Menggali Potensi Masing-Masing dari Rumah

Menggali Potensi Masing-Masing dari Rumah – Pada masa awal-awal pemerintah mengeluarkan kebijakan WFH (work from home) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, tempat kerjaku juga memberlakukan WFH meski hanya satu minggu saja.

Pelaksanaan WFH memang hanya seminggu, namun dampaknya bagi saya luar biasa. Saya bilang luar biasa karena sebagai working mom, saya masih merasa susah membagi waktu untuk keluarga, khususnya untuk anak saya yang saat ini berusia 4.5 tahun. Tahu sendirilah, anak-anak sangat membutuhkan sosok orang tua sebagai pendamping dalam tiap aktivitasnya. Apalagi ketika masih balita, dia masih belajar banyak hal.

Saya WFH, suami tidak WFH, dan anak saya yang saat ini sekolah di PAUD juga diliburkan karena pemerintah memberikan kebijakan SFH (school from home) sampai batas waktu yang belum diketahui. Di sini lah saya merasa bahagia. Meski WFH hanya satu minggu, tapi seperti yang saya bilang tadi, saya merasa beruntung karena setidaknya punya waktu intens bersama anak.

Tabungan Anak Untuk Study Abroad

Nah, ketika sama-sama di rumah, banyak hal yang kami lakukan bersama maupun mandiri. Saya mengajak Kecemut untuk berkreasi dan kami menggali potensi masing-masing.

Anak-anak diminta untuk berkarya.

Belajar dari rumah, guru membuatkan jadwal kegiatan untuk belajar di rumah. Alhamdulillaah…jadwal yang diberikan cukup variatif, sehingga anak tidak merasa bosan. Variatif yang saya maksud yaitu kegiatan tidak hanya mengacu pada buku pelajaran di sekolah. Tapi lebih pada perilaku harian dan hobby.

Mengerjakan soal-soal pada buku pelajaran menurut saya sudah biasa. Namun ketika anak diminta untuk olah suara, olah rasa, dan olah raga, ini menjadi pengalaman sangat berharga buat saya. Ketika melihat anak menari, misalnya. Rasanya surprise banget ketika menangkap gerakan kakinya yang lincah dan gerakan tangannya yang begitu gemulai. Ada rasa tidak percaya bahwa dia seperti ada bakat menari karena saya sendiri tidak bisa menari. Ini salah satu alasan kami lebih sering memilih untuk menggali potensi masing-masing dari rumah 😀

Anak-anak diwajibkan belajar melalui channel TVRI.

Belajar dari rumah, mendikbud menghimbau kepada anak sekolah untuk belajar melalui channel TVRI. Semenjak ada himbauan ini, guru di sekolah Kecemut tidak lagi membuat jadwal pelajaran. Anak-anak diminta untuk nonton dan setelahnya guru memberikan beberapa pertanyaan melalui WAG yang digunakan sebagai salah satu media komunikasi.

Setiap anak mendapatkan pertanyaan yang berbeda. Cara menjawabnya pun beragam sesuai imstruksi dari wali guru. Ada yang diminta menggunakan voice note, video, rekaman, foto, dll. Belajar dari rumah pun terasa lebih menyenangkan.

Mengakses youtube kids.

Anak zaman sekarang pasti mengenal youtube. Tidak usah menunggu sampai usia lima tahun karena sejak usia batita, ada beberapa orang tua yang memutarkan tontonan lucu-lucu seperti kartun melalui youtube.

Selama SFH, saya juga memberikan akses kepada Kecemut untuk nonton beberapa channel edukasi, gitu. Belajar menulis, belajar melafalkan, sampai belajar membuat prakarya yang sederhana.

Dari beberapa kegiatan yang telah dipraktikan, ternyata dia sangat tertarik dengan membuat prakarya dan kurang begitu berminat dengan mewarnai. Namun jika diminta untuk menggambar, dia sukaaa. 😀

Belajar membuat tampilan desain yang menarik.

Kali ini giliran saya yang berkegiatan dari rumah, ya. 😀 Pekerjaan saya di kantor, tuh, sudah terjadwal dari minggu pertama sampai minggu terakhir tiap bulannya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kecuali aplikasi yang digunakan untuk kerja sedang bermasalah. 😀 Selebihnya, yaitu kerjaan atas perintah atasan dan permintaan Eselon 1. Jadi selama WFH, saya lebih mengoptimalkan diri untuk menambah ilmu melalui channel atau akun favorit. Belajar membuat tampilan desain toko online, misalnya.

Ya, hobi ini dulu sempat berhenti karena saya tidak dapat membagi waktu antara mengurus keluarga, pekerjaan kantor dan kerjaan sambilan sebagai blogger. Alhamdulillaah…ketika anak mulai tumbuh besar, saya bisa kembali bermain-main dengan toko online. Yups, membuat toko online untuk pribadi dan beberapa klien. Karena ingin memberikan yang terbaik, saya belajar lagi, dong. Istilahnya, mengupgrade ilmu dan kemampuan supaya bisa mendpatkan karya yang terbaik khususnya untuk klien.

Quality time! 

Quality time menjadi akhir kegiatan selama berkegiatan di rumah. Maksudnya, kami mempunyai waktu untuk bercerita, berdua, mengenai hal-hal yang disukai maupun kurang disukai. Saya pun membuat catatan kecil khusus buat Kecemut yang berisi evaluasi selama berkegiatan di rumah.

Mulai dari sini, setidaknya saya dapat memaksimalkan bakat atau potensi yang dia miliki untuk bekal belajar kedepannya. Eh iya, saya tidak menuliskan kegiatan suami, ya. Soalnya dia, tuh, tidak membuat kegiatan spesial selama masa pandemi ini. Hahaha.

Btw, kalian punya kegiatan seru selama berkegiatan di rumah? Boleh dong bagi cerita. 😀

Tips Supaya Anak Betah di Rumah

Tips Supaya Anak Betah di Rumah – Saya salut sama anak rumahan yang nampak bahagia, ngga pernah menunjukan rasa galau apalagi mengeluh dengan kegiatan-kegiatannya selama di rumah. Kepo banget, kira-kira dia punya jimat apa, kok, bisa betah di rumah, ya? Hahaha.

Eeeh…emang sekarang ada, gitu, anak rumahan? Ada, dong. Tentu mereka adalah anak-anak yang emang lebih nyaman berkegiatan di dalam rumah ketimbang di luar rumah. Lebih memilih rumah sebagai tempat untuk belajar, sharing, dan mendapat pengetahuan baru.

Saat masih duduk di bangku MTs, saya punya teman (adik kelas) yang sama sekali ngga suka main apalagi keluyuran sampai tak kenal waktu. Saya tanya-tanya, dong,  karena penasaran. 😀 Ternyata emang sedari kecil dia jarang main, jarang keluar rumah, padahal saya tahu persis bahwa orang tuanya, tuh, tergolong orang tua yang bijak dan ngga ribet. Bukan tipikal orang tua yang suka marah-marah seperti Ibuk Wita. 😆

me time di rumah

Tips Supaya Anak Betah di Rumah.

Btw, jumlah anak rumahan sekarang mendadak banyak, lho. Namun mereka bukan anak rumahan beneran. Maksud saya, mereka banyak berdiam diri di rumah karena saat ini memang disarankan untuk tetap #DiRumahSaja karena sedang ada wabah virus corona. Atas adanya pandemi ini, orang tua pun ikut berusaha dan menyiapkan segala cara supaya anak-anak khususnya pada betah di rumah. Nah, berikut 4 cara agar keluarga betah di rumah.

1. Menyiapkan Materi Sesuai Hobi atau Minat.

Berdiam diri di rumah tanpa ada kreasi, tuh, seperti mati kutu. Bengong, melamun, makan, tidur, nonton tv, malas mandi, mungkin aktivitas tersebut akan berulang-ulang tiap harinya. Rutinitas yang kurang sehat buat keluarga. Makanya, sebagai orang tua musti menyiapkan bahan atau materi yang dapat membuat anak-anak makin betah di rumah. Ada baiknya apa-apa yang akan disiapkan, tuh, disesuaikan dengan hobi atau minat anak supaya mereka ada semangat untuk berkreasi dan menjadi pembelajar.

