Jateng On The Spot 2019, An Enjoyed and A Fun The Trip!

Jateng On The Spot 2019 – Eeeeh….judulnya udah keminggris, belum? šŸ˜› šŸ˜› :P. Ini efek habisĀ ngetripĀ bareng teman-teman buleeeee dan seringĀ glagapanĀ karena sana pingin ngobrol menggunakan Bahasa Inggris, tapi aku ah oh ah oh dowang. Hahaha. Tenang, iniĀ sokĀ gaya di judul saja, isi postingan tetap menggunakan bahasa Indonesia dengan sedikit baik dan benar. šŸ˜† šŸ˜† šŸ˜†

Kembali packingĀ menyiapkan baju ganti dan kebutuhan pribadi lainnya untuk persediaan selama tiga hari dua malam dan berangkat dari rumah dini hari, ini seperti mimpi. Terlebih aku harus meninggalkan Kecemut untuk beberapa waktu, ini bukan hal yang mudah. Namun, ketika sampai di tempat tujuan dengan selamat, bertemu dengan orang-orang baru yang belum aku kenal, kemudian melakukan trip bareng mereka, aku rasa ini adalah jawaban dari sebuah doa.

Ya, ketika melihat kembali dokumentasiĀ familiarization tripĀ (famtrip)Ā keĀ LampungĀ pada pertengahan tahun 2018, akuĀ berdoa tahun 2019 bisa kembali mengikuti kegiatan famtrip. Ya….gimana lagi, famtrip itu sungguh menyenangkan. Selain teman, selalu ada banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang aku dapat dari kegiatan ini. Alhamdulillaah nih, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah tahun ini mengadakan kegiatan famtrip yang bertajuk Jateng On The Spot 2019.

Melalui Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah, aku mengikuti kegiatan ini dengan profil sebagai Bloger. Eh….sebenarnya kuota Bloger ini sudah ditiadakan dan diganti dengan kuota Videographer atau Youtuber, tapi aku kekeuh ingin mengabarkan Jawa Tengah On The Spot melalui tulisan meski aku juga sudah takeĀ video di beberapa tempat wisata yang kami kunjungi. šŸ˜†

JATENG ON THE SPOT 2019 GENPI JATENG

Famtrip yang diselenggarakan oleh Disporapar Jawa Tengah melibatkan temen-teman dari media cetak dan elektronik,Ā student exchageĀ dari UNNES dan UNDIP, GenPI Jawa Tengah, Videographer atau Youtubers, dan Blogers (ini Blogernya aku dowang).Ā  šŸ˜† Total ada 20 peserta ikut eksplorasi tiga Kabupaten yaitu Rembang, Pati, dan Kudus.

Ini merupakan pengalaman pertamakuĀ famtrip bareng teman-teman dari luar negeri yang sedang melanjutkanĀ studyĀ di Indonesia. Jangan ditanya bahagia atau tidak. Mereka ramah dan lucu. Apalagi tingkahnya, penuh dengan misteri. Hahaha. Meski masih banyak yang masih belajar Bahasa Indonesia, tapi sebagian besar dari mereka sudah paham dan bisa bercakap dengan Bahasa Indonesia. Malah ada satu orang yang lihai banget bahasa Jawanya, yaitu Mas Nuryono. Ini bukan nama asli, hanya saja karena ejaan namanya susah dilafalkan, yaudah di-Jawa-in saja. Hahaha.

Kegiatan ini bersamaan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April dan Rembang pun menjadi tujuan hari pertama famtrip. Selama di Rembang, ada beberapa kegiatan yang kami ikuti, yaitu turut memperingati Kirab Pataka RA Kartini yang bertempat di Pendopo Museum RA Kartini. Kemudian pagi harinya, kami eksplorasi pariwisata Rembang mulai dari wisata budaya, sejarah, alam, hingga kuliner khas Rembang.

JATENG ON THE SPOT FUN TRIP

Hari kedua, kami eksplorasi Kabupaten Pati. Di sini tidak banyak yang kami eksplor, tapi perjalanan wisata ke Desa Jollong ini cukup bikin aku bahagia. Desa Jollong ini menawarkan agrowisata yang tidak hanya petik buah saja, tapi ada edukasinya. Kebun kopi, misalnya. Di sini kami diajak jelajah Agrowisata menggunakan transportasi mobil terbuka. Asyiknya nih, kanan-kiri jalan adalah perbukitan dan juga kebun. Adem rasanya. Kontras dengan kunjungan di hari pertama yang mana di Rembang itu panas banget.

Selain ke Agrowisata, kami jugaĀ factory tourĀ PT. Dua Kelinci. Namanya kunjungan, ya, di sini kami jalan melihat pabrik yang selama ini menyediakanĀ snackĀ ringan denganĀ brandĀ Dua Kelinci. Kami juga diajak keliling pabrik untuk melihat proses pembuatan beberapa produk Dua Kelinci yang telah mendunia.

JATENG ON THE SPOT 2019

Ternyata Kudus itu menyimpan banyak potensi pariwisata. Terbukti, kunjungan wisata ke Kudus ini padat banget. Tidak hanya wisata religi menara kudus atau ziarah di makam Sunan Kudus, namun banyak tempat wisata yang asyik banget dan juga produk yang telah mendunia. Jenang Kudus, misalnya. Atau, produk dari Djarum. Coba, siapa yang tidak tahu dengan dua produk dari Kabupaten Kudus ini? Keterlaluan kalau belum tahu, sih, soalnya sampai saat ini Jenang Kudus dan Djarum terus menambah produksi karena banyaknya permintaan yang sampai ke Luar Negeri.

Famtrip ke Rembang, Pati, dan Kudus, eksplorasi habis-habisan denganĀ factory tour,Ā aku merasa bangga karena Jawa Tengah punya banyak produk yang telah mendunia. Aku akan menulis lengkap tentang rangkaian kunjungan famtrip Jateng On The Spot 2019 di blog ini. Nanti tayang terjadwal di bulan Mei, ya.

Terima kasih buat Disporapar Jawa Tengah yang sudah mengajak aku famtrip, ada Masa Arul, Mbak Sindy, dan Mbak Myta dengan keramahannya. Kemudian, ada Bu Nane yang udah sabar menjadi tour leader.Ā Teman-temanĀ student exchangeĀ yang sudah mau direpoti untukĀ takeĀ video. Serta teman-teman GenPI Jateng, dan media yang baik-baik banget! Semoga kita bisa ketemu lagi di kegiatan berikutnya, ya! *doa lagi* šŸ˜†

Perjalanan Traveling ke Karanganyar yang Tak Terlupakan

Perjalanan Traveling ke Karanganyar – Perjalanan traveling lima tahun yang lalu, tepatnya bulan Maret, Tahun 2014, aku bersama Ari, Yuyun, Latif, punya rencana traveling ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perjalanan ini penuh semangat karena masih dalam masa-masa banyak nganggurnya ketimbang kerja. Tenaga pun rasanya full chargerĀ mulu, seakan tidak punya capek. Dengan berbagai pertimbangan, kami pun memilih sepeda motor sebagai alat transportasi menuju Karanganyar.

“Ehh…mau eksplorasi apa saja, nih, di Karanganyar? Jangan bilang cuma ngemper dowang di sana”. Tanya Latif sebelum menyusunĀ itinerary.

“Ada Candi yang uniiiiik banget, ada banyak air terjun dengan debit yang tinggi, ada kebun teh yang luas banget, dan tentunya ada banyak pilihan Villa di sekitar Tawangmangu untuk istirahat kita. Di TravelokaĀ mahĀ banyak pilihan Villa”.

Jawabanku cukup simpel, tidak menggambarkan detail uniknya candi seperti apa, air terjun yang mau dikunjungi ada berapa, bahkan aku belum memilih penginapan yang nantinya bakal digunakan untuk tempat istirahat kami, namun mereka nampak semangat saat aku menyebutĀ KaranganyarĀ sebagai tujuan traveling berikutnya setelah bulan lalu kami eksplorasi Kebumen.

“Eh, sebelum ke Karanganyar, bolehlah kulineran dulu di Solo. Kangen Serabi Solo, Selat Solo juga”.Ā 

Di atas selembar kertas, satu per satu rencana perjalanan mulai tersusun. Aku tidak menambah destinasi karena seluruh tujuan wisata yang aku pingin sudah masuk dalam daftar kunjungan, yaitu Candi Cetho, Candi Sukuh, Agrowisata Sondokoro, dan Air Terjun Tawangmangu. Destinasi wisata lain seperti Air terjun Jumog, Kebun Teh Kemuning, masuk dalam daftar destinasi tambahan.

CANDI KARANGANYAR

Ada enam tempat wisata yang sudah masuk dalam rencana, belum termasuk kulinernya. Kami mengagendakan sehari paling tidak dapat 4 obyek wisata mengingat jarak antar obyek wisata tidak berdekatan. Memaksimalkan hari Minggu untuk eksplorasi, menuntaskan rasa penasaran dengan wisata yang telah kami buatĀ list. Atas rencana tersebut, kami berangkat dari Banjarnegara pada hari Sabtu, kira-kira jam 14.00 WIB karena Ari dan Latif saat itu kerja setengah hari. Kemudian, kami Minggu malam kembali pulang ke Banjarnegara.

“Perjalanan sore lebih asyik dan ngga kena macet. Nanti kita lewat Salatiga saja supaya lebih cepat. ” Aku dan Yuyun mengangguk saja ketika Ari mulai merencanakan perjalanan karena dia mungkin lebih paham jalan menuju Solo. Dengan segala pengalaman tentang petunjuk jalan maupun arah, kami pun mempercayakan perjalanan ini kepada Ari. Sebenarnya pingin, tuh, tiba-tiba sampai Karanganyar tanpa menempuh perjalanan yang katanya sampai 6 jam dari Banjarnegara. šŸ˜†

Menegangkan, kira-kira pukul 18.00 WIB, kami baru sampai Salatiga dan itu lewat hutan-hutan. Jalan yang kami lewati memang sudah beraspal, namun kanan kiri kami adalah kebun. Aku meyakini kalau kami salah memilih jalan. Aku kira kami bakal lewat kota, tidak melewati jalan tikus. Ari yang katanya paham jalan pun tiba-tiba minta maaf kalau lupa arah menuju Karanganyar. Ini lawak banget, tapi kenyataan. Ingin rasanya marah, tapi tidak kuasa dan juga tidak punya tenaga. Tegang, semua wajah tegang dan nampak capek. Sedihnya, ponsel kami saat itu tidak bersignal. Boro-boro muncul signal internet, ini signal provider saja tidak muncul barang satu strip! šŸ˜† Perasaan takut sama sekali tidak ada, kami lebih merasa lemas, lunglai, dan konsentrasi turun. Aku sendiri pingin banget balik arah, terus pulang ke Banjarnegara. Hihihi Cemen banget, ya.

