[Rangkuman Mini] Menikmati Tahun Baru. Ayye. . .judulnya maksa banget ye. :lovekiss: Pagi ini saya hanya mau nulis aktifitas menuju tahun baru saja. Ehem. . .saya masih di Jogja ini, sudah ada rencana untuk pulang ke Banjarnegara sih, tapi belum pasti kapan.
Rangkuman Mini Menikmati Tahun Baru
Bangun Siang, karena malamnya baru saja menyusuri Bantul. #kehujanan
Leha-leha dan leyeh-leyeh. #nyuci baju
Jalan-jalan ke Malioboro. #naik trans jogja
Njajan #angkringan
Nonton Acara Televisi. #OVJ-Bukan Empat Mata
Mendengar petasan yang cethar membahana. #sendirian di kamar
Mendengarkan petasan yang cethar membahana dan sendirian tuh rasanya aneh. Gimana tidak aneh, suara cethar cether itu benar-benar berhasil memecahkan suasana semedi saya. :pelayan: Saya harus segera mengakhiri Rangkuman Mini yang tidak jelas ini, karena kalau tidak segera diakhiri, dikhawatirkan Rangkumannya menjadi tidak mini. :megaphone:
Ini hanya sekedar catatan saja dan untuk Tahun Baru berikutnya, semoga saya bisa membuat Rangkuman Micky bersama titik-titik. :kacapembesar: Penuh dengan harapan, semoga di Tuhan selalu memberi kemdahan dan meridhoi langkah kita semua. Aamiin. . .
Nostalgia Ke Telaga Warna, Dieng. Judulnya menggunakan kata nostalgia. Kesannya cerita perjalanan ke Telaga Warna serasa sudah lama, padahal baru tiga bulan yang lalu. #emang udah lama ya. Dalam cerita perjalanan ini, kebersamaanlah yang kami jadikan sebagai nostalgia. Kami, saya bersama teman-teman seperjuangan waktu KPM. “Kemanapun itu, yang penting kita jalan-jalan“. Pesan simpel dari salah satu teman, saya terima melalui SMS. Meskipun ada beberapa teman yang tidak bisa ikut, t etapi kami tetap saja melaksanakan perjalanan.
Tempat wisata yang kami kunjungi tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Ehem. . .lagi-lagi tempat wisata yang ada di kawasan Dieng. Pingin sih jalan-jalan ke Selangor, tetapi takut tidak mau balik lagi ke Banjarnegara tercinta. Jangan bosan ya, jika saya berbaginya hanya yang ada dilingkungan atau lingkup kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Khusus untuk yang belum pernah ke KawasanTelaga Warna Dieng, intip Catatan Perjalanan ke Kawasan Telaga Warna, Dieng sembari menemani saya bernostalgia.
Pemandangan di Pegunungan Dieng. . .
Perlu kalian tau, Dieng merupakan kawasan dataran tinggi yang mempunyai titik curah hujan tinggi. Jadi, jangan heran jika kalian berlibur ke Kawasan Dieng, kemudian turun hujan sewaktu-waktu. Kalian pernah mendengar istilah Dieng Plateau, kan? Dieng Plateau adalah tepat wisata di daerah pegunungan Dieng, salah satunya Telaga Warna. Sebenarnya jalan menuju Kawasan Dieng sudah bagus. Akan tetapi, kalian perlu berhati-hati, karena banyak tanjakan dan tikungan yang lumayan tajam. Udara di Kawasan Dieng sejuk dan lumayan dingin, kanan-kiri terdapat pepohonan dan sawah milik warga.
Jarak tempuh dari kota Wonosobo menuju Kawasan Telaga Warna, kurang lebih 60 menit. Dalam perjalanan kali ini, kami diantar seorang Driver yang juga sahabat KPM untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Kawasan Dieng. Kawasan Telaga Warna lah yang menjadi objek wisata “pertama” yang kami kunjungi. Kami ke Telaga Warna pas di hari libur, jadi ada kenaikan harga tiket. Harga normal tiket masuk adalah Rp. 4.000,- dan ketika kami ke sana haga tiket masuk menjadi Rp. 6.000,-.
Kawasan Telaga Warna memiliki banyak panorama alam yang menakjubkan. Di antaranya Telaga Warna, Telaga Pengilon dan beberapa Goa. Setelah masuk ke kawasan terdapat dua pilihan jalan, jalan lurus dan jalan ke arah kiri. Jika kalian memilih jalan lurus, maka akan menikmati pemandangan indah dan menemukan beberapa goa di kawasan tersebut. Sedangkan untuk arah kiri, kalian bisa langsung menikmati Telaga Warna dan Telaga Pengilon.