4 Cara Agar Tetap Betah di Rumah

Anak-anak suka mewarnai? Siapkan saja materi dan bahan-bahannya. Anak-anak suka bikin kue? Bantu siapkan juga bahan dan peralatannya. Anak-anak sedang ingin bermain apa? Coba tanyakan langsung supaya mainan yang dibeli sesuai dengan keinginannya.

2. Menyiapkan  Bacaan.

Di zaman serba digital, kadang anak-anak cenderung lebih tertarik dan betah belajar menggunakan media gadget. Orang tua pun mau tidak mau harus memahami hal ini. Banyak bahan bacaan favorit yang dapat diunduh melalui internet, seperti e-book  atau bahkan aplikasi.

Bagaimana jika anak tidak atau belum suka membaca? Orang tua bisa membacakannya layaknya sedang membacakan dongeng. Jika masih usia dini, banyak tertariknya. Kalau sudah sekolah menengah atau kuliah, beda lagi, dong. Mereka bisa dibelikan novel atau buku bacaan lain yang kiranya menarik buat mereka.

3. Membuat Kegiatan Asyik Bersama Keluarga.

Ini PR paling menantang buat para orang tua karena membuat kegiatan asyik bersama keluarga membutuhkan kekompakan, harus salkng bersinergi supaya anak-anak tidak bosan. Kegiatan berkebun, misalnya. Seluruh personil harus terlibat dalam kegiatan mengasyikkan ini sehingga ada semangat. Bagi tugas itu penting karena seringan apapun tugas yang diberikan kepada anak-anak, mereka akan belajar menyelesaikannya.

4. Menyiapkan Resep Menu Makanan Baru.

Setelah melakukan banyak kegiatan di rumah, asupan bagi tubuh itu penting supaya badan tetap sehat dan tetap semangat dalam beraktivitas.

Menyiapkan resep menu makanan baru menjadi penting karena selama masa-masa pandemi ini ternyata banyak ngemilnya. 😀 Makanan baru yang saya maksud yaitu makanan yang fresh, bukan makanan sisa. Tapi ya syukur-syukur tiap hari bisa menyiapkan dan menjajal resep makanan baru supaya ada variasi, gitu. Ngga monoton. Duhh…cilok teruusss. 😆

MENU BUKA PUASA

Dalam menyiapkan atau membuat makanan, jangan lupa libatkan anak-anak. Yaaa…siapa tahu anak berminat untuk ikut membuatnya. Atau, kalau ngga mereka dimintai tolong untuk membantu kegiatan yang ringan-ringan. Mengupas atau potong-potong, misalnya.

Mendadak menjadi anak rumahan itu no problem. Karena memang banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan di rumah bersama keluarga maupun teman. Terlebih disaat masa-masa sulit seperti ini, ya. Betul-betul harus bisa improve dan menciptakan hal-hal baru agar tetap betah di rumah.

Rencana Ngedate Setelah Covid

Rencana Ngedate Setelah Covid – Ini yang bakal aku lakukan jika Covid-19 berakhir. Tema hari ke tujuh #30DayBlogChallenge yang diselenggarakan oleh BPN (Blogger Perempuan Network) memberi angin segar dan optimisme jika wabah virus corona di Indonesia akan segera berakhir.

Rasa-rasanya seperti mimpi setelah beberapa bulan banyak menjalankan kegiatab #DiRumaAja dan sudah mulai terbiasa membatasi kegiatan di luar rumah, tapi nantinya harus kembali menjalankan aktivitas seperti biasa sebelum ada pandemi covid-19. Pasti butuh penyesuaian lagi, kan. Apalagi penyebab untuk tetap di rumah saja yaitu karena adanya wabah virus yang membahayakan, selain membutuhkan penyesuaian, pasti tetap ada rasa was was untuk kembali hidup normal dan bertemu banyak orang termasuk keluarga, saudara, dan teman.

Agenda naik transportasi umum, misalnya. Ya, saya punya agenda bulanan naik Bus bersama kecemut. Tiap bulannya, saya selalu menyempatkan baik untuk sekadar jalan berdua (atau istilah kami adalah ngukur dalan karena hanya mengikuti kemana Bus melaju), maupun untuk pergi keluar kota untuk suatu keperluan.

Ngedate Menggunakan Transportasi Umum.

Saat di dalam Bus, Kecemut punya kebiasaan berdiri di atas kursi sambil pegangan besi supaya tetap aman saat kendaraan melaju. Maklum, sudah besar sukanya ngga mau dipegangin. 😀 Sementara saat ini, masyarakat dihimbau untuk tidak sembarangan memegang benda-benda karena ada kemungkinan virus corona menempel pada benda-benda.

JIKA COVID-19 BERAKHIR

Nampaknya memang sepele perihal himbauan untuk tidak memegang benda-benda di tempat umum. Namun jika sudah tahu dampaknya, ketika wabah berakhir pun sepertinya masih parno untuk hal ini, ya. 😀

Jadi, jika Covid-19 berakhir, saya ingin kembali mengajak Kecemut untuk naik bus. Saya juga punya janji akan mengajaknya naik Trans Jateng dengan rute Purbalingga-Purwokerto. Dalam hal ini, tentu kami tidak hanya berdua, ada Tante Bening yang biasanya menemani perjalanan kami.

Rencana Ngedate Setelah Covid Berlalu.

Pasti ada tujuan karena sebelum datang wabah Covid-19, kami sempat ada janji untuk staycation, renang, termasuk naik Trans Jateng. 😀 Ada keinginan juga untuk mengajak Kecemut ke toko mainan yang lumayan banyak pilihan di Purwokerto karena di Banjarnegara jarang banget toko mainan anak yang lengkap, gitu.

Kalau orang lain sudah menulis banyak keinginan atau bahkan telah menyiapkan sederet whistlist saat Covid-19 berakhir, saya cukup satu saja dulu yaitu ngedate. Kangen rasanya lama tidak tatap muka, jalan bareng meski ujung-ujungnya duduk dowang, ngobrol yang selalu tidak ada muaranya, nyobain kuliner baru, atau dibayarin pas nonton. 😆 Siapa yang lagi punya duit, ya berarti dia yang menanggungnya segala pengeluaran. 😀

Semoga wabah virus corona cepat berakhir, ya. Simulasi akhir pandemi Covid-19 di beberapa negara yang saya baca di website Kumparan, wabah Covid-19 di Indonesia bakal berakhir di bulan Juni. Semoga masyarakat Indonesia mau kerjasama melawan Corona lebih gigih lagi.

Eh, cukup satu dulu whislistnya, selebihnya menyusul kalau sudah ketemu. Soalnya harus berhitung dulu biar ngga tekor, sih. 😀

Kawasan Wajib Memakai Masker

Kawasan Wajib Memakai MaskerMasker seketika menjadi salah satu barang yang paling hits dan banyak dicari oleh masyarakat ketika wabah virus covid-19 menjangkiti Indonesia. Bagaimana tidak? Seluruh masyarakat Indonesia yang hendak keluar rumah diwajibkan untuk mengenakan masker. Ya, seluruh lapisan masyarakat, tidak pandang buli, termasuk para petani yang hendak ke ladang. 😀

Pemakaian masker merupakan himbauan dari pemerintah sebagai salah satu upaya mengurangi risiko penyebaran virus corona. Kalau sudah seperti ini, permintaan masker pastinya melonjak, dong. Ya bayangkan saja, tiap orang membutuhkan minimal 2 masker dalam sehari. Ini golongan masyarakat biasa lho, yaa. Belum lagi para tenaga medis yang entah membutuhkan berapa masker dalam sehari. Mungkin 2 masker juga, tapi masker sekali pakai. Masker bedah, gitu. Coba dikalikan jumlah warga Indonesia. Bayangkan saja, cukup bayangkan, tidak usah repot berhitung. 😀

Masker pun mendadak langka! Oh, INDONESIA. 😆

Kira-kira awal Maret, teman saya diminta atasan untuk belanja kebutuhan pegawai sekaligus untuk pelayanan masyarakat berkaitan dengan penanganan covid-19 di lingkungan instansi. Saya cukup terkejut ketika dia mengabarkan bahwa stok masker di apotek habis, ludes, dan tidak tahu kapan ada stok lagi. Kan emejing banged!

Kawasan Wajib Memakai Masker.

Karena termasuk kebutuhan mendesak, dia pun mencoba untuk membeli masker secara online. Saya kembali terkejut ketika tahu bahwa harga masker ternyata tidak normal. Kalau tidak salah ingat, masker yang biasanya dijual dengan harga 3ribu/pcs, saat itu juga harganya mencapai 20ribu/pcs. Uniknya, nih, dengan harga segitu saja masih pre order! 😀 Dana, sih, ada. Tapi harus irit karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dibeli. Tempat cuci tangan, misalnya.

MASKER KAIN UNTUK VIRUS CORONA

Agaknya bohong banget karena banyak beredar berita tentang penimbunan masker. Kalian masih ingat, dong? 😆

Teman saya pun akhirnya berikhtiar untuk mendapatkan masker dengan cara lain yaitu dengan melayangkan surat permohonan permintaan bantuan masker kepada dinas kesehatan setempat. Alhamdulillaah permohonan pun membuahkan hasil. Kami mendapatkan bantuan masker bedah kira-kira untuk stok selama 1 minggu. Lumayan, sembari menunggu ketersediaan di toko.

Kurangnya edukasi sejak dini tentang masker.

Dinas Kesehatan mungkin menyediakan banyak masker bedah untuk dibagikan kepada instansi yang membutuhkan berdasarkan prioritas. Sayangnya, karena tidak paham jenis-jenis masker, kami pun tetap mengenakan masker bedah. Padahal masker tersebut harusnya dipakai oleh para tenaga medis. Sementara kami bisa memakai masker kain. Ya maaf, telat tahu. 🙁

Oiya, pemakaian masker kain pun ternyata ada standarnya, tidak asal-asalan masker kain supaya tepat fungsi. Diusahkan masker kain agak tebal atau tiga lapis supaya dapat menghalau sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Dan kalau sudah punya masker, jangan lupa dipakai saat bepergian. Apalagi ketika oergi ke tempat-tempat tertentu yang mengharuskan kalian memakai masker.

Kalian wajib memakai masker ketika mengunjungi tempat berikut!

Eh…emang ada kawasan wajib mengenakan masker? Ada, dong! Kawasan yang saya maksud adalah tempat-tempat tertentu yang memang telah menerapkan aturan atau kesepakatan untuk melawan penyebaran virus corona.

Berikut beberapa kawasan yang mengharuskan kalian untuk memakai masker.

Tempat layanan kesehatan.

Dua kali saya mengunjungi tempat layanan kesehatan dan satpam dengan tegas tidak memberikan izin masuk kepada masyarakat yang tidak memakai masker. Keperluan mereka saat itu untuk periksa. Namun karena sudah menjadi aturan, ya harus dilaksanakan.

Kawasan Perkantoran.

Ada yang betul-betul ketat, ada juga yang masih KKN. Tidak memakai masker, harap balik kanan, terus memakainya. Entah bagaimana cara mendapatkan masker. Tapi kalau sudah kenal dengan petugas, kadang tetap diberi izin masuk untuk mengurus keperluan. Ini namanya KKN. Namun dari sekian banyak kantor di Banjarnegara, baik instansi pemerintah maupun swasta, lebih banyak kantor yang mematuhi protokol kesehatan covid-19, ketimbang yang melanggar.

Tempat perbelanjaan.

Bukan pasar, bukan! Bisa dibilang supermarket atau mal. Kalau di Banjarnegara seperti Topaz dan Depo Pelita. Tempat perbelanjaan yang lumayan gede dan dijaga lumayan ketat di pintu masuk. Jika tidak memakai masker, kalian tidak bisa masuk ke tempat perbelanjaan.

Tapi tidak usah khawatir, karena ada tempat layanan kesehatan dan tempat perbelanjaan yang menyediakan masker khusus untuk masyarakat yang bandel. Ada yang gratis, ada juga yang bayar. Apapun itu, terpenting terus gunakan masker ketika keluar rumah, ya. Untuk hidup lebih sehat dan semoga terhindar dari virus corona. 😉

Btw, selain tiga kawasan wajib memakai masker di atas, adakah kawasan lain? Boleh dong share di kolom komentar, yaaaaa!

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik – Bekerja pada sebuah kantor yang salah satu tugas utamanya yaitu melayani masyarkat, saya menyadari betul bahwa cukup susah rasanya bagi atasan untuk mengambil kebijakan perihal WFH (Work At Home) atau beraktivitas di rumah saat sedang ada wabah covid-19 seperti sekarang ini. Atasan yang saya maksud di sini adalah Eselon 1. Siapa, sih, Eselon 1? Ayoo silakan googling saja bagi yang belum tahu. 😆

Meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk WFH. Beberapa Kementerian/Lembaga ada yang langsung mengeksekusi kebijakan tersebut, ada pula yang membutuhkan waktu lama dalam mengambil kebijakan karena harus mempertimbangkan banyak faktor. Seperti kantor tempat saya bekerja.

Eselon 1 memang sudah membuat SE (Surat Edaran) yang ditujukan kepada satuan kerja di bawahnya. Namun pengambilan kebijakan tetap diserahkan kepada satuan kerja dengan merujuk pada SE tersebut. Hasilnya? Kebijakan antar satuan kerja di bawahnya pun tidak sama karena menyesuaikan situasi dan kondisi di kota tau kabupaten masing-masing. Hal ini tentu membuat pimpinan kantor pusing! 😀

Etdaah…serius amat yaa dari tadi ngomongin kebijakan. 😛 Yaaaa emang gitu kalau ngobrolin pekerjaan, ngga ada bercandanya. 😀 Lanjut, yaaa!

Social Distancing pada Kantor Pelayanan Publik.

Kantor tempat saya bekerja berjuang untuk menerapkan WFH dan telah melakukan social distancing. Saya mengatakan berjuang karena pandemi covid-19 datang tiba-tiba. Penyebaran virusnya pun tidak dapat diprediksi karena betul-betul bergantung kepada kesadaran masyarakat Indonesia. Sementara pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat tidak bisa diberhentikan seketika karena sudah terjadwal dengan rapih.

Lalu, kenapa tidak dijadwalkan ulang?

Sudah, dong. Kami telah menjadwal ulang bahkan menundanya sampai batas waktu pandemi berakhir. Hanya saja yang sudah terjadwalkan pada bulan Maret lalu tidak dapat reschedule karena terlalu mendadak.  SolusinyaTetap ada solusi yang solutif. Kantor membatasi jam pelayanan sebagai salah satu penerapan social distancing.

Istilah social distancing muncul dan makin popular karena dianggap sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Social Distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Penerapan Social Distancing Pada Layanan Publik.

Sebagai salah satu kantor pelayanan masyarakat, sudah dipastikan banyak orang berdatangan tiap harinya. Beruntungnya mulai awal bulan April, pimpinan sudah mulai mengambil kebijakan untuk mulai memberlakukan social distancing dalam pelayanan. Berikut beberapa penerapan social distancing pada kantor pelayanan masyarakat, khususnya tempat saya bekerja:

1. Pembagian tugas internal pegawai.

Tanpa mengurangi tanggung jawab pada pekerjaan, WFH tetap diberlakukan dengan sistem seperti shift. Misalnya, personil Bidang Sekretariat pada satuan kerja dibagi menjadi dua shift; satu minggu bekerja di kantor dan satu minggu WFH. Ini kami terapkan hanya satu minggu saja. Selanjutnya masuk seperti biasa dengan mengurangi jam kerja.

Untuk dapat melaksanakan hal seperti ini sangat mudah, bagian IT cukup mempersiapkan sistem perkantoran sampai bisa diakses dari rumah. Sementara untuk pelayanan yang mengharuskan tatap muka, dilakukan penjadwalan juga. Hanya saja bagi yang WFH, tuh, waktu di rumah digunakan untuk istirahat. 😛

2. Membatasi jam layanan.

Mengedukasi kepada masyarakat perihal pembatasan jam layanan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Banyak yang melayangkan komentar negatif meski sudah tahu bahwa Indonesia masih dalam masa pandemi. Membatasi jam layanan bukan berarti ASN tidak bertanggungjawab, namun lebih pada mematuhi peraturan.

Pembatasan jam layanan ini berlaku untuk bagian pendaftaran dan pengambilan produk. Jadi, jam layanan yang tadinya dimulai pukul 08.00-16.00 WIB, saat ini menjadi pukul 08.00-12.00 WIB. Kantor tidak ada maksud menyusahkan masyarakat lho, ya. Yaaaa…kebayang jika tidak ada pembatasan jam pelayanan, maka akan ada banyak orang berdatangan dari berbagai daerah dan tidak menutup kemungkinan dapat menambah penyebaran covid-19.

3. Memberi ruang khusus dan jaga jarak.

Baik antara yang melayani dengan yang dilayani, maupun antar masyarakat yang datang ke kantor. Ketersediaan ruang khusus dengan jarak interaksi minimal 1.5 meter sebagai salah bentuk penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19. Tentu dibantu dengan alat pengeras suara atau petugas khusus untuk memudahkan komunikasi dan  koordinasi.

Selanjutnya adalah tempat duduk. Jarak antar kursi juga harus diperhatikan. Dengan memberi jarak minimal 1 meter antar kursi dapat meminimalkan penularan virus corona.

4. Menyediakan fasilitas publik sesuai kebutuhan.

Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan baru terkait penggunaan anggaran pada masa pandemi ini. Mereka menyediakan akun khusus untuk belanja kebutuhan terkait dengan pengadaan fasilitas atau bahan-bahan untuk pencegahan virus corona seperti pengadaan alat cuci tanga, masker, dll.

Social distancing bukan berarti menuntut seseorang mengunci diri sendiri di dalam rumah. Sebab, mengunci diri sendiri di rumah justru kurang baik bagi tubuh karena tidak mendapat paparan sinar matahari. Maka dari itu, pemerintah pun mengganti istilah social distancing menjadi physical distancing dengan harapan setiap orang bisa saling menguatkan dan berhubungan satu sama lain, meski secara fisik tidak bisa berdekatan.

Semoga dengan adanya penerapan social distancing pada kantor pelayanan publik dapat mengurangi penyebaran covid-19. 🙂

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19Saya termasuk orang yang paling parno ketika mendengar kabar tentang penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Saking parnonya, saban hari saya aktif melakukan update berita tentang virus tersebut melalui gawai.

Ada rasa khawatir bahkan takut ketika bertemu dengan rekan kerja yang berdomisili di zona merah. Yups, rekan kerja saya, tuh, dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Makanya hampir tiap hari saya update kota atau kabupaten yang sudah masuk zona merah. Kurang kerjaan banget ngga, sih? Dan lama-lama lelah otak ini, Sist. 🙁 Terlebih saat membaca berita tentang perjuangan para tenaga medis dan beberapa dari mereka ada yang pada meninggal dunia. Hati ini rasanya nyeri.

Keluarga, khususnya Ibu saya, sempat mengatakan bahwa saya terlalu berlebihan dalam menyikapi pandemi ini. Lha gimana saya bisa santai, ya, secara di dalam perut ini ada satu nyawa yang harus saya jaga. Ini yang paling membuat saya was was. Yaa…meski dengar-dengar virus tersebut kecil kemungkinan menyerang pada bayi yang masih dalam perut tapi sebagai seorang Ibu, saya harus ekstra menjaga kesehatan dan terus melakukan tindakan preventif agar terhindar dari penyebaran virus covid-19.

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19

Omong-omong tentang tindakan preventif, setidaknya ada 4 cara mengurangi risiko terinfeksi virus covid-19 dengan melakukan langkah pencegahan sebagai berikut:

Yuk! Sering Mencuci Tangan.

Sering mencuci tangan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Apakah kalian masih ingat ada peringatan hari cuci tangan sedunia? Sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Tata cara mencuci tangan dengan benar pun sering disosialisasikan, ya. Tidak asal-asalan. Disarankan banget, mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan menggunakan sabun. Ini cara paling efektif. Namun, jika tidak mendapatkan air bersih, kalian bisa menggunakan cairan antiseptic berbahan dasar alkohol.

Oiya, ada baiknya menyediakan air bersih atau antiseptic di depan rumah untuk para tetamu yang hendak masuk ke rumah. Lebih baik menjaga, bukan?

Tetap Jaga Jarak dengan Siapapun!

Ketika tempat-tempat umum mulai menerapkan himbauan untuk jaga jarak, tidak sedikit orang yang berkomentar bahwa hal ini berlebihan. Apalagi ditambah keluarnya himbauan untuk tidak berkerumun, sangat berlebihan, katanya. Namun, banyaknya edukasi perihal jaga jarak ini, pelan-pelan masyarakat dapat menerima dan melaksanakannya.

sumpit suki
Sendiok dibikin sumpit… 😀

Jaga jarak ini tidak hanya berlaku antara orang yang sehat dan sakit. Sesama orang sehat saja sekarang harus jaga jarak karena virus covid-19 ini dapat menular dengan mudah. Terlebih ketika berdekatan dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin, harus jaga jarak karena dikhawatirkan percikan yang dikeluarkan dapat membawa virus. Kebayang kalau tidak jaga jarak, kan? Bisa jadi dengan mudah menghirup atau terkena percikan tersebut padahal percikan ini dapat membawa virus. Nah, khawatirnya yang batuk atau bersin ini sudah terjangkit virus covid-19, lebih berjaga-jaga.

Gunakan Masker Tiap Keluar Rumah!

Gimana rasanya tiap keluar rumah harus memakai masker? Biasa saja, kan? 😀 Sebelum ada virus corona, tiap berangkat kerja juga saya memakai masker. Hanya saja fungsinya beda, saat itu hanya untuk meminimalisir masuknya polusi udara. Sementara sekarang, fungsi masker lebih untuk menjaga dan mengurangi risiko terinfeksi covid-19.

WHO memberikan dukungan dan menganjurkan untuk memakai masker karena aksi ini dirasa lebih efektif menekan penyebaran virus covid-19 seperti yang sebelumnya sudah diterapkan di Republik Ceko.

MASKER KAIN UNTUK VIRUS CORONA

Satu hal yang perlu diperhatikan tentang pemakaian masker yaitu dari bahannya. Pada dasarnya, masker yang sesuai standar pencegahan penularan virus adalah masker bedah, masker sekali pakai yang memiliki lapisan ganda. Namun karena ketersediaan masker tersebut sangat minim, masker tersebut diprioritaskan untuk para tenaga medis. Termasuk masker N95. Lalu, masker seperti apa yang dapat digunakan oleh masyarakat? Yaitu masker kain, masker yang bisa dicuci. Pemakaian masker kain ini juga sudah dianjurkan oleh WHO.

Masker kain ini juga hendaknya diganti setiap 4 jam sekali. Jangan lupa setelah selesai dipakai, ambil bagian tali yang disangkutkan ke telinga, jangan memegang bagian depan kain karena pasti sudah kotor. Cuci bersih menggunakan sabun supaya bisa digunakan lagi esoknya.

Tetap Tinggal di Rumah

Yups, jika tidak ada keperluan yang penting banget, usahakan untuk tetap di rumah. Apalagi jika kalian sedang merasa kurang sehat, lebih baik di rumah saja untuk lebih aman. Cari aktivitas atau kegiatan di rumah yang berfaedah, syukur-syukur bisa menghasilkan materi dari rumah. Alhamdulillaah. 🙂

Ikon Lampung 3

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19.

FYI, saat ini ada istilah OTG (Orang Tanpa Gejala), ya. OTG adalah seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19. Kontak erat adalah aktivitas berupa kontak fisik, berada dalam ruangan, ataupun telah berkunjung, dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus PDP atau positif Covid-19, dalam waktu 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Siapa saja yang termasuk kontak erat?

Menurut Kemenkes, individu dengan kategori ini, masuk dalam kategori kontak erat yaitu:

  • Petugas medis yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai standar.
  • Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien virus corona (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, atau acara besar) dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami gejala dan hingga 14 hari setelahnya.
  • Orang yang bepergian bersama (dalam radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut maupun kendaraan dalam 2 hari sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul gejala.

Maka dari itu, jadilah masyarakat yang patuh pada peraturan dan lakukan 4 cara di atas untuk mengurangi risiko terinfeksi virus covid-19. Sebagai tambahan pengetahuan dan informasi, bagi kalian yang ingin test virus corona, silakan langsung menuju laman web Halodoc.

Baca juga:

PENDORA Membantu Sesama Saat Pandemi

Aksi Membantu Sesama Saat Pandemi – Hei, apakah kalian masih menaati peraturan untuk #DiRumahSaja sampai pandemi covid-19 berakhir? 🙂 Semoga masih, ya. Keluar rumah untuk hal-hal yang penting saja. Memang berat rasanya. Apalagi buat kalian yang sudah pada punya pacaaal, kalau yang biasa LDR mungkin tak masalah, ya. Lha kalau yang tiap harinya sudah kayak perangko, lengket ke sana ke mari, dududuh…yang sabar, yaaa. Itu ujian. Buat yang jomblo juga, ini pra ujian. 😀

Tulisan tentang pengaruh covid-19 terhadap kehidupan sehari-hari masih anget banget. Kaliam sudah baca, kan? Pada blog post tersebut, ada beberapa hal yang saya tulis diantaranya yaitu tentang dampak adanya covid-19 di berbagai bidang, salah satunya yaitu dampak bagi para pedagang khususnya pedagang makanan.

LIMUN ORIENTAL PEKALONGAN

Tidak sedikit pedagang yang mengeluhkan omsetnya yang terjun bebas. FYI, pedagang jajanan anak yang biasa keliling desa malah saat ini sudah jarang ditemui karena sebagian besar desa menutup akses jalan untuk orang-orang dari luar termasuk para pedagang. Di tempat tinggal saya, misalnya. Jalan utama masuk desa dijaga ketat oleh para pemuda yang bertugas tiap harinya.

Tertuang dalam keputusan, Kepala Desa tidak mengizinkan para pedagang masuk desa. Kebayang, kan, nasib para pedagang sekarang seperti apa. Apakah berganti mata pencaharian? Atau, apakah tetap berjualan tapi di rumah? Yang jelas biaya hidup mereka tidak ada yang menanggungnya. Mereka harus tetap mencari rezeki untuk kebutuhan keluarganya.

Membantu Sesama Saat Pandemi

Berangkat dengan misi sosial yaitu membantu para pedagang untuk terus berjualan dan mendapat penghasilan di tengah pandemi seperti ini, saya bersama teman-teman PENDORA (Pegiat Media Sosial Banjarnegara) turut mempromosikan makanan yang mereka jual melalui akun media sosial yang kami miliki. Akun-akun yang kami gunakan bukan akun pribadi, melainkan akun yang setiap harinya kerap berbagi informasi lingkup Banjarnegara.

Siapa, sih, PENDORA?

Tepatnya tanggal 15 Juni 2019, pukul 16.00 WIB, bertempat di Kopi Sabin, beberapa influencer Banjarnegara atau admin akun media sosial yang menyertakan Banjarnegara, berkumpul untuk suatu misi.

FYI, para influencer Banjarnegara pernah beberapa kali membuat group lengkap dengan struktur organisasinya namun stagnan dan tidak ada pergerakan secara kelompok. Sibuk dengan akun masing-masing. Nah, setelah ngobrol asyik yang difasilitasi oleh Polres Banjarnegara selaku pembina, kami pun merasa lebih bernyawa apalagi dengan misi utama saat itu adalah menangkal berita bohong atau hoax di Kabupaten Banjarnegara. Rasanya ada tantangan tersendiri sebagai influencer.

Membantu Sesama Saat Pandemi Covid

Bagian Humas Polres Banjarnegara sebagai Penanggung jawab PENDORA pun terus aktif, selalu memberi dukungan dan semangat kepada kami untuk terus mengabarkan hal-hal yang baik tentang Banjarnegara.

Program kami saat ini, selain memberikan informasi sesuai passion akun masing-masing, juga membantu pedagang makanan di tengah pandemi covid-19. Semoga program kami ini bermanfaat untuk mereka dan dapat menyemangati mereka untuk tetap bertahan berjualan.

Jadi, buat kalian yang tinggal di Banjarnegara, punya dagangan makanan, dan ingin dipromosikan secara gratis, silakan langsung DM saja ke akun instagram berikut dengan menyertakan foto makanan yang akan dipromosikan.

  1. @foodie.banjarnegara
  2. @infoseputarbanjarnegara
  3. @pesonabanjarnegara
  4. @baraschoolofficial
  5. @banjarnegara24jam
  6. @yukmakanyuk.id

Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu sesama saat pandemi. Sesuaikan saja dengan kemampuan kalian. Terpenting jangan dijadikan beban, ya. Nikmati saja, diniatkan ibadah, dan jangan lupa tetap #DiRumahSaja meski punya rencana membantu sesama. Cukup lakukan dari rumah saja jika memungkinkan. ~~

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari – Seorang teman dari Blora, Mas Ari, membagikan titik penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dalam sebuah peta di wilayah Jawa Timur melalui WhatsApp storynyaDalam statusnya, dia menuliskan bahwa ada penambahan ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan Positif COVID di beberapa daerah yang mengakibatkan perubahan status suatu Kabupaten yang sebelumnya masih zona hijau menjadi zona merah.

Ingin tahu kabar dia sekaligus perkembangan COVID di seputar Blora, saya pun mengomentari statusnya dengan melempar pertanyaan.

Apa kabar, Mas Ari? Makin banyak merah, ya. Apa karena sudah banyak masyarakat yang mudik?” Percakapan ringan pun dimulai.

Halooo, kabar baik. Cuma tidak bisa kemana-mana karena Covid, nih. Sepertinya memang sudah banyak yang balik kampung, nih.

Kami ngobrol cukup lama. Selain Covid, kami juga ngobrol perihal pariwisata di mana saya mengenal Mas Ari ini lewat suatu komunitas relawan pariwisata. Saya yakin Mas Ari pasti jenuh banget di rumah. Kenapa? Karena saya cukup tahu rutinitas hariannya yang sok sibuk sebagai relawan di berbagai bidang dan nyaris tiap hari beraktivitas di luar rumah. Dipastikan ada rasa kangen ingin kembali menjadi relawan dengan langsung terjun ke daerah-daerah seperti sebelum masa pandemi Covid ini. Namun, karena himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai bentuk antisipasi, dia pun hanya aktif di media online untuk sharing berbagai informasi.

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Ya, menghadapi masa-masa pandemi COVID-19, aktivitas masyarakat sangat dibatasi guna mengurangi angka penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah sekaligus membatasi aktivitas di luar rumah ternyata sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, banyak masyarakat yang memilih untuk tetap di rumah, mengurangi komunikasi langsung, berinteraksi, sampai melakukan transaksi jika tidak urgent. Hal ini lah yang mengakibatkan dunia sepi dari hiruk pikuk kehidupan. 🙁

Pengaruh Positif Atas Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Pengaruh COVID-19 terhadap kehidupan sehari-hari memang sangat terasa. Seberapa besar pengaruhnya, kalau saya bilang sangat besar. Nah, berikut beberapa hal yang sangat terpengaruh ketika penyebaran Covid-19  masuk ke Indonesia.

Makin Intens dengan Keluarga. 😀

Pengaruhnya mulai dari yang senang-senang dulu, ya! Bahagia itu…ketika pagi-pagi lagi aktivitas di dapur, terus Kecemut udah bisa bantuin nyuci-nyuci sayur atau gelas. Makin bahagia itu…ketika pukul 07.00 WIB, cucian sudah siap untuk dijemur karena suami makin rajin nyuci pakaian punya sekeluarga. 😆

Pengaruh Covid-19

Eeehh…sebenarnya kegiatan bersama keluarga itu berjalan seperti biasa, seperti sebelum ada covid. Hanya saja, karena jam kerja saya berkurang (yang tadinya pulang kerja pukul 16.30 WIB menjadi pukul 13.00 WIB), saya mearasa waktu saya lebih banyak untuk keluarga. Apalagi dengan adanya batasan-batasan seperti social distancing, makin banyak di rumah, dong. Banyak kegiatan tambahan yang produktif seperti membuat camilan, berkebun, dan mengaji bersama lebih banyak waktu. Pokoknya begitu asyik! 😉

Masyarakat Lebih Peduli Akan Kesehatan. 🙂

Melihat masyarakat rajin mencuci tangan dengan sabun, menyuruh anak-anaknya juga untuk melakukan hal yang sama, senang rasanya. Selain himbauan untuk tetap di rumah, pemerintah terus mengedukasi kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat sebagai salah satu cara untuk memerangi virus corona. Tidak hanya mencuci tangan, penggunaan masker ketika ke luar rumah pun dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di lingkungan saya saja. Artinya, masyarakat makin peduli dengan kesehatan dirinya sendiri.

Melihat kekompakan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengantisipasi covid, rasanya ikut senang. Belum lagi sekarang hampir di tiap jalan masuk desa diberi patrol, disediakan disinfektan, dan alat cuci tangan bagi masyarakat yang baru mengadakan perjalanan ke luar desa. Masyarakat secara giliran menjaga patrol, lho. Saya melihat tidak ada rasa sungkan, masyarakat bertanggung jawab meski mereka memiliki kesibukan.

Pengaruh Negatif Atas Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Aktivitas Sosial di Masyarakat. 🙁

Hidup di desa tanpa adanya aktivitas atau kegiatan sosial kemasyarakatan, tuh, rasanya hambar banget. Masyarakat yang biasanya tiap hari Minggu mengadakan kerja bakti, bersih-bersih lingkungan, senam sehat, sekarang aktivitas tersebut ditiadakan. Ada tetangga yang punya hajat dengan terpaksa tidak dapat menghadiri. Parahnya, ketika ada saudara sakit pun tidak diziinkan untuk menjenguknya baik di Rumah Sakit maupun di rumah. Lebih parahnya lagi, nyaris kegiatan keagamaan seperti pengajian pun dihentikan. Ini pengaruh paling terasa dengan adanya Covid karena seluruh masyarakat di bumi pertiwi khususnya, diminta untuk menjaga jarak atau melakukan pembatasan sosial.

Tapi tidak mengapa, toh, pembatasan sosial seperti ini merupakan suatu cara paling efektif untuk memutus rantai virus covid. Ya, dengan tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan masa, ada harapan covid segera berakhir.

Duhh…Bagaimana Nasib yang Jualan Jajan? 🙁

Meski saya merasa lebih tenang karena jatah uang jajan kecemut bisa terkumpul, tapi di sisi lain menyedihkan. Sungguh ini menyedihkan. Para penjual jajan khususnya yang jualan keliling desa, saat ini pasti sudah banting stir alias mencari pekerjaan lain karena jualan jajan ini sudah tidak bisa diandalkan sebagai mata pencaharian. Kenapa? Karena sekarang hampir tiap di desa di daerahku melarang para pedagang jajan masuk desa.

MAKANAN KHAS REMBANG

Sedih banget, yaaa. Tapi namanya kesepakatan dan peraturan, tuh, harus dilaksanakan. Saya berharap, semoga para penjual jajanan keliling itu sudah mendapat pekerjaan yang paling tidak penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. 🙂 

Kemana Para Petani Bertransaksi? 🙁

Hidup di desa yang mana sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah bertani, saya sedikit tahu keluh kesah para petani tentang penjualan hasil bumi. Mereka masih melakukan penjualan hasil pertanian ke pasar tradisional. Hanya saja, beberapa pasar di sini sepi pembeli. Apalagi pasar yang khusus untuk transaksi hasil bumi seperti ketela, misalnya.

AGROWISATA JOLLONG KEBUN BUAH NAGA 4

Minggu lalu saya berniat membeli kacang tanah buat camilan di rumah, sesampainya di pasar hasil bumi, pasar sepi banget. Tapi masih beruntung, untuk para petani sayuran masih aman karena Ibu-Ibu Rumah Tangga saat sedang pandemi seperti ini stok kebutuhan dapur bisa dua kali lipat karena keluarga banyak melakukan aktivias di rumah, apalagi anak-anak pada libur sekolah, pasangan pada work from home (WFH), pokoknya dikit-dikit ngemil, dikit-dikit lapar. 😆

Sebenarnya Bukan Tidak Butuh Piknik, Sih!

Bukan rahasia lagi kalau sektor pariwisata saat ini nyaris tidak ada aktivitas, seolah-olah masyarakat tidak membutuhkan piknik. Pemerintah pernah memberi diskon besar-besaran untuk beberapa maskapai penerbangan menuju tempat wisata saat masih awal-awal pandemi covid. Kalian masih ingat? Kalau dipikir-pikir untuk saat ini, kebijakan yang diambil pada waktu itu rasanya mubadzir banget, yaa. Tapi namanya kebijakan, bukan berarti tidak berpikir panjang, tapi lebih pada kebutuhan saat itu juga, maybe. Dan sebenarnya masyarakat bukan tidak butuh piknik, mereka hanya mengikuti himbauan pemerintah dan lebih menjaga diri.

MEMBATIK DI RUMAH MERAH LASEM

Nah, setelah pemerintah memberikan subsidi untuk beberapa bidang, kali ini giliran para pelaku pariwisata sebagai salah satu penyumbang devisa terbanyak memberikan suaranya. Meski belum 100% obyek wisata ditutup, masyarakat Indonesia yang memilih untuk tidak berwisata. Kebayang kan, kondisi perekonomian para pelaku pariwisata sekarang seperti apa? Mulai dari pemandu wisata, toko oleh-oleh, biro perjalanan, sampai dengan pengelola wisata itu sendiri. Untuk toko oleh-oleh sendiri mungkin masih bisa beroperasi, apalagi yang sudah melakukan pemasaran online. Masih bisa sedikit bernapas. Semoga. 🙂

Saya jadi ingat percakapan dengan Mas Ari terkait dengan keputusan yang diambil pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah mengambil keputusan Darurat Sipil, bukan Karantina Wilayah. Menurut Mas Ari, dengan mengambil keputusan Karantina Wilayah akan lebih efektif. Saya memang tidak begitu paham tentang keputusan tersebut meski Mas Ari sudah menjelaskan kelebihan dan kekurangan keputusannya dengan detail. 😆 Tapi saya yakin, keputusan yang diambil pemerintah sudah melalui berbagai pertimbangan dan semoga yang terbaik sehingga pandemi Covid-19 akan pulih dengan cepat. 🙂

Hidden Gems Dulu, Pengalaman Mengenyangkan Kemudian

Hidden gems. Idiom tersebut akhir-akhirnya ini kerap muncul dalam catatan perjalanan, khususnya pada tulisan Blogger. Artinya kurang lebih sama dengan hidden paradise, sama-sama menggambarkan kejutan keindahan yang luar biasa atas sebuah destinasi wisata.

Hidden gems memang belum begitu familier sampai ada beberapa orang yang salah mengartikan sebagai permainan tersembunyi, hidden games, karena salah dalam pengucapan. 😆 Ada yang beranggapan bahwa hidden gems ini sebuah ungkapan berlebihan jika memang tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun pada kenyataannya dapat mendatangkan banyak pengunjung hanya dengan menyisipkan idiom tersebut dalam sebuah tulisan. Betul apa betul? 😉

Tidak mau ketinggalan, aplikasi Online Travel Agent  Traveloka pun baru-baru ini menggunakan hidden gems untuk memberikan kejutan kepada para pengguna. Kejutan tersebut diberikan melalui fitur terbaru Traveloka Eats yaitu fitur Treats.

Penasaran, kan, hidden gems yang diberikan Traveloka Eats itu seperti apa? Tunggu duluuuuu, sebelum saya beri tahu cara untuk mendapatkan harta karun, saya akan kasih tahu dulu fitur terbaru dari Traveloka, yaaaa.

HIDDEN GEMS TREAT TRAVELOKA EATS

Apa, sih, Treats by Traveloka Eats?

Tahun 2018, Traveloka meluncurkan fitur bernama Traveloka Eats. Fitur ini merupakan layanan direktori kuliner atau restoran yang dikemas dengan voucher penawaran menu yang tersedia dalam tiap restoran. Melalui fitur ini, pengguna dapat mencari dan menemukan informasi tempat makan yang jumlahnya ribuan dan itu lengkap dengan informasi menu makanan, jam operasional, suasana restoran, review dari pelanggan, dan informasi lain yang dibutuhkan pelanggan. Tapi tenang, meski tersedia banyak restoran, kamu bisa memfilter atau mencari tempat makan sesuai keinginan dengan mengetik kata kunci pada kolom pencarian yang ada pada aplikasi Traveloka Eats.

Lebih lanjut dan lebih menariknya lagi, belum lama ini Traveloka Eats menambah fitur bernama Treats yang kemudian dikenal dengan Treats by Traveloka Eats.

FITUR-TREATS-TRAVELOKATreats merupakan fitur terbaru dari Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi pengguna aplikasi  mobile Traveloka untuk mendapatkan pengalaman seru saat berkuliner termasuk berburu hidden gems yang tersedia pada fitur Treats! Yups, pada fitur Treats, pelanggan dapat menemukan hidden gems di restoran-restoran yang telah menjadi partner treats. FYI, fitur treats ini baru bisa digunakan di Jakarta, ya. Jadi, kalau kamu ada agenda ke Jakarta, coba lah berburu hidden gems dan ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu!

Oiya, kejutan atau hidden gems yang diberikan oleh masing-masing restoran itu beda-beda, ya. Ada yang menawarkan promo, misalnya beli Curry Beef Pepper Rice gratis produk-produk minuman dari Pepsi. Atau, potongan harga dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bisa juga kamu mendapatkan gratis dessert hingga traktiran ulang tahun yang bisa kamu nikmati tanpa komitmen biaya langganan. Gimana? Makin penasaran pasti, kaaaan? 😉

Fitur Traveloka Eats makin maksimal dengan adanya fitur Special Offers (Penawaran Spesial)dari restoran tertentu dan fitur Cullinary Guide (Panduan Kuliner) yang berisi artikel-artikel menarik seputar dunia kuliner, tip-tip berkuliner, dan rekomendasi tempat kuliner. Dua fitur ini memang sudah ada sebelumnya, hanya saja sekarang makin update.

Lalu, Bagaimana Cara Menemukan Hidden Gems?

Aplikasi Traveloka yang saya gunakan saat ini adalah versi terbaru yaitu versi 3.18.1. Aplikasi ini saya update pada tanggal 4 Februari 2020. Saat update aplikasi ini, muncul fitur terbaru pada Traveloka Eats yaitu fitur Treats. Jadi, buat kamu yang belum menjumpai fitur Treats pada aplikasi Traveloka, saya sarankan untuk terlebih dahulu update aplikasinya supaya bisa menemukan kejutan, ya.

CARA-BERBURU-HIDDEN-GEMS-DI-TREATS-BY-TRAVELOKA-EATS

Nah, berikut langkah-langkah menemukan hidden gems di fitur Treats by Traveloka Eats:

  1. Buka aplikasi Traveloka yang ada smartphone kamu. Lalu, pilih fitur EATS” atau logo yang bergambar sendok dan garpu.
  2. Pilih Logo Treats” (ikon huruf “t” yang berada pada bagian tengah).
  3. Setelahnya, kamu dapat menjelajahi berbagai penawaran menarik dari Treats di restoran favorit kamu.
  4. Pilih Treats yang kamu inginkan dan tekan “Simpan Restoran” atau ikon simpan pada pojok kanan atas. Tahap ini akan memudahkan kamu memesan kuliner ketika tiba di restoran karena tidak perlu mencari lagi. Nantinya, kamu cukup kembali ke fitur Treats, kemudian pilih tab Simpan.
  5. Sesampainya di restoran, tunjukkan halaman rincian deals kepada staf restoran saat kamu hendak melakukan transaksi. Tekan “Dapatkan Deals” untuk konfirmasi penggunaan deals, kemudian tekan “Pakai Deals” untuk membayar pesanan.
  6. Masukan nominal atau jumlah transaksi yang tertera pada struk, kemudian tekan Konfrimasi.
  7. Langkah akhir, pilih metode pembayaran. Pengguna bisa membayar dengan kartu kredit, PayLater, atau cara lainnya! Jangan lupa lakukan pembayaran untuk dapat menikmati hidden gems Treats by Traveloka Eats! 😉

CARA MENDAPATKAN HIDDEN GEMS DI TREAT BY TRAVELOKA EAT

Nyobain Curry Beef di Pepper Lunch!

Jelajah kuliner saat traveling ke Jakarta atau sekadar singgah adalah prinsip! Tapi, kulinernya, tuh, bukan kuliner yang biasa, bukan juga yang anti mainstream. Pokoknya nyobain masakan yang ngga ada di tempat tinggal saya, Banjarnegara, Jawa Tengah. Seperti tempat makan yang menyajikan masakan Jepang, Korea, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara lain. Di Banjarnegara masih langka banget, hanya satu dua saja, tapi untuk rasa kurang endeus. 🙁

Sebagai anak rumahan yang tinggal jauh dari perkotaan, jauh pula dari mal yang mana banyak menawarkan berbagai macam kebutuhan salah satunya yaitu kebutuhan perut. Apa lagi kalau bukan tempat makan. 😆 Namanya nyobain, cocok dengan lidah ya alhamdulilaah, ngga cocok ya tinggalin saja, jangan dipaksa. Pokoknya sudah seperti nyari jodoh, gitu. 😀 Tapi bukan berarti habis manis sepah dibuang, lho. 😆 Lagipula kan di mal banyak pilihan tempat makan, jadi ngga perlu bingung. Apalagi sekarang ada fitur terbaru Traveloka yaitu Treats by Traveloka Eats, berkuliner makin mudah dan murah karena ada banyak pilihan lokasi, tawaran promo dan diskon. Seperti beberapa waktu lalu, saya sempat singgah di Fx Sudirman yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA

Di sana saya singgah di Pepper Lunch dan nyobain Curry Beef Pepper Rice. Ini pertama kali saya ke Pepper Lunch, dong. 😆 Meski yang pertama bukan berarti harus bingung mau makan apa di sana karena saya sebelumnya sudah mencari informasi tentang menu makanan melalui Traveloka Eats. Kenapa pilihannya Curry Beef Pepper Rice? Saya suka banget bumbu kari, harum, gurih, menambah nafsu makan, gitu. Dan ini juga kali pertama saya nyobain menu tersebut. Dengan kematangan daging yang well done (ini bisa diatur sesuai selera karena masak sendiri), tempat bersih, suasana menyenangkan, puas rasanya. Sesuai review para pelanggan di app Traveloka Eats.

Hunting Hidden Gems di Chongqing Liuyishou Hotpot, Puri Indah Mall, Jakarta.

“Ya ampuun, hunting hidden gemsnya jauh amat sampai Jakarta, Dah?”

Iyaa, dong! Kan sudah saya informasikan kalau fitur treats yang menawarkan hidden gems baru bisa digunakan di Jakarta. Dengan banyaknya mal dan restoran yang berdiri di sana, pantas lah Jakarta menjadi yang pertama mendapat kucuran hidden gems.  😆  Terus, kenapa milih kongkow ke Puri Indah Mal buat nyari hidden gems di Chongqing Liuyishou Hotpot?

Hidden Gems Chongqing Liuyishou Hotpot

  1. Karena banyak pilihan menu dan lagi pingin banget nyobain Hot Pot di situ.
  2. Banyak hidden gemsnya. Ada tiga penawaran hidden gems di sana. Kan nyenengin banget. 😆
  3. Nampak dari foto-foto yang sudah diunggah di Traveloka Eats, suasanya terasa menyenangkan, tempatnya bersih, luas dan instgramable!
  4. Dari banyak review yang saya baca baik di Traveloka Eats maupun review dari food bloggerhampir semuanya bilang kalau masakannya enaaak, gurih guridem, untuk kuahnya segar, dan pedasnya mantap betul. Makin penasaran, dong. Kalau soal harga, sih, banyak yang bilang mahal, tapi semakin banyak yang bilang mahal, saya makin penasaran seperti apa masakan dan tentunya pelayanannya. 😆

Bssttt…ini nama restorannya sumpah susah banget diucapin, ya. Hahaha. Tapi saya ke sini bukan karena melunasi rasa penasaran dengan nama restoran yang ribet itu, melainkan penasaran dengan Hot Potnya. 😆 Ya maklum, selama ini baru bisa nyobain Shabu-shabu, Suki, belum pernah nyobain Hot Pot. Sebagai penikmat masakan berkuah dan pedas, rasanya kudu banget nyobain Hot Pot. Apalagi sampai dapat #PengalamanMenyenangkan karena hidden gems, slurrrp! 😆

HIDDEN GEMS DI JAKARTA 2

Btw gengs, Chongqing Liuyishou Hotpot yang berlokasi di Puri Indah Mall Expansion Lantai 2, Jl. Puri Indah Raya, Kec. Kembangan, Jakarta Barat, menyediakan menu makanan Asia, China, Hotpot, Daging, Mie, dan Sup. FYI, di sini juga meyediakan menu daging babi, jadi bagi yang non muslim boleh banget tanya-tanya atau konfirmasi dulu sebelum memesan atau mendapatkan deals, ya.

Oiya, Kenapa Kamu Harus Nyobain Treats by Traveloka Eats?

Mendapat pengalaman baru termasuk dalam hal berkuliner akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Datang ke restoran, milih menu, makan, bayar, ini terlalu biasa, kan. Di zaman yang serba digital ini, khususnya para generasi millennials suka banget dengan hal-hal baru, apalagi jika dihubungkan dengan suatu kebutuhan dan budget. Mereka pasti akan lari jika tahu ada suatu innovasi yang memberikan kemudahan dan berujung pada hemat. 😆

Kali ini urusan kebutuhan pangan. Diskon atau promo seberapa pun, pasti diburu. Apalagi kalau ada bonus point, langsung dikejar abis-abisan. Seperti halnya innovasi dari aplikasi Traveloka dengan fitur barunya yang bernama Treats by Traveloka Eats.

FITUR-NEAR-MEBanyak keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, antara lain;

  • Filter lengkap, mulai dari lokasi, nama restoran, sampai dengan nama masakan yang disukai.
  • Banyak pilihan tempat makan. Ya, meski baru bisa dinikmati di Jakarta, Treats by Traveloka Eats menawarkan banyak pilihan restoran. Ada ribuan!
  • Harga yang tertera jelas, termasuk informasi promo dan diskon. Pun dengan syarat dan ketentuannya. Ini membuat pelanggan tidak akan ragu buat nge-Treats.
  • Metode pembayaran lengkap. Pelanggan dapat membayar Treats dengan Kartu Kredit, PayLater, Transfer Bank, atau cara lainnya yang ada pada pilihan metode pembayaran.
  • Mendapatkan hidden gems atau kejutan. Ini bikin happy pasti, kaaan?
  • Dan yang pasti, dengan menggunakan fitur Treats, point Traveloka kamu akan bertambah! 😉

Bagi kamu yang malas mengetik atau mikir panjang lebar untuk nyari restoran, fitur Treats memberikan solusi pada tab menu near me atau terdekat. Cukup tekan terdekat, Treats akan memberi rekomendasi restoran-restoran yang ada di sekitar kamu dan kemungkinan besar restoran tersebut juga memberi hidden gems.

Perjuangan untuk menemukan hidden gems di fitur treats ini tidaklah rumit. Ngga seperti perjuangan kamu dalam mencari jodoh. ? Apalagi aplikasi ini sangat user friendly atau mudah digunakan dan simpel.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA EATS

Naaah! Sekarang sudah paham, kan, dengan fitur Treats by Traveloka Eats? Buat kamu yang belum install aplikasi Traveloka di smartphone, buruan install, ya! Karena fitur Treats ini hanya ada di app  Traveloka versi mobile. 😉 Yukkk…ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu dengan menggunakan fitur Treats by Traveloka Eats.

Traveling Sesuka Hati dengan digibank KTA

Traveling dengan digibank KTA – Zaman sekarang traveling atau jalan-jalan menjadi gaya hidup. Traveling tidak lagi dilakukan hanya jika ada kelebihan tabungan, kebanyakan malah sengaja menganggarkan dana traveling tidak sekedar dana sisa. Tercatat kaum milenial banyak menghabiskan penghasilannya untuk jalan-jalan, makan dan bersenang-senang lainnya.

Hal ini tidak aneh sebab kian besarnya tuntutan pekerjaan bagi kaum milenial. Stres karena pekerjaan membuat mereka merasa perlu menyegarkan pikiran alih-alih menabung untuk hari tua. Bagaimana pun milenial berhak menikmati hidup di saat tuntutan kerja yang kian tidak karuan.

Namun masalah kaum millenial tidak berhenti di situ. Meskipun telah menganggarkan dana liburan sedemikian rupa sering kali masih keteteran untuk memenuhi dana traveling. Jika Anda pernah pada posisi sedang banyak promo tiket pesawat, eh kantong lagi tipis. Paket liburan ke luar negeri murah, ah belum gajian. Tiket pesawat ke negara impian murah nih, tapi tabungan belum cukup. Ya Anda tidak sendiri sebab banyak millenial lain juga mengalaminya.

MEMBATIK DI RUMAH MERAH LASEM

Masalah ini bisa teratasi dengan digibank KTA. digibank by DBS telah meluncurkan produk KTA yang merupakan produk pinjaman online cepat. digibank KTA dapat diajukan oleh siapa saja asalkan memenuhi persyaratan yang ada. digibank KTA menggunakan sistem IT canggih yang dimiliki oleh digibank. Dengan sistem ini proses pengajuan pinjaman menjadi lebih cepat dan mudah dibandingkan lainnya yang membutuhkan waktu berhari-hari.

Keunggulan digibank KTA, Persetujuan Cepat dan Bunga Rendah

Fitur digibank KTA hadir di Aplikasi digibank by DBS. Dengan aplikasi tersebut segala proses pengajuan dapat dilakukan dengan cepat. Pengajuan dapat dilakukan selama 24 jam. Sementara proses persetujuan dapat diperoleh hanya dalam waktu 60 detik saja. Hal ini menjadikan produk KTA yang ditawarkan digibank by DBS berbeda dengan KTA dari lembaga keuangan lainnya.

Selain aman dan terpercaya berikut keunggulan lainnya Produk digibank KTA :

  • Persetujuan cepat dalam 60 detik
  • Apply Online kapan saja 24 jam melalui situs go.dbs.com/kta atau melalui aplikasi digibankby DBS.
  • Cari langsung hingga 80 juta dengan bunga rendah 0,95%, tanpa ribet.

Produk KTA dari instansi keuangan lain mana bisa memberikan keunggulan seperti digibank KTA. Cara pembayaran cicilan juga dapat dilakukan dengan mudah.

Proses Pengajuan Cepat dan Mudah

Siapa bilang pengajuan pinjaman selalu ribet dan lama.Proses pengajuan pinjaman dengan digibank KTA lebih mudah dan cepat. Di tempat lain Anda harus melalui tahapan yang panjang dan menunggu persetujuan dalam waktu yang lama. Ada dua cara pengajuan digibank KTA sesuai apakah Anda sudah menjadi nasabah digibank by DBS atau belum.

5 langkah mudah untuk apply digibank KTA bagi non nasabah

  1. Apply di go.dbs.com/kta
  2. Persetujuan dalam 60 detik
  3. Download Aplikasi digibank by DBS
  4. Verifikasi Biometrik dengan agen digibank
  5. Cair langsung ke rekening digibank hingga Rp 80 juta

Kalau sudah jadi nasabah digibank, ikuti tahapan berikut:

  1. klik Personal Load di menu Utama aplikasi
  2. lengkapi data diri
  3. tunggu konfirmasi persetujuan kredit dalam 60 detik
  4. pilih limit pinjaman dan tenor yang diinginkan
  5. dana cair secara real-time hingga Rp 80 juta.

Bagaimana, mudah dan cepat bukan? Jangan ragu untuk melakukan pinjaman online cepat melalui digibank KTA. Bayar dulu biaya liburan Anda dengan dana pinjaman KTA cicilannya belakangan.