CANDI-CETO

Tidak ada satu orang pun yang bisa kami minta informasi karena betul-betul berada di tengah hutan dan minim cahaya. Tidak ada kendaraan satu pun yang lewat jalan ini. Papan petunjuk pun tidak kami temui, entah tidak terlihat karena sudah gelap, atau memang tidak tersedia di sepanjang jalan tersebut. Ini fix salah arah! šŸ™Ā Ketimbang berdiri terus di tengah hutan, kami memilih untuk kembali menyusuri jalan tanpa belok alias memilih jalan lurus. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya ada titik terang. Mulai terlihat lampu di kanan-kiri jalan,Ā  cahaya lampu itu menjadikan hati ini lebih tenang meski setelahnya turun hujan dan sangat lebat.

Terus berjalan, kami pun menepi karena melihat seorang laki-laki yang sedang mengenakan jas hujan. Ini bakal ada titik terang lagi, pikirku malam itu.

“Pak, ini Karanganyar masih jauh, ya? Kami mau ke Candi Cetho”.Ā TanyakuĀ to the pointĀ banget karena hujan makin tak kenal kompromi, takut Bapaknya juga buru-buru.

“Masih, Mbak. Masih satu jam lagi”.Ā Jawabnya cepat.

What??Ā Masih satu jam lagi.Ā Meski hujan semakin lebat, kami tidak peduli terus menerjang hujan karena kami ingin cepat sampai Karanganyar lanjut mencari penginapan di sana, dan makan! Ya, sesungguhnya kami juga kelaparan, gaees! Tapi dengan kondisi hujan lebat seperti ini rasanya ngga memungkinkan buat kami untuk singgah di rumah makan. Badan rasanya sudah pegal-pegal, leseh, capeknya udah kebangetan, pingin mandi, kemudian selonjoran.

“Stop…stop! Kita berhenti di SPBU ini, ya. Sudah terlalu malam dan hujan makin deras.”Ā Aku meminta ke pada Ari untuk berhenti di SPBU barang sepuluh menit. Istirahat sebentar sambil menunggu hujan reda dan makan menyempatkan makan malam yang sangat tertunda. Tidak ada rumah makan dekat SPBU ini. Kami sudah tidak lagi berada di Kota. Beruntung malam itu ada satu angkringan yang masih buka, lokasinya 500 meter dari SPBU, kata seorang petugas SPBU. Akhirnya, Ari dan Latif mencari angkringan tersebut dan kembali ke depan Mushola SPBU dengan membawa dua bungkus nasi.

“Nasinya sudah habis. Kita makan bareng-bareng saja ini, ya.”Ā Ari membagikan satu bungkus nasi khas angkringan atau yang biasa disebut nasi kucing. Aku dan Yuyun merasa lebih tenang karena akhirnya bisa makan. Nasi kucing yang kami makan ini porsinya tidak pada umumnya, lebih banyak dan tambahan sayurnya juga lebih banyak. Lebih mirip nasi rames malah, tapi ini dijualnya kan di angkriangan, ya. Hahaha.

Karena hujan tak kunjung reda, perut sudah kenyang, dan perjalanan menuju daerah Candi Cetho masih membutuhkan waktu 45 menit lagi, akhirnya kami selonjoran di Mushola SPBU atas izin para operator SPBU. Tangan megangĀ handphone,Ā mata pingin merem, tapi hati tidak tenang karena selonjoran di tempat umum, malam-malam pula.

“Mbak-mbak, bangun. Sudah subuh.”Ā Yuyun membangunkanku dan ternyata kami semua bisa tidur lelap di emperan Mushola. šŸ˜† Alhamdulillaah, ya. Masih mendengar adzan subuh, bisa istirahat bentar, dan yang paling penting yaitu semangat untuk eksplorasi Karanganyar masih terjaga. šŸ˜‰

Perjalanan traveling lima tahun yang lalu, tapi masih lekat dalam ingatan karena menjadi salah satu catatan perjalanan banyak perjuangannya. Btw, ternyata bukan hanya cinta yang butuh perjuangan, ya. šŸ˜† Oiya, baca juga potingan tentang Jateng On The Spot yang sudah aku tulis!

Tempat Wisata di Semarang yang Dekat dengan Kota

Tempat Wisata di Semarang yang Dekat dengan Kota – Menghadiri acara di Semarang dengan durasi waktu tidak sampai dua jam rasanya tidak sebanding dengan perjalanan dari rumah, Banjarnegara, yang telah menghabiskan waktu 4 jam. Berdiri dengan prinsip tidak mau rugi, usai acara aku bersama Tante lanjut piknik manja keliling kota yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Destinasi wisata yang kami kunjungi kali ini adalah wisata yang Semarang banget aliasĀ landmarknya Kota Semarang yaitu Lawang Sewu, Sam Poo Kong dan mencicipi kuliner legendaris Mie Kopyok “Pak Dhuwur”. Yups, cuma tiga tujuan wisata dan jarak antar destinasi pun tidak terlalu jauh.

Meski wisata ikonik, pada kenyataannya Tante belum pernah mengunjunginya. Keliatan banget jarang minggat, nih. šŸ˜€ Sementara aku, baru sembilan tahun yang lalu berkunjung ke Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Ya, sembilan tahun silam. Hahaha. Udah lama banget, ya. Yaaa…ketimbang gabut cuma gegoleran di hotel nungguin travel, mending piknik tipis nan manja lah, ya.

Saat raga sudah siap dengan segala ā€œalat tempurā€, begitu keluar hotel yang kami cari adalah transpotasi umum. Yups, karena dari Banjarnegara menuju Semarang kami menggunakan transportasi umum berupa Travel, piknik pun lanjut dengan moda transportasi umum. Nah, karena waktu yang kami punya tidak banyak, kami memilih menggunakan transportasi online yang selalu ada setiap saat.

DEPAN-HOTEL-PURI-GARDEN-SEMARANG

Kami memesan transportasi online lewat aplikasi yang sudah terinstall diĀ smartphone. Zaman sekarang, tuh, apa-apa dimudahkan denganĀ gadgetĀ dan koneksi jaringan internet, ya. Cukup dengan menentukan titik penjemputan dan titik tujuan, sekali klik dan tanpa menunggu lama transportasi pun bisa didapat.

Tujuan pertama piknik kali ini yaitu Lawang Sewu. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan wisata yang satu ini lah, ya. Bangunan kuno bersejarah dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Bangunan ini juga terkenal menjadi salah satu wisata yang ramah untuk foto-foto. Iya, selain membaca sejarah beberapa stasiun di Indonesia lewat media yang ditempel di beberapa papan, banyak wisatawan yang ke sini cuma foto-foto dowang. Meski bangunan kuno, Lawang Sewu ini bersih, nyaman, dan memang ramah buat berfoto.Ā Instagramable, gitu.

Salah satu tempat yang dari dulu ingin aku jelajahi di Lawang Sewu yaitu menyusuri bagian bawah tanah. Dulu, kira-kira tahun 2011, aku ke sini pas malam hari. Malam itu susur bagian bawah tanah masih dibuka, aku melihat beberapa orang sedang siap-siap mengenakan sepatu boot karena di bawah tanah ini ada genangan air. Sayang banget waktu itu aku tidak punya nyali. Hahaha.

LAWANG-SEWU

Kebetulan kunjungan kali ini kan siang hari, tuh, jadi aku berniat menyusuri bawah tanah, gitu. Setelah cari tahu di bagian informasi, ternyata kegiatan tersebut sudah tidak ada lagi. Wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke area bawah tanah. Genangan air di bagian bawah pun sudah tidak ada. Yasudah, dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang, kami hanya foto-foto saja di Lawang Sewu. šŸ˜€

Kira-kira 60 menit kami di Lawang Sewu. Setelah merasa puas dan mengantongi konten, kami melanjutkan perjalanan menuju Sam Poo Kong. Oiya, kami tidak hanya berdua, ada Mas Sitam yang juga hari sebelumnya menghadiri acara yang sama. Mas Sitam ini dengan sabar hati menjadi teman jalan sekaligus tukang jepret. Asyik banget minggat kali ini pokoknya. šŸ˜†

Jarak tempuh dari Lawang Sewu sampai Sam Poo Kong tidak sampai 20 menit karena lalu lintas saat itu tidak begitu padat. Apalagi kami menggunakan transportasi online, lebih cepat ketimbang transportasi umum lainnya.

SAM POO KONG

Sesampainya di lokasi, kami malah tidak minat masuk. Hahaha. Melihat loket tiket masuk yang begitu senggang, akhirnya Mas Sitam membeli tiket. Intinya, ke Sam Poo Kong itu cuma numpang sholat duhur dan minum Es Dawet. šŸ˜† Ini sungguh piknik yang manja, santai banget! Niat mau masuk bagian dalam Sam Poo Kong pun terpaksa kamiĀ cancelĀ karena lebih tertarik duduk-duduk di area kuliner. Padahal dari awal aku pingin banget melihat dan tahu relief-relief yang ada di bagian dalam Sam Poo Kong itu.

Aku tidak paham bagian dalam itu namanya apa, yang jelas kalau masuk bagian dalam itu, wisawatan harus membayar tiket masuk lagi senilai Rp 25.000 per orang. Yups, dari tiket awal masuk yaitu Rp 20.000 per orang, di dalam ada loket tiket lagi. Lain waktu lagi kalau ke sini beli tiket terusan! šŸ˜‰ Pada akhirnya, lagi-lagi ke Sam Poo Kong dan tidak foto dengan kostum a la China padahal juga sudah diniatin dari awal mau ke sini. Hahaha.

Ini sepertinya karena sudah kekenyangan dengan kuliner Mie Kopyok “Pak Dhuwur”. Ya, sebelum ke Sam Poo Kong, kami mampir makan siang di Mie Kopyok dan kekanyangan! šŸ˜€ Beruntung saat itu kami menggunakan moda transportasi online, jadi tinggal pesan, jalan, sampai dan pesan, jalan, sampai!

MIE KOPYOK PAK DHUWUR

Ngomongin tentang transportasi online, beberapa waktu lalu sempat ada keresahan perihal penggunaan moda transportasi ini, ya. Contohnya yang pernah santer diberitakan di media yaitu tentang begal. Aku yakin kalian pasti tahu dan sering dengar berita ini. Tidak hanya lewat media elektronik saja, kejadian begal sempat terjadi di sekitar tempat tinggalku. Para orang tua pun makin posesif kepada anak-anaknya yang tiap hari pulang kegiatan sampai sore.

Kasus tersebut berimbas sampai pada transportasi online yang mana banyak kawula muda memanfaatkan moda tersebut. Apakah kalian pernah diwanti-wanti orang tua, suami, isteri, untuk lebih hati-hati jika menggunakan transportasi online terutama ojek online? Aku sering banget! Apalagi kalau sedang keluar kota untuk piknik karena aku pasti lebih sering menggunakan jasa transportasi online.

Wajar banget jika orang terdekat khawatir ketika kita pergi atau jalan tanpa mereka. Harus memaklumi juga kalau sering kontak. Tapi mulai sekarang, pengguna transportasi online tidak perlu khawatir, #UninstallKhawatir kalau kamu menggunakan transportasi online GOJEK dengan versi terbaru.

Kenapa #UninstallKhawatir?

Pertama, sudah tersedia fiturĀ Emergency ButtonĀ atau Tombol Darurat.

 

GJ-LB-1-EDITT

Fitur Tombol Darurat adalah layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK kini telah menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Fitur tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7Ā .Ā Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk.

