3 Pilihan Souvenir Pernikahan Dari Keramik

Tiap kali menghadiri resepsi pernikahan, sejauh ini aku belum pernah mendapat souvenir pernikahan yang terbuat dari keramik. Kebanyakan souvenir yang aku dapat yaitu kipas, ketokan kuku, dompet mini, cermin kecil, dan masih banyak lagi souvenir lainnya yang standard Indonesia. 😀

Aku ngga tahu kenapa para mempelai ngga memilih souvenir dari keramik. *termasuk aku, dulu* Padahal menarik dan banyak manfaatnya bagi Tetamu.

Tetamu yang hadir atas sebuah undangan adalah Raja. Sepakat, dong? Makanya, yang mengundang harus benar-benar memperhatikan, dan menghargainya.

Mereka ngga hanya meluangkan waktu saja untuk sekadar menghadiri resepsi. Ada hal lain yang mungkin bisa dikatakan lebih penting dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadiri undangan. Kostum yang harus mereka kanakan, misalnya. Teman-teman pernah mengalami ribet dalam memilih kostum pesta, kan?

Makanya, sudah sepantasnya mereka mendapat penghargaan. Bukan penghargaan semacam award lho, ya. Melainkan souvenir sebagai salah satu bentuk nyata menghargai Tamu sekaligus sebagai kenang-kenangan, ucapan terima kasih kepada para tetamu yang telah meluangkan waktunya untuk hadir.

SOUVENIR KERAMIK KLAMPOK

Saat menghadiri resepsi pernikahan, tak sedikit dari mereka yang -seperti- mengharap adanya souvenir unik, bermanfaat dan kalau bisa yang anti mainstream. 😀 Seperti souvenir dari keramik ini. Masih jarang, kan? Ini kalau bisa lho, ya. Karena yang paling penting dari sebuah souvenir yaitu bermanfaat dan dibeli sesuai budget! Ngga kayak pernikahanku, souvenirnya gelas. Mainstream banget. :mrgreen:

Nah, ini ada 3 pilihan souvenir pernikahan dari keramik. Yaitu:

1. Hiasan Dinding

Ada yang berpendapat hiasan dinding ini kurang bermanfaat. Alasannya, karena tidak bernilai guna. Tapi, bagi Teman-teman yang suka dengan aksesoris, hiasan ini bisa ditempel di dinding ruang tamu bersama hiasan dinding lainnya.

Ada banyak macam hiasan dinding yang bisa dibuat by request. Salah satunya yaitu kura-kura. Mulai dari ukuran mini, kira-kira diameter punggung 5 cm.

SOUVENIR PERNIKAHAN
Kura-kura seksi. . .

Sebagai kenang-kenangan, nama mempelai bisa ditulis di dada kura-kura atau punggungnya. Cantik, bukan? Harga hiasan dinding mulai Rp 7.000 per biji. dengan diameter punggung 5 cm.

2. Teko Poci

Melihat Poci yang berjejer ini, ingatanku justru mengarah pada kota Tegal. Kota yang memang terkenal dengan teh pocinya. Padahal, tempat seduh teh ini yang membuat adalah orang Banjarnegara. Tegal impor. 😀

SOUVENIR NIKAH

Belum lama ini, aku menemani sepupuku memesan poci yang berukuran sedang. Ia hanya memesan poci dan satu gelas mini saja tanpa lambar. Sengaja ngga memesan full seperti foto di atas, karena masih banyak keperluan yang belum dibeli. 😉

Satu poci sedang bisa dibeli dengan harga Rp 15.000 per set. Cukup mahal atau terlalu mahal untuk sebuah souvenir pernikahan? Hmmm…jika memang budget ada, akan terasa ringan. Btw, tersedia juga poci dalam ukuran mini. Seperti poci yang buat memenjarakan Jin di tipi-tipi. Hahaha

Poci ini akan dimanfaatkan sebagai pajangan atau menyeduh teh tiap pagi-sore, itu tergantung Teman-teman yang memilikinya. Mending buat nyeduh teh, ya. Sedap tauuuuk.

3. All about tempat

Tempat yang aku maksud yaitu bisa asbak, tempat pulpen, atau tempat lilin. Banyak alternatif tempat. Tempat atau wadah ini paling bermanfaat dan paling banyak dipesan oleh pembeli.

