Teman-Teman yang Beruntung!

Hai, Temans. Pada hari Kamis (11/12), saya menyelenggarakan Giveaway yang disponsori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Dan sesuai janji, hari…

Read more

Lebih Dekat Dengan Anak Berambut Gembel, Dieng #FamTripJateng

Kamis (4/12), saya bersama tujuh belas Travel Bloggers diberi kesempatan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah untuk bertemu langsung dengan anak gimbal di Pendopo Soeharto Whitlam. Sebuah pendopo yang pernah dijadikan sebagai tempat perundingan oleh Mantan Presiden Soeharto dengan Mantan Menteri Australia, Gough Whitlam. Agenda saat itu pembukaan sekaligus bertemu dengan anak berambut gembel di Dieng.

Bertemu dengan anak gimbal, sekaligus berdiskusi dengan para pemangku adat merupakan agenda pertama kami dalam kegiatan Familiarization Tour (Fam Tour) ke Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo yang berlangsung selama dua hari. Fam Tour kali ini bertujuan untuk mengenalkan beberapa potensi wisata yang berada di dua Kabupaten tersebut.

Serius, saya semangat banget ikut #FamTripJateng ini. Terlebih ketika kedatangan kami disambut hangat oleh Bapak Aziz Ahmad, selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banjarnegara, ketua adat (Mbah Naryono) dan dua nara sumber (Nafis dan Sri Nuria). Saat kami turun dari Bus, mereka sudah berada di pintu gerbang Pendopo Soeharto Whitlam dan menyapa kami dengan ramah.

Pendopo yang sudah dijadikan Cagar Budaya ini lingkungannya bersih dan asri. Sebelum mulai berdiskusi, seluruh peserta dipersilakan untuk mencicipi tempe kemul, kacang tanah, purwaceng, teh tambi, camilan dan minuman khas pegunungan Dieng. Meskipun warga Banjarnegara, tetap saja saya ikut menikmati tempe kemul yang crispy dan kacang rebus kesukaan saya.

TEMPE KEMUL DAN TEH TAMBI
Kacangnya mantap!

Kami menempati kursi yang telah disediakan. Saya duduk di baris ke dua bersebelahan dengan Mbak Kris, menghadap meja nara sumber.

Pak Alif Fauzi, selaku MC dan juga tokoh adat mulai membuka acara diskusi. Sebagai pengantar, Pak Aziz memberi sambutan cukup padat. Beliau mengajak para Travel Bloggers untuk terus melestarikan wisata budaya dan alam Indonesia, khususnya wisata di Dieng. Pemerintah Daerah juga sangat terbuka menerima saran dan kritik postitif yang sekiranya dapat memajukan pariwisata.

Diskusi dilanjut oleh Mbah Naryono, selaku ketua adat. Beliau mulai menceritakan tentang prosesi ruwatan anak gimbal.

Napak tilas ke beberapa tempat wisata yang ada di Dieng menjadi kegiatan awal yang dilakukan sebelum acara ruwatan. Teman-teman tahu sendiri kan, ya. Warga Dieng sangat menjaga budaya yang juga menjadi keyakinanya. Usai napak tilas dan ruwatan, barulah rambut gimbal dilarung ke Telaga Warna atau Telaga Balekambang agar mendapat berkah.

PENDOPO SOEHARTO WHITLAM DIENG
Ki-Ka: Kepala Disbudpar, Sri, Nafis dan Mbah Naryono

Prosesi ruwat rambut gimbal sudah ada sejak dahulu kala. Hanya saja, pencukuran secara massal yang dikemas dalam event Dieng Culture Festival (DFC) ini baru dimulai Tahun 2002. Mengapa secara massal? Sebab, adakalanya si anak gimbal meminta sesuatu diluar dugaan.

Ya! Sebelum rambut gimbal si anak diruwat, biasanya mereka akan meminta apa saja yang ia inginkan. Sampai terkadang orang tua tidak mampu membelikannya dengan alasan finansial.

Sebuah permintaan atau yang biasa dibilang mahar ini sebagai dasar bahwa anak telah siap diruwat. Permintaannya pun konsisten. Jika sedari awal sudah mengajukan satu macam permintaan, sampai kapan pun permintaan tetap sama. Meski orang tua atau tokoh adat menawarkan barang lainnya yang mungkin lebih bermanfaat.