Kabar baik, nih, Tombol Darurat sudah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE jugaĀ ya. Dan semoga kita selalu aman di perjalanan dan enggak akan pakai fitur ini ya.

Kedua,Ā Share TripĀ atau Bagikan Perjalanan.

Buat jaga-jaga dan supaya yang di rumah juga merasa tenang karena bisa memantau, aku sering banget menggunakan layanan ini. Sebuah layanan yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

GJ-LB-2 EDIT

Tautan yang dikirim berisi informasi Titik Pickup dan Drop off, Informasi pengendara secara detail (Nama, nomor & jenis kendaraan dan nomor pemesanan), Status perjalanan ( status perjalanan (menungguĀ driver, dalam perjalanan, sudah tiba), dan Live location. Fitur ini betul-betul membantu pengguna lebih merasa aman saat dalam perjalanan.

Ketiga, Passenger Insurance atau Asuransi GO-RIDE.

Asuransi penumpang merupakan bentuk nyata GOJEK dalam memberikan rasa keamanan, kenyamanan, hingga memastikan bahwa penumpang telahĀ terlindungiĀ dari kecelakaan dan pencurian selama dalam perjalanannya. GOJEK memberikan AsuransiĀ GO-RIDE, mulai dari penjemputan hingga tiba di lokasi tujuan. Layanan ini sudah berlaku diseluruh area di Indonesia untuk GO-RIDE.

Terakhir nih, GOJEK selalu mempersiapkan para driver dengan berbagai cara terbaik. GOJEK melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksiĀ driver-driverĀ pilihan serta GOJEK juga menyediakan modul pelatihan pada setiapĀ driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.Ā Drivernya GOJEK betul-betulĀ DriverĀ Jempolan.

Keempat,Ā DriverĀ Jempolan!

Driver merupakan mitra yang dapat mencerminkan GOJEK. Tak heran, GOJEK selalu berusaha mempersiapkan para driver dengan berbagai cara terbaik. GOJEK juga melakukanĀ proses rekrutmen yang ketatĀ untuk menyeleksi driver-driver pilihan sekaligus menyediakanĀ modul pelatihanĀ pada setiap driver, yang berisikan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

GJ-LB-3 EDIT

GOJEK bekerja sama denganĀ Rifat Drive LabsĀ (RDL) dalam penyelenggaraan pelatihan bagi paraĀ driver.Ā Ā Program pelatihan tersebut dinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar.Ā Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #Trikngetrip, sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan, dengan cara yang menyenangkan, untuk para mitra driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melaluiĀ Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masingĀ untuk membahas topik yang relevan dengan keselamatan berkendara sebagai driver GOJEK.

Nah, para mitraĀ driverĀ yang telah memberikan pelayanan terbaiknya dan memberikan kontribusi positif dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernamaĀ Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka.Ā Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

Nah, untuk dapat menggunakan fitur-fitur di atas, kamu cukup klik ikonĀ checklistĀ yang berada di pojok kanan bawah. Cukup satu kali klik nanti akan keluar pilihan fitur terbatu GOJEK yang pasti akan membantu dan membuat aman serta nyaman para penggunaĀ transportasi online, khususnya ojek online.

LAWANG SEWU SEMARANG

Ada satu alasan kenapa aku lebih memilih GOJEK karena titik penjemputan via aplikasi GOJEK ini selalu tepat, sesuai titik dan drivernya tidak banyak Tanya untuk titik penjemputan karena titik koordinat di aplikasi sudah sesuai dan sangat jelas. Kalau sudah begini, rasa khawatir pakai transportasi online atau ojek online hilang ditelan fitur! šŸ˜†

Yuk, #UninstallKhawatir dan segeraĀ updateĀ aplikasi GOJEK ke versi terbaru supaya kalian bisa menggunakan fitur terbarunya sehingga perjalanan bersama GOJEK menjadi aman dan nyaman. Seperti perjalanan wisata kami saat di Semarang. Begitu dimudahkan, merasa aman dan nyaman saat perjalanan.

Baca juga Jateng on The Spot: Rekomendasi Wisata Jawa Tengah.

Wishtlist yang Tertunda dan Kini Makin Pingin!

Menjalani profesi sebagai Bloger, kadang tidak menyangka bisa bertahan sampai sejauh ini. Dengan segala lika-likunya yang kadang mematahkan semangat untuk tidak memperpanjang domain, tak terasa sudah lima tahun aku ngeblog secara mandiri, maksudnya menggunakan domain dan hosting berbayar.

FYI, aku punya dua blog mandiri. Kebayang kalau lagi jatuh tempo pembayaran, kan? Hahaha. Ngeselinnya, menjelang jatuh tempo kadang banyak tawaran paket dan diskon yang menggiurkan kalau bisa bayar pakai kartu kredit. Kubilang ngeselin karena aku belum juga punya kartu kredit. šŸ˜€ Padahal kita semua tahu, untuk saat ini pembuatan kartu kredit sangat mudah.

Membaca artikel cara mudah mengajukan kartu kredit OCBC NISP, sebenarnya tidak ada kendala untuk melakukan pengajuan pembuatan kartu kredit karena syaratnya mudah dipenuhi. Hanya saja, kurangnya tekad menjadikanku kerap gagal membuat kartu kredit.

Eh, kamu tahu Bank OCBC NISP, kan? Itu lho, yang dulunya punya nama Bank NISP. Ceritanya, pada tahun 2004, NISP diakuisisi oleh bank dari Singapura yaitu OCBC. Jadi, berganti nama menjadi Bank OCBC NISP. Kini, OCBC NISP telah melayani nasabah Indonesia dengan berbagai macam produk-produk yang menarik diantaranya adalah kartu kredit.

FYI, untuk membuat kartu kredit dari Bank OCBC NISP, saat ini bisa lewat online dengan mengakses situs www.cekaja.com. Melalui situs tersebut, kamu akan mendapat panduan secara detail apa saja yang musti dipersiapkan guna pendaftaran kartu kredit.

PANTAI JETIS

Ngomongin kartu kredit, pasti ada batas limitnya, kan. Nah, Bank OCBC NISP pun memgeluarkan nilai limit untuk tiap jenis kartu kredit. Ada 3 jenis kartu kredit pilihan dari OCBC NISP, yaitu:

Kartu Kredit OCBC NISP Platinum

Kartu kredit OCBC NISP Platinum merupakan kartu kredit yang yang tepat menjadi pilihanĀ travelerĀ karena akses kartu ini dapat diterima di seluruh dunia dengan 29 juta tempat usaha dan jasa yang bekerjasama dengan Visa International.

Kartu Kredit OCBC NISP Titanium

Belanja jadi lebih mudah dengan kartu kredit OCBC NISP dengan cicilan 0% hingga tiga bulan dan transaksi denganĀ merchant-merchantĀ dari rekanan di Indonesia, Singapura serta Malaysia.

Kartu kredit OCBC NISP Voyage

Kartu kredit yang dengan kelas premium dari OCBC NISP karena dibuat dengan desain metal dan elegan. Kartu kredit pilihan bagi nasabah yang menginginkan eksklusifitas selama perjalanan dengan berbagai fasilitas premium.

Gimana, buat Bloger masa kini pasti diantara ketiga jenis kartu kredit di atas ada yang sesuai kebutuhan, ya. Apalagi buat emak-emak yang doyan belanja online, butuh kartu kredit buat beli kebutuhan yang mungkin sifatnya untuk kebahagaiaan. Hahaha.

Oiya, nilai limit OCBC NISP Platinum memiliki limit senilai Rp 10.000.000 dan OCBC NISP Titanium memiliki limit sebesar Rp 6.000.000. Namun, setiap nasabah yang memiliki kartu kredit OCBC NISP memiliki kesempatan untuk mengajukan kenaikan limit kartu kredit yang mereka miliki.

Sebagai Bloger yang menggunakan platform WordPress self hosting dan kebetulan suka mempercantik tampilan blog, ada banyak kebutuhan blogging terkait dengan hal teknis yang kerap aku beli. Kadang suka sok eksperimen pakai plugin berbayar pas buat toko online.Ā Atau, iseng-iseng berhadiah membeli plugin karena ingin tahu detail fungsinya, dapat ilmu baru, gitu. Belum lagi belanja template yang sesuai dengan kebutuhan. Meski si klien adalah teman sendiri, kan tetap pingin ngasih yang terbaik dan memberi kepuasan, ya.

FESTIVAL KRAKATAU LAMPUNG (6)

Harga template atau plugin sebenarnya tidak seberapa, namun beberapa memang harus dibayar menggunakan kartu kredit. Karena belum punya, yaudah aku pinjam kartu kredit teman, dong. Namanya pinjam itu kan satu dua kali, ya. Sementara kebutuhan itu makin ke sini makin banyak, tidak mungkin pinjam terus, dong. Apalagi si temenku itu baik banget, tinggal pengertianya aku saja.

Tahun lalu, membuat kartu kredit telah masuk dalam daftar keinginan atau whistlist. Tujuanku memasukan kartu kredit ke dalam daftar keinginan tentu sebagai penunjang saat traveling atau membeli kebutuhan blogging. Ya, tahun lalu begitu banyak daftar kunjungan traveling meski pada akhirnya banyak juga yang gagal. Hahaha. Bagaimana untuk kebutuhan dunia blogging? Banyak juga permintaan yang tidak dapat aku eksekusi karena terbatasnya waktu. Yaa…boro-boro mengerjakan permintaan orang, update blog saja tidak bisa rutin. Hihihi.

Kebetulan nih, untuk kartu kredit di Bank OCBC NISP ada yang khusus buat traveling ada juga yang buat belanja. Yuk…coba cek dulu di https://www.cekaja.com/banks/ocbc-nisp/kartu-kredit, siapa tahu kamu juga butuh. šŸ˜‰

Ini Dia 5 Masakan Berkuah Santan Favoritku

Sehari tidak bertemu dengan yang segar-segar, tuh, rasanya ada yang kurang. Malah kadang bikin tidak semangat melanjutkan aktivitas, khususnya setelah jam istirahat.Ā Segar-segar yang aku maksud di sini bukan berpapasan dengan brondong yang handsome lho. Melainkan masakan berkuah santan dengan bumbu rempah khususnya kunyit. šŸ˜‰

Sebagai seorang pekerja kantoran yang lebih memilih untuk tidak membawa bekal dari rumah, aku kadang mengharuskan untuk makan siang dengan menu masakan berkuah supaya ada tambahan semangat untuk melanjutkan kerja. Oh no! Ini serius banget asupan masakan mempengaruhi kualitas kinerja selanjutnya? Ooo…serius, gaes. Meski pengaruhnya tidak 100%, yang jelas makan masakan yang segar membuat mata dan pikiran lebih cerah. Ini bukan sugesti lho, memang karena favorit. šŸ˜€

Masakan berkuah santan menjadi pilihan kedua bagiku setelah sup. Keduanya sama-sama segar dan ngangenin. Apalagi kalau masaknya menggunakan bumbu rempah, kadang suka kangen sama aroma rempah yang telah menyatu dengan masakan. Yummii…

Nah, berikut 5 masakan berkuah santan yang menjadi favoritku.