Goa Sumur
Kami mengambil jalan lurus untuk melihat pemandangan dan beberapa goa. Di kawasan Telaga Warna terdapat tiga goa, yaitu; Goa Sumur, Goa Semar dan Goa Jaran. Sebenarnya kalian bisa langsung mengetahui nama goa yang ada, karena pada masing-masing Goa terdapat Arca di depan pintu masuk. Seperti Goa Sumur, di depan pintu masuk ada arca wanita dengan membawa kendi. Eh, kenapa kendi yang wanita tersebut gak membawa sumur aja ya? hihihiihi #emang sumur bisa dibawa. Semua goa yang ada di kawasan tersebut dikunci dan kalian tidak bisa masuk. Tetapi, kalian masih bisa menikmati dari luar.
Jika kalian menggunakan jasa guide, maka akan dijelaskan oleh guide tetang asal usul, cerita hingga mitos tengang goa-goa tersebut. Sayang sekali, kami tidak menggunakan jasa guide, jadi kami hanya bisa membaca sejarahnya mading yang ada di sebelah kanan mushola. Sedikit mitos yang masih saya ingat tentang Goa Jaran yang saya baca di mading, yaitu Gua Jaran (Goa Kuda) dikisahkan dulunya menjadi tempat pertapaan. Di Goa tersebut ada seekor kuda. Kuda tersebut keluar dari Goa setiap esok hari dan anehnya kuda keluar telah berbadan dua (baca: hamil). Dengan adanya cerita tersebut, masyarakat percaya bila goa ini bisa digunakan untuk bersemedi para wanita yang susah mendapatkan keturunan. Percaya tidak percaya, itu hanyalah sebuah cerita dan mitos. Dari pada semakin ngelindur tentang mitos, lebih baik melanjutkan perjalanan ke Telaga Warna.
Bagaimana viewTelaga Warna Dieng ini? Indah, bukan?. Yang menjadikan Telaga Warna ini berbeda dengan telaga lainnya yaitu warna air dari telaga ini sangat cantik. Dahulu, kata Papa Dul Telaga ini ramai dengan warna, ada warna hijau, biru, kuning terkadang ada warna ungu. Dan sekarang yang terlihat hanya warna hijau, mungkin warna yang lain diambil oleh putri kayangan kali ya? :silau: Meskipun Telaga ini hanya ada satu warna, tetap masih terlihat cantik dan indah, kan?. Terlebih dengan pemandangan pepohonan hijau disekitar telaga, tambah cantik tik tik tik.
Tiduran dimanapun bisa. . .
Kalian juga bisa mengabadikan moment special dengan tidur sejenak di atas pohon tumbang. Pohon ini berada di sekitar Telaga Warna. Sepertinya pohon tersebut sudah lama roboh, tetapi entah kenapa sampai sekarang belum disingkirkan juga. Banyak yang memanfaatkan pohot tersebut untuk berfoto. Hahahaw
Berhubung sudah siang, kami akhiri nostalgia ke Kawasan Telaga Warna, Dieng dengan makan siang di dekat tempat parkiran. Masih ada beberapa objek wisata yang sudah kami kunjungi setelah Telaga Warna. Mba Mery, Via, Mba Umah, mereka adalah sahabat KPM saya yang sekarang sudah tidak lagi di sini, mereka rumahnya di luar jawa. Tepatnya setelah wisuda, mereka pulang kampung.
Sepertinya kami akan susah berkumpul kembali, hanya dengan dokumentasi seperti inilah saya bisa kembali bernostalgia dengan sahabat KPM. Yuk, berwisata ke Telaga Warna, Dieng!
Long week end, it’s keeling me. :lovekiss: Sebenarnya bukan long weekend sih, lebih tepatnya menikmati libur hari natal sekaligus libur tahun baru. Mungkin ada beberapa sahabat yang sedang menikmati liburan dengan keluarga tercinta. Liburan kali ini sangat pas dihati. Untuk anak sekolah dan guru, sekarang sedang menikmati libur setelah Ujian Akhir Semester (UAS). Sedangkan untuk yang sudah bekerja, baik di kantor pemerintahan dan swasta ada yang sedang menikmati cuti bersama. Ya. . . meskipun musim salak berganti menjadi musim liburan, tetapi diusahakan tetap posting dan menulis di blog ipink-ipink ini. :gembira: Libur atau tidak, pastinya tidak mempengaruhi aktivitas ngeblog, kan? :mawar:
Rasanya sudah lama sekali tidak menulis di kategori Belajar Bersama. Sekedar memberitahukan, kalau saya baru tahu cara menulis source code di wordpress.org. :megaphone: Memang memalukan sih, tapi itu adalah kenyataan. Saya mencoba bertanya sama Om Gugel, tapi belum nemu juga. Mungkin karena saya yang kurang asupan gizi, jadi loadingnya lama. :entahlah: Tidak mau menyerah nih, saya pun mencoba tanya sama Om Iswah, blogger yang jago se jago-jagonya. :tepuktangan: Om Iswah memberi tau, kalau untuk menulis source code di wordpress.org memang harus install plugin khususuntuk syntax. Benar-benar ndeso saya. :entahlah: Sesuai petunjuk dari Om Iswah, akhirnya saya mencari di daftar plugin dan langsung saya install plugin SyntaxHighlighter. SyntaxHighlighter untuk wordpress.org, sebenarnya masih banyak plugin yang sejenis, tetapi saya mendapatkan rekomendasi plugin ini.
