Belajar Digital Marketing di Channel Favorit

Belajar Digital Marketing – Hari gini baru mulai belajar digital marketing, ketinggalan woy! 😆 Gengs, percayalah bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Meski ilmu digital marketing terus berkembang, tapi tidak ada masa berlakunya. Ilmu-ilmu yang dulu masih dapat digunakan dengan segala penyesuaiannya.

Dulu, sebelum media sosial dimaksimalkan dan menjadi trend untuk pemasaran online, sebagian besar pelaku usaha lebih mengandalkan website sebagai platform atau media promosi online. Dan sampai sekarang pun website masih digunakan oleh mereka untuk menjalankan bisnis online. Sementara media sosial sebagai pendamping atau bahkan penguat untuk branding pada pemasaran online.

Apa, sih, digital marketing?

Digital Marketing atau Pemasaran secara digital dapat didefinisikan sebagai upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet. Dalam pemasaran online dilakukan dengan beragam taktik marketing dan media digital dimana kalian dapat berkomunikasi dengan calon konsumen yang menghabiskan waktu di online.

Lalu, dimana dapat bertemu dengan para calon konsumen?

Namanya pemasaran online, pasti penawarannya juga dilakukan secara online, ya. 😀 Para calon konsumen dapat melihat penawaran kalian melalui Website, Blog, dan Media Sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, Line dll. Nah, mereka bisa mendapatkan akses dan dapat berkomunikasi melalui platform tersebut.

Kenapa Belajar Digital Marketing.

Dulu, duluuuu banget, saya pernah belajar digital marketing saat punya toko online. Tapi karena banyaknya pekerjaan kantor, akhirnya saya tidak bisa membagi waktu untuk belajar dan mengelola padahal toko online sudah jadi. 😆

Dan sekarang…

Saya kembali membuat toko online atau bisa dibilang marketplace sederhana untuk menjual produk-produk UKM Banjarnegara dan juga pariwisata. Dipayuda, namanya. Namun kali ini saya tidak sendiri, bersama tiga perempuan berhati bodol saya mulai merintis usaha online dalam bidang pariwisata. Yups, saya bilang rintisan karena usaha ini baru banget berdiri dan berjalan kurang lebih tiga bulan. Masih harus banyak bakar uang, nih. 😀

oleh-oleh banjarnegara
Ini marketplace yang sedang saya optimasikan….

Posisi saya di Dipayuda yaitu menangani website. Mulai dari pembuatan, unggah produk-produk, sampai dengan maintenance. Untuk melakukan hal ini sendirian itu tidak mudah. Banyak hal yang harus disiapkan, harus banyak tahu, dan selalu update ilmu. Saya merasa beruntung sekarang banyak channel atau akun berbagi ilmu secara gratis perihal website sampai dengan cara efektif untuk pemasarannya. Termasuk ilmu digital marketing. Jadi, saya tidak perlu bakar uang terlalu banyak. 😀

Channel Favorit untuk Belajar Digital Marketing.

Adalah channel youtube Niaga Hoster. Buat kalian yang punya rencana membuat toko online atau sedang belajar mengoptimalkan kinerja toko online, coba langsung meluncur ke channel youtube Niaga Hoster. Banyak ilmu yang dibagikan oleh para ahli dalam bidangnya. Di sana, kalian akan mendapat tutorial secara gamblang mulai dari langkah-langkah membuat toko online, plugin apa saja yang sekiranya dapat digunakan untuk memaksimalkan performa website, sampai dengan tip dan trik sukses memasarkan produk-produk lewat website. Paling istimewa, nih, banyak banget tip dan trik seputar Digital Marketing. 

Saya suka menambah ilmu di channel tersebut karena cukup sering update konten tutorial terkini yang dibutuhkan oleh para pekerja digital marketing. Terlebih untuk bagian website dan blog, banyak ilmu yang dibagikan.

channel niaga hosting

Tutorial yang disampaikan melalui video sangatlah simpel dan mudah dimengerti oleh orang awam seperti saya. Tutorial yang mereka bagikan khusus untuk pengguna wordpress. Sebagai pengguna wordpress, betah berlama-lama mantengin channel yang banyak berisi tutorial. 😀

Oiya, di channel tersebut tidak hanya membagikan ilmu digital marketing untuk  platform website dan blog, ada juga strategi pemasaran online melalui media sosial. Jadi, buat kalian yang baru membangun toko online dan udah mau running, boleh laah mampir ke channel Niaga Hoster. Dijamin betaah! 😆

Gawai untuk Berkegiatan di Rumah, Pilih Sesuai Kebutuhan

Gawai untuk Berkegiatan di Rumah – Tinggal di rumah yang tergolong baru, tuh, ternyata banyak tantangan. Khususnya dalam hal perabotan atau barang-barang yang belum tersedia di rumah, sementara saya butuh barang-barang tersebut supaya saat berkegiatan di rumah tetap lancar.

Cerita dulu soal dapur, ya. 😀

Pernah suatu ketika saya mau masak opor. Saya sudah membeli bahan-bahannya, termasuk bahan santan. Iya, saya membeli parutan kelapa segar, gitu. Bukan santan instant. Setelah seluruh bumbu sudah saya siapkan, lha kok saya bingung mau bikin santan pakai apa karena setelah ditilik ternyata saya belum punya saringan santan. Hahaha. Seketika saya terngakak, dong. Ngakak sendirian, terpingkeeel, udah kayak orang sinting. 😀

Masak opor tidak boleh gagal, saya pun langsung ambil handphone dan menelpon Ibu untuk pinjam saringan santan. Iyalaah, telpon dulu buat mengantisipasi, siapa tahu saringan juga sedang dipakai.

Sungguh ini pengalaman terngehe perihal perdapuran. Maklum, ya, karena sejak dulu kala saya memang kurang uprek di dapur. Tapi bukan karena malas, lho, memang belum tertarik saja. 😆 Jadi ya jangan heran kalau saya belum paham betul barang-barang apa saja yang sekiranya harus ada di dapur untuk memperlancar kegiatan memasak. Ini baru urusan dapur, ya, belum urusan lainnya yang mengharuskan barang-barang ada ketika berkegiatan di rumah.

Tidak adanya saringan santan bagi saya tidak masalah karena besok masih bisa dibeli. Parahnya, tidak bisa masak masakan bersantan juga tidak masalah karena kami masih bisa beli di warung makan. 😀

Satu yang menjadi masalah ketika alat untuk membuat konten tidak bisa digunakan karena hang atau sebab lain yang lebih parah. Ini paling bikin pusing dan pasti menyedihkan sekali. 🙁

Cerita berlanjut saat saya ada deadline menulis di blog.