SOUVENIR KERAMIK KLAMPOK BANJARNEGARA

Meski modelnya biasa, sudah banyak yang punya, tapi banyak manfaatnya dan pasti dipakai. Yaa…masak asbak mau disimpen saja, sih. Pun dengan tempat lilin. 😉 All about tempat harga mulai dari Rp 5.000 per biji.

SOUVENIR KERAMIK
Pagi-pagi ngeteh sama mendoan cocok! 😀

Bagaimana? Souvenir pernikahan dari keramik cukup menarik dan kaya akan manfaat, bukan? Masih banyak pilihan souvenir lainnya. Kartun karakter, misalnya. Kartun yang dibuat daru keramik, tuh, lucu. Seriyes. Aku pernah melihat di rumahnya. 🙂

Jika ada yang tertarik dengan pilihan souvenir pernikahan dari keramik, Teman-teman bisa memesannya melalui nomor +6285647945005. Pemesanan bisa via SMS atau telephone. Minimal pembelian 100 set, dengan waktu pemesanan minimal tiga bulan sebelum tanggal pakai. *ujung-ujungnya jualan* *UUJ*

Enthog Gobyos, Kuliner Wonosobo yang Bikin Jegger!

Berniat kulineran di Wonosobo, jangan sampai melewatkan makanan khas Wonosobo yaitu Ènthog Gobyos, Kuliner Wonosobo yang Bikin Jegger! Ya, kuliner khas Wonosobo enggak hanya Mie Ongklok atau Mie Set. Masih ada beberapa makanan lainnya yang musti Teman-teman coba. 😉

Ènthog atau Itik Serati, adakah di antara Teman-teman yang mengenalnya? Bagi yang tinggal di Desa, mungkin tahu. Bukan berarti si Ènthog ini hanya hidup di Desa, lho, ya. Hanya saja, kita bisa dengan mudah menemukannya di kampung. Dan lebih mudah lagi menjumpainya di pasar unggas. 😀

Andai logo Itik putih yang eksis dengan jempolnya enggak terpampang di depan pintu masuk sebuah rumah makan bernama Ènthog Gobyos, mungkin aku bakal mikir lama tentang; “seperti apa, sih, si Ènthog?”. *loading…..*

Setahu aku, jenis unggas tersebut punya nama Èntok atau Mèntok, bukan Ènthog. Ternyata ada nama lain juga, ya. Pak Eko, pemilik Rumah Makan Ènthog Gobyos pun lebih memilih Ènthog, ketimbang Entok, untuk memantapkan pengucapan. Dan memang iya, kesannya lebih mantap.

ALAMAT ENTHOK GOBYOS WONOSOBO
Jempol si Ènthog seksi. . .

Enggak menyangka jika daging Ènthog yang dimasak bersama santan kental dan juga racikan rempah-rempah, begitu nikmat di lidah. Apalagi bumbunya benar-benar meresap sampai dalam serat. Enggak hanya santan dan rempah-rempah, pemilihan cabai rawit dari Dieng atau yang lebih dikenal dengan cabai setan juga turut diolah dan menjadi ciri khas si Ènthog Gobyos.

Ciri khas yang aku maksud yaitu pedas yang begitu istimewa, di mana tiap penikmat Ènthok akan dibuat gobyos gemobyos (keringat bercucuran) cukup dengan sekali suapan plus sambal. Ya, makan Ènthog langsung gobyos! *serius*

Siang itu, Gita, teman gawlku, mengajakku makan siang di Ènthog Gobyos. Dia paham banget selera masakan yang aku sukai: pedas yang membahana.

TEMPAT MAKAN ENTHOK GOBYOS WONOSOBO

Kamu bakal ketagihan makan di Ènthog Gobyos. Dagingnya empuk dan sama sekali enggak tercium aroma amis. Bumbunya sedap dan santannya juga segar, lho.” Testimoni dari Gita yang sudah beberapa kali makan Ènthog Gobyos, membuatku enggak sabar untuk segera mencicipi si Ènthog seksi yang jalannya megal-megol. 😀

Usai menyelesaikan segala urusan, kami pun mampir Ènthog Gobyos. Rumah makan ini enggak begitu besar. Pun dengan tempat makannya. Ruang depan hanya terdapat tiga meja di mana masing-masing meja terisi empat kursi. Sedangkan ruang belakang disetting lesehan dan lebih luas dari ruang depan.