Seperti halnya Nafis, yang dari awal meminta es lilin sebagai mahar. Es Lilin yang ia minta adalah es lilin yang istimewa. Adalah es lilin yang dibelikan oleh Mak Iti, isteri Pak Alif. Dan itu harus Mak Iti yang membelikannya. Sebab, kalau orang lain, bisa jadi ruwatannya tidak berhasil dan kemudian suatu saat akan tumbuh lagi rambut gimbalnya. Dan menurut Mbah Naryono, mahar yang terucap setelah bangun tidur adalah permintaan yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

BERSAMA ANAK GIMBAL
Madep kamera, Sri. 😉 Makasih Fotonya, Mas Alid

Banyak pengetahuan baru yang saya dapat tentang anak gimbal ini. Selain adat, saya juga baru tahu kalau gimbalnya rambut mereka itu tidak sama. Terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Gimbal Pari, dimana gimbal pada rambutnya kecil-kecil. Mirip gimbalnya Bob Marley.
  • Gimbal Keris, gimbalnya hanya ada beberapa saja, tapi tipis dan ikal macam keris.
  • Gimbal Gatak yaitu terdapat satu rambut gimbal yang kaku.
  • Gimbal Wedus ini hampir menyeluruh, banyak dan kecil-kecil.

Diskusi ditutup dengan pertanyaan dari salah satu peserta yang ditujukan kepada Pak Alif. Pertanyaannya tersebut yaitu “apakah selama ini ada permintaan dari anak gimbal yang belum bisa direalisasikan?”.

Pak Alif sepertinya sudah sangat hafal dengan permintaan-permintaan anak gimbal. Dan ternyata masih ada yang belum bisa dikabulkan. Sebab, si anak meminta sepeda motor dari Kapolda Jawa Tengah. Memang budaya yang begitu unik.

PENDOPO SOEHARTO WHITLAM DIENG JAWA TENGAH
Kalian semua kereen! Pinjam fotonya Putri

Terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang sudah mengajak kami jalan-jalan gratis. Makasih juga buat Mas Alid yang sudah berkabar tentang event ini. Bahagia banget dapat eman baru, yang pada akhirnya menjadi keluarga baru. Big Hug! 😳

Tawaran Angsuran Logam Mulia. Ikut Nggak, ya?

Tawaran Angsuran Logam Mulia – Dua lelaki berbaju hijau mengetuk pintu ruang kerja kami. Diiringi dengan ucapan salam, mereka pun masuk ruang kerja saat jam kerja belum dimulai. Masih pagi sekali. Di ruangan saja, baru ada saya dan dua rekan kerja.

Teman saya mempersilakan mereka duduk, menanyakan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Tanpa ada pembicaraan yang mubadzir, mereka langsung mengeluarkan lembaran kertas yang berisi daftar tabel. Tepatnya tabel angsuran. :mrgreen:

Kalau membaca kata angsuran, kok pinggang rasanya nyeri, ya. Padahal hanya membaca saja, belum eksekusi. Emmm…sepertinya saya saja yang berlebihan. Buktinya kedua teman saya malah langsung menanggapi daftar tabel tawaran angsuran logam mulia atau yang biasa disingkat dengan LM.

Logam Mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Contoh logam mulia adalah emas, perak dan platina. Umumnya logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi.

CICILAN EMAS BATANGAN
Tabel Angsuran. . .

Cicilan logam mulia ini termasuk investasi yang kata teman-teman saya tidak ada ruginya. Karena, harga LM makin lama makin tinggi. Seandainya harganya sedang turun pun tidak terlalu banyak.

Tawaran angsuran logam mulia, yang dalam hal ini berwujud emas batangan, terbagi menjadi beberapa tabel angsuran berdasarkan jumlah dan lama angsuran. Jumlah atai beratnya LM mulai dari 10 gram sampai dengan 100 gram dan dapat diangsur mulai dari dua tahun sampai dengan empat tahun.

Mereka, karyawan yang datang dari Bank Syariah Mandiri (BSM) menjelaskan bagaimana prosedur angsuran atau cicilan logam mulia. Tiga diantaranya yaitu:

1. Pendaftaran. Tiap orang yang akan ikut mengangsur LM wajib menyerahkan fotocopy KTP dan menjadi nasabah BSM. Segala administrasi terkait pendaftaran akan dibantu oleh mereka.
2. Menyetorkan sejumlah uang sebagai uang muka sesuai dengan jumlah dan lama angsuran.
3. Angsuran tiap bulannya bisa diambil langsung dari tabungan, atau setoran tunai. Sesuai kesepakatan di awal.

Bukan hanya kenaikan BBM, angsuran semacam ini pun ternyata menimbulkan pro dan kontra di kantor. Tidak sedikit laki-laki yang kurang suka dengan angsuran semacam ini. Mereka lebih suka uang itu digunakan untuk usaha. Tapi, beda lagi dengan perempuan. Beberapa dari mereka lebih suka menyimpan uang dengan cara membeli logam mulia atau ditabung.

Nah, jika ingin tahu informasi detilnya, silakan teman-teman baca ketentuan syarat BSM cicil emas.

Sinau Menanam Buah Strawberry

Postingan ini lanjutan dari postingan yang lalu. Dan saatnya nyeTrawberry lagi!!! 😆 Sok sensasionel banget, ya. Padahal, sih, sebenarnya biasa saja. Tapi, sesekali boleh lah, ya, heboh se heboh kalau ada diskon di online shop. :mrgreen:

Kilas balik dikit dari postingan sebelumnya. Ceritanya, kan saya makan buah Strawberry oleh-oleh dari Guci yang rasanya enak pakai banget tuh, ya. Atas dasar ingin mencoba menanam, saya pun mengajak Adik untuk membeli bibit Strawberry.

Ini pengalaman pertama kami menanam buah Strawberry. Karena pertama kali, kami pun membeli bibitnya enggak banyak. Hanya membeli empat bibit dengan harga Rp 2.500 per bibit. Bukan berarti ngirit atau pesimis lho, ya. Tapi, karena masih dalam tahap trial, kami tidak berani membeli banyak bibit. Takut…

Empat bibit Strawberry kami beli di Bojonegoro. Sebentuk Desa di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. Di pinggir jalan masuk Desa tersebut memang banyak menawarkan aneka macam bibit buah dan juga pohon. Nah, bibit berupa pohon yang kami beli ini tingginya kurang lebih 5 cm. Tadinya kami mau minta benihnya saja. Tapi, mereka tidak pernah stok benih Buah Strawberry. Dan saya malah enggak tanya, apakah ada benih Strawberry atau tidak. Mungkin ada kalik, ya. Pastinya…

Setelah mendapat empat bibit, kami langsung pulang dan menanamkannya di polybag yang sudah terisi tanah dan sedikit pupuk.

Tanaman Strawberry
Nyobain nanem di Polybag. . .

Kurang lebih sudah satu bulan lebih kami menanamnya. Dan saat ini, satu pohon sudah mulai berbuah. Tapi….em…buahnya kok lesu gitu, ya. Kalau segar, sih, iya. Merah juga iya. Tapi, buahnya enggak padat. Bisa dibilang kurang isi. Kalau dipegang pus-pus, gitu.

Saya bingung, dong. Kira-kira kenapa? Apakah ada yang salah dengan penanamannya. Atau, karena perawatannya kurang maksimal? Btw, kami tidak pernah memberi perawatan ekstra pada pohon Strawberry. Hanya sebatas menyiram saja tiap pagi. Hihihi

Karena ingin tahu kenapa, saya mencoba mencari artikel tentang tanaman Strawberry. Dan saya pun membaca hasil pencariannya. Berikut beberapa hal penting yang saya dapat.

Strawberry merupakan tanaman yang mempunyai ketahanan dan adaptasi yang cukup luas. Secara umum, syarat tumbuh yang baik untuk Strawberry adalah seperti kondisi iklim berikut ini:

  • Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 derajat Celcius.
  • Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
  • Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
  • Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

Saya belum melakukan action terhadap empat point di atas. Masih belum tahu berapa suhu udara, curah hujan atau kelembaban di daerah saya. Tapi, yang jelas suhu dan udaranya sedang. Di sini kalau panas enggak panas banget. Begitu pun dengan dingin. Kami memang harus memperbanyak referensi terkait cara tanam buah Strawberry secara baik dan tepat. Supaya buahnya enak!

Apakah teman-teman mempunyai pengalaman menanam buah Strawberry? Bisa share cara menanam dan hasil tanamannya melalui kolom komentar, ya.

Berawal Dari Strawberry Guci

Sebulan yang lalu, aku silaturrahim ke rumah salah satu teman Blogger yang tinggal Desa Karangsari, Pemalang. Enggak mau tebak-tebakkan ah. Sebut saja namanya…

Read more