Saya termasuk Blogger yang kerap mengerjakan pekerjaan mepet deadline. Suatu kebanggan, tapi bohong! Eiits…tapi mepetnya belum tergolong yang parah banget, lho. H-3 dari deadline, misalnya. Ide sudah ada, konsep pun. Mumpung masih anget, saya pun langsung mengeksekusi. Menulis kata demi kata, menyusun kalimat demi kalimat, tiba-tiba henpon mati! 🙁

Bagaimana rasanyaa? Guriih banget, yha! Udah kayak opor ayam yang santannya kental, terus ayamnya empuk! 🙁

Duh…perasaan baterai masih banyak. Perasaan hendpon tidak jadul-jadul banget. Kenapa tiba-tiba bisa restart? Sungguh saya langsung berkaca. Mungkin ada yang salah dalam diri ini sampai membuat pekerjaan saya tidak lancar. Sungguh ini ujian terberat ketika sedang menulis karena rasa yang menggebu-gebu tadi tiba-tiba sirna.

Tenaaang-tenang, masih ada laptop untuk melanjutkan kerjaan. Iya, sih, masih ada laptop. Tapi feelnya lain. 🙁

Gawai untuk Berkegiatan di Rumah.

Sebagai seorang Ibu rumah tangga, working mom, dan Blogger, barang yang sangat saya butuhkan untuk menjamin kegiatan di rumah tetap lancar yaitu gawai. Ya, gawai harus ada dengan kondisi yang stabil. Gawai ini sangat menunjang untuk kegiatan apa pun di rumah.

Untuk browsing resep masakan atau camilan, misalnya. Jika naluri keibuan sedang menjadi-jadi, saya bisa betah banget di dapur. Memasak masakan yang levelnya cukup rumit dan butuh keberanian untuk eksplor lebih. Saya tidak pernah menarjetkan hasilnya seperti apa, terpenting saya sudah berani mencobanya.

Selanjutnya, untuk bisa tetap aktif di jagad media sosial, saya juga membutuhkan gawai. Sebagai Influencer ala-ala bumbum, jangankan hitungan jam, dalam hitungan menit tidak online, kadang ada informasi  penting yang terlewatkan. Kalau yang terlewatkan informasi biasa, sih, agaknya bisa tenang. Tapi kalau seputar krincing-krincing, duh….kzl. Pokoknya mending kagak makan sama opor ayam. 😀

Lalu, gimana dengan working mom? Ugh…ini lebih HOT lagi. Apalagi sekarang, tuh, banyak instruksi yang beredar HANYA melalu email, whatsapp, tanpa disertai surat resmi. Mengecek gawai yang terkoneksi dengan jaringan internet sungguh penting.

Jadi, berkegiatan di rumah hanya berbekal gawai bagi saya lebih aman ketimbang berbekal bumbu dapur yang super lengkap. 😀

Cara Kerja P2P Lending yang Harus Kamu Tahu

Cara Kerja P2P Lending – Berbicara mengenai finansial tentu tidak akan terlepas dari perkembangan salah satu instrumen pengembangan dana yang sedang trend saat ini yaitu Peer to Peer Lending. Pendanaan melalui Peer to Peer Lending memang beberapa tahun belakangan ini sangat diminati, terutama untuk kalangan milenial yang sudah mulai aware dengan pengembangan dana untuk masa depan.

Untuk kamu yang belum mengetahui cara kerja P2P Lending terlebih dahulu kita akan membahas apa itu P2P Lending. Peer to Peer Lending merupakan layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower) melalui sistem elektronik secara online. Layanan Peer to Peer lending ini berbasis teknologi informasi, jadi peminjam dan pemberi pinjaman melakukan segala proses transaksinya berbasi teknologi informasi.

Saat melakukan proses transaksi pada P2P Lending ini akan ada bunga yang diperoleh oleh lender per bulan atau per tahun. Sedangkan borrower akan dikenakan bunga setiap bulannya dari pinjaman yang diajukan itu, bunga yang diberikan juga tergantung dari kesepakatan (agunan, nilai pinjaman dan sebagainya) yang dibuat saat pengajuan pinjaman.

Namun di dalam proses transaksi Peer to Peer Lending, kedua dari peran ini akan memberikan manfaat masing-masing. Tetapi hal lainnya yang perlu diberikan perhatian khusus adalah risiko yang ada dalam P2P Lending tentu sama seperti instrumen lainnya, karena itu kamu harus berhati-hati saat menjalankannya. Tetapi ini tidak berlaku apabila kamu memahami bagaimana cara kerja dari Peer to Peer Lending. Karenanya kita akan membahas cara kerja dari P2P Lending.

Cara Kerja P2P Lending yang Harus Kamu Tahu

  • Sebagai Peminjam Dana (Borrower)

Sebagai peminjam dana kamu dapat melakukan pengajuan pinjaman melalui salah satu platform pilihanmu dengan mengunggah beberapa dokumen pengajuan yang diperlukan secara online. Dokumen-dokumen tersebut dapat mendukung pengajuan pinjamanmu agar dapat diterima, beberapa dokumen diantaranya seperti laporan keuangan dengan jangka waktu tertentu dan tujuan pengajuan pinjaman.

BLOGIDAHCERIS
Yuuukk…pakai kode promo ini!

 

Pengajuan pinjaman ini dapat diterima ataupun ditolak, banyak faktor yang dapat membuat ditolaknya pengajuan pinjaman. Namun, saat pengajuan pinjaman ditolak, maka kamu dapat melakukan perbaikan agar dapat melakukan pengajuan kembali.

Apabila pengajuan pinjaman disetujui, maka akan dibuat kesepakatan terkait suku bunga pinjaman dan tenor untuk borrower tersebut. Selain itu, pinjamanmu juga akan ditampilkan untuk mencari para pemberi dana (Lenders) agar dapat melihat pengajuan pinjaman dana milikmu.

  • Sebagai Pemberi Dana (Lenders)

Sebagai pemberi dana (Lenders), kamu dapat melihat beberapa peluang yang dapat didanai beserta detail pinjaman yang akan ditampilkan pada platform tersebut.

Data yang ditampilkan ini biasanya data-data yang kamu butuhkan sebagai pemberi dana seperti bentuk usahanya, domisili usaha, kategori usaha, deskripsi usaha dan beberapa data penting lainnya. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat alasan dari pengajuan pinjaman dari usaha tersebut.

Karenanya saat kamu sudah memutuskan untuk memilih Peer to Peer Lending sebagai instrumen pengembangan dana, maka kamu dapat langsung melakukan pengembangan dana sesuai dengan preferensi dan tujuanmu. Di P2P Lending ini kamu dapat menikmati bunga yang relatif lebih baik dibandingkan beberapa instrumen lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer Lending Sebagai Peminjam Dana (Borrower).

Bagi peminjam, kelebihan mengajukan pinjaman melalui P2P Lending ialah suku bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga di beberapa lembaga keuangan seperti Bank. Selain itu, untuk pinjaman pribadi tingkat suku bunganya pun lebih rendah jika dibandingkan dengan tagihan kartu kredit.