ENTOG GOBYOS

KULINER ENTHOK GOBYOS WONOSOBO

Satu hal yang bikin nyaman makan di sini yaitu karena penyajiannya secara prasmanan. Para pelanggan bebas mengambil nasi beserta lauknya sendiri. Ini membuat pelanggan, khususnya aku lebih lega. Secara, yang tahu kadar kenyang, kan, diri sendiri. Iyaaa, kaaan? :mrgreen:

Btw, Teman-teman ada yang enggak suka pedas. Tapi sudah masuk rumah makan ini? Tenang saja, di sini tersedia dua pilihan masakan Ènthog, kok. Yaitu Ènthog yang pedasnya membahenol dan Ènthog yang manis asin nikmat. Lihat lah dua baskom di atas. Ada Ènthog yang diguyur cabai, kan? Itu yang pedasnya cethar! Satunya lagi dengan cita rasa biasa, cenderung asin.

Jika ada yang merasa pedasnya kurang, *ini masya allah* Teman-teman bisa menambahnya dengan sambel kosek yang cabainya rawit semua dan pedasnya tambah bikin gobyos. Mamfus teler huhaaah. . . 😛

SAMBEL KOSEK ENTHOK GOBYOS WONOSOBO

ENTHOK GOBYOS WONOSOBO
Serius lapar. . .

Ènthog ini seriusan pedas cethar. Kalau aku ngomong serius, berarti seriyes, ya. Pedasnya enggak main-main. Makanya, jika mau mulai makan, sediakan air putih atau minuman lain yang bisa bikin lidah agak tenang.

Selain pedasnya bikin keringat temetes tes tes, Teman-teman lebih hati-hati kalau makannya tanpa sendok alias telanjang menggunakan tangan. Soalnya, telapak tangan bisa panas karena sengatan cabai setan. Hahah Ini seriyes lagi, ya. Enggak bohong. Aku dan Gita telah merasakannya. 😆

Nah, bagi Teman-teman yang punya rencana ke Wonosobo, mampir lah ke Ènthog Gobyos. Nyobain sensasi makan Ènthog sambil ngelap keringat. 😉 And well, si Enthog Gobyos aku rekomendasikan khusus bagi Teman-teman yang suka daging Ènthog dan Pedas yang waaarbiasyah!

Rumah Makan Enthog Gobyos, Wonosobo

Lokasi:

  • Jl. Raya Dieng Km. 01, Rowopeni, Bugangan, Wonosobo.
  • Jl. Alternatif Kretek-Wonosobo, Semayu, Wonosobo.
  • Komplek Masjid Abdullah. Jl. Raya Kretek Km. 6.2, Kenteng, Kretek, Wonosobo.

Nomor Telephone:
0852 0081 5555, 0812 1550 1444
Jam Buka:
Pukul 09.00-21.00 WIB.
Fasilitas Umum:
Toilet, Mushala, Non WiFi.

Baca makanan pedas lainnya: Mie Set Pakde Har, Wonosobo.

Mancing Mania di Kawah Sikidang, Berani?

Mancing Mania di Kawah Sikidang bukan lah program acara baru di televisi. Judulnya saja yang persis banget dengan salah satu acara di stasiun televisi. *gue ngga kreatif* Tapi, semisal mau ditayangkan di televisi bagus juga, lho. Jarang-jarang, kan, ada aktivitas memancing di Kawah. 😛

Sebelum mulai memancing, aku mau cerita alkisah dulu. Agak serius, nih. Semacam legenda tentang Kawah Sikidang. Ya…biar postingannya panjang sebagai pelengkap, gitu. 😛

Alkisah, seorang Pangeran kaya raya, Kidang Gurangan, telah memberanikan diri untuk melamar Puteri cantik bernama Shinta Dewi. Namun, karena Shinta Dewi syok saat melihat wajah Pangeran yang ternyata ngga setampan yang ia bayangkan (tubuh manusia, namun kepala mirip hewan Kijang atau dalam bahasa jawa Kidang), maka sebelum lamaran berlangsung, Shinta Dewi mengajukan satu syarat yang sebenarnya syarat tersebut adalah niat jahat supaya lamaran tidak akan berlangsung.

Sepertinya, perempuan berparas jelita memang dari dulu suka jual mahal, ya. Terbawa sampai sekarang, lho. Hahaha *bercanda* Sebut saja Roro Jonggrang. Saat akan dipersunting oleh Bandung Bondowoso, ia meminta dibuatkan 1000 candi, di mana pengerjaannya harus selesai dalam kurun waktu satu hari.

Sama halnya dengan Roro Jonggrang, Puteri Shinta Dewi juga mengajukan syarat kepada Pengeran Kidang Garungan untuk membuat sumur dalam ukuran besar. Padahal, Shinta sudah tahu bahwa di tempat yang akan dijadikan sumur, tuh, ngga bakal keluar air. Secara, Desa tersebut memang terkenal sebagai daerah yang selalu kurang air.

Niat jahatnya dimulai! Yaitu dengan cara menimbun sumur yang sedang digali oleh Pangeran. Padahal, Pangeran hampir menyelesaikan syaratnya. Tapi apa daya, orang-orang suruhan Shinta mengembalikan tanah hasil kerukan ke dalam sumur sampai akhirnya Pangeran tertimbun. Aaaw…kasihan, ya.

Kidang Garungan ini punya kesaktian. Karena merasa ditipu oleh Puteri Cantik tapi jahat, ia pun mengamuk di dalam sumur! Byuuur byaaak duaaar….! Jadilah sebuah Kawah dan Pangeran tetap di dalam sumur yang sekarang bernama Kawah Sikidang. Percintaan yang tragis, ya. Mending, kalau mau menolak lamaran, sampaikan saja dengan baik-baik. Ngga kebanyakan dosa. 😛

KAWAH SIKIDANG

Kembali ke acara Mancing Mania, ya. 😆 Kawah Sikidang merupakan salah satu objek wisata di Dataran Tinggi Dieng. Objek wisata tersebut berlokasi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dalam satu kawasan wisata, banyak terdapat kawah yang masih aktif. Namun, hanya ada satu kawah utama, kawah Pangeran Kidang, yang letaknya kurang lebih 1 km dari pintu masuk objek.

Saat ini, banyak masyarakat yang mencari rejeki di sekitar kawasan objek wisata. Selain jajanan khas, ada beberapa orang yang standby di pinggir kawah utama. Mereka membuka jasa pemancingan, yaitu memancing telur di Kawah Sikidang.

Ada dua jenis telur yang mereka tawarkan, yaitu telur ayam dan puyuh. Satu bungkus telur puyuh berisi 10 biji, dan 1 bungkus telur ayam berisi 2 biji dijual dengan harga Rp 5.000 per bungkus. Jumlah telur bisa dikurangi, apalagi ditambah. Sesuai dengan keinginan pembeli.

MEMANCING DI KAWAH SIKIDANG
mancing maniaaak. . .

Kawasan kawah utama cukup berbahaya meski sudah dipagar kayu. Maka dari itu, bagi wisatawan yang ingin mencicipi “telur kawah”, bisa minta bantuan kepada penjualnya untuk memasukkan ke dalam keranjang kecil, kemudian merebusnya. Ya, pembeli tidak bisa masuk kawasan kawah bagian dalam. Jika ingin merasakan sensasi mancing mania di Kawah Sikidang, pembeli bisa minta tolong kepada penjual telur untuk mengganti pegangan pancing (ngga tahu namanya apa) yang lebih panjang.

Proses memancing telur ini ngga sampai lima menit sudah matang, untuk telur puyuh. Tapi, aku agak ngga tega mau makan. Soalnya, aroma belerang sudah tercium duluan. 😀 Berbeda dengan Ibuku yang bilang “Enak…enak…enaaak. Telur puyuhnya enak.”

Baca juga tentang Kawah Candradimuka. Ada Gatotkaca di sana, lho. :mrgreen:

RM. Sido Kumpul dan Seporsi Kentang Goreng

Sido Kumpul, Rumah Makan di daerah Wonosari yang terkenal dengan suguhan gemerlip Bintang saat malam tiba menjadi pilihan kami untuk mengawali rangkaian acara Family Gathering.

Ya, Family Gathering yang telah kami laksanakan bukan lah Gathering biasa. Ada acara pisah sambut pegawai dan pengantar purna tugas di dalamnya. Acara ini lah yang paling penting, sedangkan rekreasinya adalah bonus satu kali jalan menuju Gunungkidul.

Kami memilih Rumah Makan Sido Kumpul ini dengan mempertimbangkan dua faktor, yaitu ketersediaan tempat untuk acara, dan harga makanan murah meriah. Faktor terakhir ini paling penting. Tahu sendiri lah, ya. Acara Family Gatheringnya saja dikordinir secara mandiri. 😆

RM. Sido Kumpul menyediakan ruang yang bisa digunakan untuk acara dengan kapasitas kurang lebih 100 orang. Ruang ini bisa digunakan tanpa menambah biaya sewa jika tetamu memesan makanannya di sini.

Memang bukan ruangan khusus semacam aula, sih. Namun tempatnya ngga kalah memadai dan bikin mata lebih segar. Bagaimana tidak segar, ya. Suguhan bukit nan hijau yang berada di samping kiri membuat tempat ini makin sejuk. Kebayang jika malam hari, ya. Pasti tambah sejuk karena ada tambahan pemandangan dari bukit bintang sungguh indah.

SIDOKUMPUL

Fasilitas umum untuk para tetamu tergolong cukup. Cukup minim maksudnya. 😆 Tempat Wudhu, misalnya. Saat kami hendak melaksanakan ibadah shalat dzuhur, antrean toilet umum dan juga tempat wudhu cukup panjang. Begitu juga dengan mushalanya yang cukup untuk shalat berjama’ah tidak lebih dari delapan orang.

Meski demikian, kami merasa puas dan cocok dengan olahan masakan a la RM. Sido Kumpul. Cita rasanya masakan rumahan dengan harga yang ngga mahal. Saat itu, kami mengambil paket Rp 25.000 per orang dengan menu lauk ikan tawar. *slurp*

RM SIDOKUMPU;
Lesehan di bagian depan. . .

Omong-omong tentang menu makanan, cukup banyak menu yang disediakan. Ngga hanya makanan berat, camilan pun ada. Kentang Goreng, misalnya.

Namanya udah “pingin banget”, usai makan siang aku memesan kentang goreng dan jamur crispy. Sayang banget, jamurnya sedang kosong. Jadi, aku hanya memesan kentang goreng saja.

BUKIT BINTANG SIDO KUMPUL

Siapa sangka, memasak kentang goreng tuh membutuhkan waktu yang ngga sebentar. Salahku, sih, memesannya mepet. Ya, saat Temab-teman sudah siap di Bus untuk melanjutkan perjalanan ke Gua Pindul, aku masih menunggu kentang goreng yang belum juga matang. Hahaha

KENTANG GOERENG BMW

Paling parah, nih, ya. Harga satu porsi kentang goreng yaitu Rp 10.000. Membuka dompet, mencari selembar uang sepuluh ribu ngga nemu juga. Ngga ada uang pecahan kecil. Serius. Sedangkan, Teman-teman yang di Bus sudah memanggil dengan nada kesuh, wajah seram. 😆

Aku panik, aku panik. “Balikin saja kentang gorengnya!” Pikirku saat itu. Tapi, ngga mungkin lah, ya. Huuuh…rasanya seperti hendak didemo. :mrgreen: Mau pinjam uang punya teman, tapi harus naik Bus dulu. Agaknya takut dikatain ini itu. Jadi, aku putuskan untuk tidak membayar saat itu alias hutang. Iya, hutang kentang goreng sepuluh ribuuuu. 😆

KENTANG GOERENG BMW

Lalu, gimana kelanjutan hutang kentang gorengnya?

Seminggu kemudian, aku menghubungi owner RM. Sido Kumpul dan menjelaskan bahwa aku punya hutang kentang goreng. 😆 Aku memperkenalkan diri kepada si empunya rumah makan, minta maaf, dan kemudian pemilik RM. Sido Kumpul menyatakan kalau kentang goreng yang telah aku makan sudah dianggap lunas. Ngga perlu mentransfer uang untuk membayar kentang goreng. Iya, tadinya aku berniat untuk mentransfer uang guna membayar kentang goreng. Alhamdulillaah. 😆

Rental Studio Apartemen di Jakarta yang Lokasinya Cukup Strategis

Di daerah Ibu Kota, rental apartemen bukanlah sesuatu yang aneh. Di kota ini apartemen tumbuh berkembang dengan cepat karena setiap tahunnya ada saja pengembang yang membangun apartemen baru untuk dihuni oleh masyarakat luas sebagai tempat tinggal.

Apartemen dengan jenis studio merupakan salah satu jenis apartemen yang paling dicari oleh kebanyakan para penyewa di Jakarta. Bahkan, sejak kehadirannya di bidang dunia properti, pertama kali dikenalkan apartemen ini merupakan sebuah apartemen kecil tapi lengkap kemudian diberi nama apartemen studio.

Jenis apartemen ini masih dicari oleh penyewa apartemen di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebab ukurannya sangat pas untuk penghuninya yang masih lajang atau baru menikah. Apartemen jenis ini juga permintaannya cukup tinggi. Apartemen jenis studio ini merupakan medan magnet yang menarik antusiasme penyewa.

Sewa apartemen ini adalah yang termurah dari jenis apartemen yang lainnya. Hal ini tentunya karena ukuran apartemen adalah ukuran yang terkecil dari jenis berbagai jenis apartemen yang ada. Namun, orang-orang cenderung dapat lebih memilih jenis ini karena bagi sebagian besar konsumen menganggap bahwa ini bukan tingkat referensi kepuasan, tapi lebih dari itu.

APARTEMEN

Dari segi fasilitas, apartemen studio memberikan kualitas tersendiri yang ditawarkan oleh pengembang apartemen.

Banyak real estate situs penyedia informasi menawarkan berbagai jenis apartemen disewa studio ini. Hal ini tentu saja tidak menjadi sesuatu hal yang buruk bagi apartemen jenis studio. Karena untuk fasilitas dan juga desain studio yang sekrang ini sudah beraneka ragam, membuat betah penghuninya.

Apartemen yang disewakan Secara Tahunan di Jakarta

Jika Teman-teman ingin tinggal disebuah apartemen di Jakarta, kini ada cara baru untuk dapat tinggal di apartemen, lho.
Bisa tinggal di apartemen, tanpa harus membelinya.

Seiring tuntutan zaman, kini hadir sebentuk apartemen yang disewakan bagi mereka yang ingin merasakan untuk tinggal di sebuah apartemen. Saat berpikir ingin mulai memiliki sebuah hunian rumah yaitu apartemen, namun karena harga yang ditawarkan cukup tinggi, maka bisa mencoba untuk sewa apartemen secara bulanan.

Meski harga sewa tahunan jika dibagi jumlah bulan lebih murah, tetapi pada saat yang sama untuk membayar biaya tahunan menyewa apartemen itu cukup sulit. Jika diperhitungkan, sewa tahunan memang menjadi lebih murah. Sedangkan biaya yang dibayarkan secara langsung pun terlalu berat.

Teman-teman harus jeli dalam memilih dan menentukan di mana apartemen yang disewakan. Sewa tahunan rendah di Jakarta adalah pilihan ideal bagi mereka yang ingin tinggal sementara di sebuah apartemen.

Pada tahun yang sama, untuk sewa apartemen, Teman-teman akan menemukan kota murah di pinggiran kota Jakarta yang ditemukan menjadi pangsa pasar di pertengahan musim gugur. Flat tahunan menyetujui jika mereka terletak di pinggir kota, masih berada di kota yang lokasinya strategis dibangun untuk mengakses tempat lain tetap terjangkau. Lokasi dekat dengan stasiun, terminal, atau tol.

APARTEMEN

Di media online, beberapa daftar apartemen tuan tanah kepemilikan rumah mempunyai asumsi, bahwa media online akan terus meningkatkan jumlah penawar sewa apartemen. Media online akses tanpa hambatan ruang dan waktu, sehingga setiap orang memiliki akses sewa tahunan, dimanapun mereka berada dan kapanpun mereka bisa.

Sewa apartemen semacam ini juga sangat cocok untuk orang-orang yang bekerja, tetapi kebutuhan untuk menyewa apartemen dengan harga murah berdasarkan periode tahun. Media online lebih mudah bagi orang-orang dengan karakteristik ini.