PENDORA Membantu Sesama Saat Pandemi

Aksi Membantu Sesama Saat Pandemi –Ā Hei, apakah kalian masih menaati peraturan untuk #DiRumahSaja sampai pandemi covid-19 berakhir? šŸ™‚ Semoga masih, ya. Keluar rumah untuk hal-hal yang penting saja. Memang berat rasanya. Apalagi buat kalian yang sudah pada punya pacaaal, kalau yang biasa LDR mungkin tak masalah, ya. Lha kalau yang tiap harinya sudah kayak perangko, lengket ke sana ke mari, dududuh…yang sabar, yaaa. Itu ujian. Buat yang jomblo juga, ini pra ujian. šŸ˜€

Tulisan tentang pengaruh covid-19 terhadap kehidupan sehari-hari masih anget banget. Kaliam sudah baca, kan? Pada blog post tersebut, ada beberapa hal yang saya tulis diantaranya yaitu tentang dampak adanya covid-19 di berbagai bidang, salah satunya yaitu dampak bagi para pedagang khususnya pedagang makanan.

LIMUN ORIENTAL PEKALONGAN

Tidak sedikit pedagang yang mengeluhkan omsetnya yang terjun bebas. FYI,Ā pedagang jajanan anak yang biasa keliling desa malah saat ini sudah jarang ditemui karena sebagian besar desa menutup akses jalan untuk orang-orang dari luar termasuk para pedagang. Di tempat tinggal saya, misalnya. Jalan utama masuk desa dijaga ketat oleh para pemuda yang bertugas tiap harinya.

Tertuang dalam keputusan, Kepala Desa tidak mengizinkan para pedagang masuk desa. Kebayang, kan, nasib para pedagang sekarang seperti apa. Apakah berganti mata pencaharian? Atau, apakah tetap berjualan tapi di rumah? Yang jelas biaya hidup mereka tidak ada yang menanggungnya. Mereka harus tetap mencari rezeki untuk kebutuhan keluarganya.

Membantu Sesama Saat Pandemi

Berangkat dengan misi sosial yaitu membantu para pedagang untuk terus berjualan dan mendapat penghasilan di tengah pandemi seperti ini, saya bersama teman-teman PENDORA (Pegiat Media Sosial Banjarnegara) turut mempromosikan makanan yang mereka jual melalui akun media sosial yang kami miliki. Akun-akun yang kami gunakan bukan akun pribadi, melainkan akun yang setiap harinya kerap berbagi informasi lingkup Banjarnegara.

Siapa, sih, PENDORA?

Tepatnya tanggal 15 Juni 2019, pukul 16.00 WIB, bertempat di Kopi Sabin, beberapa influencer Banjarnegara atau admin akun media sosial yang menyertakan Banjarnegara, berkumpul untuk suatu misi.

FYI, para influencer Banjarnegara pernah beberapa kali membuat group lengkap dengan struktur organisasinya namun stagnan dan tidak ada pergerakan secara kelompok. Sibuk dengan akun masing-masing. Nah, setelah ngobrol asyik yang difasilitasi olehĀ Polres Banjarnegara selaku pembina, kami pun merasa lebih bernyawa apalagi dengan misi utama saat itu adalah menangkal berita bohong atau hoax di Kabupaten Banjarnegara. Rasanya ada tantangan tersendiri sebagai influencer.

Membantu Sesama Saat Pandemi Covid

Bagian Humas Polres Banjarnegara sebagai Penanggung jawab PENDORA pun terus aktif, selalu memberi dukungan dan semangat kepada kami untuk terus mengabarkan hal-hal yang baik tentang Banjarnegara.

Program kami saat ini, selain memberikan informasi sesuaiĀ passionĀ akun masing-masing, juga membantu pedagang makanan di tengah pandemi covid-19. Semoga program kami ini bermanfaat untuk mereka dan dapat menyemangati mereka untuk tetap bertahan berjualan.

Jadi, buat kalian yang tinggal di Banjarnegara, punya dagangan makanan, dan ingin dipromosikan secara gratis, silakan langsung DM saja ke akun instagram berikut dengan menyertakan foto makanan yang akan dipromosikan.

  1. @foodie.banjarnegara
  2. @infoseputarbanjarnegara
  3. @pesonabanjarnegara
  4. @baraschoolofficial
  5. @banjarnegara24jam
  6. @yukmakanyuk.id

Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu sesama saat pandemi. Sesuaikan saja dengan kemampuan kalian. Terpenting jangan dijadikan beban, ya. Nikmati saja, diniatkan ibadah, dan jangan lupa tetap #DiRumahSaja meski punya rencana membantu sesama. Cukup lakukan dari rumah saja jika memungkinkan. ~~

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari – Seorang teman dari Blora, Mas Ari, membagikan titik penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dalam sebuah peta di wilayah Jawa Timur melalui WhatsApp storynya.Ā Dalam statusnya, dia menuliskan bahwa ada penambahan ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan Positif COVID di beberapa daerah yang mengakibatkan perubahan status suatu Kabupaten yang sebelumnya masih zona hijau menjadi zona merah.

Ingin tahu kabar dia sekaligus perkembangan COVID di seputar Blora, saya pun mengomentari statusnya dengan melempar pertanyaan.

“Apa kabar, Mas Ari? Makin banyak merah, ya. Apa karena sudah banyak masyarakat yang mudik?” Percakapan ringan pun dimulai.

“Halooo, kabar baik. Cuma tidak bisa kemana-mana karena Covid, nih. Sepertinya memang sudah banyak yang balik kampung, nih.“

Kami ngobrol cukup lama. Selain Covid, kami juga ngobrol perihal pariwisata di mana saya mengenal Mas Ari ini lewat suatu komunitas relawan pariwisata. Saya yakin Mas Ari pasti jenuh banget di rumah. Kenapa? Karena saya cukup tahu rutinitas hariannya yang sok sibuk sebagai relawan di berbagai bidang dan nyaris tiap hari beraktivitas di luar rumah. Dipastikan ada rasa kangen ingin kembali menjadi relawan dengan langsung terjun ke daerah-daerah seperti sebelum masa pandemi Covid ini. Namun, karena himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai bentuk antisipasi, dia pun hanya aktif di mediaĀ online untuk sharing berbagai informasi.

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Ya, menghadapi masa-masa pandemi COVID-19, aktivitas masyarakat sangat dibatasi guna mengurangi angka penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah sekaligus membatasi aktivitas di luar rumah ternyata sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, banyak masyarakat yang memilih untuk tetap di rumah, mengurangi komunikasi langsung, berinteraksi, sampai melakukan transaksi jika tidakĀ urgent.Ā Hal ini lah yang mengakibatkan dunia sepi dari hiruk pikuk kehidupan. šŸ™

Pengaruh Positif Atas Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Pengaruh COVID-19 terhadap kehidupan sehari-hariĀ memang sangat terasa. Seberapa besar pengaruhnya, kalau saya bilang sangat besar. Nah, berikut beberapa hal yang sangat terpengaruh ketika penyebaran Covid-19Ā  masuk ke Indonesia.

Makin Intens dengan Keluarga. šŸ˜€

Pengaruhnya mulai dari yang senang-senang dulu, ya!Ā Bahagia itu…ketika pagi-pagi lagi aktivitas di dapur, terus Kecemut udah bisa bantuin nyuci-nyuci sayur atau gelas. Makin bahagia itu…ketika pukul 07.00 WIB, cucian sudah siap untuk dijemur karena suami makin rajin nyuci pakaian punya sekeluarga. šŸ˜†

Pengaruh Covid-19

Eeehh…sebenarnya kegiatan bersama keluarga itu berjalan seperti biasa, seperti sebelum ada covid. Hanya saja, karena jam kerja saya berkurang (yang tadinya pulang kerja pukul 16.30 WIB menjadi pukul 13.00 WIB), saya mearasa waktu saya lebih banyak untuk keluarga. Apalagi dengan adanya batasan-batasan sepertiĀ social distancing,Ā makin banyak di rumah, dong. Banyak kegiatan tambahan yang produktif seperti membuat camilan, berkebun, dan mengaji bersama lebih banyak waktu. Pokoknya begitu asyik! šŸ˜‰

Masyarakat Lebih Peduli Akan Kesehatan. šŸ™‚

Melihat masyarakat rajin mencuci tangan dengan sabun, menyuruh anak-anaknya juga untuk melakukan hal yang sama, senang rasanya.Ā Selain himbauan untuk tetap di rumah, pemerintah terus mengedukasi kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat sebagai salah satu cara untuk memerangi virus corona. Tidak hanya mencuci tangan, penggunaan masker ketika ke luar rumah pun dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di lingkungan saya saja. Artinya, masyarakat makin peduli dengan kesehatan dirinya sendiri.

Melihat kekompakan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengantisipasi covid, rasanya ikut senang. Belum lagi sekarang hampir di tiap jalan masuk desa diberi patrol, disediakanĀ disinfektan, dan alat cuci tangan bagi masyarakat yang baru mengadakan perjalanan ke luar desa. Masyarakat secara giliran menjaga patrol, lho. Saya melihat tidak ada rasa sungkan, masyarakat bertanggung jawab meski mereka memiliki kesibukan.

Pengaruh Negatif Atas Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Aktivitas Sosial di Masyarakat. šŸ™

Hidup di desa tanpa adanya aktivitas atau kegiatan sosial kemasyarakatan, tuh, rasanya hambar banget. Masyarakat yang biasanya tiap hari Minggu mengadakan kerja bakti, bersih-bersih lingkungan, senam sehat, sekarang aktivitas tersebut ditiadakan. Ada tetangga yang punya hajat dengan terpaksa tidak dapat menghadiri. Parahnya, ketika ada saudara sakit pun tidak diziinkan untuk menjenguknya baik di Rumah Sakit maupun di rumah. Lebih parahnya lagi, nyaris kegiatan keagamaan seperti pengajian pun dihentikan. Ini pengaruh paling terasa dengan adanya Covid karena seluruh masyarakat di bumi pertiwi khususnya, diminta untuk menjaga jarak atau melakukan pembatasan sosial.

Tapi tidak mengapa,Ā toh, pembatasan sosial seperti ini merupakan suatu cara paling efektif untuk memutus rantai virus covid. Ya, dengan tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan masa, ada harapan covid segera berakhir.

Duhh…Bagaimana Nasib yang Jualan Jajan? šŸ™

Meski saya merasa lebih tenang karena jatah uang jajan kecemut bisa terkumpul, tapi di sisi lain menyedihkan.Ā Sungguh ini menyedihkan. Para penjual jajan khususnya yang jualan keliling desa, saat ini pasti sudah banting stir alias mencari pekerjaan lain karena jualan jajan ini sudah tidak bisa diandalkan sebagai mata pencaharian. Kenapa? Karena sekarang hampir tiap di desa di daerahku melarang para pedagang jajan masuk desa.