Nah, mungkin kelebihan yang paling sering dipilih oleh para Borrower ini adalah kemudahan proses pengajuan yang ditawarkan mengingat prosesnya jauh lebih cepat dan mudah. Dari persyaratannya pun relatif tidak banyak, namun nantinya apabila memang memiliki pengalaman masalah terkait pinjaman, kamu dapat menceritakannya agar pinjaman kamu tetap dapat disetujui.

PERLENGKAPAN MENGINAP (3)
Mau minjam berapaaa?

Peer to Peer Lending juga memudahkan para pengaju pinjaman dengan memberikan kemudahan dalam pengajuan pinjamannya dengan memberikan fleksibilitas pada agunannya.

Ada kelebihan tentu juga ada kekurangan. Peer to Peer Lending memiliki beberapa kekurangan salah satunya. Apabila kamu telat melakukan pembayaran maka akan dikenakan denda keterlambatan, lalu pinjaman Peer to Peer Lending juga adalah sebuah pinjaman jangka pendek, artinya semakin lama jangka waktu pinjaman, tagihan pun akan terus meningkat.

Kekurangan lainnya adalah tidak ada jaminan seluruh pengajuan pinjamanmu akan disetujui. Seperti contohnya kamu mengajukan pinjaman senilai Rp100 juta bisa saja yang disetujui hanya Rp75 juta.

Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer Lending Sebagai Pemberi Dana (Lenders)

Tidak perlu khawatir melakukan proses transaksi di Peer to Peer Lending, karena P2P Lending sudah resmi diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016. Artinya proses transaksi yang akan dilakukan lebih aman.

Selain dari segi keamanan, kelebihan lain adalah kemudahan memberikan pinjaman dengan mudah dan proses yang terbilang cepat.

Kemudian memberikan pinjaman sangat mudah dan cepat dengan P2P Lending, khususnya jika Anda memiliki dana lebih namun tidak tahu harus mengalokasikan ke mana. bunga yang diterima juga nilainya cukup tinggi, sehingga lebih menguntungkan.

sumpit suki

Untuk menekan risiko yang ada, peluang untuk melakukan diversifikasi juga lebih terbuka lebar, dengan melakukan diversifikasi tidak hanya risiko yang dapat ditekan, tetapi bunga juga dapat diraih lebih optimal.

Namun, disamping banyaknya kelebihan yang dapat kamu terima, Peer to Peer Lending juga memiliki beberapa kekurangan seperti kamu tidak dapat melakukan penarikan dana sesuka hati.

Karenanya apabila kamu membutuhkan dana dalam waktu yang relatif pendek, maka kamu dapat memilih tenor yang lebih pendek. Sudah mulai paham kan cara kerja P2P Lending?

Mulai Lakukan Pengembangan Dana dengan Memilih Peer to Peer Lending Akseleran!

Setelah mengetahui apa itu P2P Lending dan bagaimana cara kerja P2P Lending, pastikan memilih platform P2P Lending yang cocok dan pas untukmu. Akseleran Platform P2P Lending yang mudah, aman dan menguntungkan.

  • Sebagai Borrower

Kembangkan usahamu melalui pinjaman dana dari Akseleran dengan proses yang relatif lebih singkat dan tentunya agunan yang lebih fleksibel seperti Invoice, PO, SPK atau Kontrak. Tidak perlu datang, cukup lakukan semuanya secara online dan tunggu hasil pengajuanmu.

  • Sebagai Lenders

Kembangkan danamu mulai dari Rp100 ribu dengan bunga hingga 21% per tahun dan dapatkan proses transaksi yang lebih aman dengan adanya proteksi asuransi di setiap peluangnya.

Cara Mudah Memulai Bisnis Online

Cara Mudah Memulai Bisnis Online –  Gengs, konsep pemasaran modern atau yang lebih dikenal dengan digital marketing semakin hari makin terasa, ya. Apalagi pada masa-masa seperti sekarang ini yang mengharuskan masyarakat tetap #DiRumahAja. Makin terasa karena sangat membantu masyarakat memberikan kemudahan layanan yang cakupannya tanpa batas.

Sebagai contoh medianya adalah WhatsApp. Sekarang ketika mengklik tab status pada whatsapp, pasti kalian akan menjumpai lebih dari satu status yang menawarkan produk. Iya, kan? Contoh media lain yang menjadi ladang untuk bisnis online yaitu toko online atau ecommerce. Jangkauan ini tanpa batas karena dapat diakses dari penjuru dunia.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang baru begabung dengan digital marketing? Terlambatkah?

Emmh…tidak. Tidak ada kata terlambat dalam usaha memasarkan produk. Kalian pernah mendengar kisah jatuh bangun para pebisnis online, kan? Mereka terus mencoba menganalisa untuk menemukan masalah yang dihadapi pasar. Kira-kira apa yang dibutuhkan masyarakat mulai dari level premier sampai tersier, sehingga usahanya bisa terus berjalan.

dipayuda 2
Etalasi produk UKM Banjarnegara…

Fokus dalam satu bisnis menjadi kunci utama bagi para pebisnis pemula apalagi jika bisnisnya dijalankan secara online karena pikiran, waktu, tenaga, dan modal, setidaknya harus dapat berjalan seimbang. Seperti saya dan teman-teman Dipayuda yang saat ini sedang fokus pada satu usaha yaitu memasarkan pariwisata Kabupaten Banjarnegara.

Cara Mudah Memulai Bisnis Online.

Kami memulai usaha online ini betul-betul dari NOL. Kami juga tidak ada pengalaman khusus dalam digital marketing. Makanya, kami sangat berhati-hati sebelum memulainya. Berikut beberapa hal yang telah kami lakukan sebelum memulai bisnis online:

Riset Pasar.

Tujuan utama kami turut memasarkan pariwisata Banjarnegara yaitu supaya jangkauan pemasaran makin luas, pariwisatanya makin dikenal sampai kancah dunia. Karena tujuan sudah jelas, maka yang harus kami lakukan adalah riset pasar, menemukan masalah-masalah yang ada di pasar. Kira-kira apa yang dibutuhkan para wisatawan dan tentunya dengan memberikan service yang unique, dong.

Analisis Kompetitor.

Jumlah perusahaan atau travel agent yang memasarkan pariwisata Banjarnegara jumlahnya tidak sedikit. Karena pemasaran kami secara online, hal pertama yang kami lakukan yaitu menganalisa kompetitor yang sama-sama memasarkan secara online dengan cara riset pada laman pencarian google dan media sosial. Dengan cara ini, kami bisa tahu apa saja kelebihan dan kekurangan kompetitor setelah mengunjungi website atau akun media sosial kompetitor.

Tentukan Target Pasar.

Butuh pemikiran sebentar tapi analisa yang lama ketika harus menentukan target pasar. 😀 Setelah selesai mengadakan riset pasar dan menganalisa kompetitor, target pasar pun harus ditentukan.

