Di sekitar kawasan Gunung Batok ada banyak orang yang jualan makanan. Beli apalah apalah di situ. Biar betis kamu makin berotot dan tenaga kamu kuat! 😛 Kamu juga bisa stok camilan dan minuman secukupnya untuk teman perjalanan.

TRANSPORTASI KAWAH BROMO
Transportasi lainnya…

Hanya membawa badan.

Ya, cukup membawa satu badan saja, ya. Ngga usah sok yes menggendong anak jika membawa badan sendiri saja terasa berat, Kakaak. 😀 Semisal kamu membawa tas, pastikan tas hanya berisi barang penting. Kamera, tongsis, masker dan perlengkapan P3K, misalnya. Barang lainnya diturunkan dahulu dan taruh di dalam mobil.

Pastikan akomodasi dan Transportasi.

Akomodasi bisa dibilang tip penunjang tapi penting. Akomodasi berupa penginapan di dekat objek wisata cukup banyak. Ada baiknya mencari penginapan yang ngga jauh dari Bromo. Lebih hemat waktu, dan juga tenaga. Pesan lah penginapan minimal sehari sebelumnya, supaya kamu bisa istirahat mengumpulkan banyak tenaga agar bisa sampai Kawah.

Sedangkan Transportasi, pastikan transportasi yang kamu sewa dalam kondisi baik. Sesampainya di kawasan Kawah Bromo, kamu bisa memanfaatkan Kuda untuk mengantarkanmu sampai kaki tangga. Ini akan sedikit mengirit tenaga.

Teman-teman ngga boleh meremehkan anak tangga menuju Kawah, ya. Meski hanya ratusan, tapi kita akan melewatinya dua kali, yaitu saat naik dan turun. Kemampuan yang kita punya hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, pertimbangkan dengan baik jika ingin sukses mencapai Kawah Gunung Bromo. 😉

Adakah yang mau menambahi tip sukses mencapai Kawah Gunung Bromo?

Baca juga Piknik menuju Kawah Putih..