MAKANAN KHAS REMBANG

Sedih banget, yaaa. Tapi namanya kesepakatan dan peraturan, tuh, harus dilaksanakan. Saya berharap, semoga para penjual jajanan keliling itu sudah mendapat pekerjaan yang paling tidak penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. šŸ™‚Ā 

Kemana Para Petani Bertransaksi? šŸ™

Hidup di desa yang mana sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah bertani, saya sedikit tahu keluh kesah para petani tentang penjualan hasil bumi. Mereka masih melakukan penjualan hasil pertanian ke pasar tradisional. Hanya saja, beberapa pasar di sini sepi pembeli. Apalagi pasar yang khusus untuk transaksi hasil bumi seperti ketela, misalnya.

AGROWISATA JOLLONG KEBUN BUAH NAGA 4

Minggu lalu saya berniat membeli kacang tanah buat camilan di rumah, sesampainya di pasar hasil bumi, pasar sepi banget. Tapi masih beruntung, untuk para petani sayuran masih aman karena Ibu-Ibu Rumah Tangga saat sedang pandemi seperti ini stok kebutuhan dapur bisa dua kali lipat karena keluarga banyak melakukan aktivias di rumah, apalagi anak-anak pada libur sekolah, pasangan pada work from home (WFH), pokoknya dikit-dikit ngemil, dikit-dikit lapar.Ā šŸ˜†

Sebenarnya Bukan Tidak Butuh Piknik, Sih!

Bukan rahasia lagi kalau sektor pariwisata saat ini nyaris tidak ada aktivitas, seolah-olah masyarakat tidak membutuhkan piknik. Pemerintah pernah memberi diskon besar-besaran untuk beberapa maskapai penerbangan menuju tempat wisata saat masih awal-awal pandemi covid.Ā Kalian masih ingat? Kalau dipikir-pikir untuk saat ini, kebijakan yang diambil pada waktu itu rasanya mubadzir banget, yaa. Tapi namanya kebijakan, bukan berarti tidak berpikir panjang, tapi lebih pada kebutuhan saat itu juga,Ā maybe.Ā DanĀ sebenarnya masyarakat bukan tidak butuh piknik, mereka hanya mengikuti himbauan pemerintah dan lebih menjaga diri.

MEMBATIK DI RUMAH MERAH LASEM

Nah, setelah pemerintah memberikan subsidi untuk beberapa bidang, kali ini giliran para pelaku pariwisata sebagai salah satu penyumbang devisa terbanyak memberikan suaranya. Meski belum 100% obyek wisata ditutup, masyarakat Indonesia yang memilih untuk tidak berwisata. Kebayang kan, kondisi perekonomian para pelaku pariwisata sekarang seperti apa? Mulai dari pemandu wisata, toko oleh-oleh, biro perjalanan, sampai dengan pengelola wisata itu sendiri. Untuk toko oleh-oleh sendiri mungkin masih bisa beroperasi, apalagi yang sudah melakukan pemasaran online. Masih bisa sedikit bernapas. Semoga. šŸ™‚

Saya jadi ingat percakapan dengan Mas Ari terkait dengan keputusan yang diambil pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah mengambil keputusan Darurat Sipil, bukan Karantina Wilayah. Menurut Mas Ari, dengan mengambil keputusan Karantina Wilayah akan lebih efektif. Saya memang tidak begitu paham tentang keputusan tersebut meski Mas Ari sudah menjelaskan kelebihan dan kekurangan keputusannya denganĀ detail. šŸ˜† Tapi saya yakin, keputusan yang diambil pemerintah sudah melalui berbagai pertimbangan dan semoga yang terbaik sehingga pandemi Covid-19 akan pulih dengan cepat. šŸ™‚

Hidden Gems Dulu, Pengalaman Mengenyangkan Kemudian

Hidden gems.Ā Idiom tersebut akhir-akhirnya ini kerap muncul dalam catatan perjalanan, khususnya pada tulisan Blogger. Artinya kurang lebih sama denganĀ hidden paradise,Ā sama-sama menggambarkan kejutan keindahan yang luar biasa atas sebuah destinasi wisata.

Hidden gemsĀ memang belum begituĀ familier sampai ada beberapa orang yang salah mengartikan sebagai permainan tersembunyi,Ā hidden games,Ā karena salah dalam pengucapan. šŸ˜†Ā Ada yang beranggapan bahwaĀ hidden gemsĀ ini sebuah ungkapan berlebihan jika memang tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun pada kenyataannya dapat mendatangkan banyak pengunjung hanya dengan menyisipkan idiom tersebut dalam sebuah tulisan. Betul apa betul? šŸ˜‰

Tidak mau ketinggalan, aplikasi Online Travel AgentĀ Ā Traveloka pun baru-baru ini menggunakan hidden gems untuk memberikan kejutan kepada para pengguna. Kejutan tersebut diberikan melalui fitur terbaru Traveloka Eats yaitu fitur Treats.

Penasaran, kan, hidden gemsĀ yang diberikan Traveloka Eats itu seperti apa? Tunggu duluuuuu, sebelum saya beri tahu cara untuk mendapatkan harta karun, saya akan kasih tahu dulu fitur terbaru dari Traveloka, yaaaa.

HIDDEN GEMS TREAT TRAVELOKA EATS

Apa, sih, Treats by Traveloka Eats?

Tahun 2018, Traveloka meluncurkan fitur bernamaĀ Traveloka Eats. Fitur ini merupakan layanan direktori kuliner atau restoran yang dikemas dengan voucher penawaran menu yang tersedia dalam tiap restoran. Melalui fitur ini, pengguna dapat mencari dan menemukan informasi tempat makan yang jumlahnya ribuan dan itu lengkap dengan informasi menu makanan, jam operasional, suasana restoran, review dari pelanggan, dan informasi lain yang dibutuhkan pelanggan. Tapi tenang, meski tersedia banyak restoran, kamu bisa memfilter atau mencari tempat makan sesuai keinginan dengan mengetik kata kunci pada kolom pencarian yang ada pada aplikasi Traveloka Eats.

Lebih lanjut dan lebih menariknya lagi, belum lama ini Traveloka Eats menambah fitur bernama Treats yang kemudian dikenal dengan Treats by Traveloka Eats.

FITUR-TREATS-TRAVELOKATreats merupakan fitur terbaru dariĀ Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi pengguna aplikasiĀ  mobile Traveloka untuk mendapatkan pengalaman seru saat berkuliner termasuk berburuĀ hidden gemsĀ yang tersedia pada fitur Treats! Yups, pada fitur Treats, pelanggan dapat menemukan hidden gemsĀ di restoran-restoran yang telah menjadi partner treats.Ā FYI,Ā fitur treats ini baru bisa digunakan di Jakarta, ya. Jadi, kalau kamu ada agenda ke Jakarta, coba lah berburuĀ hidden gemsĀ dan ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu!

Oiya, kejutan atau hidden gemsĀ yang diberikan oleh masing-masing restoran itu beda-beda, ya. Ada yang menawarkan promo, misalnya beli Curry Beef Pepper Rice gratis produk-produk minuman dari Pepsi. Atau, potongan harga dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bisa juga kamu mendapatkan gratis dessert hingga traktiran ulang tahun yang bisa kamu nikmati tanpa komitmen biaya langganan. Gimana? Makin penasaran pasti, kaaaan? šŸ˜‰

Fitur Traveloka EatsĀ makin maksimal dengan adanya fitur Special Offers (Penawaran Spesial)dari restoran tertentu dan fitur Cullinary Guide (Panduan Kuliner)Ā yang berisi artikel-artikel menarik seputar dunia kuliner, tip-tip berkuliner, dan rekomendasi tempat kuliner. Dua fitur ini memang sudah ada sebelumnya, hanya saja sekarang makinĀ update.

Lalu, Bagaimana Cara MenemukanĀ Hidden Gems?

Aplikasi Traveloka yang saya gunakan saat ini adalah versi terbaru yaitu versi 3.18.1. Aplikasi ini saya update pada tanggal 4 Februari 2020. Saat update aplikasi ini, muncul fitur terbaru pada Traveloka Eats yaitu fitur Treats. Jadi, buat kamu yang belum menjumpai fitur Treats pada aplikasi Traveloka, saya sarankan untuk terlebih dahulu update aplikasinya supaya bisa menemukan kejutan, ya.

CARA-BERBURU-HIDDEN-GEMS-DI-TREATS-BY-TRAVELOKA-EATS

Nah, berikut langkah-langkah menemukan hidden gemsĀ di fitur Treats by Traveloka Eats:

  1. Buka aplikasi Traveloka yang ada smartphone kamu. Lalu, pilih fitur “EATS”Ā atau logo yang bergambar sendok dan garpu.
  2. Pilih “Logo Treats”Ā (ikon huruf ā€œtā€ yang berada pada bagian tengah).
  3. Setelahnya, kamu dapat menjelajahi berbagai penawaran menarik dari Treats di restoran favorit kamu.
  4. Pilih Treats yang kamu inginkan dan tekan ā€œSimpan Restoranā€ atau ikon simpanĀ pada pojok kanan atas. Tahap ini akan memudahkan kamu memesan kuliner ketika tiba di restoran karena tidak perlu mencari lagi. Nantinya, kamu cukup kembali ke fitur Treats, kemudian pilih tab Simpan.
  5. Sesampainya di restoran, tunjukkan halaman rincian deals kepadaĀ staf restoran saat kamu hendak melakukan transaksi. Tekan ā€œDapatkan Dealsā€ untuk konfirmasi penggunaan deals, kemudian tekanĀ ā€œPakai Dealsā€ untuk membayar pesanan.
  6. Masukan nominal atau jumlah transaksi yang tertera pada struk, kemudian tekan Konfrimasi.
  7. Langkah akhir, pilih metode pembayaran. Pengguna bisa membayar dengan kartu kredit, PayLater, atau cara lainnya! Jangan lupa lakukan pembayaran untuk dapat menikmati hidden gemsĀ Treats by Traveloka Eats! šŸ˜‰

CARA MENDAPATKAN HIDDEN GEMS DI TREAT BY TRAVELOKA EAT

Nyobain Curry Beef di Pepper Lunch!