SyntaxHighlighter
Ayye. . .setelah berhasil install plugin SyntaxHighlighter, kemudian saya mencoba untuk mulai menulis source code pada mode Text. Dengan metode trial and error, saya pun gagal dalam masa percobaan tersebut. Saya benar-benar ndeso, pinginnya sih tanya sama mastah-mastah *bahasa gaulnya master* tapi saat itu para mastah tidak ada yang online satupun. Terpaksanya ya belajar sama Om Gugel, tetapi apa yang saya cari saat itu tidak sesuai dengan harapan. Banyak tutorial yang membahas tentang cara penulisan source code, tetapi tutuorial tersebut untuk wordpress.com bukan wordpress.org. Akhirnya saya masuk pada settings dan berkunjung ke SyntaxHighlighter, ternyata di dalam SyntaxHighlighter, terdapat beberapa contoh penulisan source code untuk wordpress.org.
Contoh Penulisan Parameters
Dengan sangat terpaksa, malam ini saya senyum-senyum sendiri atas kendesoan saya. Tidak apa-apa, yang penting sekarang kendesoan saya berakhir dengan indah. Intinya, tidak apa-apa punya otak ndeso, yang penting tiap hari rajin diasah. Dengan harapan, semoga otak ndeso bisa seimbang dengan otaknya wong kutho. Pasti yang baca tulisan ini dan kebetulan orang ndeso banyak yang tidak setuju. Oleh karena itu, tulisan ini saya khususkan untuk orang ndeso yang mempunyai nama Idah Ceris. :komunis: Curhatan malam ini saya cukupi sampai di sini, semoga besok-besok bisa mulai nulis source code di rumah yang ipink-ipink ini. :lovekiss:
Untuk yang sedang belajar menulis syntax di wordpress.org, segeralah install plugin SyntaxHighlighter. :pelayan: #efek setelah duduk disamping orang aneh di Bus, saya jadi ikut-ikutan lebay dan aneh. Tolong jangan takut sama saya, ya? :tinju:
“Judul buku kedua yang kutulis ini, tetap menggunakan kata yang sama dengan buku pertamaku: “PELANGI”. Siapa yang tak senang melihat pelangi berwarna-warni? Semua orang pasti senang melihatnya. Indah dan memesona. Seperti itulah orang-orang yang kutemui dalam perjalaan hidupku.”
Kutipan kalimat di atas terdapat pada halaman 19 Tentang Sejuta Pelangi. Buku ini terdiri dari 293 halaman, yang didalamnya berisi 22 kisah perjalanan hidup OSD bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. 22 kiasah ini terdiri dari 14 cerita perjalanan hidup OSD, yang kemudian dirangkum dalam sebuah catatan oleh OSD. Sedangkan 8 kisahnya menceritakan Pernik Cinta Oki Setiana Dewi bersama sahabat, anak-anak yayasan dan orang-orang yang berada di Narapidana.
“Bermimpilah! Memeluk Bulan Sekalipun!” Judul tersebut ada dalam Catatan OSD yang ke lima. Kisah yang menceritakan tentang Akbar yang ingin menjadi orang besar. Muhammad Sandi Ramadana Akbar, itu nama lengkapnya. Akbar adalah anak yatim, sedangkan Ibunya bekerja sebagai pemulung sampah. Akbar sangat bangga dengan namanya, nama yang diberikan oleh almarhum Bapaknya dulu. Akbar selalu menghubungkan namanya dengan mimpi-mimpinya. Maksudnya, dengan memiliki nama Akbar yang berarti besar, dia mempunyai mimpi untuk menjadi orang besar, menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi orang banyak. Sungguh anak yang optimistis, bukan? Untuk mewujudkan cita-citanya, dia bertekad harus sekolah dan belajar. Setelah lulus dari pendidikan Sekolah Dasar (SD), dia berjualan koran di terminal dan juga di sekeliling kampus OSD. Hasil dari jualan koran, ia berikan kepada Ibu dan sisanya ia tabung. Akbar sangat memahami kondisi keluarganya. Penghasilan Ibu yang pas-pasan ternyata tidak cukup untuk melanjutkan sekolah Akbar ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Walaupun demikian, ia tidak menyerah begitu saja. Setelah berjualan koran, ia dengan sengaja memanjat pagar SMP yang dekat dengan terminal untuk mendengarkan guru-guru yang sedang mengajar di kelas. Sekarang dia berusia 12 tahun, uang tabungan dari sisa jualan koran sekarang mencapai Rp. 720.000,-. Ia mempunyai rencana untuk melanjutkan sekolah ke SMP dekat termial.
“Namaku Sandi, Muhammad Sandi Ramadana Akbar. Tapi aku lebih suka dipangil Akbar, agar banyak orang yang mendoakanku menjadi orang besar. Seperti cita-citaku, seperti cita-cita bapak dan ibu”
Tanpa kita sadari, dibalik sebuah nama memang benar-benar dapat memberikan motivasi tersendiri untuk hidup kita. Apakah sahabat bisa menebak, kira-kira Akbar diterima di sekolah tersebut, tidak? :gembira:
Masih banyak kisah perjalanan hidup OSD yang membuat saya kagum dengannya. Buku yang ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, OSD telah berhasil menghanyutkan pembaca, karena kisah-kisah yang ditulis terasa begitu menyentuh. Disetiap kisah yang diceritakan OSD, terserak banyak hikmah. Kisah-kisahnya benar-benar variatif dan inspiratif . Saya tidak pernah menyangka, kalau OSD adalah pribadi yang sangat berjiwa sosial. Ditengah kesibukannya, ia masih bisa meluangkan waktu untuk bersilaruahim ke penjara Anak, bermain dan berkenalan dengan anak-anak di yayasan penyandang cacat, bersilaturahim ke pesantren jiwa, berinteraksi dengan narapidana, menghadiri wisuda para penghafal Al-Qur’an setelah syuting dan masih banyak lagi kisah inspiratif lainnya.
Pernik Cinta Oki Setiana Dewi: Sejuta Pelangi, layak dibaca untuk mengisi waktu luang sahabat. Terlebih pada saat long weekend seperti ini, jangan biarkan waktu sahabat terbuang begitu saja, tanpa ada kegiatan. Terimakasih untuk Pakde, atas buku Sejuta Pelangi ini. :lovekiss:
Selamat pagi, Mamah? Mari senyum-senyum dahulu sebelum aku ambil sosis untuk nyemil. :lovekiss: Hari ini, Sabtu, 22 Desember 2012 adalah Hari Ibu. Mamah juga pasti ingat, kan? Ternyata satu tahun itu bukan waktu yang lama, aku masih ingat setahun yang lalu aku pernah menulis ungkapan sederhana di Hari Ibu. Ungkapan dalam bentuk surat mini tersebut masih ada gak, mah? Semoga saja masih disimpan. Aku berharap Alloh memberikan umur panjang dan kesehatan, jadi besok pagi masih bisa memeluk mamah dan memberikan surat ini kepada mamah. #nulis malam-malam sambil ngantuk. :melet:
Halau, Mamah. Dari semalam aku melihat mamah dalam keadaan baik dan sehat wal afiat. Senyum, mesem yang khas itu pun menambah sumringah dan membuat mamah tambah cantik. Alhamdulillah, sejak aku mengenal yang namanya teknologi, ini merupakan kesekian kalinya aku memberikan surat untuk mamah. Baik surat permohonan, surat pengeyelan, surat ucapan terimakasih, surat perjalanan jeng-jeng dan masih banyak lagi jenis surat yang harus aku tulis sebagai salah satu syarat dan bukti. Kalau surat jenis-jenis seperti ini, aku yakin pasti suratnya masih tertata rapih di ordner. Ulalaaaaaaaaaaaa. . .
Mamah yang cantik, tahun ini aku benar-benar merasa bahagia. Bahagiaku melebihi tahun-tahun sebelumnya dan tentunya semua ini atas izin Alloh, ridho kedua orang tua dan dukungan dari saudara. Memiliki keluarga yang utuh, di mana semua anggota mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri itu juga merupakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri untukku, Mah. Ada Papa Dul yang selalu bertanggung jawab, membimbing dan memberikan semangat dalam menjalani hidup dan kehidupan untuk kita semua. Mamah yang selalu memberikan perhatian, kasih sayang dan tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk keluarga. Adik yang selalu menunjukkan sifat baik nan manis. Bukankah itu merupakan satu kesatuan, Mah? Kekompakan dan kebersamaan, satu paket yang bisa saling menguatkan.