Meski produk yang ditawarkan sama, tapi pasarnya masing-masing. Nah, ini harus ditentukan targetnya mana saja. Dan untuk menentukan target pasar ini harus terus mencoba. Semacam trial and error, gitu. Tidak sekali jadi. Makanya saya bilang, butuh analisa yang lama. 😀

Cari Model Bisnis.

Ada banyak model bisnis online yang telah diterapkan oleh para pebisnis online yang lebih dahulu sukses. Ada sistem kerjasama review dengan Blogger, Influencer, penanaman link afiliasi, dll.

Semua model bisnis harus dipelajari sampai menemukan model yang tepat supaya bisnis dapat berjalan dan menghasilkan.

Buat Produk dan Website Resmi.

Apalah artinya jualan tapi tidak menampilkan produk? Pastinya kurang greget dan bisa dibilang hoax, dong! Lakukan pemotretan produk dengan angel semenarik mungkin. Setelahnya, buat website resmi untuk mengunggah produk. Website ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai katalog produk dan memudahkan pemasaran ketika ada pelanggan yang menanyakannya.

Pasarkan!

Setelah semua ready, segera lakukan pemasaran. Gunakan semua channel dan akun yang telah dibuat. Terus lakukan promosi dan jangan lupa selalu adakan evaluasi atas promosi yang telah dilakukan.

Cara Mudah Memulai Bisnis Online bisa langsung dicoba jika kalian akan atau sedang memulai bisnis online. 😉

Menggali Potensi Masing-Masing dari Rumah

Menggali Potensi Masing-Masing dari Rumah – Pada masa awal-awal pemerintah mengeluarkan kebijakan WFH (work from home) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, tempat kerjaku juga memberlakukan WFH meski hanya satu minggu saja.

Pelaksanaan WFH memang hanya seminggu, namun dampaknya bagi saya luar biasa. Saya bilang luar biasa karena sebagai working mom, saya masih merasa susah membagi waktu untuk keluarga, khususnya untuk anak saya yang saat ini berusia 4.5 tahun. Tahu sendirilah, anak-anak sangat membutuhkan sosok orang tua sebagai pendamping dalam tiap aktivitasnya. Apalagi ketika masih balita, dia masih belajar banyak hal.

Saya WFH, suami tidak WFH, dan anak saya yang saat ini sekolah di PAUD juga diliburkan karena pemerintah memberikan kebijakan SFH (school from home) sampai batas waktu yang belum diketahui. Di sini lah saya merasa bahagia. Meski WFH hanya satu minggu, tapi seperti yang saya bilang tadi, saya merasa beruntung karena setidaknya punya waktu intens bersama anak.

Tabungan Anak Untuk Study Abroad

Nah, ketika sama-sama di rumah, banyak hal yang kami lakukan bersama maupun mandiri. Saya mengajak Kecemut untuk berkreasi dan kami menggali potensi masing-masing.

Anak-anak diminta untuk berkarya.

Belajar dari rumah, guru membuatkan jadwal kegiatan untuk belajar di rumah. Alhamdulillaah…jadwal yang diberikan cukup variatif, sehingga anak tidak merasa bosan. Variatif yang saya maksud yaitu kegiatan tidak hanya mengacu pada buku pelajaran di sekolah. Tapi lebih pada perilaku harian dan hobby.

Mengerjakan soal-soal pada buku pelajaran menurut saya sudah biasa. Namun ketika anak diminta untuk olah suara, olah rasa, dan olah raga, ini menjadi pengalaman sangat berharga buat saya. Ketika melihat anak menari, misalnya. Rasanya surprise banget ketika menangkap gerakan kakinya yang lincah dan gerakan tangannya yang begitu gemulai. Ada rasa tidak percaya bahwa dia seperti ada bakat menari karena saya sendiri tidak bisa menari. Ini salah satu alasan kami lebih sering memilih untuk menggali potensi masing-masing dari rumah 😀

Anak-anak diwajibkan belajar melalui channel TVRI.

Belajar dari rumah, mendikbud menghimbau kepada anak sekolah untuk belajar melalui channel TVRI. Semenjak ada himbauan ini, guru di sekolah Kecemut tidak lagi membuat jadwal pelajaran. Anak-anak diminta untuk nonton dan setelahnya guru memberikan beberapa pertanyaan melalui WAG yang digunakan sebagai salah satu media komunikasi.

Setiap anak mendapatkan pertanyaan yang berbeda. Cara menjawabnya pun beragam sesuai imstruksi dari wali guru. Ada yang diminta menggunakan voice note, video, rekaman, foto, dll. Belajar dari rumah pun terasa lebih menyenangkan.

Mengakses youtube kids.

Anak zaman sekarang pasti mengenal youtube. Tidak usah menunggu sampai usia lima tahun karena sejak usia batita, ada beberapa orang tua yang memutarkan tontonan lucu-lucu seperti kartun melalui youtube.

Selama SFH, saya juga memberikan akses kepada Kecemut untuk nonton beberapa channel edukasi, gitu. Belajar menulis, belajar melafalkan, sampai belajar membuat prakarya yang sederhana.

Dari beberapa kegiatan yang telah dipraktikan, ternyata dia sangat tertarik dengan membuat prakarya dan kurang begitu berminat dengan mewarnai. Namun jika diminta untuk menggambar, dia sukaaa. 😀

Belajar membuat tampilan desain yang menarik.

Kali ini giliran saya yang berkegiatan dari rumah, ya. 😀 Pekerjaan saya di kantor, tuh, sudah terjadwal dari minggu pertama sampai minggu terakhir tiap bulannya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kecuali aplikasi yang digunakan untuk kerja sedang bermasalah. 😀 Selebihnya, yaitu kerjaan atas perintah atasan dan permintaan Eselon 1. Jadi selama WFH, saya lebih mengoptimalkan diri untuk menambah ilmu melalui channel atau akun favorit. Belajar membuat tampilan desain toko online, misalnya.

Ya, hobi ini dulu sempat berhenti karena saya tidak dapat membagi waktu antara mengurus keluarga, pekerjaan kantor dan kerjaan sambilan sebagai blogger. Alhamdulillaah…ketika anak mulai tumbuh besar, saya bisa kembali bermain-main dengan toko online. Yups, membuat toko online untuk pribadi dan beberapa klien. Karena ingin memberikan yang terbaik, saya belajar lagi, dong. Istilahnya, mengupgrade ilmu dan kemampuan supaya bisa mendpatkan karya yang terbaik khususnya untuk klien.

Quality time! 

Quality time menjadi akhir kegiatan selama berkegiatan di rumah. Maksudnya, kami mempunyai waktu untuk bercerita, berdua, mengenai hal-hal yang disukai maupun kurang disukai. Saya pun membuat catatan kecil khusus buat Kecemut yang berisi evaluasi selama berkegiatan di rumah.

Mulai dari sini, setidaknya saya dapat memaksimalkan bakat atau potensi yang dia miliki untuk bekal belajar kedepannya. Eh iya, saya tidak menuliskan kegiatan suami, ya. Soalnya dia, tuh, tidak membuat kegiatan spesial selama masa pandemi ini. Hahaha.