Sup Pindang CekerĀ 

sup-pindang-fix

Aku tahu kuliner yang satu ini yaitu saat makan siang bareng suami di Historia Cafe. Awalnya penasaran dengan nama menunya yaitu Sup Pindang Ceker. “Pindang kok dibikin sup bareng ceker, ya. Gimana jadinya?” Atas dasar rasa penasaran membuat kami harus memesan masakan ini.

Setelah masakan datang, tet toot! Ternyata dalam seporsi menu Sup Pindang Ceker, tuh, tidak ada pindangnya. Hahaha. Hanya berisi ceker yang lunak dengan kuah berwarna kuning yang terasa banget rempahnya, dan irisan cabai setan.

Meski tidak ada pindang di dalamnya, tapi kami sangat menikmati menu tersebut karena segar dan bumbu rempahnya sangat terasa. Udah gitu, pedas pula. Habis sampai tulang-tulangnya. #eh Dan saat ini, Sup Pindang Ceker kerap menjadi menu masakan di rumah. šŸ˜€

Sayur Daun Singkong

sayur-ketela
Seger banget ditambah dengan sambel terasi… šŸ˜€ Foto by @hm_zwan

Ini salah satu sayur yang ngangenin dan sangat mudah didapat, yaitu daun singkong. Aku sempat geleng-geleng saat harga daun singkong mencapai Rp 3.000 per ikat ukuran sedang. Harga normal sayur ini kisaran Rp 1.000-1.500 per ikat. Karena senang, harga 3 ribu pun aku beli. Padahal aku hidup di desa, lho. Mungkin harga jual di kota bisa mencapai Rp 5.000 kalik, ya. Hahaha.

Aku lebih suka sayur singkong dimasak polosan tanpa tambahan menu lain seperti suwiran ayam atau ebi. Dengan kuah yang tidak terlalu kental, ditambah bumbu rempah dan cabai rawit yang utuh, aaah…sayur singkong ini nikmat banget! Kuah santannya segar!

Opor Ayam

opor-fix
Kuah opornya haruum banget…foto by @uniekkas

Tidak hanya aku, mungkin banyak orang di dunia ini yang menjadikan Opor Ayam sebagai masakan favorit. Kira-kira apa yang menjadi favorit? Ayamnya, Kuahnya atau dua-duanya? Hahaha. Kuah opor ayam ini begitu terasa gurih dan nikmat di lidah karena ada kaldu alami yang dihasilkan oleh ayam.

Kuah opor ini juga kadang ngangenin. Sama halnya dengan kuah sup pindang ceker. Aku masih ingat, dulu untuk menikmati masakan ini, tuh, musti menunggu lebaran. Duuh…anak desa, sih, ya. Hahaha. Lain dengan sekarang, apalagi sudah mulai bisa masak sendiri, tinggal pergi ke pasar untukĀ  untuk mendapatkannya.

Untuk kuah opor ayam ini aku lebih suka kuahnya kental. Lebih terasa gurih, gitu. Memang jadinya tidak segar, tapi bikin semangat kalau abis makan opor ayam.Ā  šŸ˜† Oiya, omong-omong kamu lebih suka makan opor ayam pakai lontong atau nasi? šŸ˜€

Nila Bumbu Rempah

ikan-nila-fix

Ikan Nila dimasak nyemek, sedikit kuah dan bumbunya meresap sampai dalam-dalam. Ini kesukaa Ibuku. Aku sendiri lebih suka dimasak dengan santan yang encer, ditambah irisan daun bawang dan cabai. Bumbu rempah lainnya seperti kunyit, serai, menjadi bumbu wajib jika masak Ikan Nila.

Pertama kali merasakan nimatnya Ikan Nila yang berkuah santan yaitu saat singgah di RM. Oemah Tahu Sumedang. Sungguh masakan Nila di sini membius! Dengan harga Rp 15.000 per porsi, tiap singgah di sini pasti pinginnya pesan Nila Bumbu Rempah. Hahaha.

Aku udah beberapa kali nyoba masak nila dengan bumbu rempah, tapi rasanya belum juga klimaks, nih. Masih kurang gereget dan rasa rempahnya juga tet toot banget. Ngga ngangenin sama sekali. šŸ˜€

Telur Kuah Santan

rendang-telur-fix
Tambah endeeuus ditambah aroma kemangi…foto by @siti_hairul

Naaah, kalau ini masakan super cepat dan semua orang seisi rumah suka. Khusunya Kecemut, suka banget. šŸ˜€ Telur dengan kuah santan ini menjadi masakan alternatif jika sedang tidak ada stok lauk. Dengan kuah yang cukup encer, Kecemut suka banget. Malah kadang mintanya makan sama kuah dowang. šŸ™

Oiya, untuk memasak menu ini, kamu lebih suka membuat bumbu kuning sendiri atau cukup pakai bumbu kuning instant (yang sudah jadi)? Apapun itu, yang jelas untuk masakan yang satu ini aku selalu menambahi kunyit supaya lebih beragam rasa kuahnya.

Maskan berkuah santan lebih menarik dan punya cita rasa jika ditambah dengan bumbu rempah salah satunya yaituĀ kunyit. Kuah santan nampak lebih menggoda jika berwarna kuning, gitu. Dan perlu kamu tahu tahu, kunyit itu bagus banget untuk digunakan sebagai bumbu masakan karena ada banyak kandungan di dalamnya. Diantaranya yaitu:

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kita tahu bahwa sistem kekebalan tubuh tiap orang berbeda. Banyak cara untuk melindungi tubuh dari perkembangan penyakit. Tetapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa sebagian besar dari sistem kekebalan berhubungan langsung dengan sistem pencernaan. Dalam hal ini, kunyit mampu membersihkan tubuh dari limbah dan membantu penyerapan nutrisi penting dari seluruh makanan.

Nah, dengan memasukan kunyit menjadi bumbu masakan, sistem pencernaan menjadi lebih sehat sehingga fungsi sistem kekebalan tubuh lebih baik. Rutin konsumsi kunyit dapat membantu menjaga tubuh bebas dari bakteri, virus, dan mikroba, serta kerusakan oksidatif berbahaya dari radikal bebas.

Mengurangi Risiko Kanker

Satu fakta bahwa kunyit dapat mengurangi risiko kanker tuh karena kunyit mengandung antioksidan. Antioksidan adalah bahan utama untuk melawanĀ kanker.Ā Salah satu manfaat kunyit dalam mengurangi risiko kanker antara lain mampu memerangi peradangan kronis dan membantu tubuh melawan penyebaran sel kanker. Antioksidannya yang kuat ini mendukung kekebalan alami tubuh dan mencegah perkembangan kanker.

Sering Dipakai Masak, Apa Manfaat Kunyit bagi Kesehatan_halodoc

Seperti yang dilaporkan dalamĀ Clinical Cancer Research, dengan tambahan Ā satu sendok makan kunyit per hari, kamu secara alami dan efektif dapat membantu menjaga tubuh terhindar dari kanker. Makanya, ada baiknya tuh membuat sendiri ulekan bumbu kuning untuk masakan. Selain bahan-bahan bumbunya lebih segar, cita rasa masakan pun ikut segar.

Btw, apa masakan berkuah santan favoritmu?

Yuk, Menjadi Bagian dari Relasi KPU Kabupaten Banjarnegara

Pertengahan bulan Januari 2019, bersama Icus dan Adib, aku ikut mendaftar menjadi calon Relawan Demokrasi (Relasi) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara. Pendaftaran ini dibuka oleh KPU Kabupaten Banjarnegara dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Keputusan yang aku ambil ini agakanya melenceng dari separuh jiwa karena dari dulu aku sama sekali tidak tertarik dengan dunia politik. Malah bisa dibilang anti politik. Maklumin ANAK MUDA yang satu ini, ya. šŸ˜†

Anti terhadap apapun yang berbau politik seperti sudah mendarah daging. Apalagi sebelumnya aku sudah aktif di dunia pariwisata dan jugaĀ menjadi relawan pariwisata. Ditambah lagi akhir tahun lalu, aku kembali memutuskan untuk menjadi bagian dari Netizen MPR RI yang mana aktif di media sosial untuk turut menyosialisasikan empat pilar MPR RI, generasi anti hoax dan lebih bijak dalam bermedia sosial.

Nah, sebelum diterkam banyak massa, aku perlu banget memberitahukan perihal Relasi supaya teman-teman yang followĀ akun sosial media punyaku tidak berpikiran macam-macam.Ā šŸ˜†

Jadi gini, yang perlu dipahami yaitu Relasi ini tidak ikut berpolitik dan tidak ikut tergabung menjadi tim sukses salah satu pasangan calon. Maksudnya, siapapun yang tergabung dalam Relasi bersifat netral dan sekai lagi bukan bagian dari tim sukses. Ini musti diingat, ya.Ā Please! DanĀ Relasi ini adalah produk dari KPU yang tersebar di tiap Kabupaten atau Kota dan bertugas untuk memberi pendidikan tentang pemilu.

RELAWAN DEMOKRASI KABUPATEN BANJARNEGARA

Bersenang semangat menjadi Relasi…

Tujuan dibentuknya Relasi yaitu untuk membantu KPU menyosialisasikan penyelenggaraan pemilu atau apapun yang terkait dengan pelaksanaan pemilu 2019, seperti tata kelola, tahapan, dll dll. Nah, supaya lebih fokus dan tepat sasaran, Relasi ini dibagi menjadi 11 basis yaitu basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, warga internet atau netizen, dan satunya aku belum hafal. šŸ˜€

Sebelum 11 basis terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi, anggota relasi yang berjumlah 55 terlebih dahulu dilantik dan kemudian diberi surat tugas untuk melaksanakan sosialisasi. Para relasi juga mengikuti Bimbingan Teknis sebagai bekal awal sebelum melakukan pemetaan untuk menentukan sasaran sosialisasi. Setelahnya, aku yang memilih dan masuk sebagai Relasi Basis WarganetĀ mulai bingung harus mulai dari mana untuk bersosialisai tentang pemilu. Hahaha.

Kenapa bingung? Tahu sendiri, kan, Warganet atau Netizen kan pergerakannya lebih ke digital. Melakukan sosialisasi melalui Internet dan 95% memanfaatkan sosial media sebagai wadah untuk media sosialiasi. Artinya, harus lebih aktif membuat konten yang menarik tentang pemilu. Ini PR banget. Selain itu, yang masih menjadi PR terberat buatku yaitu mengubahĀ mindset followersĀ tentang Relasi adalah bukan bagian dari tim sukses. Hahaha. Ini penting banget!

Eh, ini kok tumben banget aku mau masuk ke ranah politik, ya.

Yuhuuii…! Tentu aku punya alasan, dong. Prinsip, tuh, pelan-pelan bisa luluh untuk sebuah kegiatan yang positif. Ternyata angka partisipan pemilu di Indonesia, khususnya di Banjarnegara, kurang. Merujuk pemilu tahun 2014, angka partisipan pemilu di Kabupaten Banjarnegara beberapa sudah memenuhi tarjet dan beberapa masih perlu diperhatikan. Sementara tarjet yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 menetapkan angka partisipan pemilih yaitu 77.5%. Di Kabupaten Banjarnegara sendiri, tingkat partisipasi pemilih untuk gender laki-laki ternyata lebih rendah ketimbang perempuan. Apa alasannya coba, ada yang tahu?

