Dari Belanja Sampai Ke Molagit

Membuat daftar belanja umumnya dilakukan oleh kaum hawa, khusunya setiap tanggal muda atau awal bulan. Mengapa setiap awal bulan? Karena pada awal bulan lah biasanya para wanita (baca: emak-emak) mendapatkan rejeki khusus. Meski pembuatan daftar belanja didominasi oleh kaum hawa, tetapi ada beberapa kaum adam yang (juga) membuat daftar belanja layaknya kaum hawa. Aku perhatikan, para wanita lebih sering membuat daftar rincian belanja beserta nominalnya. Contohnya:

No

Nama Barang

Jumlah Barang

Total Harga

1

Parfum

1

500

2

Beras

10 kg

1.000

3

Minyak Goreng

10 pcs

750

4

Brambang

2 kg

350

Jumlah

2.550

Kira-kira seperti itu lah gambaran rincian daftar belanja yang sering aku lihat, khususnya rincian yang dibuat Ibu Peri (baca: mamah). Daftar rincian belanja memang sebaiknya ditulis sebelum kita melakukan action untuk mengelilingi tempat perbelanjaan. Semua itu tentunya mempunyai tujuan, yaitu supaya saat belanja bisa fokus dengan apa yang akan kita beli sekaligus untuk jaga-jaga agar uang untuk belanja tidak minus.

Mulai action nih. :megaphone: Awal bulan ini, aku mendapat tugas untuk menemani belanja Ibu Peri. Biasanya kalau belanja untuk keperluan dapur, Ibu Peri ditemani oleh adik. Selain bisa dimintai tolong untuk bawa-bawa, kalau dengan adik tuh katanya lebih ngirit, karena tidak terlalu banyak permintaan. :silau:

Menemani Ibu Peri belanja sungguh menyenangkan dan me me me lainnya. :entahlah: Kami sengaja berangkat pagi dari rumah, berharap pasar belum terlalu ramai. Pukul 06.30 WIB kami meluncur dari rumah ditemani oleh fitty. Berdesak-desakkan di pasar, senggol-senggolan dengan abang yang jualan pindang, sampai barang-barang yang dibawa jatuh pun aku tinggal. #eh. :silau: Ya, pasar yang aku kunjungi memang bukan pasar kaget tetapi suasan sudah ramai. Sangking ramainya, saat itu barang yang aku bawa ada yang jatoh. Mungkin kalau yang jatoh parfum sih tidak terlalu susah untuk mengambilnya. Tetapi yang jatuh adalah brambang, Temans. :nangis: Dengan muka memelas, aku pun mulai mengambil brambang-brambang yang jatuh dan kembali mengumpulkannya.

Brambang
Musim brambang, tapi koq mahal :pusing:

Coba lihat kembali daftar rincian belanja di atas. Ada brambang, kan?  :nih!: Katanya sih bulan ini pas banget brambangnya habis, jadi mumpung ke pasar sekalian membelinya. Dari tadi mondar-mandir di pasar, banyak terlihat jajan, warung makan, warung mie dan bakso yang berjejer di pinggir jalan. Setelah selesai berbelanja, akhirnya kami sarapan plus makan siang dulu sebelum pulang. Maklum, dari pagi kami belum makan. :love:

Bakso Super
Super Pedes Level 10 :omg:

Sebenarnya dari awal masuk pasar dan melihat warung bakso, selera makan aku langsung meninggi dan ingin sekali makan bakso tenis dan pedes level 10, tapi takut dimarahi Ibu Peri. Lha wong belum kerja koq minta makan. :silau:

Setelah selesai makan, kami pun segera pulang. Saat perjalanan hampir sampai rumah, mamah dengan tiba-tiba minta turun di depan apotek persis. Sedikit aneh saja, karena mamah sedang tidak sakit dan alhamdulillah semua keluarga dirumah sehat wal afiat. Sesuai permintaan, aku turunkan mamah di depan apotek persis. Apotek lumayan sepi, jadi tidak antri. Aku tidak tahu obat apa yang dibeli oleh mamah, karena langsung dibungkus plastik cilik minthis oleh mba apoteker. Bukannya cuek sih, tetapi saat itu aku memang tidak menanyakan yang dibeli itu obat atau vitamin. Sesampainya di rumah, masih dengan suasana capek, mamah memberikan obat yang ada di plastik hijau itu kepadaku.