Btw, kalian punya kegiatan seru selama berkegiatan di rumah? Boleh dong bagi cerita. 😀

Tips Supaya Anak Betah di Rumah

Tips Supaya Anak Betah di Rumah – Saya salut sama anak rumahan yang nampak bahagia, ngga pernah menunjukan rasa galau apalagi mengeluh dengan kegiatan-kegiatannya selama di rumah. Kepo banget, kira-kira dia punya jimat apa, kok, bisa betah di rumah, ya? Hahaha.

Eeeh…emang sekarang ada, gitu, anak rumahan? Ada, dong. Tentu mereka adalah anak-anak yang emang lebih nyaman berkegiatan di dalam rumah ketimbang di luar rumah. Lebih memilih rumah sebagai tempat untuk belajar, sharing, dan mendapat pengetahuan baru.

Saat masih duduk di bangku MTs, saya punya teman (adik kelas) yang sama sekali ngga suka main apalagi keluyuran sampai tak kenal waktu. Saya tanya-tanya, dong,  karena penasaran. 😀 Ternyata emang sedari kecil dia jarang main, jarang keluar rumah, padahal saya tahu persis bahwa orang tuanya, tuh, tergolong orang tua yang bijak dan ngga ribet. Bukan tipikal orang tua yang suka marah-marah seperti Ibuk Wita. 😆

me time di rumah

Tips Supaya Anak Betah di Rumah.

Btw, jumlah anak rumahan sekarang mendadak banyak, lho. Namun mereka bukan anak rumahan beneran. Maksud saya, mereka banyak berdiam diri di rumah karena saat ini memang disarankan untuk tetap #DiRumahSaja karena sedang ada wabah virus corona. Atas adanya pandemi ini, orang tua pun ikut berusaha dan menyiapkan segala cara supaya anak-anak khususnya pada betah di rumah. Nah, berikut 4 cara agar keluarga betah di rumah.

1. Menyiapkan Materi Sesuai Hobi atau Minat.

Berdiam diri di rumah tanpa ada kreasi, tuh, seperti mati kutu. Bengong, melamun, makan, tidur, nonton tv, malas mandi, mungkin aktivitas tersebut akan berulang-ulang tiap harinya. Rutinitas yang kurang sehat buat keluarga. Makanya, sebagai orang tua musti menyiapkan bahan atau materi yang dapat membuat anak-anak makin betah di rumah. Ada baiknya apa-apa yang akan disiapkan, tuh, disesuaikan dengan hobi atau minat anak supaya mereka ada semangat untuk berkreasi dan menjadi pembelajar.

4 Cara Agar Tetap Betah di Rumah

Anak-anak suka mewarnai? Siapkan saja materi dan bahan-bahannya. Anak-anak suka bikin kue? Bantu siapkan juga bahan dan peralatannya. Anak-anak sedang ingin bermain apa? Coba tanyakan langsung supaya mainan yang dibeli sesuai dengan keinginannya.

2. Menyiapkan  Bacaan.

Di zaman serba digital, kadang anak-anak cenderung lebih tertarik dan betah belajar menggunakan media gadget. Orang tua pun mau tidak mau harus memahami hal ini. Banyak bahan bacaan favorit yang dapat diunduh melalui internet, seperti e-book  atau bahkan aplikasi.

Bagaimana jika anak tidak atau belum suka membaca? Orang tua bisa membacakannya layaknya sedang membacakan dongeng. Jika masih usia dini, banyak tertariknya. Kalau sudah sekolah menengah atau kuliah, beda lagi, dong. Mereka bisa dibelikan novel atau buku bacaan lain yang kiranya menarik buat mereka.

3. Membuat Kegiatan Asyik Bersama Keluarga.

Ini PR paling menantang buat para orang tua karena membuat kegiatan asyik bersama keluarga membutuhkan kekompakan, harus salkng bersinergi supaya anak-anak tidak bosan. Kegiatan berkebun, misalnya. Seluruh personil harus terlibat dalam kegiatan mengasyikkan ini sehingga ada semangat. Bagi tugas itu penting karena seringan apapun tugas yang diberikan kepada anak-anak, mereka akan belajar menyelesaikannya.

4. Menyiapkan Resep Menu Makanan Baru.

Setelah melakukan banyak kegiatan di rumah, asupan bagi tubuh itu penting supaya badan tetap sehat dan tetap semangat dalam beraktivitas.

Menyiapkan resep menu makanan baru menjadi penting karena selama masa-masa pandemi ini ternyata banyak ngemilnya. 😀 Makanan baru yang saya maksud yaitu makanan yang fresh, bukan makanan sisa. Tapi ya syukur-syukur tiap hari bisa menyiapkan dan menjajal resep makanan baru supaya ada variasi, gitu. Ngga monoton. Duhh…cilok teruusss. 😆

MENU BUKA PUASA

Dalam menyiapkan atau membuat makanan, jangan lupa libatkan anak-anak. Yaaa…siapa tahu anak berminat untuk ikut membuatnya. Atau, kalau ngga mereka dimintai tolong untuk membantu kegiatan yang ringan-ringan. Mengupas atau potong-potong, misalnya.

Mendadak menjadi anak rumahan itu no problem. Karena memang banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan di rumah bersama keluarga maupun teman. Terlebih disaat masa-masa sulit seperti ini, ya. Betul-betul harus bisa improve dan menciptakan hal-hal baru agar tetap betah di rumah.

Rencana Ngedate Setelah Covid

Rencana Ngedate Setelah Covid – Ini yang bakal aku lakukan jika Covid-19 berakhir. Tema hari ke tujuh #30DayBlogChallenge yang diselenggarakan oleh BPN (Blogger Perempuan Network) memberi angin segar dan optimisme jika wabah virus corona di Indonesia akan segera berakhir.

Rasa-rasanya seperti mimpi setelah beberapa bulan banyak menjalankan kegiatab #DiRumaAja dan sudah mulai terbiasa membatasi kegiatan di luar rumah, tapi nantinya harus kembali menjalankan aktivitas seperti biasa sebelum ada pandemi covid-19. Pasti butuh penyesuaian lagi, kan. Apalagi penyebab untuk tetap di rumah saja yaitu karena adanya wabah virus yang membahayakan, selain membutuhkan penyesuaian, pasti tetap ada rasa was was untuk kembali hidup normal dan bertemu banyak orang termasuk keluarga, saudara, dan teman.

Agenda naik transportasi umum, misalnya. Ya, saya punya agenda bulanan naik Bus bersama kecemut. Tiap bulannya, saya selalu menyempatkan baik untuk sekadar jalan berdua (atau istilah kami adalah ngukur dalan karena hanya mengikuti kemana Bus melaju), maupun untuk pergi keluar kota untuk suatu keperluan.