RELAWAN DEMOKRASI KPU KABUPATEN BANJARNEGARA
Terjun ke lapangan meski basisnya Warganet. šŸ˜‰

Dari pemahaman dan informasi tersebut aku tergugah untuk ikut menjadi Relasi. Apalagi kalau tahu bahwa untuk menyelenggarakan Pemilu, pemerintah mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Huft. Makanya, aku memutuskan untuk ikut menjadi Relasi KPU Kabupaten Banjarnegara untukĀ turut mensukseskan pemilu serentak tahun 2019.

Alasan lain kenapa aku berminat menjadi bagian dari Relasi yaitu karena program sosialisasinya jelas dan sudah tertata. Karena sudah dibekali materi dari KPU setempat, Relasi pun tinggal meneruskan materi kepada siapapun yang sudah menjadi sasaran. Dan aku sendiri tinggal memanfaatkan akun sosial media yang aku punya untuk sosialisasi. Ini sangat mudah, bukan?

Mudah namun bagiku menjadi sedikit problem, karena aku masuk dalam basis warganet yang mana anggotanya kurang greget membuat materi konten untuk diunggah di internet. Ini derita gue ya. Hahaha. Bersama empat teman lainnya, ada Icus, Resti, Ibra dan Mas Uje, kami berusaha menjalankan sosialisasi dengan semaksimal mungkin. Semoga setelah terbentuk Relasi di berbagai daerah, angka partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya bisa meningkat. Masyarakat pun tergugah dan menjadi lebih sadar tentang pentingnya pemilu. Siapapun pilihan kamu di 17 April 2019 nanti, jangan lupa untuk tetap menyebar kedamaian, ya.

Nah, buat masyarakat Banjarngara khususnya, yuk…ikut menyosialisasikan pentingnya pemilu. Ikut memberi pendidikan pemilu supaya masyarakat tidak malas memilih dan tidak golput! šŸ˜‰

Ingat 2019, Ingat Pemilu! Pemilih berdaulat, Negara kuat! šŸ˜‰

Festival Imlek di Java Heritage Hotel, Purwokerto

Festival Imlek di Java Heritage Hotel – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Sejauh ini, aku hanya dapat nonton acara perayaan Imlek lewat media televisi atau melihat keseruannya lewat sosial media dan juga channel youtube. Atraksi Barongsai dan Liongsai yang menjadi ikon khas Imlek ini pernah aku tonton di salah satu destinasi wisata di Semarang yaitu Sampookong.

Minggu (3/2/2019), akhirnya aku bisa turut menikmati rangkaian acara Imlek yang diselenggarakan oleh Java Heritage Purwokerto. Ya, Java Heritage Purwokerto menggelar Festival Imlek 2019. Festival ini berlokasi di halaman parkir hotel yang begitu luas.

Festival ini menawarkan berbagai acara seperti atraksi Barongsai, Liongsai, Tongsai, Mentalist Show, Zorro Acrobatic, Wayang Potehie dan masih banyak lagi kegiatan menarik lainnya. Lebih seru lagi nih, Festival yang dimulai pukul 16.00-22.00 WIB juga menawarkan bazar kuliner. Yup, tidak hanya nonton atraksi, games, dan rumah hantu, namun pengunjung dapat menikmati kuliner sambil menonton rangkaian acara Festival Imlek 2019.

Festival Imlek Java Heritage
Welcoming Imlek di Lobi Hotel Java Heritage Purwokerto

Bersama Sovi, Rois, Mbak Olip dan Mas Pradna, aku masuk lokasi festival tepat pukul 19.00 WIB. Karena panggung masih belum mulai acara, kami menuju Wayang Potehie.

Wayang Potehie di Festival Imlek.

Wayang Potehie adalahĀ wayangĀ boneka yang terbuat dari kain.Ā Kesenian yang berasal dari Tiongkok ini sudah berumur sekitar 3.000 tahun. Banyak pengunjung yang antre menonton pertunjukan wayang ini karena memang jarang-jarang mainnya. Emm…sebenarnya ngga antre, sih. Hanya saja tempat duduk untuk pengunjunh sangat terbatas. Dan ngga enak banget kalau nonton wayang sambil berdiri, selain capek, ngga konsen. Hahaha. Di sini aku ngga lama, nonton sambil melihat koleksi boneka yang dapat dibeli oleh pengunjung. Bonekanya lucu-lucu, buat pajangan di dinding atau ditaruh di atas meja cakep banget. šŸ˜‰

Festival Imlek Java Heritage 4
Pertama kali nonton Wayang Potehie…

Dari arah panggung sudah mulai terdengar musik gonjreng khas Barongsari. Sebelum mendekat ke panggung, aku jajan dulu, dong. Nah, di sini uang Rupiah ngga berlaku. Pengunjung harus menukarkan uang rupiah menjadi uang Kepeng di stand penukaran uang. Kepeng ini terdiri dari dua jenis yaitu logam dan kayu. 1 Kepeng dari logam bernilai Rp 10.000. Sementara 1 Kepeng dari kayu bernilai Rp 5.000. Karena kami sudah dibekali Kepeng oleh Java Heritage Purwokerto, yaudah tinggal jajan sepuasnya. Hahaha.

Ragam Kuliner Memeriah Festival Imlek.

Kuliner di sini enggak hanya menawarkan jajanan atau makanan chinese saja, tapi makanan khas Purwokerto juga masuk. Tak hanya kuliner lokal seperti Mendoan, kuliner dari kota sebelah seperti Sate Wonosobo pun turut meramaikan stand Bazar Kuliner. Sayangnya ngga ada Dawet khas Banjarnegara di sini, ya. Padahal segar, tuh. šŸ˜€

Festival Imlek Java Heritage (1)4

Setelah memesan Es Teler dan Mie Kopyok, aku menempatkan diri di kursi paling depan untuk nonton atraksi Imlek. Ada Barongsai, Liongsai yang dimainkan oleh tim dari Unsoed, Tongsai atau kolaborasi Kentongan dan Barongsai.

Menonton Atraksi Imlek yang Khas Banget!

Tak hanya itu, ada pertunjukan yang lain yang lebih seru lagi yaituĀ Mentalist Show dan Zorro Acrobatic. Mentalist Show saat itu tarjet yang diajak kolaborasi adalah anak-anak. Mentalist mengajak anak-anak untuk maju dan ikut pertunjukan. Hanya anak-anak pemberani saja yang maju, nih. Soalnya, kan dilihat banyak penonton, tuh.

Pertunjukan dari pesulap ini beneran surprise, ya. Contoh saja anak yang maju, naik ke atas kursi, ternyata mau diambil celana dalamnya. Hahaha. Si anak ini ngga tahu kalau celana dalamnya bakal diambil menggunakan kain, gitu. Dia hanya diminta menghadap depan, fokus, dan tau-tau semua penonton ketawa karena celana dalamnya udah berhasil diambil oleh mentalis. Eumhh…kasihan, tapi lucu. šŸ˜€

Festival makin malam makin ramai dan makin seru. Bagiku, ini merupakan pengalaman pertama menghadiri Festival Imlek. Ternyata seru juga bisa hadir dan melihat langsung kebahagiaan mereka, orang-orang yang merayakan Imlek. Padahal ini baru di Purwokerto, ya. Bagaimana jika turut melihat langsung perayaan Imlek di China. Ughh…pasti tambah seru!

Festival Imlek Java Heritage 6

Btw, makasih buat Java Heritage sudah mengundang aku untuk menikmati rangkaian acara festival ini. Makasih juga sudah memberi pengalaman nyaman menginap di cottage Java Heritage Purwokerto. Selamat Imlek buat kamu yang merayakan, ya. Semoga makin bahagia, sejahtera, dan beruntung.

Yuk…ramaikan Festival Imlek 2019 di Java Heritage Purwokerto. Hanya sampai tanggal 5 Februari 2019, lho. šŸ˜‰

5 Tempat Wisata di Desa Wisata Malahayu, Brebes

Desa Wisata Malahayu, Brebes – Traveling ke suatu daerah rasanya kurang lengkap jika tidak menyambangi Desa Wisata. Ya, bagiku destinasi wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat menarik dikunjungi karena selalu ada pengalaman baru yang aku dapat tiap kali singgah di Desa Wisata. Makanya, saat traveling ke Brebes pada minggu kedua bulan Januari, aku bersama beberapa teman menyempatkan untuk eksplorasi ke salah satu Desa Wisata di Kabupaten Brebes.

FYI,Ā Desa Wisata yang aktif di Brebes cukup banyak. Malah ada beberapa yang menjadi andalan pariwisata Brebes. Salah satunya yaitu Desa Wisata Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes.

Desa wisata ini dikelola oleh Pokdarwis Geger Halang Malahayu. Pokdarwis yang hebat dengan segudang kreativitas dan pernah menjadi juara umum Lomba Jambore Pokdarwis tingkat Kabupaten Brebes, saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan segala potensi yang ada desanya.

Jarak tempuh dari tengah kota Brebes menuju Malahayu kira-kira 1.5 Jam. Sementara dari tempat tinggalku, Kabupaten Banjarnegara, kurang lebih 5 Jam. Lumayan jauh memang, namun karena ingin tahu pariwisata Malahayu, dan ingin tahu atraksinya juga, rasanya tidak ada kata jauh. Gassss…laaah!

BerbekalĀ gadgetĀ dan aplikasi google maps, tepat pukul 10.00 WIB kami sampai Desa Malahayu. Ughh…melihat tulisan berjejer “Welcome To Desa Wisata Malahayu” rasanya udah bahagia banget. Tak sabar radanya untuk segera eksplorasi dan interaksi dengan pengelola Desa Wisata tersebut.

Sepuluh menit dari gerbang masuk Desa, akhirnya kami sampai tujuan yaitu kompleks wisata Malahayu. Yeeey….!

“Rombongan dari mana, dedek-dedek gemeees?” Para petugas pintu masuk obyek wisata Malahayu menyapa kami dengan wajah riang.

“Ini mau rekreasi ke Malahayu, Bapak-bapak ganteeng!” Jawab kami kompak tanpa salah kata. Petugas pun langsung menyodorkan tiket masuk sebanyak 5 lembar sesuai dengan jumlah personil di dalam mobil.

Tidak tahu kenapa, melewati gerbang kompleks desa wisata Malahayu rasanya ada yang janggal. Disini terkesan doble ticketing.Ā Soalnya, setelah membayar Rp 3.000 sebagai HTM Desa Wisata, tiap masuk kawasan wisata masih ditarik HTM lagi. Agaknya mikir keras, sih, masuk Desa Wisata dan belum sampai pada obyeknya tapi sudah diminta untuk membayar tiket. šŸ™

Entah kenapa aku seperti masuk ke tempat wisata yang dikelola swasta atau pemerintah. Padahal ini dikelola oleh pokdarwis yang sebagaimana kita tahu visi misinya. Yasudah…ketimbang terlalu banyak merenungi tiket, kami pun langsung parkir di depan kompleks BBM Fantasi Land untuk kemudian lanjut jalan menuju Waduk Malahayu.