Jelajah kuliner saat traveling ke Jakarta atau sekadar singgah adalah prinsip! Tapi, kulinernya, tuh, bukan kuliner yang biasa, bukan juga yang anti mainstream. Pokoknya nyobain masakan yang ngga ada di tempat tinggal saya, Banjarnegara, Jawa Tengah. SepertiĀ tempat makan yang menyajikan masakan Jepang, Korea, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara lain. Di Banjarnegara masih langka banget, hanya satu dua saja, tapi untuk rasa kurang endeus. šŸ™

Sebagai anak rumahan yang tinggal jauh dari perkotaan, jauh pula dari mal yang mana banyak menawarkan berbagai macam kebutuhan salah satunya yaitu kebutuhan perut. Apa lagi kalau bukan tempat makan. šŸ˜† Namanya nyobain, cocok dengan lidah ya alhamdulilaah, ngga cocok ya tinggalin saja, jangan dipaksa. Pokoknya sudah seperti nyari jodoh, gitu. šŸ˜€ Tapi bukan berarti habis manis sepah dibuang, lho. šŸ˜† Lagipula kan di mal banyak pilihan tempat makan, jadi ngga perlu bingung. Apalagi sekarang ada fitur terbaru Traveloka yaitu Treats by Traveloka Eats, berkuliner makin mudah dan murah karena ada banyak pilihan lokasi, tawaran promo dan diskon. Seperti beberapa waktu lalu, saya sempat singgah di Fx Sudirman yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA

Di sana saya singgah di Pepper Lunch dan nyobainĀ Curry Beef Pepper Rice. Ini pertama kali saya ke Pepper Lunch, dong. šŸ˜† Meski yang pertama bukan berarti harus bingung mau makan apa di sana karena saya sebelumnya sudah mencari informasi tentang menu makanan melalui Traveloka Eats. Kenapa pilihannyaĀ Curry Beef Pepper Rice? Saya suka banget bumbu kari, harum, gurih, menambah nafsu makan, gitu. Dan ini juga kali pertama saya nyobain menu tersebut. Dengan kematangan daging yang well doneĀ (ini bisa diatur sesuai selera karena masak sendiri), tempat bersih, suasana menyenangkan, puas rasanya. SesuaiĀ reviewĀ para pelanggan di app Traveloka Eats.

HuntingĀ Hidden GemsĀ di Chongqing Liuyishou Hotpot, Puri Indah Mall, Jakarta.

“Ya ampuun, hunting hidden gemsnya jauh amat sampai Jakarta, Dah?”

Iyaa, dong! Kan sudah saya informasikan kalau fitur treats yang menawarkanĀ hidden gemsĀ baru bisa digunakan di Jakarta. Dengan banyaknya mal dan restoran yang berdiri di sana, pantas lah Jakarta menjadi yang pertama mendapat kucuranĀ hidden gems.Ā  šŸ˜†Ā  Terus, kenapa milih kongkowĀ ke Puri Indah Mal buat nyariĀ hidden gems diĀ Chongqing Liuyishou Hotpot?

Hidden Gems Chongqing Liuyishou Hotpot

  1. Karena banyak pilihan menu dan lagi pingin banget nyobain Hot Pot di situ.
  2. BanyakĀ hidden gemsnya. Ada tiga penawaranĀ hidden gemsĀ di sana. Kan nyenengin banget. šŸ˜†
  3. Nampak dari foto-foto yang sudah diunggah di Traveloka Eats, suasanya terasa menyenangkan, tempatnya bersih, luas dan instgramable!
  4. Dari banyak review yang saya baca baik diĀ Traveloka Eats maupun reviewĀ dariĀ food blogger,Ā hampir semuanya bilang kalau masakannya enaaak, gurih guridem, untuk kuahnya segar, dan pedasnya mantap betul. Makin penasaran, dong. Kalau soal harga, sih, banyak yang bilang mahal, tapi semakin banyak yang bilang mahal, saya makin penasaran seperti apa masakan dan tentunya pelayanannya. šŸ˜†

Bssttt…ini nama restorannya sumpah susah banget diucapin, ya. Hahaha. Tapi saya ke sini bukan karena melunasi rasa penasaran dengan nama restoran yang ribet itu, melainkan penasaran dengan Hot Potnya. šŸ˜† Ya maklum, selama ini baru bisa nyobain Shabu-shabu, Suki, belum pernah nyobain Hot Pot. Sebagai penikmat masakan berkuah dan pedas, rasanya kudu banget nyobain Hot Pot. Apalagi sampai dapat #PengalamanMenyenangkan karenaĀ hidden gems,Ā slurrrp! šŸ˜†

HIDDEN GEMS DI JAKARTA 2

Btw gengs,Ā Chongqing Liuyishou HotpotĀ yang berlokasi diĀ Puri Indah Mall Expansion Lantai 2, Jl. Puri Indah Raya, Kec. Kembangan, Jakarta Barat, menyediakan menu makanan Asia, China, Hotpot, Daging, Mie, dan Sup.Ā FYI,Ā di sini juga meyediakan menu daging babi, jadi bagi yang non muslim boleh banget tanya-tanya atau konfirmasi dulu sebelum memesan atau mendapatkanĀ deals,Ā ya.

Oiya, Kenapa Kamu Harus Nyobain Treats by Traveloka Eats?

Mendapat pengalaman baru termasuk dalam hal berkuliner akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Datang ke restoran, milih menu, makan, bayar, ini terlalu biasa, kan. Di zaman yang serba digital ini, khususnya para generasi millennials suka banget dengan hal-hal baru, apalagi jika dihubungkan dengan suatu kebutuhan dan budget. Mereka pasti akan lari jika tahu ada suatu innovasi yang memberikan kemudahan dan berujung pada hemat. šŸ˜†

Kali ini urusan kebutuhan pangan. Diskon atau promo seberapa pun, pasti diburu. Apalagi kalau ada bonus point, langsung dikejar abis-abisan. Seperti halnya innovasi dari aplikasi Traveloka dengan fitur barunya yang bernama Treats by Traveloka Eats.

FITUR-NEAR-MEBanyak keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, antara lain;

  • Filter lengkap, mulai dari lokasi, nama restoran, sampai dengan nama masakan yang disukai.
  • Banyak pilihan tempat makan. Ya, meski baru bisa dinikmati di Jakarta, Treats by Traveloka Eats menawarkan banyak pilihan restoran. Ada ribuan!
  • Harga yang tertera jelas, termasuk informasi promo dan diskon. Pun dengan syarat dan ketentuannya. Ini membuat pelanggan tidak akan ragu buat nge-Treats.
  • Metode pembayaran lengkap. Pelanggan dapat membayar Treats dengan Kartu Kredit, PayLater, Transfer Bank, atau cara lainnyaĀ yang ada pada pilihan metode pembayaran.
  • MendapatkanĀ hidden gems atau kejutan. Ini bikin happy pasti, kaaan?
  • Dan yang pasti, dengan menggunakan fitur Treats, point Traveloka kamu akan bertambah! šŸ˜‰

Bagi kamu yang malas mengetik atau mikir panjang lebar untuk nyari restoran, fitur Treats memberikan solusi pada tab menu near meĀ atau terdekat. Cukup tekan terdekat, Treats akan memberi rekomendasi restoran-restoran yang ada di sekitar kamu dan kemungkinan besar restoran tersebut juga memberi hidden gems.

Perjuangan untuk menemukanĀ hidden gemsĀ di fitur treats ini tidaklah rumit. Ngga seperti perjuangan kamu dalam mencari jodoh.Ā ?Ā Apalagi aplikasi ini sangatĀ user friendlyĀ atauĀ mudah digunakan dan simpel.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA EATS

Naaah! Sekarang sudah paham, kan, dengan fitur Treats by Traveloka Eats? Buat kamu yang belumĀ installĀ aplikasi Traveloka di smartphone, buruanĀ install, ya! Karena fiturĀ TreatsĀ ini hanya ada diĀ appĀ Ā Traveloka versi mobile. šŸ˜‰ Yukkk…ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu dengan menggunakan fiturĀ Treats by Traveloka Eats.

Traveling Sesuka Hati dengan digibank KTA

Traveling dengan digibank KTA – Zaman sekarang traveling atau jalan-jalan menjadi gaya hidup. Traveling tidak lagi dilakukan hanya jika ada kelebihan tabungan, kebanyakan malah sengaja menganggarkan dana traveling tidak sekedar dana sisa. Tercatat kaum milenial banyak menghabiskan penghasilannya untuk jalan-jalan, makan dan bersenang-senang lainnya.

Hal ini tidak aneh sebab kian besarnya tuntutan pekerjaan bagi kaum milenial. Stres karena pekerjaan membuat mereka merasa perlu menyegarkan pikiran alih-alih menabung untuk hari tua. Bagaimana pun milenial berhak menikmati hidup di saat tuntutan kerja yang kian tidak karuan.

Namun masalah kaum millenial tidak berhenti di situ. Meskipun telah menganggarkan dana liburan sedemikian rupa sering kali masih keteteran untuk memenuhi dana traveling. Jika Anda pernah pada posisi sedang banyak promo tiket pesawat, eh kantong lagi tipis. Paket liburan ke luar negeri murah, ah belum gajian. Tiket pesawat ke negara impian murah nih, tapi tabungan belum cukup. Ya Anda tidak sendiri sebab banyak millenial lain juga mengalaminya.

MEMBATIK DI RUMAH MERAH LASEM

Masalah ini bisa teratasi dengan digibank KTA. digibank by DBS telah meluncurkan produk KTA yang merupakan produk pinjaman online cepat. digibank KTA dapat diajukan oleh siapa saja asalkan memenuhi persyaratan yang ada. digibank KTA menggunakan sistem IT canggih yang dimiliki oleh digibank. Dengan sistem ini proses pengajuan pinjaman menjadi lebih cepat dan mudah dibandingkan lainnya yang membutuhkan waktu berhari-hari.

Keunggulan digibank KTA, Persetujuan Cepat dan Bunga Rendah

Fitur digibank KTA hadir di Aplikasi digibank by DBS. Dengan aplikasi tersebut segala proses pengajuan dapat dilakukan dengan cepat. Pengajuan dapat dilakukan selama 24 jam. Sementara proses persetujuan dapat diperoleh hanya dalam waktu 60 detik saja. Hal ini menjadikan produk KTA yang ditawarkan digibank by DBS berbeda dengan KTA dari lembaga keuangan lainnya.

Selain aman dan terpercaya berikut keunggulan lainnya Produk digibank KTA :

  • Persetujuan cepat dalam 60 detik
  • Apply Online kapan saja 24 jam melalui situs go.dbs.com/kta atau melalui aplikasi digibankby DBS.
  • Cari langsung hingga 80 juta dengan bunga rendah 0,95%, tanpa ribet.

Produk KTA dari instansi keuangan lain mana bisa memberikan keunggulan seperti digibank KTA. Cara pembayaran cicilan juga dapat dilakukan dengan mudah.

Proses Pengajuan Cepat dan Mudah

Siapa bilang pengajuan pinjaman selalu ribet dan lama.Proses pengajuan pinjaman dengan digibank KTA lebih mudah dan cepat. Di tempat lain Anda harus melalui tahapan yang panjang dan menunggu persetujuan dalam waktu yang lama. Ada dua cara pengajuan digibank KTAĀ sesuai apakah Anda sudah menjadi nasabah digibank by DBS atau belum.