Mah, aku benar-benar menyadari kekuranganku. Ternyata sampai di hari ini, di hari ibu ini, aku juga belum bisa memberikan apa-apa untuk mamah dan keluarga, baru sebatas doa dan tenaga saja. Doa yang terbaik untuk mamah, keluarga, selalu aku panjatkan kepadaNya. Jika aku sehat dan mampu, tenaga akan selalu saya berikan untuk membantu mamah, keluarga dan insan yang membutuhkan. Mah, terimakasih atas waktu yang mamah berikan selama ini, atas perhatian, kasih sayang yang tak terbatas. Tidak ada yang bisa menandingi keikhlasanmu dalam menyayangi kami, Mah. Meskipun tidak ada yang bisa aku berikan Hari Ibu ini, tetapi mamah harus tau bahwa anak gadis mamah ini sangat menyangi mamah, mencintai mamah, ingin membuat mamah bahagia dan selalu tersenyum ketika melihat anak-anaknya tambah besar plus sukses nanti. Saling mendoakan ya, Mah. I Love You, Mamah. . .
Temu Kangen dengan Teman SMK baru saja saya lihat kemarin di jejaring sosial milik salah satu teman Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saya. Walaupun saya tidak ikut dalam acara tersebut, tetapi saya bisa melihat mereka dengan jelas dan bisa merasakan kembali indahnya masa-masa SMK dulu. Saya tidak ikut dalam acara tersebut, tentunya karena saya tidak mendapat undangan. 😀 Dan yang saya rasakan acara tersebut adalah acara Temu Kangen Selorong.
Mengapa saya mengatakan demikian? Tentu saja ada alasannya, karena yang hadir pada saat itu hanya teman-teman kelas yang duduknya satu lorong atau satu deretan saja. Kata salah satu teman saya, mereka sengaja mengadakan acara temu kangen, tidak bermaksud menghilangkan teman yang lain sih, tetapi karena mereka sudah tidak mempunyai contact person teman-teman yang lain.
Sahabat SMK, Kelas XII Sekretaris 3 (XII Sk 3)
Mereka (ki-ka) adalah, Agus Setiyani, Menawati SR, Arsiyah, Warsiyah, Annisa, Mukaromah, Nurati dan Lely. Menurut keterangan dari Agus, mereka sekarang sudah tidak di Banjarnegara lagi, ada yang bekerja di Malaysia (termasuk agus), Jawa Timur ada juga yang sudah ikut suami. :sempoa: Sebagian besar dari lulusan SMK, dulu langsung disalurkan kerja oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di Sekolah. Jadi, tidak heran kalau sekarang sebagian besar dari mereka sudah sukses, sukses ekonominya, sukses mendapatkan suami, sukses menggendong anak dan sukses-sukses lainnya. Whuhuhuhuh
Oiya, kelas kami tuh terkenal kekompakannya, keakrabannya, cerewetnya, teriakannya dan mendapat stempel kelas paling heboh. Stempel itu melekat pada kelas kami, karena satu kelas berisi 38 anak perempuan suheri (Suka Heboh Sendiri). Kelas kami tidak ada laki-lakinya, maklumlah kelas sekretaris. Jarang banget anak laki-laki ambil jurusan tersebut.
Bukan basa-basi dan bukan rahasia lagi, jika dalam satu kelas pastinya punya sahabat atau teman akrab yang biasa jalan-jalan bersama, ke kantin bersama, naik mini bus bersama dan menangis bersama. #eh jadi nostalgia nih. Meskipun acara ini dihadiri oleh beberapa teman saja, tetapi temu kangen ini merupakan salah satu cara silaturahmi sederhana dan dapat mempererat persaudaraan. Saya sangat berharap, semoga lain waktu ada acara temu kangen lagi dan dapat dihadiri oleh seluruh teman sekelas. 😉
Kabupaten Banjarnegara. Mulai Main Oplos, itulah cara yang mulai dilakukan oleh salah satu penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Ya, tadi sore saya menjumpai salah satu pedagangan BBM eceran Mulai Main Oplos BBM yang mereka jual.
Hampir tiga minggu ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di sekitar kota Banjarnegara kekurangan stok bensin jenis premium. Biasanya saya mengisi bensin di SPBU yang terletak di sebelah barat Kantor Pos Banjarnegara, tetapi di SPBU tersebut selalu antri panjang dan terkadang antrian tersebut berakhir pada kekecewaan. “Maaf,Premium HABIS” seperti itu lah pesan dari petugas SPBU, yang tertera pada sebuah plang. Hal yang serupa juga sering terjadi di SPBU HIU, Kalibenda. Saya memang lebih sering membeli bensin di dua SPBU tersebut, tentu saja karena tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya.
Sampai tadi sore, stok bensin jenis premium di kedua SPBU tersebut masih belum tersedia. Akan tetapi saya melihat beberapa liter premium di warung penjual bensin eceran. Meskipun saya adalah tipe orang yang kurang suka beli bensin eceran, tetapi karena bensin saya hampir habis, jadilah saya berminat membeli bensin eceran. Saya mendekati warung dan langsung meminta kepada Bapak Warung untuk mengisikan bensin ke fitty “Pak, beli bensinnya. Satu liter saja” Dengan jujurnya Bapak Warung menjawab “Tapi oplosan, campuran, mba“. Ealaaaaaaaah, setelah saya tahu kalau itu bensin oplosan atau campuran, saya gak jadi beli dan langsung permisi.
Saya senang, Bapak Warung sudah mau jujur, tetapi bagaimana dengan konsumen lainnya. Apakah Bapak Warung juga jujur kepada semua konsumennya, kalau bensin tersebut oplosan? Padahal kemungkian niat Bapak Warung akan menambah keuntungan setelah bensin dicampur. Sebenarnya saya masih bingung dengan adanya bensin oplosan atau campuran. “Bensin koq dicampur, terus campurannya apa?” Kalau semisal campurannya Minyak Tanah tuh gak mungkin, karena harga minyak tanah jauh lebih mahal dari premium. Kalau dicampur dengan solar juga apa bedanya coba, kan harganya sama. Air, Pertamax? :entahlah: Apakah sahabat tau, kira-kira bensin tersebut dicampur dengan apa?
Mungkin ini bisa menjadi catatan penting untuk Pemerintah Daerah Banjarnegara, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag). Mengapa bagian Disperindag? Karena mereka, seperti Bapak Warung dan pengecer bensin lainnya sudah mendapatkan perijinan dagang dari Disperindag. Sesekali Disperindag perlu melakukan survey ke warung atau tempat penjualan bensin eceran, supaya mereka tidak main oplos.
Apakah di Daerah sahabat ada warung bensin eceran yang sudah Mulai Main Oplos? Semoga saja tidak ada.
Masakan Favorit. Judulnya maksa banget ya, Temans. Tetapi weekend kali ini memang sangat menyenangkan, ceria. Ceria bukan karena habis jeng-jeng, tetapi ceria karena di rumah sepi, sendiri, jadi senang dan bebaaaaaaaaas. Terus keluarga dan atau orang samping rumah sedang pada kemana? Mereka ada yang sedang nonton konser cherry belle dan ada yang sedang kondangan. Karena saya sedang tidak suka dengan keramaian, jadi saya memilih untuk di rumah.
Pagi tadi saya sarapan dengan nasi goreng plus krupuk, karena memang belum masak sayur. Menu untuk makan sore ini, adalah Tumis Pare. Tumis Pare ini masuk dalam daftar masakan favorit (kesukaan) saya lho. #gak tanya. Mungkin dari sekian sahabat ada yang tidak suka dengan Tumis Pare karena rasana pahit. Sebenarnya ada cara untuk membuat tumisan pare tidak terasa pahit sih. Tetapi jika tumis pare tidak terasa pahit, terus apa bedanya dengan tumis waluh jipang atau labu jipang? Setidaknya rasa pahit pada tumis pare ya harus ada lah, walaupun sedikit rasa pahitnya. bhuhuhuhu
Saya mengajak sahabat untuk ikut Ceria Bersama Tumis Pare. Tetaplah ceria, meski yang masak gadis desa seperti saya. Cara masak tumis pare versi saya seperti ini.
1. Kumpulkan semua bahan yang akan dimasak. Maaf, tempenya diabaikan saja, karena saya tidak jadi memakai tempe untuk campuran.
Bahan Untuk Tumis Pare
2. Belahsemua Pare, kemudian keluarkan semua biji pare dan iris secara melintang.
Keluarkan Biji Pare
3. Setelah pare di iris semua, kemudian cabai merah di iris serong.
Cabai Merah
4. Buat racikan bumbu untuk tumisan pare. Brambang, Bawang, Cabai Rawit dan Garam, diulek.
5. Terakhir. Masukkan bumbu Tumis Pare dan Pare. Jika sudah terlihat setengah matang, baru Cabai Merah, Udang Kecil dan Kecambah ikut dicampurkan. Jangan lupa beri sedikut gula. Tunggu beberapa menit sampai Tumis Pare benar-benar matang. :chicken:
Sayur Pare Sudah Matang
Bhuhuhuhhu,Bagaimana Tumis Paremasakan saya? Tumis Pare memang sangat biasa ya, tetapi Tumis Pare ini menjadi salah satu menu favorit saya. Saya sengaja menyelipkan beberapa foto Cara Memasak Tumis Pare, hanya untuk dokumentasi di sini dan sekedar sebagai pengingat saja kalau hari ini saya masak Tumis Pare Favorit sesuka hati. Lagian dari pada menuh-menuhin Memory Card lebih baik di share supaya bisa berbagi Ceria Bersama Tumis Pare Favorit.
Apakah sahabat suka dengan menu Tumis Pare? Atau lebih suka dengan Mie Gimbal dan Buncis?
Membuat daftar belanja umumnya dilakukan oleh kaum hawa, khusunya setiap tanggal muda atau awal bulan. Mengapa setiap awal bulan? Karena pada awal bulan lah biasanya para wanita (baca: emak-emak) mendapatkan rejeki khusus. Meski pembuatan daftar belanja didominasi oleh kaum hawa, tetapi ada beberapa kaum adam yang (juga) membuat daftar belanja layaknya kaum hawa. Aku perhatikan, para wanita lebih sering membuat daftar rincian belanja beserta nominalnya. Contohnya:
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Total Harga
1
Parfum
1
500
2
Beras
10 kg
1.000
3
Minyak Goreng
10 pcs
750
4
Brambang
2 kg
350
Jumlah
2.550
Kira-kira seperti itu lah gambaran rincian daftar belanja yang sering aku lihat, khususnya rincian yang dibuat Ibu Peri (baca: mamah). Daftar rincian belanja memang sebaiknya ditulis sebelum kita melakukan action untuk mengelilingi tempat perbelanjaan. Semua itu tentunya mempunyai tujuan, yaitu supaya saat belanja bisa fokus dengan apa yang akan kita beli sekaligus untuk jaga-jaga agar uang untuk belanja tidak minus.
Mulai action nih. :megaphone: Awal bulan ini, aku mendapat tugas untuk menemani belanja Ibu Peri. Biasanya kalau belanja untuk keperluan dapur, Ibu Peri ditemani oleh adik. Selain bisa dimintai tolong untuk bawa-bawa, kalau dengan adik tuh katanya lebih ngirit, karena tidak terlalu banyak permintaan. :silau:
Menemani Ibu Peri belanja sungguh menyenangkan dan me me me lainnya. :entahlah: Kami sengaja berangkat pagi dari rumah, berharap pasar belum terlalu ramai. Pukul 06.30 WIB kami meluncur dari rumah ditemani oleh fitty. Berdesak-desakkan di pasar, senggol-senggolan dengan abang yang jualan pindang, sampai barang-barang yang dibawa jatuh pun aku tinggal. #eh. :silau: Ya, pasar yang aku kunjungi memang bukan pasar kaget tetapi suasan sudah ramai. Sangking ramainya, saat itu barang yang aku bawa ada yang jatoh. Mungkin kalau yang jatoh parfum sih tidak terlalu susah untuk mengambilnya. Tetapi yang jatuh adalah brambang, Temans. :nangis: Dengan muka memelas, aku pun mulai mengambil brambang-brambang yang jatuh dan kembali mengumpulkannya.
Musim brambang, tapi koq mahal :pusing:
Coba lihat kembali daftar rincian belanja di atas. Ada brambang, kan? :nih!: Katanya sih bulan ini pas banget brambangnya habis, jadi mumpung ke pasar sekalian membelinya. Dari tadi mondar-mandir di pasar, banyak terlihat jajan, warung makan, warung mie dan bakso yang berjejer di pinggir jalan. Setelah selesai berbelanja, akhirnya kami sarapan plus makan siang dulu sebelum pulang. Maklum, dari pagi kami belum makan. :love:
Super Pedes Level 10 :omg:
Sebenarnya dari awal masuk pasar dan melihat warung bakso, selera makan aku langsung meninggi dan ingin sekali makan bakso tenis dan pedes level 10, tapi takut dimarahi Ibu Peri. Lha wong belum kerja koq minta makan. :silau:
Setelah selesai makan, kami pun segera pulang. Saat perjalanan hampir sampai rumah, mamah dengan tiba-tiba minta turun di depan apotek persis. Sedikit aneh saja, karena mamah sedang tidak sakit dan alhamdulillah semua keluarga dirumah sehat wal afiat. Sesuai permintaan, aku turunkan mamah di depan apotek persis. Apotek lumayan sepi, jadi tidak antri. Aku tidak tahu obat apa yang dibeli oleh mamah, karena langsung dibungkus plastik cilik minthis oleh mba apoteker. Bukannya cuek sih, tetapi saat itu aku memang tidak menanyakan yang dibeli itu obat atau vitamin. Sesampainya di rumah, masih dengan suasana capek, mamah memberikan obat yang ada di plastik hijau itu kepadaku.
Lho, iki obat apa si, mah? Ka diwehna nyong. [Lho ini obat apa, mah? Koq dikasihkan ke aku].Tanyaku.
Iki molagit. Ko kan mau nembe maem bakso, akeh saos karo sambel. Dadine aku wedi, mbokan mengko ko wetenge lara. Molagite nggo jaga-jaga tok. [Ini Molagit, tadi kan kamu baru saja makan bakso dengan banyak saos dan sambal? Takutnya nanti sakit perut. Molagitnya untuk jaga-jaga saja].
Aku hanya bengong dan bilang “oooooo”, sembari menganggukkan kepala. Aku tidak berpikir sampai ke molagit, padahal aku yang makan pedes-pedes. Aku tidak bermaksud untuk cari gara-gara sih, tapi karena hobiku saja yang sukanya makan pedas. :sttt: Perhatian mamah benar-benar cethar membahana, benar-benar diluar dugaanku kalau obat yang dibelinya adalah obat untukku.
Molagit tidak menggigit
Saat aku cek, ternyata mamah beli dua lempeng molagit lho, padahal sebenarnya satu saja sudah cukup, karena satu lempeng isinya 10 butir. Setelah diselidik, ternyata molagit yang satu lempeng itu ternyata mau dikasihkan ke Tante NuNu. :ting: Ya, Tante NuNu juga terkdang suka sakit perut kalau baru makan sedikit pedes. Mungkin perut atau lambungnya lebih sensi dari aku kali ya? Kalau aku sih pantes-pantes saja, karena aku memang hobi makan pedes sampai level 10.
Dari Belanja Sampai Ke Molagit. Meski molagit tidak semanis madu, tetapi Dari Belanja Sampai Ke Molagit benar-benar menyisakan kenangan yang teramat manis nan swit swit buatku. :lovekiss:
Informasi Banjarnegara. Sabtu sore (8/12), setelah pulang dari kampus saya bersama seorang teman sengaja mampir ke jembatan Sigaluh-Sempol untuk melihat pembangunan jembatan yang sedang berlangsung. Disekitar jembatan masih terlihat banyak material yang belum terpakai, seperti rangka baja, besi, pasir dll. Jembatan Sigaluh-Sempol merupakan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Jembatan ini tepat berada di perbatasan, dimana utara sungai serayu yaitu Desa Sempol sudah masuk Kabupaten Wonosobo, sedangkan sebelah selatan sungai serayu adalah Desa Sigaluh yang masuk Kabupaten Banjarnegara.
Jembatan Sigaluh-Sempol (sebelum ambruk)
Sabtu sore jembatan masih terlihat kokoh. Pembangunan jembatan Sigaluh-Sempol sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, kira-kira satu tahun. Pembangunan tahap pertama, yaitu utara sungai serayu dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatn Belanja Daerah (APBD) Kab. Wonosobo. Pembangunan tahap pertama hanya membangun dan memperbaiki jalan untuk menuju jembatan. Tahap ini lah yang tampaknya memakan waktu yang lama. Sedangkan untuk pembangunan jembatan ini adalah tahap kedua setelah utara sungai selesai dan dibiayai menggunakan APBD Kab. Banjarnegara dan APBD Provinsi Jawa Tengah.
Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk
Dalam mengerjakan pembangunan jembatan tahap ke dua memang tergolong cepat. Pengerjaan jembatan kira-kira sudah mencapai 85%, karena kemarin pasa saya lihat sudah hampir sampai Desa Sempol. Tetapi, pada hari Senin (10/12) terjadi musibah dengan jembatan tersebut. Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk pada malam hari. Saya baru tahu tadi siang saat pergi ke kampus. Di sekitar jembatan masih terdapat banyak orang yang melihat jembatan tersebut. Menurut keterangan dari seorang Bapak yang juga sedang berada di lokasi, ambruknya jembatan dikarenakan besarnya aliran sungai pada malam hari. Meskipun rangka baja tersebut sudah disanga beberapa besi, tetapi penyangga rangka baja tidak kuat menyangga. Banjir dan banyaknya sampah (kayu-kayu kecil) yang menyangkut ke penyangga mengakibatkan Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk.
Hinga siang tadi rangka baja tersebut belum berhasil diangkat, meskipun di lokasi sudah terlihat beberapa alat-alat berat. Semoga Jembatan Sigaluh-Sempol bisa segera ditangani dengan baik dan cepat, supaya bisa segera digunakan.
Demikian berita Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk, nantikan berita dalam negeri lainnya sepekan kemudian. Sekian dan terimakasih. :manja: