Tips Memperoleh Kualitas Tidur yang Baik – Setelah seharian beraktivitas di kantor, ekspektasi sampai rumah, tuh, mau langsung istirahat karena saking lelahnya. Sleeping beauty alias bobok cantik. Tapi pada kenyataannya, hati ini lebih memilih untuk kembali produktif di rumah. Gaya! Hahaha. ?
Enggak, ini bukan bergaya. Malam hari setelah menemani anak-anak bermain atau belajar, kadang saya memilih untuk membuka laptop dengan niat mau bikin konsep artikel untuk blog atau menyelesaikan konsep yang sebelumnya sudah mengendap. Eh…pas sudah buka dashboard, kok, kadang tiba-tiba menguap atau kosa kata menghilang begitu saja. Katanya, untuk mendapatkan ide menulis bisa dengan cara membaca artikel atau Blogwalking. Tapi sudah habis beberapa artikel, eh…ide belum juga muncul. Kesal, ih.
MEMANG HARUS ISTIRAHAT DULU, CUY!
Otak butuh istirahat, pun dengan raga. Sebenarnya tubuh ini punya alarm untuk memberitahukan bahwa ada yang tidak beres di dalamnya. Dan setelah beristirahat cukup, namun badan masih belum juga merasa nyaman dan aktivitas cenderung tidak produktif, berarti ada masalah dengan kesehatan atau mungkin tidurnya tidak berkualitas.
Jum’at, 18 Juni 2021, saya mengikuti webinar tentang “Kesehatan dan Produktivitas Dimulai dari Tidur Berkualitas” yang diselenggarakan oleh Deltomed Laboratories dan Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN).
Saya tertarik sekali mengikuti webinar ini karena sering tidur malam tapi aktivitas di rumah dan di kantor tetap berjalan dengan lancar. Uhui…maaf, ini bukan sombong tingkat Dewa, ya. Coba saja tanya sama rumput bergoyang, eh…maksudnya tanya dengan teman-teman dekat saya, deh. Ya…siapa tahu ada yang mengira saya terlalu berlebihan atau congkak. 😆
Kesempatan mengikuti webinar ini bagi saya adalah berkah. Dengan mengikutinya, saya jadi bisa memastikan kalau apa-apa yang saya lakukan selama ini sudah tepat atau belum. Bisa tanya-tanya juga dengan nara sumber. Alhamdulillaah…saya betul-betul mendapatkan jawaban yang sesuai dengan angan-angan saya.
Hadir pada acara webinar, ada 2 narasumber yaitu:
apt. Drs. Victor S. Ringoringo, S.E., M.Sc (Chief Business Development and R&D Deltomed Laboratories)
Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si.(Herbal) (Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia)
Sara Neyrhiza sebagai moderator dari IIDN.
Tentang Kuantitas Tidur dan Kualitas Tidur.
Sebelum ngoborlin kualitas tidur, ternyata ada juga istilah kuantitas tidur. Dalam zoom meeting, dr. Inggrid memaparkan tentang kuantitas tidur di malam hari. Tidak sedikit orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur malam hari. Namun, kebutuhan kuantitas tidur setiap orang bisa saja berbeda. Ada yang hanya butuh 6 jam, ada juga yang butuh 10-11 jam untuk tidur di malam hari.
Saat tidur malam sampai 10 jam, tapi pagi harinya tubuh masih merasa belum fit padahal sedang tidak dalam keadaan sakit, berarti ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh. Itu perlu dicari tahu penyebabnya karena pasti akan mempengaruhi mood, imunitas menurun, kurang fokus, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan kuantitas tidur yang mengutamakan banyaknya jam yang dibutuhkan untuk istirahat pada malam hari, kualitas tidur justru tidak berpatok pada berapa lamanya tidur malam meski ada baiknya untuk cukup tidur. Ya, dr. Inggrid menyampaikan bahwa tidur yang berkualitas misalnya dapat dapat tertidur dalam waktu 30 menit atau kurang, tidur malam tanpa terbangun di tengah malam atau hanya terbangun satu kali dan kembali dapat tidur dalam waktu 20 menit setelah terbangun.
Nah, mulai dari sini, saya menyamakan dengan kondisi saya saat ini. Alhamdulillaah saya bukan termasuk insomnia, hanya saja saya menikmati pekerjaan saya sebagai Blogger. Sangat menikmati. Hingga kadang lupa waktu, sudah dini hari tapi jemari masih asyik menari di atas keyboard. Namun, saya otomatis akan tidur jika alarm tubuh sudah berbunyi. Ini betul-betul ada semacam peringatan, ya, bukan karena perut keroncongan. 😀 Kalau alarm perut yang ada enggak jadi tidur, tapi makan dulu. 😆
Eh, punya balita, kok, masih bisa aktif ke sana-sini, sih. Kerja dari pagi sampai sore, kok, masih sempat ngeblog, sih. Weekend bukannya untuk istirahat, tapi malah buat eksplorasi atau bikin konten. Duh…itu bagaimana atur waktunya? Kapan istirahatnya?
Eh…lagi-lagi gaya! 😀
Jadi, kualitas tidur itu lebih penting ketimbang kuantitas tidur. Uniknya, itu hanya diri kita yang tahu. Ketika tidak bisa mendapatkan kualitas tidur, ada baiknya mengurai penyebabnya, ya. Apalagi setelah banyak tidur dengan harapan akan mendapatkan kebugaran pagi hari, tapi malah yang didapat malah enggak fresh. Kalau kata dr. Victor, tahapan tidur deep sleep-nya atau tidur nyenyaknya kurang. Kebutuhan tidur nyenyak ini pada umumnya sekitar 2 jam. Waktu selama dua jam ini betul-betul sangat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas harian.
Tips Memperoleh Kualitas Tidur yang Baik.
1. Perhatikan makanan dan minum sebelum tidur
Fakta dari kurangnya kuantitas dan kualitas tidur dapat meningkatkan selera makan junk food atau makanan yang tidak sehat. Nah, ketika pola makan sudah tidak sehat, untuk mendapat kualitas tidur pun akan susah. Lalu, yang paling penting adalah jangan tidur saat lapar karena tidur enggak bakal nyenyak. Ini pengalaman banget. Makanya, ada baiknya sedia camilan sehat karena makan saat mendekati waktu tidur juga tidak baik karena bisa menyebabkan asam lambung naik. Ini mengganggu juga buat istirahat.
Lalu, kapan waktu yang baik untuk makan sebelum tidur? Makanlah empat jam sebelum tidur. Ini akan membuat kondisi perut nyaman dan bisa tidur tenang. Kemudian untuk minum, ada baiknya jangan terlalu banyak minum ketika hendak tidur karena kadang rasa ingin buang air kecil muncul. Kecuali Ibu menyusui, ya. Hindari juga konsumsi minuman yang mengandung kafein mendekati jam tidur. Kekuatan kafein ini sudah tidak diragukan lagi bisa bikin mata kuat melek. 😀
2. Buat Kondisi Kamar Senyaman Mungkin.
Kamu tim tidur tanpa cahaya lampu atau tim tidur harus dengan cahaya terang benderang? 😀 Soal pencahayaan memang sepele banget, tapi ini bisa mempengaruhi kualitas tidur. Pilihlah yang sekiranya membuat kamu nyaman dan dapat tidur dengan nyenyak.
Kemudian, perihal fasilitas di kamar tidur. Sesuaikan saja dengan kebutuhan yang sekiranya membuat nyaman, seperti kasur, bantal, kipas angin atau AC. Buatlah kondisi kamar senyaman mungkin versi kamu.
3. Lakukan Olahraga Teratur.
Guys, kamu pernah mengalami sampai kantor masih suka menguap? Penyebab menguap bukan hanya karena waktu tidur berkualitasnya kurang, tapi juga karena kurang olahraga teratur. Ini saya pernah mengalami. 😀
Melakukan olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun, perhatikan waktu olahraganya, ya. Kalau bisa jangan melakukan olahraga berat mendekati waktu tidur, karena dapat mengurangi kantuk. Kalau memang bisanya olahraga pada malam hari, lakukan 3 jam sebelum tidur supaya tidak mengganggu waktu tidur dan bisa pulas tidurnya.
4. Memperbaiki Kualitas Tidur dengan Herbal.
Konsumsi tanaman herbal dipercaya dapat menyehatkan tubuh. Ada beberapa bahan herbal yang bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas tidur antara lain Lavender, Valerian, Rosemary, Hop, Chamomile, Hawthorn, St. John’s Wort, dan Passion Flower.
Dududuh…nama bahannya asing banget, ya. 😀 Membacanya saja tidak mudah, bagaimana bisa mendapatkan bahan-bahan itu. Betul sekali, bahan-bahan tersebut tidak mudah didapatkan di sekitar kita, apalagi jika untuk dikonsumsi. Tapi tenang, tidak perlu khawatir karena saat ini kita bisa dengan mudah konsumsi obat herbal dalam bentuk tablet untuk memperbaiki kualitas tidur, yaitu Antangin Good Night.
Kenapa Antangin Good Night?
Memilih Antangin Good Night tentu bukan tanpa sebab. Alasan memilihnya karena:
BPOM yang sudah memberikan persetujuan pada Deltomed dalam pembuatannya dari segi Quality, Safety, dan Efficacy.
CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional): petunjuk yang menyangkut aspek produksi dan pengendalian mutu obat tradisional.
ISO 9001 : Mutu produknya baik.
Halal dari MUI.
Aturan Pakai Antangin Good Night.
Antangin Good Night tersaji dalam bentuk tablet. Satu kemasan terdiri dari 4 tablet. Tersedia juga dalam karton yang terdiri dari 50 box di mana tiap box terdiri dari 20 strip. Tablet ini dikonsumsi sebelum tidur sebanyak 2-4 tablet sesuai kebutuhan.
Dimana Tempat Membeli Antangin Good Night?
Nah, kalau sudah tahu kegunaannya, pasti akan cari tahu di mana belinya, kan. Antangin Good Night bisa dibeli di Deltomed Store (Official): Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli dan JD.ID. Selain itu, tersedia juga di beberapa apotek dan toko obat. Untuk informasi lebih lengkap bisa dilihat di Instagram @antangin_id
Penyandang Disabilitas dan OYPMK Bisa Tetap Kerja – Kesempatan Kerja Bagi Disabilitas dan OYPMK – Pernahkah kalian menjumpai orang difabel yang semangat kerjanya tinggi? Dengan segala keterbatasannya, mereka terlihat sangat menikmati pekerjaannya. Telaten, ulet, dan hasil pekerjaan pun tidak kalah rapi dengan orang-orang yang kondisi fisiknya normal.
Dalam kehidupan nyata, aku jarang banget menjumpai penyandang disabilitas yang bekerja di bagian front office, khususnya di tempat aku tinggal. Ya…minimal bekerja sebagai pramuniaga atau pelayan toko. Bagiku melayani para calon pembeli dengan tulus dan sopan itu lebih penting. Bagi penyandang disabilitas sensorik, hal ini sangat mungkin bisa dilakukan jika dibekali alat bantu. Memang, untuk bekerja ada baiknya memiliki keahlian. Namun skill untuk bekerja sebagai pelayan toko cukup mudah dipelajari asalkan ada kemauan untuk belajar.
Saya jadi ingat kejadian pas Ramadan lalu. Saat sedang belanja sayuran di Pasar Induk Banjarnegara, aku menjumpai penyandang disabiitas fisik sedang berusaha mencari rezeki. Adalah seorang laki-laki muda berjalan dengan bertumpu pada panggul dan kedua tangannya. Aku perhatikan dia masuk pasar dari gang satu ke gang lainnya untuk meminta-minta. Mungkin merasa tidak punya keahlian atau tidak percaya diri dengan keadaan fisiknya, terpaksa memilih sebagai peminta-minta.
Penyandang Disabilitas yang Menginspirasi.
Ada seorang teman yang mengunggah status melalui WhatsApp story. Tidak sengaja saya melihat status tersebut dan ternyata isinya adalah rekaman video yang diambil di sebuah bengkel sepeda motor. Dia terlihat sedang duduk santai sembari menikmati mendoan, aneka camilan ringan tersaji di atas meja. Tidak ketinggalan ada kopi yang terlihat masih mengepul. Terbayang nikmatnya.
Tidak hanya aktivitas nyeruput kopi saja yang direkam, tapi dia juga merekam aktivitas di sekitar bengkel. Iya, di bengkel terlihat ada seorang laki-laki difabel yang sedang memasang ban sepeda motor dengan terampil meski hanya menggunakan satu tangan. Kemudian, di sebelahnya ada juga laki-laki (rekan kerjanya dan sama-sama difabel), sedang menambal ban dengan kedua tangannya. Karena membutuhkan alat untuk menyelesaikan pekerjaannya, dia pun berjalan dengan mengandalkan kedua tangan dan panggulnya. Selain disabilitas fisik, ternyata dia juga ada gangguan dengan pendengarannya.
Melihatnya sedang berusaha mengambil perkakas, aku seperti dejavu. Teringat pada seorang laki-laki yang aku jumpai di Pasar saat sedang belanja sayur. Mungkin jika dia melihat video yang aku putar, dia bisa melakukan hal yang sama atau paling tidak ada semangat untuk bekerja. Aku yakin penyandang disabilitas di bengkel sepeda motor bukan satu-satunya pejuang rupiah yang dapat menginspirasi bagi para difabel lainnya. Ada banyak kisah inspiratif yang kadang ditayangkan di televisi.
Tidak hanya para penyandang disabilitas, ternyata orang yang pernah menyandang kusta pun memiliki problematik yang sama yaitu terjebak dalam lingkaran diskriminasi yang berdampak pada sulitnya mendapat pekerjaan dan hidup dalam kekurangan.
Tentang Orang Yang Pernah Menyandang Kusta (OYPMK).
Kusta bukan penyakit mematikan. Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang menyerang kulit, jaringan saraf perifer serta mata dan selaput yang melapisi bagian dalam hidung.
Data World Health Organization (WHO), mencatat prevalensi 0,2 per 10.000 penduduk, dengan jumlah pasien baru 208.619 kasus terjadi sepanjang 2018. Selain itu, hingga saat ini, masih ada tiga negara yang memiliki pekerjaan berat dalam memerangi kusta, yaitu India, Brazil dan Indonesia. Prihatin banget ketika tahu Indonesia menduduki peringkat ketiga penderita kusta terbanyak di dunia. Ya meski makin ke sini kurva makin landai, rasanya tetap saja miris.
Kita semua tahu, bahwa penyakit kusta itu bisa disembuhkan. Setelah sembuh pun, Orang Yang Pernah Menyandang Kusta (OYPMK) tidak akan menularkan penyakit kusta. Perlu kalian tahu, butuh waktu lama untuk tertular kusta, itu pun harus kontak erat dengan penderita kusta. Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang khawatir bahkan takut berkomunikasi dengan OYPMK. Takut tertular atau takut karena melihat fisiknya yang sudah tidak sempurna lagi. Apalagi buat mereka yang kustanya sampai menyerang saraf tepi, sensorik, motorik, dan saraf-saraf otonom, ini bisa mengakibatkan disabilitas.
Menghilangkan stigma penyakit kusta kepada masyarakat memang tidak mudah. Namun, buat yang sudah tahu dan paham perihal penyakit kusta, ada baiknya pelan-pelan turut mengedukasi masyarakat. Bantu OYPMK untuk kembali percaya diri dengan kondisinya sehingga tidak ada lagi keraguan untuk bersosialisasi.
Talkshow Kesempatan Kerja Bagi Disabilitas dan OYPMK.
Aku bersyukur bisa hadir mengikuti live straming di kanal Youtube Berita KBR bersama teman-teman Bloger yang tergabung dalam komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN). Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari acara yang bertema “Memberikan kesempatan kerja bagi disabilitas dan OYPMK? Kenapa tidak!“.
Acara yang dipersembahkan oleh Kantor Berita Radio (KBR) dan NLR Indonesia berlangsung pada Selasa 15 Juni 2021 dengan pembawa acara Mas Rizal Wijaya. Ada tiga nara sumber yang hadir pada acara ini, yaitu :
Mas Angga sebagai pembicara pertama dengan bahasa yang mudah dimengerti, dia memberikan pemahaman tentang penyakit kusta dan stigmanya di masyarakat.
FYI, penyebaran penyakit kusta di Indonesia ternyata masih ada di 9 provinsi. Ya, ada beberapa provinsi yang belum menyatakan bahwa mereka sudah melakukan eliminasi kusta. Menurut data dua sampai tiga tahun ke belakang kasus yang cukup tinggi ada di provinsi Papua, Sulawesi Selatan, NTT, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Ini yang membuat miris meski tiap tahunnya terus turun.
Tanda-tanda seseorang terkena kusta bisa diidentifikasi dengan munculnya bercak warna putih atau merah dan mati rasa. Ini ketika dilihat secara visual. Jika sudah tampak tanda-tanda di atas, segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk supaya segara ditangani.
Kusta merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan stigma. Maksudnya, ketika pasien kusta sudah dianggap sembuh, masyarakat tetap menganggap penyakit kusta berpotensi menular. Apalagi jika sampai mengalami disabilitas yang tampak oleh mata, sepanjang yang bersangkutan hidup, pasti akan mendapatkan stigma. Mulai dari sini lah diskriminasi untuk OYPMK sangat terasa. Makanya dalam talkshow, Mas Angga berpesan untuk aktif memberikan energi positif kepada orang yang pernah mengalami kusta, khususnya bagi penyandang disabilitas karena mereka tidak mudah untuk kembali beraktivitas di luar.
Lanjut pembicara kedua yaitu Mbak Zukirah. Pada talkshow kali ini, sebagai pemilik PT. Anugrah Frozen Food, Mbak Zukirah sangat terbuka ketika ada penyandang disabilitas atau OYPMK mendaftar di tempat kerjanya. Dia juga berbagi cerita perihal penerimaan karyawan magang di perusahaannya. Ceritanya karyawan magang ini sedang melayani pembeli di toko. Namun pembeli merasa kurang nyaman dilayani karena si karyawan magang merupakan OYPMK. Perilaku seperti ini pasti mengecilkan hati para OYPMK, dong. Mbak Zukirah pun melakukan pendekatan dengan pelanggannya dan menjelaskan tentang kondisi karyawannya. Beruntung pembeli memahami dan no problem.
“Penanganan penyandang disabilitas dan OYPMK bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat yang mengedepankan kepedulian sosial.”
Aku sangat setuju dengan statement Mbak Zukriah. Aku pun sangat mengapresiasi niat mulia Mbak Zukirah dalam membantu teman-teman penyandang disabilitas dan OYPMK untuk tetap berkarya dengan segala keterbatasannya. Tidak membeda-bedakan. Karena ternyata baik penyandang disabilitas maupun OYPMK mampu bekerja dengan baik.
Saat ini, PT. Anugrah Frozen Food menjadi salah satu perusahaan yang dipercaya sebagai penerima magang disabilitas di Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam rangka program kerja inklusif katalis yang diinisiasi oleh NLR Indonesia bersama organisasi di Sulawesi Selatan.
Pembicara terakhir ada Mas Arfa, seorang pemuda OYPMK yang saat ini tinggal di Makassar. Berkomunikasi dengan OYPMK ternyata membutuhkan kekuatan lebih. Bukan, bukan karena takut atau sejenisnya, tapi meminta mereka untuk berbagi cerita ternyata tidak mudah.
Mas Rizal meminta kepada Mas Arfa untuk berbagi pengalaman selama dia kena kusta dan setelah dinyatakan sembuh dari penyakit kusta. Tanpa sadar, dia meneteskan air mata. Artinya, penyakit kusta ini seperti meninggalkan luka yang sangat mendalam. Maka dari itu, motivasi dari orang terdekat memang sangat penting. Pelan-pelan menumbuhkan percaya diri minimal untuk kembali bersosialisasi di lingkungan sekitar.
Mas Arfa kena kusta saat duduk di bangku SMA. Waktu itu, kulitnya sangat gelap disertai belang-belang. Dengan kondisi seperti itu, dia sempat dibilang monster, roti gosong, dan banyak sebutan lainnya yang pasti sangat menyakitkan sampai dia memutuskan untuk jarang berangkat sekolah. Tapi karena dukungan sembuh dari keluarga sangat kuat, Mas Arfa pun semangat untuk menjalani pengobatan dan yakin bisa sembuh dari kusta.
Sebagai pemuda OYPMK, Mas Arfa memberikan motivasi kepada teman-teman yang kena kusta untuk segera berobat karena penyakit kusta jika diobati sedini mungkin bisa sembuh. Saat ini Mas Arfa sedang magang di Satpol PP Kota Makassar sebagai Staf Administrasi. Dengan kondisinya yang sekarang, dia pun kembali memberikan dukungan kepada OYPMK bahwa semua orang punya kelebihan masing-masing, OYPMK harus percaya diri supaya bisa meneruskan cita-citanya.
Penyandang Disabilitas dan OYPMK Bisa Tetap Kerja!
Stigma bentuknya ada beberapa macam, salah satunya yang paling diupayakan untuk dikurangi adalah stigma diri, stigma yang dialami oleh pasien itu sendiri karena merasa bahwa mengidap penyakit kusta itu merupakan kondisi yang tidak menyenangkan. Kita semua dapat membantu mereka untuk keluar dari ketakutan dan kekhawatiran akan masa depannya dengan cara mengubur dalam-dalam persepsi negatif tentang kusta penyakit kutukan, kusta tidak bisa disembuhkan, dan kusta penyakit menular. Kubur dalam-dalam dan buang jauh-jauh persepsi tersebut.
Kemudian untuk langkah berikutnya, kita bisa memberi dukungan untuk mereka supaya bisa kembali percaya diri dan bisa berkarya sesuai passionnya. Karena saat ini makin banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara online, tidak perlu datang ke kantor, atau bertemu dengan orang lain, mungkin para penyandang disabilitas tertentu atau OYPMK bisa bekerja di dunia digital. Sebagai Bloger, misalnya. Ada banyak peluang di sana.
Selain bekerja dengan memanfaatkan fasilitas internet, para penyandang disabilitas dan OYPMK dapat mendaftar pekerjaan melalui website kerjabilitas.com, sebuah jaringan sosial karir yang menghubungkan penyandang disabilitas dengan penyedia kerja inklusi di Indonesia.
Penyandang disabilitas dan OYPMK bisa tetap bekerja. Bagaimanapun alasannya, mereka membutuhkan mata pencaharian untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Jadi, stop diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas dan orang yang pernah menyandang kusta.
4 Potensi Desa Wisata Gumelem, Susukan – Obrolan tentang potensi pariwisata dan ekonomi kreatif memang selalu menarik untuk diikuti. Apalagi buat yang hobi travelingnya tidak sekadar melampiaskan rasa ingin jalan dan jajan saja, tapi juga pemerhati pariwisata. Selain menikmati perjalanan dan juga destinasinya, biasanya mulut suka keceplosan entah itu memuji, mengkritik, atau menjulid obyek wisata yang telah dikunjungi. 😆 Enggak apa-apa keceplosan, kok, asal jangan sering-sering, ya. Khawatir jadi latah. 😛
Ngomongin pariwisata, belum lama ini Bupati Banjarnegara melakukan kegiatan kunjungan kerja ke beberapa destinasi pariwisata di Banjarnegara bersama rombongan dari Dinas Pariwisata setempat. Saya melihat sekilas kegiatannya melalui media online, agak kepo-kepo dikit, lah. 😆 Tempat wisata yang dikunjungi Bupati adalah wisata yang sedang ramai dan juga berpotensi. Ehem…kalau “orang nomor satu” di daerah sampai turun kaki, sudah dipastikan destinasi wisatanya menjadi sorotan. Dan betul banget, banyak pemberitaan beredar di media online yang mengulas hasil kunjungannya. Wadadidaw banget, ya. 😉
Gapura makam….
Potensi Desa Wisata Gumelem yang terletak di Kecamatan Susukan menjadi salah satu wisata yang disorot karena Bupati menilai bakal menjadi wisata andalan setelah pariwisata Dieng yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Membaca beberapa judul artikel yang sudah dipublikasi di beberapa media online, saya pun jadi tertarik untuk menuliskan tentang daya tarik wisata di Kabupaten Banjarnegara bagian barat. 😆
Saya sepakat dengan Pak Bupati kalau pariwisata Susukan, tuh, memang berpotensi untuk menjadi wisata andalan karena banyak sumber daya alam yang dapat menggugah jiwa piknik. Ada wisata religi, wisata alam, ekonomi kreatif, dan event-event yang sangat kental dengan adat budaya di Desa setempat. Bisa dibilang paket lengkap, sih. Apalagi kalau diselisik dari sejarahnya yang mana Gumelem pernah dipimpin oleh seorang Demang pada zaman Kerajaan Mataram. Buat yang suka wisata sejarah, asyik banget pastinya. 😉
Okai, guys! Berikut saya bagikan potensi Desa Wisata Gumelem yang bisa dijadikan referensi ketika kamu berkunjung ke Banyumas, Purbalingga, atau memang ada agenda wisata ke Banjarnegara.
1. Makam kuno Girilangan.
Pertama kali singgah ke makam kuno Girilangan, saya seperti berada di Permakaman Imogiri yang menjadi salah satu objek wisata di Bantul, Yogyakarta. Sekilas pemakaman kuno Girilangan memang mirip sekali dengan makam Imogiri. Nyaris sama jika dilihat dari arsitekturnya yang mana pemakaman tersebut dikelilingi oleh bata merah, bangunan kuno dan pintu dari kayu dengan ukiran atasnya yang khas.
Makam kuno ini merupakan makam Ki Ageng Giring, seorang ulama dan juga pembesar yang berasal dari keluarga kerajaan Mataram yang konon jasadnya hilang pada saat tanah yang digunakan untuk meletakkan keranda jenazahnya itu ambles di sebuah bukit yang pada akhirnya dinamakan Bukit Girilangan.
Makam kuno Girilangan….
Medan atau akses jalan menuju makam Ki Ageng Giring masih berupa bebatuan. Namanya di bukit, sudah pasti jalan menanjak dan sesekali ada kelokan. Perihal akses jalan, katanya Bupati akan membantu memperbaiki jalan menuju obyek wisata ini dan obyek wisata lain yang ada di Susukan. Semoga segera realisasi, ya.
2. Batik Tulis Gumelem.
Saya menjadi salah satu dari sekian banyak masyarakat Banjarnegara yang ikut bangga karena Banjarnegara punya sentra batik tulis. Bagaimana tidak, batik Gumelem ini sudah sangat terkenal meski saat ini sudah mulai redup di pasaran. Selain minat masyarakat untuk membeli batik tulis cenderung turun, ternyata para pengrajin batik di Desa Gumelem mengeluh makin susah untuk memasarkan batiknya.
Batik Gumelem sudah ada sejak berdirinya Kademangan Gumelem. Pada saat itu, ada tukang batik yang bertugas membuat kain batik bagi keperluan busana keluarga, kerabat dan sentana dalem Kademangan. Motif batik tulis Gumelem terbagi menjadi dua corak, yaitu Klasik dan Kontemporer.
batik gumelem motif klasik…
Ciri khas motif klasik pada batik Gumelem terletak pada corak warna coklat tanah dan hitam yang terkesan berwibawa, seperti motif Kawung, Udan Liris, dan batik khas kraton seperti Sidomukti dan Sidoluhur. Sementara untuk corak kontemporer, para pengrajin batik memilih potensi atau kekhasan Banjarnegara sebagai motifnya, seperti motif dawet ayu, candi, sungai serayu dan masih banyak inspirasi lainnya yang kemudian diangkat menjadi motif batik.
Buat yang suka membatik, beberapa sentra batik di Gumelem menyediakan waktu untuk belajar membatik. Jangan heran jika menemukan pembatik yang sudah lanjut usia, ya.
3. Pemandian Air Panas.
Sebagai salah satu potensi wisata alam, Gumelem mempunyai pemandian air panas dengan nama Dapit atau Daya Pikat Pingit. Air ini bersumber dari mata air alami dari perbukitan Kendeng. Awalnya, air panas ini hanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal karena diyakini ada kandungan belerang. Namun, karena dilihat seperti ada peluang untuk dijadikan obyek wisata, akhirnya pihak desa pun pelan-pelan menata pemandian air panas ini menjadi destinasi wisata.
mandi di bawah kucuran air panas…
Tempat wisata yang tidak begitu luas ini cukup banyak didatangi wisatawan. Akses jalan utama menuju pemandian air panas ini tergolong mudah karena sudah beraspal halus. Satu yang menjadi perhatian yaitu setibanya di lokasi wisatawan harus bersabar dan jalan pelan karena aksesnya belum begitu bagus, berupa jalan berundak dengan sebelah kanan atau kiri terdapat pegangan yang berbahan dari bambu tua.
Adanya Desa Wisata di tiap daerah diharapkan mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat salah satunya dengan adanya Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Ekonomi Kreatif. Begitu juga yang terjadi di Desa Gumelem dengan sentra Gula Merah yang menjadi produk unggulan Kabupaten Banjarnegara. Yups, Desa Gumelem menjadi desa penghasil gula merah tertinggi di Banjarnegara.
Tidak sedikit masyarakat memilih untuk bertani dengan membuat gula merah. Tidak hanya itu, di sini pun terdapat koperasi khusus untuk mewadahi hasil pertanian gula merah. Kalau seperti ini, gula merah bisa menjadi potensi bisnis yang menguntungkan dan bisa diangkat menjadi komoditas.
produksi gula merah secara tradisional…
Selain potensi pariwisata di atas, Desa Gumelem juga rutin menggelar event tahunan yaitu Gumelem Batik Carnival dan ritual adat Sadran Gede yang merupakan pelestarian kegiatan dari zaman Kademangan. Ritual nyadran ini dilakukan seminggu menjelang bulan suci Ramadan. Saya pernah mengikuti acara nyadran gede tahun beberapa tahun lalu. Keramahan dan kekompakan warga begitu terasa. Apalagi saat menyaksikan Ibu-ibu menyunggi tenong dari kompleks pemakaman Ki Ageng Gumelem menuju bukit Girilangan, ikut bahagia melihat semangatnya yang luar biasa.
Ceritanya, dulu Ki Ageng Gumelem mengajak warganya berkumpul untuk kemudian berziarah ke makam leluhur. Kegiatan ini menjadi tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Ritual Nyadran Gede diawali dengan kirab dari Balai Desa Gumelem menuju makam Girilangan. Kirab ini diikuti oleh para sesepuh pria yang mengenakan baju adat Jawa lengkap dengan senjata tombak. Sementara para Ibu-ibu menyunggi tenong yang berisi makanan untuk nantinya dikepung bersama-sama di makam Ki Ageng Gumelem dan Ki Ageng Giring. Menarik, bukan?
Jangan Lupa Siapkan Paket Data untuk Eksplorasi, ya!
Naah! Tidak kalah penting ketika hendak eksplorasi pariwisata yaitu melakukan pengecekan ketersediaan jaringan internet baik untuk sekadar mencari titik lokasi tepat untuk destinasi wisatanya maupun bekal sharing ke media online. Untuk kebutuhan paket data internet, saya punya informasi baru bahwa Smartfren belum lama ini meluncurkan produk baru yaitu kartu perdana Gokil Max.
Kartu Perdana Gokil Max adalah kartu perdana prabayar yang menawarkan Kuota TerGOKIL yang bisa dipakai di kota kamu. Pada Kartu Perdana Gokil Max terdapat Kuota Lokal yang mana hanya bisa digunakan di lokasi sesuai dengan area atau kota yang sudah ditentukan. Kemudian, ketika hendak pergi ke luar kota, maka Kuota Lokal tidak bisa dipakai lagi. Nah, berikut detail paket Kartu Perdana Gokil Max:
Rp30.000 mendapatkan total kuota 39 GB (Kuota Nasional 3 GB, Kuota Lokal 6 GB, Extra Kuota (01.00-05.00) 30 GB, dan masa berlaku 30 hari);
Rp50.000 mendapatkan total kuota 71 GB (Kuota Nasional 7 GB, Kuota Lokal 14 GB, Extra Kuota 50 GB (01.00-05.00) dan masa berlaku 30 hari);
Rp70.000 mendapatkan total kuota 106 GB (Kuota Nasional 12 GB, Kuota Lokal 24 GB, Extra Kuota 70 GB (01.00-05.00), dan masa berlaku 30 hari).
FYI, di Jawa Tengah kartu perdana Smartfren GOKIL MAX baru bisa dinikmati di 15 kota bagian utara alias pantura, yaitu Batang, Brebes, Kota Pekalongan, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Kota Tegal, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Kendal, Kota Semarang, Semarang, dan Kota Salatiga. Untuk informasi detailwww.smartfren.com/explore/product/gokil-max, ya!
Digital Islamic Style, Aplikasi Teman Ibadah – Pada bulan Maret ini, genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Aku masih ingat betapa prihatinnya Ramadhan tahun lalu. Bulan suci yang biasanya ramai dengan kegiatan di luar rumah, saat itu masyarakat memilih untuk memaksimalkan aktivitas dari rumah. Tempat ibadah tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, jalan raya pun sangat sepi. Pasar yang biasanya menjadi tempat paling ramai juga tidak banyak orang bertransaksi di sana. Sedih.
Adanya virus Covid-19 memang memaksa masyarakat untuk melakukan kegiatan dari rumah saja. Pemerintah pun mengeluarkan peraturan untuk tetap di rumah saja dan tetap menjaga diri dan keluarga supaya tidak terpapar virus Corona. Tagar #DiRumahSaja pun menjadi akrab sampai sekarang. Tidak apa prihatin dulu, terpenting saat ini kita semua terus berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Setuju? 😉
Wabah virus Corona ternyata masih berlanjut sampai tahun ini dan mungkin sampai ramadhan nanti. Belajar dari ramadhan tahun lalu, ketika tidak bisa melakukan banyak kegiatan di luar rumah seperti kegiatan tadarus al-qur’an yang biasanya dilakukan bersama-sama di masjid, sholat taraweh bersama, sampai dengan kegiatan sosial semacam berbagi dengan sesama, maka kita semua harus lebih cerdas. Berusaha bagaimana supaya tetap bisa ibadah maksimal di mana pun berada karena ada aplikasi teman ibadah yang dibuat oleh Rumah Zakat.
Yuk! Kenalan dengan Digital Islamic Style yang Akan Menjadi Teman Ibadah.
Selasa, 24 Maret 2021, dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan, Rumah Zakat meluncurkan Digital Islamic Style (DIS), sebuah aplikasi untuk menemani umat muslim dalam beribadah. Aplikasi ini menjadi solusi pintar bagi kaum muslim yang mana keseharian lebih banyak di luar rumah. Seperti saya, misalnya. Sebagai Ibu anak dua dan juga Ibu pekerja, aku merasa senang dengan adanya inovasi dari Rumah Zakat karena fitur-fitur yang dibuat penuh dengan manfaat.
Dampak positif dari pesatnya perkembangan teknologi informasi salah satunya yaitu tercipta aplikasi yang memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan. Salah satunya, ya, aplikasi DIS, sebuah aplikasi digital sebagai penunjang gaya hidup Islami masa kini.
Beribadah saat ini tidak harus dilakukan dengan tatap muka. Bersedekah, misalnya. Tidak harus bertemu dengan orang atau malah mengumpulkan orang karena kita semua tahu virus COVID-19 masih “menghantui”. Melalui aplikasi DIS, pengguna dapat menjadi donatur sepanjang masa. Berikut lebih detail fitur aplikasi DIS yang harus kamu tahu!
Ibadah. Melalui fitur ini, kamu bisa mendapatkan informasi waktu sholat, arah kiblat, membaca al-qur’an, do’a dan berdzikir. Pada tab do’a dan dzikir terdapat beragam pilihan. Ada do’a dalam Al-Qur’an, do’a dalam Hadits, dan juga do’a sehari-hari. Fitur ini tentu sangat membantu aku melakukan ibadah karena bisa dilakukan di mana saja.
Info Penyaluran.Pada fitur ini menyajikan peta pemberdayaan. Jadi, Rumah Zakat punya program Desa Berdaya. Program tersebut merupakan pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi yaitu program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana, dengan target tumbuh dan berkembangnya kelembagaan lokal yang BERDAYA untuk mengatasi permasalahannya sendiri serta berkolaborasi dengan pihak lain terutama pemerintah desa.
FYI, program ini diimplementasikan dari dana Zakat, Infak dan Sedekah dari para donatur Rumah Zakat.
Berbagi.Fitur ini mengingatkan kita semua bahwa dalam harta yang kita miliki, ada hak orang lain. Lewat fitur ini, kamu bisa melakukan zakat, infak/sedekah, wakaf, Superqurban dan Desaku Berqurban. Untuk menyalurkan hak-hak orang lain pun sangat mudah. Tinggal tulis nominal, kemudian lakukan transfer. Berbagi semudah belanja online, nih. 😉
Lebih Dekat dengan Rumah Zakat.
Rumah Zakat adalah wadah untuk berzakat. Mungkin yang terlintas dalam benak kita semua seperti itu, khususnya dalam benak orang awam seperti aku ini. Iya, sebatas rumah atau wadah yang hanya untuk menyalurkan zakat, infak atau sedekah.
No no no! Fungsi dari rumah zakat lebih dari itu!
Ada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di desa-desa yang usahanya terus menurun akibat pandemi. Rumah Zakat tegerak untuk turut membangkitkan usaha mereka dengan banyak cara dengan syarat UKM tersebut sudah ada usahanya dan sudah berjalan, berkomitmen tinggi untuk bangkit dari pandemi, dan bersedia didampingi. Tahap pendampingan UKM pun sangat menarik. UKM diberi pelatihan sesuai dengan kebutuhannya. Branding, misalnya. Bagaimana cara mem-branding UKM dengan tepat, Rumah Zakat punya tim khusus untuk ini. Keren, kan?
Dana yang dapat dari para donatur tersalurkan dari Sabang sampai Merauke. Bagi donatur yang ingin tahu penyaluran dananya juga diberikan kesempatan untuk ikut sharing & traveling. Ya, program tersebut mengajak para pemberi zakat untuk melihat langung bagaimana cara belajar dan bisa juga ikut belajar di tempat yang telah mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat.
Lebih tepatnya, Ruamah Zakat adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan).
Rumah Zakat sebagai Badan atau Lembaga Amil Zakat juga telah menjalankan pengelolaan zakat dengan memprioritaskan tasharruf khususnya untuk kemaslahatan mustahiq yang terdampak COVID-19 sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 23 Tahun 2020, Tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infak, dan Shadaqah Untuk Penanggulangan Wabah Covid-19 dan Dampaknya. Artinya, Rumah Zakat akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak pandemi.
Rumah Zakat #BahagiaBersama Ramadhan.
Menyikapi masa pandemi Covid-19 yang belum juga usai, aku melihat empati masyarakat Indonesia terhadap sesama makin tinggi. Tidak sedikit masyarakat yang sampai saat ini masih merasakan pahit getir akibat pandemi covid-19.
Menyambut Ramadhan, Rumah Zakat mempunyai program istimewa antara lain Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Qur’an, Ramadhan Bebas Hutang, dan Janda Berdaya. Menurut CEO Rumah Zakat, Nur Efendi menyampaikan bahwa program tersebut cocok untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi. Rumah Zakat juga menargetkan 1 juta penerima manfaat bagi mereka yang terdampak pandemi khususnya bagi yang berada di 1.686 Desa Berdaya.
Pada masa-masa sulit seperti sekarang ini, masyarakat harus saling membantu dan peka terhadap sesama. Rumah Zakat mengajak kita semua untuk berdonasi dan berbagi. Ekonomi Indonesia pelan-pelan sudah mulai bergerak, meski belum semua masyarakat bertumbuh. Memastikan saudara-saudara kita aman, nyaman, dan kenyang, saat ini bukan hanya tanggung jawab negara saja. Tapi juga tugas kita semua sebagai ciptaanNya yang diberi mata, hati dan pikiran, untuk dapat mengasihi sesama.
Museum Jenang Kudus – Pada suatu siang, anak perempuanku sedang duduk manis di teras. Penasaran dengan apa yang sedang dia kerjakan, aku pun mendekatinya. Aku kira dia sedang mainan apa, gitu, mau gabung. Eh…ternyata sedang menikmati sepotong jenang oleh-oleh dari kondangan dengan khusyuk. 😆
Dia bilang, jenangnya enak banget. Tiba-tiba aku ingat kalau pernah makan jenang yang juga enak banget. Tapi bukan dari kondangan, bukan. Melainkan jenang asli kudus. Jenang ini aku makan bersama teman-teman Jateng On The Spot 2019 pada bulan April tahun 2019, sebelum tour ke Museum Jenang Kudus.
Sudah lama memang, tapi masih lekat dalam ingatan. Tidak hanya dengan rasa jenangnya saja, aku juga masih ingat betul bahwa segala apa yang ada di dalam museum, tuh, unik dan menarik karena sarat sejarah. Kalau dilihat dari bagian luarnya memang biasa saja, kesannya hanya sebuah bangunan rumah tradisional Kudus, Jawa Tengah. Namun siapa sangka di dalamnya penuh sentuhan seni, ada banyak emas bertebaran (ini agak berlebihan) :lol:, pokoknya terasa mewah banget. Jadi, bukan tanpa sebab aku sampai jatuh hati pada museum jenang. 😉
Sebelum melakukan tour ke Museum, kami melihat proses pembuatan jenang Kudus yang bertempat di sebuah pabrik yang dikelola oleh PT. Mubarokfood Cipta Delicia. Saat itu, tidak bayak karyawan yang bekerja, mesin yang digunakan untuk produksi pun hanya beberapa saja. Selain karena akhir pekan, pembuatan jenang lebih banyak dibuat pada hari Senin-Kamis. Sayangnya, pihak pabrik tidak mengizinkan pengunjung untuk mendokumentasikan proses pembuatan jenang. Tapi tidak apa, terpenting sudah melihat mereka membuat adonan jenang dengan cara modern yaitu menggunakan mesin yang mempunyai kapasitas 40 kg, kemudian lanjut sampai packing.
Baca lagi tentang: 5 Destinasi Lasem yang Wajib Dikunjungi.
Kecewa? Enggak begitu, sih. Adanya interaksi dengan karyawan membuat aku lebih senang. Sementara mendokumentasikan kegiatan mereka anggap saja bonus. 😆 Usai tour pabrik, kami masuk toko oleh-oleh Jenang Mubarok. Toko oleh-oleh ini menyediakan produk-produk yang dibuat oleh PT. Mubarokfood, oleh-oleh khas kudus, termasuk cenderamata.
Masih asyik melihat dan memilih oleh-oleh, tour guide kami, Mrs. Nane mengajak kami ke Museum Jenang. Aku kira harus keluar terlebih dahulu untuk sampai museum, tapi ternyata enggak. Museum berada tepat di belakangnya toko. Menyatu, gitu.
Lebih dekat dengan Museum Jenang, Kudus.
Citra jenang sebagai oleh-oleh khas memang sudah melekat pada Kabupaten Kudus karena di sana terdapat pabrik besar yang memproduksi jenang. Kegiatan pendistribusian pun sudah tidak diragukan lagi, masuk skala nasional. Jenang Kudus dengan label Mubarok juga dijadikan sebagai snack jama’ah haji maskapai penerbangan Garuda dan Arab Saudi.
Sebagai bentuk inovasi sekaligus untuk menjaga keberadaannya, pada tahun 2017, dibangun Museum Jenang yang memiliki tujuan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya tentang sejarah Jenang Kudus. Terdiri dari dua lantai, lantai satu (bawah) terbagi dalam tiga ruang dan lantai dua (atas) hanya satu ruang yang berisi koleksi benda-beda kuno.
Masuk ke dalam lantai satu, tepatnya di ruang pertama, aku mendapati bangunan kompleks masjid menara lengkap dengan pagar keliling. Bangunan ini ditata persis dengan yang ada saat ini. Suprise banget rasanya karena sebelumnya aku enggak mencari tahu seperti apa rupa museum jenang.
Kompleks masjid menara beserta makan Sunan Kudus memang menjadi salah satu daya tarik wisata religi di Kudus. Adanya miniatur menara yang terletak di tengah-tengah bangunan menjadikan miniatur bangunan ini terlihat lebih sempurna. Di ruang ini bagus banget buat foto-foto, lho. Hanya saja karena pencahayaan memang diatur tidak terlalu terang, hasilnya pun kurang maksimal. Tapi enggak masalah, masih bisa minta tolong teman untuk memberikan cahaya ilahi menggunakan lampu smartphone. 😆
Aku mulai hanyut ketika masuk ruang pamer kedua. Melihat diorama-diorama yang menggambarkan proses pembuatan jenang dari zaman old dengan menggunakan tungku, sampai dengan cara modern yaitu menggunakan mesin yang sebelumnya sudah aku lihat saat jalan-jalan di pabrik. Pada dasarnya aku suka melihat diorama karena memang menarik, ada kisah sejarah dalam bentuk diorama.
Masih dalam satu ruang, terlihat pajangan foto pendiri Jenang Mubarok dari masa ke masa yang menempel di dinding dengan bingkai kayu. FYI, didirikan oleh H. Mabruri beserta Istrinya, pada tahun 1910 jenang ini memiliki label atau merek Sinar33. Kemudian pada tahun 1940, perjuangan diteruskan oleh generasi kedua yaitu H. A. Shochib beserta istri. Kemudian pada tahun 1992 sampai sekarang, diteruskan oleh H. Muhammad Hilmy beserta istrinya. Mereka menjadi generasi ketiga yang mengembangkan bisnis camilan tradisional yang terbuat dari beras ketan, memiliki warna pekat dengan cita rasa manis legit.
Pembuatan jenang sudah menggunakan alat modern…
Kemudian di ruang pamer tiga terdapat replika rumah adat Kudus atau yang juga dikenal dengan Joglo Pencu. Gebyok ukiran pada rumah adat ini hampir mirip dengan ukiran rumah adat Jepara. Perbedaannya Joglo Kudus hanya memiliki 1 pintu sedangkan Joglo Jepara memiliki 3 pintu.
Sama halnya dengan rumah adat pada umumnya, Joglo Pencu ini memiliki istilah pada tiap bagian rumah, yaitu dalam satu bangunan rumah terdapat satu saka geder (tiang penyangga besar). Kemudian ada jaga satru yang merupakan bagian depan rumah. Lalu ada gedhongan istilah dari ruang keluarga, dan yang terakhir ada pawon dalam bahasa jawa berarti Dapur. Meski dapur namanya, namun ruangan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat masak saja, pawon digunakan sebagai tempat belajar dan juga melihat televisi.
Replika rumah adat Kudus…
Tidak hanya diorama proses pembuatan jenang, di ruang dua juga terdapat diorama Pasar Bubar Menara. Sebuah pasar yang sangat bersejarah bagi Jenang Kudus.
Kisah Jenang Kudus di Pasar Bubar Menara.
Seperti pasar pada umumnya, Pasar Bubar Menara dimanfaatkan sebagai aktivitas jual beli hasil perkebunan, pertanian, dan juga peternakan. Terlihat jelas pada diorama, ada kelapa, sayuran, ketela, buah-buahan, dan tentu ada Jenang Kudus. Banyaknya diorama yang dipamerkan, pasar pun tampak ramai. Sebagian besar yang berjualan di sini adalah perempuan. Mereka mengenakan baju tempo dulu dengan bawahan jarit dan dilengkapi selendang serta kerudung. Sementara laki-laki, mengenakan baju sederhana, celana pendek, dan blangkon.
Transaksi di Pasar Bubar Menara
Ada kios Jenang…
Di pasar yang terletak di selatan Masjid Al – Aqsha Menara Kudus, awal mula jenang kudus mulai dipasarkan. Jenang dijajakan dari tangan ke tangan oleh generasi pertama. Saat itu, jenang masih dalam bentuk lebar memanjang. Kira-kira ukuran 25×50 cm. Penjual akan memotong jenang terlebih dahulu ketika ada yang membelinya. Disesuaikan dengan harga, gitu. Lalu, barulah dibungkus menggunakan daun dan ditaruh di dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu.
Melalui Pasar Bubar, Jenang Kudus mulai dikenal banyak masyarakat. Sekarang pemasaran jenang yang menjadi oleh-oleh khas Kudus sudah lebih luas lagi. Kemasan jenang pun lebih modern dan menarik. Pun dengan variannya, lebih banyak pilihan. Tidak hanya original, tapi juga ada banyak pilihan rasa Durian, Anggur, dll. Untuk produknya sendiri tidak hanya Jenang, ada cokelat dodol dan yang lebih menarik lagi adalah produk browniesnya. Enak banget!
Gusjigang X-Building di Museum Jenang.
Menyusuri lorong yang mana kanan kirinya dihiasi dengan karya seni yang dibuat oleh seniman Kudus, akhirnya kami sampai pada ruang pamer Gusjigang X-Building. Dengan masuk ke ruang pamer ini, aku makin jatuh hari pada museum jenang. Fix!
Gusjigang merupakan nilai kearifan yang diilhami dari ajaran yang diwariskan Sunan Kudus. Gusjigang merupakan akronim dari Bagus, Ngaji, dan Berdagang. Falsafah tersebut seolah menjadi tuntunan agar masyarakat memiliki tekad untuk berkepribadian yang bagus, mau mengaji, dan mau berdagang sebagai salah satu bentuk usaha.
gebyoknya memsonaaaa, mahaal pasti. wkwkwk
Banyak hal menarik di ruang ini. Salah satunya yaitu literasi falsafah tentang Gusjigang dipasang di dinding dan beberapa puisi tentang Gusjigang yang mana salah satu karyanya yaitu dari Lukman Hakim Saifudin, Menteri Agama pada Kabinet Kerja.
Pertama masuk museum Gusjigang, aku terpesona dengan bunga emas. #eh. 😀 😀 Berbentuk kaligrafi surah Al-Ikhlas yang menyerupai bunga, aku langsung mendekatinya. Ruapanya, kaligrafi ini terbuat dari bahan tembanga dan kuningan. Pantas bikin mata segar. Nuansa gold atau kuning keemasan mendominasi di ruang ini. Ornamen dinding berupa motif segi empat semakin melengkapi nilai keindahan seni.
Setelah berada di ruang yang temaram, melewati lorong yang juga minim cahaya, sampai ruangan ini berasa mendapat cahaya ilahi. 😀 Tak heran ruang ini selalu ramai pengunjung. Aku masih ingat betul, mau foto di depan DINDING EMAS saja antrenya sudah seperti sedang antre di SPBU. 😛
Tepat di depan bunga emas, terdapat relief Gusjigang yang menggambarkan tentang tari Gusjigang. Tari ini mengangkat nilai luhur warga Kudus yang telah ditanamkan oleh Sunan Kudus. Para penari mengenakan pakaian yang sopan, pun dengan gerakannya. Kemudian di tengah gerakan, para penari menyisipkan beberapa gerakan sholat dan mengaji secara melingkar. Unsur dagang dapat dilihat penyertaan batik Kudus dalam tarian. Para penari memperlihatkan batik Kudus dengan cara berjalan dan menyapa penonton.
Mrs. Nane yang mendampingi kami pun ternyata terkagum-kagum dengan museum Gusjigang. Apalagi ketika Mbak Ika, pemandu lokal Museum Jenang bercerita dengan sangat detail. Teman-teman lain, khususnya mereka para mahasiswa dari luar negeri juga terlihat sangat tertarik mendengar sejarah Kudus. Banyak hal yang dia tanyakan ke Mrs. Nane karena rasa ingin tahunya tentang Gusjigang begitu tinggi. Beruntung Mrs. Nane cekatan banget, tiap kali Mbak Ika bercerita. Melihat Mrs. Nane mentranslete dalam Bahasa Inggris, rasanya aku ingin belajar Bahasa Inggris. 😆
Jam Operasional dan Harta Tiket Masuk.
Seperti yang sudah aku sampaikan, museum Jenang menyatu dengan toko oleh-oleh Jenang Mubarok. Untuk jam operasional pun sama dengan jam operasional toko yaitu pada hari Senin-Minggu, pukul 09.00-21.00 WIB. Sementara untuk harga tiket masuk yaitu Rp 5 ribu per orang. Tiket masuk termasuk sangat terjangkau karena pengunjung akan mendapat banyak pengetahuan baru di Museum Jenang Kudus.
Ingin sekali rasanya untuk kembali menyambangi wisata Kudus dan sekitarnya. Ziarah ke Makam Sunan Kudus, lanjut ke objek wisata lainnya yang tentunya mudah dijangkau. Btw, Kecemut sangat tertarik untuk mengunjungi Kudus. Asyik juga, bisa buat jadi teman explore. 😆
Duh, Jadi Kangen Traveling!
Kembali menuliskan catatan perjalanan, tuh, bikin kangen jalan-jalan. Sudah dua tahun ini, tepatnya sejak hamil anak kedua dan dilanjut dengan datangnya wabah virus corona di Indonesia, aku memilih untuk tidak pergi untuk traveling. Aku lebih memilih untuk menjaga diri dan keluarga dari paparan virus yang menurut aku mengerikan banget. Jangankan pergi untuk traveling, ada tugas dinas luar dari kantor saja aku selalu meminta ke atasan untuk tidak diikutkan. Maklum, punya baby. 😉
Jujur, rasanya ingin kembali untuk menghirup udara perbukitan, menginjak kaki di pasir putih sampai terhempas air laut, menyusuri lorong-lorong gua, dan masih banyak lagi kegiatan traveling lainnya yang bikin kangen. Sabar ya, sabar! Sekarang sabarnya tidak hanya karena menunggu pandemi berakhir, tapi juga harus sabar karena personil sudah bertambah. Artinya, harus menyiapkan kendaraan untuk kenyamanan traveling. 😆
Belum Punya Mobil Ingin Traveling Bersama Keluarga? Klik Trac To Go Saja!
Yuhuii…zaman serba apa-apa ada, apa-apa dimudahkan oleh teknologi, mau traveling bersama keluarga tapi belum punya mobil, sewa mobil saja di Trac To Go, dong! 😉
TRAC To Go adalah aplikasi mobile yang menawarkan layanan rental mobil dengan pengemudi, rental bus, dan airport transfer. Aplikasi ini memudahkan kamu yang ingin melakukan perjalanan dinas, traveling, dan keperluan lain yang membutuhkan transportasi.
Aku memilih dan merekomendasikan aplikasi mobile Trac To Go bukan tanpa alasan, ya. Ada banyak keunggulan aplikasi ini. Berikut aku bagikan fitur-fitur yang memudahkan pengguna untuk sewa armada di Trac To Go.
Tampilan desain new clean.
Hal pertama yang membuat pengguna merasa nyaman menggunakan aplikasi karena user interfacenya mudah dipahami dan tampilannya simpel. Iya, tampilan aplikasi Trac To Go lebih simpel, fresh (dominan warna putih biru) dan ikon-ikon yang ditampilkan juga mudah dipahami.
Lokasi penjemputan lebih tepat.
Aku pernah bete maksimal ketika memesan mobil untuk ke kantor tapi sopirnya tanya-tanya terus padahal titik jemput aku sudah jelas banget. Padahal si driver ini domisili di kota setempat. Ingin marah tapi engga tega. 😆 Lain cerita kalau pesan mobilnya menggunakan Trac To Go, pemindaian lokasi customer, titik jemput, dan alamat pengantaran yang lebih akurat menggunakan pin point maps. Lokasi terlihat lebih detail sehingga yang menjemput pun tidak banyak tanya.
Memungkinkan melakukan 2 pemesanan atau lebih.
Buat kamu yang sering ngasih gift “tumpangan” buat teman atau keluarga, di Trac To Go terdapat fitur baru yang memudahkan customer untuk melakukan sewa layanan 2 order atau lebih sekaligus dalam 1 kali pembayaran, bahkan untuk produk layanan yang berbeda. Sebagai contoh, kamu sedang rental mobil tapi ingin lanjut sewa airport transfer, itu cukup lanjut oredernya dalam 1 kali transaksi. Artinya, tidak harus sampai end tracsaction dulu baru sewa lagi. 😉
Terdapat banyak pilihan metode pembayaran.
Ini yang paling aku suka! Terdapat banyak pilihan metode pembayaran untuk sewa kendaraan di Trac To Go. Layanan ini dilakukan untuk membuat customer lebih nyaman dalam bertransaksi. Adapun pilihan metodenya mulai dari ATM transfer (VA) ke bank-bank utama, kartu kredit, dan juga E-wallet seperti OVO, Gopay, Dana, dan Linkaja.
Real time notification.
Suka penasaran si driver sudah mulai jalan atau belum, sudah sampai mana, apakah masih lama atau tinggal hitungan detik. Tidak perlu khawatir karena pelanggan akan mendapatkan notifikasi serta dapat memantau langsung status order dan status perjalan dengan driver di dalam aplikasi TTG.
Pembatalan pesanan lewat aplikasi.
Selain metode pembayaran, hal lain yang pasti dicari pelanggan dalam aplikasi adalah fitur pembatalan pesanan. Tenang, untuk permintaan atas pembatalan order, pelanggan dapat melakukannya dalam aplikasi sebelum waktu pemesanan dimulai. Untuk dana yang sudah ditransfer akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Fitur-fitur keren aplikasi Trac To Go tentu tidak hanya di atas, masih banyak lagi fitur yang membuat pengguna atau pelanggan makin percaya dan nyaman untuk menggunakannya. Sebelum memesan transportasi, jangan lupa untuk selalu cek promo karena aplikasi ini selalu memberi penawaran promo yang menarik. Sekarang untuk pergi ke suatu tempat baik dalam kota maupun luar kota, untuk keperluan dinas maupun traveling, tidak usah bingung. Masalah rental mobil serahkan saja kepada TRAC To Go!
Apakah kamu sudah pernah merasakan kemudahan sewa mobil menggunakan aplikasi TRAC To Go? Yuk…download dulu aplikasinya di GooglePlay Store untuk pengguna Android dan untuk pengguna iPhone bisa unduh aplikasinya di Apple App Store. Siapa tahu butuh sewa mobil untuk menuju Museum Jenang atau tempat wisata lain. 😉
Alamat: Jl. Sunan Muria No.33, Glantengan, Kec. Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59313.
Kuliner dengan penyajian makanan di atas wadah tebal berbentuk piringan besi yang dilengkapi dengan alas kayu sebagai dudukan memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Umumnya, hidangan yang disajikan di atas hot plate yaitu steik yang mana makanan dari bahan daging memang lebih nikmat jika tersaji dalam keadaan hangat. Lalu, bagaimana ketika seporsi mie ayam, kuliner yang sangat merakyat juga dihidangkan menggunakan hot plate seperti yang ada di daftar menu makanan De Papringan? 😉
Berawal dari kebiasaan hunting menu makan siang bersama teman-teman kantor, saya tertarik untuk mencoba makan di De Papringan karena selama ini memang belum pernah mencoba mie ayam hot plate. 😆 Tidak hanya dengan menu makanannya saja, saya juga tertarik untuk mengunjungi De Papringan setelah dengar cerita dari Bu Dwi yang merekomendasikan tempat makan tersebut karena katanya suasananya asyik, tipe semi outdoor, gitu. Ketimbang penasaran, kami pun saat itu sepakat mengunjungi De Papringan saat jam istirahat.
O..o…ou…ternyata rumah makan yang desainnya full bambu ini lokasinya sangat dekat dari tempat kerja kami. Tidak sampai lima menit dengan berkendara sepeda motor. “Wah…bisa jadi langganan, nih!” Gumam saya setibanya di tempat parkir dan mendapati tempat yang sesuai dengan ekspektasi. Semi outdoor, semilir euy! 😆
Seperti Apa Rumah Makan De Papringan?
Singgah untuk pertama kali di De Papringan, saya terpesona melihat bangunan sederhana yang terbuat dari bambu. Bentuk bangunannya letter L. Dalam satu ruang lurus memanjang, terdapat dua sisi. Satu sisi dilengkapi dengan tempat duduk memanjang, satu sisi lagi lesehan untuk kapasitas empat orang. Kemudian untuk satu ruang lagi yang cukup luas, dibuat lesehan untuk kapasitas mencapai 15 orang.
Sebenarnya pengunjung sudah bisa menebak ketika membaca kata Papringan. Orang Jawa bisa jadi langsung paham jika tempat yang dimaksud pasti ada unsur pring atau bambu. Entah dari bangunannya, interiornya, atau sekadar aksesori. Untuk De Papringan ini, selain bangunan utama yang terbuat dari bambu, fasilitas seperti toilet dan mushola juga dibuat dari bambu. Satu yang tak kalah menarik yaitu loket kasir. Desain dinding muka terbuat dari bambu wulung, terkesan manis. Apalagi ditambah dengan benda-benda unik yang terbuat dari bambu tertata rapi di rak bambu. Cantik. Usut diusut meski belum tuntas, ternyata akan dibangun galeri yang lokasinya tidak jauh dari resto ini, tepatnya di samping kanan pintu masuk.
Kalau melihat dari bangunan dengan dinding berupa anyaman bambu, rasanya resto ini fix menyajikan makanan khas Sunda, Jawa Barat. Terlebih saat saya masuk area dan mendengar alunan instrumen musik khas sunda, tambah yakin kalau De Papringan adalah rumah makan sunda yang berdiri di tanah Banjarnegara, Jawa Tengah. 😆 Pengunjung pun bisa mengobati rasa kangen dengan masakan sunda seperti nasi tutug oncom, nasi timbel, mie kocok, dan masakan sunda lainnya yang kadang bikin kangen. Tapi ternyata saya salah!
Masuk resto, kami memilih tempat duduk lesehan yang cukup untuk berempat. Seorang laki-laki yang mengenakan kaus krah menghampiri kami dan menyerahkan selembar daftar menu. Saya pun membaca pilihan menunya dari atas sampai bawah dan ternyata perkiraan saya salah! Resto yang mengusung tema tema food, garden, & gallery tidak menawarkan masakan khas sunda sama sekali, malah mie ayam hot plate menjadi menu utama di sana. Salah konsep nih resto. Hahaha.
Duh…sebenarnya saya bukan anak kampungan banget, ya. Tapi enggak tahu kenapa, mau makan mie saja jadi deg-degan. Apa mungkin karena pengalaman pertama mencoba mie ayam hot plate, ya? Hahaha. Saya jadi ingat saat dulu pertama kali mencoba kuliner Curry Beef di Pepper Lunch, rasanya deg-degan juga. Asli, geli sendiri kalau mau nyobain menu makanan baru tapi pakai jantung berdebar. Norak, tapi enggan disebut kampungan. 😆 😆
Tertera dalam daftar menu, ada beberapa pilihan mie ayam hot plate. Maksudnya, De Papringan tidak hanya menjual mie ayam original saja, namun tersedia juga dengan berbagai pilihan topping. Ada dua pilihan topping yaitu jamur kancing dan katsu ayam. Saya dan Bunda Eling memesan mie ayam jamur, sementara Bu Dwi memesan mie ayam original, dan Bu Widi memesan Mie Ayam katsu.
Kami menunggu pesanan kurang lebih dua puluh menit karena siang itu cukup ramai konsumen. Ah…akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, laki-laki ganteng penuh kharisma, calon suaminya Bunda Eling. Satu-satunya personil hunting kuliner yang masih single tapi senang banget kalau dipanggil Bunda. 😛 😛 Tapi ngaco. Ini yang datang bukan akhi penuh pesona, tapi mie ayam hot plate. Datang di waktu yang tepat, tapi bukan jodoh. 😆
Waa..waa…waaa..jantung ini tiba-tiba biasa saja saat mie ayam jamur datang. Sudah tidak ganjen sok dag dig dug karena terlalu fokus dengan mie yang kalau tidak saya aduk sesegera mungkin bakal gosong. Hahaha. Namanya mie di atas wajan yang masih panas dibiarkan begitu saja, pasti gosong. Sedikit minyak, enggak ada air sedikitpun. Fix bakal gosong kalau dibawa melamun. 😆
Ternyata e ternyata, harusnya mie ayam diguyur air terlebih dahulu sebelum mulai diaduk. Ini saya bilang diguyur bukan berarti kami diberi air kaldu satu ember, ya. 😆 Dalam satu porsi mie ayam hot plate, De Papringan memberikan satu mangkuk kecil berisi kaldu sebagai kuah mie. Buat yang suka kuah, porsi satu mangkok kaldu ini lebih dari cukup. Kuah kaldunya gurih dan segar karena ada irisan daun bawang. Seperti dalam porsi mie ayam, ada irisan daun bawang yang masih segar. Iya, selain sayur sawi yang pada umumnya menjadi bagian dalam seporsi mie ayam, pada mie hot plate ini juga ditambah irisan daun bawang dan juga ditaburi wijen.
Mie ayam terlihat coklat seperti sudah ditambah dengan kecap saat memasaknya. Rasanya juga manis. Bagi saya yang tidak begitu suka manis cukup tertolong dengan kuah yang gurih dan sedikit saus pedas. Rasa manis pun menjadi buyar. Eh… kok buyar, sih, kayak fokus pandangan ke gebetan saja. 😆
Sejak kami datang dan duduk di lesehan, waiters langsung menyambangi kami. Gerak cepat. Si waiters pun sabar menunggu kami memilih menu dan menuliskannya di selembar kertas pesanan yang sudah ada menunya. Tinggal centang saja menu yang dipilih, lalu ditambahkan banyaknya pesanan. Btw, kamu bisa menuliskan sendiri pesanannya jika dirasa perlu atau enggak enak dengan pelayannya karena mungkin harus menunggu lama saat memilih menu. Soalnya, selain mie ayam hot plate, ada juga menu lain seperti ayam goreng.
Oiya, saat saya melakukan pembayaran pun, kasirnya ramah banget. Berulang kali bilang makasih dengan memberikan senyuman terbaiknya. Asli, ramah banget. Tidak pemalu pula. Ada komunikasi, gitu.
Harga makanan di De Papringan termasuk ramah di kantong. Untuk mie ayam hot plate, harga mulai Rp 15.000 – Rp 18.000. Untuk menu lain seperti olahan ayam, harga mulai Rp 13.000 – Rp. 20.000. Pun dengan minumannya, harga masih pada umumnya.
Lanjut ke fasilitas di De Papringan, ya!
Fasilitas apakah yang paling kamu cari ketika sampai di rumah makan? Mungkin fasilitas umum berupa toilet, ya. Di sini ada banget toilet, dong. Toiletnya sederhana, semi permanen dari batu bata merah dan pintu dari anyaman bambu. Untuk fasilitas lain, ada mushola dengan ukuran 3×2 meter dan cukup bersih. Di sini menyediakan alat ibadah juga. Jadi, pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak membawa mukena atau sarung. 😉
fasilitas de papringan
gazebo bambu
Perihal tempat parkir, di De Papringan punya lahan cukup luas untuk parkir. Ramah untuk parkir mobil, apalagi sepeda motor. Hanya saja karena tipenya semi outdoor, tempat parkirnya panas banget, tanpa atap. Khususnya untuk tempat parkir mobil. Sementara untuk kendaraan roda dua, disediakan tempat khusus dekat lokasi perkebunan.
Generasi millennial atau generasi konten, ketika sampai di kedai atau resto, selain fasilitas di atas, fasilitas WiFi pasti sangat dinanti. Sayangnya di De Papringan belum menyediakan jaringan WiFi. Mungkin ke depannya kalik, ya. Karena ternyata resto ini belum lama berdiri.
Tidak sampai lima menit dari tempat kerja, lokasi De Papringan sangat mudah dijangkau dari jalan raya. Cari saja di google maps dengan kata kunci De Papringan atau kalau kamu sudah paham jalan di Banjarnegara, silakan menuju Jl. Selomanik, ya. De Papringan sangat mudah dicari karena berada di pinggir jalan raya.
Guys, apakah kamu pernah mencoba mie ayam hot plate? Boleh dong, rekomendasi mie ayam hot plate terendeus di kotamu. ^_*
Note: Mohon maaf, saat ini De Papringan sudah tutup. Artikel ini ditulis sebagai momen.
Produktif di Akhir Pekan – Rebahan saat akhir pekan setelah Senin-Jum’at kerja bagai kuda, seringnya hanya sekadar wacana karena pada kenyataannya saya lebih memilih untuk tetap produktif di akhir pekan. Mama Muda dengan dua anak ini tidak mau kalah dengan yang masih ting-ting, menciptakan kegiatan produktif. Hahaha.
Sebagai ibu rumah tangga dan juga working mom, belajar manajemen waktu untuk lebih produktif itu penting banget. Apalagi ditambah punya hobi blogging dan beberapa kegiatan lain yang menyenangkan, harus betul-betul bisa membagi waktu supaya semua kegiatan bisa berjalan sesuai harapan.
Akhir pekan di minggu pertama bulan Februari, Gubernur Jawa Tengah memberi imbauan kepada masyarakat Jawa Tengah untuk tetap di rumah saja. Melalui tagar #JatengDiRumahSaja, seluruh masyarakat yang tinggal di Jawa Tengah tidak diperkenankan untuk keluar rumah, apalagi membuat kerumunan. No no no no!
Gerakan ini sebagai bentuk hormat kepada para pahlawan Covid yang telah gugur. Sebagai wujud empati terhadap teman, saudara, dan orang-orang yang telah meninggal karena virus Covid-19. Atas imbauan ini, kegiatan transaksi di tempat umum seperti pasar pun dihentikan selama dua hari.
Hello, apa kabar dengan mereka yang pada punya hajatan di tanggal 6-7 Februari yang mana bertepatan dengan imbauan Jateng di rumah saja? Padahal sudah booking semua kebutuhan jauh-jauh hari pastinya. Ehem…salah sendiri kalik, ya. Sudah tahu masa pandemi Covid-19 belum usai, malah niat banget bikin kerumunan. Nekat, namanya. 😛 Aah…sudahlah, mungkin orang-orang tersebut tidak paham atau tidak mau tahu dengan keadaan ini. 🙁
Tentang produktif di akhir pekan.
Setelah weekday saya gunakan untuk bekerja di kantor, idealnya saat weekend dimanfaatkan untuk istirahat. Betul sekali. Saat pekerjaan kantor sedang banyak dan harus dikerjakan sampai tuntas, yang terekam dalam otak saat itu juga akan memanfaatkan waktu malam hari untuk istirahat. Kemudian menanti weekend untuk santuy, leyeh-leyeh, menjadi kaum rebahan. Tapi ternyata itu hanya angan-angan semata karena pada kenyataannya saat Jum’at tiba, saya membuat daftar rencana kegiatan akhir pekan. Yups, saya memilih untuk tetap produktif di akhir pekan, mengerjakan apa saja yang sekiranya bikin happy.
Mumpung Ada Kesempatan.
Lho, emangnya tidak capek? Tidak butuh istirahatkah? Capek itu ada, tapi itu sudah hilang ketika saya bawa untuk nonton sinetron dan istirahat malam hari. Asli, nonton sinetron sambil tiduran di depan teve membuat saya lebih rileks. Harap dimaklumi, saya penikmat sinetron bukan drakor. Hahaha. Sementara untuk istirahat malam hari, itu menjadi barang pasti yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Saya memilih untuk produktif pada weekend karena saya pikir selagi diberi kesempatan, mumpung ada kesempatan. Definisi kesempatan, tuh, luas banget, ya. Kesempatan sehat paling utama. Nah, kalau sehat tuh mau melakukan kegiatan apapun insya alloh ada semangat.
Berikut beberapa kegiatan yang saya lakukan di akhir pekan.
Nyobain masak menu baru.
Kebetulan saya suka mencoba kuliner baru. Suka banget. Saking seringnya nonton acara kuliner di televisi yang menyajikan masakan unik, kadang saya mencoba untuk browsing dan mencari menu tersebut untuk kemudian diolah.
Kebetulan saya punya website favorit tentang resep masakan. Siapa tahu sudah tersaji di web tersebut, saya langsung meluncur dan membaca resepnya. Tidak puas hanya membaca, saya pun menonton cara masaknya di youtube. Hihihi. Sebenarnya, sih, cukup dengan membaca resep saja, tapi rasanya lebih seru lagi melihat cara masaknya.
Kegiatan blogging selalu ada dalam daftar.
Sebenarnya secapek apapun hari itu, khususnya saat weekdays, kegiatan blogging tetap ada dalam daftar. Yaa…entah sekadar tengok-tengok blog, drafting tipis-tipis, atau balas komentar dari teman. Blogging bagi saya memang sudah menyatu dengan hati. Mau bilang kalau blogging sudah menjadi bagian dari rutinitas harian, kok, rasanya masih berlebihan, ya. Meski pada kenyataannya seperti itu. Hahaha.
Weekdays saja masih saya sempatkan untuk blogging, apalagi saat weekend, ini seperti keharusan, gitu. Saya produktif menulis di blog ini tanpa paksaan, sangat nyaman ketika menjalani kegiatan yang satu ini. Yaa…walaupun target kadang hanya sekadar wacana, tapi ketika bisa mengkonsep tulisan meskipun tidak tuntas, rasanya ada kepuasan tersendiri.
Berkebun juga makin menyenangkan.
Miris itu…ketika lahir di desa, tumbuh besar di pedesaan, hidup di tengah keluarga petani, tapi enggan berkenalan dengan kegiatan berkebun. Bahkan ada yang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan hasil pertanian, tapi untuk sekadar membantu petik hasil kebun saja ogah-ogahan. Ada lho ini. Adaa banget.
Saya pernah menjadi bagian orang yang tidak peduli dengan kegiatan berkebun karena terlena dengan aktivitas sendiri, padahal saya lahir dari keluarga petani. Ehh…berkebun yang saya maksud di sini bukan berkebun yang hanya merawat tanaman di sekitar rumah, ya. Bukan berkebun yang hits saat pandemi covid-19 ini. Berkebun yang saya maksud yaitu aktivitas menanam, merawat, dan memanen di kebun.
Jujur, saya belum lama belajar berkebun. Kebetulan saya punya lahan kebun, ya…meski tidak luas tapi bisa buat mulai belajar berkebun dengan cara menanam sayuran yang bisa dipetik untuk masak harian, atau menanam pohon untuk masa depan. Ehh…pohon masa depan? Hahaha.
Di desa saya, tuh, lagi booming banget tanam pohon durian. Maklum, cikal bakal kualitas durian yang sudah terkenal di Indonesia ada di desa saya. Kamu tahu durian mimang? Emm…kalau belum tahu, boleh cari tahu melalui google, ya. 😀 Karena pohon ini ditanam dari kecil dan berbuahnya sampai lima atau bahkan delapan tahun, jadi saya katakana pohon masa depan.
Selain durian, masih banyak pohon yang saya tanam dan membutuhkan perawatan rutin. Seperti pohon albasia, kapu laga, kopi, dan masih banyak pohon lainnya. Kalau sudah seperti ini, ada kewajiban tiap akhir pekan atau hari libur kerja musti tengok-tengok kebun. Hihihi.
Produktif dahulu, lanjut esksis!
Produktif tanpa eksis rasanya ada yang kurang, ya. Maksud saya, setelah akhir pekan menikmati banyak kegiatan, rasanya kurang gereget kalau hasil dari aktivitas tidak dibagikan ke khalayak lewat sosial media. Hahaha. Generasi konten mah gini, sedikit produktif banyak eksisnya. Apalagi kalau sangat produktif, harus lebih banyak lagi eksisnya, dong. 😀
Nah, supaya eksis tetap lancar, khususnya saat weekend, saya memanfaatkan gawai yang mumpuni dan juga kartu smartfren untuk membagikan tiap momen. Saya mempercayakan smarfren di mana pun berada, termasuk saat sedang berkebun yang mana lokasinya tidak mudah dijangkau.
Akhir pekan harus tetap produktif, eksis di dunia online pun harus tetap berjalan. Perihal jaringan internet untuk membuat konten, serahkan saja pada smartfren, provider yang banyak memberikan benefit!
Beberapa kali, saya pernah merasa kurang puas ketika memberikan kado pernikahan untuk sahabat karena ternyata kado yang saya berikan terlalu pasaran. Iya, saya melihat ada yang memberikan kado serupa. Saya tahu karena waktu itu ikut membuka sebagian kadonya. Maklum, teman dekat. Membukanya juga bersama beberapa teman, tidak hanya dengan pengantin.
Kado yang saya berikan adalah kado yang terbaik, tentunya terbaik versi saya. Kado yang pasti disukai, dan berharap hanya saya yang memberikan kado itu. Eh… ngga tahunya ada yang menyamai. Saya mengabaikan satu hal, bahwa bukan hanya saya saja tetapi ada beberapa teman dekatnya. Pikiran saya pun langsung negatif, berpikir kalau kado tersebut akan di forward atau dijadikan kado lagi untuk orang lain. Parah banget pikiran ini, padahal saya tahu itu ngga mungkin. Sekalipun ada kesan pasaran.
Merasa nothing special, saya pun ingin kembali membelikan sesuatu yang belum orang lain berikan. Padahal, sih, apa saja yang diberikan, kado akan diterima dengan senang. Ya iya, masa akan dibuang. Kado dari mantan saja pasti diterima dengan baik, kok, Apalagi dari teman dekat.
Ini terjadi saat saya belum menikah. Belum tahu betul apa saja yang sekiranya dibutuhkan oleh pengantin baru. Barang apa saja yang bermanfaat untuk keseharian mereka. Benda apa saja yang pasti digunakan oleh pasangan suami istri. Agaknya dimaklumi, ya, karena belum ada pengalaman. Setelah menikah dan membuka kado yang jumlahnya ngga sedikit, saya jadi paham apa saja yang pasti dibutuhkan oleh pasangan yang baru menikah. Setidaknya, ada 5 rekomendasi kado pernikahan yang insya allah bermanfaat.
Peralatan Rumah Tangga.
Tadinya, saya mau merekomendasikan peralatan dapur, tapi terlalu sempit. Saya juga berpikir, jika peralatan dapur seperti wajan, panci, tempat sayur, dll, kurang spesial. Ya…meski pasti mereka juga butuh, sih. Apalagi jika diberi kado satu set peralatan masak mulai dari teflon, wok pan, sampai dengan soled, bahagia banget, tuh. 😆 Pasti bermanfaat, entah untuk saat itu juga atau kelak. Hanya saja, jangkauan peralatan rumah tangga ini lebih luas dan banyak ragam.
Contoh kado untuk pernikahan berupa peralatan rumah tangga di antaranya yaitu rice cooker, kompor gas, blender, ketel uap, lemari es, televisi, atau yang lebih berat lagi mesin cuci. Ini aset banget. Jangan lupa sesuaikan dengan anggaran untuk membeli peralatan rumah tangga. Btw, untuk kado pernikahan sahabat, kadang ada sistem patungan, ya. Sistem ini lebih bagus karena bisa jadi uang akan terkumpul banyak dan bisa untuk membeli kado yang lebih berbobot.
Bed Cover.
Tidak semua orang menyempatkan untuk membeli bed cover, pun dengan pengantin baru. Maunya, sih, sebelum menikah semua serba baru, termasuk tempat tidurnya. Pokoknya, ambil yang paling nyaman untuk bobok-bobok manja karena biasanya pengantin baru butuh banyak istirahat. Tapi, apa daya, saking sibuknya mengurus pernikahan, kadang sampai lupa tidak membeli bed cover. Iya apa iya banget?
Kado pernikahan berupa bed cover bisa dibilang pasaran. Biasanya ada lebih dari satu orang yang memberikan kado ini. Tapi percayalah, meski ada beberapa yang memberikannya, kado berupa seperangkat bedcover akan tetap di keep karena termasuk kebutuhan dan harganya juga lumayan. Meski tidak digunakan saat itu juga, bisa digunakan untuk hari esok baik untuk kamar pribadi, tamu, maupun kamar anak-anak kelak.
Baju Tidur.
Kado pernikahan yang satu ini bisa dibilang biasa banget, tapi, menjadi spesial jika baju tidur yang dibuat untuk kado adalah baju tidur couple. Laki-laki, tuh, jarang banget beli baju tidur, lho. Menggunakannya juga jarang. Makanya, jika memberikannya sepasang, mungkin akan menjadi kenangan bagi mereka. Selain baju tidur couple, saya biasanya menambahkan daster. Sungguh ada kebebasan hakiki ketika bobok mengenakan daster.
Dekorasi Rumah.
Ngomongin dekorasi rumah, ini selera banget. Sekarang, banyak macam pajangan buat dinding yang mengesankan. Dekorasi tersebut bisa dipesan atau dibeli secara online. Misalnya, pigura untuk pajang foto. Saat ini, banyak ragam pigura yang bagus dan berkualitas. Tidak hanya dari bahannya, tapi bentuknya juga menarik. Selain pigura yang memberi kesan minimalis, ada juga lukisan pasangan pengantin. Bisa dalam bentuk karikatur, media kanvas, dan media kayu. Lukisan berupa pemandangan juga bisa buat kado pernikahan sahabat, lho.
Gift Pass dari Sodexo.
Saat khawatir kado tidak terpakai atau takut kadonya kurang cocok, gift pass bisa menjadi solusi pilihan kado pernikahan sahabat. Kado dalam bentuk voucher ini sangat fleksibel. Sahabat yang baru menikah bisa membeli apa saja sesuai kebutuhannya. Mau dimanfaatkan untuk membeli emas, bekal honeymoon, atau buat bayar penginapan hotel, sangat memungkinkan.
Yups, gift pass dari Sodexo ini sangat memungkinkan untuk dibelanjakan apa saja karena di Sodexo ini terdapat banyak merchants. Ada kategori kuliner, supermarket, hotel and travel, automotive, dan masih banyak kategori lain yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.
Sekilas Tentang Sodexo Gift Pass.
Dikutip dari laman website Sodexo, Sodexo gift pass adalah voucher hadiah no. 1 di Indonesia dengan jaringan merchant yang luas dan memiliki beragam pilihan jasa dan produk. Melalui Sodexo, urusan pemberian hadiah atau kado semudah senyum. Iya, karena untuk melakukan pemesanan voucher, kamu cukup menghubungi Sodexo melalui telepon, e-mail, atau langsung melalui websitenya. Untuk informasi lengkap tentang pembuatan voucher, kamu bisa langsung klik tautan Sodexo Gift Pass.
Salah satu yang bikin makin percaya diri memberikan kado berupa voucher yang dibuat oleh Sodexo yaitu voucher bisa dipersonalisasi. Jadi begini, buat yang punya perusahaan atau kamu sudah punya branding, bisa mencantumkan logo perusahaan di voucher yang akan diberikan kepada sahabat, karyawan, pelanggan atau rekan bisnis. Selain penyematan logo, kamu juga bisa menyisipkan ucapan dan nantinya akan tercetak pada voucher. Hasilnya jadi terasa lebih eksklusif.
Ada yang lebih menarik lagi yaitu tentang nilai voucher. Kamu dapat mengganti nominal yang tertera di voucher dengan angka unik. Misalnya, untuk kado pernikahan, kamu bisa melakukan personalisasi pada nominal seperti Rp 2.312.021 untuk pernikahan tanggal 3-12-2021. Tanggal pernikahan yang menjadi momen tak terlupakan akan makin berkesan, bukan?
Bagaimana cara menggunakan voucher Sodexo?
Penerima voucher dapat memilih sendiri hadiah yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Sebelum membelanjakannya, kamu bisa melihat daftar merchant yang terdapat di Sodexo. Misalnya, untuk kebutuhan harian. kamu ada merchant Alfamart, Indomaret, yang menjadi supermarket sejuta umat dan mudah ditemukan di mana saja. Iya, gift pass ini bisa dipakai di supermarket, ya. Sebagai tambahan informasi, selain supermarket, penerima bisa menggunakan voucher di tempat makan, apotek, hingga penukaran pulsa telepon dan token listrik PLN. Terpenting, barang yang kamu butuhkan ada dalam merchant Sodexo, ya.
Omong-omong, apakah kamu punya rekomendasi lain untuk kado pernikahan? Boleh lah share di kolom komentar, ya. 😉
Tahun 2012, saya mulai belajar menulis melalui media blog secara mandiri, autodidak. Tidak melalui pelatihan, apalagi mengikuti pelatihan online prakerja. Belum ada. 😆 Saat itu, saya masih menggunakan platform gratisan dari wordpress.com. Kegiatan menulis betul-betul menjadi rutinitas harian. Apa saja yang saya lihat, bisa menjadi bahan postingan. Maklum, masih single dan banyak gabutnya. 😆 Tidak seperti sekarang, apa yang mau ditulis kadang dipikir banget, kira-kira ada manfaatnya atau tidak. Meski hanya sebatas curahan hati dari mama muda yang punya dua anak dan merasa masih perlu menambah anak lagi. 😀
Kalau diingat-ingat, lucu. Karena nyaris tidak ada filter saat saya akan membagikan tulisan di blog. Tidak hanya menyaring tulisan, bahasa yang saya gunakan juga sederhana banget, ala kadarnya. Ya…kira-kira apa yang ada di pikiran, dituangkan dalam bentuk tulisan. Boro-boro penggunaan kata atau bahasa menyesuaikan KBBI, kenal Kamus Besar Bahasa Indonesia saja kagak. 😛 😛 Tapi bohong banget, jangan melihatkan kebodohan di depan publik ah! 😆 Saya tahu ada kamus tersebut, tapi tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk menulis sesuai kaidah atau tata bahasa yang benar. Rasanya memang tidak begitu penting menulis baku, karena yang penting saat itu adalah blog ramai komentar dari teman dan berujung pada kopi darat. Hihihi.
Bagaimana dengan kegiatan Blogging sekarang?
Uhui…mau bilang sudah ada peningkatan, takut ditonyor teman-teman yang baca postingan ini. Teman-teman dari generasi yang dikit-dikit kopdar, dikit-dikit bikin blog list buat blog walking, atau generasi yang dikit-dikit bikin kaleidoskop blog. 😆 Kalau ngomongin peningkatan, sih, pastinya ada. Kasih bintang 3 lah, dari total bintang 5. Artinya, masih belum banyak perkembangan yang mengarah kepada penulisan yang baik. Tapi setidaknya sekarang sudah mengenal penempatan tanda baca dan lebih sering mengintip KBBI untuk melihat kata-kata yang akan saya gunakan untuk bahan tulisan. Tidak semua kata, sih, hanya kata tertentu saja yang kadang masih suka ragu untuk menuliskannya.
Eh…gausah dikeprokin, ya. Nanti bisa congkak! 😛
Kegiatan blogging sekarang juga tak kalah asyik, blogging makin menyenangkan dan bisa bikin kenyang. :lol:. Bahagia rasanya menemukan teman baru yang lebih ahli dalam menulis meski baru ngeblog beberapa bulan. Ahli dalam merangkai kata, meski bukan pujangga. Ahli dalam membuat desain untuk kebutuhan info grafis, meski bukan desain grafis. Ahli dalam memanfaatkan blog sebagai ladang penghasilan, padahal bukan tuyul. 😆
Sudah bukan rahasia lagi jika aktivitas menulis di blog dapat menghasilkan uang. Bukan mesin pencetak uang dadakan memang. Hanya saja, jika pemilik blog mau menghasilkan uang dariblognya, sangat bisa. Apalagi jika sudah ada portofolio yang baik tentang blognya, sangat memungkinkan para Blogger memperoleh uang dari hasil menulis di blog.
Cara Mendapatkan Penghasilan Melalui Blog.
Saya tidak akan mengupas tentang cara mendapatkan penghasilan dari blog lho, ya. Selain belum banyak yang saya tahu tentang cara tersebut, saya belum paham betul alur atau tata cara memonetize blog dengan baik dan benar. Mending ikut pelatihan khusus dan didampingi oleh mentor yang memang ahli dalam bidangnya. Seperti pelatihan online yang diselenggarakan oleh Skill Academy.
Salah satu pelatihan yang menarik perhatian saya di kelas online yang merupakan inovasi terbaru dari Ruang Guru yaitu cara dapatkan penghasilan melalui blog. Pelatihan online yang berdurasi kurang 4 jam 39 menit sangat padat. Coba lihat pada websitenya dan pilih menu prakerja. Scroll saja pada bagian pelatihan paling populer, ada judul pelatihan tentang kupas tuntas mendapatkan cuan dari Blog dengan materi yang sangat menarik.
Mengikuti Pelatihan Online Prakerja di Skill Academy.
Masa pandemi Covid-19, mengikuti pelatihan secara online sangat tepat karena memang tidak disarankan untuk menimbulkan kerumunan. Ada banyak manfaat yang didapat dengan mengikuti pelatihan dengan sistem webinar. Selain tentunya hemat waktu karena bisa dipelajari dalam waktu sehari, biaya pelatihan di Skill Academy sangat terjangkau. Mulai dari 15 ribu sampai yang termahal yaitu tidak sampai 300 ribu.
Ada banyak pilihan kegiatan belajar jarak jauh yang mungkin sesuai dengan passion kamu. Terdapat lima kelas dengan materi yang sangat menarik dan saya yakin banyak dibutuhkan untuk saat ini. Adapaun kelasnya sebagai berikut:
Kelas Bisnis Keuangan; ;
Kelas Pemasaran;
Kelas Pengembangan Diri;
Kelas Teknologi & Software;
Kelas Persiapan Tes.
Kelas di atas adalah kelas khusus untuk pelatihan online prakerja terbaik. Buat kamu yang ingin mengembangkan bakat yang sudah dimiliki atau ingin menambah pengetahuan tentang Blogging, bisa langsung menuju website Skill Academy, ya. 😉
Malam hari menjadi salah satu waktu yang tepat untuk ngobrol bareng suami. Mulai obrolan ringan sampai ngobrolin masa depan buat keluarga. Belum lama ini, obrolan tentang resolusi 2021 dan investasi masa depan yang pas menjadi topik yang menarik dan terus kami bicarakan rutin karena memang kami membutuhkannya. 😛
Kita semua tahu, pandemi masih berlanjut dan tidak tahu kapan akan berakhir. Makanya, membicarakan tanam modal menjadi salah satu perbincangan yang sangat menarik. Apalagi anak-anak masih kecil, saatnya untuk terus tanam supaya ada yang bisa dipanen nantinya, kan. Tolong aamiin-kan, deh. 😆
Sebenarnya bisa saja ngomongin liburan karena sudah seabad lebih kami tidak merasakan angin laut yang sepoi-sepoi, kangen jalan ke bukit, nongkrong lama di kafe, dan masih banyak aktivitas liburan yang bikin kangen. Tapi mustahil rasanya merencanakan pergi ke suatu destinasi di masa pandemi seperti sekarang ini. Rencana untuk tahun depan, empat tahu ke depan, berapa tahun lah itu, tetap rasanya kurang gereget. Makanya, kami lebih tertarik untuk cari tahu tentang investasi masa depan, dong. Menambah anak, misalnya. Kan investasi, tuh. 😛
Kebetulan pekerjaan utama kami bukan freelancer, jadi kami mempunyai penghasilan tetap, ngga goyah dengan adanya pandemi. Alhamdulillaah terus menerus, tidak berhenti untuk terus bersyukur. Setidaknya pengeluaran untuk kebutuhan primer keluarga dapat tercukupi. Usia kepala tiga tidak menyurutkan niat kami untuk terus menambah penghasilan. Selagi ada waktu dan peluang, kami ambil. Dan bagi kami, tidak ada kata terlambat dalam berinvestasi.
Lalu, bagaimana cara untuk menambah penghasilan?
Mencari peluang dari pekerjaan lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan bukan berarti kurang bersyukur. Ada pepatah “time is money”, bukan? Pepatah ini mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan waktu karena saking berharganya. Mengingatkan untuk terus belajar cara mengelola waktu dengan benar, seperti waktu untuk ibadah, keluarga, bekerja, termasuk menambah penghasilan yang pastinya membutuhkan waktu.
Sebelum mencari tahu cara untuk menambah penghasilan, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu hobi atau kiranya hal-hal apa yang dapat kamu kerjakan hingga nantinya bisa menjadi sebuah profesi. Hobi masak, misalnya. Ini bisa saja menjadi penghasilan tambahan. Yups, wanita karier yang juga punya hobi masak bisa juga menjajakan masakannya, bukan? Hanya saja untuk saat ini mungkin tidak perlu berjualan keliling karena bisa memanfaatkan gawai dan media sosial untuk berjualan.
Kemudian, jika kamu punya hobi bongkar pasang barang elektronik, ini bisa banget menjadi tambahan penghasilan. Apalagi jika punya basic dalam otak-atik mesin, paham tentang listrik, menjadi teknisi bisa juga menambah penghasilan. Ini terjadi pada suami saya. Saat SMK, dia ambil jurusan listrik. Karena memang suka otak-atik mesin juga, yaudah sekarang dia kerap membenahi barang-barang elektronik yang rusak. Hasil dari service-nya bisa untuk menambah penghasilan, dong. 😆 Atau, kalau kamu punya hobi menulis. Bisa juga menyalurkan hobinya dengan cara menjadi kontributor majalah, menjadi Blogger, atau copy writer.
Artinya, kamu bisa menambah penghasilan jika bisa menangkap peluang. Usahakan sesuai passion atau hobi baru supaya makin happy saat menjalankan pekerjaan untuk menambah penghasilan. Selanjutnya, kami ingin investasi dalam bentuk properti, nih. Kembali rajin menabung di tengah pandemi yang membuat kami bisa lebih irit. 😉
Investasi masa depan yang telah kami coba.
Obrolan tentang investasi masa depan ini bermula saat saya mencoba filter med tourism MH_New Year_2021 by medtorusimmy.id di Instagram. Lucu, sih, filternya. Filter ini mengajak pengguna Instagram untuk menggelengkan kepala, kemudian ada pertanyaan pilihan, gitu.
Saat itu saya mendapat pertanyaan: Tahun ini, kamu pengen? Ada dua pilihan jawaban yaitu Nabung Liburan atau Investasi Masa Depan. Begitu saya unggah ke Insta Story, suami lihat, dong. Malam harinya obrolan tentang investasi masa depan pun menjadi topik utama. 😆 Omong-omong, kami sudah mulai mencoba investasi masa depan sejak punya Kecemut, anak pertama kami. Awalnya kami tertarik untuk membelikan emas untuknya, maklum liontin dan cincin untuk anak-anak, tuh, lucu-lucu karena tersedia pilihan dengan berbagai karakter kartun, gitu. Tapi ternyata Kecemut tidak begitu suka memakai perhiasan. Akhirnya saya mengalihkan investasi untuk membeli logam mulia.
Yups, logam mulia menjadi bentuk investasi pertama kami. Kalau tidak salah ingat, tahun 2016 kami sudah memulai untuk investasi emas. Hasilnya? Uhui…harga emas jarang banget turun dan cenderung terus naik. Saya beli empat tahun lalu di angka 4 juta, sekarang kalau dijual sudah diangka 8 juta. Empat tahun memang waktu yang lama dan investasi logam mulia ini memang untuk jangka panjang, ya. Bukan beli sekarang dan tiga bulan kemudian dijual, bukan. Investasi ini bisa menjadi solusi buat emak-emak yang kurang lihai dalam memutarkan uang untuk berbisnis, seperti saya. 😆
Lalu, ada investasi reksa dana dan saham. Investasi ini belum lama kami coba. Kami masih terus belajar untuk investasi yang satu ini karena memang butuh belajar. Hahaha. Ini sudah belajar dari dulu, tapi untuk penerapannya kami masih suka terjebak dalam lautan luka dalam. 😆 Tapi kami tetap menikmatinya. 😉
Kemudian, ada deposito berjangka. Ini ketimbang saldo mengendap dalam bank, kami memilih untuk mengambilnya untuk deposit. Iya, menabung terus jalan. Dari uang hasil servise, menulis, influencer, dan dari hasil lain, tapi jika sudah memenuhi untuk dideposito, tarik saja untuk deposito atau kembali lagi untuk membeli sahan dan logam mulia tergantung minat kami saat itu. 😆
Traveling atau liburan nyaris menjadi kebutuhan utama. Tidak hanya untuk kalangan atas saja, kalangan bawah pun kadang menyempatkan untuk liburan barang setahun sekali. Artinya, ada rencana khusus untuk liburan. Yups, karena memang tidak sedikit keluarga yang punya hobi traveling. Akhir pekan yang sangat ditunggu-tunggu pun sering dimanfaatkan untuk liburan, menciptakan momen bersama keluarga, gitu. Makanya, ada yang rela menyisihkan uang saku atau uang gajian untuk menabung khusus buat liburan.
Selain untuk investasi, kami termasuk tim yang ikut menyisihkan uang untuk liburan. Jumlahnya tidak banyak memang, terpenting konsisten saja dan tidak diambil. Iya, sekarang banyak Bank yang menyediakan tabungan khusus untuk piknik, lho. Kalau memang tidak ingin disimpan di bank, saya bisa bantu menyimpannya. Hahaha. Bercanda.
Resolusi tahun 2021, kami fokus untuk investasi masa depan. Menabung, menabung, dan menabung. Tahun ini dan tahun berikutnya selagi mampu, gitu. Karena masih pandemi, jadi memang belum bisa liburan. Semoga pandemi lekas usai, ya. Kami terus berdoa, supaya perekonomian dunia membaik, Indonesia makin sehat, dan kami bisa kembali jalan-jalan. 😉
Eiits, jangan hanya berinvestasi masa depan, tapi berlibur juga perlu, ya. 😛 Omong-omong, apa resolusi kamu tahun ini, gengs? ^_^