5 langkah mudah untuk apply digibank KTA bagi non nasabah

  1. Apply di go.dbs.com/kta
  2. Persetujuan dalam 60 detik
  3. Download Aplikasi digibank by DBS
  4. Verifikasi Biometrik dengan agen digibank
  5. Cair langsung ke rekening digibank hingga Rp 80 juta

Kalau sudah jadi nasabah digibank, ikuti tahapan berikut:

  1. klik Personal Load di menu Utama aplikasi
  2. lengkapi data diri
  3. tunggu konfirmasi persetujuan kredit dalam 60 detik
  4. pilih limit pinjaman dan tenor yang diinginkan
  5. dana cair secara real-time hingga Rp 80 juta.

Bagaimana, mudah dan cepat bukan? Jangan ragu untuk melakukan pinjaman online cepat melaluiĀ digibank KTA. Bayar dulu biaya liburan Anda dengan dana pinjaman KTA cicilannya belakangan.

Berwisata Ke Bandung, Yuk…Kunjungi Tempat Wisata Ini!

Tempat Wisata di Bandung- Bandung adalah salah satu kota besar yang biasanya menjadi pilihan untuk berlibur. Bandung adalah ibukota Jawa Barat dan biasanya dikenal dengan julukan Kota Kembang. Selain itu, Bandung juga sangat terkenal dengan berbagai tempat wisatanya yang sangat keren dan Instagramable.

Saat masih single, aku kerap berkunjung ke Bandung untuk sekadar jalan-jalan. Enggak ada kegiatan yang penting di sana selain Traveling atau mengunjungi tempat wisata. Pernah suatu ketika ada teman dari Jakarta mengajak berwisata di Bandung denganĀ stayĀ cukup lama, kurang lebih satu minggu. Satu hal yang paling aku pikirkan saat itu adalah masalah penginapan. Hahaha. Ya gimana, satu minggu bertualang pasti butuh penginapan, dong. Harus menyusun dan menyiapkan anggaran untuk penginapan, tentu selain anggaran untuk transportasi dan masuk obyek wisata.

Eh…lagi serius mikir akan menggunakan post keuangan yang mana, ternyata teman aku punya saudara di Bandung. Kan itu informasi yang memberikan kesegaran banget. Hahaha. Nah, untuk kamu yang masih bingung mau ke mana, berikut adalah daftar-daftar pilihan tempat wisata di Bandung yang dapat dikunjungi.

Farmhouse Lembang, Wisata di Bandung yang Ramah Anak

Tempat wisata pertama yang menjadi pilihan favorit adalah Farmhouse Lembang. Letak tempat wisata ini sangat strategis yaitu berada di Jl.Raya Lembang Nomor 108, Gudangkahuripaan, Lembang, Bandung. Farmhouse Lembang adalah salah satu wisata hits dan juga sangat Instagramable di Bandung. Hal ini dikarenakan kamu akan menemukan banyak sekali spot-spot foto yang tentunya sangat menarik.

Farmhouse Lembang adalah wisata yang bertemakan kota dengan gaya Negara Eropa. Oleh karena itu, dengan hanya berkunjung ke Farmhouse Lembang, kamu dapat merasakan suasana di Negara Eropa. Selain itu, Farmhouse Lembang juga menyediakan penyewaan baju-baju tradisional khas Eropa dan Belanda sehingga akan menambah kesan berlibur kamu menjadi lebih seru.

Farmhouse Lembang

Tidak hanya itu saja, Farmhouse Lembang juga menyajikan hal-hal menarik lainnya seperti Rumah Hobbit dan Jembatan Cinta. Di sana kamu juga dapat menikmati keindahan taman bunga dan pemandangan gunung, serta berinteraksi dengan berbagai hewan jinak dan lucu seperti kelinci, kuda, burung, Iguana, dan masih banyak lagi. Farmhouse Lembang dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi sampai 9 malam, sehingga kamu dapat menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berkeliling dan juga berfoto.

Baca tentang Terminal Cicaheum, Bandung.

Jalan Braga, Wisata Hits di Bandung

Untuk kamu yang sedang berlibur dengan kereta Bandung, Jalan Braga adalah salah satu lokasi yang wajib dikunjungi pertama kali. Hal ini dikarenakan lokasi Jalan Braga dengan stasiun sangatlah dekat dengan jarak hanya sekitar 0,8 KM.

Jalan Braga

Jalan Braga adalah wisata Bandung yang sangat sering dikunjungi oleh para wisatawan. Jalan ini bukan hanya sebagai wisata biasa saja, namun Jalan Braga juga merupakan wisata bersejarah. Oleh karena itu, kamu akan menemukan banyak bangunan-bangunan tua yang sangat klasik. Selain itu, disana juga terdapat sebuah terowongan yang di dalamnya tertulis kutipan-kutipan yang terkenal di berbagai sosial media. Jalan Braga sangat cocok bagi kamu yang hobi atau menyukai fotografi. Selain itu, kamu juga dapat menemukan tempat-tempat lain seperti took, coffeeshop, dan berbagai restoran-restoran ternama dengan sajian menunya yang lezat. Oleh karena itu, Jalan Braga adalah tempat yang seru untuk kumpul bersama teman-teman.

Orchid Forest Cikole, Buat Wisatawan yang Suka Bunga

Orchid Forest Cikole adalah wisata alam yang Instagrammable di Bandung.Tempat wisata ini dikelilingi dengan pohon pinus yang menjulang tinggi. Selain itu, Orchid Forest Cikole juga sangat dikenal dengan taman bunga anggreknya yang terbesar di Indonesia. Hal ini dikarenakan terdapat 157 spesies bunga anggrek yang berasal dari berbagai Negara di dunia. Dikarenakan udara di Bandung sangat sejuk, maka dari itu bunga-bunga anggrek disana tumbuh dengan baik. Selain itu, Orchid Forest Cikole juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung seperti outbound, taman bermain, area untuk piknik, taman membaca, coffee corner, dan lain-lain. Biasanya yang menjadi spot foto selfie yang menarik disana adalah jembatan-jembatan yang dihias dengan lampu warna-warni.

Trans Studio Bandung Juga Menjadi Alternatif Wisata Keluarga di Bandung

Bagi kamu yang ingin menikmati permainan-permainan menantang, Trans Studio Bandung adalah pilihan yang tepat. Trans Studio Bandung merupakan salah satu tempat wisata dengan berbagai wahana bermain. Trans Studio Bandung terletak di Jl.Jendral Gatot Subroto No.289 A, Cibangkong, Bandung.

Trans Studio

Tempat ini merupakan wisata indoor yang menyediakan wahana-wahana permainan mulai dari yang biasa sampai yang sangat menantang adrenalin kamu. Wahana-wahana yang disediakan sudah memenuhi standar keamanan sehingga kamu tidak perlu khawatir ketika mencoba permainan disana satu per satu. Trans Studio Bandung sangat cocok dihabiskan bersama keluarga, teman-teman, atau pasangan.

Baca lagi Wisata Floating Market Lembang

Kebun Bunga Begonia Rekomendasi Buat yang Suka Wisata Alam

Sebagai Kota Kembang, tentunya tidak lengkap jika kamu melewatkan salah satu wisata ini. Kebun Bunga Begonia merupakan wisata alam yang dipenuhi oleh berbagai jenis bunga yang cantik dan warna-warni. Wisata ini berada di Jl.Maribaya No.140 A, Lembang, Bandung, dan dibuka dari pukul 8 pagi sampai jam 5 sore. Selain sebagai tempat foto dengan pemandangan indah, kamu juga dapat membeli bunga-bunga yang segar disana. Harga tiket yang dikeluarkan sangat murah yaitu senilai Rp10.000 saja sehingga aman untuk kantong kamu.

Baca lagi tentang Wisata Gedung Sate, Bandung.

Itulah beberapa wisata-wisata keren di Bandung yang wajib untuk didatangi. Selain wisata-wisata diatas, masih banyak tempat menarik lainnya yang tentunya tidak akan cukup untuk dikunjungi dalam sehari semalam saja. Untuk dapat menuju ke Kota Kembang ini, kereta Bandung adalah salah satu transportasi yang tepat dan nyaman bagi kamu dan juga keluarga.

Mengunjungi Destinasi Wisata Hits di Pekalongan

Destinasi Wisata Hits di Pekalongan – Berwisata ke suatu daerah biasanya yang dicari adalah destinasi wisata yang menarik dan terkenal di kota tersebut. Yaa…meski bisa dibilang mainstream atau biasa banget, tetap saja banyak dicari dan dikunjungi. Apalagi kalau destinasi wisata tersebut termasuk wisata hit atau bahkan menjadi ikon, pasti masuk dalam daftar kunjungan. Seperti halnya saat saya, teman-teman Blogger dan juga Media mengunjungi Kota Pekalongan beberapa waktu lalu dalam rangka Famtrip Jateng On The Spot 2019.

Kota Pekalongan adalah salah satu kota di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Tengah. Kota yang terletak di jalur Pantura ini berbatasan dengan laut jawa di sebelah utara, Kabupaten Batang di sebelah timur, Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Jarak dari Ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang kira-kira 100 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam melalui jalan tol Trans Jawa.

Hari pertama acara Famtrip Jateng On The Spot 2019, kami mengunjungi Kota Pekalongan untuk menjelajahi tiga obyek wisataĀ hit di sana, yaitu Museum Batik Pekalongan, Kedai Limun Oriental, dan Pasar Grosir Batik Sentono. Destinasi wisata tersebut bisa dibilang Pekalongan banget. Apalagi jika kita tahu bahwa Pekalongan dijuluki sebagai Kota Batik. Kemudian ada Limun, minuman ringan legendaris yang juga pernah hit pada zamannya.

Nah, karena tahu Pekalongan menjadi tujuan pertama famtrip, saya dan Ella izin kepada penyelenggara untuk langsung menuju kota tersebut. Emmh…daripada harus keĀ meeting point dahulu yaitu di Semarang, tuh, perjalanan akan lebih lama. Ya, kami dari Banjarnegara lebih dekat dengan Pekalongan ketimbang ke Semarang. Naik kereta dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Pekalongan hanya membutuhkan waktu 3 jam saja. Lumayan hemat waktu lah. Pun dengan harga tiket kereta api yang tidak sampai 100 ribu, tambah lumayan. šŸ˜† Dan ternyata, tidak hanya kami yang menunggu di Pekalongan, ada juga teman-teman Blogger dari Jakarta dan Pemalang. Alasan mereka pun kira-kira sama dengan saya, menghemat segalanya. šŸ˜›

Museum Batik Pekalongan

Ada banyak cara di mana kamu dapat melihat koleksi batik nusantara. Namun, hanya di Museum Batik Pekalongan kamu dapat melihat koleksi lengkap batik tersebut dengan jelas dan detail. Di sana juga ada beberapa koleksi batik yang bisa kamu sentuh untuk sekadar mengobati rasa penasaran.