Waduk Malahayu

DESA WISATA MALAHAYU BREBES (16)

“Woy! Serius, panas-panas gini naik ke Waduk?” Tanya salah satu teman. Sayangnya, tidak ada satupun yang menanggapi pertanyaanya. Yasudah…akhirnya semua menuju waduk. šŸ˜€

Obyek wisata andalan Malahayu adalah Waduk Malahayu. Kenapa andalan? Karena ketika kamu berkunjung ke Malahayu, pasti yang direkomendasikan pertama adalah Waduknya. Uniknya nih, pintu masuk untuk menuju waduk ini berada di Desa Malahayu. Pun dengan pintu keluarnya air. Makanya, waduk ini menjadi ikonik Malahayu.

Waduk dengan luas ±944 Ha mulai dibangun pada tahun 1930-an oleh Kolonial Belanda. Ternyata waduk ini berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Aaah…traveling kali ini nyaris lintas provinsi, nih. Bangga baenar ini. šŸ˜€

Kami sampai waduk kira-kira pukul 11.00 WIB, ketika matahari sedang di atas kepala. Hot banget! Niat mau naik perahu pun kami batalkan karena panasnya keterlaluan, sungguh. Sebagai gantinya, kami jalan keliling dan duduk-duduk santai di sebelah kiri waduk. Dari sini, nampak di seberang sana hutan jati yang begitu rimbun dan teduh.

Pemanfaatan waduk ini disamping sebagaiĀ  temoar rekreasi dan sarana irigasi lahan pertanian untuk beberapa kecamatan termasuk Banjarharjo, dimanfaatkan juga sebagai tempat mata pencaharian para nelayan. Ekonomi masyarakat sekitar pun menjadi lebih baik karena banyak berdiri warung-warung di sekitar tempat parkir yang menawarkan kuliner khas Malahayu. Terasa lengkap, bukan?

Eh, kamu tahu kuliner khas Malahayu? Ada Ikan Mujaher dan Ikan Mindo yang nikmatnya tak terkira ketika disantap di tempat. šŸ˜‰ Oiya, aku saranin kalau mau ke Waduk Malahayu mending di atas pukul 15.00 WIB di mana matahari sudah turun. Jadi bisa lebih menikmati suasana waduk sambil menunggu matahari terbenam. Syahduuuu euy!

BBM Fantasi Land

DESA WISATA MALAHAYU BREBES (14)

Usai eksplorasi di Waduk Malahayu, kami lanjut rekreasi ke beberapa obyek wisata penunjang Desa Wisata Malahayu. Kali ini ada BBM Fantasi Land.

Bareng-Bareng Maju (BBM) Fantasi Land, namanya cukup menarik, ya. Jawa dan kebarat-barataaaaan. šŸ˜€ Kenapa BBM-nya itu bukan Bibit Bunga Matahari, ya. Sepertinya lebih cocok karena Bunga Matahari menjadi ikon obyek wisata ini.

BBM Fantasi Land ini merupakan obyek wisata buatan yang belum lama “dihidupkan” oleh Pokdarwis Desa Wisata Malahayu. Nampak sekilas, sebelum menjadi obyek wisata, tempat ini dulunya adalah hutan kota. Banyak pepohonan, begitu teduh, dan tenang. Tapi ternyata bukan! šŸ˜€

Menurut Pak Kumis, lokasi ini dulunya adalah tempat sampah. Aku cukup kaget karena tempat yang dulunya kumuh sampah sekarang sudah menjadi obyek wisata yang ramai. Banyak wisatawan yang berdatangan bersama teman, pasangan, dan keluarga, karena tempat ini memang cocok untuk rekreasi sekadar melepas penat karena aktivitas harian.

Untuk masuk ke BBM Fantasi Land, wisatawan cukup membayar tiket masuk senilai Rp 5.000 per orang. Dengan tiket masuk lima ribu rupiah, kamu bisa menyusuri Bukit Cinta yang dipenuhi dengan ikonik BBM Fantasi Land yaitu Bunga Matahari.

Di sini kamu bebas foto-foto, ikut panen biji bunga matahari, atau jalan-jalan ke kompleks belakang melihat kumpulan Monyet yang manis-manis banget. Kamu juga bisa beli bibit Bunga Matahari seharga Rp 5.000 atau membeli bunga matahari seharga Rp 20.000 per pot.

DESA WISATA MALAHAYU BREBES (4)

Selain senang-senang di kompleks Bukit Cinta, masih banyak obyek yang perlu kamu eksplor. Seperti kolam yang digunakan untuk beberapa aktivitas. Ada terapi ikan, bebek air, balon air, dan flying bike. Untuk menikmati wisata ini, kamu harus membayar lagi. Kecuali terapi ikan, gratis. Tapi kalau mau ikut ngasih makan ikan, bisa beli pakannya di warung-warung dekat kolam. šŸ˜‰

Menurutku, rekreasi di BBM Fantasi Land kurang ramah kantong. Sebut saja bebek air. Di sini tiket main bebek air Rp 30.000 saat akhir pekan dan Rp 25.000 di hari biasa. Tiket ini sama dengan tiket permainan bebek air di tempat wisata lain. Lagi-lagi ini Desa Wisata di mana biasanya pengelola tidak berani memasang tarif tinggi karena yang terpenting bagi Desa Wisata adalah sustainable. Aaah…mungkin biaya operasional mereka juga tinggi kalik, ya. šŸ˜‰

Oiya, wahana lain seperti Flying Bike Rp 20.000 dan Balon Air Rp 15.000 juga tergolong mahal, harga tidak ada yang beda dengan wahana di obyek wisata yang bukan dikelola Pokdarwis. Belum lagi perihal fasilitas umum. Toilet, misalnya. Ini masih menjadi PR penting bagi pengelola.

Situs Benteng Dinamit

DESA WISATA MALAHAYU BREBES (11)

Rekreasi lanjut ke wana wisata. Masih di kompleks Waduk Malahayu terdapat bukit yang menawarkan lansekap Waduk Malahayu dari atas bukit Geger Halang. Namun, bukan bukit yang disorot dalam obyek satu ini, melainkan peninggalan sejarah yang berada di puncak bukit.

Adalah Situs Benteng Dinamit.

Situs Benteng Dinamit merupakan situs peninggalan zaman Belanda berbentuk benteng batu bata kuno. Di sini terdapat dua situs, yang satu masih asli, yang satunya sedang dalam tahap renovasi karena bangunan sempat retak.

Konon bangunan benteng dinamit ini digunakan untuk pembuatan waduk Malahayu pada tahun 1930an. Katanya, Jenderal Sudirman juga pernah menempati benteng dinamit ini untuk menyusun strategi perang.

Memasuki situs ini, nampak hutan yang sudah tidak perawan lagi. Hahahaha. Maksudku, kesan alam dan hijaunya hutan hilang seketika karena di sepanjang jalan menuju Benteng terdapat warna-warni kehidupan. *eh* Ya, jalan menuju bukit selain berupa tangga, ada ban bekas yang dicat warna-warni.

Ini bukan kali pertama aku menjumpai konsep wisata alam yang seperti ini karena hampir semua pengelola wisata mengusung tema kekinian dengan warna-warni dan mungkin tanpa melihat situasi dan tempat. Tapi tidak mengapa, pengelola pasti punya alasan kenapa menggunakan konsep warna-warniĀ ini.

Berada di bukit Geger Halang, terdapat gardu pandang yang bisa digunakan untuk melihat lansekap Waduk Malahayu dari atas bukit. Situs Benteng Dinamit menjadi obyek wisata penunjang yang tiap akhir pekan selalu ramai pengunjung. Sayangnya di sini tidak ada pemandunya, jadi tidak tahu detail sejarah situs ini. Kabar baiknya, bukit ini nyaman dan banyak gazebo yang dapat digunakan untuk bersantai atau sekadar makan minum dengan membelinya di warung-warung yang berada di kaki bukit.

Kampung Pelangi

DESA WISATA MALAHAYU BREBES (18)

Sama halnya dengan BBM Fantasi Land, kampung ini dulunya kumuh. Namun karena sebelah kanan-kiri terdapat obyek wisata, akhirnya Pokdarwis mengemas kampung ini menjadi kampung pelangi.Ā Kampung pelangi ini nyaris sama dengan kampung pelangi pada umumnya. Namun seyelah menyusuri gang-gang kampung sampai habis, ternyata Kampung Pelangi Malahayu lebih cantik! šŸ˜‰

Selain dicat warna-warni, kebanyakan rumah di kampung ini digambari bunga dan karakter kartun. Ini pas banget buat kamu yang suka berswafoto. Ada 178 rumah yang berada di Blok 1 Desa Malahayu yang dicat warna-warni. Uniknya nih, biaya untuk cat dinding ini ditanggung okeh masyarakat dan pokdarwis alias swadaya. Ini kompak pisan, ya.

Kampung pelangi ini sebagai destinasi tambahan dan penunjang destinatasi wisata Malahayu lainnya. Destinasi ini juga belum lama dibuat, kira-kira tahun 2017. Tidak hanya rumah yang dicat warna-warni, sekolah yang berada di kampung ini pun turut dicat warna-warni.

Aaah, Malahayu Pancen Ayu!

Sentra Gerabah

DESA WISATA MALAHAYU BREBES (4)

Naaah…ini perjalanan terakhir kami di Desa Wisata Malahayu. Setelah keliling kampung pelangi, kami keluar dari kompleks Waduk Malahayu dan melanjutkan perjalanan ke sentra Gerabah di mana lokasinya tidak jauh dari gerbang masuk waduk Malahayu.

Kerajinan gerabah ini merupakan salah satu penunjang utama untuk ekonomi warga sekitar. Saat kami singgah di pabrik gerabah ini, karyawan sedang sibuk beraktivitas. Namun jika wisatawan ingin belajar membuat keramik, meraka mau mendampingi karena memang di sini boleh untuk belajar membuat keramik. Sesjai konsep Desa Wisata Malahayu menjadi Edupark atau Taman Belajar bagi siapa saja yang mau.

Di Desa Wisata Malahayu, terdapat dua jenis gerabah, yaitu Gerabah dr tanah liat lokal dan gerabah dari jenis Porselin. Melihat para pekerja keramik yang masih muda-muda, aku jadi ingat kalau di Banjarnegara juga punya keramik. Hanya saja, tenaga atau karyawannya sudah lanjut usia. Beda dengan di Malahayu, karyawannya masih muda dan nampak teliti dan rapih dalam membuat keramik.

Gerabah ini umumya dipasarkan dengan cara dititipkan ke kios-kios atau dijual secara berkeliling. Saat aku tanya untuk pemasaran online, mereka belum merambah ke dunia online. Mungkin dari Pokdarwis bisa menggandeng karyawan atau bahkan pemilik gerbah untuk belajar mempromosikan produk keramik Malahayu secara online supaya makin banyak yang tahu dan transaksi penjualan juga makin meningkat.

Rekreasi di Malahayu tidak ada capeknya meski sudah naik ke situs benteng dinamit yang tidak terlalu tinggi, atau berkeliling kampung pelangi. Kenapa coba? Karena menurutku jarak antar destinasi cukup dekat. Ini sseperti pariwisata terintegritas, gitu. Sayangnya karena waktuku cukup terbatas,Ā  eksplorasinya pun kurang maksimal. Padahal masih pingin tahu potensi lain di Malahayu. Seperti usaha rumahan opak ketan khas Malahayu, tape ketan, atau homestay yang ada di sana.

