Ide Renovasi Rumah Supaya Lebih Berkesan

Ide Renovasi Rumah – Ada saatnya orang merasa jenuh akan hunian yang ditinggalinya. Untuk mengatasi kejenuhannya, ada banyak cara yang dapat mereka lakukan. Mulai dari mendekorasi ulang hingga merenovasi rumahnya. Dibandingkan dengan pindah atau membeli hunian baru, langkah renovasi banyak ditempuh oleh mayoritas orang karena tergolong lebih sederhana. Namun, sama seperti membeli rumah baru, renovasi pun memerlukan sejumlah biaya.

Sama dengan masalah biaya, ide renovasi juga menjadi hal yang  krusial untuk dimiliki sebelum melakukan renovasi. Tidak sedikit orang yang berhasil merenovasi rumah mereka namun tidak berkesan sesaat setelah jadi. Nah, untuk membuat renovasi lebih berkesan pada rumah kalian, 3 ide renovasi di bawah ini mungkin dapat dipertimbangkan.

Balkon Terbuka.

Balkon terbuka dalam hal ini tidak seperti bagian kecil yang ada di lantai 2 sebuah rumah. Balkon terbuka yang dimaksud adalah area terbuka yang luas dimana sengaja dibuat terbuka pada salah satu sisi rumah kalian. Pembuatannya cukup sederhana, kalian hanya tinggal melakukan ‘dak’ pada salah satu sisi rumah. Mungkin kalian akan bertanya-tanya, untuk apa melakukan ‘dak’ pada renovasi rumah namun tidak dibentuk sebuah kamar atau ruang di dalam rumah.

BALKON RUMAH TERBUKA
pict credit from: https://www.dekoruma.com/

Biasanya area balkon terbuka difungsikan sebagai tempat untuk memiliki kebun di atas rumah. Di kota-kota besar seperti rumah dijual di Jakarta dan Bandung telah banyak rumah yang mengaplikasikan ide ini untuk kegiatan yang serupa. Kalian bisa saja memfungsikan balkon terbuka ini sebagai tempat bersantai bersama keluarga atau teman-teman sepermainan kalian.

Bar Multifungsi.

Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa dapur merupakan sebuah ruangan dengan desain yang memiliki patokan mutlak.  Yang penting ada bak sink, tempat menaruh kompor, dan sejumlah area untuk menempatkan kulkas dan lemari penyimpanan alat masak. Jika kalian adalah salah satu dari orang yang berpikir hal tersebut, kalian adalah pribadi yang kuno.

Untuk membuat dapur kalian lebih berkelas, ada baiknya singkirkan pemahaman kuno tentang sebuah dapur tersebut dan mulai merenovasinya.

Salah satu ide dalam membuat dapur terasa berkelas adalah dengan menciptakan bar multifungsi pada dapur kalian. Bar dalam pemahaman ini adalah sebuah struktur yang menggabungkan area memasak, mencuci piring, meja makan di bagian atas bar dan tempat penyimpanan peralatan di sisi bawah bar. Ide ini banyak diaplikasikan oleh kafe-kafe dan coffee shop yang populer di zaman sekarang, bahkan beberapa rumah dijual di Jakarta pun juga mengaplikasikannya. Manfaatnya sebenarnya sangat baik yakni dapat mengefisiensikan pengalokasian ruangan untuk sebuah dapur.

 Ide Open Space.

Ide open space tergolong cukup banyak diaplikasikan tidak hanya untuk renovasi bahkan untuk proyek hunian baru. Beberapa rumah dijual di Jakarta, Bandung atau bahkan di Bali yang termasuk dalam kategori rumah elite telah mengaplikasikan ide tersebut.

INSPIRASI RENOVASI RUMAH

Open space pada dasarnya adalah mengintegrasikan beberapa ruang menjadi sebuah kesatuan ruang, namun tidak berlaku untuk penggabungan tempat tidur dan kamar mandi di dalamnya. Saat membuka pintu, kalian dapat langsung melihat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dalam satu kesatuan. Ide ini banyak diaplikasikan khususnya bagi mereka yang mengambil desain minimalis pada interiornya. Sejumlah rumah dijual di Jakarta kategori minimalis mungkin dapat menjadi contohnya. Proses renovasinya cukup sederhana dan tidak banyak mengeluarkan biaya.

Meskipun terlihat sederhana, ada sejumlah faktor yang perlu kalian perhatikan misalnya set-up furnitur, keleluasan berjalan, hingga faktor pencahayaan.

Rekomendasi Tempat Jual Mobil Bekas

Rekomendasi Tempat Buat Jual Mobil Bekas – Di zaman yang serba online ini, apakah masih ada yang suka bingung mencari tempat untuk jual mobil? Aku tanya serius, soalnya aku belum punya banyak pengalaman tentang jual mobil, apalagi secara online. Duhh…jual handphone online saja penuh dag dig dug, apalagi ini jual mobil bekas online. Butuh keberanian banget karena uangnya lebih banyak. Hahaha.

Pengalaman beberapa teman yang pernah menjual mobil tidak semudah menjual barang elektronik bekas. Sekalipun mobil masih dalam kondisi bagus secara fisik maupun mesin, butuh waktu lama untuk menjualnya. Terlebih jika jangkauan penjualan mobil tidak luas, hanya berada di wilayah tertentu. Bakal lebih lama, dong. Beruntung, sekarang ada situs online khusus untuk jual mobil bekas, yaitu BeliMobilGue.co.id.

Nah, sebelum aku beri tahu cara jual mobil bekas online, ada baiknya kalian kenali dahulu tempat atau situs online BeliMobilGue.co.id yang digunakan untuk jual mobil bekas. Kalau udah ngomongin jual online, pasti ada perasaan cemas dan takut. Iya, ngga usah sampai beli, ini jual saja udah bikin deg-degan, ya. Tapi sekarang kalian tidak usah ragu apalagi takut untuk menjual mobil bekas karena sudah ada situs terpercaya dari BeliMobilGue.co.id.

Rekomendasi Tempat Jual Mobil Bekas.

belimobilgue.co.id

BeliMobilGue.co.id adalah C2B marketplace yang menawarkan solusi mudah buat kalian yang akan menjual mobil bekas. C2B adalah model bisnis di mana konsumen atau end-use menyediakan produk ke perusahan. Jadi kalian sebagai konsumen memiliki mobil bekas sebagai produknya untuk dijual di BeliMobilGue.co.id. Cara jualnya mudah, proses hanya perlu waktu 1 jam. Kalian harus tahu, tim BeliMobilGue.co.id adalah tim berpengalaman dan profesional yang terdiri dari para inspektur, konsultan penjualan, dan tim layanan konsumen. Tim inilah yang akan membantu kalian untuk menjual mobil bekas dengan cepat, mudah, aman dan nyaman. Berikut cara kerja BeliMobilGue.co.id :

1. Dapatkan perkiraan harga jual awal untuk mobil kamu secara gratis.

Hal pertama yang kadang bikin ribet saat akan transaksi jual mobil yaitu memperkirakan harga jual. Nah, karena di sini sudah ada tim konsultan penjualan, kalian sudah tidak lagi berpikir keras atau mencari tahu harga mobil bekas sekalipun buat perbandingan. Yaiyalah, apa gunanya sudah ada konsultan penjualan tapi kalian masih ribet mikirin harga jual mobil. Hahaha.

Konsultan untuk memperkirakan harga jual awal untuk mobil bekas ini didapat secara gratis. Caranya, masukkan data mobil kalian ke website BeliMobilGue.co.id. Untuk kebutuhan ini, kalian harus mempersiapkan dokumen-dokumen penting terkait dengan mobil yang mau dijual. Setelah mengisi data mobil, nanti kalian akan menerima perkiraan harga jual di awal. Proses ini cukup memakan waktu 2 menit saja jika dokumen kalian lengkap.

2. Jadwalkan inspeksi mobil secara gratis.

Inspeksi mobil ini merupakan bagian dari proses sebelum jual mobil. Setelah perkiraan harga jual didapat, kalian dapat langsung membuat jadwal inspeksi kendaraan.  Sebelum membuat jadwal, kalian perlu tahu dulu daftar lokasi buat inspeksi. Dan yang perlu kalian siapkan untuk ini, kalian harus membawa dokumen terkait dengan mobil. Nanti, dokumen-dokumen itu akan diperiksa oleh Inspektor. Tenang, Inspektor dari BeliMobilGue.co.id yang sudah berpengalaman dan akan melakukan pengecekan pada 300 titik di mobil kalian. Lagi-lagi proses ini gratis, ya.

3. Jual mobil kamu dan terima pembayaran instan!

Setelah proses inspeksi selesai, tim BeliMobilGue.co.id akan mengetahui kondisi utuh dari kendaraan yang akan kalian jual ini. Nah, setelah tadi ada penentuan harga jual awal, sekarang ada penawaran harga jual akhir. Tim dari BeliMobilGue.co.id akan memberi penawaran harga yang realistis. Jika kalian setuju dengan harga yang ditawarkan, BeliMobilGue.co.id akan mempromosikan mobilnya lewat aplikasi BeliMobilGue.co.id.

FYI, BeliMobilGue.co.id ini punya lebih dari 1000 lebih partner jaringan untuk jual mobil. Para partner tersebut akan memberikan penawaran untuk mobil kalian. Nah, dalam waktu 30 menit kalian akan mendapatkan penawaran harga tertinggi dari mobil tersebut. Jika sudah deal dengan harga tertinggi, BeliMobilGue.co.id akan segera mengkonfirmasi atas penjualan mobil tersebut kemudian mengirim uang ke rekening kalian dan serah terima dokumen pun dapat dilakukan.

Buat kalian yang tidak punya banyak waktu untuk memproses jual beli mobil bekas, serahkan saja ke ahlinya di BeliMobilGue.co.id. Sekali lagi, untuk proses jual mobil bekas online di BeliMobilGue.co.id ini tanpa biaya, ya.

