Kawasan Wajib Memakai Masker

Kawasan Wajib Memakai MaskerMasker seketika menjadi salah satu barang yang paling hits dan banyak dicari oleh masyarakat ketika wabah virus covid-19 menjangkiti Indonesia. Bagaimana tidak? Seluruh masyarakat Indonesia yang hendak keluar rumah diwajibkan untuk mengenakan masker. Ya, seluruh lapisan masyarakat, tidak pandang buli, termasuk para petani yang hendak ke ladang. 😀

Pemakaian masker merupakan himbauan dari pemerintah sebagai salah satu upaya mengurangi risiko penyebaran virus corona. Kalau sudah seperti ini, permintaan masker pastinya melonjak, dong. Ya bayangkan saja, tiap orang membutuhkan minimal 2 masker dalam sehari. Ini golongan masyarakat biasa lho, yaa. Belum lagi para tenaga medis yang entah membutuhkan berapa masker dalam sehari. Mungkin 2 masker juga, tapi masker sekali pakai. Masker bedah, gitu. Coba dikalikan jumlah warga Indonesia. Bayangkan saja, cukup bayangkan, tidak usah repot berhitung. 😀

Masker pun mendadak langka! Oh, INDONESIA. 😆

Kira-kira awal Maret, teman saya diminta atasan untuk belanja kebutuhan pegawai sekaligus untuk pelayanan masyarakat berkaitan dengan penanganan covid-19 di lingkungan instansi. Saya cukup terkejut ketika dia mengabarkan bahwa stok masker di apotek habis, ludes, dan tidak tahu kapan ada stok lagi. Kan emejing banged!

Kawasan Wajib Memakai Masker.

Karena termasuk kebutuhan mendesak, dia pun mencoba untuk membeli masker secara online. Saya kembali terkejut ketika tahu bahwa harga masker ternyata tidak normal. Kalau tidak salah ingat, masker yang biasanya dijual dengan harga 3ribu/pcs, saat itu juga harganya mencapai 20ribu/pcs. Uniknya, nih, dengan harga segitu saja masih pre order! 😀 Dana, sih, ada. Tapi harus irit karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dibeli. Tempat cuci tangan, misalnya.

MASKER KAIN UNTUK VIRUS CORONA

Agaknya bohong banget karena banyak beredar berita tentang penimbunan masker. Kalian masih ingat, dong? 😆

Teman saya pun akhirnya berikhtiar untuk mendapatkan masker dengan cara lain yaitu dengan melayangkan surat permohonan permintaan bantuan masker kepada dinas kesehatan setempat. Alhamdulillaah permohonan pun membuahkan hasil. Kami mendapatkan bantuan masker bedah kira-kira untuk stok selama 1 minggu. Lumayan, sembari menunggu ketersediaan di toko.

Kurangnya edukasi sejak dini tentang masker.

Dinas Kesehatan mungkin menyediakan banyak masker bedah untuk dibagikan kepada instansi yang membutuhkan berdasarkan prioritas. Sayangnya, karena tidak paham jenis-jenis masker, kami pun tetap mengenakan masker bedah. Padahal masker tersebut harusnya dipakai oleh para tenaga medis. Sementara kami bisa memakai masker kain. Ya maaf, telat tahu. 🙁

Oiya, pemakaian masker kain pun ternyata ada standarnya, tidak asal-asalan masker kain supaya tepat fungsi. Diusahkan masker kain agak tebal atau tiga lapis supaya dapat menghalau sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Dan kalau sudah punya masker, jangan lupa dipakai saat bepergian. Apalagi ketika oergi ke tempat-tempat tertentu yang mengharuskan kalian memakai masker.

Kalian wajib memakai masker ketika mengunjungi tempat berikut!

Eh…emang ada kawasan wajib mengenakan masker? Ada, dong! Kawasan yang saya maksud adalah tempat-tempat tertentu yang memang telah menerapkan aturan atau kesepakatan untuk melawan penyebaran virus corona.

Berikut beberapa kawasan yang mengharuskan kalian untuk memakai masker.

Tempat layanan kesehatan.

Dua kali saya mengunjungi tempat layanan kesehatan dan satpam dengan tegas tidak memberikan izin masuk kepada masyarakat yang tidak memakai masker. Keperluan mereka saat itu untuk periksa. Namun karena sudah menjadi aturan, ya harus dilaksanakan.

Kawasan Perkantoran.

Ada yang betul-betul ketat, ada juga yang masih KKN. Tidak memakai masker, harap balik kanan, terus memakainya. Entah bagaimana cara mendapatkan masker. Tapi kalau sudah kenal dengan petugas, kadang tetap diberi izin masuk untuk mengurus keperluan. Ini namanya KKN. Namun dari sekian banyak kantor di Banjarnegara, baik instansi pemerintah maupun swasta, lebih banyak kantor yang mematuhi protokol kesehatan covid-19, ketimbang yang melanggar.

Tempat perbelanjaan.

Bukan pasar, bukan! Bisa dibilang supermarket atau mal. Kalau di Banjarnegara seperti Topaz dan Depo Pelita. Tempat perbelanjaan yang lumayan gede dan dijaga lumayan ketat di pintu masuk. Jika tidak memakai masker, kalian tidak bisa masuk ke tempat perbelanjaan.

Tapi tidak usah khawatir, karena ada tempat layanan kesehatan dan tempat perbelanjaan yang menyediakan masker khusus untuk masyarakat yang bandel. Ada yang gratis, ada juga yang bayar. Apapun itu, terpenting terus gunakan masker ketika keluar rumah, ya. Untuk hidup lebih sehat dan semoga terhindar dari virus corona. 😉

Btw, selain tiga kawasan wajib memakai masker di atas, adakah kawasan lain? Boleh dong share di kolom komentar, yaaaaa!

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik

Penerapan Social Distancing Pada Kantor Pelayanan Publik – Bekerja pada sebuah kantor yang salah satu tugas utamanya yaitu melayani masyarkat, saya menyadari betul bahwa cukup susah rasanya bagi atasan untuk mengambil kebijakan perihal WFH (Work At Home) atau beraktivitas di rumah saat sedang ada wabah covid-19 seperti sekarang ini. Atasan yang saya maksud di sini adalah Eselon 1. Siapa, sih, Eselon 1? Ayoo silakan googling saja bagi yang belum tahu. 😆

Meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk WFH. Beberapa Kementerian/Lembaga ada yang langsung mengeksekusi kebijakan tersebut, ada pula yang membutuhkan waktu lama dalam mengambil kebijakan karena harus mempertimbangkan banyak faktor. Seperti kantor tempat saya bekerja.

Eselon 1 memang sudah membuat SE (Surat Edaran) yang ditujukan kepada satuan kerja di bawahnya. Namun pengambilan kebijakan tetap diserahkan kepada satuan kerja dengan merujuk pada SE tersebut. Hasilnya? Kebijakan antar satuan kerja di bawahnya pun tidak sama karena menyesuaikan situasi dan kondisi di kota tau kabupaten masing-masing. Hal ini tentu membuat pimpinan kantor pusing! 😀

Etdaah…serius amat yaa dari tadi ngomongin kebijakan. 😛 Yaaaa emang gitu kalau ngobrolin pekerjaan, ngga ada bercandanya. 😀 Lanjut, yaaa!

Social Distancing pada Kantor Pelayanan Publik.

Kantor tempat saya bekerja berjuang untuk menerapkan WFH dan telah melakukan social distancing. Saya mengatakan berjuang karena pandemi covid-19 datang tiba-tiba. Penyebaran virusnya pun tidak dapat diprediksi karena betul-betul bergantung kepada kesadaran masyarakat Indonesia. Sementara pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat tidak bisa diberhentikan seketika karena sudah terjadwal dengan rapih.

Lalu, kenapa tidak dijadwalkan ulang?

Sudah, dong. Kami telah menjadwal ulang bahkan menundanya sampai batas waktu pandemi berakhir. Hanya saja yang sudah terjadwalkan pada bulan Maret lalu tidak dapat reschedule karena terlalu mendadak.  SolusinyaTetap ada solusi yang solutif. Kantor membatasi jam pelayanan sebagai salah satu penerapan social distancing.

Istilah social distancing muncul dan makin popular karena dianggap sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Social Distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Penerapan Social Distancing Pada Layanan Publik.

Sebagai salah satu kantor pelayanan masyarakat, sudah dipastikan banyak orang berdatangan tiap harinya. Beruntungnya mulai awal bulan April, pimpinan sudah mulai mengambil kebijakan untuk mulai memberlakukan social distancing dalam pelayanan. Berikut beberapa penerapan social distancing pada kantor pelayanan masyarakat, khususnya tempat saya bekerja:

1. Pembagian tugas internal pegawai.

Tanpa mengurangi tanggung jawab pada pekerjaan, WFH tetap diberlakukan dengan sistem seperti shift. Misalnya, personil Bidang Sekretariat pada satuan kerja dibagi menjadi dua shift; satu minggu bekerja di kantor dan satu minggu WFH. Ini kami terapkan hanya satu minggu saja. Selanjutnya masuk seperti biasa dengan mengurangi jam kerja.

Untuk dapat melaksanakan hal seperti ini sangat mudah, bagian IT cukup mempersiapkan sistem perkantoran sampai bisa diakses dari rumah. Sementara untuk pelayanan yang mengharuskan tatap muka, dilakukan penjadwalan juga. Hanya saja bagi yang WFH, tuh, waktu di rumah digunakan untuk istirahat. 😛

2. Membatasi jam layanan.

Mengedukasi kepada masyarakat perihal pembatasan jam layanan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Banyak yang melayangkan komentar negatif meski sudah tahu bahwa Indonesia masih dalam masa pandemi. Membatasi jam layanan bukan berarti ASN tidak bertanggungjawab, namun lebih pada mematuhi peraturan.

Pembatasan jam layanan ini berlaku untuk bagian pendaftaran dan pengambilan produk. Jadi, jam layanan yang tadinya dimulai pukul 08.00-16.00 WIB, saat ini menjadi pukul 08.00-12.00 WIB. Kantor tidak ada maksud menyusahkan masyarakat lho, ya. Yaaaa…kebayang jika tidak ada pembatasan jam pelayanan, maka akan ada banyak orang berdatangan dari berbagai daerah dan tidak menutup kemungkinan dapat menambah penyebaran covid-19.

3. Memberi ruang khusus dan jaga jarak.

Baik antara yang melayani dengan yang dilayani, maupun antar masyarakat yang datang ke kantor. Ketersediaan ruang khusus dengan jarak interaksi minimal 1.5 meter sebagai salah bentuk penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19. Tentu dibantu dengan alat pengeras suara atau petugas khusus untuk memudahkan komunikasi dan  koordinasi.

Selanjutnya adalah tempat duduk. Jarak antar kursi juga harus diperhatikan. Dengan memberi jarak minimal 1 meter antar kursi dapat meminimalkan penularan virus corona.

4. Menyediakan fasilitas publik sesuai kebutuhan.

Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan baru terkait penggunaan anggaran pada masa pandemi ini. Mereka menyediakan akun khusus untuk belanja kebutuhan terkait dengan pengadaan fasilitas atau bahan-bahan untuk pencegahan virus corona seperti pengadaan alat cuci tanga, masker, dll.

Social distancing bukan berarti menuntut seseorang mengunci diri sendiri di dalam rumah. Sebab, mengunci diri sendiri di rumah justru kurang baik bagi tubuh karena tidak mendapat paparan sinar matahari. Maka dari itu, pemerintah pun mengganti istilah social distancing menjadi physical distancing dengan harapan setiap orang bisa saling menguatkan dan berhubungan satu sama lain, meski secara fisik tidak bisa berdekatan.

Semoga dengan adanya penerapan social distancing pada kantor pelayanan publik dapat mengurangi penyebaran covid-19. 🙂

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19Saya termasuk orang yang paling parno ketika mendengar kabar tentang penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Saking parnonya, saban hari saya aktif melakukan update berita tentang virus tersebut melalui gawai.

Ada rasa khawatir bahkan takut ketika bertemu dengan rekan kerja yang berdomisili di zona merah. Yups, rekan kerja saya, tuh, dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Makanya hampir tiap hari saya update kota atau kabupaten yang sudah masuk zona merah. Kurang kerjaan banget ngga, sih? Dan lama-lama lelah otak ini, Sist. 🙁 Terlebih saat membaca berita tentang perjuangan para tenaga medis dan beberapa dari mereka ada yang pada meninggal dunia. Hati ini rasanya nyeri.

Keluarga, khususnya Ibu saya, sempat mengatakan bahwa saya terlalu berlebihan dalam menyikapi pandemi ini. Lha gimana saya bisa santai, ya, secara di dalam perut ini ada satu nyawa yang harus saya jaga. Ini yang paling membuat saya was was. Yaa…meski dengar-dengar virus tersebut kecil kemungkinan menyerang pada bayi yang masih dalam perut tapi sebagai seorang Ibu, saya harus ekstra menjaga kesehatan dan terus melakukan tindakan preventif agar terhindar dari penyebaran virus covid-19.

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19

Omong-omong tentang tindakan preventif, setidaknya ada 4 cara mengurangi risiko terinfeksi virus covid-19 dengan melakukan langkah pencegahan sebagai berikut:

Yuk! Sering Mencuci Tangan.

Sering mencuci tangan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Apakah kalian masih ingat ada peringatan hari cuci tangan sedunia? Sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Tata cara mencuci tangan dengan benar pun sering disosialisasikan, ya. Tidak asal-asalan. Disarankan banget, mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan menggunakan sabun. Ini cara paling efektif. Namun, jika tidak mendapatkan air bersih, kalian bisa menggunakan cairan antiseptic berbahan dasar alkohol.

Oiya, ada baiknya menyediakan air bersih atau antiseptic di depan rumah untuk para tetamu yang hendak masuk ke rumah. Lebih baik menjaga, bukan?

Tetap Jaga Jarak dengan Siapapun!

Ketika tempat-tempat umum mulai menerapkan himbauan untuk jaga jarak, tidak sedikit orang yang berkomentar bahwa hal ini berlebihan. Apalagi ditambah keluarnya himbauan untuk tidak berkerumun, sangat berlebihan, katanya. Namun, banyaknya edukasi perihal jaga jarak ini, pelan-pelan masyarakat dapat menerima dan melaksanakannya.

sumpit suki
Sendiok dibikin sumpit… 😀

Jaga jarak ini tidak hanya berlaku antara orang yang sehat dan sakit. Sesama orang sehat saja sekarang harus jaga jarak karena virus covid-19 ini dapat menular dengan mudah. Terlebih ketika berdekatan dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin, harus jaga jarak karena dikhawatirkan percikan yang dikeluarkan dapat membawa virus. Kebayang kalau tidak jaga jarak, kan? Bisa jadi dengan mudah menghirup atau terkena percikan tersebut padahal percikan ini dapat membawa virus. Nah, khawatirnya yang batuk atau bersin ini sudah terjangkit virus covid-19, lebih berjaga-jaga.

Gunakan Masker Tiap Keluar Rumah!

Gimana rasanya tiap keluar rumah harus memakai masker? Biasa saja, kan? 😀 Sebelum ada virus corona, tiap berangkat kerja juga saya memakai masker. Hanya saja fungsinya beda, saat itu hanya untuk meminimalisir masuknya polusi udara. Sementara sekarang, fungsi masker lebih untuk menjaga dan mengurangi risiko terinfeksi covid-19.

WHO memberikan dukungan dan menganjurkan untuk memakai masker karena aksi ini dirasa lebih efektif menekan penyebaran virus covid-19 seperti yang sebelumnya sudah diterapkan di Republik Ceko.

MASKER KAIN UNTUK VIRUS CORONA

Satu hal yang perlu diperhatikan tentang pemakaian masker yaitu dari bahannya. Pada dasarnya, masker yang sesuai standar pencegahan penularan virus adalah masker bedah, masker sekali pakai yang memiliki lapisan ganda. Namun karena ketersediaan masker tersebut sangat minim, masker tersebut diprioritaskan untuk para tenaga medis. Termasuk masker N95. Lalu, masker seperti apa yang dapat digunakan oleh masyarakat? Yaitu masker kain, masker yang bisa dicuci. Pemakaian masker kain ini juga sudah dianjurkan oleh WHO.

Masker kain ini juga hendaknya diganti setiap 4 jam sekali. Jangan lupa setelah selesai dipakai, ambil bagian tali yang disangkutkan ke telinga, jangan memegang bagian depan kain karena pasti sudah kotor. Cuci bersih menggunakan sabun supaya bisa digunakan lagi esoknya.

Tetap Tinggal di Rumah

Yups, jika tidak ada keperluan yang penting banget, usahakan untuk tetap di rumah. Apalagi jika kalian sedang merasa kurang sehat, lebih baik di rumah saja untuk lebih aman. Cari aktivitas atau kegiatan di rumah yang berfaedah, syukur-syukur bisa menghasilkan materi dari rumah. Alhamdulillaah. 🙂

Ikon Lampung 3

Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19.

FYI, saat ini ada istilah OTG (Orang Tanpa Gejala), ya. OTG adalah seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19. Kontak erat adalah aktivitas berupa kontak fisik, berada dalam ruangan, ataupun telah berkunjung, dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus PDP atau positif Covid-19, dalam waktu 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Siapa saja yang termasuk kontak erat?

Menurut Kemenkes, individu dengan kategori ini, masuk dalam kategori kontak erat yaitu:

  • Petugas medis yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai standar.
  • Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien virus corona (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, atau acara besar) dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami gejala dan hingga 14 hari setelahnya.
  • Orang yang bepergian bersama (dalam radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut maupun kendaraan dalam 2 hari sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul gejala.

Maka dari itu, jadilah masyarakat yang patuh pada peraturan dan lakukan 4 cara di atas untuk mengurangi risiko terinfeksi virus covid-19. Sebagai tambahan pengetahuan dan informasi, bagi kalian yang ingin test virus corona, silakan langsung menuju laman web Halodoc.

Baca juga:

PENDORA Membantu Sesama Saat Pandemi

Aksi Membantu Sesama Saat Pandemi – Hei, apakah kalian masih menaati peraturan untuk #DiRumahSaja sampai pandemi covid-19 berakhir? 🙂 Semoga masih, ya. Keluar rumah untuk hal-hal yang penting saja. Memang berat rasanya. Apalagi buat kalian yang sudah pada punya pacaaal, kalau yang biasa LDR mungkin tak masalah, ya. Lha kalau yang tiap harinya sudah kayak perangko, lengket ke sana ke mari, dududuh…yang sabar, yaaa. Itu ujian. Buat yang jomblo juga, ini pra ujian. 😀

Tulisan tentang pengaruh covid-19 terhadap kehidupan sehari-hari masih anget banget. Kaliam sudah baca, kan? Pada blog post tersebut, ada beberapa hal yang saya tulis diantaranya yaitu tentang dampak adanya covid-19 di berbagai bidang, salah satunya yaitu dampak bagi para pedagang khususnya pedagang makanan.

LIMUN ORIENTAL PEKALONGAN

Tidak sedikit pedagang yang mengeluhkan omsetnya yang terjun bebas. FYI, pedagang jajanan anak yang biasa keliling desa malah saat ini sudah jarang ditemui karena sebagian besar desa menutup akses jalan untuk orang-orang dari luar termasuk para pedagang. Di tempat tinggal saya, misalnya. Jalan utama masuk desa dijaga ketat oleh para pemuda yang bertugas tiap harinya.

Tertuang dalam keputusan, Kepala Desa tidak mengizinkan para pedagang masuk desa. Kebayang, kan, nasib para pedagang sekarang seperti apa. Apakah berganti mata pencaharian? Atau, apakah tetap berjualan tapi di rumah? Yang jelas biaya hidup mereka tidak ada yang menanggungnya. Mereka harus tetap mencari rezeki untuk kebutuhan keluarganya.

Membantu Sesama Saat Pandemi

Berangkat dengan misi sosial yaitu membantu para pedagang untuk terus berjualan dan mendapat penghasilan di tengah pandemi seperti ini, saya bersama teman-teman PENDORA (Pegiat Media Sosial Banjarnegara) turut mempromosikan makanan yang mereka jual melalui akun media sosial yang kami miliki. Akun-akun yang kami gunakan bukan akun pribadi, melainkan akun yang setiap harinya kerap berbagi informasi lingkup Banjarnegara.

Siapa, sih, PENDORA?

Tepatnya tanggal 15 Juni 2019, pukul 16.00 WIB, bertempat di Kopi Sabin, beberapa influencer Banjarnegara atau admin akun media sosial yang menyertakan Banjarnegara, berkumpul untuk suatu misi.

FYI, para influencer Banjarnegara pernah beberapa kali membuat group lengkap dengan struktur organisasinya namun stagnan dan tidak ada pergerakan secara kelompok. Sibuk dengan akun masing-masing. Nah, setelah ngobrol asyik yang difasilitasi oleh Polres Banjarnegara selaku pembina, kami pun merasa lebih bernyawa apalagi dengan misi utama saat itu adalah menangkal berita bohong atau hoax di Kabupaten Banjarnegara. Rasanya ada tantangan tersendiri sebagai influencer.

Membantu Sesama Saat Pandemi Covid

Bagian Humas Polres Banjarnegara sebagai Penanggung jawab PENDORA pun terus aktif, selalu memberi dukungan dan semangat kepada kami untuk terus mengabarkan hal-hal yang baik tentang Banjarnegara.

Program kami saat ini, selain memberikan informasi sesuai passion akun masing-masing, juga membantu pedagang makanan di tengah pandemi covid-19. Semoga program kami ini bermanfaat untuk mereka dan dapat menyemangati mereka untuk tetap bertahan berjualan.

Jadi, buat kalian yang tinggal di Banjarnegara, punya dagangan makanan, dan ingin dipromosikan secara gratis, silakan langsung DM saja ke akun instagram berikut dengan menyertakan foto makanan yang akan dipromosikan.

  1. @foodie.banjarnegara
  2. @infoseputarbanjarnegara
  3. @pesonabanjarnegara
  4. @baraschoolofficial
  5. @banjarnegara24jam
  6. @yukmakanyuk.id

Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu sesama saat pandemi. Sesuaikan saja dengan kemampuan kalian. Terpenting jangan dijadikan beban, ya. Nikmati saja, diniatkan ibadah, dan jangan lupa tetap #DiRumahSaja meski punya rencana membantu sesama. Cukup lakukan dari rumah saja jika memungkinkan. ~~

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari – Seorang teman dari Blora, Mas Ari, membagikan titik penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dalam sebuah peta di wilayah Jawa Timur melalui WhatsApp storynyaDalam statusnya, dia menuliskan bahwa ada penambahan ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan Positif COVID di beberapa daerah yang mengakibatkan perubahan status suatu Kabupaten yang sebelumnya masih zona hijau menjadi zona merah.

Ingin tahu kabar dia sekaligus perkembangan COVID di seputar Blora, saya pun mengomentari statusnya dengan melempar pertanyaan.

Apa kabar, Mas Ari? Makin banyak merah, ya. Apa karena sudah banyak masyarakat yang mudik?” Percakapan ringan pun dimulai.

Halooo, kabar baik. Cuma tidak bisa kemana-mana karena Covid, nih. Sepertinya memang sudah banyak yang balik kampung, nih.

Kami ngobrol cukup lama. Selain Covid, kami juga ngobrol perihal pariwisata di mana saya mengenal Mas Ari ini lewat suatu komunitas relawan pariwisata. Saya yakin Mas Ari pasti jenuh banget di rumah. Kenapa? Karena saya cukup tahu rutinitas hariannya yang sok sibuk sebagai relawan di berbagai bidang dan nyaris tiap hari beraktivitas di luar rumah. Dipastikan ada rasa kangen ingin kembali menjadi relawan dengan langsung terjun ke daerah-daerah seperti sebelum masa pandemi Covid ini. Namun, karena himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai bentuk antisipasi, dia pun hanya aktif di media online untuk sharing berbagai informasi.

Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Ya, menghadapi masa-masa pandemi COVID-19, aktivitas masyarakat sangat dibatasi guna mengurangi angka penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah sekaligus membatasi aktivitas di luar rumah ternyata sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, banyak masyarakat yang memilih untuk tetap di rumah, mengurangi komunikasi langsung, berinteraksi, sampai melakukan transaksi jika tidak urgent. Hal ini lah yang mengakibatkan dunia sepi dari hiruk pikuk kehidupan. 🙁

Pengaruh Positif Atas Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Pengaruh COVID-19 terhadap kehidupan sehari-hari memang sangat terasa. Seberapa besar pengaruhnya, kalau saya bilang sangat besar. Nah, berikut beberapa hal yang sangat terpengaruh ketika penyebaran Covid-19  masuk ke Indonesia.

Makin Intens dengan Keluarga. 😀

Pengaruhnya mulai dari yang senang-senang dulu, ya! Bahagia itu…ketika pagi-pagi lagi aktivitas di dapur, terus Kecemut udah bisa bantuin nyuci-nyuci sayur atau gelas. Makin bahagia itu…ketika pukul 07.00 WIB, cucian sudah siap untuk dijemur karena suami makin rajin nyuci pakaian punya sekeluarga. 😆

Pengaruh Covid-19

Eeehh…sebenarnya kegiatan bersama keluarga itu berjalan seperti biasa, seperti sebelum ada covid. Hanya saja, karena jam kerja saya berkurang (yang tadinya pulang kerja pukul 16.30 WIB menjadi pukul 13.00 WIB), saya mearasa waktu saya lebih banyak untuk keluarga. Apalagi dengan adanya batasan-batasan seperti social distancing, makin banyak di rumah, dong. Banyak kegiatan tambahan yang produktif seperti membuat camilan, berkebun, dan mengaji bersama lebih banyak waktu. Pokoknya begitu asyik! 😉

Masyarakat Lebih Peduli Akan Kesehatan. 🙂

Melihat masyarakat rajin mencuci tangan dengan sabun, menyuruh anak-anaknya juga untuk melakukan hal yang sama, senang rasanya. Selain himbauan untuk tetap di rumah, pemerintah terus mengedukasi kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat sebagai salah satu cara untuk memerangi virus corona. Tidak hanya mencuci tangan, penggunaan masker ketika ke luar rumah pun dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di lingkungan saya saja. Artinya, masyarakat makin peduli dengan kesehatan dirinya sendiri.

Melihat kekompakan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengantisipasi covid, rasanya ikut senang. Belum lagi sekarang hampir di tiap jalan masuk desa diberi patrol, disediakan disinfektan, dan alat cuci tangan bagi masyarakat yang baru mengadakan perjalanan ke luar desa. Masyarakat secara giliran menjaga patrol, lho. Saya melihat tidak ada rasa sungkan, masyarakat bertanggung jawab meski mereka memiliki kesibukan.

Pengaruh Negatif Atas Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-hari.

Aktivitas Sosial di Masyarakat. 🙁

Hidup di desa tanpa adanya aktivitas atau kegiatan sosial kemasyarakatan, tuh, rasanya hambar banget. Masyarakat yang biasanya tiap hari Minggu mengadakan kerja bakti, bersih-bersih lingkungan, senam sehat, sekarang aktivitas tersebut ditiadakan. Ada tetangga yang punya hajat dengan terpaksa tidak dapat menghadiri. Parahnya, ketika ada saudara sakit pun tidak diziinkan untuk menjenguknya baik di Rumah Sakit maupun di rumah. Lebih parahnya lagi, nyaris kegiatan keagamaan seperti pengajian pun dihentikan. Ini pengaruh paling terasa dengan adanya Covid karena seluruh masyarakat di bumi pertiwi khususnya, diminta untuk menjaga jarak atau melakukan pembatasan sosial.

Tapi tidak mengapa, toh, pembatasan sosial seperti ini merupakan suatu cara paling efektif untuk memutus rantai virus covid. Ya, dengan tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan masa, ada harapan covid segera berakhir.

Duhh…Bagaimana Nasib yang Jualan Jajan? 🙁

Meski saya merasa lebih tenang karena jatah uang jajan kecemut bisa terkumpul, tapi di sisi lain menyedihkan. Sungguh ini menyedihkan. Para penjual jajan khususnya yang jualan keliling desa, saat ini pasti sudah banting stir alias mencari pekerjaan lain karena jualan jajan ini sudah tidak bisa diandalkan sebagai mata pencaharian. Kenapa? Karena sekarang hampir tiap di desa di daerahku melarang para pedagang jajan masuk desa.

MAKANAN KHAS REMBANG

Sedih banget, yaaa. Tapi namanya kesepakatan dan peraturan, tuh, harus dilaksanakan. Saya berharap, semoga para penjual jajanan keliling itu sudah mendapat pekerjaan yang paling tidak penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. 🙂 

Kemana Para Petani Bertransaksi? 🙁

Hidup di desa yang mana sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah bertani, saya sedikit tahu keluh kesah para petani tentang penjualan hasil bumi. Mereka masih melakukan penjualan hasil pertanian ke pasar tradisional. Hanya saja, beberapa pasar di sini sepi pembeli. Apalagi pasar yang khusus untuk transaksi hasil bumi seperti ketela, misalnya.

AGROWISATA JOLLONG KEBUN BUAH NAGA 4

Minggu lalu saya berniat membeli kacang tanah buat camilan di rumah, sesampainya di pasar hasil bumi, pasar sepi banget. Tapi masih beruntung, untuk para petani sayuran masih aman karena Ibu-Ibu Rumah Tangga saat sedang pandemi seperti ini stok kebutuhan dapur bisa dua kali lipat karena keluarga banyak melakukan aktivias di rumah, apalagi anak-anak pada libur sekolah, pasangan pada work from home (WFH), pokoknya dikit-dikit ngemil, dikit-dikit lapar. 😆

Sebenarnya Bukan Tidak Butuh Piknik, Sih!

Bukan rahasia lagi kalau sektor pariwisata saat ini nyaris tidak ada aktivitas, seolah-olah masyarakat tidak membutuhkan piknik. Pemerintah pernah memberi diskon besar-besaran untuk beberapa maskapai penerbangan menuju tempat wisata saat masih awal-awal pandemi covid. Kalian masih ingat? Kalau dipikir-pikir untuk saat ini, kebijakan yang diambil pada waktu itu rasanya mubadzir banget, yaa. Tapi namanya kebijakan, bukan berarti tidak berpikir panjang, tapi lebih pada kebutuhan saat itu juga, maybe. Dan sebenarnya masyarakat bukan tidak butuh piknik, mereka hanya mengikuti himbauan pemerintah dan lebih menjaga diri.

MEMBATIK DI RUMAH MERAH LASEM

Nah, setelah pemerintah memberikan subsidi untuk beberapa bidang, kali ini giliran para pelaku pariwisata sebagai salah satu penyumbang devisa terbanyak memberikan suaranya. Meski belum 100% obyek wisata ditutup, masyarakat Indonesia yang memilih untuk tidak berwisata. Kebayang kan, kondisi perekonomian para pelaku pariwisata sekarang seperti apa? Mulai dari pemandu wisata, toko oleh-oleh, biro perjalanan, sampai dengan pengelola wisata itu sendiri. Untuk toko oleh-oleh sendiri mungkin masih bisa beroperasi, apalagi yang sudah melakukan pemasaran online. Masih bisa sedikit bernapas. Semoga. 🙂

Saya jadi ingat percakapan dengan Mas Ari terkait dengan keputusan yang diambil pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah mengambil keputusan Darurat Sipil, bukan Karantina Wilayah. Menurut Mas Ari, dengan mengambil keputusan Karantina Wilayah akan lebih efektif. Saya memang tidak begitu paham tentang keputusan tersebut meski Mas Ari sudah menjelaskan kelebihan dan kekurangan keputusannya dengan detail. 😆 Tapi saya yakin, keputusan yang diambil pemerintah sudah melalui berbagai pertimbangan dan semoga yang terbaik sehingga pandemi Covid-19 akan pulih dengan cepat. 🙂

Hidden Gems Dulu, Pengalaman Mengenyangkan Kemudian

Hidden gems. Idiom tersebut akhir-akhirnya ini kerap muncul dalam catatan perjalanan, khususnya pada tulisan Blogger. Artinya kurang lebih sama dengan hidden paradise, sama-sama menggambarkan kejutan keindahan yang luar biasa atas sebuah destinasi wisata.

Hidden gems memang belum begitu familier sampai ada beberapa orang yang salah mengartikan sebagai permainan tersembunyi, hidden games, karena salah dalam pengucapan. 😆 Ada yang beranggapan bahwa hidden gems ini sebuah ungkapan berlebihan jika memang tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun pada kenyataannya dapat mendatangkan banyak pengunjung hanya dengan menyisipkan idiom tersebut dalam sebuah tulisan. Betul apa betul? 😉

Tidak mau ketinggalan, aplikasi Online Travel Agent  Traveloka pun baru-baru ini menggunakan hidden gems untuk memberikan kejutan kepada para pengguna. Kejutan tersebut diberikan melalui fitur terbaru Traveloka Eats yaitu fitur Treats.

Penasaran, kan, hidden gems yang diberikan Traveloka Eats itu seperti apa? Tunggu duluuuuu, sebelum saya beri tahu cara untuk mendapatkan harta karun, saya akan kasih tahu dulu fitur terbaru dari Traveloka, yaaaa.

HIDDEN GEMS TREAT TRAVELOKA EATS

Apa, sih, Treats by Traveloka Eats?

Tahun 2018, Traveloka meluncurkan fitur bernama Traveloka Eats. Fitur ini merupakan layanan direktori kuliner atau restoran yang dikemas dengan voucher penawaran menu yang tersedia dalam tiap restoran. Melalui fitur ini, pengguna dapat mencari dan menemukan informasi tempat makan yang jumlahnya ribuan dan itu lengkap dengan informasi menu makanan, jam operasional, suasana restoran, review dari pelanggan, dan informasi lain yang dibutuhkan pelanggan. Tapi tenang, meski tersedia banyak restoran, kamu bisa memfilter atau mencari tempat makan sesuai keinginan dengan mengetik kata kunci pada kolom pencarian yang ada pada aplikasi Traveloka Eats.

Lebih lanjut dan lebih menariknya lagi, belum lama ini Traveloka Eats menambah fitur bernama Treats yang kemudian dikenal dengan Treats by Traveloka Eats.

FITUR-TREATS-TRAVELOKATreats merupakan fitur terbaru dari Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi pengguna aplikasi  mobile Traveloka untuk mendapatkan pengalaman seru saat berkuliner termasuk berburu hidden gems yang tersedia pada fitur Treats! Yups, pada fitur Treats, pelanggan dapat menemukan hidden gems di restoran-restoran yang telah menjadi partner treats. FYI, fitur treats ini baru bisa digunakan di Jakarta, ya. Jadi, kalau kamu ada agenda ke Jakarta, coba lah berburu hidden gems dan ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu!

Oiya, kejutan atau hidden gems yang diberikan oleh masing-masing restoran itu beda-beda, ya. Ada yang menawarkan promo, misalnya beli Curry Beef Pepper Rice gratis produk-produk minuman dari Pepsi. Atau, potongan harga dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bisa juga kamu mendapatkan gratis dessert hingga traktiran ulang tahun yang bisa kamu nikmati tanpa komitmen biaya langganan. Gimana? Makin penasaran pasti, kaaaan? 😉

Fitur Traveloka Eats makin maksimal dengan adanya fitur Special Offers (Penawaran Spesial)dari restoran tertentu dan fitur Cullinary Guide (Panduan Kuliner) yang berisi artikel-artikel menarik seputar dunia kuliner, tip-tip berkuliner, dan rekomendasi tempat kuliner. Dua fitur ini memang sudah ada sebelumnya, hanya saja sekarang makin update.

Lalu, Bagaimana Cara Menemukan Hidden Gems?

Aplikasi Traveloka yang saya gunakan saat ini adalah versi terbaru yaitu versi 3.18.1. Aplikasi ini saya update pada tanggal 4 Februari 2020. Saat update aplikasi ini, muncul fitur terbaru pada Traveloka Eats yaitu fitur Treats. Jadi, buat kamu yang belum menjumpai fitur Treats pada aplikasi Traveloka, saya sarankan untuk terlebih dahulu update aplikasinya supaya bisa menemukan kejutan, ya.

CARA-BERBURU-HIDDEN-GEMS-DI-TREATS-BY-TRAVELOKA-EATS

Nah, berikut langkah-langkah menemukan hidden gems di fitur Treats by Traveloka Eats:

  1. Buka aplikasi Traveloka yang ada smartphone kamu. Lalu, pilih fitur EATS” atau logo yang bergambar sendok dan garpu.
  2. Pilih Logo Treats” (ikon huruf “t” yang berada pada bagian tengah).
  3. Setelahnya, kamu dapat menjelajahi berbagai penawaran menarik dari Treats di restoran favorit kamu.
  4. Pilih Treats yang kamu inginkan dan tekan “Simpan Restoran” atau ikon simpan pada pojok kanan atas. Tahap ini akan memudahkan kamu memesan kuliner ketika tiba di restoran karena tidak perlu mencari lagi. Nantinya, kamu cukup kembali ke fitur Treats, kemudian pilih tab Simpan.
  5. Sesampainya di restoran, tunjukkan halaman rincian deals kepada staf restoran saat kamu hendak melakukan transaksi. Tekan “Dapatkan Deals” untuk konfirmasi penggunaan deals, kemudian tekan “Pakai Deals” untuk membayar pesanan.
  6. Masukan nominal atau jumlah transaksi yang tertera pada struk, kemudian tekan Konfrimasi.
  7. Langkah akhir, pilih metode pembayaran. Pengguna bisa membayar dengan kartu kredit, PayLater, atau cara lainnya! Jangan lupa lakukan pembayaran untuk dapat menikmati hidden gems Treats by Traveloka Eats! 😉

CARA MENDAPATKAN HIDDEN GEMS DI TREAT BY TRAVELOKA EAT

Nyobain Curry Beef di Pepper Lunch!

Jelajah kuliner saat traveling ke Jakarta atau sekadar singgah adalah prinsip! Tapi, kulinernya, tuh, bukan kuliner yang biasa, bukan juga yang anti mainstream. Pokoknya nyobain masakan yang ngga ada di tempat tinggal saya, Banjarnegara, Jawa Tengah. Seperti tempat makan yang menyajikan masakan Jepang, Korea, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara lain. Di Banjarnegara masih langka banget, hanya satu dua saja, tapi untuk rasa kurang endeus. 🙁

Sebagai anak rumahan yang tinggal jauh dari perkotaan, jauh pula dari mal yang mana banyak menawarkan berbagai macam kebutuhan salah satunya yaitu kebutuhan perut. Apa lagi kalau bukan tempat makan. 😆 Namanya nyobain, cocok dengan lidah ya alhamdulilaah, ngga cocok ya tinggalin saja, jangan dipaksa. Pokoknya sudah seperti nyari jodoh, gitu. 😀 Tapi bukan berarti habis manis sepah dibuang, lho. 😆 Lagipula kan di mal banyak pilihan tempat makan, jadi ngga perlu bingung. Apalagi sekarang ada fitur terbaru Traveloka yaitu Treats by Traveloka Eats, berkuliner makin mudah dan murah karena ada banyak pilihan lokasi, tawaran promo dan diskon. Seperti beberapa waktu lalu, saya sempat singgah di Fx Sudirman yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA

Di sana saya singgah di Pepper Lunch dan nyobain Curry Beef Pepper Rice. Ini pertama kali saya ke Pepper Lunch, dong. 😆 Meski yang pertama bukan berarti harus bingung mau makan apa di sana karena saya sebelumnya sudah mencari informasi tentang menu makanan melalui Traveloka Eats. Kenapa pilihannya Curry Beef Pepper Rice? Saya suka banget bumbu kari, harum, gurih, menambah nafsu makan, gitu. Dan ini juga kali pertama saya nyobain menu tersebut. Dengan kematangan daging yang well done (ini bisa diatur sesuai selera karena masak sendiri), tempat bersih, suasana menyenangkan, puas rasanya. Sesuai review para pelanggan di app Traveloka Eats.

Hunting Hidden Gems di Chongqing Liuyishou Hotpot, Puri Indah Mall, Jakarta.

“Ya ampuun, hunting hidden gemsnya jauh amat sampai Jakarta, Dah?”

Iyaa, dong! Kan sudah saya informasikan kalau fitur treats yang menawarkan hidden gems baru bisa digunakan di Jakarta. Dengan banyaknya mal dan restoran yang berdiri di sana, pantas lah Jakarta menjadi yang pertama mendapat kucuran hidden gems.  😆  Terus, kenapa milih kongkow ke Puri Indah Mal buat nyari hidden gems di Chongqing Liuyishou Hotpot?

Hidden Gems Chongqing Liuyishou Hotpot

  1. Karena banyak pilihan menu dan lagi pingin banget nyobain Hot Pot di situ.
  2. Banyak hidden gemsnya. Ada tiga penawaran hidden gems di sana. Kan nyenengin banget. 😆
  3. Nampak dari foto-foto yang sudah diunggah di Traveloka Eats, suasanya terasa menyenangkan, tempatnya bersih, luas dan instgramable!
  4. Dari banyak review yang saya baca baik di Traveloka Eats maupun review dari food bloggerhampir semuanya bilang kalau masakannya enaaak, gurih guridem, untuk kuahnya segar, dan pedasnya mantap betul. Makin penasaran, dong. Kalau soal harga, sih, banyak yang bilang mahal, tapi semakin banyak yang bilang mahal, saya makin penasaran seperti apa masakan dan tentunya pelayanannya. 😆

Bssttt…ini nama restorannya sumpah susah banget diucapin, ya. Hahaha. Tapi saya ke sini bukan karena melunasi rasa penasaran dengan nama restoran yang ribet itu, melainkan penasaran dengan Hot Potnya. 😆 Ya maklum, selama ini baru bisa nyobain Shabu-shabu, Suki, belum pernah nyobain Hot Pot. Sebagai penikmat masakan berkuah dan pedas, rasanya kudu banget nyobain Hot Pot. Apalagi sampai dapat #PengalamanMenyenangkan karena hidden gems, slurrrp! 😆

HIDDEN GEMS DI JAKARTA 2

Btw gengs, Chongqing Liuyishou Hotpot yang berlokasi di Puri Indah Mall Expansion Lantai 2, Jl. Puri Indah Raya, Kec. Kembangan, Jakarta Barat, menyediakan menu makanan Asia, China, Hotpot, Daging, Mie, dan Sup. FYI, di sini juga meyediakan menu daging babi, jadi bagi yang non muslim boleh banget tanya-tanya atau konfirmasi dulu sebelum memesan atau mendapatkan deals, ya.

Oiya, Kenapa Kamu Harus Nyobain Treats by Traveloka Eats?

Mendapat pengalaman baru termasuk dalam hal berkuliner akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Datang ke restoran, milih menu, makan, bayar, ini terlalu biasa, kan. Di zaman yang serba digital ini, khususnya para generasi millennials suka banget dengan hal-hal baru, apalagi jika dihubungkan dengan suatu kebutuhan dan budget. Mereka pasti akan lari jika tahu ada suatu innovasi yang memberikan kemudahan dan berujung pada hemat. 😆

Kali ini urusan kebutuhan pangan. Diskon atau promo seberapa pun, pasti diburu. Apalagi kalau ada bonus point, langsung dikejar abis-abisan. Seperti halnya innovasi dari aplikasi Traveloka dengan fitur barunya yang bernama Treats by Traveloka Eats.

FITUR-NEAR-MEBanyak keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, antara lain;

  • Filter lengkap, mulai dari lokasi, nama restoran, sampai dengan nama masakan yang disukai.
  • Banyak pilihan tempat makan. Ya, meski baru bisa dinikmati di Jakarta, Treats by Traveloka Eats menawarkan banyak pilihan restoran. Ada ribuan!
  • Harga yang tertera jelas, termasuk informasi promo dan diskon. Pun dengan syarat dan ketentuannya. Ini membuat pelanggan tidak akan ragu buat nge-Treats.
  • Metode pembayaran lengkap. Pelanggan dapat membayar Treats dengan Kartu Kredit, PayLater, Transfer Bank, atau cara lainnya yang ada pada pilihan metode pembayaran.
  • Mendapatkan hidden gems atau kejutan. Ini bikin happy pasti, kaaan?
  • Dan yang pasti, dengan menggunakan fitur Treats, point Traveloka kamu akan bertambah! 😉

Bagi kamu yang malas mengetik atau mikir panjang lebar untuk nyari restoran, fitur Treats memberikan solusi pada tab menu near me atau terdekat. Cukup tekan terdekat, Treats akan memberi rekomendasi restoran-restoran yang ada di sekitar kamu dan kemungkinan besar restoran tersebut juga memberi hidden gems.

Perjuangan untuk menemukan hidden gems di fitur treats ini tidaklah rumit. Ngga seperti perjuangan kamu dalam mencari jodoh. ? Apalagi aplikasi ini sangat user friendly atau mudah digunakan dan simpel.

HIDDEN GEMS TRAVELOKA EATS

Naaah! Sekarang sudah paham, kan, dengan fitur Treats by Traveloka Eats? Buat kamu yang belum install aplikasi Traveloka di smartphone, buruan install, ya! Karena fitur Treats ini hanya ada di app  Traveloka versi mobile. 😉 Yukkk…ciptakan #PengalamanMengenyangkan versi kamu dengan menggunakan fitur Treats by Traveloka Eats.

Traveling Sesuka Hati dengan digibank KTA

Traveling dengan digibank KTA – Zaman sekarang traveling atau jalan-jalan menjadi gaya hidup. Traveling tidak lagi dilakukan hanya jika ada kelebihan tabungan, kebanyakan malah sengaja menganggarkan dana traveling tidak sekedar dana sisa. Tercatat kaum milenial banyak menghabiskan penghasilannya untuk jalan-jalan, makan dan bersenang-senang lainnya.

Hal ini tidak aneh sebab kian besarnya tuntutan pekerjaan bagi kaum milenial. Stres karena pekerjaan membuat mereka merasa perlu menyegarkan pikiran alih-alih menabung untuk hari tua. Bagaimana pun milenial berhak menikmati hidup di saat tuntutan kerja yang kian tidak karuan.

Namun masalah kaum millenial tidak berhenti di situ. Meskipun telah menganggarkan dana liburan sedemikian rupa sering kali masih keteteran untuk memenuhi dana traveling. Jika Anda pernah pada posisi sedang banyak promo tiket pesawat, eh kantong lagi tipis. Paket liburan ke luar negeri murah, ah belum gajian. Tiket pesawat ke negara impian murah nih, tapi tabungan belum cukup. Ya Anda tidak sendiri sebab banyak millenial lain juga mengalaminya.

MEMBATIK DI RUMAH MERAH LASEM

Masalah ini bisa teratasi dengan digibank KTA. digibank by DBS telah meluncurkan produk KTA yang merupakan produk pinjaman online cepat. digibank KTA dapat diajukan oleh siapa saja asalkan memenuhi persyaratan yang ada. digibank KTA menggunakan sistem IT canggih yang dimiliki oleh digibank. Dengan sistem ini proses pengajuan pinjaman menjadi lebih cepat dan mudah dibandingkan lainnya yang membutuhkan waktu berhari-hari.

Keunggulan digibank KTA, Persetujuan Cepat dan Bunga Rendah

Fitur digibank KTA hadir di Aplikasi digibank by DBS. Dengan aplikasi tersebut segala proses pengajuan dapat dilakukan dengan cepat. Pengajuan dapat dilakukan selama 24 jam. Sementara proses persetujuan dapat diperoleh hanya dalam waktu 60 detik saja. Hal ini menjadikan produk KTA yang ditawarkan digibank by DBS berbeda dengan KTA dari lembaga keuangan lainnya.

Selain aman dan terpercaya berikut keunggulan lainnya Produk digibank KTA :

  • Persetujuan cepat dalam 60 detik
  • Apply Online kapan saja 24 jam melalui situs go.dbs.com/kta atau melalui aplikasi digibankby DBS.
  • Cari langsung hingga 80 juta dengan bunga rendah 0,95%, tanpa ribet.

Produk KTA dari instansi keuangan lain mana bisa memberikan keunggulan seperti digibank KTA. Cara pembayaran cicilan juga dapat dilakukan dengan mudah.

Proses Pengajuan Cepat dan Mudah

Siapa bilang pengajuan pinjaman selalu ribet dan lama.Proses pengajuan pinjaman dengan digibank KTA lebih mudah dan cepat. Di tempat lain Anda harus melalui tahapan yang panjang dan menunggu persetujuan dalam waktu yang lama. Ada dua cara pengajuan digibank KTA sesuai apakah Anda sudah menjadi nasabah digibank by DBS atau belum.

5 langkah mudah untuk apply digibank KTA bagi non nasabah

  1. Apply di go.dbs.com/kta
  2. Persetujuan dalam 60 detik
  3. Download Aplikasi digibank by DBS
  4. Verifikasi Biometrik dengan agen digibank
  5. Cair langsung ke rekening digibank hingga Rp 80 juta

Kalau sudah jadi nasabah digibank, ikuti tahapan berikut:

  1. klik Personal Load di menu Utama aplikasi
  2. lengkapi data diri
  3. tunggu konfirmasi persetujuan kredit dalam 60 detik
  4. pilih limit pinjaman dan tenor yang diinginkan
  5. dana cair secara real-time hingga Rp 80 juta.

Bagaimana, mudah dan cepat bukan? Jangan ragu untuk melakukan pinjaman online cepat melalui digibank KTA. Bayar dulu biaya liburan Anda dengan dana pinjaman KTA cicilannya belakangan.

Berwisata Ke Bandung, Yuk…Kunjungi Tempat Wisata Ini!

Tempat Wisata di Bandung- Bandung adalah salah satu kota besar yang biasanya menjadi pilihan untuk berlibur. Bandung adalah ibukota Jawa Barat dan biasanya dikenal dengan julukan Kota Kembang. Selain itu, Bandung juga sangat terkenal dengan berbagai tempat wisatanya yang sangat keren dan Instagramable.

Saat masih single, aku kerap berkunjung ke Bandung untuk sekadar jalan-jalan. Enggak ada kegiatan yang penting di sana selain Traveling atau mengunjungi tempat wisata. Pernah suatu ketika ada teman dari Jakarta mengajak berwisata di Bandung dengan stay cukup lama, kurang lebih satu minggu. Satu hal yang paling aku pikirkan saat itu adalah masalah penginapan. Hahaha. Ya gimana, satu minggu bertualang pasti butuh penginapan, dong. Harus menyusun dan menyiapkan anggaran untuk penginapan, tentu selain anggaran untuk transportasi dan masuk obyek wisata.

Eh…lagi serius mikir akan menggunakan post keuangan yang mana, ternyata teman aku punya saudara di Bandung. Kan itu informasi yang memberikan kesegaran banget. Hahaha. Nah, untuk kamu yang masih bingung mau ke mana, berikut adalah daftar-daftar pilihan tempat wisata di Bandung yang dapat dikunjungi.

Farmhouse Lembang, Wisata di Bandung yang Ramah Anak

Tempat wisata pertama yang menjadi pilihan favorit adalah Farmhouse Lembang. Letak tempat wisata ini sangat strategis yaitu berada di Jl.Raya Lembang Nomor 108, Gudangkahuripaan, Lembang, Bandung. Farmhouse Lembang adalah salah satu wisata hits dan juga sangat Instagramable di Bandung. Hal ini dikarenakan kamu akan menemukan banyak sekali spot-spot foto yang tentunya sangat menarik.

Farmhouse Lembang adalah wisata yang bertemakan kota dengan gaya Negara Eropa. Oleh karena itu, dengan hanya berkunjung ke Farmhouse Lembang, kamu dapat merasakan suasana di Negara Eropa. Selain itu, Farmhouse Lembang juga menyediakan penyewaan baju-baju tradisional khas Eropa dan Belanda sehingga akan menambah kesan berlibur kamu menjadi lebih seru.

Farmhouse Lembang

Tidak hanya itu saja, Farmhouse Lembang juga menyajikan hal-hal menarik lainnya seperti Rumah Hobbit dan Jembatan Cinta. Di sana kamu juga dapat menikmati keindahan taman bunga dan pemandangan gunung, serta berinteraksi dengan berbagai hewan jinak dan lucu seperti kelinci, kuda, burung, Iguana, dan masih banyak lagi. Farmhouse Lembang dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi sampai 9 malam, sehingga kamu dapat menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berkeliling dan juga berfoto.

Baca tentang Terminal Cicaheum, Bandung.

Jalan Braga, Wisata Hits di Bandung

Untuk kamu yang sedang berlibur dengan kereta Bandung, Jalan Braga adalah salah satu lokasi yang wajib dikunjungi pertama kali. Hal ini dikarenakan lokasi Jalan Braga dengan stasiun sangatlah dekat dengan jarak hanya sekitar 0,8 KM.

Jalan Braga

Jalan Braga adalah wisata Bandung yang sangat sering dikunjungi oleh para wisatawan. Jalan ini bukan hanya sebagai wisata biasa saja, namun Jalan Braga juga merupakan wisata bersejarah. Oleh karena itu, kamu akan menemukan banyak bangunan-bangunan tua yang sangat klasik. Selain itu, disana juga terdapat sebuah terowongan yang di dalamnya tertulis kutipan-kutipan yang terkenal di berbagai sosial media. Jalan Braga sangat cocok bagi kamu yang hobi atau menyukai fotografi. Selain itu, kamu juga dapat menemukan tempat-tempat lain seperti took, coffeeshop, dan berbagai restoran-restoran ternama dengan sajian menunya yang lezat. Oleh karena itu, Jalan Braga adalah tempat yang seru untuk kumpul bersama teman-teman.

Orchid Forest Cikole, Buat Wisatawan yang Suka Bunga

Orchid Forest Cikole adalah wisata alam yang Instagrammable di Bandung.Tempat wisata ini dikelilingi dengan pohon pinus yang menjulang tinggi. Selain itu, Orchid Forest Cikole juga sangat dikenal dengan taman bunga anggreknya yang terbesar di Indonesia. Hal ini dikarenakan terdapat 157 spesies bunga anggrek yang berasal dari berbagai Negara di dunia. Dikarenakan udara di Bandung sangat sejuk, maka dari itu bunga-bunga anggrek disana tumbuh dengan baik. Selain itu, Orchid Forest Cikole juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung seperti outbound, taman bermain, area untuk piknik, taman membaca, coffee corner, dan lain-lain. Biasanya yang menjadi spot foto selfie yang menarik disana adalah jembatan-jembatan yang dihias dengan lampu warna-warni.

Trans Studio Bandung Juga Menjadi Alternatif Wisata Keluarga di Bandung

Bagi kamu yang ingin menikmati permainan-permainan menantang, Trans Studio Bandung adalah pilihan yang tepat. Trans Studio Bandung merupakan salah satu tempat wisata dengan berbagai wahana bermain. Trans Studio Bandung terletak di Jl.Jendral Gatot Subroto No.289 A, Cibangkong, Bandung.

Trans Studio

Tempat ini merupakan wisata indoor yang menyediakan wahana-wahana permainan mulai dari yang biasa sampai yang sangat menantang adrenalin kamu. Wahana-wahana yang disediakan sudah memenuhi standar keamanan sehingga kamu tidak perlu khawatir ketika mencoba permainan disana satu per satu. Trans Studio Bandung sangat cocok dihabiskan bersama keluarga, teman-teman, atau pasangan.

Baca lagi Wisata Floating Market Lembang

Kebun Bunga Begonia Rekomendasi Buat yang Suka Wisata Alam

Sebagai Kota Kembang, tentunya tidak lengkap jika kamu melewatkan salah satu wisata ini. Kebun Bunga Begonia merupakan wisata alam yang dipenuhi oleh berbagai jenis bunga yang cantik dan warna-warni. Wisata ini berada di Jl.Maribaya No.140 A, Lembang, Bandung, dan dibuka dari pukul 8 pagi sampai jam 5 sore. Selain sebagai tempat foto dengan pemandangan indah, kamu juga dapat membeli bunga-bunga yang segar disana. Harga tiket yang dikeluarkan sangat murah yaitu senilai Rp10.000 saja sehingga aman untuk kantong kamu.

Baca lagi tentang Wisata Gedung Sate, Bandung.

Itulah beberapa wisata-wisata keren di Bandung yang wajib untuk didatangi. Selain wisata-wisata diatas, masih banyak tempat menarik lainnya yang tentunya tidak akan cukup untuk dikunjungi dalam sehari semalam saja. Untuk dapat menuju ke Kota Kembang ini, kereta Bandung adalah salah satu transportasi yang tepat dan nyaman bagi kamu dan juga keluarga.

Mengunjungi Destinasi Wisata Hits di Pekalongan

Destinasi Wisata Hits di Pekalongan – Berwisata ke suatu daerah biasanya yang dicari adalah destinasi wisata yang menarik dan terkenal di kota tersebut. Yaa…meski bisa dibilang mainstream atau biasa banget, tetap saja banyak dicari dan dikunjungi. Apalagi kalau destinasi wisata tersebut termasuk wisata hit atau bahkan menjadi ikon, pasti masuk dalam daftar kunjungan. Seperti halnya saat saya, teman-teman Blogger dan juga Media mengunjungi Kota Pekalongan beberapa waktu lalu dalam rangka Famtrip Jateng On The Spot 2019.

Kota Pekalongan adalah salah satu kota di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Tengah. Kota yang terletak di jalur Pantura ini berbatasan dengan laut jawa di sebelah utara, Kabupaten Batang di sebelah timur, Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Jarak dari Ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang kira-kira 100 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam melalui jalan tol Trans Jawa.

Hari pertama acara Famtrip Jateng On The Spot 2019, kami mengunjungi Kota Pekalongan untuk menjelajahi tiga obyek wisata hit di sana, yaitu Museum Batik Pekalongan, Kedai Limun Oriental, dan Pasar Grosir Batik Sentono. Destinasi wisata tersebut bisa dibilang Pekalongan banget. Apalagi jika kita tahu bahwa Pekalongan dijuluki sebagai Kota Batik. Kemudian ada Limun, minuman ringan legendaris yang juga pernah hit pada zamannya.

Nah, karena tahu Pekalongan menjadi tujuan pertama famtrip, saya dan Ella izin kepada penyelenggara untuk langsung menuju kota tersebut. Emmh…daripada harus ke meeting point dahulu yaitu di Semarang, tuh, perjalanan akan lebih lama. Ya, kami dari Banjarnegara lebih dekat dengan Pekalongan ketimbang ke Semarang. Naik kereta dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Pekalongan hanya membutuhkan waktu 3 jam saja. Lumayan hemat waktu lah. Pun dengan harga tiket kereta api yang tidak sampai 100 ribu, tambah lumayan. 😆 Dan ternyata, tidak hanya kami yang menunggu di Pekalongan, ada juga teman-teman Blogger dari Jakarta dan Pemalang. Alasan mereka pun kira-kira sama dengan saya, menghemat segalanya. 😛

Museum Batik Pekalongan

Ada banyak cara di mana kamu dapat melihat koleksi batik nusantara. Namun, hanya di Museum Batik Pekalongan kamu dapat melihat koleksi lengkap batik tersebut dengan jelas dan detail. Di sana juga ada beberapa koleksi batik yang bisa kamu sentuh untuk sekadar mengobati rasa penasaran.

Emmh..kira-kira batik tulis ini terbuat dari jenis kain apa, ya? Atau penasaran dengan detail batik karena saking banyaknya corak warna yang tertuang di dalamnya. Tapi ingat, tangan kamu musti steril, ya. Supaya kain batik tetap bersih, terjaga. 😉

Kain yang digunakan untuk membatik itu rupa-rupa. Antara lain, ada kain paris, kain doby, kain sutra, kaos katun, dll. Mulai dari sini, kamu akan tahu kualitas batik sebelum masuk pada jenis dan motif batik itu sendiri. Nah, untuk tahu perihal macam-macam kain batik, kamu harus masuk ruang pamer Museum Batik Pekalongan.

RUANG PAMER 1 MUSEUM BATIK PEKALONGAN

Ada tiga ruang pamer di museum ini, yaitu Ruang Pamer I yang bernama Ruang Perjalanan Batik. Ruang ini memamerkan alat dan bahan-bahan yang digunakan untuk membatik. Apa-apa saja yang dibutuhkan atau berkaitan dengan membatik ada di sini. Tidak hanya itu, ruangan ini tiap tahun update tema pameran batik. Jika sebelumnya ruang pamer I mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika“, akhir tahun tahun ini berganti tema menjadi “Satu Dasawarsa Batik Indonesia“. Koleksi batik di ruang pamer ini pun telah diupdate, mulai dari batik Nusantara sampai Mancanegara.

Kemudian di Ruang Pamer II yaitu Ruang Batik Nusantara. Koleksi batik nusantara semua dipamerkan di sini. Mulai dari Bengkulu, Papua, Kalimantan, pokoknya batik dari Sabang sampai Merauke. Ada kebanggan tersendiri ketika melihat koleksi batik di sini karena memang unik motifnya, punya motif yang kuat tiap daerah. Sementara di Ruang Pamer III yaitu Ruang Batik Pekalongan. Ruang ini memamerkan ragam motif Batik yang berkembang di Pekalongan sebagai sentara utama gaya Batik Pesisiran seperti batik Lunglungan atau Batik Terang Bulan.

FAMTRIP PEKALONGAN

Selain melihat koleksi batik di ruang pamer, kamu juga bisa belajar membatik karena di Museum ini disediakan Ruang Workshop untuk para wisatawan. Untuk belajar membatik, kamu cukup membayar mulai dari Rp 20 ribu-65 ribu sesuai ukuran. Oiya, Museum Batik Pekalongan telah mendapat sertifikat Best Practices dari UNESCO pada tahun 2009. Penghargaan ini diberikan atas upaya pelestarian budaya batik yang telah dilakukan melalui pelatihan untuk pelajar. Museum ini memang sering mengadakan batik goes to school, gitu. Jadi, pantas lah ya mendapat sertifikat tersebut. 🙂

Nah, jika kamu ke Museum Batik ada baiknya minta ditemani guide, ya. Gratis, kok. Kamu cukup membayar tiket masuk saja senilai Rp 5.000 per orang. Museum Batik Pekalongan berlokasi di Jl. Jatayu No.3 Panjang Wetan, Kec. Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Buka : Setiap Hari 08.00 – 15.00 WIB

Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet

Limun merupakan minuman ringan berkarbonasi yang pernah hit pada zamannya. Sebagai generasi 90-an yang hidup di pedesaan, saya mengenal minuman ini sebagai minuman paling segar, nikmat, dan murah meriah. Minuman yang dulu dijual di warung-warung desa dan sekolah-sekolah. Namun kini, minuman Limun sudah jarang ditemui. Kabar baiknya, nih, di Pekalongan masih terdapat pabrik rumahan yang masih aktif memproduksi Limun Oriental dengan label Cap Nyonya Silhuet.

Pabrik yang berada di bagian belakang rumah ini beroperasi sejak tahun 1920. Uniknya, bagian depan rumah ini juga dimanfaatkan sebagai kedai yang menjajakan Limun, snack, dan makanan berat seperti Ayam Geprek. Pemilik kedai yaitu Koh Bernardi yang merupakan generasi kelima terus berusaha mempertahankan produk Limun Oriental dan sekarang masih eksis bahkan telah berhasil mengekspor ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dll.

FYI, terdapat 8 varian rasa Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet yaitu rasa Mangga, Nanas, Jeruk, Lemon, Kopi, Sarsaparilla, Sirsak dan Frambos. Untuk dapat meneguk Limun di kedai ini, kamu cukup membayar Rp 7.500 per botol untuk semua rasa. Kalau misal ingin dibawa pulang menjadi Rp 10.000 per botol. Satu dus isi 6 botol. Kedai Limun Oriental berlokasi di Jl. Rajawali Utara No.15, Panjang Wetan, Kota Pekalongan. Kedai dibuka mulai jam 08.00-17.30 WIB.

Pasar Grosir Batik Sentono, Pekalongan.

Setelah berwisata di Museum Batik Pekalongan, mencoba kuliner legendaris Limun, kini saatnya berwisata belanja untuk mencari oleh-oleh. Ya, terasa makin lengkap berkunjung ke Pekalongan jika kamu juga singgah ke Pasar Grosir Batik Sentono. Sudah sampai Kota Batik, pulang membawa oleh-oleh batik, tuh, lebih puas, kan. Apalagi harga di Pasar ini adalah harga grosir, tergolong murah meriah.

Ada ratusan toko batik yang bisa kamu singgahi. Tapi please, tidak usah semua didatangi karena akan membuat kaki kamu kram. 😆 Sebelum pergi ke sini, ada baiknya kamu merencanakan akan membeli apa saja untuk oleh-oleh. Kenapa? Soalnya kalau sudah melihat koleksi batik di pasar ini bisa kalap. 😆 Tapi tenang, jangan takut kehabisan uang di pasar sentono karena di depan pasar tersedia mesin ATM. Asalkan saldo uang di ATM buanyak, aman. 😆

Oiya, meski harga sudah grosir, kamu wajib melakukan tawar menawar di pasar batik ini, ya. Soalnya sudah murah sekalipun masih bisa ditawar. 😆 Pasar Grosir Batik Sentono berlokasi di Jl. Dr. Sutomo No. 1-2, Karangmalang, Pekalongan. Pasar ini buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Jadi, kalau kamu sudah sampai Pekalongan, lalu tidak punya banyak waktu untuk eksplorasi wisata di sana, sempatkan untuk mengunjungi minimal 3 destinasi wisata di atas, ya. 😉

Notes:

Jateng On The Spot 2019 adalah sebuah program wisata pengenalan pariwisata Jawa Tengah Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk mengenalkan potensi pariwisata yang berada di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Untuk sesi kali ini berlangsung selama 3 hari 2 malam (13-15 Desember 2019) dan saya mengeksplorasi Kota Pekalongan, Tegal dan Brebes, bersama 11 Blogger dan 5 media.

Ngopi dan Nongkrong Asyik di Kopi Sabin Coffee & Eatery

Kopi Sabin Coffee & Eatery – Kelas Blogging yang diadakan oleh teman-teman GenMile Banjarnegara mengantarkan saya ke salah satu tempat nongkrong yang cukup familiar di Banjarnegara yaitu Kopi Sabin. Adakah di antara kalian yang pernah singgah di sini? 😉

Sebuah Kafe yang berlokasi tak jauh dari tengah kota memang hit banget di Banjarnegara. Tempat nongkrong para kawula muda, gituuu. Apalagi sekarang tempatnya lebih nyaman, adem, lengkap dengan pemandangan sawah yang menjadi ciri khas Kafe tersebut. Makin betah berlama-lama di sana. Namun faktanya, saya baru singgah dua kali ke Kopi Sabin Coffee & Eatery. Harap dimaklumi, working mom makin jarang nongki-nongki, nih. 😆

FYI, Kota tempat saya tinggal, tuh, bukan kota besar yang punya banyak pilihan tempat nongkrong apalagi kafe berkelas. Saya juga kadang bingung merekomendasikan atau memilih kafe, baik untuk nongkrong bareng kawan atau sekadar meet up bersama teman-teman dari luar kota yang kebetulan singgah di Banjarnegara. Namanya juga menjamu, pasti ingin memberikan yang terbaik, kan. 😉

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1
Kopi Khas Banjarnegara…

Pertama kali mengunjungi Kopi Sabin, tuh, saat menghadiri acara “ngopi bareng netizen Banjarnegara”. Acara yang diselenggarakan oleh salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Banjarnegara ini tidak begitu formal namun saya kurang menikmati suasana kafe karena terlalu fokus ngobrol, gitu.

Berbeda dengan sebelumnya, pada kunjungan kedua ini saya bersama teman-teman diberi kesempatan untuk ngobrol dengan salah satu pemilik Kopi Sabin yaitu Mbak Ristia. Kenapa bisa ada sesi ngobrol bareng? Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, karena saya mengikuti Kelas Blogging Banjarnegara yang mana pesertanya adalah para Blogger. Tahu sendiri, dong, Blogger datang ke suatu tempat pasti butuh story buat konten. Makanya, kesempatan yang baik ini tidak kami sia-siakan. Pun dengan pihak Kopi Sabin, mereka berbagi cerita mulai dari perjuangan merintis usaha sampai dengan perkembangan usahanya yang mana sekarang sudah mendapat investor. Keprokiin, dong!

Sedikit Tahu Tentang Kopi Sabin Coffee & Eatery

Jarang singgah ke Kopi Sabin bukan berarti saya tidak update tempat nongkrong yang satu ini, lho. Saya masih ingat, dulu pernah mengikuti kegiatan meet up bareng teman-teman Blogger Banjarnegara pada tahun 2017 yang bertempat di Culinary Iwak. Sebuah warung makan yang menyajikan beragam olahan menu ikan ini berlokasi di eks. Pasar Ikan Gemuruh atau seberang pintu masuk perumahan Gemuruh Griya Indah. Nah, di tempat ini lah pertama kali saya mengenal Kopi Sabin. Ya, Kopi Sabin menyatu dengan Culinary Iwak yang mana dalam menjalankan bisnisnya mereka menggunakan gerobak semacam angkringan, gitu.

Lewat pemiliknya yaitu Mas Danu, saya tahu keberadaan Kopi Sabin dan mulai mengenal tentang kopi Banjarnegara karena saat itu beliau memberikan materi tentang perkopian. Di sini suasananya segar karena belakang warung adalah hamparan persawahan. Muncul ide nama Kopi Sabin pun karena terinspirasi dari area persawahan ini. Sabin yang dalam bahasa jawa yang berarti Sawah.

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1

Tempat nongkrong yang diprakarsai oleh tiga orang yaitu Mas Danu, Mbak Ristia dan Mbak Herlina ini, terus berkembang, mengenalkan brand Kopi Sabin dan produk-produk kopi Banjarnegara melalui event-event. Merasa perlu ada perluasan dan memberi kenyamanan kepada pengunjung, pada tahun 2018 Kopi Sabin membuka cabang di Pucang di mana lokasinya tidak jauh dari perempatan Pucang. Di lokasi yang satu ini, saya merasa ruh dari Kopi Sabin hilang, terasa seperti tempat nongkrong pada umumnya karena tidak ada lagi hamparan persawahan yang dapat dinikmati sambil menyeruput segelas kopi dan ngobrol-ngobrol. Ibarat adonan roti, tuh, hasilnya kurang mengembang. 😀

Nah, kabar baiknya, nih, pada tahun 2019, Kopi Sabin pindah lokasi dari Pucang ke Kutabanjarnegara. Pindahnya Kopi Sabin kali ini dibarengi dengan adanya tawaran dari seorang investor untuk menjadikan Kopi Sabin makin besar. Di tempat yang bisa dibilang baru ini, Kopi Sabin kembali menawarkan pemandangan hamparan persawahan lagi, gaesss. Asique dan menarique! Apalagi lokasinya makin dekat dengan kota, kira-kira 500 meter dari jalan raya utama, dan didukung dengan tempat yang makin nyaman. Kalau kalian mau ke sini, ancer-ancernya yaitu gang masuk Klinik Hasta Bakti. Masuk lurus mengikuti jalan sampai mentok, lalu belok kiri. Kopi Sabin berada di sebelah kiri jalan gang. 😆

Konsep Kafe yang Unik. Desain Atapnya, lho!

Kafe yang menawarkan beragam menu kopi ini berdiri di atas bangunan yang unik dari sisi desain atap bangunan. Kenapa saya bilang unik? Tentu karena jarang dijumpai di tempat lain. Desain dengan atap bangunan miring, Kopi Sabin memanfaatkan rooftop untuk para pengunjung pada sisi kanan atas. Di bagian ini terdapat sampai 3 meja yang dapat digunakan pengunjung dengan posisi duduk lesehan.

KOPI SABIN BANJARNEGARA 1

Bangunan utama bisa dibilang minimalis dengan dinding batu bata merah yang tertata rapih, namun kafe ini tetap menciptakan suasana khasnya Kopi Sabin yang nyaman dan selalu bikin adem alami. Kemudian pada bagian bawah, terdapat empat tempat untuk bersantai para pengunjung. Pertama yaitu bagian dalam gedung yang tentunya area no smooking, kedua yaitu samping kiri gedung yang semilir anginnya bikin betah ngobrol, ketiga yaitu samping kanan gedung semacam joglo, dan yang terakhir yaitu depan gedung persis yang mana tempat ini biasanya baru terisi pada sore hari dan terang. Maklum, ini area luar tanpa atap dan kalau siang hari hot banget. 😀

Satu yang menurut saya kurang match dalam konsep kafe ini yaitu adanya joglo di sebelah kanan kafe. Saya yakin owner pasti punya alasan kenapa ada bangunan tersebut. Hanya saja dengan melihat desain gedung utama, tuh, nampak ada dua konsep, gitu. Minimalis dan kekunoan (njawa), gitu. Sekilas kalau dilihat jadi membuyarkan konsep minimalis pada konsep kafe ini. Menurut saya, joglo tersebut mending dibuat gazebo dengan konsep yang hampir sama dengan gedung utama. Mungkin tambah oke. 😉

Menu Apa Saja yang Bisa di Pesan Kopi Sabin?

Fokus mengangkat kopi lokal, di sini kalian dapat memesan beragam menu kopi sebagai menu utama. Kopi lokal dari Kalibening yang pernah menjadi juara juga ada di sini. Nah, untuk menu andalan di sini yang tidak dapat kalian nikmati di kafe atau tempat ngopi lain yaitu Kopi Pak Tani. Penasaran dengan cita rasa menu andalannya? Datang lah ke Kopi Sabin! 😀

Selain mempromosikan kopi lokal atau kopi khas Banjarnegara, Kopi Sabin punya produk kopi kemasan dengan merek Bimalukar Coffee. Kalau kalian ingin mencobanya, bisa dibeli di online shop. Cari saja dengan kata kunci merek tersebut. Pasti nemuu! Kalau tidak ketemu, bisa hubungi saya, ya. Hahaha.

Sebagai pilihan menu dan juga teman duduk, Kopi Sabin menawarkan Ayam Geprek, Rice Bowl, Mie, dan aneka menu makanan lainnya. Tak lupa untuk camilannya, Kopi Sabin juga menyediakan camilan khas Banyumasan yaitu mendoan. Ada juga pisang goreng dan aneka camilan lainnya buat nemenin kalian ngobrol. Dan untuk harga, kalian jangan khawatir karena harga segala menu kopi dan makanan di sini ramah kantong. 😉

Fasilitas Apa saja yang disediakan?

Gue bakal ke sini lagi, soalnya kafe ini …..?

Selalu ada alasan buat para pengunjung untuk kembali. Salah satunya yaitu dengan adanya fasilitas umum bagi para pengunjung. Tidak hanya sekali atau dua kali mampir, tapi menjadi langganan karena selain nyaman, fasilitas umum mendukung.

Kopi Sabin memiliki halaman parkir yang cukup luas. Tempat parkir pada bagian depan kafe bisa untuk parkir mobil kira-kira sampai 10 mobil. Sementara untuk parkir sepeda motor yang berada di samping kanan bisa untuk parkir sampai 50 motor. Pengunjung tidak akan bingung atau merasa ribet untuk masalah parkir, meski belum ada juru parkir khusus, pihak Kopi Sabin sudah memberi sign board. Jadi tidak perlu khawatir bakal salah tempat parkir. 😉 Hanya saja untuk lantai tempat parkir masih berupa tanah, jadi kalau misal hujan bakal becek, nih. Dan kalau pas musim kemarau, debunya hebat bangett sampai nempel di jok motor. 😀 Mungkin ke depannya dapat dicor semen supaya makin nyaman.

KOPI SABIN TEMPAT NONGKRONG DI BANJARNEGARA

Selanjutnya, fasilitas umum yang biasanya urgent yaitu toilet. Kopi Sabin menyediakan toilet untuk pengunjung sebanyak dua toilet yang berada di samping kanan Kafe, bersebelahan dengan area parkir sepeda motor. Dan buat kalian yang betah banget nongkrong di sini dari Dzuhur sampai Ashar, tidak perlu khawatir tentang ketersediaan Mushola. Meski Kopi Sabin tidak memberikan fasilitas Mushola, namun kurang lebih 5 meter dari Kafe terdapat Masjid milik warga yang bisa kalian manfaatkan untuk ibadah. So, no problem!

KOPI SABIN TEMPAT PARKIR

Emmmhhh…pingin fasilitas apalagi, nih? Delivery order? Adaaaa, langsung cuss ke nomor +6281215033834. WiFi? Adaaaa juga dan lumayan lancar untuk sekadar chatingan. 😉

Jadi, kapan kalian ke Kopi Sabin? 😉

Kopi Sabin Coffee & Eatery

Jam Buka:

Setiap hari pukul 10:00 – 22:30 WIB
Khusus Jumat pukul 15:00 – 22:30 WIB

DO (Delivery Order)

DO time slot 11:00 – 20:00 WIB

Alamat:

Jl. Mayjend. Panjaitan No.117, Kutabanjarnegara, Banjarnegara.