Tak mengapa, karena di sini aku dapat banyak ilmu dan pengalaman dari Pokdarwis atau Bu dan Pak yang jaga loket masuk. Aku banyak interaksi dengan mereka, ngobrol-ngobrol tentang perjuangan dan perkembangan Desa Wisata Malahayu. Salut dengan Pokdarwis Desa Wisata Malahayu yang solid dan SDMnya jempol-jempol pisan, euy! Terima kasih atas keramahannya. šŸ˜‰

Kapan-kapan musti eksplorasi ke Brebes lagi, nih. Menginap di homestay Desa Wisata Malahayu kayaknya seru. Sepertinya perlu diadain famtrip di Brebes, ya. šŸ˜€

Baca lagi tentang Rekomendasi Tempat Wisata di Lasem, Rembang.

Yuk, Menjadi Bagian dari Netizen MPR RI

Yuk, Menjadi Bagian dari Netizen MPR RI – Akhir tahun 2018, aku mendapat kejutan dari teman-teman satu komunitas (ngga mau sebut nama, takut dapat logam mulia) untuk ikut menghadiri undangan dari MPR RI perihal Deklarasi Warganet MPR RI. Bersama Mas Ambar, Mas Hyude dan Tina yang sebelumnya pernah mengikuti acara sosialisai Empat Pilar MPR RI di Semarang, pada hari Jum’at (7/12/2018), kami berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Jakarta.

Ini kali kedua aku mengikuti deklarasi setelah dua tahun yang lalu resmi menjadi bagian dari GenPI Jawa Tengah yang mana saat itu juga ada sesi deklarasi oleh Kementerian Pariwisata RI.Ā  Meski sama-sama deklarasi, namun kali ini acaranya lebih rapih meski pada akhirnya aku bingung harus mulai dari mana pasca menandatangani dekalarasi warganet Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Hahaha.

Warganet atau netizen adalah seseorang yang aktif terlibat dalam komunitas maya atau internet pada umumnya. Bisa dibilang, hampir setengah kehidupan mereka ada di dunia maya. Ngeri ngga, sih? Emm…ya ngga, dong. Karena saat ini internet telah menjadi gaya hidup. Ya, sadar atau ngga, internet telah mengubah gaya hidup. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, ngga ada yang ingin ketinggalan. Semua ingin menjadi yang pertama tahu akan suatu momen atau peristiwa. Dan mirisnya, Indonesia melewati satu era penting sebelum era digital yaitu era membaca. Ya…sebut saja era membaca. šŸ˜€

Miris, banget kan?

netizen mpr ri
Jawa Tengah Squad… šŸ˜‰

Budaya membaca belum sempat singgah di Indonesia, namun sudah keduluan masuk di era digital yang makin ke sini makin “keras”. Seperti yang kita tahu, setiap pemberitaan atau informasi yang beredar lewat media online atau timeline media sosial, ada yang benar dan ada juga yang kurang tepat atau bahkan tidak benar. ReleaseĀ berita atau informasi hendaknya dibaca dengan cermat dan teliti. Jika ragu akan isi informasi tersebut, ada baiknya mencari sumber atau menggali informasi supaya tidak simpang siur yang berujung fitnah atau pertengkaran di ranah dunia maya. Maka dari itu, sebagai warganet yang bijak harus dapat menyaring berita supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman atau masalah.

Tidak ingin muncul permasalahan tentang konten tidak baik di ranah dunia maya, MPR RI menggandeng warganet untuk turut mensosialisasi empat pilar MPR RI. Ada yang belum tahu tentang empat pilar MPR RI? Sini, baca pelan-pelan paragraf ini! Ya, empat pilar tersebut yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Roadshow sosialisasi ini telah dimulai sejak tahun 2015. Kemudian akhir tahun 2018, total 44 netizen perwakilan dari 11 Provinsi di Indonesia diminta untuk menyusun draft deklarasi warganet Indonesia yang pada akhirnya akan dipilih poin-point penting untuk dideklarasikan esok harinya.

Menyusun KonsepĀ Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Bertempat di Merapi Ballroom Hotel Sultan Jakarta, kami dibagi menjadi 5 kelompok untuk menyusun konsep deklarasi netizen MPR-RI. Sesuai arahan dari Mbak Mira dan Mbak Liya yang saat itu menjadi moderator acara, tiap-tiap kelompok menyusun minimal 5 poin terkait netizen yang dikolaborasikan dengan empat pilar MPR RI.

Penyusunan konsep ini dilakukan pada malam hari usai sesi gala dinner dan acara pembukaan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR RI Siti Fauziah. Kebayang tidak, habis makan-makan enak, lalu otak harus berputar dengan durasi waktu tidak lebih dari 20 menit. Hahahaha. Meski dalam keadaan kenyang, tapi tidak ada yang ngantuk karena malam itu juga konsep harus selesai.

netizen day-1 (459)

Tepat pukul 22.00 WIB, konsep dari masing-masing kelompok telah terkumpul. Kemudian, moderator bersama para Netizen memilih dan memilah poin-poin yang telah dibuat. Pada akhirnya, terpilih empat poin yang akan dideklarasikan esok hari. Namun sebelum dideklarasikan, keempat poin tersebut diberikan kepadaĀ Bu Siti Fauziah dan Pak Andrianto Madjid, Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi, untuk dikaji sebelum dideklarasikan esok hari di Gedung Nusantara V MPR RI.

Tujuan dari deklarasi ini untuk mengajak para netizen mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan melalui dunia maya atau media sosial. Di era digital, sosial media menjadi platform yang paling efektif menjadi media informasi. Melalui media sosial, sosialisasi 4 pilar kebangsaan akan efektif karena bisa menjangkau seluruh kalangan, terutama kaum milenial.

Gladi Bersih Deklarasi Netizen MPR RI

Satu hal yang melekat dalam ingatan, Pak Andri sempat menyampaikan saat kegiatan ramah tamah di Merapi Ballroom bahwa para netizen akan mendapat tempat yang istimewa untuk kegiatan deklarasi yaitu di Gedung Nusantara V MPR RI. Menurut Pak Andri, gedung ini hanya digunakan untuk menerima tamu-tamu penting delegasi. Dan para Netizen ditempatkan di gedung ini karena termasuk tamu-tamu penting. Dari sini aku merasa istimewa banget dan jantung mulai berdebar norak. šŸ˜†

Alhamdulillaah…Sabtu (8/12/2018), kami pun sampai di Gedung Nusantara V MPR RI. Sebelum gladi bersih dimulai, Pak Andri sharing tentang peran netizen dalam membantu mensosialisasikan empat pilar MPR RI. Sementara Bu Siti Fauziah atau yang akrab disapa Bu Titi, meminta kepada para netizen untuk aktif memberi konten positif melalui internet dan tidak menyebarluaskan konten-konten yang tidak mendidik.

deklarasi netizen mpr ri

Memasuki Gedung Nusantara V MPR RI, sama sekali tidak ada kesan mewah. Namun gendung ini begitu bersih, rapih, dan bikin betah. Nah, pas masuk dalam ruang pertemuan, di sana sudah berjejer x banner yang berisi kalimat-kalimat menarik seperti;Ā Berhenti berseteru, mulailah bersatu. Kalimat yang sederhana, namun sarat makna.

Gladi bersih untuk deklarasi netizen berlangsung kurang lebih 20 menit. Setelahnya, kami diajak melipir sejenak mengunjungi Museum Macan, menyusuri Kota TuaĀ  Jakarta, dinner di Jimbaran Resto Jakarta. Betul-betul hari yang menyenangkan!

Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Akhirnya, momen yang ditunggu-tungu datang juga. Minggu (9/12/2018), kami mendeklarasikan empat poin yang telah dibuat. Disaksikan oleh Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, Bu Siti Fauziah, Pak Andrianto, dengan penuh semangat para Netizen mengucap janji yang dilafalkan secara bersama-sama dnegan dipimpin oleh Uda Surya (Netizen dari Sumatera Barat) dan Mbak Dila (Netizen dari Manado).

Kami Netizen Indonesia berjanji untuk:

  1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA;
  2. Bijak bermedia social sesuai dengan Pancasila;
  3. Menerapkan empat pilar MPR RI dalam literasi digital;
  4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif.

netizen day-2 (251)

Seketika aku bingung setelah berdeklarasi. Aku membaca ulang empat pilar MPR RI dan itu sangat sederhana. Namun setelah disinergikan dengan netizen, kenapa rasanya seperti ada kecemasan dan ketakutan dalam diri. Empat poin di atas sangatlah singkat, dan tepat guna. Namun untuk implementasinya, rasanya akan berat. Apalagi setelah menandatangani di lembar deklarasi, ugh…rasanya ada cekot-cekot di tahi ini. šŸ˜€ Mungkin aku terlalu berlebihan, namun ini yang aku rasakan. Entah karena aku baru turun menjadi bagian dari warganet MPR-RI, atau karena aku masih bingung cara sosialisasi kepada khalayak. Ini tantangan tersendiri meski bagiku butuh perjuangan ekstra. Mulai dari diri sediri untuk mengimplementasikan empat poin deklarasi MPR RI.

ā€œSungguh empat poin ini sangat keren. Jika sampai bisa diterapkan oleh seluruh netizen di Indonesia, maka Tanah Air akan tentram dan damai.ā€ Kata Pak Ma’ruf Cahyono sebelum menutup acara Deklarasi Netizen MPR RI. Beliau juga membacakan puisi dengan judul Manifesto Ini Baru Indonesia yang panjangnya minta ampun tapi beliau hafal. šŸ˜€

deklarasi mpr ri

Tidak ada yang tidak bisa, terpenting ada usaha. Meski sampai sekarang belum bisa berkontribusi banyak sebagai netizen MPR RI, setidaknya aku belajar dan berusaha untuk tidak menyebar berita bohong atau hoax dan SARA. Pada akhirnya, aku mengajak teman-teman yang kesehariannya aktif di sosial media atau dunia maya untuk bersama menyebar berita atau informasi yang baik-baik dan turut mensosialisaikan empat pilar MPR RI dan juga mengimplementasikan deklarasi MPR RI. šŸ˜‰

Terima kasih MPR RI. Terima kasih teman-teman Netizen dari 11 Provinsi di Indonesia. Semoga kita semua amanah untuk menjadi netizen MPR RI, ya.

Terima Kasih Atas Kejutan Blogging di Tahun 2018

Kejutan Blogging 2018 – Profesi sebagai Bloger nampaknya nyaris sama dengan Guru. Bukan tentang jasanya, sih, melainkan profesi yang terus melekat pada diri. Tidak ada istilah mantan Guru, bukan? Pun dengan Bloger. Sudah lama tidak melakukan kegiatan Blogging, identitas sebagai Bloger tetap saja melakat pada diri. Uniknya, sekalipun sudah pensiun dari kegiatan blogging karena suatu sebab, tetap tidak ada mantan Bloger. Hahaha.

Aku sudah lama merasa demikian. Mungkin sejak tahun 2016 di mana aktivitas Bloggingku mulai menurun. Padahal mulai ngeblog saja tahun 2013, baru tiga tahun produksi konten menurun. Apakabar Bloger senior seperti Pakdhe Cholik, Om NH, dan Bloger senior lainnya yang sampai saat ini masih aktif menulis di blog. Duuh…istiqomah memang butuh perjuangan yang tidak biasa, ya. šŸ˜€

Pertengahan tahun 2017, aku sempat cerita sama tante kalau aku ingin berhenti ngeblog dengan berbagai alasan. Tapi nyatanya tidak bisa berhenti begitu saja. Banyak pertanggungjawaban atas sebuah profesi sebagai Bloger. Eh…lebih tepatnya soal sayang, sih. Ya, aku sudah terlanjur sayang sama dunia yang satu ini. Kerap sedih karena tidak bisa konsisten menerbitkan artikel sesuai tarjet, namun tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Apalagi kalau sudah ngomongin “label”, Idah Bloger. Ugh…sungguh seperti ada tanggungjawab di sini. *nunjuk perut*

Tahun lalu, aku membuat banyak harapan untuk kegiatan blogging di tahun 2018. Salah satunya yaitu tentang tarjet publikasi tulisan. Iya, aku menarjetkan sebulan minimal menerbitkan empat artikel di blog ini. Artinya, seminggu sekali minimal ada artikel yang terbit. Nyatanya? Sebulan paling banter menerbitkan dua artikel. Kalau misal lebih dari dua artikel, berarti itu bukan artikel dari hati alias partnership. šŸ˜†

Kejutan Blogging di Tahun 2018. Thank You!

Minimnya artikel yang terbit tiap bulannya membuatku makin tidak percaya diri menyandang profesi sebagai Bloger. Tahun ini saja, aku menerbitkan tidak lebih dari 30 artikel. Artinya, konsistensi akan menulis makin menurun. Banyak moment-moment penting yang belum atau tidak aku tulis di blog. Sementara baru terekam di Instagram. Entah sementara, atau akan dilanjut ke blog, tapi belum tahu kapan akan mulaiĀ  mengeksekusi. šŸ˜€

PANTAI JETIS

Sejalan dengan kegiatan blogging di online yang menurun, aku kira tahun tahun ini kegiatan blogging di offline bakal turun juga. Yaaa…biasanya kan, gitu. Karena sudah jarang menulis, jarang interaksi dengan sesama Bloger, ya komunikasi atau networkingĀ makin sempit. TidakĀ banyak berharap untuk mendapat kesempatan mengikuti kegiatan offline yang masih berhubungan dengan blogging. Namun alhamdulillaah kesempatan untuk mengikuti event atau bahkan menghadiri undangan masih kerap berdatang lewat e-mail. Alhamdulillaah…alhamdulillaah…alhamdulillaah. šŸ˜‰

Kesempatan-kesempatan atau tawaran yang datang, bagiku ini adalah kejutan. Nah, berikut ini adalah kejutan-kejutan atas Blogging di Tahun 2018 dengan foto-foto sedikit pamer. -astaghfirullahaladzim- šŸ˜†

Bloger Goes To Palawi (on May)

SKY BIKE DI BATURRADEN

Undangan famtrip datang dari PT. Palawi Baturraden, Bayumas, melalui Mbak Olip. Perusahaan yang mengelola beberapa wana wisata Baturraden ini mengajak aku dan keluarga kecilku serta beberapa teman-teman Bloger dari kabupaten tetangga untuk menginap di Villa, diajak jalan-jalan, dan berkuliner khas Banyumas.

Mendapat pengalaman seru menginap di Vila Aghatis, treking bareng keluarga, sampai menjajal wahana baru di sekitar Villa, sungguh menjadi moment yang membahagiakan. Selengkapnya tentang kegiatan famtrip Bliger Goes To Palawi bisa dibaca diĀ blog post Petualangan di Wana Wisata Baturraden dan Pengalaman Menginap di Villa Agathis Baturraden.

Borobudur International Art and Performance Festival (on July)

Borobudur International Art and Performance Festival

Emm…undangan ini sebenarnya bukan by person, sih. Namun untuk komunitas yang konsen mempromosikan pariwisata di Indonesia. Sebut saja Gempita, yaaa. Melaui Gempita, aku kerap menerima undangan gretongan. Ya, undangan yang datang tidak hanya untuk satu orang, melainkan beberapa orang sesuai kebutuhan. Seperti undangan event BIAPF (Borobudur International Art and Performance Festival) ini eks karesidenanku dapat 8 undangan untuk melihat pembukaan event tersebut.

Mulai sore sampai malam hari, kami melihat suguhan atauĀ perfrormanceĀ tarian khas daerah di Indonesia dan beberapa tarian mancanegara. Ini pertama kalinya aku menyaksikan tarian yang mengagumkan dan performernya totalitas banget. Btw, eventĀ ini masuk dalam daftar Calender of Event Kemenpar, lho. Karena tahun lalu aku gagal ke sini, maka tahun ini aku niat banget untuk hadir menyaksikan langsung gelaran BIAPF.

Oiya,Ā eventĀ ini belum aku tulis di blog. Hahaha. *masih ngaku bloger? kan songong banget sebenernya, ya.*

Dieng Culture Festival (on August)

Dieng Culture Festival

Nah…kali ini aku mendatangiĀ eventĀ di “rumah sendiri” yaitu di Dieng, Banjarnegara. Ya…apalagi kalau bukan eventĀ tahunanĀ yaitu DCF (Dieng Culture Festival).Ā MeskiĀ eventĀ ini sudah terlaksana beberapa kali, namun ini adalah kali pertama aku datang ke DCF. šŸ˜†

Aku mendapat undangan dari dinparbud setempat. Gelaran acara di daerah sendiri tapi untuk mengikuti acara tersebut harus menunjukan undagan. Gila, ya? Ngga lah! Sama halnya BIAPF, gelaran DCF ini juga masuk dalam Calender of Event milik Kemenpar.Ā FYI,Ā untuk dapat menikmatiĀ eventĀ dari awal hingga akhir selama 3 hari, wisatawan harus membayar sekian ratus ribu rupiah. Nah, dinparbud memberi kesempatan kepada aku dan dua temanku untuk meliput, membuat konten.

Sebagai pertanggungjawaban, seluruh konten video dan foto DCF sudah aku unggah di akun instagram @idahceris dan pengalaman mengikutiĀ eventĀ pun sudah aku tulis dengan judul Unforgettable Moments at Dieng Culture Festival 2018.

Lampung Krakatau Festival (on August)

FESTIVAL KRAKATAU LAMPUNG (1)

Perjalanan tanpa diduga dan tanpa direncana yaitu menghadiriĀ event FKL (FestivalĀ Krakatau Lampung) 2018. Bisa dibilang, ini perjalanan terberat yang pernah aku lewati selama menjadi seorang Ibu, sejauh ini. Kenapa? Gue harus ninggalin bocah yang super duper ngangenin selama hampir seminggu! Wooooyyyy…woy woooy! Beraaat rasanyaaaa.

Udah tahu berat, tapi tetap dijalani? Curhatan tentang ini belum sempat aku tulis. Mungkin akan membutuhkan waktu sehari semalam untuk menuliskannya. Terlalu banyak drama. šŸ˜†

Oiya, LKF ini juga masuk dalam Calender of Event Kemenpar RI.Ā EventĀ ini layak masuk COE karena “harta”, budaya, dan kearifan lokal Lampung, tuh, luar biasa. Banyak destinasi menarik di sana. Kalau diturutin, aku pingin nambah izin kerja untuk eksplorasi destinasi Lampung yang tak ada habisnya. Eh tapi, aku sudah menuliskan sedikit curahan hati untuk Lampung diĀ blog postĀ Jatuh Hati Kepada Lampung yang Menginspirasi. Untuk rangkaianĀ event,Ā belum aku tulis, ya.Ā *masih ngaku bloger? kan songong banget sebenernya, ya.*

Deklarasi Netizen MPR-RI (on December)

Deklarai Netizen MPR RI.jpg

Kejutan Blogging kembali datang di penghujung tahun. Undangan deklarasi Netizen MPR-RI yang bertempat di Gedung MPR-RI. Undangan ini datang tiba-tiba banget dari teman-teman di Jawa Tengah. Ada Tina, Mas Hyudee, dan Mas Ambar. Aku bersama mereka datang ke Jakarta untuk melakukan deklarasi yang diselenggarakan langsung oleh MPR-RI bersama 44 netizen dari 11 Provinsi di Indonesia.

Pingin berbangga, tapi belum bisa karena sampai saat aku menulisĀ blog postĀ ini aku masih bertanya-tanya “apa yang bisa aku lakukan sebagai bloger, netizen, setelah mendeklarasikan empat point yang berhubungan dengan 4 pilar MPR-RI?”. Ah…ternyata sampai sekarang masih bingung. Eh…bukan bingung, tepatnya masih belum menemukan titik terang gerakan-gerakan setelah ada deklarasi. Hahaha. Bismillaah dulu, karena katanya harus mulai dari diri sendiri untuk mengaplikasikan hasil deklarasi netizen MPR-RI.

Btw,Ā tentang Deklarasi Netizen MPR-RI belum juga aku terbitkan artikelnya di Blog, lho. Insya allah bulan ini.Ā *masih ngaku bloger? kan songong banget sebenernya, ya.*

Destinasi Digital Pasar Lodra Jaya (On November)

DESTINASI DIGITAL PASAR LODRA JAYA

Boleh agak menyimpang sedikit dari aktivitas blogging, yaaaaa. šŸ˜†Ā Jadi begini, aku bersama 23 member yang tergabung dalam sebuah komunitas pariwisata yang dibentuk oleh Kemenpar RI, tahun 2018, tepatnya bulan November, turut mensukseskan salah satu program Kemenpar RI yaitu tentang Destina Digital.

Emm…kali ini aku berbangga, bahagia, meski pada akhirnya harus rela dan ikhlas tiap akhir pekan khususnya hari Minggu,Ā quality timeĀ bersama keluarga menjadi berkurang. Belajar dari pengalaman nih, ternyata menciptakan destinasi baru ternyata cukup mudah asal sudah ada konsep yang matang. Apalagi sudah disediakan dana oleh Kemenpar RI. Komitmen untuk terus maju berkembang, dan saling menguatkan sesama member untuk meng-eksis-kan destinasi, ini bukan perkara mudah. Sudah tergabung dalam satu wadah, satuĀ passion,Ā tetap saja butuh perjuangan yang teramat. *haiyaahh…curhat ini, curhat banget.*

Yaa…terlepas dari masalah-masalah karena orang masih hidup selalu saja ada masalah, aku bangga bisa kenal, bergabung, bekerjasama dengan teman-teman yang telah berjuang keras, memilih untuk bertahan di Destinasi Digital Pasar Lodra Jaya, terus mengembangkan destinasi digital disela-sela rutinitas harian yang nyaris tidak ada jeda.

2018, terima kasih atas kejutan-kejutan dari Blogging. Aku tidak akan membuat resolusi Blogging untuk tahun ini. Bukan karena pasrah atau makin lemah, biarkan blogging berjalan semaunya saja, yang jelas Menulislah karena menyehatkan. šŸ˜‰