Dear para wanita, jangan malu dengan postur tubuh yang tidak setinggi teman-temanmu, ya. Karena semua wanita memiliki sisi kecantikan, keistimewa yang tidak dimiliki wanita lain. Setuju, doong!
Wanita yang memiliki tubuh mini, kerap bermasalah dengan pakaian. Khususnya ukuran baju. Hihihihi…Tapi please, tidak usah terlalu dipikirkan tentang tinggi badan itu. Karena banyak cara dan usaha yang dapat kamu lakukan dengan memilih jenis pakaian yang tepat.
Oiya, kamu juga jangan baper dengan judul blog post ini, ya. Tidak ada maksud apapun. Hanya ingin sekadar berbagi. Siapa tahu bisa menjadi solusi bagi kamu, para wanita yang memiliki postur tubuh mini, tapi ingin tetap terlihat luwes dalam hal berpakaian.
Bila kamu cermat memilih pakaian dan mengikuti beberapa cara ini, bisa jadi bentuk tubuh kamu akan kelihatan lebih proporsional dan kamu pun lebih percaya diri.
Yuuk, simak dan baca pelan-pelan caranya berikut ini:
Menggunakan Celana High Waist
Celana high waist yang ukurannya mencapai atas pinggang ternyata bisa membuat tubuhmu kelihatan lebih tinggi. Pilihlah celana high waist dengan warna netral dan padukan dengan atasan berwarna cerah untuk mendapatkan kesan tubuh yang lebih proporsional.
Gimana? Sudah pernah mencoba belum untuk cara yang pertama ini? 😉
Berbagai Jenis Jump Suit
Jump suit merupakan setelan yang juga bisa menimbulkan kesan bentuk tubuh tinggi. Tidak heran bila jenis pakaian yang satu ini menjadi must have item bagi wanita bertubuh mini. Mau mengenakan jump suit yang berwarna cerah atau gelap, kamu bebas menyesuaikannya dengan selera dan kebutuhan.
Pada umumnya jump suit berwarna gelap cocok digunakan ketika menghadiri acara formal atau undangan pesta. Sementara jump suit dengan warna cerah lebih fleksibel digunakan untuk waktu senggang.
Jump suit, apakah kamu suke mengenakannya?
Mini Dress yang Anggun dan Istimewa
Tren fashion terbaru mini dress wanita memang sangat menarik untuk disimak dan diikuti. Terutama untuk wanita yang bertubuh mini. Potongan dress di atas lutut menciptakan kesan semampai dan ramping. Apa pun warna dan motif dress-nya, pilihan bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Mini dress bergaya klasik umumnya lebih disukai karena bersifat timeless dan mudah dipadukan.
Kalau ingin mendapatkan mini dress istimewa dengan harga terjangkau, jangan lupa untuk mengunjungi situs MatahariMall. Karena situs online yang satu ini memiliki koleksi mini dress lengkap dengan harga terjangkau.
Suka pakai drees, ngga?
Rok Mini untuk Segala Suasana
Rok mini dengan bahan berkualitas sangat cocok digunakan untuk segala suasana. Mulai dari aktivitas casual sampai aktivitas formal di kantor.
Tanpa harus sibuk memilih-milih jenis pakaian, kamu tinggal memilih rok mini yang bisa dipadukan dengan aneka jenis atasan. Rok mini bisa membuat penampilan kamu nampak awet muda dan lebih menarik. 😆
Rok mini-nya jangan terlalu mini lho, ya. Takutnya dihinggapi lalat. Kasihan lalatnya, kan. Hahaha
Ladies, sekarang bukan waktunya lagi untuk tidak percaya diri dengan bentuk tubuh yang kurang tinggi, mini, mungil, ya. Sudah saatnya untuk menjadi dirimu sendiri dan menentukan gaya berpakaian yang paling sesuai dengan karakter dan postur tubuhmu.
Rekreasi ke Kebun Binatang Serulingmas – Taman Rekreasi Margasatwa (TRMS) Serulingmas menjadi satu-satunya kebun binatang di wilayah Eks. Karisedenan Kedu dan Banyumas. Satu-satunya, lho. Meski Purbalingga punya Sanggaluridan River World, tetaplah beda.
Gimana, Sist? Secara potensi, termasuk aset yang luar biasa, kan? Andai tiap akhir pekan wisatawan dari Kabupaten tetangga silih berganti piknik ke Serulingmas. Beeuh…panggung hiburan bakal bergoyang sampai petang. 😆
Berlokasi kurang lebih 2 km dari alun-alun Banjarnegara, tepatnya di Jl. Selamanik, TRMS Serulingmas lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Selamanik. Memang, belum banyak yang tahu keberadaan TRMS ini. Masih kalah pamor dengan Surya Yudha Park yang belum lama berdiri.
Tak terhitung sudah berapa kali kami memilih Serulingmas sebagai tempat untuk bersantai, melepas penat, bergembira bersama Si Kecil. Kebiasaan kami sebelum menuju Serulingmas, yaitu mencari camilan terlebih dahulu. Melipir ke mini market terdekat yang menyediakan aneka camilan. Alfamart, misalnya.
Persiapan Snack untuk Rekreasi.
Alasan kami memilih Alfamart, karena hampir tiap hari mereka memberi promo dan diskon untuk produk tertentu. Namanya Bu-Ibu, melihat kata diskon mata langsung berbinar-binar. Apalagi, kalau melihat produk dengan label beli dua gratis satu. Girang banget! 😆 😆
Jajan yang kami beli yaitu camilan keripik kesukaan Ayah, snack, dan minuman. Buat bekal saat menyusuri Taman Burung sampai bagian paling ujung yaitu ada si ganteng Orang Utan.
Lupakan sejenak rutinitas harian: pekerjaan kantor dan atau rumah tangga yang tidak habisnya. Ajak keluarga kamu keluar rumah untuk piknik ke Taman Rekreasi Margasatwa (TRMS) Serulingmas. Salah satu tempat wisata di Banjarnegara yang cocok untuk Family Time dan sebagai tempat untuk memanjakan diri.
Selain kebiasaan di atas, setelah membeli tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang, kami berteduh terlebih dahulu di bawah pepohonan, duduk santai di area Taman Burung, menikmati semilir angin segar. Kurang lebih sepuluh menit, baru lah kami memulai perjalanan dari sebelah kanan, yang tak lain adalah Taman Burung.
Ada Apa Saja di Kebun Binatang Serulingmas?
Taman Burung menghadirkan berbagai jenis burung di mana sebagian besar termasuk burung yang dilindungi. Namanya saja Taman Margasatwa, ya. Di mana taman ini adalah taman buatan yang di dalamnya terdapat hewan yang dipelihara. Selain sebagai tempat rekreasi, taman margasatwa juga berfunsi sebagai tempat riset, pendidikan, dan tempat konversi untuk satwa yang terancam punah.
Burung Elang dan Merak adalah salah dua burung yang dilindungi. Pada tiap sangkar diberi label yang berisi keterangan singkat mengenai burung yang ada di dalamnya. Termasuk perolehan burung tersebut. Sumbangan dari perorangan, misalnya.
Area Taman Burung kami rasa lebih nyaman dan tertib jika dibandingkan dengan tempat Rusa Sumatera berada di sebelah kiri pintu masuk, atau dekat dengan area bermain anak-anak.
Dari area Taman Burung, kami turun melalui anak tangga dan meneruskan perjalanan untuk melihat Harimau dan Raja Hutan yang nampak santai di kandangnya. Ada yang tiduran, duduk santai sembari memperhatikan sekitarnya, termasuk manusia. Mungkin. Hahahaha
Di sekitar kandang Harimau cukup hot. Kami cukup melewatinya saja. Tidak ada interaksi, hanya say hello tanpa senyum. Wajah Si Hari nakutin, sih. Berbeda ketika menjumpai Orang Utan yang ternyata punya banyak penggemar. Hahaha
Bukan sihir, satwa ini memang sukses mencuri perhatian para wisatawan. Orang Utan ini idak lucu, tapi menarik. Pertama melihat Orang Utan yang gemuk ginuk-ginuk itu lumayan merinding. Meski sudah di krangkeng, tapi tetap saja was was. Apalagi melihat liriakan matanya. Ya ampuun…detak jantung makin kencang. Lirikan Won Bin saja tidak semesra itu, lho. Qiqiqiqi
Kami cukup lama bermain dengan Orang Utan karena memang ada interaksi. Di sini tidak ada larangan untuk memberi makan kepada Orang Utan, namun kami tidak memberi makan apapun. Pelit banget, ya. Hiiissh..
Bukan! Bukan karena pelit, tapi jajan yang kami beli sepertinya tidak cocok untunya. Padahal sebenarnya ada beberapa produk alfamart yang mungkin bisa diberikan untuknya. Kacang, misalnya. Mungkinkunjungan berikutnya kami akan memberi snack spesial untuknya. 😉
Usai menengok satu per satu satwa Serulingmas, kami menepi ke Gazebo. Berbeda dengan zaman saat aku masih unyil. Tiap kali ke Serulingmas pasti membawa alas. Entah itu tikar, atau koran untuk sekadar bisa duduk aman.
Adanya beberapa gazebo ini memberikan banyak manfaat bagi para pengunjung dan juga penjual makanan di sekitar panggung hiburan. Gazebo paling dekat dengan Mushala dan area jajan menjadi pilihan kami.
Banyak kalori yang sudah kami keluarkan meski hanya jalan santai, pelan-pelan. Makanya, kami memilih Gazebo yang dekat dengan warung-warung supaya saat menyantap makan siang yang telah kami pesan lebih nikmat.
Es Dawet Ayu khas Banjarnegara, ngemil rujak dan mendoan, atau memesan Bakso, adalah menu favorit kami saat berkunjung ke Serulingmas. Suguhan Taman yang begitu luas, pun dengan aliran sungai serayu membuat napsu makan makin menjadi. *dasar doyan makan* *tak ingat perut menggelambir*
Pertimbangan lain, nih, ya. Karena gazebonya dekat dengan Mushala, kami bisa gantian beribadah tanpa banyak langkah. Ya maklum, Ayah masih suka panik kalau Jasmine rewel. Biar lebih dekat, gitu. Cukup delapan langkah. 😀
Belum adanya tiket terusan mengharuskan kami untuk membeli tiket lagi untuk berrenang bersama Si Kecil seharga Rp 5.000 per orang. Sementara, Bayi masih GRATIS, cuy! Lumayaan…bisa ngeSoto pas pulang. 😀
Sebenarnya tujuan utama kami ke Serulingmas yaitu untuk renang. Tapi, sesekali kangen sama Elang boleh lah, ya. Mabelas ribuuuuw kali dua sama dengan jalan sehat bahagia. 😛
Kolam renang di sini menurut kami cukup aman dan nyaman karena fasilitas dan pelayanan sukses membuat kami puas. Spesial untuk Jasmine, kami lebih cocok renang di sini. Kenapa? Alasannya aku tulis di posting terpisah, ya. *kalau ingat* *yang penting niat* *udah dapat pahala*
Kolam renang di sini dibuka mulai jam 08.00 WIB-17.00 WIB. Kami kerap terkunci di dalam kolam renang, lho. Saking riweuhnya bersama Si Kecil. Ahh…dimana pun kami berada, sejauh ini menjadi tim rempong. Jangankan di Kolam Renang, di rumah saja sering rempong berjama’ah. Hihihi
Kami menyebutnya rempong-rempong bahagia!
Keluar paling akhir dari kolam renang dan juga tempat parkir. Di dalam tempat parkir yang cukup luas itu hanya tinggal beberapa kendaraan dowang. Penjaganya pasti kesal. Hahaha…Padahal, tidak sampai satu jam kami berrenag, lho. Tapi, namanya berrenang bersama Bayi memang sensasinya anti biasaaa! Banyak salingnya. 😛
Omong-omong, apakah kamu suka rekreasi ke Taman Margasatwa?
Berlangganan menu catering kadang bikin candu bagi sebagian Ibu pekerja. Selain praktis, di beberapa kota justeru lebih irit menu catering daripada masak sendiri. Emmh…mungkin malah bukan hanya Ibu pekerja, hampir seluruh Ibu yang tiap pagi sudah repot dengan anak, kadang lebih memilih menu catering ketimbang anggota keluarganya sampai telat makan.
Melarikan diri ke warung makan untuk membeli lauk, atau berlangganan menu catering dilakukan tidak semata-mata karena Ibu telat bangun, sedang malas memasak, atau tidak sempat memasak. Ini hanya tentang menjaga kesehatan. Serius. Apalagi yang punya riwayat sakit maag.
Maag hingga infeksi lambung memang menjadi penyakit yang paling sering diderita oleh anak muda saat ini. Mungkin, faktor utama yang menyebabkan sakit maag yaitu konsumsi makanan kurang sehat dan polanya juga tak terjaga. Ya maklum, anak muda sekarang susah banget diawasi, kan. Sementara orqng tua kadang terlalu percaya dengan anak. Makan apa? Makan di mana? Makan sama siapa? Endingnya malah jadi “Polisi”. Hihihi
Penyakit maag datang bisa dikarenakan kegiatan yang semakin padat sehingga tidak memungkinkan mereka memasak, sarapan pagi, telat makan, malas keluar rumah dan pada akhirnya penyakit-penyakit datang menjangkiti.
Untuk menghindarinya bisa dimulai dengan pola makan yang teratur. Jika kamu tidak punya banyak waktu untuk memasak, kamu bisa berlangganan jasa catering. Jasa yang biasanya ditawarkan yaitu menu catering harian dengan menu yang selalu bervariasi dan sehat dikonsumsi.
Jasa catering harian Berry sudah cukup populer. Tak hanya di kota-kota besar saja. Kamu sendiri bisa mulai berlangganan dengan sangat mudah, berikut ini paling tidak cara yang bisa kamu coba, yaitu:
Carilah informasi mengenai beberapa jasa penyedia catering harian tersebut, sebelum memilih tentunya kamu harus mempertimbangkan beberapa aspek terlebih dahulu, dari kualitas makanan, hingga rasa.
Pertimbangkan rekomendasi dari teman, biasanya teman kamu yang sudah lama berlangganan bisa memberikan masukan terkait jasa yang mereka gunakan. Jika bagus kamu juga bisa ikut bergabung.
Kenali kebutuhan kamu. Maksudnya adalah apakah kamu termasuk orang yang mudah bosan atau tidak. Jika memang demikian, maka pilihlah paket yang sekali atau 2 kali dalam sehari saja. Selebihnya bisa mencari makanan dari luar. Paling tidak ini untuk menghindari rasa bosan atau menjadi lebih boros.
Jangan lupa untuk datang secara langsung ke tempatnya sebelum berlangganan. Kamu bisa melihat bagaimana proses pengolahan makanan tersebut, kebersihannya dan kualitas bahan yang digunakan.
Saat kamu cocok bisa langsung membayar uang muka sebagai tanda kamu juga ingin bergabung dengan jasa tersebut.
Keberadaan jasa semacam ini tak hanya membantu kamu sendiri, melainkan juga orang tua yang senantiasa khawatir dengan pola makan anak. Para orang tua bisa langsung mencarikan jasa catering untuk melihat sendiri bahwa anak mereka akan secara teratur dengan asupan nutrisi yang berkualitas. Pastinya pilih menu catering harian yang tawarkan variasi agar kamu tak mudah bosan.
Apakah Teman-teman suka memesan makanan lewat catering?
Selain pantai, ragam kuliner di Makassar begitu menggoda selera. Mulai dari kuliner yang berkuah, kudapan, sampai dengan seafood.
Bagi pecinta kuliner yang berdomisili di luar Makassar, cara mudah untuk mencicipi kuliner khas-nya langsung dari tempat asal yaitu dengan cara melakukan reservasi terlebih dahulu. Tidak sedikit wisatawan lokal rela mencari tiket pesawat untuk datang ke kota ini hanya untuk mencicipi hidangan khas Makassar yang bikin kangen. Ya, Makassar memang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang cukup populer di Indonesia.
Namun, jika kamu baru pertama kali berkunjung, maka tidak ada salahnya mengintip beberapa referensi kuliner, tempat makan yang menjadi unggulan di Makassar. Berikut 5 Plihan Kuliner Enak di Makassar :
Konro Karebosi
Lokasinya dekat Lapangan Karebosi. Makanya Konro ini punya nama Karebosi. Menunya terdiri dari Sop Konro yang dicampur kuah sop, dan Konro bakar, yaitu daging iga sapi yang dibumbui dan dibakar bersama bumbu kacang khas Makassar. Harga satu porsi Konro yang melegenda di Makassar ini berkisar Rp. 35 ribu.
Coto Gagak
Menu coto yang disajikan bersama buras atau semacam ketupat mini, dengan potongan daging yang besar-besar.
Pict: http://chemistrahmah.com/
Makanan ini paling terkenal di Makassar,dan tempat makan yang paling asyik untuk mencobanya berada di Gagak No. 27 Mariso, sebab menu coto di sini sudah bertahan dari sejak tahun 1970-an, dan buka selama 24 jam.
Mie Titi
Mie Titi adalah mie kering ala Makassar, yang disiram oleh kuah sayur dan potongan daging ayam mirip I Fu Mie. Mie-nya kecil-kecil lebih mirip bihun dan digoreng kering lalu disiram kuah masak.
pict: http://mblusuk.com/
Biasanya satu porsi Mie Titi dijual sekitar Rp. 15.000, dan kamu bisa menjumpainya di Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Irian, Jl. Boulevard, dan Jl. Datumuseng, Makassar. Kamu perlu mencicipi resep warisan Ang Kho Tjao, pembuat pertamanya, yang sudah bertahan selama 37 tahun ini.
Seafood Apong
Tempat yang tepat untuk menikmati hidangan laut khas Makassar, terutama kepiting! Cita rasanya perpaduan ala Tionghoa. Restoran yang selalu penuh pengunjung ini menyajikan masakan ikan, kepiting, dan udang pilihan yang betul-betul segar dan dimasak sempurna.
pict: restaurantapongseafood
Kualitas masakannya enak, setara standar masakan di Singapura. Namun, kamu sebaiknya datang lebih awal sebelum menjelang jam makan lantaran parkir mobilnya lumayan repot saking ramai. Untungnya, para staf dan pelayanannya cukup baik. Harganya pun relatif sesuai untuk kepuasan berkuliner yang akan kamu rasakan.
Pallu Basa Serigala
Satu lagi menu sup daging sapi, hanya kali ini kuahnya dicampur kelapa goreng. Di sini kamu bisa memilih sendiri bagian daging yang kamu suka.
pict: tripadvisor
Kuliner ini cukup unik karena biasanya ada kuning telur ayam kampung di dalamnya. Ini yang membuat kuliner makin gurih. Satu mangkuk Pallu Basa dijual Rp. 15.000, belum termasuk nasi putih. Tempat makan ini ada di Jl. Serigala No. 54, dan di Jl. Onta. Buka mulai jam 11 siang hingga jam 10 malam.
Jangan heran ketika kamu akan mencicipi kuliner di atas harus mengantri dan ikut berjejalan bersama pengunjung lainnya. Terpenting, kamu bisa makan nikmat dan puas di Makassar.
Ketika menjumpai si kecil bangun tidur dalam keadaan sehat, lalu memberikan senyum. Dan itu sukses membuat kami semangat menjalani aktiviras. Bahagia tak terkira. Bahagianya Masya Allah, Jasmine. 😉
Pun sebaliknya. Was was dan tentunya sedih jika melihat si kecil tidur tidak nyaman sampai menyebabakan rewel. Bangun tidur pun kadang tidak ceria. Ini membuat kami turut prihatin sebagai orang tua. Mengevaluasi adalah hal pertama yang kami lakukan.
“Kemarin atau beberapa hari lalu, kira-kira si kecil ngapain saja? Pergi ke mana? Makan apa? Minum apa saja?” Kami melakukan evaluasisedini mungkin.
Semenjak Jasmine lahir, aku kerap menjadi dokter dadakan buatnya. Pengetahuanku all about baby bisa dibilang masih minim. Tapi aku yakin bisa menjadi “dokter” pertama untuknya. Saat dia rewel, misalnya.
Si kecil yang rewel tidak melulu dia lapar. Adakalanya dia merasa tidak nyaman karena sesuatu. Salah satu penyebabnya yaitu perut kembung. Nampaknya memang biasa dengan keluhan gangguan ini, ya. Namun, perut kembung pada bayi dapat menyebabkan Gumoh dan Muntah. Keduanya pernah menghampiri Jasmine selama satu hari. Gumoh sebanyak dua kali, kemudian muntah.
Siang hari, setelah aku memberikan ASI untuknya, dia rewel. Tak lama kemudian, aku memberi ASI lagi dan dia diam. Usai memberikan ASI, aku menggendongnya, berniat untuk menyendawakan. Tapi, niatku tidak berhasil. Karena bukan sendawa yang kudapat, melainkan gumoh yang berlebih atau muntah. Susu yang masih segar keluar.
Satu kali muntah. Sela satu jam, dia muntah lagi. Tiga kali muntah dalam satu hari. Melihat wajahnya yang nampak lemas, aku tidak tega. Akupun akhirnya melakukan observasi pada perutnya.
Fix, Jasmine kembung.
Tiap orang tua pasti ingin melihat anaknya terus ceria. Terlebih usia si kecil bis dibilang sedang dalam masa pertumbuhan, di mana grafik pertumbuhannya cukup mudah untuk naik. Kasihan kalau sakit menghampirinya, kan. Karena dapat memperlambat laju tumbuh kembangnya.
Hasil dari evaluasi kecil dari kami, berikut 4 hal yang mungkin dapat menyebabkan perut kembung pada bayi berdasarkan pengalamanku sebagai seorang Ibu.
Kualitas Air Susu
Kualitas air susu untuk si kecil Jasmine menjadi hasil evaluasi pertama. Sebab, selain sebaga ibu rumah tangga, tiap hari aku bekerja. Berangkat pagi dan sore hari jam 16.00 WIB baru pulang. Selain perasaan, ternyata ASI juga tidak kalah sensitifnya, lho. 😉
Sebagai Ibu menyusui (BuSui) yang tiap hari bekerja dari pagi sampai sore, aku berusaha menjaga kualitas ASI agar tetap baik. Bagaimana cara menjaganya?
Selain rajin mengeluarkan ASI atau memerahnya, aku berusaha untuk tidak mandi terlalu sore. Selain kurang bagus untuk kesehatan, kemungkinan masuk angin akan mengahampiri BuSui dan itu dapat menyebabkan kualitas air susu menjadi kurang baik.
Buat Ibu Pekerja, perhatikan dan pahami juga pemberian ASIP untuk si kecil, ya. Usahakan kualitas ASIP tetap baik.
Bagaimana untuk memastikan kualitas air susu jika si kecil hanya minum susu formula?
Jika dari awal bayi lahir, Ibu tidak bisa memberi ASI karena alasan tertentu, ini juga harus diperhatikan kualitas susu formulanya.
Sebelum membeli susu formula, ada baiknya Ibu membaca kandungan gizi yang tertera pada kemasan susu formula. Jangan sampai pencernaan bayi terganggu karena Ibu kurang teliti dalam memilih susu formula. Apalagi masalah tersebut sampai menimbulkan masalah baru terkait pencernaan. Seperti perut bayi kembung atau poop tidak lancar.
Jika sudah timbul masalah baru dalam pencernaan, tumbuh kembang otak si kecil pun cukup susah. Makanya, sedapat mungkin Ibu memilih susu formula yang terbaik untuk si kecil. Enfagrow A+ Gentle Care, misalnya.
Susu formula tersebut cukup aman dan tidak mengganggu pencernaan si kecil. Sebab, Enfagrow A+ Gentle Care diperkaya dengan nutrisi penting bagi si kecil, seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12, yang dapat membantu tumbuh kembang anak.
Selain nutrisi yang cukup lengkap, Enfagrow A+ Gentle Care diproduksi menggunakan dengan teknologi PHP di Belanda, sehingga memiliki protein halus yang mudah dicerna untuk perutnya yang masih peka.
Pastikan susu formula bubuk yang telah diaduk segar tercampur dengan baik. Jangan lupa untuk mendiamkannya kurang lebih satu menit sebelum diberikan kepada si kecil, janan dikocok. Sebab, makin banyak campurannya dikocok, akan ada udara dan gelembung di dalamnya yang mana ini akan ditelan oleh si kecil dan bisa menyebabkan perut kembung pada si kecil.
Pemakaian Dot Bayi
Setelah izin cuti habis, mau tidak mau Jasmine menggunakan Dot sebagai alat bantu untuk minum. Aku dan juga Mbah Uti belum tega menggunakan gelas sebagai alat minumnya. Pun dengan sendok. Takut tersendak.
Pemilihan dot yang pas bagi bayi sangat lah penting. Usahakan ujung dot jangan terlalu kecil dan atau terlalu besar. Lubang dot yang terlalu besar akan memberi kesempatan lebih banyak udara masuk ke dalam perut bayi ketika sedang minum susu.
Hal ini dapat menimbulkan perut kembung. Ada baiknya membelikan dot sesuai dengan usia bayi agar si kecil merasa nyaman ketika menghisapnya.
Lalu, bagaiamana cara mengatasi perut kembung pada bayi akibat pemakaian dot yang belum sesuai?
Ada brand tertentu yang menyediakan dot sesuai dengan usia bayi. Aku juga menggunakan merk tersebut. Desainnya dapat mengontrol arus air susu.
Dot untuk bayi usia nol bulan memiliki arus yang lambat. Begitu juga sebaliknya. Hal ini untuk meminimalkan risiko perut kembung. Maka sesuaikan pemakaian dot bayi dengan usianya.
Waktu Mandi
Selain waktu mandi Ibu, waktu mandi bagi bayi juga penting untuk diperhatikan. Atur jadwal waktu mandi agar kondisi bayi fit. Sama halnya dengan Ibu, waktu mandi bayi juga jangan terlalu pagi, apalagi untuk mandi sore. Kalau bisa, dibawah jam 16.00 WIB. Sebab, kondisi tubuh bayi masih peka, sensitif.
Berlaku juga untuk mandi pagi. Menunggu udara tidak terlalu dingin. Kira-kira jam 08.00 WIB.
Asupan Makanan BuSui
Makanan yang dikonsumsi oleh Ibu berpengaruh bagi si kecil yang minum ASI. Kenapa makanan si Ibu ada di urutan terakhir? Bukankah ini prioritas utama bagi bayi?
Becyuuul! Tapi, sampai saat ini aku masih dan terus menjaga makanan yang kukonsumsi. Makanya, kemungkinan perut kembung yang disebabkan oleh makanan yang aku konsumsi sangat minim bagi Jasmine.
Lalu, apa saja makanan yang bisa menyebabkan perut kembung pada bayi?
Ada tiga makanan (yang aku tahu) yang dapat menyebabkan penumpukan gas pada saluran cerna bayi, yaitu: Kacang-kacangan, Kembang kol dan Brokoli. (Sumber: www.enfa.co.id)
Ternyata, makanan yang mempunyai nilai gizi, tuh, lebih banyak daripada yang mengandung gas, ya. Yaiyalah…yang kutahu baru tiga dowang. :lol;
Mengkonsumsi makanan yang menyehatkan dan memiliki banyak kandungan gizi adalah salah satu bentuk kasih sayang dari seorang Ibu menyusui untuk si kecil. Sebab, makanan tersebut sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang bayi sebelum masa MPASI tiba.
Makanan yang dikonsumsi sebisa mungkin tidak menyebabkan gangguan pencernaan pada si kecil, sebab saluran pencernaan si kecil masih berkembang dan masih peka.
Pada saat kondisi normal, sistem pencernaan si kecil mampu menyerap semua nutrisi makanan yang diasupnya. Namun, di awal-awal tahun kehidupannya, enzim yang membantu mencerna protein dan laktosa bisa jadi belum bekerja sempurna.
Hal tersebut menyebabkan protein susu dan laktosa yang dibutuhkannya tidak terserap dengan sempurna dan akhirnya masuk ke dalam usus besar, dimana di dalam usus besar ini menjadi rumah untuk berbagai macam bakteri hidup. Bertemunya sisa nutrisi dengan bakteri menyebabkan pembusukan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan seperti perut kembung.
Makanya, penting untuk memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi. Dengan kata lain, Ibu harus memberikan formula yang mudah dicerna yang mengandung protein halus dan cocok untuk perutnya yang masih peka. Informasi detil tentang gangguan pencernaan pada si kecil dapat dibaca di Digestion atau Wikipop.
Bu-Ibu dan Pak-Bapak, punya pengalaman tentang penyebab perut kembung pada bayi? Marii berbagii! 😉
Banjarnegara, sebentuk kabupaten yang kerap disebut dengan Kota Pensiun mempunyai banyak hidden paradise. Salah satu bentuk hidden paradisenya yaitu pesona alam banjarnegara yang kian hari makin dikenal dunia melalui media sosial. 😉
Kawasan Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu. Keberadaanya memang sudah dikenal oleh seluruh orang seantero jagat raya. Makanya, aku tidak akan menuliskannya di blog post ini. Lagipula, sudah banyak yang menuliskannya, kaaaan?
Tinggal dan hidup di Banjarnega mebuatku bahagia. SANGAT BAHAGIA. ASLI. Tidak hanya karena keluarga yang sebagian besar tinggal di sini, keberadaan Banjarnegara juga turut berkontribusi. Tenang, damai, meski beberapa kali pernah mendapat musibah longsor.
Musibah yang pernah menghampiri Banjarnegara tidak menyurutkan niatku untuk terus mengenalkan Banjarnegara dengan segala potensinya. Pelan-pelan, aku terus mencoba berbagi kepada dunia tentang Banjarnegara melalui tulisan. Mengenalkan segala apa yang dimilikinya: potensi daerah.
Sekadar informasi, ada banyak potensi wisata menarik, unik, yang tersebar hingga Kecamatan paling ujung Banjarnegara, yaitu Batur. Di sana, ada sebentuk Telaga yang sukses membuatku betah camping di sana. Bangun pagi, kemudian dilanjut jogging mengelilingi Telaga.
Yang paling ngangenin, tuh, banyak pepohonan rindang, tidak terlalu tinggi. Segar dan juga teduh rasanya. Pohon kecil nan kokoh yang berada hampir di ujung bukit juga instagramable banget.
Telaga apa itu? Temukan jawabannya di blog post ini, ya! 😆
Karena Banjarnegara dikelilingi Bukit dan juga Gunung, jadi pesona alam yang aku tulispun didominasi dengan hijaunya bumi Banjarnegara. Berikut Pesona Alam Banjarnegara yang menggoda jiwa petualangmu:
1. Hiking Ke Pangonan. Bukit Paling Menarik di Banjarnegara.
Pangonan adalah satu-satunya Bukit yang menarik dan juga unik di Banjarnegara. Mengapa?
Sesampainya di puncak, padang savana yang nampak luas akan menggoda kamu untuk lekas turun. Yups…cekungan bekas danau ini dikenal dengan Lembah Sumurup.
Pict: IG @gsgumilar
Saat kemarau tiba, bukit Pangonan nampak cukup gersang. Namun, pesonanya tidak berkurang suatu apa. Apalagi jika kamu telah turun Lembah ditemani Ninja Hatori, kemudian menyusuri hutan yang berada di utara bukit. Banyak kejutan yang kamu dapat.
Makanya, jika sudah sampai bukit, kamu harus banget nget nget masuk ke dalam hutan, kemudian bermain-main dengan pepohonan yang usianya ratusan tahun.
Candi Wisanggeni yang ditemukan tahun lalu di sekitar Bukit pun menjadikan Pangonan bukit ini unik. Secara, di bukit ada sebentuk candi. Langka, bukan?
Termasuk pemandangan alam di bawah ini. View Telaga Merdada dari Bukit Pangonan. Melihat yang seperti ini, hati ikut lapang.
Tenanglah-tenaaang, Merdada. . .
Berada pada ketinggian di atas 2300 m dpl, hiking dapat ditempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur pendakian belakang Museum Dieng Kailasa yang berlokasi di kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.
Selain akses lewat Museum Kailasa, kini di Dusun Karangsari, Desa Dieng Kulon, tepatnya di samping SD N 2 Dieng Kulon telah dibangun basecamp Bukit Pangonan. Sebelum hiking, kamu harus registrasi senilai Rp 15.000 per orang. Semisal kamu takut KESASAR, kamu bisa minta ditemani pemandu wisata yang tak lain adalah warga setempat . 😉
2. Telaga Dringo, Pesona Alamnya Ngangenin.
Banyak yang bilang, Telaga Dringo ini Ranukumbolo-nya Dieng. Memang AGAK mirip dengan Ranukumbolo. Hijaunya alam sekitar Telaga, misalnya. Sebelas tiga belas dengan Ranukumbolo.
Satu hal yang paling nggemesyin dari Telaga Dringo yaitu wisatawan akan mendapat pandangan yang SELALU bikin kagum. Menangkap objek dari sudut manapun batin akan PHUUAS. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing nampak lebih manis jika diteropong dari Dringo.
Hijaunya Savana juga akan menggoda kamu untuk guling-guling cantik seperti di film India, gitu. Atau, menari a la-a la Cinderela tanpa sepatu kaca. 😀
Btw, akses menuju Telaga yang berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, cukup menantang. Sepeda motor menjadi satu-satunya transportasi yang paling aman setelah Jeep untuk sampai lokasi. Coba baca Cara Mudah Menuju Telaga Dringo terlebih dahulu, ya. Sebagai gambaran kondisi jalan.
Sssst…ini telaga yang aku omongin itu, lho. Telaga yang ngangenin. Jika berniat camping di Telaga Dringo, jangan hanya tiduran di dalam tenda, please! Olahraga keliling Telaga, hutan, dan naiklah ke sebelah selatan. Di sana, kamu akan mendapat “miniatur Dieng”. Sumur Jalatunda saja nampak dari atas Telaga.
3. Rileksasi di Hot Spring D-Qiano.
Kelihatannya memang seperti KOLAM RENANG pada umumnya. Yang membedakan yaitu sumber mata air dan alam terbuka yang memberi kesegaran alami.
D-Qiano merupakan wahana wisata air yangberlokasi di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara.
Air kolam yang didapat dari sumber air dari Kawah Siler akan menggoda kamu untuk jeguran. Namanya kawah, sudah pasti panas, ya. Tapi kamu tidak usah khawatir, karena suhu kolam ini telah diatur. Tidak membahayakan pula.
D-Qiano juga menawarkan Kolam Refleksi Terapi dan Kolam Kèceh spesial untuk Balita. Cocok banget buat renang Jasmine dan 3A. 😉
Usai camping di Telaga Dringo, atau berkeliling wisata Dieng, renang di D-Qiano bisa menjadi pilihan paket wosata yang SAYANG BANGET kalau dilewati dowang.
Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 25.000 per orang, kamu bisa renang mulai jam 08.00-17.00 WIB. Renang sampai lemas dan kulit keriput. Hahaha
Oya, di sini juga disediakan food court a la D-Qiano. Jadi, tidak usah khawatir bakal KELAPARAN, ya.
4. Fun Off-Road di Bumi Perkemahan.
Jangan underestimate tentang off-road di bumi perkemahan ini, ya. Off-road di sini tidak akan merusak alam. Sebab, di area tersebut memang sudah dibuat track khusus untuk off-road.
Track di sini tidak “segila” track yang sering buat olahraga Bos Shera, Off-roader dari Jogjes. Bagi kamu yang sama sekali belum pernah off-road, ada baiknya pacu adrenaline di bumi perkemahan Pagedongan.
Jika nyali sudah terkumpul, boleh lah melanjutkan track panjang, menyeberang sungai, melewati tebing, hutan untuk kembali mencari Rangga yang telah hilang 14 tahun yang lalu. 😛
Bumi perkemahan yang berlokasi di Kecamatan Pagedongan, cukup jauh dari tengah kota. Kira-kira 60 menit. Buat kamu yang ingin merasakan off-road di Bumi Perkemahan Pagedongan, silakan bisa sewa Jeep. Aku menawarkan jasa sewa Jeep, lho. Tapi bayar dua kali lipat, ya. Wkwkwkk *bercanda* Baca pengalamanku
5. Uji Adrenaline di River Tubing CBA (Curug Blimbing Adventure).
Curug yang dimaksud di sini bukanlah air terjun. Melainkan sebentuk Dusun di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Dusun Wondogiri Curug, tepatnya.
Selain jeram sungai serayu yang dimiliki oleh Banjarnegara, derasnya arus Sungai Blimbing yang digunakan untuk tubing juga tidak kalah menantang dan mungkin akan menggoda jiwa petualang kamu.
Pict: IG @curugblimbingadventure
Kamu takut air, tapi ingin merasakan sensasi river tubing Blimbing?
BISA BANGET!
Kamu tidak perlu was was. Kucinya tetaplah tenang meski arus terus menantang. Insya allah kamu akan tetap aman karena didampingi oleh rescue dan juga tim pemandu yang sudah berpengalaman.
River Tubing yang dikelola oleh para remaja Dusun Wondogiri menawarkan paket wisata seharga Rp 125.000 per orang dengan jarak tempuh 2 km atau 90 menit.
Ada banyak fasilitas yang didapat dari paket tersebut, antara lain yaitu makan dan asuransi.
Mengutip dari pamflet CBA, Sungai Blimbing termasuk dalam jenis peralihan sungai hulu dan hilir dengan lebar sungai antara 2,5 – 7 meter. Wisata ini start dari Desa Blambangan dan finish di Desa Mantiranom.
Kamu dapat memesan paket wisata secara langsung di Basecamp CBA, yaitu di Jl. Raya Blambangan KM. 5 (depan barat SPBU Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah). CBA mulai beroperasi: pagi (08.00 WIB – 11.30 WIB) dan Siang (13.00 WIB – 15.30 WIB).
6. Sebelum Muncak Gunung Lanang, Singgah Dulu di Gunung Tampomas.
Tampomas yang santer diberitakan oleh media *lebay dikit* sebagai pasangan dari Gunung Lanang adalah satu-satunya Gunung di Banjarnegara yang banyak memberi berkah bagi masyarakat Desa Mendingin, khususnya.
Tidak disangka, legenda Gunung Tampomas yang bisa dibilang mengharukan endingnya dijadikan “tempat kerja” yang bisa diandalkan. Kekayaan alam berupa bebatuan dapat mereka dapat tiap hari.
Terik matahari pada siang hari tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mencari rezeki dengan “menghancurkan” batuan beku Andesit.
Selain masyarakat Mendingin, sekarang mulai banyak rejama, wisatawan, yang datang ke Tampomas untuk menikmati pemandangan alamnya yang cukup menggoda. Bebatuan yang menjadi objek Tampomas tidak hanya dinikmati oleh para pekerja. Para petualang dan atau mereka yang hobi pe-poto-an pun makin banyak yang menyambangi Gunung ini.
Pemandangan di sekitar Tampomas akan menggoda jiwa petualang jika kamu tidak hanya duduk melamun memikirkan resuffle kabinet. Hutan pinus yang berada di sebelah kanan Tampomas, misalnya. Begitu menyenangkan untuk sekadar ngobrol atau boboan manja sama suami. 😆
Seperti yang sudah kukatakan, tepatnya di sebelah selatan Tampomas terdapat Gunung Lanang yang menurut Bu Sukanto belum banyak orang yang menyambanginya.
Gimana? Apakah kamu tergoda untuk ekspedisi ke Gunung Lanang? Katakan, IYA!😛
Cukup membayar Rp 3.000 per kendaraan, kamu bisa masuk kawasan Tampomas yang mempunyai akses jalan lumayan ekstriiiiiim. Dengan tiga ribu rupiah, kamu juga bisa foto prewedding di sini! Yips…Tampomas mulai ngetrend digunakan sebagai tempat foto Prewed. 😀 Tiga ribu rupiah untuk Mas Tukiman yang sudah membantu membukak patrol jalan menuju Tampomas 😀
7. Ada Lebih dari 10 Curug yang Menawan di Banjarnegara. Aku Ajak Kamu ke Curug Sikopel Dulu, ya!
Tengok kanan-kiri saat perjalanan menuju Curug Sikopel. Bukit, pepohonan salak, hutan pinus! Subhanallah Banjarnegara, ya. Kebayang hijaunya Bumi Banjarnegara, kan? Syesuatu!
Curug Sikopel terletak di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekadar informasi, untuk mencapai Curug dengan ketinggian mencapai 70 meter, ada sedikit perjuangan yang harus kamu lalui demi berinteraksi dengan air yang dapat membuat kamu AWET MUDA! Bhahaha
YAKIN, gitu?
Kondisi jalan menuju Curug Sikopel membutuhkan cukup banyak waktu dan tenaga. Kira-kira 25 km dari pusat kota Banjarnegara. Satu jam perjalanan dari kota menuju Desa Babadan. Kemudian, dilanjut tracking untuk sampai Curug.
Pict: IG @tedyprastama
Saat mulai masuk hutan, kamu pasti akan merinding. Hiyaaaak…soalnya di dalam hutan banyak dedemit berkeliaran. Hayooolooh…takut kagak digoda adedemit? Wkwkwk *ini bohong banget* *maaf, yaak*
Kecamatan Pagentan, tuh, termasuk daerah pegunungan. Wajar lah udara di sekitar dingin. Terlebih di hutan. Tapi, mengingat waktu tempuh tracking kira-kira 25 menit, jadi habis dingin muncul lah keringat. GODRES dan NGOS-NGOSAN, pisan!
Sesampainya di depan Curug, dingin-dingin segar kembali menyapa. Debit air terjun Sikopel bisa dibilang cukup tinggi. Di sini tidak hanya terdapat Curug saja. Jika kamu tergolong manusia yang beruntung, akan bertemu dengan kerabat baik, yaitu Kera-kera yang suka godain pengunjung.
Gimana, kaki kamu merasa gatal pingin lekas ke marih?
Eiya...10 Curug, bahkan lebih, akan aku post tersendiri, ya. Biar makin menggoda kamu kamu kamu dan kamu untukpikni ke Banjarnegara. *janji* *doakan tidak “M”, ya”
8. Narsis Romantis di Bukit Asmara Situk.
Sesuai dengan namanya, Bukit Asmara, bukit ini disetting romantis pisan! Nampak dari ikon bukit ini yaitu dua lope-lope menyatu. Ikon yang Instagramable dan menjadi spot utama Tree Top.
Buat kamu yang takut ketinggian, boleh lah sesekali menguji detak jantung di Tree Top ini. 😛 Beberapa anak tangga HARUS kamu lalui untuk sampai ikon lope-lope dan rumah pohon yang cakepnya bikin pingin foto-foto terus di sana. Ada juga jembatan tambang, jembatan bambu, yang asyik banget buat goyang honey shake.
Tanjakan Pertemanan, Tanjakan Derita dan Tanjakan Bahagia. Kamu harus melalui tiga tanjakan tersebut untuk bisa NARSIS di BAS (Bukit Asmara Situk) yang berada tidak jauh dari Balai Desa Kalilunjar. Kurang lebih 350 anak tangga harus kamu taklukan dalam waktu kurang lebih 20 menit. Mampu, kan? 😛
Beeeuh…350, mah, kecwiiils! Apalagi kalau sudah sampai Tanjakan Bahagia. Kaki yang tadinya terasa ngilu tiba-tiba menjadi kuat. Mengambil gaya kuda-kuda, kamu akan lari karena tidak sabar untuk segera goyang gergaji di atas jembatan bambu. 😆
Naik-turun tangga di Tree Top menjadi lebih semangat karena menawarkan tempat-tempat yang menarik untuk disinggahi. Rumah Pohon yang manis itu, misalnya.
SEMUA orang berusaha untuk mendapat foto terbaik di Rumah Pohon BAS. Aku yakin itu. YAKIN banget! Karenanya, demi kebahagiaan bersama, pengunjung hanya mendapat kesempatan berfoto selama tiga menit dengan kapasitas 4 orang.
Selain itu, pemandangan alam sekitar BAS juga menggoda banget. Alam bawah bukit, aliran Sungai Merawu yang nampak jelas dari atas bukit dan rumah warga menjadi background foto.
Waah…ada yang tertangkap kamera. Maaf ya, Bray.
Bukit Asmara Situk yang berlokasi di Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, tidak hanya menggoda kamu lewat pemandangan alamnya, masih ada objek lain yang membuatmu betah berlama-lama di sini. Susur Goa Silundu, misalnya. Hanya dengan membayar tiket terusan Rp 15.000 per orang, kamu bisa menikmati seluruh objek wisata yang ada di Bukit Asmara Situk.
Kamu juga bisa membeli tiket seharga Rp 5.000 jika tidak ingin goyang dumang di Tree Top. Hanya jalan-jalan di bawah Tree Top. Tidak bisa bernarsis di Rumah Pohon dan juga Jembatan Tambang.
Jadi, kapan ke Banjarnegara?
Aku tunggu, ya! Siapa tahu KITA bisa ngedate, jalan-jajan bareng, gituuuuuuu. ^_*
Rok merupakan item fashion favorit para wanita, tidak terkecuali para hijabers. Siapa bilang hijabers tidak bisa memakai rok mini?
Meskipun rok mini identik dengan penampilan seksi, tidak sedikit hijabers yang suka mengenakan rok mini. Ehmm…rok mini yang kumaksud bukan rok mini utuh lho, ya. Yaiyalaah…kecil kemungkinan seorang perempuan berhijab mengenakan rok mini utuh. 😛
Kamu yang memakai hijab bisa banget tetap bergaya chic dengan rok mini dengan memadupadankan dengan tepat agar tetap terlihat sopan dan mencerminkan wanita muslimah.
Berbagai macam jenis dan model rok bisa kamu dapatkan di MatahariMall, mulai dari koleksi rok mini wanita terbaru sampai rok skinny yang akhir-akhir ini sedang menjadi favorit. Untuk para hijabers yang ingin memakai rok mini, tapi tetap tampil sopan dan syantiek, coba simak tips berikut ini!
Hindari Memakai Celana Yang Terlalu Ketat
Sebagai hijabers, tentu saja kamu harus menutup aurat dari ujung kepala hingga kaki. Pemakaian rok mini tentu harus dipadukan dengan celana. Hindari penggunaan skinny jeans yang terlalu ketat apalagi legging, karena kedua item tersebut akan sangat ketat dengan sangat membentuk tubuh.
Gunakanlah celana dengan potongan pensil tapi tidak terlalu ketat. Kamu bisa memilih jeans hitam ataupun untuk kamu yang berani tampil. Kamu bisa memilih warna celana sesuai dengan warna rok mini-mu.
Gunakan Outer Panjang
Jika kamu memilih rok mini dengan potongan bodycon, kamu bisa menambahkan long outer seperti cardigan untuk luarnya sehingga bisa mengcover bagian-bagian yang terlihat ketat. Penggunaan outer ini juga akan membuat rok kamu tidak terlalu mencolok sehingga tidak akan terlihat seksi. 😉
Pilih Atasan yang Tepat
Pemilihan atasan juga harus kamu perhatikan. Sesuaikan atasan dengan jenis rok yang kamu pilih. Misalnya jika kamu memilih skater skirt, kamu bisa memilih t-shirt polos maupun bermotif sebagai atasannya. Atau, jika kamu memilih midi skirt, kamu bisa memadukan dengan kemeja katun koleksimu.
Imut bingiits! Credit: @biutifa.com
Kamu bebas memilih atasan apa yang dipakai, tapi yang terpenting tidak membentuk tubuh, warnanya senada dengan rok dan tidak tabrak motif.
Sesuaikan Hijab
Hijab yang kamu pilih juga harus disesuaikan dengan outfitnya. Jika rok sudah bermotif, sebisa mungkin pakai hijab polos dengan warna yang senada dengan atasan atau rok ataupun sebaliknya.
Jika rok yang kamu pilih polos tidak bermotif, pilihlah hijab bermotif tapi tetap sesuaikan warnanya dengan warna rok. Usahakan gaya hijab kamu masih bisa menutupi dada agar tetap menjadi muslimah yang baik. 😉
Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin memakai rok mini sebagai outfit, terlebih lagi untuk para hijabers. Perpaduan rok mini dengan celana akan membuat tampilanmu lebih muda, lucu chic dan gemeesh. Asal sesuai dengan body, lho, ya. 😆 😆
Belum lama ini, aku bersama Kecemut, mengajak Tante dan Milzana ngedate. Nikmatnya orang mengajak, tuh, harus mau remfong. Tanggungjawab utama yaitu menentukan waktu, kemudian tempat, dilanjutkan dengan meeting point. Tanggungjawab gini dowang cipiiil, euy. *sombong*
Ngedate identik dengan jalan berdua bersama pasangan. Hanya berdua, tanpa tambahan orang. Tapi, itu tidak berlaku bagiku. *maaf, efek kagak pernah ada yang ngajakin gue ngedate* *tjurhat*
Sudah lama aku menggunakan istilah tersebut untuk mengajak Teman-teman berkumpul. Selain keluarga, saudara, berkumpul dengan Teman-teman begitu asyik dan selalu sukses membuatku bahagia.
Bertemu, bekumpul, bercerita, dan endingnya akan selalu ada hikmah setelah pertemuan. Sharing pengalaman, misalnya.
Membahagiakan orang lain saat ngedate, tuh, sederhana. Cukup dengan datang tepat waktu, memilih tempat yang teduh serta sajian yang santai. Ketiganya bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Apalagi, aku mengajak mereka ngedate di Saung Bu Mansur. Nyaam…asyiknya bahagia bersama dalam kehematan. 😀
Nah, berikut 7 hal yang membuat ngedate sekaligus makan-makan di Saung Bu Mansur makin asyik:
1. Suasana Sekitar Saung
Sesampainya di pelataran Saung Bu Mansur, satu per satu Saung nampak syantieq dari area parkir yang lapang. Teduh yang kurasa. Makanya, tak sabar untuk segera menempatinya.
Terlepas dari udara yang bebas masuk-keluar, pemandangan di sekitar Saung bikin maknyes. Tidak hanya membuat batin adem, mata pun turut menikmati pepohonan hijau dan saung-saung mungil yang berdiri kokoh di atas kolam ikan.
Saat itu, di aula yang berada di lantai atas sedang berlangsung suatu acara. Alunan musik dan volume suara mereka berisik teratur karena -mungkin- yang punya hajat adalah orang tua. Musik dan lagu yang diputar adalah tembang lawas. Jadi, tidak begitu mengganggu. Suasana pun makin syahdu menggebu.
Notes: Aula Saung Bu Mansur cocok untuk acara yang kalem. Temu kangen, Reuni, Seminar, Workshop, dan lain sejenisnya. Tenang tapi tidak menghanyutkan. 😛
Aku pernah mengadakan acara buka bersama di Saung ini saat bulan Ramadhan. Beeuh…ramai banget, Bebies! Namun, karena pada dasarnya suasana Saung teduh, tenang, Tetamu tidak gaduh, apalagi SUMUK! Outdoor, gitcyu. 😉
2. Pramusaji Cepat Tanggap dan Paham Detail Menu
Berapa banyak Pramusaji di Saung Bu Mansur? PULUHAN!
Tidak sedikit Pramusaji yang selalu standby di ruang kasir. Mereka berseragam, sehingga nampak rapih. Setiap Tetamu datang, satu Pramusaji akan mengantar sekelompok atau bahkan satu tamu menuju Saung yang masih kosong.
Sebelum menuju Saung, Pramusaji akan memberi pilihan Saung yang kosong, lengkap beserta lokasi tepatnya. Berada di ujung atau bagian atas, misalnya.
Aku kerap mendapat Pramusaji yang cekatan. Selalu mendapat yang terbaik menurutku. Bisa karena beruntung, atau memang seluruh waiters cepat tanggap. Yang jelas, aku salut dengan mereka yang memberi referensi menu, menjelaskan detail menu yang tertera pada daftar menu.
Mas Ary, namanya. Terakhir ke Saung Bu Mansur, aku beserta Tante-tantenya Jasmine dilayani oleh Mas Ary.
Awalnya aku ingin memesan minuman tanpa Es. Tapi, tidak tahunya aku memilih minuman yang menurutnya harus menggunakan Es saat membuatnya. Mas Ary juga memberi perincian bahan yang digunakan untuk satu gelas minuman yang kupesan.
“Yaudah, aku memilih cokelat panas saja, Mas.” Pilihan akhir selalu jatuh pada cokelat. Minuman paling aman untuk Ibu menyusui. Hahaha…
Menu selanjutnya yang kupesan, yaitu telor dadar. Saat Pramusaji mencatat pesanan, dia menawarkan untuk menu telor.
“Telornya pakai sambal ngga, Mbak? Pedas atau sedang?”
Aku kira telor dadarnya standard rumahan, ternyata hampir mirip telor penyet. Aku mau banget ditawari telor selai cabai. 😀
3. Bebas, Tanpa Batas Waktu
“Maaf Mbak, mejanya saya bersihkan, ya. Maaf Buk, makannya sudah selesai? Mau saya bersihkan.”
Sedang asyik ngobrol, tiba-tiba waiters yang permisi untuk bebersih. Duuh…itu sama dengan mengusir secara halus! *TerBaper*
Tenang, kamu tidak akan menjumpai hal demikian di Saung Bu Mansur. Sejaih ini, aku belum pernah menjumpai waiters yang suka permisi akan bebersih, sementara Tetamu masih serius berbincang tentang resuffle Menteri. 😀
Menikmati pesanan sampai habis, pesan ulang, Saung tetangga sudah berganti tamu beberapa kali, tapi kami masih asyik selonjoran manja. Untung Saunh yang kami tempati cukup jauh dari kasir dan pantauan para Waiters. Aman!
Emm….tapi kalau hanya memesan dua cangkir cokelat dan teteap nyaman duduk berdua dari pagi sampai sore di Saung, sih, KETERLALUAN. Wkwkwk
4. Memesan Menu Lebih Praktis dan Cepat
Setelah mengantar Tetamu sampai Saung, Pramusaji segera memberi daftar menu.
Saung yang terkenal dengan menu ayam gorengnya memberi kemudahan bagi Tetamu dalam memesan menu makanan. Dengan sabar, Pramusaji menunggu Tetamu untuk order makanan.
Pramusaji harus menunggu, sebab pemesanan menu tidak lagi menggunakan ballpoint dan kertas, melainkan Tablet. Asyik banget, tulisan jeyekku tidak ketahuan. 😛 Nah, karena pemesanan menu telah dibantu sistem, maka pesanan pun cepat datang.
Selain itu, yang menjadikan pesanan lebih cepat yaitu karena antara Waiters yang mencatat pesanan dengan yang mengantar makanan berbeda. Ada bagian atau petugas tersendiri. Makanya, tanpa menunggu lama, pesanan tersaji di meja.
Syarat dan ketentuan berlaku, lho. Tidak berlaku saat bulan ramadhan di mana banyak remaja dan keluarga yang tumplek buka bersana di Saung Bu Mansur.
5. Fasilitas yang Ada Membuat Tetamu Lebih Tenang
Bagiku, mencuci tangan sebelum makan itu harus. Terlebih, jika menu makannya adalah daging dan juga sayur. Kurang greget kalau tidak menyentuhnya secara langsung. *menduakan sendok*
Hampir tiap Saung disediakan tempat mencuci tangan. Minimal, satu kompleks ada dua tempat cuci tangan plus dengan sabunnya.
Memang terlihat sepele. Tapi, bagiku penting. Cubanget kalau harus lari ke hutan untuk mencari air. 😛 Maksudnya, lari ke Toilet hanya untuk mencuci tagan.
Fasilitas lain yang penting dan sukses membuatku tenang tiap kali ngedate di sini yaitu Mushala, tempat wudhu dan toilet ada dalam satu deret. Semacam paket komplit ini. 😆 Tempatnya pun cukup bersih. Termasuk alat untuk ibadah. Cuma di sini, belum disediakan sarung. Baru mukena dengan jumlah yang tidak banyak.
Lalu, apakabar fasilitas penunjang, tapi penting. WiFi, misalnya. 😀
Kecepatan akses internet di sini cukup bikin bahagia. Aku tidak melakukan download dan tidak mencoba cek kecepatannya. Tapi, untuk PAMER di sosial media, tuh, wuuuuush banget!
Yaiyalaaa…username dan password masing-masing saung saja berbeda. Jadi, tidak rebutan signal. 😛
Oiya, di saung ini disediakan tempat bermain, gitu. Jadi, yang merasa asyik bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga.
Sekadar informasi, di sini belum tersedia tempat khusus bagi para anak berkebutuhan khusus. Jadi, harus ada pendampingan lebih jika ada Tetamu ABK.
6. Ikan-ikan di Sekitar Saung Begitu Menggoda
Bagaimana rasanya bisa berbagi sesama makhluk ciptaaNya? Pastinya bahagia! Berbagi dengan sesama saja bahagia bangedd, ya. Apalagi ini berbagi dengan ikan-ikan seksi yang tak kenal mabok.
Jangan sampai jatuh ke tangan lain, selagi tangan kita mampu membahagiakannya. ??? #Moment #Saung #PakanIkan #IkanBawal #TanganSeksi @nelitanzila_
A photo posted by Idah (@idahceris) on
Aku, kamu, Pak Presiden, Ibu Sri Mulyani, bisa berbagi sisa makanan dengan ikan-ikan yang berada di kolam. Tidak ada kata mubadzir untuk makanan yang tidak habis. Tiap makanan yang tidak habis bisa banget dibagikan kepada ikan-ikan seksi. 😉
Salah satu kelebihan bisa memilih Saung yang berdiri di atas kolam, ya, bisa berbagi dengan ikan bawal. Lain suasana jika kamu meilih saung yang berada di lantai atas dan tidak ada kolamnya. Kurang “basah”. 😛
Saung yang berdiri di atas kolam ikan menjadikan ngedate sekaligus makan-makan di Saung Bu Mansur terasa lebih asyik dan menyenangkan.
7. Lokasi Mudah Dijangkau dengan atau Tanpa Transportasi
Keberadaanya memang tidak di tengah kota. Berlokasi cukup jauh dari jalan raya utama, tidak berpengaruh pada keinginan para penikmat kuliner untuk singgah di Saung Bu Mansur.
Kurang lebih 5 km dari Alun-alun Banjarnegara, 1 km dari Dieng Swalayan, atau 800 meter dari Terminal Induk Banjarnegara.
Jika menggunakan transportasi, kamu bisa lewat pertigaan Dieng Swalayan. Kurang lebih 5 menit menuju Saung Bu Mansur.
Alternatif lain, bisa mengambil dari arah pertigaan Gayam. Melewati jembatan baru yang menghubungkan kelurahan Krandegan dan Parakancanggah. Melalui jembatan ini, kamu akan sampai di Saung Bu Mansur dengan lebih mudah. Termasuk akses jalannya, lebih mudah. 🙂
Nah, kalau kamu singgah di Banjarnegara, kontak aku, ya. Bisa jadi aku ajak ngedate di Saung Bu Mansur. Tapi kamu yang bayar, ya. Seperti saat aku bersama Tante dan Milzana ke sini, mereka yang bayar. Wkwkwk 😛 *tipu banget*
Saung Bu Mansur Banjarnegara
Alamat: Jl. Kedasih No. 55, Tretek, Parakancanggah, Banjarnegara.
Teman kerjaku, Mas Berlino, kerap mengucap “Ngapurane ya, Yu” atau dalam bahasa Indonesia “maaf ya, Mbak.” Yes, Yu atau Mbekayu artinya sama dengan Mbak. Dia mengucap demikian ketika (merasa) melakukan salah. Tidak tahu kenapa, kami jadi sering mengucap “ngapurane ya, Kang.” atau “ngapurane ya, Yu.” 😆
Kalimat tersebut tidak hanya terucap saat kami melakukan kesalahan. Karena seperti buat langganan. Ucapan Idul Fitri yang cubangets! 😛
g, ngapurane ya, Kakang-Mbekayu. Baru bisa buka dan update Blog. Bukan tanpa sebab aku tidak menulis, lho. “Idiih…peduli banget tetangga tidak lagi menulis, ya. Urusan situ saja, kalik.” Hahaha
Jangan gitu, sih. Bukankah aku telah menjadi bagian dari hidup KALIAN? KITA telah menjadi keluarga. Sama-sama KB alias Keluarga Blogger. 😆
Ngapurane ya, Kakang-Mbekayu. Aku baru bisa sungkem sama sodara sebangsa se tanah air, se Blogger. Libur lebaran tahun ini terasa begitu cepat. Mungkin, karena ada tradisi mudik, ya.
Tahun lalu, ada sebagian waktu yang kupunya biasanya kugunakan untuk blog walking (BW). Selain untuk tahukabar Teman-teman, BW pasca lebaran bisa dibilang sebagai sarana sungkem. Ternyata lebaran kali ini aku terlalu asyik dengan keluarga. Terlalu asyik, sampai lupa dengan profesiku yang lain, yaitu Blogger. Wkwkwk
Ngapurane ya, Kakang-Mbekayu. Aku tidak tahu persis, kapan pekerjaan kantor akan berkurang. Jyaaan…tiap hari volumenya makin bertambah. Kukira usai lebaran, akan surut. Tidak tahunya salah prediksi, Kawans. Karena ternyata makin meluap dan terus bertambah. Alhamdulillaah…
#EidMubarak #1437 H #2016 M #IdulFitri #PesonaIdulFitri #PesonaLebaran #Lebaran
A photo posted by Idah (@idahceris) on
Ngapurane ya, Kakang-Mbekayu. Melalui postingan ini, selaku admin www.idahceris.com, aku minta maaf atas segala salah dan khilaf. Sudah dipastikan aku banyak salah. Entah melalui tulisan pada blog post, atau saat membalas komentar Teman-teman.
Ngapurane, ya, Kakang Mbekayu. Aku belum bisa BW. Tapi, bukan berarti memutus silaturrahim, lho. Hanya saja volume pekerjaan terus bertambah.
Ngapurane ya, Kakang-Mbekayu. Mohon maaf dan bathin, 1437H.
Perputaran waktu terasa semakin cepat. Bulan Ramadhan seperti baru mulai beberapa hari. Tapi, nyatanya lebaran tinggal hitungan jari. One, Dua, Tilu, Arba’, and Panca! Yups…sebentar lagiiiii lebaaraaan!
Lebaran tahun ini, usai bersilaturrahim ke rumah saudara dan tetangga, Chery Family berniat mudik ke kampung halaman Ayah yaitu Wonosobo. Iyups…maksudnya mudik ke rumah mertuaku. Besan dari Papa Dul. Orang tua dari suami tersayang. Mbah-nya Jasmine Syaquita Nusaiba. Hihihi…lengkap banget.
Di Indonesia, mudik telah menjadi tradisi tahunan menjelang hari raya besar keagamaan, khususnya Lebaran. Berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama sanak saudara, dan terutama orang tua, merupakan satu hal yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya.
Mudik ke kota tetangga tidak lah jauh. Namun demikian, kami tetap harus mempersiapkan segala sesuatu yang sekiranya dibutuhkan agar mudik aman dan nyaman.
Niatnya, kami akan mudik menggunakan mobil karena membawa si kecil kecemut. Selain itu, saat ini Banjarnegara kembali musim hujan. Jadi, kami memilih transportasi mobil untuk mudik.
Omong-omong, Teman-teman sudah ada yang siap untuk mudik? Kami sudah siap, lho. Mulai dari Peralatan, Perlengkapan dan Kebutuhan yang harus dibawa saat mudik.
Pelan-pelan saja. Seperti KOTAK. Heew
Bagaimana kalau kita berbagi Tips Mudik Aman dengan Mobil, Kawan? Bergilir, ya. Sekarang, aku duliu yang berbagi tips mudik aman dengan Mobil. Secara, kan, tujuan mudik kami tidak terlalu jauh. Jadi, tidak terlalu banyak kebutuhan yang kami siapkan.
Berikut Tips Mudik Aman dengan Mobil versi Chery Family.
Siapkan Jiwa dan Raga!
Banyak yang bilang, jika kita sedang dalam perjalanan, seolah nyawa berada di jalan raya. Makanya, jika sudah merencanakan perjalanan, kita harus menjaga fisik dan kondisi tubuh agar terus prima. Khususnya bagi Sopir.
Pun dengan jiwa. Mudik identik dengan macet di mana-mana. Jalan raya penuh dengan plat “B” dan “H” *eh* Maka dari itu, seluruh personil yang ada di dalam mobil musti banyak sabar dan bisa menerima keadaan, ya. 😆
Cek Kondisi dan Kelengkapan Kendaraan!
Jika kondisi fisik dan jiwa sudah oke, selanjutnya yang harus pastikan aman yaitu kendaraan atau transportasi yang akan membawa kita sampai tujuan.
Hal pertama yang harus dilakukan yaitu cek kondisi kendaraan mulai dari bagian yang terpenting seperti Rem, sampai bagian yang ringan yaitu cek spion mobil.
Jangan lupa, periksalah ban mobil. Kondisi ban dan atau tekanan ban, misalnya. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu lampu. Ya, selama dalam perjalanan, berdasarkan peraturan Pasal 107, Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”), bahwa tiap kendaraan bermotor wajib menyalakan lampu utama baik di siang maupun malam hari. Semisal kondisi lampu bikin was was, lebih baik diperbaiki terlebih dahulu.
Oiya, aku punya video yang berhasil membuatku meneteskan air mata. Video penuh kejutan. Yuuuk…putaar!
Kondisi mobil oke, dibarengi dengan kelengkapan kendaraan seperti STNK dan atau SIM, insya allah mudik aman. Oiya, jangan lupa untuk membawa peralatan, ban cadangan dan perkakas lainnya, ya. Berjaga-jaga untu kemungkinan terburuk yang bisa terjadi saat perjalanan.
Manfaatkan Asuransi Kecelakaan!
Berdasarkan data dari Korlantas Polri tahun 2015, 74.77% dari kendaraan yang terlibat kecelakaan selama mudik adalah pengemudi sepeda motor, 16% kendaraan mobil pribadi dan 3.67% adalah bus. Namun, kesadaran para pengguna jalan untuk membeli asuransi sangat minim. Ada yang berpendapat; asuransi kecelakaan itu tidak penting. Padahal, jika sedang dalam perjalanan, seolah nyawa kita berada di jalan raya.
Selain minimnya kesadaran, banyak yang berpendapat bahwa asuransi kecelakaan, tuh, mahal. Duuh…mahal mana sama kesehatan? 😉
Tapi…jika ada e-commerce yang menawarkan asuransi kecelakaan secara gratis, kira-kira sanggupkah kita menolaknya?
Kabar gembira! E-commerce PasarPolis.com bekerja sama dengan Zurich Topas Life memberikan asuransi kecelakaan gratis kepada pemudik selama bulan Ramadhan.
PasarPolis.com adalah portal e-commerce pertama di Indonesia yang memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk memilih asuransi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan secara mudah, terjangkau, aman, dan terbuka.
PasarPolis.com kini memberikan 1.000.000 asuransi kecelakaan gratis bagi para pemudik di Indonesia yang memberikan Perlindungan dari risiko meninggal dunia karena kecelakaan bagi pemudik dan keluarganya.
Selain itu, PasarPolis.com juga menggandeng penyedia aplikasi layanan on demand terbesar di Indonesia, yaitu GO-JEK, untuk membagikan polis asuransi kecelakaan kepada kurang lebih 200.000 mitra pengemudinya selama periode mudik dari 22 Juni hingga 10 Juli 2016.
Gimana? PasarPolis.com peduli banget, bukan?
Nah, untuk mendapatkan polis asuransi kecelakaan dari PasarPolis.com dan Zurich Topas Life, Teman-teman cukup mengunjungi website www.mudik.pasarpolis.com dan tuliskan data pribadi seperti nama lengkap, jenis kelamin, kota, tanggal lahir, nomer handphone, dan alamat e-mail.
Setelah mengisi formulir dan submit sebagai bukti pendaftaran, PasarPolis.com akan mengirimkan polis asuransi dari Zurich Topas Life langsung ke alamat e-mail. Polis asuransi ini akan berlaku selama 30 hari sejak mendaftarkan diri.
“HAAI…ASURANSI KECELAKAAN INI GRATIS, LHO. YAKIN TIDAK INGIN MEMANFAATKANNYA?”
Bawa Makanan, Minuman Serta Obat-obatan!
Seluruh makanan dan minuman yang dibawa, usahakan keduanya termasuk yang favorit. Maksudku, bawa makanan dan minuman kesukaan keluarga, khususnya Pak Sopir, supaya tidak ada kata “tidak suka ini itu” yang dapat menyebabkan berhenti untuk sekadar membeli jajan favorit.
Selain makanan dan minuman, obat-obatan juga sangat lah penting. Minimal ada satu kotak yang berisi gunting, cutter, betadine, kain kassa atau perban, kapas, perekat, minyak kayu putih dan obat-obatan yang brfugsi untuk mengurangi rasa mual karena mabok darat.
Perhatikan dan Taati Peraturan Lalu Lintas Serta Marka Jalan!
Ini yang kadang kurang diperhatikan oleh para pemudik. Ada banyak tanda jalan yang wajib dipahami oleh pengguna jalan. Memang umumnya yang terlihat hanya itu-itu saja. Tanda untuk mengurangi kecepatan laju, misalnya.
Namun, meski sudah ada peringatan untuk mengurangi kecepatan atau batas laju maksimal, masih jarang pengendara yang mematuhinya. *nunjuk Ayah* *tepuk punggung Ayah*
Hampiiir mudiiik. . . ^_*
Bila tujuan mudik tidak jauh seperti kami, sih, sudah hafal kondisi medan, ya. Namun, jika mudiknya lintas provinsi, menggunakan mobil pribadi, dan belum begitu hafal dengan kondisi jalan, perhatikan petunjuk jalan dengan seksama. Termasuk petunjuk arah supaya mudik aman. Tidak melakukan kesalahan saat perjalanan.
Nah, di atas adalah Tips Mudik dengan Mobil Pribadi versi kami. Yuuk…mari kita sharing Tips mudik lainnya. Mudik menggunakan kendaraan umum atau pribadi, yuuuk keep share! 😉