Emmh..kira-kira batik tulis ini terbuat dari jenis kain apa, ya? Atau penasaran dengan detail batik karena saking banyaknya corak warna yang tertuang di dalamnya. Tapi ingat, tangan kamu musti steril, ya. Supaya kain batik tetap bersih, terjaga. šŸ˜‰

Kain yang digunakan untuk membatik itu rupa-rupa. Antara lain, ada kain paris, kain doby, kain sutra, kaos katun, dll. Mulai dari sini, kamu akan tahu kualitas batik sebelum masuk pada jenis dan motif batik itu sendiri. Nah, untuk tahu perihal macam-macam kain batik, kamu harus masuk ruang pamer Museum Batik Pekalongan.

RUANG PAMER 1 MUSEUM BATIK PEKALONGAN

Ada tiga ruang pamer di museum ini, yaituĀ Ruang Pamer IĀ yang bernama Ruang Perjalanan Batik. Ruang ini memamerkan alat dan bahan-bahan yang digunakan untuk membatik. Apa-apa saja yang dibutuhkan atau berkaitan dengan membatik ada di sini. Tidak hanya itu, ruangan ini tiap tahunĀ updateĀ tema pameran batik. Jika sebelumnya ruang pamer I mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika“, akhir tahun tahun ini berganti tema menjadi “Satu Dasawarsa Batik Indonesia“. Koleksi batik di ruang pamer ini pun telahĀ diupdate, mulai dari batik Nusantara sampai Mancanegara.

Kemudian di Ruang Pamer II yaitu Ruang Batik Nusantara. Koleksi batik nusantara semua dipamerkan di sini. Mulai dari Bengkulu, Papua, Kalimantan, pokoknya batik dari Sabang sampai Merauke. Ada kebanggan tersendiri ketika melihat koleksi batik di sini karena memang unik motifnya, punya motif yang kuat tiap daerah. Sementara di Ruang Pamer III yaitu Ruang Batik Pekalongan. Ruang ini memamerkan ragam motif Batik yang berkembang di Pekalongan sebagai sentara utama gaya Batik Pesisiran seperti batik Lunglungan atau Batik Terang Bulan.

FAMTRIP PEKALONGAN

Selain melihat koleksi batik di ruang pamer, kamu juga bisa belajar membatik karena di Museum ini disediakan Ruang Workshop untuk para wisatawan. Untuk belajar membatik, kamu cukup membayar mulai dari Rp 20 ribu-65 ribu sesuai ukuran. Oiya, Museum Batik Pekalongan telah mendapat sertifikat Best Practices dari UNESCO pada tahun 2009. Penghargaan ini diberikan atas upaya pelestarian budaya batik yang telah dilakukan melalui pelatihan untuk pelajar. Museum ini memang sering mengadakan batik goes to school, gitu. Jadi, pantas lah ya mendapat sertifikat tersebut. šŸ™‚

Nah, jika kamu ke Museum Batik ada baiknya minta ditemaniĀ guide,Ā ya. Gratis, kok. Kamu cukup membayar tiket masuk saja senilai Rp 5.000 per orang. Museum Batik Pekalongan berlokasi diĀ Jl. Jatayu No.3 Panjang Wetan, Kec. Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Buka : Setiap Hari 08.00 – 15.00 WIB

Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet

Limun merupakan minuman ringan berkarbonasi yang pernah hit pada zamannya. Sebagai generasi 90-an yang hidup di pedesaan, saya mengenal minuman ini sebagai minuman paling segar, nikmat, dan murah meriah. Minuman yang dulu dijual di warung-warung desa dan sekolah-sekolah. Namun kini, minuman Limun sudah jarang ditemui. Kabar baiknya, nih, di Pekalongan masih terdapat pabrik rumahan yang masih aktif memproduksi Limun Oriental dengan label Cap Nyonya Silhuet.

Pabrik yang berada di bagian belakang rumah ini beroperasi sejak tahun 1920. Uniknya, bagian depan rumah ini juga dimanfaatkan sebagai kedai yang menjajakan Limun, snack, dan makanan berat seperti Ayam Geprek. Pemilik kedai yaitu Koh Bernardi yang merupakan generasi kelima terus berusaha mempertahankan produk Limun Oriental dan sekarang masih eksis bahkan telah berhasil mengekspor ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dll.

FYI,Ā terdapat 8 varian rasa Limun Oriental Cap Nyonya SilhuetĀ yaitu rasa Mangga, Nanas, Jeruk, Lemon, Kopi, Sarsaparilla, Sirsak dan Frambos. Untuk dapat meneguk Limun di kedai ini, kamu cukup membayar Rp 7.500 per botol untuk semua rasa. Kalau misal ingin dibawa pulang menjadi Rp 10.000 per botol. Satu dus isi 6 botol. Kedai Limun Oriental berlokasi di Jl. Rajawali Utara No.15, Panjang Wetan, Kota Pekalongan. Kedai dibuka mulai jam 08.00-17.30 WIB.

Pasar Grosir Batik Sentono, Pekalongan.

Setelah berwisata di Museum Batik Pekalongan, mencoba kuliner legendaris Limun, kini saatnya berwisata belanja untuk mencari oleh-oleh. Ya, terasa makin lengkap berkunjung ke Pekalongan jika kamu juga singgah ke Pasar Grosir Batik Sentono. Sudah sampai Kota Batik, pulang membawa oleh-oleh batik, tuh, lebih puas, kan. Apalagi harga di Pasar ini adalah harga grosir, tergolong murah meriah.

Ada ratusan toko batik yang bisa kamu singgahi. Tapi please, tidak usah semua didatangi karena akan membuat kaki kamu kram. šŸ˜† Sebelum pergi ke sini, ada baiknya kamu merencanakan akan membeli apa saja untuk oleh-oleh. Kenapa? Soalnya kalau sudah melihat koleksi batik di pasar ini bisa kalap. šŸ˜† Tapi tenang, jangan takut kehabisan uang di pasar sentono karena di depan pasar tersedia mesin ATM. Asalkan saldo uang di ATM buanyak, aman. šŸ˜†

Oiya, meski harga sudah grosir, kamu wajib melakukan tawar menawar di pasar batik ini, ya. Soalnya sudah murah sekalipun masih bisa ditawar. šŸ˜† Pasar Grosir Batik Sentono berlokasi di Jl. Dr. Sutomo No. 1-2, Karangmalang, Pekalongan. Pasar ini buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Jadi, kalau kamu sudah sampai Pekalongan, lalu tidak punya banyak waktu untuk eksplorasi wisata di sana, sempatkan untuk mengunjungi minimal 3 destinasi wisata di atas, ya. šŸ˜‰

Notes:

Jateng On The Spot 2019Ā adalah sebuah program wisata pengenalan pariwisata Jawa Tengah TahunĀ 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk mengenalkan potensi pariwisata yang berada di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Untuk sesi kali ini berlangsung selama 3 hari 2 malam (13-15 Desember 2019) dan saya mengeksplorasi Kota Pekalongan, Tegal dan Brebes,Ā bersama 11 Blogger dan 5 media.

Ngopi dan Nongkrong Asyik di Kopi Sabin Coffee & Eatery

Kopi Sabin Coffee & Eatery – Kelas Blogging yang diadakan oleh teman-teman GenMile Banjarnegara mengantarkan saya ke salah satu tempat nongkrong yang cukup familiar di Banjarnegara yaitu Kopi Sabin. Adakah di antara kalian yang pernah singgah di sini? šŸ˜‰

Sebuah Kafe yang berlokasi tak jauh dari tengah kota memang hit banget di Banjarnegara. Tempat nongkrong para kawula muda, gituuu. Apalagi sekarang tempatnya lebih nyaman, adem, lengkap dengan pemandangan sawah yang menjadi ciri khas Kafe tersebut. Makin betah berlama-lama di sana. Namun faktanya, saya baru singgah dua kali ke Kopi Sabin Coffee & Eatery. Harap dimaklumi, working momĀ makin jarang nongki-nongki, nih. šŸ˜†

FYI, Kota tempat saya tinggal, tuh, bukan kota besar yang punya banyak pilihan tempat nongkrong apalagi kafe berkelas. Saya juga kadang bingung merekomendasikan atau memilih kafe, baik untuk nongkrong bareng kawan atau sekadarĀ meet upĀ bersama teman-teman dari luar kota yang kebetulan singgah di Banjarnegara. Namanya juga menjamu, pasti ingin memberikan yang terbaik, kan. šŸ˜‰

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1
Kopi Khas Banjarnegara…

Pertama kali mengunjungi Kopi Sabin, tuh, saat menghadiri acara “ngopi bareng netizen Banjarnegara”. Acara yang diselenggarakan oleh salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Banjarnegara ini tidak begitu formal namun saya kurang menikmati suasana kafe karena terlalu fokus ngobrol, gitu.

Berbeda dengan sebelumnya, pada kunjungan kedua ini saya bersama teman-teman diberi kesempatan untuk ngobrol dengan salah satu pemilik Kopi Sabin yaitu Mbak Ristia. Kenapa bisa ada sesi ngobrol bareng? Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, karena saya mengikuti Kelas Blogging Banjarnegara yang mana pesertanya adalah para Blogger. Tahu sendiri, dong, Blogger datang ke suatu tempat pasti butuhĀ storyĀ buat konten.Ā Makanya, kesempatan yang baik ini tidak kami sia-siakan. Pun dengan pihak Kopi Sabin, mereka berbagi cerita mulai dari perjuangan merintis usaha sampai dengan perkembangan usahanya yang mana sekarang sudah mendapat investor. Keprokiin, dong!

Sedikit Tahu Tentang Kopi Sabin Coffee & Eatery

Jarang singgah ke Kopi Sabin bukan berarti saya tidak update tempat nongkrong yang satu ini, lho. Saya masih ingat, dulu pernah mengikuti kegiatan meet up bareng teman-teman Blogger Banjarnegara pada tahun 2017 yang bertempat di Culinary Iwak. Sebuah warung makan yang menyajikan beragam olahan menu ikan ini berlokasi di eks. Pasar Ikan Gemuruh atau seberang pintu masuk perumahan Gemuruh Griya Indah. Nah, di tempat ini lah pertama kali saya mengenal Kopi Sabin. Ya, Kopi Sabin menyatu dengan Culinary Iwak yang mana dalam menjalankan bisnisnya mereka menggunakan gerobak semacam angkringan, gitu.

Lewat pemiliknya yaitu Mas Danu, saya tahu keberadaan Kopi Sabin dan mulai mengenal tentang kopi Banjarnegara karena saat itu beliau memberikan materi tentang perkopian. Di sini suasananya segar karena belakang warung adalah hamparan persawahan. Muncul ide nama Kopi Sabin pun karena terinspirasi dari area persawahan ini. Sabin yang dalam bahasa jawa yang berarti Sawah.

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1

Tempat nongkrong yang diprakarsai oleh tiga orang yaitu Mas Danu, Mbak Ristia dan Mbak Herlina ini, terus berkembang, mengenalkan brand Kopi Sabin dan produk-produk kopi Banjarnegara melalui event-event. Merasa perlu ada perluasan dan memberi kenyamanan kepada pengunjung, pada tahun 2018 Kopi Sabin membuka cabang di Pucang di mana lokasinya tidak jauh dari perempatan Pucang. Di lokasi yang satu ini, saya merasa ruh dari Kopi Sabin hilang, terasa seperti tempat nongkrong pada umumnya karena tidak ada lagi hamparan persawahan yang dapat dinikmati sambil menyeruput segelas kopi dan ngobrol-ngobrol. Ibarat adonan roti, tuh, hasilnya kurang mengembang. šŸ˜€

Nah, kabar baiknya, nih, pada tahun 2019,Ā Kopi Sabin pindah lokasi dari Pucang ke Kutabanjarnegara. Pindahnya Kopi Sabin kali ini dibarengi dengan adanya tawaran dari seorang investor untuk menjadikan Kopi Sabin makin besar. Di tempat yang bisa dibilang baru ini, Kopi Sabin kembali menawarkan pemandangan hamparan persawahan lagi, gaesss. Asique dan menarique! Apalagi lokasinya makin dekat dengan kota, kira-kira 500 meter dari jalan raya utama, dan didukung dengan tempat yang makin nyaman. Kalau kalian mau ke sini, ancer-ancernya yaitu gang masuk Klinik Hasta Bakti. Masuk lurus mengikuti jalan sampai mentok, lalu belok kiri. Kopi Sabin berada di sebelah kiri jalan gang. šŸ˜†

Konsep Kafe yang Unik. Desain Atapnya, lho!

Kafe yang menawarkan beragam menu kopi ini berdiri di atas bangunan yang unik dari sisi desain atap bangunan. Kenapa saya bilang unik? Tentu karena jarang dijumpai di tempat lain. Desain dengan atap bangunan miring, Kopi Sabin memanfaatkan rooftopĀ untuk para pengunjung pada sisi kanan atas. Di bagian ini terdapat sampai 3 meja yang dapat digunakan pengunjung dengan posisi duduk lesehan.

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1

Bangunan utama bisa dibilang minimalis dengan dinding batu bata merah yang tertata rapih, namun kafe ini tetap menciptakan suasana khasnya Kopi Sabin yang nyaman dan selalu bikin adem alami.Ā Kemudian pada bagian bawah, terdapat empat tempat untuk bersantai para pengunjung. Pertama yaitu bagian dalam gedung yang tentunya area no smooking, kedua yaitu samping kiri gedung yang semilir anginnya bikin betah ngobrol, ketiga yaitu samping kanan gedung semacam joglo, dan yang terakhir yaitu depan gedung persis yang mana tempat ini biasanya baru terisi pada sore hari dan terang. Maklum, ini area luar tanpa atap dan kalau siang hari hot banget. šŸ˜€

Satu yang menurut saya kurangĀ matchĀ dalam konsep kafe ini yaitu adanya joglo di sebelah kanan kafe. Saya yakinĀ ownerĀ pasti punya alasan kenapa ada bangunan tersebut. Hanya saja dengan melihat desain gedung utama, tuh, nampak ada dua konsep, gitu. Minimalis dan kekunoan (njawa), gitu. Sekilas kalau dilihat jadiĀ membuyarkan konsep minimalis pada konsep kafe ini. Menurut saya, joglo tersebut mending dibuat gazebo dengan konsep yang hampir sama dengan gedung utama. Mungkin tambah oke. šŸ˜‰

Menu Apa Saja yang Bisa di Pesan Kopi Sabin?

Fokus mengangkat kopi lokal, di sini kalian dapat memesan beragam menu kopi sebagai menu utama. Kopi lokal dari Kalibening yang pernah menjadi juara juga ada di sini. Nah, untuk menu andalan di sini yang tidak dapat kalian nikmati di kafe atau tempat ngopi lain yaitu Kopi Pak Tani. Penasaran dengan cita rasa menu andalannya? Datang lah ke Kopi Sabin! šŸ˜€

Selain mempromosikan kopi lokal atau kopi khas Banjarnegara, Kopi Sabin punya produk kopi kemasan dengan merek Bimalukar Coffee. Kalau kalian ingin mencobanya, bisa dibeli di online shop. Cari saja dengan kata kunci merek tersebut. Pasti nemuu! Kalau tidak ketemu, bisa hubungi saya, ya. Hahaha.

Sebagai pilihan menu dan juga teman duduk, Kopi Sabin menawarkan Ayam Geprek, Rice Bowl, Mie, dan aneka menu makanan lainnya. Tak lupa untuk camilannya, Kopi Sabin juga menyediakan camilan khas Banyumasan yaitu mendoan. Ada juga pisang goreng dan aneka camilan lainnya buat nemenin kalian ngobrol. Dan untuk harga, kalian jangan khawatir karena harga segala menu kopi dan makanan di sini ramah kantong. šŸ˜‰

Fasilitas Apa saja yang disediakan?

“Gue bakal ke sini lagi, soalnya kafe ini …..?“

Selalu ada alasan buat para pengunjung untuk kembali. Salah satunya yaitu dengan adanya fasilitas umum bagi para pengunjung. Tidak hanya sekali atau dua kali mampir, tapi menjadi langganan karena selain nyaman, fasilitas umum mendukung.

Kopi Sabin memiliki halaman parkir yang cukup luas. Tempat parkir pada bagian depan kafe bisa untuk parkir mobil kira-kira sampai 10 mobil. Sementara untuk parkir sepeda motor yang berada di samping kanan bisa untuk parkir sampai 50 motor. Pengunjung tidak akan bingung atau merasa ribet untuk masalah parkir, meski belum ada juru parkir khusus, pihak Kopi Sabin sudah memberi sign board. Jadi tidak perlu khawatir bakal salah tempat parkir. šŸ˜‰ Hanya saja untuk lantai tempat parkir masih berupa tanah, jadi kalau misal hujan bakal becek, nih. Dan kalau pas musim kemarau, debunya hebat bangett sampai nempel di jok motor. šŸ˜€ Mungkin ke depannya dapat dicor semen supaya makin nyaman.

KOPI SABIN TEMPAT NONGKRONG DI BANJARNEGARA

Selanjutnya, fasilitas umum yang biasanya urgent yaitu toilet. Kopi Sabin menyediakan toilet untuk pengunjung sebanyak dua toilet yang berada di samping kanan Kafe, bersebelahan dengan area parkir sepeda motor. Dan buat kalian yang betah banget nongkrong di sini dari Dzuhur sampai Ashar, tidak perlu khawatir tentang ketersediaan Mushola. Meski Kopi Sabin tidak memberikan fasilitas Mushola, namun kurang lebih 5 meter dari Kafe terdapat Masjid milik warga yang bisa kalian manfaatkan untuk ibadah. So, no problem!

KOPI SABIN TEMPAT PARKIR

Emmmhhh…pingin fasilitas apalagi, nih? Delivery order? Adaaaa, langsung cuss ke nomorĀ +6281215033834. WiFi? Adaaaa juga dan lumayan lancar untuk sekadar chatingan. šŸ˜‰

Jadi, kapan kalian ke Kopi Sabin? šŸ˜‰

Kopi Sabin Coffee & Eatery

Jam Buka:

Setiap hari pukul 10:00 – 22:30 WIB
Khusus Jumat pukul 15:00 – 22:30 WIB

DO (Delivery Order)

DO time slot 11:00 – 20:00 WIB

Alamat:

Jl. Mayjend. Panjaitan No.117, Kutabanjarnegara, Banjarnegara.

Gelar Budaya Wisata Dawuhan

Gelar Budaya Wisata Dawuhan – Halo, Gaesss! Rasa-rasanya lama syekali aku tidak mengabarkan pariwisata di daerahku, Banjarnegara. Mungkin karena aku terlalu sering piknik ke luar daerah atau ikut famtrip, gitu. Jadi, jarang menuliskan pariwisata Banjarnegara. ~uhui…ini sombong banget~ šŸ˜†

Eeits…meski tidak mengabarkan lewat blog ini, bukan berarti aku tidakĀ updateĀ pariwisata atau event-event di sini, lho. Sebenarnya aku selalu mengagendakan dan hadir pada acara-acara yang diselenggarakan oleh pengelola obyek wisata di sini, hanya saja aku tidak langsung menuliskannya. šŸ˜€ Saat event Gelar Budaya Wisata Dawuhan, misalnya. Sebuah event yang mengenalkan, dan mengangkat potensi desa ini digelar pada bulan Maret lalu.

Gelar Budaya Wisata Dawuhan merupakan event perdana yang diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirta Panaraban, dan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kab. Banjarnegara. Event ini tidak masuk dalam kalender event Dinparbud setempat. Namun, dengan adanya dana aspirasi (bantuan dana dari komisi bla-bla bla untuk penyelenggaraan event pariwisata ini datang sebelum pemilu), Wisata Dawuhan masuk dalam daftar pariwisata yang masih membutuhkan dana aspirasi tersebut karena tergolong destinasi wisata yang masih dalam tahap rintisan.

Pada tahun 2017, aku bersama teman-teman Blogger Banyumasan pernah singgah di Desa ini untuk menjajal River Tubing di Sungai Panaraban dan mecicipi kuliner tradisional khas Dawuhan. Sayang sekali saat itu kami tidak dapat eksplorasi karena kami tidak menginap di sini. Jadi, aku tidak tahu potensi apa saja yang ada Desa Dawuhan.

Beruntungnya, aku dapat menghadiri Gelar Budaya Wisata Dawuhan, aku pun menjadi sedikit tahu potensi apa saja yang ada di desa Dawuhan. Sebelum ngomongib potensi desa, aku mau sharing gelar budayanya dulu, ya.

Gelar Budaya diikuti oleh masyarakat Dawuhan dari berbagai elemen yang jumlahnya lebih dari 1000 orang. Acara ini diawali dengan Kirab Budaya yang dimulai dari Balai Desa Dawuhan menuju obyek Wisata Dawuhan. Kirab yang diikuti oleh Perangkat Desa, Lembaga Desa, dan Masyarakat ini belum ada yang spesial. Hampir semua yang ikut kirab rata-rata berpakaian adat jawa biasa dan menurutku kurang adanya karakter budaya setempat. Namanya budaya, ya, tiap desa biasanya memiliki cerita atau sejarah yang dapat diangkat menjadi tema atau bahkan tokoh.

Berada pada barisan paling depan, terdapat dua gunungan yang dipikul oleh para pemuda berpakaian lengan pendek warna hitam. Kemudian diikuti barisan Perangkat Desa yang di belakangnya yaitu para penari Gambyong, penari Kuda Lumping, dan rombongan thek-thek. Lalu di barisan paling belakang yaitu para emak-emak menyunggi tenong yang berisi berbagai macam jajanan pasar berbahan dasar singkong yang merupakan produk unggulan Desa Dawuhan.