Ngedate Menggunakan Transportasi Umum.

Saat di dalam Bus, Kecemut punya kebiasaan berdiri di atas kursi sambil pegangan besi supaya tetap aman saat kendaraan melaju. Maklum, sudah besar sukanya ngga mau dipegangin. 😀 Sementara saat ini, masyarakat dihimbau untuk tidak sembarangan memegang benda-benda karena ada kemungkinan virus corona menempel pada benda-benda.

JIKA COVID-19 BERAKHIR

Nampaknya memang sepele perihal himbauan untuk tidak memegang benda-benda di tempat umum. Namun jika sudah tahu dampaknya, ketika wabah berakhir pun sepertinya masih parno untuk hal ini, ya. 😀

Jadi, jika Covid-19 berakhir, saya ingin kembali mengajak Kecemut untuk naik bus. Saya juga punya janji akan mengajaknya naik Trans Jateng dengan rute Purbalingga-Purwokerto. Dalam hal ini, tentu kami tidak hanya berdua, ada Tante Bening yang biasanya menemani perjalanan kami.

Rencana Ngedate Setelah Covid Berlalu.

Pasti ada tujuan karena sebelum datang wabah Covid-19, kami sempat ada janji untuk staycation, renang, termasuk naik Trans Jateng. 😀 Ada keinginan juga untuk mengajak Kecemut ke toko mainan yang lumayan banyak pilihan di Purwokerto karena di Banjarnegara jarang banget toko mainan anak yang lengkap, gitu.

Kalau orang lain sudah menulis banyak keinginan atau bahkan telah menyiapkan sederet whistlist saat Covid-19 berakhir, saya cukup satu saja dulu yaitu ngedate. Kangen rasanya lama tidak tatap muka, jalan bareng meski ujung-ujungnya duduk dowang, ngobrol yang selalu tidak ada muaranya, nyobain kuliner baru, atau dibayarin pas nonton. 😆 Siapa yang lagi punya duit, ya berarti dia yang menanggungnya segala pengeluaran. 😀

Semoga wabah virus corona cepat berakhir, ya. Simulasi akhir pandemi Covid-19 di beberapa negara yang saya baca di website Kumparan, wabah Covid-19 di Indonesia bakal berakhir di bulan Juni. Semoga masyarakat Indonesia mau kerjasama melawan Corona lebih gigih lagi.

Eh, cukup satu dulu whislistnya, selebihnya menyusul kalau sudah ketemu. Soalnya harus berhitung dulu biar ngga tekor, sih. 😀

Kawasan Wajib Memakai Masker

Kawasan Wajib Memakai Masker – Masker seketika menjadi salah satu barang yang paling hits dan banyak dicari oleh masyarakat ketika wabah virus covid-19 menjangkiti Indonesia. Bagaimana tidak? Seluruh masyarakat Indonesia yang hendak keluar rumah diwajibkan untuk mengenakan masker. Ya, seluruh lapisan masyarakat, tidak pandang buli, termasuk para petani yang hendak ke ladang. 😀

Pemakaian masker merupakan himbauan dari pemerintah sebagai salah satu upaya mengurangi risiko penyebaran virus corona. Kalau sudah seperti ini, permintaan masker pastinya melonjak, dong. Ya bayangkan saja, tiap orang membutuhkan minimal 2 masker dalam sehari. Ini golongan masyarakat biasa lho, yaa. Belum lagi para tenaga medis yang entah membutuhkan berapa masker dalam sehari. Mungkin 2 masker juga, tapi masker sekali pakai. Masker bedah, gitu. Coba dikalikan jumlah warga Indonesia. Bayangkan saja, cukup bayangkan, tidak usah repot berhitung. 😀

Masker pun mendadak langka! Oh, INDONESIA. 😆

Kira-kira awal Maret, teman saya diminta atasan untuk belanja kebutuhan pegawai sekaligus untuk pelayanan masyarakat berkaitan dengan penanganan covid-19 di lingkungan instansi. Saya cukup terkejut ketika dia mengabarkan bahwa stok masker di apotek habis, ludes, dan tidak tahu kapan ada stok lagi. Kan emejing banged!

Kawasan Wajib Memakai Masker.

Karena termasuk kebutuhan mendesak, dia pun mencoba untuk membeli masker secara online. Saya kembali terkejut ketika tahu bahwa harga masker ternyata tidak normal. Kalau tidak salah ingat, masker yang biasanya dijual dengan harga 3ribu/pcs, saat itu juga harganya mencapai 20ribu/pcs. Uniknya, nih, dengan harga segitu saja masih pre order! 😀 Dana, sih, ada. Tapi harus irit karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dibeli. Tempat cuci tangan, misalnya.

MASKER KAIN UNTUK VIRUS CORONA

Agaknya bohong banget karena banyak beredar berita tentang penimbunan masker. Kalian masih ingat, dong? 😆

Teman saya pun akhirnya berikhtiar untuk mendapatkan masker dengan cara lain yaitu dengan melayangkan surat permohonan permintaan bantuan masker kepada dinas kesehatan setempat. Alhamdulillaah permohonan pun membuahkan hasil. Kami mendapatkan bantuan masker bedah kira-kira untuk stok selama 1 minggu. Lumayan, sembari menunggu ketersediaan di toko.

Kurangnya edukasi sejak dini tentang masker.

Dinas Kesehatan mungkin menyediakan banyak masker bedah untuk dibagikan kepada instansi yang membutuhkan berdasarkan prioritas. Sayangnya, karena tidak paham jenis-jenis masker, kami pun tetap mengenakan masker bedah. Padahal masker tersebut harusnya dipakai oleh para tenaga medis. Sementara kami bisa memakai masker kain. Ya maaf, telat tahu. 🙁

Oiya, pemakaian masker kain pun ternyata ada standarnya, tidak asal-asalan masker kain supaya tepat fungsi. Diusahkan masker kain agak tebal atau tiga lapis supaya dapat menghalau sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Dan kalau sudah punya masker, jangan lupa dipakai saat bepergian. Apalagi ketika oergi ke tempat-tempat tertentu yang mengharuskan kalian memakai masker.

Kalian wajib memakai masker ketika mengunjungi tempat berikut!

Eh…emang ada kawasan wajib mengenakan masker? Ada, dong! Kawasan yang saya maksud adalah tempat-tempat tertentu yang memang telah menerapkan aturan atau kesepakatan untuk melawan penyebaran virus corona.

Berikut beberapa kawasan yang mengharuskan kalian untuk memakai masker.

Tempat layanan kesehatan.

Dua kali saya mengunjungi tempat layanan kesehatan dan satpam dengan tegas tidak memberikan izin masuk kepada masyarakat yang tidak memakai masker. Keperluan mereka saat itu untuk periksa. Namun karena sudah menjadi aturan, ya harus dilaksanakan.

Kawasan Perkantoran.