Baca juga Tips Jualan Mobil Biar Cepat Laku.

Bertualang ke Agrowisata Jollong, Pati

Agrowisata Jollong Pati- Berwisata ke Desa selalu menyisakan pengalaman yang asyik dan menyenangkan. Apalagi jika kita tahu bahwa seluruh destinasi wisata yang ada dibangun dan dikelola oleh masyarakat, pasti mereka dapat menikmati hasilnya. Rasa bahagia pun muncul ketika obyek wisata tersebut menjadi referensi tujuan wisata dan ramai, seperti Agrowisata Jollong yang berlokasi di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Meski dikelola oleh PT. Perkebunan Nasional IX, namun aku yakin masyarakat ikut menikmati hasilnya. Berada di puncak, akses jalan menuju lokasi tergolong bagus dengan jalan utama sebagian besar beraspal mulus dan jalan masuk Desa adalah jalan cor-coran. Namanya di puncak, ya, perjalanannya terus naik. Perjumpaan dengan beberapa kelok pun membuat bobok kurang nyenyak. Hahaha.

Alhamdulillaah, dengan mengendarai bus berukuran sedang, perjalanan dari Factory Tour ke PT. Dua Kelinci menuju Agrowisata Jollong bisa dibilang lancar. Ya, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari tengah kota, kami sampai lokasi kira-kira pukul 11.00 WIB saat mentari sedang terik. Tapi kami beruntung karena tujuan wisata kali ini adalah agrowisata yang letaknya di puncak tepatnya di lereng timur Gunung Muria. Cuacanya cerah, udaranya begitu segar dan bikin betah. Apalagi penyambutan dari pengelola obyek wisata begitu hangat. Menambah suasana makin sejuk.

AGROWISATA JOLLONG PATI

Saat kami berkunjung, di bagian bawah area pabrik kopi sedang berlangung event Trabas dan beberapa event. Kebayang ramainya wisatawan dan para penjual jajan, kan. Area parkir yang cukup luas pun telah dipenuhi dengan kendaraan roda empat dan juga sepeda motor.

Agrowisata Jollong: Tur di Gudang Kopi.

Melihat gapura masuk bertuliskan “Cafe Pabrik Pengolahan Kopi Jollong”, langkah kaki yang sebelumnya santai tiba-tiba menjadi cepat karena ingin segera duduk-duduk di Cafe. Pinginnyaaa. Namun Bu Nane mengarahkan kami untuk masuk ke dalam gudang Kopi, keinginan untuk bersantai di Cafe pun gagal. 😀

Di gudang ini, kami tur ditemani Pak Nurdiyanto, pemandu wisata dari Agrowisata Jollong. Beliau memberi tahu jika kopi-kopi yang ada di gudang adalah hasil dari perkebunan sendiri, asli Pati. Setelah kopi dipanen, kemudian dilakukan pemilihan atau grading berdasarkan ukuran. Nah, kalau udah ngomongin grade, kelanjutannya adalah harga. Pak Nur menyampaikan, untuk harga kopi yang masih mentah, tuh, telah dibanderol mulai dari Rp 40.000 per kg. Sedangkan yang tinggal seduh, harga mulai dari Rp 80.000 per kg.

AGROWISATA JOLLONG GUDANG KOPI 2
Mereka tertarik bisnis kopi…hahaha

“Pak, berapa harga satu kilo gram kopi ini?” Tanya Mohammed, peserta trip yang berasal dari Timur Tengah. Tidak hanya Mohammed, beberapa peserta lain yang berasal dari luar negeri juga ngobrol banyak dan tanya detail perihal pemasaran kopi karena beberapa diantara mereka ada yang berminat untuk membuka kedai kopi di tempat asal jika sudah selesai study nantinya. Bagiku ini menarik, artinya jumlah ekspor untuk komoditas kopi akan makin banyak. Ya…meski aku tahu kalau jumlah stok kopi untuk wilayah sendiri saja kadang kurang. Ini di tempat tinggalku, Banjarnegara. Produksi kopi asli Banjarnegara masih masih minim karena yang menanam belum banyak.

AGROWISATA JOLLONG GUDANG KOPI
Kopi asli Jollong, Pati…

Seluruh kopi yang ada di gudang telah dipack menggunakan karung berukuran besar dengan berat mulai dari 60-80 kg per karung. Jenis kopi yang ditanam di sini adalah Robusta, dan ditanam di antara 600-900 m dpl. Ternyata, Desa ini termasuk sentra penghasil kopi di Kabupaten Pati. Dulu, Desa ini juga menjadi tempat pengolahan hasil perkebunan kopi. Berlokasi di atas Cafe, tepatnya di seberang Mushola, terdapat sebuah pabrik kopi yang cukup luas. Pabrik yang tidak berdiding penuh ini sudah ada sejak zaman Belanda. Terlihat dari luar, masih terdapat beberapa alat pengolahan yang sepertinya sudah berkarat. Sayang sekali pabrik ini tidak dibuka untuk umum, jadi hanya bisa mengintip saja dari luar pagar yang terbuat dari besi.

Kenalan dengan Agrowisata Jollong.

Agrowisata Jollong dibangung pada tahun 2012, sudah cukup lama, ya. Agrowisata ini terbagi menjadi dua tempat, yaitu Agrowisata Jollong I dan Agrowisata Jollong II. Di sini terdapat dua pintu gerbang, yaitu pintu gerbang bawah yang berarti Agrowisata Jollong I dengan obyek wisata Kompleks Pabrik Kopi sampai Kebun Jeruk. Kemudian ada pintu gerbang atas yang berarti Agrowisata Jollong II dengan obyek wisata andalannya yaitu Kebun Buah Naga. Wisatawan dapat memilih untuk aksesnya, lewat pintu atas atau bawah. Yang jelas tidak ada pintu doraemon, ya. 😛

Dari kompleks pabrik kopi, kami terbagi menjadi dua mobil dengan tipe yang berbeda. Satu adalah modil semi terbuka dengan cat warna-warni lucu menggemaskan dan tangguh, satunya adalah mobil bak terbuka yang elegan dan pastinya super tangguh. Mulai perjalanan, kami menjadi sasaran penglihatan para wisatawan yang ada di sekitar area event. Kenapa? Karena ada mahasiswa asing bersama kami. Beberapa wisatawan juga ada yang minta untuk berselfie, termasuk petugas loket di pintu masuk. Hahaha.

AGROWISATA JOLLONG GUDANG KOPI 3
Ini mobil kuat bangettt!

Nah, setelah jalan-jalan manja di kompleks pabrik dan gudang kopi, saatnya lanjut untuk bertualang. 😆 Aku menyebut bertualang karena untuk menuju Agrowisatanya harus membelah hutan selama kurang lebih satu jam naik mobil semi terbuka dengan akses jalan yang aduhaaii, agak offroad, gitu. 😀 Sepanjang perjalanan, kanan kiri jalan adalah hutan. Buat yang suka bertualang, kebayang asyiknya, kaaan? Sesekali kami minta berhenti untuk mendokumentasikan pemandangan alam yang menyejukan. Ketika menghadapi jalanan yang mulai menanjak, tangan harus berpegangan kuat di kursi atau jendela besi bagian belakang supaya tidak terombang-ambing. Pokoknya tidak ada waktu buat ngantuk. Hahaha.

Planting Coffee

Setelah menempuh perjalanan panjang kurang lebih 30 menit, akhirnya kami dapat melihat hamparan perkebunan kopi sekaligus menambah ilmu dan pengetahuan perihal penanaman kopi. Ya, kebun kopi dengan luas kurang lebih 500 Ha ini menjadi tujuan pertama kami untuk bertualang. Seperti yang aku sampaikan di awal, kopi yang ditanam di sini masuk jenis kopi robusta. Aku yang dari dulu tidak paham masalah per-kopi-an, di sini cukup menikmati trip karena teman-teman aktif bertanya perihal penanaman kopi.

AGROWISATA JOLLONG PENANAMAN KOPI 3
Mas Nur sharing tentang penanaman Kopi…

Kami kembali melakukan tur di perkebunan kopi dan masih ditemani Pak Nur. Penyambungan bibit pohon kopi, aku baru tahu ada tahap ini sebelum penanaman pohon di kebun. Jadi, di sini kami diberi tahu step by step pembibitan kopi sampai dengan panen kopi. Dalam satu area terdapat lahan khusus yang digunakan untuk belajar tentang pembibitan kopi. Pembibitan di sini dimulai dari menanam biji kopi sampai biji tersebut nongol seperti kecambah. Sepertinya ada istilah tersendiri, nih, cuma aku tidak menanyakannya. Yamasa, nanem kopi tumbuhnya kecambah. Kan lucu, kayak kamu yang lagi nyiulin kelinci. Hahaha.

Pembibitan dari biji sampai bisa ditanam ini kurang lebih 14 bulan. Setelah keluar kecambah (eeh kecambah lagi), kemudian bibit ditanam di polybag sampai 6 bulan. Nah, setelah ini, barulah dilakukan penyambungan. Di sini aku merasa bingung sebenarnya, pohon kopi yang tinggi mungkin baru setengah meter itu disambung. Lagi-lagi aku tidak tanya detailnya, malah liatin si Mohammed yang sedang menggali lubang untuk penanaman kopi. Hahaha. Iya, ceritanya dia mau menanam pohon kopi di sini, jadi sok-sok buat lubang dengan ukurang 1 meter persegi. Oiya, pohon kopi ini akan mulai berbunga jika usianya mencapai 3 tahun. Ternyata lama juga prosesnya, ya.

Kebun Jerung Keprok dan Jeruk Pamelo

Usai keliling kebun kopi dan mendapat banyak pengetahuan, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Jeruk. Jarak antara kebun kopi dan kebun jeruk ini tidak begitu jauh, hanya 20 menit. Tidak tahu kenapa, perjalanan kedua membelah hutan kali ini terasa cukup lama, padahal cuma lima belas menit. Ada apa gerangan? Apakah karena sudah lelah atau pingin cepat-cepat menikmati segaranya jeruk Pamelo? 😆

Jeruk Keprok dan Jeruk Pamelo, dua jenis jeruk ini sangat asing di telingaku. Aku lebih sering mendengar jeruk nipis, jeruk samarinda, jeruk purut, dan jeruk mandarin. Hahaha. Padahal, tiap ke pasar dan membeli jeruk, pasti aku belinya jeruk jenis keprok. Tapi aku baru tahu saat tanya ke penjual buah langganan, beberapa waktu setelah mengikuti trip. Pokoknya konfirmasi itu penting. 😀

Sesampainya di sini, Pak Nur mengambilkan jeruk untuk kami. Jeruk yang disuguhkan yaitu jeruk pamelo yang ternyata adalah jeruk bali. Iya, aku lebih familiar dengan nama jeruk bali untuk menyebut jeruk dengan ukuran yang besar ini. Di sini kami cukup lama, menikmati suguhan panorama Waduk Gembong dan Waduk Gunung Rowo dari atas kebun jeruk dan juga keliling kebun sampai bawah. Sayangnya, pas kami ke sini tidak sedang musim jeruk, katanya setengah bulan lagi baru mulai pada berbuah. 😆

Kebun Buah Naga.

Sampai, nih, di Jollong II atau kompleks kebun buah naga setelah 15 menit perjalanan dari kebun jeruk. Berbeda dengan kebun jeruk yang tidak begitu ramai, di sini banyak wisatawan yang sedang keliling petik buah naga. Jadi nih, ya, di sini bisa lebih ramai wisatawan karena mereka lewat pintu gerbang atas yang mana banyak menawarkan spot-spot selfie berkarakter, seperti replika buah naga, dan perjalanan menuju sini tidak sejauh perjalanan menuju kebun jeruk.

AGROWISATA JOLLONG KEBUN BUAH NAGA
Welcome to Jollong II…

Buah Naga ini termasuk buah yang jarang dijumpai di Jawa Tengah. Selain butuh ketelatenan dalam perawatan, buah ini hanya dapat tumbuh segar di daerah tertentu. Maksudnya, pohonnya dapat tumbuh dengan baik, buahnya bisa besar dan segar. Ratusan pohon yang ditanam di sini seluruhnya adalah buah naga dengan isi merah. Ada juga buah naga yang dalamnya warna putih, tapi tidak ada di kebun ini. Namanya agrowisata, ya, wisatawan bisa dengan bebas memetik buah, kemudian ditimbang oleh petugas, lalu bayar di tempat! Harga buah yang ditawarkan menyesuaikan harga pasaran dan cenderung lebih murah.

Di kebun yang sangat luas ini, aku bersama Parahat dan Nuryono, sok heboh unboxing dragon fruit. Tidak hanya unboxing alias belah buah naga, kami juga membuat testimoni menggunakan Bahasa masing- masing. Ada yang menggunakan bahasa Thailand, Turkmenistan, Jawa alus, dan aku pakai bahasa NGAPAK is the best. Hahaha. Setelah puas unboxing dan berlipstikan buah naga warna merah, kami duduk-duduk santai di sebuah warung yang nampaknya dikelola Desa setempat sambil memesan aneka jus segar di sini. Di sekitar warung ini juga berdiri banyak warung milik pribadi, warga setempat. Asyik banget, kan, kalau wisata di Desa sampai ramai, karena diharapkan masyarakat setempat dapat merasakan manfaatnya.

Membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan atau kira-kira 20 km dari pusat kota Pati untuk sampai di Agrowisata Jollong. Buat kamu yang suka agrowisata, Jollong dapat dijadikan tempat tujuan saat di Jawa Tengah. Yukkk…bertualang ke Agrowisata Jollong! Nikmati keseruan perjalanan dan wisata ke beberapa destinasi Agrowisata Jollong!

Factory Tour ke PT. Dua Kelinci, Pati

Factory Tour ke PT. Dua Kelinci, Pati – Pati, sebuah kabupaten di Jawa Tengah ini sering aku dengar, namun karena belum punya teman ataupun saudara, kabupaten ini sama sekali tidak aku masukan dalam daftar rencana piknik. Hihihi. Ya gimana lagi, abisanya tidak ada yang bisa meyakinkan aku jika di Pati banyak destinasi pariwisata yang manarik. Hahaha.

Kabupaten Pati menjadi tujuan wisata pada hari kedua dalam rangkaian kegiatan Jateng On The Spot 2019. Di kabupaten ini, kami melakukan factory tour ke PT. Dua Kelinci dan bertualang ke Agrowisata Jollong.

Ini kali kedua aku mengikuti factory tour setelah sebelumnya mengikuti wisata industri ke PT. Perkebunan Teh Tambi beberapa tahun silam. Masing-masing pabrik tentu punya standard operasional untuk kunjungan industri, ya. Harus menggunakan tutup kepala selama tur pabrik, misalnya. Yang jelas ketika sudah masuk kawasan pabrik, pengunjung harus mengikuti aturan yang berlaku.

Berkeliling pabrik yang terkenal dengan produk snack kacang terbagus di Indonesia dan pernah menjadi sponsor utama untuk tim sepak bola Real Madrid, aah…bahagia akutuuuuuh. 😆 Iyalah, bahagia sekaligus beruntung karena tidak semua orang bisa mengikuti factory tour ke PT. Dua Kelinci, lho. Yaa…namanya wisata industri di pabrik besar pasti banyak syarat dan ketentuan, kan. 😛

FACTORY-TOUR-KACANG-DUA-KELINCI-44

Kami sampai di PT. Dua Kelinci kira-kira pukul 08.15 WIB. Berarti, perjalanan dari Kabupaten Rembang menuju Pati cukup lama, hampir 1 jam karena kami berangkat pukul 07.30 WIB. Sesampainya di pabrik, kami disambut oleh beberapa karyawan yang sudah siap mengajak kami untuk tur. Namun, sebelum tur dimulai, terlebih dahulu kami menuju sebuah ruang berkapasitas sampai 100 orang untuk menonton kilas balik PT. Dua Kelinci seperti asal muasal nama brand Dua Kelinci yang dulunya adalah Sari Gurih. Mbak Desi, bagian marketik PT. Dua Kelinci, juga memaparkan tentang program-program yang telah dilaksanakan oleh mereka menggunakan dana CSR dan mengenalkan sekilas produk-produk mereka baik produk lama maupun terbaru.

Usai presentasi, kami dikejutkan dengan kedatangan ikon pabrik ini yaitu Kelinci! Hihihi. Dua kelinci ini muncul dari pintu depan dan sempat mengagetkan kami mereka terlalu aktif, colek-colek, gitu. 😀 Kedatangan dua kelinci ini diperuntukan untuk dokumentasi alias foto-foto. Setelahnya, barulah kami bersiap-siap tur. Seluruh peserta tur diberi masker dan juga penutup kepala (kecuali bagi perempuan berhijab) untuk keamanan dan kenyamanan saat tur. Satu hal yang menarik dari pemaparan Mbak Desi yaitu tentang limbah. Ya, Mbak Desi menyampaikan bahwa PT. Dua Kelinci mengolah limbah pabrik dengan membuatkan kolam ikan. Aku penasaran banget, dong, pengolahannya seperti apa. Terus juga kolamnya seperti apa. Pokoknya udah niat banget pingin lihat dan kalau bisa juga mendokumentasikannya.

FACTORY-TOUR-KACANG-DUA-KELINCI-44

Kepada teman-teman, untuk keamanan dan kenyamanan, dimohon untuk menyimpan alat dokumentasi, ya. Handphone, Kamera, dll. Karena selama tur beralangsung, pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar.

Degh! Hyaaah! Duuh! Udah siap-siap mau potoin aktivitas di dalam pabrik, malah Mas Andre memberi peringatan dilarang keras mengambil gambar. Yasudah, nikmati saja perjalanan tur kali ini. 😀 Terus, kira-kira apa yang menarik selama tur? Banyak banget! Mending bahas satu per satu proses pengolahannya, ya. Biar afdhol. 😛

Pertama yaitu tentang kesterilan. Tiap kendaraan yang masuk pabrik harus melapor kepada security. Tentu ini hanya kendaraan yang membawa bahan baku kacang, dong. Ehhh…tapi bisa juga kendaraan tamu, ya. Ahhh, bahas saja kendaraan khusus bahan baku supaya konsisten. 😆 Setelah security memberi kode AMAN, kemudian akan dilakukan penimbangan. Eh btw, bahan baku yang dibawa satu kendaraan, tuh, berkapasitas 4 ton, lho.

Kedua yaitu gerbang masuk khusus. Gerbang masuk ini tidak hanya berfungsi sebagai jalan saja, namun di sini akan dilakukan pengecekan, penentuan, dan penyortiran bahan baku mulai dari kualitas, hingga harga. Tiap hari, pabrik ini membutuhkan kurang lebih 750 ton bahan baku untuk dapat memenuhi produksi, makanya PT. Dua Kelinci tidak hanya mengambil bahan baku dari Jawa saja. Dan kualitas kacang paling bagus malah bukan dari Pati, melainkan dari Tuban dan Jepara. Tapi kenapa aku sanksi, ya, emang di Jepara ada petani kacang tanah, gitu. Hahaha.

Ketiga yaitu pencucian menggunakan mesin cleaner. Ya, mesin pertama yang kami jumpai di sini adalah mesin pencucian di mana bahan baku akan dibersihkan dari akar-akarnya. Jangan tanya berapa besar mesinnya, ya. Karena itu mesin gede-gede dan ada beberapa. Proses pencucian ini ada beberapa tahapan dan yang melakukan pekerjaan ini semuanya adalah mesin! Ya, di sini kamu tidak akan menjumpai banyak karyawan karena hampir seluruh pekerjaan dikerjakan oleh mesin.

Keempat yaitu proses perebusan. Proses ini berada di suhu 100-120 derjat celcius dengan batasan waktu 5-10 menit. Untuk merebus kacang ini, pabrik lebih memilih menggunakan tenaga batu bara karena dirasa paling hemat. Pas lagi ngomongi batu bara, tiba-tiba aku ingat video sexy killer. Hahaha.

Kelima yaitu masuk proses pengeringan. Di sini terdapat tiga mesin pengeringan dan hampir tiap hari bekerja antara 10-12 jam dengan suhu mencapai 100 derajat. Dan setelah proses ini, bahan baku disimpan di gudang yang sangat luas. Kami juga diberi kesempatan untuk masuk gudang penyimpanan yang dapat menampung bahan baku sampai 10 ton. Sistem penyimpanan di sini menggunakan metode first in, first out atau bahan baku yang masuk pertama maka akan dikeluarkan lebih awal.

Omong-omong, nih, proses sortir bahan baku menggunakan mesin ini baru dimulai sejak dua tahun yang lalu. Sortir otomatis ini dilakukan setelah bahan baku dibersihkan. Dan untuk sortir akhir atau finasl, tetap menggunakan tenaga manusia dibantu mesin berjalan alias konveyor.

Proses terakhir yaitu packaging. Di PT. Dua Kelinci yang di Pati hanya memproduksi snack kacang biasa. Maksudnya, sekarang, kan, produk Dua Kelinci makin banyak varian, ya. Untuk jenis produk seperti wafer, minuman, dan cokelat, diproduksi di cabang yaitu Jakarta dan Surabaya. Ya, setelah resmi berganti nama dari Sari Gurih ke Dua Kelinci pada tahun 1985, putra pendiri, Ali Arifin dan Hadi Sutiono, membuka cabang di dua kota tersebut.

Perjalanan tur berakhir di sebuah pusat oleh-oleh yang masih berada dalam satu komplek pabrik. Selain pabrik, di sini terdapat pusat oleh-oleh yang menawarkan produk-produk PT. Dua Kelinci dan juga produk khas Pati seperti Bandeng. Di sini, wisatawan dapat memilih aneka snack dengan label Dua Kelinci. Ditawarkan juga paket snack yang murah meria dengan banyak isi.

Nah, buat kamu tertarik untuk mengikuti tur PT. Dua Kelinci, syaratnya gampang banget. Kamu cukup membeli paket makan di Waroeng Pati (ini masih dalam satu kompleks pabrik) senilai minimal Rp 15.750 per orang. Warungnya ini unik banget, lho. Bergaya joglo khas Pati. Pun dengan fasilitas umumnya. Toilet, misalnya. Toilet ini dibangun menggunakan kayu, persis warung juga, model joglo. Lalu dindingnya ditambah dengan ornamen jagung.

Setelah membeli paket makan, selanjutnya harus terkumpul minimal 50 orang, maksimal 250 orang untuk dapat mengikuti tur. Hihihi. Ya, kalau paling 10-20 orang, Mbak Desi belum bisa melayani tur. Selain itu, harus menggunakan surat izin tur dan diberikan paling lambat 1 minggu sebelum kunjungan. Jadwal tur dari Senin-Jum’at dan terbagi menjadi tiga sesi yaitu pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB. Sementara hari Sabtu hanya ada dua sesi yaitu pukul 08.00 dan 10.00 WIB.

Satu hal yang bikin aku penasaran tapi lupa aku kunjungi dan juga lupa tanya yaitu tentang pengolahan limbah. Hahaha. Aku, sih, yakin kalau pengolahan limbah untuk menjadi manfaat ini tempatnya tidak dekat dengan pabrik, tapi tetap saja kalau aku ingat waktu itu, pasti aku tanyakan lagi “dimana pengolahan limbanya, Kakaaak?” 😛

Btw, apa yang melintas di benak kamu saat mendengar kata Dua Kelinci? Apakah langsung ingat snack super kriuk seperti kacang kulit, kacang oven, kacang atom, atau hal menarik lainnya di luar produk-produk mereka?

Singgah di Gedung Sate, Bandung!

Gedung Sate, Bandung – Bus yang kami naiki mulai mengurangi kecepatan lajunya. Pelan-pelan aku membuka mata sebelum sampai di Terminal Cicaheum, Bandung. Aktivitas mengumpulkan tenaga pun aku lakukan supaya saat turun nanti tidak oleng.

“Jangan tidur lagi, kita sudah masuk terminal.” Teman perjalanan dari Banjarnegara-Bandung tiba-tiba membuka paksa kedua mataku. Dia nampak sedikit kesal karena sepanjang perjalan aku tidur pulas. Yaa…gimana lagi, berangkat dari Banjarnegara sudah petang, mainan handphone bingung mau chat sama siapa, orang yang biasa aku ajak ngobrol saja berada di sampingku ini. Lagi pula, aku kadang mual dan pusing kalau mainan handphone saat berkendara.

Tiba di terminal, ternyata waktu baru menunjukan pukul 04.00 WIB. Sambil menunggu adzan subuh, kami pun menuju mushola yang berada di kompleks terminal. Kami cukup lama duduk-duduk di depan Mushola, ngobrol-ngobrol yang agak penting, yaitu perihal destinasi wisata yang akan kami kunjungi nanti.

Betul, kami pergi ke Bandung tanpa rencana. Saking penatnya dengan rutinitas masing-masing, dari obrolan pagi yang awalnya hanya bercandaan, sore harinya langsung beli tiket Bus. Tanpa ribet packing dan mikirin uang saku, kami merasa asyik-asyik saja dengan traveling tanpa rencana ini.

“Kita keliling ke kawasan kota saja, yang dekat-dekat, gitu. Kalau memang mau nambah hari, esoknya baru bertualang ke wisata alam. Kawasan Bandung Barat, misalnya. Toh kita ke sini niatnya bersenang-senang, jangan capek-capek lah.”

Teman perjalananku kali ini memang cukup paham dengan Kota Kembang. Punya banyak saudara dan juga pernah menetap beberapa bulan di Bandung. Tapi bukan berarti kami memanfaatkan keadaan, dong. Apalagi masalah penginapan, banyak villa bandung di traveloka. Pokonya tidak ada alasan pingin irit meski uang saku minim. Hahaha.

Duuh…namanya sedang penat, bawaannya pingin ke tempat yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Aku ngeyel pingin lari ke hutan, dianya pingin santai-santai di sekitar Alun-alun dan Gedung Sate. Sungguh bertolak belakang. Karena tidak mau ribut dan ambil pusing, akhirnya dia mengikuti keinganku. Aku senang, aku bahagia, dan dia mencoba untuk ikut bergembira. Hahaha.

MUSEUM GEDUNG SATE

Setelah sekian lama, tentu dengan segala keinginanku ketika ke Bandung, kompleks perkotaan selalu aku skip. Ya, ketika ke Bandung, aku tidak punya minat untuk traveling di seputar kota, bahkan untuk sekadar singgah. Dan sekarang, aku lagi pingin ke Bandung dan singgah ke beberapa tempat yang ada di seputar kota salah satunya yaitu Gedung Sate.

Kenapa ingin ke Gedung Sate, Bandung?

Alasan paling kuat untuk sekarang ini yaitu karena melihat daftar 10 Top Destinasi Wisata Bandung dan Gedung Sate masuk di dalamnya. Korban iklan banget, nih. Hahaha. Eh bukan korban iklan, melainkan pingin nostalgia. Beberapa kali lewat depan Gedung ini, tapi tidak pernah mau diajak masuk. Padahal meskipun Gedung Sate masih dipakai secara aktif untuk kegiatan pemerintahan Provinsi Jawa Barat, sekarang dapat dinikmati sebagai kawasan wisata.

Dan aku baru tahu, meski Kemenpar sudah memasukan Gedung Sate ke dalam daftar rekomendasi kunjungan wisata, untuk masuk ke gedung ini harus dengan izin. Tapi aku maklum, sih, karena gedung ini aktif digunakan sebagai gedung perkantoran, pasti pemerintah kota setempat ingin tetap menjaga keamanan khususnya dokumen-dokumen yang ada di dalamnya.

Lalu, wisatawan dapat menikmati apa saja ketika berkunjung ke Gedung Sate?

Pertama, berfoto di depan atau sekitaran Gedung Sate, sebuah gedung berarsitektur Hindia Belanda. Katanya, spot foto yang paling digemari wisatawan ini ada pada bagian depan gedung.

Kedua, ada sebuah prasasti di depan Gedung Sate. Membaca di wikipedia, di bawah prasasti tersebut pernah terkubur tujuh jenazah pemuda pejuang kemerdekaan yang gugur saat mempertahankan gedung tersebut dari serangan penjajah. Wisatawan dapat melihat prasasti tersebut.

GEDUNG SATE

Ketiga, mengunjungi museum Gedung Sate. Museum ini terletak di bagian belakang Gedung sebelah kanan. Museum yangi memiliki luas sekitar 500 meter persegi menampilkan sejarah kota bandung dan kebudayaan Jawa Barat. Informasi sejarah tentang Gedung Sate pun bisa dibaca-baca di sini. Untuk informasi lebih lanjut baik tentang HTM maupun jam kunjungan, kamu dapat membuka website resmi museum ini di www.museumgegungsate.org.

Keempat, mengunjungi teras atap. Usai melihat koleksi di Museum Gedung Sate, wisatawan dapat meneruskan kunjungannya ke bagian teras atap. Bagian ini merupakan bagian paling tinggi dari Gedung Hindia Belanda. Menariknya, di sini wisatawan dapat menikmati pemandangan lapangan Gasibu dan juga Tangkuban Perahu.

Kelima, berolahraga atau sekadar main di Gasibu. Sebuah lapangan yang dapat digunakan untuk jogging ini letaknya di luar Gedung Sate, tepatnya di seberang gedung. Lapangan ini selalu ramai dan selalu ada aktivitas di sini.

Sekali lagi, untuk dapat masuk Gedung Sate, kamu harus minta izin kepada pemerintah kota setempat atau menghubungi pengelola gedung di nomor (022)4267753. Gedung Sate buka dari Senin-Jum’at pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

GEDUNG SATE 2

Jika diberi kesempatan untuk kembali mengunjungi Bandung, aku akan menyempatkan untuk singgah di Gedung Sate. Tentunya ke Bandung bukan dengan teman perjalanan lagi, dong. Mau ajak Kecemut saja yang sekarang udah mulai sering ngajak main.

Baca lagi Wisata Floating Market Lembang, Bandung.

NOTES: Seluruh foto diambil di website Museum Gedung Sate.

Pengalaman Body Rafting di Green Canyon, Pangandaran

Body Rafting di Green Canyon – Tidak lama lagi, sosial media akan ramai dengan update-an seputar mudik dan lebaran. Momen ini biasanya juga digunakan untuk liburan. Istilah dalam bahasa jawanya itu “ngiras-ngurus“, sekali mendayung, atau aji mumpung. Ya, merencanakan liburan bersama keluarga saat mudik atau lebaran, tuh, sepertinya menjadi hal yang wajib. Apalagi bagi para pekerja di perantauan, pasti tidak akan melewatinya.

Nah, kali ini aku memberi rekomendasi destinasi wisata di Jawa Baarat, tepatnya Pangandaran yang masuk dalam 10 Top Destinasi Wisata di Pangandaran, yaitu Green Canyon.

Kamu suka basah-basahan yang menantang? Aku saranin buat nyobain body rafting di Green Canyon Pangandaran. Kenapa? Selain olahraga, selama menyusuri Sungai Cijulang kamu akan disuguhi pemandangan sungai dan juga alam yang subhanallah banget. Dongeng-dongeng sampai mitos juga akan kamu dapat dari para pemandu wisata.

Btw, Body rafting ini aktivitas yang dilakukan di air, hampir sama seperti arung jeram. Bedanya kalau Arung Jeram menggunakan perahu karet, body rafting hanya bisa mengandalkan tubuh sendiri dilengkapi dengan pelampung. Tapi tenang, kamu bakal merasa aman dan nyaman karena body rafting di sini akan ditemani pemandu yang profesional. Mereka akan mendampingi, bahkan menjaga para wisatawan selama body rafting.

Pengalaman Body Rafting di Green Canyon, Pangandaran.

Kegiatan menyusuri aliran sungai tanpa perahu, hanya mengandalkan pelampung dan tubuh sendiri. Kedengarannya seram, ya? Apalagi buat kamu yang tidak bisa renang, pasti udah parno duluan kayak aku. Hahaha. Sekali lagi, kamu tidak perlu khawatir, karena selain didampingi guide arus sungainya juga cukup sedang. Hanya saja, para wisatawan harus mematuhi segala aturan yang dibilang oleh pemandu, terutama dalam mengenakan perlengkapan seperti helm, pelampung, pelindung lutut dan sepatu karang.

GREEN CANYON PANGANDARAN JAWA BARAT 4
Pintu Masuk~~

Jadi nih, aku ke Green Canyon bareng seorang teman Bloger dari Cilacap, kami cuma berdua saja. Awalnya ragu mau ambil paket body rafting karena cuma berdua. Bayangan kami, pasti nanti jatuhnya akan lebih mahal karena wisata ini bentuknya paketan. Yaudah, kami pun melihat penawaran wisata lain yaitu naik perahu.

“Waduuh…sayang banget sudah sampai sini masa cuma naik perahu dowang. Tidak seimbang dengan perjalanan yang sudah ditempuh dari Banjarnegara.” Batinku saat melihat foto-foto para wisatawan yang ditempel pada media dinding dekat sekretariat. Panorama dalam bingkaian foto nampak indah. Padahal ini hanya sampai “mulut” sungai saja. Bagaimana jika body rafting? Sudah pasti akan mendapat pemandangan yang lebih indah dari yang ada di foto tersebut.

“Ayo nyobain body rafting, Neng. Seru banget, lho!” Suara seorang pria yang muncul dari belakangku cukup mengagetkan. Tidak hanya bersuara, dia juga menepuk bahuku. Aku hanya senyum-senyum sambil mengambil beberapa foto untuk dokumentasi perjalananku.

“Neng, body rafting, yuk. Kelompok aku kurang 2 orang, nih.” PUCUK DICINTA, ULAM PUN TIBA! Tanpa basa-basi dan banyak kata, aku langsung mengiyakan ajakan orang yang tidak aku kenal. Hahaha. Inilah salah satu kejutan saat traveling, tidak perlu kenalan, tapi mau diajak kemana-mana. #eeeh! *dasar perempuan macam apa* Dipandu oleh para guide yang handal, kami diminta untuk menggunakan perlengkapan body rafting. Setelahnya, kami bersama-sama melakukan pemanasan sebelum nyemplung ke sungai.

Perjalanan dimulai dari basecamp JANGGALA, salah satu operator body rafting di green canyon Pangandaran. Kemudian naik mobil bak terbuka dan pada akhirnya sampai di hutan. Pelan-pelan kami berjalan menuju sungai yang akan menjadi titik awal atau start body rafting. Dari sini lah, kami mulai bergerak, bersenang-senang mengikuti arus sungai yang begitu jernih.

Panorama air di Green Canyon Pangandaran bisa jadi latar belakang menarik berfoto-foto. Kami pun sesekali mengabadikan momen di beberapa tempat yang unik. Di beberapa titik, air sungai Cijulang ini warnanya bagus banget, hijau tosca, gitu. Sayang banget, kamera hape gue saat itu belum bagus-bagus banget, jadi gradasi warna dalam foto pun tertangkapnya biasa saja. Hahaha.

Konon, air Sungai CIjulang di Green Canyon ini selalu hijau sejak dulu. Kecuali musim hujan, warnanya akan sedikit berubah. Perjalanan body rafting ini sebenarnya lumayan lama, kira-kira 1.5 jam. Namun saking asyiknya, body rafting ini terasa lebih cepat dari perkiraan waktu karena tahu-tahu kami sudah sampai pintu masuk dermaga green canyon. Nah, sesampainya pintu masuk ini, kami dijemput pemandu menggunakan perahu motor. Sepanjang perjalanan di atas perahu ini bisa kita gunakan untuk berfoto. Ternyata banyak juga yang sangaja datang khusus untuk berfoto dan mengabadikan keindahan panorama Green Canyon Pangandaran ini. Selain hijau dan jernihnya air sungai, tebing yang dipenuhi pepohonan hijau yang masih asri dan terjaga dengan baik. Semuanya bisa diabadikan sebagai latar belakang ataupun langsung sebagai objek foto.

Mengambil referensi dari harapanrakyat.com, konon nama Cukang Taneuh atau Jembatan Tanah dijuluki Green Canyon disematkan oleh traveler asal Perancis bernama Bill Jhon. Dia sangat terpesona dengan jembatan tanah yang sering dilewati warga untuk pergi ke kebun dan ladang ini. Pemandangan yang ada di bawah jembatan yang dihiasi dengan stalakmit dan stalaktit begitu menawan. Bukan hanya itu, ada juga tumbuhan hijau yang menutupi kawasan Green Canyon pada sisi kanan dan kirinya. Dan yang kadang bikin deg-degan itu kalau melihat akar-akar pohon yang usianya mungkin sudah ratusan tahun. Merinding tapi pingin menggenggamnya. Hahaha

Kalau dilihat dari kejauhan, jembatan tanah ini persis seperti mulut gua. Tempat inilah yang dijadikan lokasi pemberhentian kapan wisawatan yang berkunjung. Dari sana bisa terlihat keindahan Green Canyon Pangandaran. Keindahan tersebut rupanya menginsipiari Bill Jhon untuk menamai kawasan tersebut dengan nama Green Canyon. Ia menghubungkan keindahannya dengan objek wisata yang bernama sama di Colorado, Amerika.

Lokasi Green Canyon

Warga di sekitar lokasi wisata ini menyebutnya dengan Cukang Taneuh. Dalam Bahasa Indonesia ini berarti jembatan dari tanah. Objek Wisata ini ada di Jalan Raya Cijulang, RT 02, RW 10, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dari pusat kota Pangandaran, jaraknya kira-kira 30 kilometer.

Tiket Masuk Green Canyon

Tiket untuk masuk ke kawasan objek wisata Green Canyon Rp. 100.000 per orang. Bagi sebagian orang mungkin terkesan mahal. Tapi kamu harus tahu kalau tiket ini sudah termasuk sewa perahu yang akan mengantar kita sampai ke lokasi Green Canyon yang ada di Sungai Cijulang. Green Canyon Pangandaran dibuka mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Namun, pada waktu tertentu yaitu ketika debit airnya tinggi, destinasi ini tutup.

Bagaimana dengan referensi destinasi wisata Green Canyon Pangandaran ini? Berani body rafting di sini? Baca dulu beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk body rafting di Green Canyon, ya! 😉

Jateng On The Spot 2019, An Enjoyed and A Fun The Trip!

Jateng On The Spot 2019 – Eeeeh….judulnya udah keminggris, belum? 😛 😛 :P. Ini efek habis ngetrip bareng teman-teman buleeeee dan sering glagapan karena sana pingin ngobrol menggunakan Bahasa Inggris, tapi aku ah oh ah oh dowang. Hahaha. Tenang, ini sok gaya di judul saja, isi postingan tetap menggunakan bahasa Indonesia dengan sedikit baik dan benar. 😆 😆 😆

Kembali packing menyiapkan baju ganti dan kebutuhan pribadi lainnya untuk persediaan selama tiga hari dua malam dan berangkat dari rumah dini hari, ini seperti mimpi. Terlebih aku harus meninggalkan Kecemut untuk beberapa waktu, ini bukan hal yang mudah. Namun, ketika sampai di tempat tujuan dengan selamat, bertemu dengan orang-orang baru yang belum aku kenal, kemudian melakukan trip bareng mereka, aku rasa ini adalah jawaban dari sebuah doa.

Ya, ketika melihat kembali dokumentasi familiarization trip (famtrip) ke Lampung pada pertengahan tahun 2018, aku berdoa tahun 2019 bisa kembali mengikuti kegiatan famtrip. Ya….gimana lagi, famtrip itu sungguh menyenangkan. Selain teman, selalu ada banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang aku dapat dari kegiatan ini. Alhamdulillaah nih, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah tahun ini mengadakan kegiatan famtrip yang bertajuk Jateng On The Spot 2019.

Melalui Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah, aku mengikuti kegiatan ini dengan profil sebagai Bloger. Eh….sebenarnya kuota Bloger ini sudah ditiadakan dan diganti dengan kuota Videographer atau Youtuber, tapi aku kekeuh ingin mengabarkan Jawa Tengah On The Spot melalui tulisan meski aku juga sudah take video di beberapa tempat wisata yang kami kunjungi. 😆

JATENG ON THE SPOT 2019 GENPI JATENG

Famtrip yang diselenggarakan oleh Disporapar Jawa Tengah melibatkan temen-teman dari media cetak dan elektronik, student exchage dari UNNES dan UNDIP, GenPI Jawa Tengah, Videographer atau Youtubers, dan Blogers (ini Blogernya aku dowang).  😆 Total ada 20 peserta ikut eksplorasi tiga Kabupaten yaitu Rembang, Pati, dan Kudus.

Ini merupakan pengalaman pertamaku famtrip bareng teman-teman dari luar negeri yang sedang melanjutkan study di Indonesia. Jangan ditanya bahagia atau tidak. Mereka ramah dan lucu. Apalagi tingkahnya, penuh dengan misteri. Hahaha. Meski masih banyak yang masih belajar Bahasa Indonesia, tapi sebagian besar dari mereka sudah paham dan bisa bercakap dengan Bahasa Indonesia. Malah ada satu orang yang lihai banget bahasa Jawanya, yaitu Mas Nuryono. Ini bukan nama asli, hanya saja karena ejaan namanya susah dilafalkan, yaudah di-Jawa-in saja. Hahaha.

Kegiatan ini bersamaan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April dan Rembang pun menjadi tujuan hari pertama famtrip. Selama di Rembang, ada beberapa kegiatan yang kami ikuti, yaitu turut memperingati Kirab Pataka RA Kartini yang bertempat di Pendopo Museum RA Kartini. Kemudian pagi harinya, kami eksplorasi pariwisata Rembang mulai dari wisata budaya, sejarah, alam, hingga kuliner khas Rembang.

JATENG ON THE SPOT FUN TRIP

Hari kedua, kami eksplorasi Kabupaten Pati. Di sini tidak banyak yang kami eksplor, tapi perjalanan wisata ke Desa Jollong ini cukup bikin aku bahagia. Desa Jollong ini menawarkan agrowisata yang tidak hanya petik buah saja, tapi ada edukasinya. Kebun kopi, misalnya. Di sini kami diajak jelajah Agrowisata menggunakan transportasi mobil terbuka. Asyiknya nih, kanan-kiri jalan adalah perbukitan dan juga kebun. Adem rasanya. Kontras dengan kunjungan di hari pertama yang mana di Rembang itu panas banget.

Selain ke Agrowisata, kami juga factory tour PT. Dua Kelinci. Namanya kunjungan, ya, di sini kami jalan melihat pabrik yang selama ini menyediakan snack ringan dengan brand Dua Kelinci. Kami juga diajak keliling pabrik untuk melihat proses pembuatan beberapa produk Dua Kelinci yang telah mendunia.

JATENG ON THE SPOT 2019

Ternyata Kudus itu menyimpan banyak potensi pariwisata. Terbukti, kunjungan wisata ke Kudus ini padat banget. Tidak hanya wisata religi menara kudus atau ziarah di makam Sunan Kudus, namun banyak tempat wisata yang asyik banget dan juga produk yang telah mendunia. Jenang Kudus, misalnya. Atau, produk dari Djarum. Coba, siapa yang tidak tahu dengan dua produk dari Kabupaten Kudus ini? Keterlaluan kalau belum tahu, sih, soalnya sampai saat ini Jenang Kudus dan Djarum terus menambah produksi karena banyaknya permintaan yang sampai ke Luar Negeri.

Famtrip ke Rembang, Pati, dan Kudus, eksplorasi habis-habisan dengan factory tour, aku merasa bangga karena Jawa Tengah punya banyak produk yang telah mendunia. Aku akan menulis lengkap tentang rangkaian kunjungan famtrip Jateng On The Spot 2019 di blog ini. Nanti tayang terjadwal di bulan Mei, ya.

Terima kasih buat Disporapar Jawa Tengah yang sudah mengajak aku famtrip, ada Masa Arul, Mbak Sindy, dan Mbak Myta dengan keramahannya. Kemudian, ada Bu Nane yang udah sabar menjadi tour leader. Teman-teman student exchange yang sudah mau direpoti untuk take video. Serta teman-teman GenPI Jateng, dan media yang baik-baik banget! Semoga kita bisa ketemu lagi di kegiatan berikutnya, ya! *doa lagi* 😆

Perjalanan Traveling ke Karanganyar yang Tak Terlupakan

Perjalanan Traveling ke Karanganyar – Perjalanan traveling lima tahun yang lalu, tepatnya bulan Maret, Tahun 2014, aku bersama Ari, Yuyun, Latif, punya rencana traveling ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perjalanan ini penuh semangat karena masih dalam masa-masa banyak nganggurnya ketimbang kerja. Tenaga pun rasanya full charger mulu, seakan tidak punya capek. Dengan berbagai pertimbangan, kami pun memilih sepeda motor sebagai alat transportasi menuju Karanganyar.

“Ehh…mau eksplorasi apa saja, nih, di Karanganyar? Jangan bilang cuma ngemper dowang di sana”. Tanya Latif sebelum menyusun itinerary.

“Ada Candi yang uniiiiik banget, ada banyak air terjun dengan debit yang tinggi, ada kebun teh yang luas banget, dan tentunya ada banyak pilihan Villa di sekitar Tawangmangu untuk istirahat kita. Di Traveloka mah banyak pilihan Villa”.

Jawabanku cukup simpel, tidak menggambarkan detail uniknya candi seperti apa, air terjun yang mau dikunjungi ada berapa, bahkan aku belum memilih penginapan yang nantinya bakal digunakan untuk tempat istirahat kami, namun mereka nampak semangat saat aku menyebut Karanganyar sebagai tujuan traveling berikutnya setelah bulan lalu kami eksplorasi Kebumen.

“Eh, sebelum ke Karanganyar, bolehlah kulineran dulu di Solo. Kangen Serabi Solo, Selat Solo juga”. 

Di atas selembar kertas, satu per satu rencana perjalanan mulai tersusun. Aku tidak menambah destinasi karena seluruh tujuan wisata yang aku pingin sudah masuk dalam daftar kunjungan, yaitu Candi Cetho, Candi Sukuh, Agrowisata Sondokoro, dan Air Terjun Tawangmangu. Destinasi wisata lain seperti Air terjun Jumog, Kebun Teh Kemuning, masuk dalam daftar destinasi tambahan.

CANDI KARANGANYAR

Ada enam tempat wisata yang sudah masuk dalam rencana, belum termasuk kulinernya. Kami mengagendakan sehari paling tidak dapat 4 obyek wisata mengingat jarak antar obyek wisata tidak berdekatan. Memaksimalkan hari Minggu untuk eksplorasi, menuntaskan rasa penasaran dengan wisata yang telah kami buat list. Atas rencana tersebut, kami berangkat dari Banjarnegara pada hari Sabtu, kira-kira jam 14.00 WIB karena Ari dan Latif saat itu kerja setengah hari. Kemudian, kami Minggu malam kembali pulang ke Banjarnegara.

Perjalanan sore lebih asyik dan ngga kena macet. Nanti kita lewat Salatiga saja supaya lebih cepat. ” Aku dan Yuyun mengangguk saja ketika Ari mulai merencanakan perjalanan karena dia mungkin lebih paham jalan menuju Solo. Dengan segala pengalaman tentang petunjuk jalan maupun arah, kami pun mempercayakan perjalanan ini kepada Ari. Sebenarnya pingin, tuh, tiba-tiba sampai Karanganyar tanpa menempuh perjalanan yang katanya sampai 6 jam dari Banjarnegara. 😆

Menegangkan, kira-kira pukul 18.00 WIB, kami baru sampai Salatiga dan itu lewat hutan-hutan. Jalan yang kami lewati memang sudah beraspal, namun kanan kiri kami adalah kebun. Aku meyakini kalau kami salah memilih jalan. Aku kira kami bakal lewat kota, tidak melewati jalan tikus. Ari yang katanya paham jalan pun tiba-tiba minta maaf kalau lupa arah menuju Karanganyar. Ini lawak banget, tapi kenyataan. Ingin rasanya marah, tapi tidak kuasa dan juga tidak punya tenaga. Tegang, semua wajah tegang dan nampak capek. Sedihnya, ponsel kami saat itu tidak bersignal. Boro-boro muncul signal internet, ini signal provider saja tidak muncul barang satu strip! 😆 Perasaan takut sama sekali tidak ada, kami lebih merasa lemas, lunglai, dan konsentrasi turun. Aku sendiri pingin banget balik arah, terus pulang ke Banjarnegara. Hihihi Cemen banget, ya.

CANDI-CETO

Tidak ada satu orang pun yang bisa kami minta informasi karena betul-betul berada di tengah hutan dan minim cahaya. Tidak ada kendaraan satu pun yang lewat jalan ini. Papan petunjuk pun tidak kami temui, entah tidak terlihat karena sudah gelap, atau memang tidak tersedia di sepanjang jalan tersebut. Ini fix salah arah! 🙁 Ketimbang berdiri terus di tengah hutan, kami memilih untuk kembali menyusuri jalan tanpa belok alias memilih jalan lurus. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya ada titik terang. Mulai terlihat lampu di kanan-kiri jalan,  cahaya lampu itu menjadikan hati ini lebih tenang meski setelahnya turun hujan dan sangat lebat.

Terus berjalan, kami pun menepi karena melihat seorang laki-laki yang sedang mengenakan jas hujan. Ini bakal ada titik terang lagi, pikirku malam itu.

“Pak, ini Karanganyar masih jauh, ya? Kami mau ke Candi Cetho”. Tanyaku to the point banget karena hujan makin tak kenal kompromi, takut Bapaknya juga buru-buru.

“Masih, Mbak. Masih satu jam lagi”. Jawabnya cepat.

What?? Masih satu jam lagi. Meski hujan semakin lebat, kami tidak peduli terus menerjang hujan karena kami ingin cepat sampai Karanganyar lanjut mencari penginapan di sana, dan makan! Ya, sesungguhnya kami juga kelaparan, gaees! Tapi dengan kondisi hujan lebat seperti ini rasanya ngga memungkinkan buat kami untuk singgah di rumah makan. Badan rasanya sudah pegal-pegal, leseh, capeknya udah kebangetan, pingin mandi, kemudian selonjoran.

“Stop…stop! Kita berhenti di SPBU ini, ya. Sudah terlalu malam dan hujan makin deras.” Aku meminta ke pada Ari untuk berhenti di SPBU barang sepuluh menit. Istirahat sebentar sambil menunggu hujan reda dan makan menyempatkan makan malam yang sangat tertunda. Tidak ada rumah makan dekat SPBU ini. Kami sudah tidak lagi berada di Kota. Beruntung malam itu ada satu angkringan yang masih buka, lokasinya 500 meter dari SPBU, kata seorang petugas SPBU. Akhirnya, Ari dan Latif mencari angkringan tersebut dan kembali ke depan Mushola SPBU dengan membawa dua bungkus nasi.

“Nasinya sudah habis. Kita makan bareng-bareng saja ini, ya.” Ari membagikan satu bungkus nasi khas angkringan atau yang biasa disebut nasi kucing. Aku dan Yuyun merasa lebih tenang karena akhirnya bisa makan. Nasi kucing yang kami makan ini porsinya tidak pada umumnya, lebih banyak dan tambahan sayurnya juga lebih banyak. Lebih mirip nasi rames malah, tapi ini dijualnya kan di angkriangan, ya. Hahaha.

Karena hujan tak kunjung reda, perut sudah kenyang, dan perjalanan menuju daerah Candi Cetho masih membutuhkan waktu 45 menit lagi, akhirnya kami selonjoran di Mushola SPBU atas izin para operator SPBU. Tangan megang handphone, mata pingin merem, tapi hati tidak tenang karena selonjoran di tempat umum, malam-malam pula.

“Mbak-mbak, bangun. Sudah subuh.” Yuyun membangunkanku dan ternyata kami semua bisa tidur lelap di emperan Mushola. 😆 Alhamdulillaah, ya. Masih mendengar adzan subuh, bisa istirahat bentar, dan yang paling penting yaitu semangat untuk eksplorasi Karanganyar masih terjaga. 😉

Perjalanan traveling lima tahun yang lalu, tapi masih lekat dalam ingatan karena menjadi salah satu catatan perjalanan banyak perjuangannya. Btw, ternyata bukan hanya cinta yang butuh perjuangan, ya. 😆 Oiya, baca juga potingan tentang Jateng On The Spot yang sudah aku tulis!

Tempat Wisata di Semarang yang Dekat dengan Kota

Tempat Wisata di Semarang yang Dekat dengan Kota – Menghadiri acara di Semarang dengan durasi waktu tidak sampai dua jam rasanya tidak sebanding dengan perjalanan dari rumah, Banjarnegara, yang telah menghabiskan waktu 4 jam. Berdiri dengan prinsip tidak mau rugi, usai acara aku bersama Tante lanjut piknik manja keliling kota yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Destinasi wisata yang kami kunjungi kali ini adalah wisata yang Semarang banget alias landmarknya Kota Semarang yaitu Lawang Sewu, Sam Poo Kong dan mencicipi kuliner legendaris Mie Kopyok “Pak Dhuwur”. Yups, cuma tiga tujuan wisata dan jarak antar destinasi pun tidak terlalu jauh.

Meski wisata ikonik, pada kenyataannya Tante belum pernah mengunjunginya. Keliatan banget jarang minggat, nih. 😀 Sementara aku, baru sembilan tahun yang lalu berkunjung ke Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Ya, sembilan tahun silam. Hahaha. Udah lama banget, ya. Yaaa…ketimbang gabut cuma gegoleran di hotel nungguin travel, mending piknik tipis nan manja lah, ya.

Saat raga sudah siap dengan segala “alat tempur”, begitu keluar hotel yang kami cari adalah transpotasi umum. Yups, karena dari Banjarnegara menuju Semarang kami menggunakan transportasi umum berupa Travel, piknik pun lanjut dengan moda transportasi umum. Nah, karena waktu yang kami punya tidak banyak, kami memilih menggunakan transportasi online yang selalu ada setiap saat.

DEPAN-HOTEL-PURI-GARDEN-SEMARANG

Kami memesan transportasi online lewat aplikasi yang sudah terinstall di smartphone. Zaman sekarang, tuh, apa-apa dimudahkan dengan gadget dan koneksi jaringan internet, ya. Cukup dengan menentukan titik penjemputan dan titik tujuan, sekali klik dan tanpa menunggu lama transportasi pun bisa didapat.

Tujuan pertama piknik kali ini yaitu Lawang Sewu. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan wisata yang satu ini lah, ya. Bangunan kuno bersejarah dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Bangunan ini juga terkenal menjadi salah satu wisata yang ramah untuk foto-foto. Iya, selain membaca sejarah beberapa stasiun di Indonesia lewat media yang ditempel di beberapa papan, banyak wisatawan yang ke sini cuma foto-foto dowang. Meski bangunan kuno, Lawang Sewu ini bersih, nyaman, dan memang ramah buat berfoto. Instagramable, gitu.

Salah satu tempat yang dari dulu ingin aku jelajahi di Lawang Sewu yaitu menyusuri bagian bawah tanah. Dulu, kira-kira tahun 2011, aku ke sini pas malam hari. Malam itu susur bagian bawah tanah masih dibuka, aku melihat beberapa orang sedang siap-siap mengenakan sepatu boot karena di bawah tanah ini ada genangan air. Sayang banget waktu itu aku tidak punya nyali. Hahaha.

LAWANG-SEWU

Kebetulan kunjungan kali ini kan siang hari, tuh, jadi aku berniat menyusuri bawah tanah, gitu. Setelah cari tahu di bagian informasi, ternyata kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi. Wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke area bawah tanah. Genangan air di bagian bawah pun sudah tidak ada. Yasudah, dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang, kami hanya foto-foto saja di Lawang Sewu. 😀

Kira-kira 60 menit kami di Lawang Sewu. Setelah merasa puas dan mengantongi konten, kami melanjutkan perjalanan menuju Sam Poo Kong. Oiya, kami tidak hanya berdua, ada Mas Sitam yang juga hari sebelumnya menghadiri acara yang sama. Mas Sitam ini dengan sabar hati menjadi teman jalan sekaligus tukang jepret. Asyik banget minggat kali ini pokoknya. 😆

Jarak tempuh dari Lawang Sewu sampai Sam Poo Kong tidak sampai 20 menit karena lalu lintas saat itu tidak begitu padat. Apalagi kami menggunakan transportasi online, lebih cepat ketimbang transportasi umum lainnya.

SAM POO KONG

Sesampainya di lokasi, kami malah tidak minat masuk. Hahaha. Melihat loket tiket masuk yang begitu senggang, akhirnya Mas Sitam membeli tiket. Intinya, ke Sam Poo Kong itu cuma numpang sholat duhur dan minum Es Dawet. 😆 Ini sungguh piknik yang manja, santai banget! Niat mau masuk bagian dalam Sam Poo Kong pun terpaksa kami cancel karena lebih tertarik duduk-duduk di area kuliner. Padahal dari awal aku pingin banget melihat dan tahu relief-relief yang ada di bagian dalam Sam Poo Kong itu.

Aku tidak paham bagian dalam itu namanya apa, yang jelas kalau masuk bagian dalam itu, wisawatan harus membayar tiket masuk lagi senilai Rp 25.000 per orang. Yups, dari tiket awal masuk yaitu Rp 20.000 per orang, di dalam ada loket tiket lagi. Lain waktu lagi kalau ke sini beli tiket terusan! 😉 Pada akhirnya, lagi-lagi ke Sam Poo Kong dan tidak foto dengan kostum a la China padahal juga sudah diniatin dari awal mau ke sini. Hahaha.

Ini sepertinya karena sudah kekenyangan dengan kuliner Mie Kopyok “Pak Dhuwur”. Ya, sebelum ke Sam Poo Kong, kami mampir makan siang di Mie Kopyok dan kekanyangan! 😀 Beruntung saat itu kami menggunakan moda transportasi online, jadi tinggal pesan, jalan, sampai dan pesan, jalan, sampai!

MIE KOPYOK PAK DHUWUR

Ngomongin tentang transportasi online, beberapa waktu lalu sempat ada keresahan perihal penggunaan moda transportasi ini, ya. Contohnya yang pernah santer diberitakan di media yaitu tentang begal. Aku yakin kalian pasti tahu dan sering dengar berita ini. Tidak hanya lewat media elektronik saja, kejadian begal sempat terjadi di sekitar tempat tinggalku. Para orang tua pun makin posesif kepada anak-anaknya yang tiap hari pulang kegiatan sampai sore.

Kasus tersebut berimbas sampai pada transportasi online yang mana banyak kawula muda memanfaatkan moda tersebut. Apakah kalian pernah diwanti-wanti orang tua, suami, isteri, untuk lebih hati-hati jika menggunakan transportasi online terutama ojek online? Aku sering banget! Apalagi kalau sedang keluar kota untuk piknik karena aku pasti lebih sering menggunakan jasa transportasi online.

Wajar banget jika orang terdekat khawatir ketika kita pergi atau jalan tanpa mereka. Harus memaklumi juga kalau sering kontak. Tapi mulai sekarang, pengguna transportasi online tidak perlu khawatir, #UninstallKhawatir kalau kamu menggunakan transportasi online GOJEK dengan versi terbaru.

Kenapa #UninstallKhawatir?

Pertama, sudah tersedia fitur Emergency Button atau Tombol Darurat.

 

GJ-LB-1-EDITT

Fitur Tombol Darurat adalah layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK kini telah menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Fitur tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7 Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk.

Kabar baik, nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya. Dan semoga kita selalu aman di perjalanan dan enggak akan pakai fitur ini ya.

Kedua, Share Trip atau Bagikan Perjalanan.

Buat jaga-jaga dan supaya yang di rumah juga merasa tenang karena bisa memantau, aku sering banget menggunakan layanan ini. Sebuah layanan yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

GJ-LB-2 EDIT

Tautan yang dikirim berisi informasi Titik Pickup dan Drop off, Informasi pengendara secara detail (Nama, nomor & jenis kendaraan dan nomor pemesanan), Status perjalanan ( status perjalanan (menunggu driver, dalam perjalanan, sudah tiba), dan Live location. Fitur ini betul-betul membantu pengguna lebih merasa aman saat dalam perjalanan.

Ketiga, Passenger Insurance atau Asuransi GO-RIDE.

Asuransi penumpang merupakan bentuk nyata GOJEK dalam memberikan rasa keamanan, kenyamanan, hingga memastikan bahwa penumpang telah terlindungi dari kecelakaan dan pencurian selama dalam perjalanannya. GOJEK memberikan Asuransi GO-RIDE, mulai dari penjemputan hingga tiba di lokasi tujuan. Layanan ini sudah berlaku diseluruh area di Indonesia untuk GO-RIDE.

Terakhir nih, GOJEK selalu mempersiapkan para driver dengan berbagai cara terbaik. GOJEK melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan serta GOJEK juga menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik. Drivernya GOJEK betul-betul Driver Jempolan.

Keempat, Driver Jempolan!

Driver merupakan mitra yang dapat mencerminkan GOJEK. Tak heran, GOJEK selalu berusaha mempersiapkan para driver dengan berbagai cara terbaik. GOJEK juga melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan sekaligus menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

GJ-LB-3 EDIT

GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver.  Program pelatihan tersebut dinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #Trikngetrip, sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan, dengan cara yang menyenangkan, untuk para mitra driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk membahas topik yang relevan dengan keselamatan berkendara sebagai driver GOJEK.

Nah, para mitra driver yang telah memberikan pelayanan terbaiknya dan memberikan kontribusi positif dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Nah, untuk dapat menggunakan fitur-fitur di atas, kamu cukup klik ikon checklist yang berada di pojok kanan bawah. Cukup satu kali klik nanti akan keluar pilihan fitur terbatu GOJEK yang pasti akan membantu dan membuat aman serta nyaman para pengguna transportasi online, khususnya ojek online.

LAWANG SEWU SEMARANG

Ada satu alasan kenapa aku lebih memilih GOJEK karena titik penjemputan via aplikasi GOJEK ini selalu tepat, sesuai titik dan drivernya tidak banyak Tanya untuk titik penjemputan karena titik koordinat di aplikasi sudah sesuai dan sangat jelas. Kalau sudah begini, rasa khawatir pakai transportasi online atau ojek online hilang ditelan fitur! 😆

Yuk, #UninstallKhawatir dan segera update aplikasi GOJEK ke versi terbaru supaya kalian bisa menggunakan fitur terbarunya sehingga perjalanan bersama GOJEK menjadi aman dan nyaman. Seperti perjalanan wisata kami saat di Semarang. Begitu dimudahkan, merasa aman dan nyaman saat perjalanan.

Baca juga Jateng on The Spot: Rekomendasi Wisata Jawa Tengah.

Wishtlist yang Tertunda dan Kini Makin Pingin!

Menjalani profesi sebagai Bloger, kadang tidak menyangka bisa bertahan sampai sejauh ini. Dengan segala lika-likunya yang kadang mematahkan semangat untuk tidak memperpanjang domain, tak terasa sudah lima tahun aku ngeblog secara mandiri, maksudnya menggunakan domain dan hosting berbayar.

FYI, aku punya dua blog mandiri. Kebayang kalau lagi jatuh tempo pembayaran, kan? Hahaha. Ngeselinnya, menjelang jatuh tempo kadang banyak tawaran paket dan diskon yang menggiurkan kalau bisa bayar pakai kartu kredit. Kubilang ngeselin karena aku belum juga punya kartu kredit. 😀 Padahal kita semua tahu, untuk saat ini pembuatan kartu kredit sangat mudah.

Membaca artikel cara mudah mengajukan kartu kredit OCBC NISP, sebenarnya tidak ada kendala untuk melakukan pengajuan pembuatan kartu kredit karena syaratnya mudah dipenuhi. Hanya saja, kurangnya tekad menjadikanku kerap gagal membuat kartu kredit.

Eh, kamu tahu Bank OCBC NISP, kan? Itu lho, yang dulunya punya nama Bank NISP. Ceritanya, pada tahun 2004, NISP diakuisisi oleh bank dari Singapura yaitu OCBC. Jadi, berganti nama menjadi Bank OCBC NISP. Kini, OCBC NISP telah melayani nasabah Indonesia dengan berbagai macam produk-produk yang menarik diantaranya adalah kartu kredit.

FYI, untuk membuat kartu kredit dari Bank OCBC NISP, saat ini bisa lewat online dengan mengakses situs www.cekaja.com. Melalui situs tersebut, kamu akan mendapat panduan secara detail apa saja yang musti dipersiapkan guna pendaftaran kartu kredit.

PANTAI JETIS

Ngomongin kartu kredit, pasti ada batas limitnya, kan. Nah, Bank OCBC NISP pun memgeluarkan nilai limit untuk tiap jenis kartu kredit. Ada 3 jenis kartu kredit pilihan dari OCBC NISP, yaitu:

Kartu Kredit OCBC NISP Platinum

Kartu kredit OCBC NISP Platinum merupakan kartu kredit yang yang tepat menjadi pilihan traveler karena akses kartu ini dapat diterima di seluruh dunia dengan 29 juta tempat usaha dan jasa yang bekerjasama dengan Visa International.

Kartu Kredit OCBC NISP Titanium

Belanja jadi lebih mudah dengan kartu kredit OCBC NISP dengan cicilan 0% hingga tiga bulan dan transaksi dengan merchant-merchant dari rekanan di Indonesia, Singapura serta Malaysia.

Kartu kredit OCBC NISP Voyage

Kartu kredit yang dengan kelas premium dari OCBC NISP karena dibuat dengan desain metal dan elegan. Kartu kredit pilihan bagi nasabah yang menginginkan eksklusifitas selama perjalanan dengan berbagai fasilitas premium.

Gimana, buat Bloger masa kini pasti diantara ketiga jenis kartu kredit di atas ada yang sesuai kebutuhan, ya. Apalagi buat emak-emak yang doyan belanja online, butuh kartu kredit buat beli kebutuhan yang mungkin sifatnya untuk kebahagaiaan. Hahaha.

Oiya, nilai limit OCBC NISP Platinum memiliki limit senilai Rp 10.000.000 dan OCBC NISP Titanium memiliki limit sebesar Rp 6.000.000. Namun, setiap nasabah yang memiliki kartu kredit OCBC NISP memiliki kesempatan untuk mengajukan kenaikan limit kartu kredit yang mereka miliki.

Sebagai Bloger yang menggunakan platform WordPress self hosting dan kebetulan suka mempercantik tampilan blog, ada banyak kebutuhan blogging terkait dengan hal teknis yang kerap aku beli. Kadang suka sok eksperimen pakai plugin berbayar pas buat toko online. Atau, iseng-iseng berhadiah membeli plugin karena ingin tahu detail fungsinya, dapat ilmu baru, gitu. Belum lagi belanja template yang sesuai dengan kebutuhan. Meski si klien adalah teman sendiri, kan tetap pingin ngasih yang terbaik dan memberi kepuasan, ya.

FESTIVAL KRAKATAU LAMPUNG (6)

Harga template atau plugin sebenarnya tidak seberapa, namun beberapa memang harus dibayar menggunakan kartu kredit. Karena belum punya, yaudah aku pinjam kartu kredit teman, dong. Namanya pinjam itu kan satu dua kali, ya. Sementara kebutuhan itu makin ke sini makin banyak, tidak mungkin pinjam terus, dong. Apalagi si temenku itu baik banget, tinggal pengertianya aku saja.

Tahun lalu, membuat kartu kredit telah masuk dalam daftar keinginan atau whistlist. Tujuanku memasukan kartu kredit ke dalam daftar keinginan tentu sebagai penunjang saat traveling atau membeli kebutuhan blogging. Ya, tahun lalu begitu banyak daftar kunjungan traveling meski pada akhirnya banyak juga yang gagal. Hahaha. Bagaimana untuk kebutuhan dunia blogging? Banyak juga permintaan yang tidak dapat aku eksekusi karena terbatasnya waktu. Yaa…boro-boro mengerjakan permintaan orang, update blog saja tidak bisa rutin. Hihihi.

Kebetulan nih, untuk kartu kredit di Bank OCBC NISP ada yang khusus buat traveling ada juga yang buat belanja. Yuk…coba cek dulu di https://www.cekaja.com/banks/ocbc-nisp/kartu-kredit, siapa tahu kamu juga butuh. 😉