Grebek Gunungan Potensi Desa

KIRAB WISATA DAWUHAN WANAYASA (11)

Satu yang menyita perhatian dan unik yaitu gunungan yang berisi tempe. Kenapa ada gunungan tempe? Karena tempe menjadi salah satu produk unggulan Desa Dawuhan. Menurut Supriyanto, Ketua Panita Gelar Budaya produksi tempe mencapai 5000 buah tiap harinya. Meski hanya dua Dusun yang memproduksi tempe, Dusun Dawuhan I dan Dawuhan II, namun permintaan konsumen selalu terpenuhi.

Tempe yang diproduksinya pun tidak hanya tempe kedelai, ada tempe dages yang diproduksi secara unik yaitu menggunakan pelepah pisang dan juga bambu sepanjan 1.5 meter. Tempe dages juga ternyata banyak peminatnya di sana.

Camat Wanayasa, Yogo Pramono yang hadir dalam event tersebut memimpin acara grebeg gunungan. Dengan menghitung mundur dari angka lima hingga satu, grebeg Gunungan pun dimulai dan ramai sekali sampai tak bersisa.

Pasar Kuna (Pasar Tradisional)

Sementara masyarakat dan wisatawan sedang asyik berebut gunungan, para emak-emak yang menyunggi tenong sibuk menata tenong yang berisi dagangan. Ya, tenong yang di dalamnya berisi beragam olahan jajanan khas yang berbahan dasar singkong dijual di Pasar Kuna. Sebuah pasar bertema tradisional yang mengangkat produk unggulan ini langsung ramai diserbu para pembeli.

Jajanan tradisional non msg, pengawet, dan juga pewarna ini dijual dengan harga mulai dari Rp 500. Ada gethuk, combro, lapis, cenil, dan masih banyak jajanan lainnya. Wadah yang digunakan untuk membungkus jajan juga eco friendly yaitu menggunakan daun pisang.

Penampilan Kesenian Thek-thek

Gelar Budaya tidak hanya menyuguhkan produk unggulan atau potensi lokal, kesenian thek-thek juga turut meramaikan event yang digelar dari pagi hingga petang. Ketika alat musik thek-thek mulai dibunyikan, pengunjung terus bertambah dan Pasar Kuna pun makin ramai. Terlihat banyak transaksi di sana. Alhamdulillaah…

Obyek Wisata Dawuhan

Fakta paling mengagetkan yaitu ketika dalam sambutan Ketua Panitia, Pak Supriyanto mengatakan bahwa Desa Dawuhan merupakan desa termiskin di Kecamatan Wanayasa. Melihat suasana dan lingkungan desa yang nampaknya tumbuh subur, aku tidak percaya. Melalui event Gelar Budaya, Pak Supri mewakili seluruh masyarakat menyampaikan tekadnya untuk bangkit dari keterpurukan dan berharap pariwisata Dawuhan bisa maju sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Selain river tubing Sungai Panaraban, Pak Supri juga megenalkan obyek wisata baru berupa kolam renang alami non kaporit yang mana airnya bersumber dari belik atau air kali yang sangat jernih. Di sekitar kolam renang juga terdapat gazebo, area bermain, warung-warung yang dapat digunakan untuk ngopi-ngopi, tempat-tempat untuk swa foto dan tersedia juga lokasi khusus untuk outbound.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Dawuhan, Sakim sangat mengapresiasi Geralan Budaya ini. Dia sangat senang dan optimis dengan pengembangan pariwisata Dawuhan khususnya potensi unggulan desa taitu trmpe dan gethuk. Potensi unggulan ini telah dibuat paket wisata minat khusus. Wisatawan yang memilih paket wisata ini nantinya akan menginap di rumah waga atau homestay dan dapat belajar bagaimana cara membuat gethuk dan juga tempe.

Pemerintah Desa bersama Pokdarwis telah serius membuat paket Wisata Dawuhan. Didukung dengan akses jalan menuju Desa Dawuhan yang sudah cukup bagus, rasanya sudah menambah nila jual wisata. Hanya saja, kendaraan yang menuju Wanayasa, khususnya Desa Dawuhan belum begitu banyak dan hanya ada pada jam tertentu saja.

Ada baiknya Wisata Dawuhan dibuat paketa wisata bekelanjutan dengan wisata yang satu arah dengan Kecamatan Wanayasa. Wisata Dieng, misalnya. Tersedia banyak transportasi menuju Dieng baik transportasi umum maupun rental mobil. Ketersediaan rental mobil lebih banyak, seperti halnya Wisata Jakarta dengan rental Jakarta yang saat ini makin mudah untuk menyewanya hanya dan bisa disewa via online.

Jasa transportasi khususnya sewa mobil dalam dunia pariwisata sangat penting. Apalagi untuk generasi millennials yang saat ini lebih memilih untuk serba praktis, tidak ribet saat hendak traveling. Persiapan mulai dari transportasi sampai dengan penginapan sebagian besar dipesan melalui online. Bukan begitu, gen Millennials? šŸ˜‰

Melunasi Heaven Of Asia, Batang

Melunasi Heaven Of Asia, Batang – “Batang berani betul menciptakan taglineĀ Heaven Of Asia ya, Mas.” Ucapku kepada Mas Erwin, teman lawasĀ yang jugaĀ peserta fam trip Batang asal Wonosobo saat kami mulai eksplorasi Sikembang Park yang merupakan destinasi wisata pertama untuk dikunjungi.

Ucapanku ini bukan bentuk dari nyinyir, bukan. Dari awal tahuĀ taglineĀ tersebut, aku penasaran banget dengan pariwisata yang ada di Batang. Apalagi tiga destinasi wisata yang menjadi kunjungan fam trip merupakan wisata unggulan Batang. Artinya, paling tidak aku bisa melihatĀ heaven of asia,Ā dong.

TaglineĀ Heaven Of Asia seringkali diucapkan oleh Pak Wabup Batang, Pak Dinparpora, dan juga teman-teman GenPI Batang selama kegiatan fam trip berlangsung. Tidak hanya diucapkan,Ā taglineĀ tersebutĀ  pun menjadiĀ hastagĀ yang harus disematkan pada tiap foto dan video yang diunggah melalui media sosial.

TaglineĀ dalam bidang pariwisata atau bidang lainnya bisa dibilang doa, sebuah keinginan,Ā  dan cita-cita. Sebelum membuatnya pun pasti sudah digodok sampai matang dengan bumbu sedap. Tidak asal-asalan, apalagi hanya untuk sekadar mencari sensasi. Ya, ada suatu bentuk tanggung jawab untuk hal ini.

Jujur, saat aku tiba di Batang, lalu mengunjungi 3 destinasi unggulannya yaitu Sikembang Park, Forest Kopi, dan Kebun Teh Pagilaran, aku merasa destinasi wisatanya masihĀ standardĀ karena akuĀ belum mendapati “surga” yang telah melekat dalam sebuah tajuk Visit Batang Year 2022.

Eits…wait! Saking penasarannya dengan program pariwisata Kabupaten Batang yang sudah mulai diumbulkan sejak dua tahun yang lalu, pada akhirnya aku dapat melunasi Heaven Of Asia! Namun terlebih dahulu, aku akan berceloteh. Hahaha.

Masuk ke dalam Whats App GroupĀ Fam Trip yang diselenggarakan oleh teman-teman GenPI Batang membuatku terusĀ updateĀ berita terkaitĀ rundownĀ kegiatan tersebut. Demi apa cobaaaa? Demi tidak ingin ketinggalan informasi sedikitpun. Padahal, tuh, aku tidak ikut Fam Trip, lho. Hanya saja, aku merasa harus tanggungjawab karena ada dua member GenPI Banjarnegara yang mengikuti kegiatan tersebut. Baiq banged, ya. šŸ˜†

Akhirnya aku mendadak dolan Batang.

KeputusanĀ finalĀ karena pada tanggal yang sama yaitu 31 Agustus-1 September 2019, aku sudah membuat janji dengan keluarga untuk suatu acara. Namun, karena agenda bersama keluarga ada pergeseran, hati ini pun ikut geser! šŸ˜› Langsung saja berandai-andai, jika ada yang aku tebengin, aku bakal keĀ Batang! šŸ˜‰ Tidak ingin terjebak dalam hastagĀ #WeekendNganggur, aku mencoba merancang kegiatan apa yang menarik untuk quality time bersama Kecemut.

Dua hari menuju akhir pekan, Rois tiba-tiba mengirim pesan melaluiĀ whats appĀ yang intinya mengajak aku ikut Fam Trip Batang. Okedeh kalau begitu, akhirnya hastagĀ pun berganti menjadi #MendadakDolanBatang.

Perjalanan dari Banjarnegara menuju Batang kami tempuh kurang lebih 2 jam dengan mengendarai sepeda motor. Kami mengambil ruteĀ Batur-Dieng-Batang yang ternyata tidak jauh-jauh banget. Waktu tempuh sama saja dengan perjalan ke Baturraden, Banyumas. Hanya saja setelah masuk Batang, jalan dari cor beton di beberapa titik sudah rusak. Agak was-was karena menggunakan motor matic. Apalagi saat direm seakan tidak mempan. Hahaha.

Dan aku telat gabung! Sedih, tapi masih bisa tenang.

Seluruh peserta fam trip harusnya bertemu di Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang yang sudah ditetapkan menjadiĀ meeting point. Karena datang terlambat, aku langsung menuju lokasi destinasi wisata pertama yang dikunjungi sesuaiĀ rundownĀ yaitu Sikembang Park. Dan tepat sekali, ternyata Sikembang Park ini lebih dekat dengan Banjarnegara. Sementara dari Kota Batang atau Disparpora Kabupaten Batang kurang lebih 45 menit. Lumayan jauh, kan.

OLEH-OLEH BATANG

Karena aku datang terlambat, sudah pasti tertinggal banyak kebersamaan bersama teman-teman, dong. Hasilnya, keakrabannya pun kurang. šŸ˜† Nasib anak yang datang terlambat, ya. Sampai-sampai tidak mendapat teman tidur di tenda. Kasian. Hahaha…iniĀ sokĀ iba, padahal sudah ditawari panitia untuk bergabung dengan teman-teman lain yang satu tenda baru isi 2 orang. Tapi tetap ada hikmahnya tidur sendiri, sih, lebih lepas dan mandiri. Ehhh…songong amat. Hahaha.

Ini dia 3 Destinasi unggulan Batang.

Seperti yang aku tulis di awal bahwa, destinasi Wisata yang dikunjungi oleh para peserta fam trip adalah destinasi wisata unggulan Kabupaten Batang. Aku ulang lagi ya, ada Sikembang Park, Forest Kopi, dan Kebun Teh Pagilaran.Ā Tiga destinasi wisata tersebut semakin dikenal banyak wisatawan karena sempat ramai di Media Sosial. Tidak hanya masyarakat lokal, banyak wisatawan dari berbagai daerah yang menyengajakan datang ke Batang hanya untuk ngopi-ngopi di Forest Kopi. Merasakan sensasi ngopi di ketinggian dan berkabut.

Kecuali Perkebunan Teh Pagilaran, dua destinasi wisata yang kami kunjungi bisa dibilang wisata baru. Satu baru bukan tahun ini, satunya lagi buka tahun 2016 (kalau tidak salah ingat). Masih rintisan namun ramainya luar biasa. Pun dengan Kebun Teh Pagilaran, ramai banget. Mulai dari sini, aku mulai mencari tahu tentangĀ heaven of asia. Aku merasa harus mencari tahu saat itu juga, tepatnya saat sedang makan siang di Pagilaran. Lagi-lagi ini penting banget supaya saat pulang dari Batang nanti tidak ada lagi rasa penasaran. šŸ˜›

MOBIL DALMAS

Melunasi Heaven Of Asia!

Visit Batang Year 2022Ā dengan tagline Heaven Of AsiaĀ telah dilaunchingĀ oleh Bupati Batang pada tahun 2017. Artinya, sudah dua tahun berlalu dan masih ada sisa tiga tahun lagi untuk mewujudkan tagline tersebut.

Kabupaten Batang menjadi surganya Asia adalah salah satu bentuk spirit, sebuah pengharapan yang ditawarkan kepada wisatawan, melalui pembuktian program-program wisata yang dapat menarik pengunjung. Informasi ini saya baca di website resmi milik Pemerintah Daerah Kabupaten Batang.

Tiga destinasi wisata alam yang telah aku kunjungi bisa dibilang gerbangnya wisata Kabupaten Batang. Pantas saja kalau aku belum bisa menikmati surga di sana.

FYI,Ā Kabupaten BatangĀ miliki kombinasi daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan sehingga potensinya sangat besar untuk di kembangkan menjadi agroindustri, agrowisata dan agrobisnis. Sebut saja wisata Sikuping atau Paralayang yang berlokasi di Kecamatan Banyuputih. River Tubing di Kali Lampir Kecamatan Tersono. Belum lagi wisata pantainya yang masing-masing memiliki keindahan dan suguhan yang berbeda. Uniknya, nih, hampir di tiap Kecamatan di Batang mempunyai Wisata Curug atau Air Terjun. Dengan banyaknya destinasi wisata, tidak menutup kemungkinan untuk memudahkan wisatawan nantinya dibuatkan paket wisata terusan dengan harga terjangkau, paket wisata a laĀ backpacker,Ā atauĀ paket honeymoon murah.

SIKEMBANG PARK

Sebuah fakta yang menjadi potensi kuat Kabupaten Batang yaitu adanya PLTU terbesar se-Asia Tenggara, pelabuhan tingkat nasional, pabrik cokelat terbesar di Indonesia yang sedang dibangun di Tulis, dan Kampung Inggris di Wonotunggal. Gilaaaa, ya, banyak banget potensi Kabupaten Batang. Pantas saja doanya melambung tinggi. Belum lagi potensi Kuliner dan Ekonomi Kreatifnya, pasti lebih beragam.

Wabup Batang saat membuka kegiatan Fam Trip juga yakin, sektor pariwisata akan turut serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menjadi pusat perekonomian baru, dan penyerapan tenaga kerja.Ā Ini lah salah satu yang membuat Batang yakin dengan taglineĀ Heaven Of Asia.

Jadi, Kapan kalian ke Batang? Ayo Dolan Batang!

Aku bangga dengan Batang. Kabupaten di Jawa Tengah, kabupaten yang tidak jauh dari tempat tinggalku, kabupaten yang terlihat “tenang-tenang” saja, tapi ternyata banyak potensi pariwisatanya. Aku juga salut dengan sinergi antara pemerintah setempat, para pemuda, stakeholder, dan masyarakat, untuk mewujudkan #HeavenOfAsia. Dan yang paling mengesankan ketika berkunjung ke sana yaitu tentang keramahan dari teman-teman GenPI, Pak Wabup, serta Pak Kadin Parpora. Mereka semua ramah, mereka tidak canggung menyapa kami, mereka mudah akrab. šŸ˜‰

GENPI JATENG

Nah, karena aku sudah berkunjung ke Kabupaten Batang dan telah mendapat banyak informasi mengenaiĀ Heaven Of Asia, aku akan turut menyukseskan #VisitBatangYear2022. Sukses untuk Batang. Spesial untuk teman-teman GenPI Batang, terus semangat mempromosikan pariwisata Batang.

notes: seluruh informasi tentang heaven of asia didapat dari website resmi pemda Kab. Batang.

Piknik ke Kota Solo Sambil Bernostalgia Ternyata Seru

Piknik ke Kota Solo – Tidak terasa hampir penghujung tahun, ya. Masih tiga bulan, sih. Tapi perjalanan menuju tiga bulan pasti akan terasa sangat cepat. Apalagi bagi para pekerja yang akrab dengan deadline, tahu-tahu sudah ganti bulan, tahu-tahu sudah ganti tahun, namun masih juga bersahabat dengan deadline karena tanpaĀ deadlineĀ hidup kurang asyik. *baca: kurang duit. šŸ˜†

By the way,Ā apakah kalian selalu punya agenda atau rencana tiap akhir tahun? Sudah dua tahun ini, aku menikmati malam pergantian tahun di rumah saja, berkumpul bersama keluarga. Rasanya sudah di level malas keluar rumah ketika akhir tahun karena pasti lalu lintas macet. Maka dari itu, tiap punya rencana apapun bersama keluarga yang intinya agenda tahunan piknik bareng keluarga, aku mengambil bulan ke sepuluh atau sebelas, tergantung bisa nego kerjaannya pas bulan apa. šŸ˜†

Tahun ini, aku ada rencana piknik ke Solo. Piknik keluarga satu tahun sekali dan ambil kota yang bisa dibilang dekat dengan tempat tinggal aku yaitu Banjarnegara. šŸ˜† Bukan tanpa sebab aku memilih Kota Solo. Ibuku, tuh, ingin kembali menikmati kota Solo dalam waktu yang tidak sebentar. Mungkin ada rencana menginap nantinya. Aku lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum ketika sudah ada rencana untuk menginap. Supaya tidak repot, kereta api menjadi transportasi pilihan. Apalagi sekarang tarif kereta api sangat terjangkau, termasukĀ kereta dari solo ke semarang murah. Yaaa…siapa tahu Ibuku juga ingin lanjut piknik ke Semarang, kan.

Yuk baca Destinasi Wisata Batang yang Begitu Asyik

Nostalgia di Kota Solo

Kota Solo dan Jakarta pernah menjadi tempat tinggal Ibuku selama bertahun-tahun. Namun, lebih banyak menghabiskan masa mudanya di Solo ketimbang Jakarta. Tak heran kalau Ibu punya banyak kenangan di sana, khususnya di pasar gede Solo.

KERETA API

“Tiap pagi aku diajak Ibu pergi ke pasar. Kami lebih suka jalan kaki. Kalau sendirian, lha, baru naik sepeda.”

Sosok Ibu yang dimaksud oleh Ibuku yaitu Ibu Bos. Ceritanya, Ibuku dulu sempat kerja diĀ  rumahan, gitu. Katanya, Bu Bosnya kaya raya dan baik banget. Tidak pernah sekalipun Ibuku kena marah meski beberapa kali bikin kesalahan. Teguran, sih, tetap ada. Hanya saja karena orang Solo, menegurnya pun dengan suara lembut dan bahasa yang halus. Selain itu, orangnya perhatian dan sering memberi uang tambahan, membelikan baju, jajan, dll. Asyiknya, nih, Ibu bosnya juga akrab banget dengan Ibuku. Tiap kali hendak pulang kampung, pasti Ibu bos menangis. Apalagi saat Ibuku dijemput Bapakku untuk pamitan karena mau nikahan, diantar lah sampai rumah. Hahaha.

Memang baik banget, ya. Pantas saja Ibuku ingin sekali ke Solo. Katanya, Ibu ingin silaturahim ke rumah Ibu Bos karena setelah pamit, Ibuku tidak pernah lagi silaturahim ke rumah Ibu Bos.

“Memangnya Ibu masih hafal lokasinya di mana?”Ā Aku bertanya kepada Ibu, memastikan sebelum akhirnya nanti ke Solo.

“Tidaaaaak. Tapi kalau sudah sampai Solo, Ibu Bakal paham jalan menuju rumahnya”.

Hahaha…terdengar aneh memang. Mungkin dulu, Ibu tidak terpikir untuk sekadar mencatat alamat, ya. Aku juga maklum, dulu masih jarang yang namanya alat komunikasiĀ handphone.Ā Berbekal ingatan Ibuku saja, nih. Kalau sampai tidak ketemu rumahnya, yang penting Ibuku sudah sampai Solo sesuai dengan keinginannya.

Eeeh…aku juga pingin nostalgia juga. Naik Sepur Jaladara atau ke Loji Gandrung. Aku terakhir ke sana pada tahun 2013. Sudah lama banget, ya. Hahaha.

Sudah Sampai Solo, Pikniknya ke mana?

Nah, ini yang harus disusun dengan rapih. Kenapa? Karena kami menggunakan transportasi umum. Jadi, susunan rundownĀ betul-betul rapih supaya tidak terjadi arus bolak balik. Hahaha. Bagiku pemilihan kereta api menjadi pilihan tepat karena seingat aku, Ibuku belum pernah naik kereta api. Sementara kalau naik mobil dengan jarak yang lumayan jauh, dikhawatirkan mabok darat. Hahaha.

Kami rencananya akanĀ stayĀ di Solo selama dua hari satu malam atau dua malam tiga hari. Sementara untuk destinasi wisata Solo, aku pingin ke Kebun Binatang Taru Jurug, Pandawa Water World, Taman Sriwedari, pokoknya wisata ramah anak dulu, deh. Setelahnya baru menuju Keraton, Mangkunegaran, Museum, dan tentunya Pasar Gede Solo yang pastinya bikin Ibuku nostalgia. šŸ˜› Rencana wisata yang simpel dengan destinasi wisata yang maenstream banget. Hahaha. Aku perlu tanya-tanya kepada teman di Solo perihalĀ perjalanan wisata selama di Solo supaya lebih efekif dan efisien.

Rencana ke Solo ini, aku tidak hanya mengajak Ibu. Ada Syaquita juga yang mau aku ajak,Ā plusĀ bosku yang selalu siap yaitu Tante. Ini kalau dia mau, ya. Soalnya aku pernah mengajak Tante ke Solo, tapi dia menolak. Ugh…syakitnya…. šŸ˜†

Baca dulu 5 Destinasi Wisata Lasem yang Wajib dikunjungi