Ada yang betul-betul ketat, ada juga yang masih KKN. Tidak memakai masker, harap balik kanan, terus memakainya. Entah bagaimana cara mendapatkan masker. Tapi kalau sudah kenal dengan petugas, kadang tetap diberi izin masuk untuk mengurus keperluan. Ini namanya KKN. Namun dari sekian banyak kantor di Banjarnegara, baik instansi pemerintah maupun swasta, lebih banyak kantor yang mematuhi protokol kesehatan covid-19, ketimbang yang melanggar.

Tempat perbelanjaan.

Bukan pasar, bukan! Bisa dibilang supermarket atau mal. Kalau di Banjarnegara seperti Topaz dan Depo Pelita. Tempat perbelanjaan yang lumayan gede dan dijaga lumayan ketat di pintu masuk. Jika tidak memakai masker, kalian tidak bisa masuk ke tempat perbelanjaan.

Tapi tidak usah khawatir, karena ada tempat layanan kesehatan dan tempat perbelanjaan yang menyediakan masker khusus untuk masyarakat yang bandel. Ada yang gratis, ada juga yang bayar. Apapun itu, terpenting terus gunakan masker ketika keluar rumah, ya. Untuk hidup lebih sehat dan semoga terhindar dari virus corona. 😉

Btw, selain tiga kawasan wajib memakai masker di atas, adakah kawasan lain? Boleh dong share di kolom komentar, yaaaaa!

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik – Bekerja pada sebuah kantor yang salah satu tugas utamanya yaitu melayani masyarkat, saya menyadari betul bahwa cukup susah rasanya bagi atasan untuk mengambil kebijakan perihal WFH (Work At Home) atau beraktivitas di rumah saat sedang ada wabah covid-19 seperti sekarang ini. Atasan yang saya maksud di sini adalah Eselon 1. Siapa, sih, Eselon 1? Ayoo silakan googling saja bagi yang belum tahu. 😆

Meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk WFH. Beberapa Kementerian/Lembaga ada yang langsung mengeksekusi kebijakan tersebut, ada pula yang membutuhkan waktu lama dalam mengambil kebijakan karena harus mempertimbangkan banyak faktor. Seperti kantor tempat saya bekerja.

Eselon 1 memang sudah membuat SE (Surat Edaran) yang ditujukan kepada satuan kerja di bawahnya. Namun pengambilan kebijakan tetap diserahkan kepada satuan kerja dengan merujuk pada SE tersebut. Hasilnya? Kebijakan antar satuan kerja di bawahnya pun tidak sama karena menyesuaikan situasi dan kondisi di kota tau kabupaten masing-masing. Hal ini tentu membuat pimpinan kantor pusing! 😀

Etdaah…serius amat yaa dari tadi ngomongin kebijakan. 😛 Yaaaa emang gitu kalau ngobrolin pekerjaan, ngga ada bercandanya. 😀 Lanjut, yaaa!

Social Distancing pada Kantor Pelayanan Publik.

Kantor tempat saya bekerja berjuang untuk menerapkan WFH dan telah melakukan social distancing. Saya mengatakan berjuang karena pandemi covid-19 datang tiba-tiba. Penyebaran virusnya pun tidak dapat diprediksi karena betul-betul bergantung kepada kesadaran masyarakat Indonesia. Sementara pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat tidak bisa diberhentikan seketika karena sudah terjadwal dengan rapih.

Lalu, kenapa tidak dijadwalkan ulang?

Sudah, dong. Kami telah menjadwal ulang bahkan menundanya sampai batas waktu pandemi berakhir. Hanya saja yang sudah terjadwalkan pada bulan Maret lalu tidak dapat reschedule karena terlalu mendadak.  Solusinya? Tetap ada solusi yang solutif. Kantor membatasi jam pelayanan sebagai salah satu penerapan social distancing.

Istilah social distancing muncul dan makin popular karena dianggap sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Social Distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Penerapan Social Distancing Pada Layanan Publik.

Sebagai salah satu kantor pelayanan masyarakat, sudah dipastikan banyak orang berdatangan tiap harinya. Beruntungnya mulai awal bulan April, pimpinan sudah mulai mengambil kebijakan untuk mulai memberlakukan social distancing dalam pelayanan. Berikut beberapa penerapan social distancing pada kantor pelayanan masyarakat, khususnya tempat saya bekerja:

1. Pembagian tugas internal pegawai.

Tanpa mengurangi tanggung jawab pada pekerjaan, WFH tetap diberlakukan dengan sistem seperti shift. Misalnya, personil Bidang Sekretariat pada satuan kerja dibagi menjadi dua shift; satu minggu bekerja di kantor dan satu minggu WFH. Ini kami terapkan hanya satu minggu saja. Selanjutnya masuk seperti biasa dengan mengurangi jam kerja.

Untuk dapat melaksanakan hal seperti ini sangat mudah, bagian IT cukup mempersiapkan sistem perkantoran sampai bisa diakses dari rumah. Sementara untuk pelayanan yang mengharuskan tatap muka, dilakukan penjadwalan juga. Hanya saja bagi yang WFH, tuh, waktu di rumah digunakan untuk istirahat. 😛

2. Membatasi jam layanan.

Mengedukasi kepada masyarakat perihal pembatasan jam layanan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Banyak yang melayangkan komentar negatif meski sudah tahu bahwa Indonesia masih dalam masa pandemi. Membatasi jam layanan bukan berarti ASN tidak bertanggungjawab, namun lebih pada mematuhi peraturan.

Pembatasan jam layanan ini berlaku untuk bagian pendaftaran dan pengambilan produk. Jadi, jam layanan yang tadinya dimulai pukul 08.00-16.00 WIB, saat ini menjadi pukul 08.00-12.00 WIB. Kantor tidak ada maksud menyusahkan masyarakat lho, ya. Yaaaa…kebayang jika tidak ada pembatasan jam pelayanan, maka akan ada banyak orang berdatangan dari berbagai daerah dan tidak menutup kemungkinan dapat menambah penyebaran covid-19.

3. Memberi ruang khusus dan jaga jarak.

Baik antara yang melayani dengan yang dilayani, maupun antar masyarakat yang datang ke kantor. Ketersediaan ruang khusus dengan jarak interaksi minimal 1.5 meter sebagai salah bentuk penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19. Tentu dibantu dengan alat pengeras suara atau petugas khusus untuk memudahkan komunikasi dan  koordinasi.

Selanjutnya adalah tempat duduk. Jarak antar kursi juga harus diperhatikan. Dengan memberi jarak minimal 1 meter antar kursi dapat meminimalkan penularan virus corona.

4. Menyediakan fasilitas publik sesuai kebutuhan.

Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan baru terkait penggunaan anggaran pada masa pandemi ini. Mereka menyediakan akun khusus untuk belanja kebutuhan terkait dengan pengadaan fasilitas atau bahan-bahan untuk pencegahan virus corona seperti pengadaan alat cuci tanga, masker, dll.

