Sebelum Batik Pelangi Masuk Penjahit

Kapan saya membeli batik cap-pelangi, ya? Kalau tidak salah ingat, sih, dua bulan yang lalu. Sudah cukup lama. Tapi, sampai sekarang belum juga berjalan ke Penjahit. Masih di rumah. :mrgreen:

Cap yang saya maksud di sini bukan berarti merk. Melainkan cara membuatnya. Kan ada juga batik tulis tuh, ya.

Nah…akhir pekan kemarin, saat hendak naik gunung, saya meminjam jarik ke Ibu. Tapi, yang beliau berikan motifnya tua gitu. Tampak lethek juga. Hahaha

Kebiasaan banget, kalau muncak pasti selalu membutuhkan kain. Padahal sudah membawa sleeping bag, lengkap dengan kaus kaki dan kaus tangan. Kain tersebut saya manfaatkan untuk membungkus kepala, karena si angin menembus jilbab. :mrgreen:

Ibu sepertinya tahu kalau saya enggak mau membawa jarik yang diberikannya. Beliau pun berinisiatif menawarkan batik motif cerah, penuh warna. Jadi, sebelum masuk ke Penjahit, untuk dibuat rok, saya ajak batik tersebut jalan-jalan ke Gunung. ๐Ÿ˜†

BATIK CORAK PELANGI GANITRI
Salah satu koleksi Batik Ganitri!!!

Batik cap pelangi yang memberikan motif parang memang tampak manis. Warna pelanginya sebenarnya cocok banget untuk dibuat blazer. Tapi, saya sedang ingin membuat rok panjang. Makannya, akan saya buat rok saja. Batik Cap-Pelangi di atas saya beli secara online di Batik Ganitri

Banyak model yang tersedia di toko online Batik Ganitri. Mulai dari kain batik lembaran, sampai dengan batik couple yang sudah jadi. Toko Online Batik Ganitri juga menerima pesanan Batik buat seragam Kantor atau Keluarga. Dalam jumlah banyak sekalipun. Kamu bisa melihat koleksi batik cap dan tulis dengan pilihan motif yang berragam melalui toko online Batik Ganitri. Insya Allah tidak mengecewakan!!!

Batik Ganitri

Alamat : Jl. Leo No. 7 Karang Empat – Ploso – Tambaksari – Surabaya 60132
Telephone : 081319652998
Pin BB : 266A0D2D
WhatsApp : 0818534195

Tas Punggung Ini Begitu Nyaman

Nyaman, sebentuk rasa yang cukup susah untuk mendapatkannya. Begitu, kan, ya? ๐Ÿ˜ณ Tapi, kalau bicara soal standard kenyamanan secara personal, saya yakin tiap orang itu berbeda. Oleh karena itu, di sini ngomongin nyamannya khusus buat saya, beserta si tas punggung.

Sudah cukup lama saya mendapat kiriman berupa tas punggung dari online shop ternama di Indonesia. Tas Punggung, sebentuk wadah yang digunakan untuk menaruh barang, dan dipakai di punggung seseorang.

Untuk mendapat rasa nyaman itu tidak bisa instan. Apalagi untuk tas punggung. Harus digendong kemana-mana dahulu, barulah bisa berkomentar. Nyaman, atau kurang! :mrgreen:

Tiga kali saya melihat wujud dari backpack, atau tas punggung yang memiliki urkuran 30x15x45. Saya melihat detil tampak depan, samping kanan-kiri, atas-bawah, dan tentunya dari belakang juga. Ya hamsyong…ribet banget, ya. Hahaha Tapi, kan memang harus cermat ketika melihat produk di online shop.

Berikut saya bagikan lima alasan kenapa tas punggung ini begitu nyaman bagi punggung ini!!!

Bagian Belakang. Ini yang saya jadikan prioritas utama ketika memilih tas punggung. Tepat pada bagian punggung terdapat sebentuk busa yang membuat punggung nyaman saat menggunakannnya. Empuk. Begitu juga pada bagian bawah, pas di atas pinggul. Empuk. Ini yang membuat nyaman!

Bagian Samping Kanan-Kiri. Penilaian ke dua ada pada bagian ini. Dimana pada tas punggung ini, terdapat satu kantong yang berada di samping kanan. Kantong atau saku ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menaruh botol minum. Atau, benda lain yang sekiranya cukup dengan ukuran 13×15 cm. Ini rasanya NYONG mBANGET!!! Suka bawa minum kemana-mana!

TAS PUNGGUNG POLO

Sedangkan samping kiri tas, terselip sebentuk kartu identias persegi panjang yang berukuran 5×2 cm. Pada kartu tersebut, tertulis Nama, Alamat dan Nomor Telephone. Ada baiknya kartu identitas tersebut dilengkapi sesuai data diri pemilik. Ini untuk menanggulangi, kalik saja tasnya terdampar di suatu tempat. Atau, tertukar dengan tas orang lain. Berdoanya, sih, yang baik, ya. Jangan sampai tertukar, atau hilang. Jika pada kedua sisi kantung semua, ya oke saja, sih. Tapi, kartu identitas penting juga.

Bagian Depan. Ini lebih pada penampilan yang bisa menjadikan kamu lebih pede, dan juga nyaman. Sebentuk badge kecil berwarna merah maroon bertuliskan Royal Polo tersemat dibagian depan tas punggung. Ditambah dengan pilihan warna cokelat, membuat punggung anak gadis makin tambah manis. Hueks.

Ada juga pilihan warna lain, yaitu warna hitam. Cocok dipakai kamu para laki-laki. Makin gagah.

Bagian Atas-Bawah. Menjadi nilai tambah, manakala pada bagian terdapat kantong rain cover yang menyatu dengan tas. Ya, rain cover yang tersemat dibagian bawah tas ini sudah permanen. Jika ingin menggunakannya, kamu tinggal membuka resleting bagian bawah saja. Kalau mau, kamu bisa menaruh benda-benda kecil di kantong ini. Kantongnya masih cukup longgar. Sedangkan untuk bagian atas, pegangan tasnya cukup kuat.

TAS PUNGGUNG WANITA DAN PRIA
Satu tas di dalam. . .

Bagian Dalam. Banyak pertimbangan juga kalau melihat bagian dalam tas punggung. Saya pribadi tidak suka model tas punggung yang dalamnya berlapis-lapis. Cukup satu lapis saja, fokus untuk menaruh barang.

Selain bagian dalam utama, ada juga bagian dalam kedua, ketiga dan selanjutnya. Biasanya ada di muka, cukup banyak saku-saku kecil. Ini enggak terlalu penting bagi saya. Saya anggap bonus kalau ada saku untuk menaruh handphone, make up, atau barang peritilan lainnya.

Satu tambahan lagi ada pada tas royal polo Royal Polo Backpack 2001-06. Adalah adanya tambahan satu tas mini yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah notebook.

Selain lima di atas, saya juga memerhatikan posisi tali dada. Tali dada harus ada meski tidak digunakan tiap saat. Karena bisa dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan antara ransel dan si pemakai.

Secara keseluruhan, tas punggung royal polo model ini bagi saya sudah cukup nyaman digendong. Harganya pun cukup terjangkau, Rp 149.000,- belum termasuk ongkos kirim.

TAS PUNGGUNG PRIA DAN WANITA
Terbang!

Coba lihat penampakannya di punggung saya. Manis manis maniis, itu rasanya. . . :mrgreen: Nah, teman-teman pasti punya pilihan sendiri, kan? Lebih suka tas punggung yang seperti apa? Bagikan melalui kolom komentar, dong. :mrgreen:

Nyobain Cuci Baju Pakai Detergen Cair

Nyobain Cuci Baju Pakai Detergen Cair – Yuhuui…saatnya untuk buka-bukaan baju!!! Maksud aku, buka-bukaan soal mencuci baju. Aku buka punyaku dulu, ya. Nanti, punya teman-teman bisa buka sendiri melalui kolom komentar.

Saatnya masuk sesi curhatan. Hihihi Tercipta sebagai perempuan, tapi kalau mencuci baju, mau sedikit, atau banyak, telapak tangan, dan kaki aku mengelupas. Atau, bahasa gaulnya itu mbrudul. Tapi herannya, kalau berrendam di air, mau berapa lama pun kulit telapakku enggak bakal ngelupas. Apakah ini efek dari global warming of deterjen? :mrgreen:

Parahnya lagi, tiap Ibuku melihat tanganku setelah cuci baju, pasti beliau langsung iba. โ€œUdah, enggak usah nyuci baju. Tanganmu jadi jelek gituโ€. Ember yang ada ditanganku pun diminta oleh Ibu. Dan baju-bajuku juga dijemur olehnya. Aduh…enggak enak banget kalau hanya sekali. Inginnya berkali-kali. #AnakSolehah

Rasa iba tersebut mulaihilang ketika aku masuk MTs. Yaiyalah, ya. Masak sudah nenek-nenek mau dicucikan terus. Kasihan baju kakek siapa yang mencuci nanti.

Nyobain Cuci Baju Pakai Detergen Cair.

Menurut salah satu teman, kemungkinan deterjen yang aku pakai tuh enggak cocok dengan kulit. Aku diminta untuk nyobain semua deterjen, sampai menemukan satu deterjen yang dirasa cocok. Tapi, sayang banget. Selama aku mencarinya, belum ketemu satu pun deterjen yang membuat telapakku tetap mulus usai mencuci.

Nah, baru-baru ini, aku mendapat kiriman dari pihak Rinso sebanyak dua kemasan. Satu dalam bentuk botol, dan satunya kemasan isi ulang. Deterjen cair konsentrat milik Rinso adalah produk deterjen keluaran terbaru pada tahun ini, 2014. Pada kemasan depan, tertulis โ€œRinso Molto Ultra, Aroma Essence Energizingโ€. Tergoda dengan tulisan Molto Ultra, serta desain kemasannya yang begitu soft.

Aku langsung saja nyobain cuci baju dengan deterjen cair milik Rinso. Dasar orang awam, ya. Aku baru tahu kalau ada deterjen cair molto. Selama ini, aku selalu menggunakan deterjen bubuk yang wangi, dan busanya banyak. Maklum, aku kalau mencuci baju masih secara konvensional. Jadi, busa itu cukup penting untuk menambah semangat mencuci. ๐Ÿ˜†

RINSO CAIR MOLTO ULTRA copy
Tetep Eksis! Hahaha

Daripada penasaran, aku langsung membawa Rinso Molto Ultra untuk eksekusi.

  • Menyiapkan tambor, atau bak besar untuk merendam baju.
  • Dalam petunjuk pemakaian, satu tutup botol dilarutkan dalam 10 liter air, untuk 15-20 baju.

Tiap weekend cucianku selalu banyak. Baju, rok, dan juga celana, menumpuk karena mencucinya seminggu ekali. Entah kenapa, aku kurang yakin untuk satu tutup botol, 10 liter air, dan 15-20 baju. Jadi, mencucinya aku bagi menjadi tigatahap. Hihihi #Malesan

Pertama, uji coba satu tutup botol detergen cair, 10 liter air, dan 15 baju.

Saat membuka tutup botol (25/10), aroma kesegarannya begitu terasa. Sama seperti sedang menuangkan pewangi pakaian.Terus, aku aduk gitu. Dan ternyata, meski dalam bentuk cair, busanya tetap banyak. Catet, deh!!

Setelah aku rendam selama kurang lebih 20 menit, aroma wanginya makin terasa. Sampai aku membilas, dan menjemurnya pun wanginya โ€œmacetโ€. Enggak hilang terbawa air, sengatan matahari, atau hembusan angin. ๐Ÿ˜†

Kedua, satu tutup botol, 8 liter air, dan 10 baju.

Ini uji cobaku pas hari Minggu (26/10). Enggak jauh dari aturan pakai. Persiapannya pun masih sama dengan uji coba yang pertama. Hanya saja, jumlah air dan baju aku kurangi. Dan hasilnya? Aroma yang segar, dan wanginya nempel banget. Kesegarannya lebih terasa daripada uji coba yang pertama. Mungkin, karena mengurangi kuantitas, ya. HihihiHayooo, mau milih irit, atau irit banget? Kalau aku milih yang wanginya tahan lama. :mrgreen:

Perbedaan makin terasa ketika baju sudah disetrika. Paham, dong, ya. Uji coba yang kedua ini, menjadikan pakaian aku wanginya lebih awet. Dadah-dadah saja, deh, sama pelicin pakaian. Mending tidak usah pakai pelicin pakaian. Sebab, nanti aromanya bakal buyar. Enggak khas! Lumayan, bisa berhemat tanpa pelicin, dan pewangi pakaian.

DETERJEN CAIR AMAN DIKULIT copy
Asik juga busanya!

Lalu, apakabar telapak tangan, dan telapak kaki?

Pas awal mencuci, benar-benar penuh dengan penghayatan. Aku tuang sedikit detergen air ke telapak tangan. Rasanya waswas banget, takut telapak tangan panas. Dan ternyata enggak! Biasanya kalau pakai detergen bubuk, kan, suka panas tangan saya. Okelah, mungkin karena dalam bentuk cair. Tapi, kan, tetap saja ini deterjen, ya.

Usai kucek-kucek, dan bilas baju, aku langsung lihat telapak tanganku. Woow…masih mengelupas di ujung jari. Tapi, aku bahagia banget. Karena, mengelupasnya enggak separah biasanya, dan enggak melebar. Kaki aku pun demikian! Kulitnya tidak mengelupas.

Bisa jadi ini sebentuk pertanda, bahwa aku sesegera mungkin akan cocok berlama-lama di air untuk mencuci baju. Aku akan menghabiskan rinso molto ultra, aroma essence energizing botol yang berisi 1000 ml, serta isi ulangnya 800 ml terlebih dahulu. Harapanku, Rinso cair dan aku akan menjadi sahabat. Mulai sekarang, biarlah deterjen cair yang membuktikan.

Apakah teman-teman sudahnyobain cuci baju menggunakan deterjen cair? Bagikan pengalaman kucek-kuceknya di kolom komentar, dong! ๐Ÿ˜€

Kecanduan Me Time di Waterpark Owabong

Kecanduanย  Me Time di Waterpark Owabong – Weekend (18/10), adik perempuan yang biasa saya panggil Tante, mengajak ke Owabong yang merupakan waterpark yang paling tersohor di Kota Perwira, Purbalingga. Perjalanan ke Owabong dari rumah Tante, Kembangan, membutuhkan waktu empat puluh lima menit, karena kami saat itu belum paham rutenya. Sesampainya di sana, kami langsung membeli tiket masuk seharga Rp 23.000.

Tante cukup sering ke Owabong, jadi sudah hafal dimana tempat untuk menitipkan barang, untuk sewa ban, dan tempat yang bisa buat kami betah.

Berjalan kurang lebih tiga menit dari pintu masuk, kami langsung menuju tempat penitipan barang dan kemudian ganti baju. Sebelumย nyemplung,ย saya melihat adaย Flying Fox di dekat kolam anak. Jadilah kami bermain flying fox terlebih dahulu.

Bersiap-siap…kami request landingnya minta basah sebagai pemanasan. ๐Ÿ˜† Kaki, tubuh masuk kolam sesat. Dan….byuurr…kami sampai di kolam arus. Di kolam arus ini banyak orang yang menikmati air menggunakan ban. Saya pun tertarik untuk ikut menyewa ban!

Sampai se dewasa ini, saya baru pertama kali sewa ban di waterpark. ๐Ÿ˜† Dan ternyata asyik juga duduk di atas ban, kemudian berputar mengelilingi kolam arus. Apalagi kalau dapat bonus guyuran ember tumpah! Byuuur again!

NGERUJAK DI OWABONG
Ngelutis. . .

Tepat di bawah ember tumpah, kami bertemu dua perempuan yang nampaknya juga sedang menikmati weekend. Kami cukup lama bermain bersama mereka. Sampai akhirnya kami keluar dari kolam arus, menepi sebentar untuk makan lutisan yang aku beli di Bus, kembali bertemu dengan dua perempuan itu lagi. Namanya Mbak Lia dan Mbak Desi.

Mereka berbagi cerita kalau sudah nyobain prosotan dua kali. Saya jadi ingat, sebelum berangkat Tante sempat bilang ingin main prosotan. Sebenarnya saya agak was was, khawatir dengan Tante yang belum bisa cipak-cipuk di kolam. Tapi karena ada bantuan si BAN, saya berani main prosotan.

Usai bermain prosotan, Tante mengajak aku untuk berrendam di Kolam Ari Hangat. Judulnya, sih, kolam air panas. Tapi, airnya anget kok. #songong. Baik di kolam utama, maupun kolam anget ini, kami banyak banget berceloteh. Apa saja dibicarakan, dan kesemuanya adalah cerita tidak penting.

KOLAM AIR PANAS OWABONG
Terlalu lapar. . .

Saya baru merasakan betapa nyamannya berbagi cerita sambil berrendam. Betah rasanya. Terlebih didukung dengan suasana yang cukup tenang. Saat hujan turun pun kami masih berrendam, masih bercerita, dan masih bermain-main. Sampai kami tidak ingat dengan lapar. Padahal, Si Bandeng, Si Oyong, dan Si Mendoan sudah menunggu. :mrgreen:

Pokoknya, saya enggak mau hanya sekali ke Owabong. Tante sudah bilang, kalau lain waktu akan mengajak saya ke Owabong lagi. Pokoknya (lagi), kalau kelamaan ngajaknya, saya samperin saja ke rumah. Saya tarik paksa ke Owabong. Dekat ini dari rumah Tante. Enggak sampai 30 menit kalau sudah tahu jalan. ๐Ÿ˜›

Betewe, kok ini pakai hastag #MeTime, ya? Bagusan #OurTime padahal, ya! Soal, saya kan tidak sendirian menikmati weekend minggu lalu yang bertepatan dengan hari lahir saya. ๐Ÿ˜ณ

KOLAM PUKUL DI OWABONG PURBALINGGA
Menjadi pemalu, atau narsis itu takdir. . . Hahaha

Buat Tante, makasih, ya. Dua hari udah nemenin dolan. Sudah mempersiapkan semuanya, mentraktir, bawain bekal, dll. Jadi tambah eman lho…. ๐Ÿ˜†