Lho, iki obat apa si, mah? Ka diwehna nyong. [Lho ini obat apa, mah? Koq dikasihkan ke aku]. Tanyaku.

Iki molagit. Ko kan mau nembe maem bakso, akeh saos karo sambel. Dadine aku wedi, mbokan mengko ko wetenge lara. Molagite nggo jaga-jaga tok. [Ini Molagit, tadi kan kamu baru saja makan bakso dengan banyak saos dan sambal? Takutnya nanti sakit perut. Molagitnya untuk jaga-jaga saja].

Aku hanya bengong dan bilang “oooooo”, sembari menganggukkan kepala. Aku tidak berpikir sampai ke molagit, padahal aku yang makan pedes-pedes. Aku tidak bermaksud untuk cari gara-gara sih, tapi karena hobiku saja yang sukanya makan pedas.  :sttt: Perhatian mamah benar-benar cethar membahana, benar-benar diluar dugaanku kalau obat yang dibelinya adalah obat untukku.

Molagit
Molagit tidak menggigit

Saat aku cek, ternyata mamah beli dua lempeng molagit lho, padahal sebenarnya satu saja sudah cukup, karena satu lempeng isinya 10 butir. Setelah diselidik, ternyata molagit yang satu lempeng itu ternyata mau dikasihkan ke Tante NuNu.  :ting: Ya, Tante NuNu juga terkdang suka sakit perut kalau baru makan sedikit pedes. Mungkin perut atau lambungnya lebih sensi dari aku kali ya? Kalau aku sih pantes-pantes saja, karena aku memang hobi makan pedes sampai level 10.

Dari Belanja Sampai Ke Molagit. Meski molagit tidak semanis madu, tetapi Dari Belanja Sampai Ke Molagit benar-benar menyisakan kenangan yang teramat manis nan swit swit buatku. :lovekiss:

NB. Cilik Minthis: Kecil Sekali

“Kenangan Manis untuk Giveaway Manis-Manis”

Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk

[highlight color=”eg. yellow, black”]Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk[/highlight]

Informasi Banjarnegara. Sabtu sore (8/12), setelah pulang dari kampus saya bersama seorang teman sengaja mampir ke jembatan Sigaluh-Sempol untuk melihat pembangunan jembatan yang sedang berlangsung. Disekitar jembatan masih terlihat banyak material yang belum terpakai, seperti rangka baja, besi, pasir dll. Jembatan Sigaluh-Sempol merupakan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Jembatan ini tepat berada di perbatasan, dimana utara sungai serayu yaitu Desa Sempol sudah masuk Kabupaten Wonosobo, sedangkan sebelah selatan sungai serayu adalah Desa Sigaluh yang masuk Kabupaten Banjarnegara.

 

Jembatan Sebelum Ambruk
Jembatan Sigaluh-Sempol (sebelum ambruk)

Sabtu sore jembatan masih terlihat kokoh. Pembangunan jembatan Sigaluh-Sempol sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, kira-kira satu tahun. Pembangunan tahap pertama, yaitu utara sungai serayu dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatn Belanja Daerah (APBD) Kab. Wonosobo. Pembangunan tahap pertama hanya membangun dan memperbaiki jalan untuk menuju jembatan. Tahap ini lah yang tampaknya memakan waktu yang lama.  Sedangkan untuk pembangunan jembatan ini adalah tahap kedua setelah utara sungai selesai dan dibiayai menggunakan APBD Kab. Banjarnegara dan APBD Provinsi Jawa Tengah.

Jembaran Sigaluh-Sempol Ambruk
Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk

Dalam mengerjakan pembangunan jembatan tahap ke dua memang tergolong cepat. Pengerjaan jembatan kira-kira sudah mencapai 85%, karena kemarin pasa saya lihat sudah hampir sampai Desa Sempol. Tetapi, pada hari Senin (10/12) terjadi musibah dengan jembatan tersebut. Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk pada malam hari. Saya baru tahu tadi siang saat pergi ke kampus. Di sekitar jembatan masih terdapat banyak orang yang melihat jembatan tersebut. Menurut keterangan dari seorang Bapak yang juga sedang berada di lokasi, ambruknya jembatan dikarenakan besarnya aliran sungai pada malam hari. Meskipun rangka baja tersebut sudah disanga beberapa besi, tetapi penyangga rangka baja tidak kuat menyangga. Banjir dan banyaknya sampah (kayu-kayu kecil) yang menyangkut ke penyangga mengakibatkan Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk.

Hinga siang tadi rangka baja tersebut belum berhasil diangkat, meskipun di lokasi sudah terlihat beberapa alat-alat berat. Semoga Jembatan Sigaluh-Sempol bisa segera ditangani dengan baik dan cepat, supaya bisa segera digunakan.

Demikian berita Jembatan Sigaluh-Sempol Ambruk, nantikan berita dalam negeri lainnya sepekan kemudian. Sekian dan terimakasih. :manja:

….Di Persimpangan…..

Rasanya gue terlalu berani memilih tulisan ini untuk di review. Gue bilang terlalu berani karena tulisan yang berjudul …di persimpangan… adalah tulisan di Blog Bibi Erry yang terbit pada tanggal 22 Oktober 2010, dimana gue belum masuk dalam dunai Blog dan yang terpenting gue belum mengenal Bibi Erry.  :omg: WOW juga buat gue, karena gue tidak tau ending dari kisah di persimpangan ini. Gue memang tidak berusaha untuk mencari ending dari tuisan ini, karena gue hanya ingin mereview tulisan ini dowang. :jahat: Entah ada unsur apa, gue suka dengan tulisan ini,  pingin banget mereview tulisan yang ini, Bi.  Jadi, kalau semisal ada sesuatu yang tidak pas dengan jalan cerita yang sudah ending, gue minta maaf ya, Bi. :silau:

di persimpangan Bibi Erry

Haaiist, meluruskan lidah dulu ya. 😆 “Gue, Saya, Aku, Ane, Eiyke, I’m ”.  :pelayan: Saya sangat suka dengan tulisan …di persimpangan…, karena ditulisan ini banyak sekali hikmah yang saya dapat. Saya tahu, waktu itu pasti Bibi sangat bingung dan pusing tuing tuing menghadapi permasalahannya. Gimana tidak pusing, lha wong Abah Dude tercinta jarang pulang karena harus menjalankan tugasnya di Sukabumi. :melet: …di persimpangan… ini benar-benar seperti cerita bawang merah dan bawang putih, dimana Abah Dude adalah bawang putih dan Bibi Erry adalah bawang merah. :tutupmulut:

…di persimpangan… Bawang putih menjelma menjadi sosok lelaki yang sangat Ganteng *ups*, bertanggungjawab, penuh kasih sayang dan penuh perhatian. 😆 Siapa sih yang gak kepincut sama lelaki seperti itu? Ya walaupun lelaki itu gak bisa untuk sharing masalah novel dan lebih suka bermain game, tetap saja banyak kelebihannya kan, Bi? Buktinya, tak ada Abah saja Bibi kewalahan ngangkat galon. :melet:

Saya kurang begitu paham untuk masalah rumah tangga …di persimpangan… ini, mungkin karena saya belum berrumah tangga kali ya, jadi saya hanya bisa menerka-nerka dari sisi kacamata saya yang tebal dalam menanggapi tulisan ini . Menurut saya, Bibi itu pahlawan, tapi ngangkat galon saja harus nunggu Abah. :semangat!: Bibi itu permaisuri, tapi nyikat bak mandi saja harus menjebak Abah. :semangat!: Bibi itu cantik, tapi jarang cuci piring. :semangat!: Bibi itu satpam yang baik, tapi jarang ngunci pintu rumah. :semangat!: Terus, Bibi itu pinginnya yang enak, aman, nyaman dan semua itu bisa terjadi kalau ada Abah Dude. :silau:

Bi, setahu saya jika sudah menikah , kemana nahkoda berlayar, atribut-atribut harus turut menemani berlayar. Terkadang memang ada beberapa hal yang perlu didiskusikan, perlu dikaji dan perlu dipikir ulang, sebelum ikut berlayar bersama nahkoda. Tetapi, tahukah kau, Bi? Sang nahkoda akan lebih tenang dan lebih fokus dalam berlayar, jika atribut-atribut itu turut bersamanya. Sangat disayangkan, kalau alasan yang dikemukakan Bibi saat itu hanya seperti ini,

terus terang aja, sebenernya gue rada berat euy….karena semua keluarga dan temen temen kita ada disini…
Belum lagi, Kayla taun depan udah harus masuk SD…*dan tadinya udah mau mulai gue seriusin les-les nya*…trus rumah kita gimana ya?…gue tidak rela kalo harus di kontrakin…rumah ini tempat proses produksi Kayla & Fathir mempunyai nilai sentimentil yang sangat tinggi buat gue…

Sayang seribu sayang, Bibi lebih mengedepankan keluarga dan teman-teman. Padahal kalau tidak ada Abah tuh sepi kan, Bi? Kan tidak ada yang ketawa-ketawa sendiri saat nonton OVJ. Masa iya sih, tertawanya keluarga atau teman-teman bisa terdengar sampai rumah Bibi. :melet:

Kayla masuk SDnya kan tahun depan, bukan saat-saat ini? Kalau memang mau dileskan, di Sukabumi pasti ada tempat las, kan? :melet:

Pas baca alasan yang terakhir ini, saya malah tertawa sendiri. :silau: Jika memang rumah tersebut bersejarah, mempunyai nilai sentilmenyentil dan tidak mau dijamah oleh orang lain, tinggal dikosongkan saja, Bi. Hihihihihi :melet:

Mungkin sebenarnya alasan di atas adalah alasan embel-embel saja dan masih ada alasan “besar” lainnya, yang membuat Bibi tidak bisa ikut Abah bermukim di Sukabumi. Bi, Hidup adalah pilihan dan semua pilihan yang ada pasti ber resiko. Nilai resiko bisa menjadi besar atau kecil tergantung kita dalam menyikapinya. Kita sebagai makhlukNya sebisa mungkin harus berani dalam mengambil resiko, berusaha mengambil satu langkah kecil namun penuh arti. …di persimpangan… ada Abah Dude, kejarlah dan sekap dia untuk menguras bak mandi. :hahaha2:

Bi, banyak pelajaran yang bisa saya petik dari tulisan ...di persimpangan…  Setidaknya bisa buat bekal nanti, kalau saya berkeluarga. :megaphone:  Bi, Gue nitip salam buat Abah, Kayla dan Fathir yaaaaaaaa. . .  :lovekiss:

Postingan ini diikutsertakan dalam  Bibi Titi Teliti’s Korean Giveaway.

Pandangan Pertama

Ditulis Oleh :  Gylang Tanzila .R.

Kau yang kukenal adalah gadis manja

Lewat pandangan pertama, ku temukan senyummu yang manja

Cara jalanmu juga manja

Kau menggandeng seorang wanita

Tanpa kusebut namanya, kau pasti tau

Ingin rasanya terulang kembali saat-saat itu

Saat melihatmu

Melihat senyummu, celotehanmu

Berbagi tawa meski kau tak mengenaliku

Biarkanlah pertemuan saat itu menjadi kenangan indah

Tak akan mungkin aku lupa

Hadir menjelma dalam mimpi indah

Kau adalah cinta pertamaku

Pandangan pertama dari mata kekasih bagaikan ruh yang bergerak di atas permukaan air, yang memberikan kelahiran bagi surga dan bumi.

Mimpi Nonton Film Bidadari-Bidadari Surga

Bidadari-Bidadari Surga
Bidadari-Bidadari Surga

Tak tahu ah tak tahu, semalam tiba-tiba mimpi nonton film bidadari-bidadari Surga.  :omg: Sebenarnya sejak ada informasi kalau novelnya Bang Darwis yang berjudul Bidadari-Bidadari Surga akan segera di filmkan, saya sudah mempunyai rencana untuk nonton film tersebut bersama Tante NuNu.

Sebenarnya mimpi nonton film bidadari-bidadari surga yang semalam bukanlah hal yang aneh. Ya, karena sebelum tidur saya sempat membaca status di FP Bang Darwis.

“Bekasi, Jurusan Bekasi merapat. Tim roadshow promo fil “Bidadari-Bidadari Surga” besok Jum’at ada di Mega Bekasi XXI jam 12.30-16.30 Rombongannya banyak, aritis-artis, sutradara, kru. Silahkan datang ramai-ramai”

Wow, Bekasi? Jadi ingat Teh Chi, kira-kira nanti Teh Chi hadir gak ya? :silau: Sebelum tidur, sembari membayangkan jika saya bisa berada di sana bisa ketemu dengan semua pemain film, crew termasuk Bang Darwis, sudah pasti menyenangkan sekai. Tapi sayang seribu sayang, saya hidup di kota yang tidak besar, jadi saya memang harus mengungsi ke kota besar supaya bisa nonton film Bidadari-Bidadari Surga dan bukan lagi Mimpi. 😆

Bidadari-Bidadari Surga merupakan film yang diadaptasi dari Novel yang berjudul Bidadari-Bidadari Surga karya Darwis Tere Liye. Jika temans mengikuti FP Bidadari-Bidadari Surga The Movie tentunya sudah sedikit ada gambaran tentang film tersebut. Karena di FPnya sering sekali membagikan aktivitas-aktivitas di belakang layar serta cuplikan-cuplikan tentang film tersebut.

Saya hanya tahu sedikit tentang film Bidadari-Bidadari Surga ini. Film ini disutradarai oleh Sony Gaokasak. Pemeran utama yaitu Kak Laisa yang diperankan oleh Nirina Zubir. Laisa adalah seorang wanita, anak tertua di keluarganya, yang berbeda jauh secara fisik dari adik-adik dan ibunya, Mamak Lainuri yang diperankan oleh Henidar Armoe.

Laisa memiliki tiga adik laki-laki, yaitu Delamunte diperankan oleh Nino Fernandez, Ikanuri diperankan oleh Adam Zidni, Wibisana diperankan oleh Franz Nicholas. Laisa juga memiliki adik perempuan bernama Yashinta yang diperankan oleh Nadine Chandrawinata.

Behind The Scene Bidadari-Bidadari Surga

Melihat cuplikan-cuplikan di FP Bidadari-Bidadari Surga The Movie, Kak Laisa benar-benar berbeda dari saudaranya. Seperti bukan saudara sekandung, karena memang fisik Kak Laisa paling nyleneh diantara ke empat saudaranya. Kak Laisa berambut kriting, kumuh dan berkulit hitam. Tetapi dia sangat bertanggungjawab dan memiliki hati besar. :kiss: Membaca sedikit ulasan di FP BBS The Movie jadi tambah pingin nonton. :pelayan:

Sebesar apa tanggung jawab Kak Laisa dan seperti kehidupan Laisa beserta keluarga, saya belum tau, karena saya belum nonton film Bidadari-Bidadari Surga.  :megaphone: Semoga Mimpi Nonton Film Bidadari-Bidadari Surga bukan hanya sebatas mimpi saja, Insya Alloh saya akan nonton di Jogja besok-besok. Ada yang sudah nontonkah? Film Bidadari-Bidadari Surga tayang mulai tanggal 6 Desember 2012 di bioskop . :gembira:

Gambar pinjam dari sini: https://www.facebook.com/BBSthemovie

Tidak Sesuai Dengan Keinginan, Membuatnya Angry

Baby Angry merupakan tema kontes yang dibuat oleh Bunda Leyla. Kontes ini mengharuskan kita menyertakan foto Baby Angry yang memang lumayan susah, Temans. Mungkin jika temanya Baby Cry, Baby Cute atau Baby Centil akan lebih mudah, tetapi inilah sebuah tantangan, Temans.

Saya menyertakan foto ponakan untuk ikut meramaiakan hajatannya Bunda Leyla.Entah masuk kategori Baby Angry atau tidak, yang penting Nadia sudah ikut berpartisipasi dan ikut eksis lagi di sini. :silau: Nadia kurang lebih sekarang berumur 1 Tahun 4 bulan.

Ekspresi Bangun Tidur
Ekspresi Bangun Tidur

Dibangunkan untuk mandi adalah hal pertama yang Tidak Sesuai Dengan Keinginan dan Membuatnya Angry. Jika Nadia dibangunkan sore hari untuk mandi, sudah dipastikan dia akan Angry. Saya saja kalau dibangunkan pada saat yang tidak tepat terkadang Angry.  :tutupmulut:

Nadia Angry tidak mau dipegang
Nadia tidak mau dipegang (dijagain)

 Tidak mau didampingi saat sedang mainan kursi goyang adalah hal kedua yang Tidak Sesuai Dengan Keinginan dan Membuatnya Angry. Ya, mungkin Nadia lebih nyaman bermain sendiri, termasuk bermain kursi goyang. Jika ada yang memegang kursi terebut dan dia tidak berkenan, dipastikan dia akan Angry. Sebelum Angry dimulai, biasanya dia mengeluarkan lirikan tajam dan hendak mengeluarkan air mata. :lovekiss:

Foto ini diikutsertakan dalam kontes Angry Baby, Angry Kid

Anak Nakal Banyak Akal

Memberi Makan Otak

Penulis Tamu

“Health is not everything but without health everything is nothing”

Memberi Makan Otak. Otak mendapat banyak pasokan darah. Ada aliran darah konstan yang membawa neuronutrient (nutrisi penting untuk saraf), seperti asam aminto, vitamin, dan mineral. Neuronutrient bersama oksigen dan glukosa (sejenis gula) akan menyediakan energi untuk otak. Gangguan aliran darah selama satu atau dua menit dapat menurunkan fungsi otak, sehinga mengakibatkan linglung atau tidak sadar. Jika gangguan berlangsung lebih lama, yakni sekitar empat menit, maka kerusakan permanen di otak akan terdaji. Sirkulasi yang baik serta pembuluh darah yang sehat dan kuat penting agar otak mendapat cukup makanan.

Struktur otak memang sangat penting, sehingga tubuh memberi sejumlah penlindung untuk mencegahnya dari kerusakan. Memberi Makan Otak tidak hanya perlindungan fisik berupa tengkorak dan alas berupa membran, tetapi juga sebuah sistem yang disebut penyaring otak darah. Penyaring ini melindungi otak dari racun yang ada di dalam darah. Penyaring ini hanya meloloskan oksigen, glukosa, dan beberapa jenis gizi yang diperlukan. Sayangnya, penyaring ini pun bisa dikelabui.

Walaupun hanya meloloskan nutrisi penting dan beberapa jenis zat yang mempengaruhi suasana hati untuk memasuki otak, bahan kimia seperti alkohol, nikotin, dan kafein juga dapat melewatinya. Padahal, zat-zat itu sangat sedikit manfaatnya untuk tubuh.

Selalu sehati dengan sehat. . . *_*

Dituli Oleh: Gylang Tanzila .R.

Berlibur Ke Pantai Jetis

Pada hari minggu aku, keluarga aku dan keluarga temanku pergi ke pantai jetis. Di sana aku berenang di pantai dan salah satu anak teman bapakku yang bernama Tika menaiki kuda.

Di sana aku terkena ombak dan merasakan air yang sangat asin, mataku terasa perih. Lalu aku main pasir dan membuat tulisan. Setelah itu aku menyari kerang, aku menemukan kerang yang berwarna ungu yang bermotif seperti batik. Di sana terdapat kolam renang dari air tawar, aku dan lainya berenang di situ. Selama beberapa menit aku dikasih mendoan, ketupat, lalu aku makan di kolam renang. Setelah beberapa menit aku lalu mandi di kamar mandi.

Baca tentang Bersenang Kenyang di Pantai Jetis.

Lalu aku beli jagung bakar yang rasanya pedas, lalu aku di belikan gantungan kunci yang berbentuk gitar dan manusia katak. Setelah itu aku pergi ke TPI dan membeli beberapa hewan laut ,sebagian di masak di sana dan sebagian di bawa pulang, lalu aku pulang ke rumah masing-masing.

FARAHDINA IKA NADZIFA

Ara
Ara

Tulisan di atas adalah tulisan Ara, ponakanku yang sekarang kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Ara kemarin baru saja berlibur ke Pantai Jetis berbatasan dengan Pantai Ayah, terletak di Kabupaten Cilacap. Setelah seharian bertamasya ke sana, dia bisa menulis lumayan banyaklah. Tulisan dari ponakanku yang sangat unik dan sangat indah.

Baca juga cerita jalan-jalan ke Pantai Jetis bersama Keluarga.

Mengejar Sunrise di Sikunir, Dieng

Mengejar Sunrise di Sikunir, Saya bersama Mba Alaika Abdullah, Mba Ririe Khayan dan Jeng Una Wibawa mempercayakan kepada alarm untuk membangunkan kami. Suara alarm berbunyi silih berganti dari handphone mba Rie dan mba Al. Suara alarm yang paling WOW adalah miliknya mba Rie, entah berapa lagu yang kudengar dari alarm itu. Alarm yang disetel mulai dari pukul 03.00 WIB pun belum berhasil membuat kami bangun. Mba Al yang bangun pertama kali, membangunkan kami bertiga untuk segera bergegas sebelum matahari terbit.

Kami berangkat dari penginapan kurang lebih pukul 03.30 WIB. Kami diantar mas sopir untuk menuju bukit sikunir. Sebenarnya jarak dari penginapan ke sikunir tidak jauh, tetapi karena mas sopir belum paham jalan, kami sempat kesasar. Lho, guidenya gimana sih? Maaf, guidenya (Saya) belum pernah sampai bukit sikunir jadi belum tau jalan. Jalan menuju sikunir sudah lumayan bagus. Jika Anda menggunakan mobil, saat mulai masuk kawasan sikunir harus hati-hati, karena jalannya hanya bisa dilewati satu mobil.

Telaga Cebong
Telaga Cebong, di Bawah Bukit Sikunir

Banyak wisatawan yang mendatangi bukit sikunir. Ada yang memilih untuk membuat tenda disekitar telaga cebong, ada juga yang memilih untuk menginap di homestay milik warga. Pengunjung hanya diperbolehkan membuat tenda di bawah bukit, karena di bukit sikunir tidak boleh digunakan untuk camping. Telaga cebong yang terletak dibawah bukit sikunir telihat sangat indah, apalagi kalau dilihat dari atas. Ingin rasanya njebur di telaga cebong yang bersih itu, tapi aku takut. :mrgreen:

Pendakian Sikunir
Lereen disiit, keseel. . .

Jika kita mempunyai keinginan yang baik, maka kita harus berusaha sekuat mungkin untuk medapatkannya. Lihatlah, cuplikan di atas. Mereka adalah pengunjung dari penjuru dunia yang mempunyai keinginan untuk mengejar sunrise di sikunir. Untuk sampai ke bukit sikunir, saya berhenti sampai 3x. Sangat miris untuk bocah seumuran saya, mendaki saja sampai berhenti 3x dan nafasnya tidak beraturan gitu. SAya kalah sama Mba Al dan Mba Rie. Kalau Una si jangan ditanya, dia paling jago dalam hal mendaki. Saya sampai heran, dengan semangatnya Una itu lho. Kalau pakai interval , sepertinya jarak saya dan una saat mendaki bisa 1 kilo-an. Owalaaaaaaaah. . .

Sunrise Sikunir
Sunrise di Sikunir
Wisatawan Sikunir
Berebut photoo. . .

Terbayar sudah ngos-ngosan ini saat melihat sunrise di sikunir. Meskipun saat naik tidak bareng dengan mereka, saya masih bisa mengejar sunrise di sikunir walaupun tidak berhasil 100% si. Saat saya sampai bukit, ternyata sudah banyak pengunjung di sana. Yaaaaaa, serasa mimpi saja bisa sampai bukit sikunir. Apalagi pernah pesimis mau ambil jalan pulang. Haaah? Segitu dowang nyali loeeee? 😛

Action di Sikunir
Action di Sikunir. . . :mrgreen:
Una Una Una
Dora Una Mulai beraksi

Pukul 05.00 WIB, di bukit sikunir sudah mulai cerah ceria. Pemandangan langit biru bagus banget. Berusaha naik keatas batu membuat hati deg-degan, takut jatuh karena bawahnya langsung jurang. Lihatlah Dora Una, dengan berbekal kamera dan peta yang ada di dalam tas kuning, dia berhasil naik ke atas batu. Sebernarnya dia takut lhoooo. . .

Narsis bersama Bule
Narsis bersama para lelaki. .. :mrgreen:

Sedari awal melihat Mas Bule yang datang dari Prancis, Mba yang memakai jilbab ungu sangat tertarik untuk berfoto ria bersama mereka. Dengan bantuan Mba Al yang mencoba berkomunikasi, akhirnya foto bareng sama mas-mas bule pun terlaksana. Mas Bule yang tengah itu lho, yang menjadi sasaran Mba Rie.

Turun dari Sikunir
Turun dari Bukit Sikunir

Pendakian untuk mengejar Sunrise di Sikunir telah selesai. Karena sudah siang dan masih ada beberapa objek wisata yang belum dikunjungi, kami  pun turun dari bukit dengan hati riang. Kalau masalah turun, saya bisa lari atau mabur. Tapi berbeda dengan Una, dia kalau turun gak bisa banter, katanya sih kakainya ngiluuuuu.

Sunrise Sikunir
Sunrise Sikunir

 

Wani Memetri Rahayuning Praja

Kabupaten Banjarnegara. Setelah kemarin Berbicara tentang Lambang Kab. Banjarnegara, dimana didalamnya terdapat aneka macam, rupa dan warna, sekarang saatnya mengetahu makna dari Wani Memetri Rahayuing Praja yang (juga) terdapat pada lambang tersebut.

Wani Memetri Rahayuning Praja merupakan salah satu bagian dalam bentuk tulisan yang berada pada Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara. Tulisan tersebut selalu melekat pada Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara. Tulisan tersebut juga terpampang jelas pada pintu masuk Pemeritahan Daerah (Pemda) Kabupaten Banjarnegara.Pemda Kabupaten Banjarnegara beralamat di Jalan A. Yani No. 16, Banjarnegara atau sebelah timur alun-alun Banjarengara.

Pemda Banjarnegara
Pemda Banjarnegara

Wani Memetri Rahayuning Praja adalah bunyi sesanti atau surya sengkala lambang daerah kabupaten Banjarnegara, bermakna bahwa segenap warga Banjarnegara bertekad bulat melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir batin bagi rakyat dan pemerintahannya. Sedangkan untuk makna harfiahnya adalah sebagai berikut:

Wani berarti guru wanda (sama suku katanya) dengan awani yang berarti srengenge (matahari) mempunyai watak 1.

Memetri berarti guru wanda (sama suku katanya) dengan tri, berarti 3.

Rahayu berarti guru dasanama (sinonim) dengan kata basuki, raja ulat, ular atau ulo mempunyai lambang 8. Kata sambung ning pada rahayuning sebagai kata penghubung pada kata beikutnya.

Praja berarti negara, pemerintahan atau rakyat yang berwatak 1.

Urutan angka 1381 dibaca terbalik menjadi 1831 yang menunjkkan tahun berdirinya Kabupaten Banjarengara yaitu tahun 1831.

Menurut saya, jika setiap kata dicermati memang terlihat unik. Apalagi saat urutan angka itu menjadi terbalik dan membentuk sebuah tahun berdirinya Kab. Banjarnegara, sungguh sangat misterius ya, temans. Tapi itulah sejarah, sejarah yang sudah ada dan merupakan peninggalan dari nenek moyang. Kita sebagai rakyat yang baik, hendaknya mensyukuri dengan adanya sejarah tersebut. Mencoba mamahami dan selalu menghargai dengan sejarah-sejarah yang ada. :kiss:

ref : http://www.banjarnegarakab.go.id/v2/index.php/pemerintahan/profil