Social distancing bukan berarti menuntut seseorang mengunci diri sendiri di dalam rumah. Sebab, mengunci diri sendiri di rumah justru kurang baik bagi tubuh karena tidak mendapat paparan sinar matahari. Maka dari itu, pemerintah pun mengganti istilah social distancing menjadi physical distancing dengan harapan setiap orang bisa saling menguatkan dan berhubungan satu sama lain, meski secara fisik tidak bisa berdekatan.

Semoga dengan adanya penerapan social distancing pada kantor pelayanan publik dapat mengurangi penyebaran covid-19. 🙂

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19 – Saya termasuk orang yang paling parno ketika mendengar kabar tentang penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Saking parnonya, saban hari saya aktif melakukan update berita tentang virus tersebut melalui gawai.

Ada rasa khawatir bahkan takut ketika bertemu dengan rekan kerja yang berdomisili di zona merah. Yups, rekan kerja saya, tuh, dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Makanya hampir tiap hari saya update kota atau kabupaten yang sudah masuk zona merah. Kurang kerjaan banget ngga, sih? Dan lama-lama lelah otak ini, Sist. 🙁 Terlebih saat membaca berita tentang perjuangan para tenaga medis dan beberapa dari mereka ada yang pada meninggal dunia. Hati ini rasanya nyeri.

Keluarga, khususnya Ibu saya, sempat mengatakan bahwa saya terlalu berlebihan dalam menyikapi pandemi ini. Lha gimana saya bisa santai, ya, secara di dalam perut ini ada satu nyawa yang harus saya jaga. Ini yang paling membuat saya was was. Yaa…meski dengar-dengar virus tersebut kecil kemungkinan menyerang pada bayi yang masih dalam perut tapi sebagai seorang Ibu, saya harus ekstra menjaga kesehatan dan terus melakukan tindakan preventif agar terhindar dari penyebaran virus covid-19.

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19

Omong-omong tentang tindakan preventif, setidaknya ada 4 cara mengurangi risiko terinfeksi virus covid-19 dengan melakukan langkah pencegahan sebagai berikut:

Yuk! Sering Mencuci Tangan.

Sering mencuci tangan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Apakah kalian masih ingat ada peringatan hari cuci tangan sedunia? Sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Tata cara mencuci tangan dengan benar pun sering disosialisasikan, ya. Tidak asal-asalan. Disarankan banget, mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan menggunakan sabun. Ini cara paling efektif. Namun, jika tidak mendapatkan air bersih, kalian bisa menggunakan cairan antiseptic berbahan dasar alkohol.

Oiya, ada baiknya menyediakan air bersih atau antiseptic di depan rumah untuk para tetamu yang hendak masuk ke rumah. Lebih baik menjaga, bukan?

Tetap Jaga Jarak dengan Siapapun!

Ketika tempat-tempat umum mulai menerapkan himbauan untuk jaga jarak, tidak sedikit orang yang berkomentar bahwa hal ini berlebihan. Apalagi ditambah keluarnya himbauan untuk tidak berkerumun, sangat berlebihan, katanya. Namun, banyaknya edukasi perihal jaga jarak ini, pelan-pelan masyarakat dapat menerima dan melaksanakannya.

sumpit suki
Sendiok dibikin sumpit… 😀

Jaga jarak ini tidak hanya berlaku antara orang yang sehat dan sakit. Sesama orang sehat saja sekarang harus jaga jarak karena virus covid-19 ini dapat menular dengan mudah. Terlebih ketika berdekatan dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin, harus jaga jarak karena dikhawatirkan percikan yang dikeluarkan dapat membawa virus. Kebayang kalau tidak jaga jarak, kan? Bisa jadi dengan mudah menghirup atau terkena percikan tersebut padahal percikan ini dapat membawa virus. Nah, khawatirnya yang batuk atau bersin ini sudah terjangkit virus covid-19, lebih berjaga-jaga.

Gunakan Masker Tiap Keluar Rumah!

Gimana rasanya tiap keluar rumah harus memakai masker? Biasa saja, kan? 😀 Sebelum ada virus corona, tiap berangkat kerja juga saya memakai masker. Hanya saja fungsinya beda, saat itu hanya untuk meminimalisir masuknya polusi udara. Sementara sekarang, fungsi masker lebih untuk menjaga dan mengurangi risiko terinfeksi covid-19.

WHO memberikan dukungan dan menganjurkan untuk memakai masker karena aksi ini dirasa lebih efektif menekan penyebaran virus covid-19 seperti yang sebelumnya sudah diterapkan di Republik Ceko.

MASKER KAIN UNTUK VIRUS CORONA

Satu hal yang perlu diperhatikan tentang pemakaian masker yaitu dari bahannya. Pada dasarnya, masker yang sesuai standar pencegahan penularan virus adalah masker bedah, masker sekali pakai yang memiliki lapisan ganda. Namun karena ketersediaan masker tersebut sangat minim, masker tersebut diprioritaskan untuk para tenaga medis. Termasuk masker N95. Lalu, masker seperti apa yang dapat digunakan oleh masyarakat? Yaitu masker kain, masker yang bisa dicuci. Pemakaian masker kain ini juga sudah dianjurkan oleh WHO.

Masker kain ini juga hendaknya diganti setiap 4 jam sekali. Jangan lupa setelah selesai dipakai, ambil bagian tali yang disangkutkan ke telinga, jangan memegang bagian depan kain karena pasti sudah kotor. Cuci bersih menggunakan sabun supaya bisa digunakan lagi esoknya.

Tetap Tinggal di Rumah

Yups, jika tidak ada keperluan yang penting banget, usahakan untuk tetap di rumah. Apalagi jika kalian sedang merasa kurang sehat, lebih baik di rumah saja untuk lebih aman. Cari aktivitas atau kegiatan di rumah yang berfaedah, syukur-syukur bisa menghasilkan materi dari rumah. Alhamdulillaah. 🙂

Ikon Lampung 3

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19.

FYI, saat ini ada istilah OTG (Orang Tanpa Gejala), ya. OTG adalah seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19. Kontak erat adalah aktivitas berupa kontak fisik, berada dalam ruangan, ataupun telah berkunjung, dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus PDP atau positif Covid-19, dalam waktu 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Siapa saja yang termasuk kontak erat?

Menurut Kemenkes, individu dengan kategori ini, masuk dalam kategori kontak erat yaitu:

  • Petugas medis yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai standar.
  • Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien virus corona (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, atau acara besar) dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami gejala dan hingga 14 hari setelahnya.
  • Orang yang bepergian bersama (dalam radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut maupun kendaraan dalam 2 hari sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul gejala.

Maka dari itu, jadilah masyarakat yang patuh pada peraturan dan lakukan 4 cara di atas untuk mengurangi risiko terinfeksi virus covid-19. Sebagai tambahan pengetahuan dan informasi, bagi kalian yang ingin test virus corona, silakan langsung menuju laman web Halodoc.

Baca juga: