20 Blogger Ini #PlesirMaringBanjarnegara

Hari Blogger Nasional hampir sebulan berlalu. Namun, keinginan para alumni Ketenger untuk merayakan hari spesial bagi para Blogger justeru tambah memanas, ganas. Harapan untuk bersilaturrahim juga makin menggebu.

Beberapa Blogger Ketenger memang punya hobi jelajah wisata. Mengingat beberapa member berdomisili di Banjarnegara, dan daya tarik objek wisata di Banjarnegara luar biasa banyaknya, kami pun memutuskan untuk mengexplore rindu di sini, di kota yang adem, ayem, tenang, aman dan damai. 😛 Ini gimana ceritanya bisa sampai explore rindu? 😆

Prosedur untuk kembali explore wisata kota tertentu, dalam hal ini yaitu Banjarnegara, ternyata tidak sesulit memecah telor dalam botol. Hahahaha Sekali datang ke Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara bersama teman-teman Blogger Banjarnegara, mereka welcome dengan niat kami untuk jelajah objek wisata unggulan Banjarnegara. Tentunya syarat dan ketentuan akan berlaku, dong.

Permisi, Bu Widhi. Kami mau ini itu di Banjarnegara. Niatnya, kami akan meryakan Hari Blogger Nasional, meski nanti waktunya tidak tepat pada tanggal 27 Oktober 2016. Kami datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pasti bisa ya, Bu. Pasti bisaaa!

Ya, kami langsung menemui Bu Widhi, Kasi Pemasaran Dinbudpar Banjarnegara. Penuh harap, langkah yang kami ambil tidak salah.

“Pertengahan Nopember, rencananya kami akan mengadakan Famtrip………….”

Deeegh!

Baru sampai kata rencananya, aku bahagia banget mendengarnya. Ini semacam ada kesempatan buat kami unjuk gigi untuk BANJARNEGARA, tanah kelahiranku yang banyak potensi wisatanya. Asli, aku tidak membohongi kalean.

Alhamdulillaah, rencana Famtrip TERWUJUD! Selama tiga hari dua malam, kami explore rindu wisata Banjarnegara, tanpa drama. Rintik hujan yang membasahi bumi The Pikas kami terima dengan hati riang. Rafting tetap berlanjut dengan seru. Pun dengan wisata tur wisata Dieng. Blogger Trip berjalan cantik, nggemesyin, dan sukses menyisakan rindu (lagi). 😛

Untuk mengeksiskan wisata Banjarnegara melalui media sosial, kami sepakat menggunakan tagar atau hastag #AyoPlesirBanjarnegara dan #PesonaBanjarnegara. 20 Blogger ini #PlesirMaringBanjarnegara,  dan explore #PesonaBanjarnegara yang sempat menjadi trending topic di twitter. *Peluuk Martin*

1. NYONG dan Si Kecemut | www.idahceris.com

A photo posted by Idah (@idahceris) on

 

2. Nelitanzila | www.ceriswisata.com

A photo posted by CERIS Wisata (@ceriswisata) on

3. Mas Halim | https://jejakbocahilang.wordpress.com

A photo posted by Halim San (@halimsantoso) on

4. Mbak Lidya | www.fitrian.net

A photo posted by @fitrian on

5. Mas Jujun | www.eventbanjarnegara.com

A photo posted by Jujun Afiat (@jujun_afiat) on

6. Mbak Olip | www.olipeoile.com

A photo posted by Sii Olipe (@olipe_oile) on

7. Pungky | www.pungkyprayitno.com

A photo posted by Pungky Prayitno (@pungkyprayitno) on

8. Mbak Rian | www.kulinerwisata.com

A photo posted by Atanasia Rian (@atanasia_rian) on

9. Mas Ganjar | www.banjarnegaraku.com

A photo posted by Ganjar Swasono Gumilar (@gsgumilar) on

10. Pakde Topan | www.surgakecil.com

A photo posted by PURWOKERTO, INDONESIA (@surgakecil) on

11. Agil | www.agilyanuar.com

A photo posted by Agil Yanuar (@agil_yanuar) on

12. Mas Pradna | www.bloggerbanyumas.or.id

A photo posted by Pradna Paramita (@pradna) on

13. Vandy | www.sastraananta.com

A photo posted by Fandhy Achmad Romadhon (@vandy_ar) on

14. Afri | www.afriantipratiwi.com

A photo posted by Afrianti Eka Pratiwi (@afriantipratiwi) on

15. Lutfi | https://fahrezy.wordpress.com

A photo posted by Lutfie Achmad Fahrezy (@lutfiachmadfahrezy) on

16. Mbak Tika | www.otwblog.com

A photo posted by Kartika Dwi Yuliastuti (@tikaskus) on

17. Hanif | www.insanwisata.com

A photo posted by insanwisata (@insanwisata) on

 

18. Mas Erwin | www.erwinabdillah.com

A photo posted by Erwin Abdillah (@erwinabcd) on

19. Mas Abi | www.kompasiana.com/abihasantoso

A photo posted by Abi Hasantoso (@abi_hasantoso) on

20. Mas Imam | www.acarakita.net

A photo posted by Lij Imam Nurrokhman (@lijimam) on

 

Terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang sudah memfasilitasi, dan mendampingi Famtrip ini. Makasih juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah atas supportnyaKepada pelaku usaha: RM. Sari Rahayu, @thepikasresort, Bannyuwoong Rafting, D’Qiano Waterpark, UPT Dieng, dan Oleh-oleh Tri Sakti. Makasiiih semuanyaa. Love you all, and Miss you all. #TerMasAbi

Btw, Ada yang belum kenal dengan Blogger di atas? Ada yang belum follow akun Instagram mereka? Kenalan dulu dengan cara follow mereka. Temukan hastag #PesonaBanjarnegara di Instagram dan jangan lupa #AyoPlesirBanjarnegara! Banyak bahagianya, ketimbang dramanya. Asli. 😉

Tanoto Foundation Turut Mendukung Indonesia Sebagai Poros Maritim

Ngomongin kekayaan bumi pertiwi, tuh, tidak ada habisnya, ya. Apalagi kekayaan laut, yang mana Indonesia menjadi negara Kepulauan terbesar di dunia. Tentunya banyak hasil yang didapat dari sektor yang satu ini, kan.

Memang, aku tidak mengikuti perkembangan berita tentang Negeri yang kaya akan pulau ini. Namun, beberapa kali pernah mendengar berita tentang permasalahan yang terjadi di dunia maritim.

Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Saat ini Pemerintah Indonesia tengah menjalankan sebuah misi penting terkait dengan dunia maritim. Pemerintah ingin menjadikan negeri kita sebagai poros maritim di dunia.

Presiden Joko Widodo menegaskan keseriusan pemerintah. Menurutnya Indonesia sudah terlalu lama memunggungi laut yang sejatinya merupakan potensi terbesar negara.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sudah lama melupakannya bahwa dua pertiga wilayah kami terdiri dari air. Air yang kaya sumber daya maritim, seperti ikan, gas, minyak, dan keragaman hayati,” kata Jokowi.

Untuk mengembalikan jati diri Indonesia sebagai negeri maritim, Presiden menandaskan Pemerintah akan melakukan berbagai upaya.

Kami akan membangun infrastruktur maritim, menjaga sumber daya laut kami dari eksploitasi ilegal dan merusak. Kami hendak memanfaatkan kekayaan laut untuk rakyat kami, menjaga keamanan dan keselamatan laut sebagai urat nadi perdagangan dunia. Kami juga ingin melestarikannya untuk anak cucu kami dan untuk dunia,” tegas Jokowi.

Langkah yang diambil pemerintah itu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pihak swasta. Partisipasi dalam bentuk apa pun sangat dibutuhkan bagi keberhasilan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Hal ini menggugah pengusaha sukses Indonesia, Sukanto Tanoto, untuk ikut andil. Dengan memanfaatkan kegiatan Tanoto Foundation yang didirikannya. Sukanto Tanoto hendak membantu meningkatkan kemampuan maritim negeri kita ini.

Teman-teman sudah tahu tentang Tanoto Foundation, kan?

FYI, Tanoto Foundation adalah lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanotodan Tinah Bingei Tanoto yang memiliki fokus pada penanggulangan kemiskinan melalui dukungan terhadap pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup.

Salah satunya diwujudkan dalam dukungan terhadap sejumlah penelitian kelautan. Satu di antaranya dilakukan oleh tim dari Unversitas Indonesia  (UI) yang mendapat dana hibah dari Tanoto Student Research Award.

Mahasiswa UI menciptakan kapal robot yang dapat dimanfaatkan untuk laut Indonesia. Mereka menamainya sebagai Makara 05 dan Makara 06. Makara 05 berbentuk kapal yang berfungsi sebagai drone di permukaan laut. Sementara itu, Makara 06 punya fungsi berbeda. Alat ini mampu menyelam hingga kedalaman 100 meter dan bertahan di dalam air selama empat jam.

Makara-06 dan Makara-05 dirancang untuk misi yang spesifik, yaitu sebagai pengganti kerja manusia di permukaan maupun dalam air guna menunjang aktivitas di bidang seperti keamanan, penelitian bawah laut, serta penanganan bencana sehingga bermanfaat untuk negeri kita sendiri,” ujar Ketua Tim Makara-06 Zulfah Zikrina.

Zulfah menyatakan, Indonesia membutuhkan banyak sarana seperti Makara pada masa depan. Hal ini penting demi menjaga keamanan lautan Indonesia dari ancaman penyusupan kapal asing ilegal.

Tanoto Student Research Award merupakan salah satu kegiatan Tanoto Foundation untuk merangsang kehadiran peneliti andal di Indonesia.

Tanoto Foundation yang didukung oleh keluarga Sukanto Tanoto mewujudkannya dengan memberi hibah Rp100 juta per tahun ke sejumlah perguruan tinggi yang menjadi mitra. Dana itu nantinya yang dimanfaatkan untuk membiayai sejumlah penelitian seperti yang dilakukan di UI tersebut.

Semoga dengan adanya dukungan dari keluarga Sukanto Tanoro, dunia Maritim Indonesia makin baik, ya.

Membuat Kue Kering dari Kulit Pisang yang Kaya Manfaat

Kulit pisang menjadi salah satu bahan kue kering. Kebayang enaknya, uniknya, atau anehnya? 😀 Awas…jangan merinding, dulu. Karena kulit pisang yang akan menjadi bahan kue kering di sini bukan kulit pisang utuh, melainkan kulit tersebut diolah terlebi dahulu. 😉

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kulit buah yang mempunyai kandungan vitamin dan kaya akan manfaat dapat dijadikan bahan makanan atau bahkan obat. Ini tidak masalah, ya. Selagi kulit buah tersebut tidak membahayakan.

Membuat kue kering dari bahan kulit pisang ini solusi banget bagi Bu Ibu yang ingin berkreasi membuat camilan, tapi memaksimalkan bahan. Setelah menggoreng pisang, lalu kulitnya dimanfaatkan untuk membuat kue kering.

Berikut bahan, peralatan, dan cara membuat kue kering yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu:

  • Kulit pisang 10 buah,
  • Tepung terigu 1 kg,
  • Tepung maizena ¼ kg,
  • Telur 4 butir,
  • Gula ½ kg,
  • Vanili,
  • Mentega,
  • Susu bubuk,
  • Keju, Chococips,
  • Plastik,
  • Cetakan,
  • Loyang,
  • Baskom,
  • Oven.

Cara membuat kue kering berbahan dasar kulit pisang ini juga sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Potong kulit pisang kecil-kecil agar lebih mudah saat di hancurka;
  2. Blender kulit dan usahakan jangan terlalu banyak kadar air. Karena adonan akan sulit matang dan kering;
  3. Campur tepung terigu, maizena, kulit pisang yang sudah halus, susu bubuk, gula, mentega, vanili, dan telur lalu aduk sampai benar-benar rata dan tercampur sempurna;
  4. Siapkan meja yang sudah diberi alas plastik, taburi dengan tepung terigu agar tidak lengket saat mencetak;
  5. Bagi adonan tersebut menjadi 4 bagian. Ambil bagian pertama, lalu gilas dengan alat penggilas atau jika tidak punya anda bisa menggunakan botol kaca. Gilas hingga pipih dan rata;
  6. Kamu bisa mencetak dengan menggunakan cetakan dengan cara menekan di atas adonan tersebut. Letakkan dan tata hasil yang sudah dicetak pada loyang;
  7. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis;
  8. Tabur keju atau chococips di atasnya;
  9. Masukkan ke dalam oven sekitar 20 menit;
  10. Tata dalam toples saat sudah dingin;
  11. Camilan kue kering siap dinikmati.

Kue kering yang terbuat dari kulit pisang ini rasanya manis dan lezat. Cocok untuk menemani saat santai pagi atau sore, sambil minum teh. Selain rasanya nikmat, camilan ini juga sangat sehat karena berbahan dasar buah berkhasiat.

kue-kering-pisang
pict: teropongbisnis.com

Sama seperti buahnya, kulit dari buah berwarna kuning dan hijau ini memiliki manfaat dan kandungan gizi yang sangat melimpah. Salah satu diantaranya adalah kaya akan nutrisi bagi kesehatan kulit. Semua bahan yang terkandung di dalam kulit pisang, mampu menangkal radikal bebas dan bisa digunakan sebagai UV Protector.

Banyak manfaat yang bisa didapat dari kulit pisang, tentunya dengan cara diolah terlebih dahulu. Meskipun demikian, ternyata kulit pisang juga bisa digunakan tanpa diolah, fungsinya untuk mengobati jerawat dan memutihkan gigi. Sebagai pengganti pasta gigi. Sudah pernah mencoba? 😉

Vitamin B6, Vitamin C, Magnesium, Fosfor yang terkandung di dalam bagian terluar dari pisang ini sudah tidak perlu diragukan lagi, khususnya untuk menghaluskan wajah.

Begitu banyak manfaat dari kulit pisang, ya. Khususnya untuk camilan ini. Hayuuk…coba resep dan cara membuat kue kering berbahan dasar kulit pisang. Begitu mudah untuk praktikkan. 😉

Cara Asyik Menikmati Telaga Paling Memesona di Jawa Tengah

Jawa Tengah, sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa mempunyai segudang destinasi wisata menarik. Asli. Tidak sedikit kota di Jawa Tengah mempunyai warisan Budaya yang tmasih terrekam sampai sekarang. Wisata Sejarah, Kuliner dan objek wisata yang saat ini makin banyak dicari, dikunjungi wisatawan. Adalah Wisata Alam.

Sebutlah Banjarnegara, salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dimana destinasai Wisata Alamnya makin banyak. Tidak sedikit objek wisata alam yang baru-baru ini bermunculan di Banjarnegara, Jawa Tengah. Curug-curug tersembunyi di Desa-desa bagian atas, misalnya. Menambah daftar deretan wisata alam yang layak dikunjungi ketika singgah di Banjarnegara. Pun termasuk telaga yang paling memesona di Jawa Tengah. Memang, telaga ini bukan telaga baru, hanya saja gaungnya mulai terdengar.

Sore itu, hujan deras tiba-tiba mengguyur jalan Selomerto, Wonosobo. Kami yang tengah asyik menambah kecepatan laju sepeda motor, tanpa kompromi, menepi ke deretan Rumah Toko yang berada di pingir jalan raya.

Pakai mantel, dan amankan barang bawaan, ya. Kita akan menerjang hujan sampai lokasi.” Mas Ganjar, lelaki yang memimpin perjalanan menuju Telaga, mengambil keputusan yang luar biasa. Nampak tidak ada rasa was was , atau takut, sedikitpun.

Ya…gimana lagi, menuju telaga paling indah di Jawa Tengah adalah salah satu napsu yang sempat memuncak dari zaman jahiliyah. Kebanyang lah, ya. Makanya jangan heran, Mas Ganjar sampai mengeluarkan jurus kuda lumping.

Tidak sampai sepuluh menit persiapan, kami kembali melaju. Alhamdulillaah… hujan deras hanya sampai Dieng Wetan, Wonosobo. Ya, untuk mencapai Telaga Dringo, telaga paling memesona di Jawa Tengah, kami memilih jalur Wonosobo dengan waktu tempuh kira-kira 90 menit dari tengah kota Banjarnegara. Alasan memilih akses ini tak lain karena jalan menuju Dringo lebih mudah dijangkau. Akses lainnya yaitu lewat jalur Banjarnegara kira-kira selisih 15 menit perjalanan. Memang lebih cepat, tapi kondisi jalan kurang bagus. Sejauh ini, akses menuju Telaga Dringo lebih nyaman melalui jalan Wonosobo-Dieng.

1 TELAGA DRINGO BANJARNEGARA
View dari depan tenda…

Melihat suguhan Telaga Dringo yang tidak hanya sekadar memesona, sekaligus perjalanan yang bisa dibilang cukup nekat ini menjadi moment yang susah dilupakan.

Mengendarai sepeda motor matic di jalan yang belum beraspal. Naik, temurun, dan beberapa kali sempat tidak percaya diri ketika menjumpai kelokan yang mana membuat gerogi. Nanjak, berkelok, dengan medan masih berupa tanah, dan bebatuan yang kurang tersusun.

Satu motor sempat terselip, motor matic yang dikendarai Mas Eko dan Lulu. Sementara motor satunya yang dikendarai Mas Ivan dan Winda sempat ngetril heboh karena KELEBIHAN MUATAN. HAHAHAHAHA *ngelirik Winda* Sedangkan motor Mas Ganjar aman, karena aku lebih memilih jalan kaki sampai lokasi meski bikin betis makin mlentis, tungkak pegal, dan si pahe makin kuat. Ini moment banget! Asli. Makanya, ke Telaga Dringo sampai tidak bermalam itu rugiiiii. Asli, rugiii banget. Kareba ada banyak cara asyik untuk menikmati keindahan alam Dringo.

Berikut cara asyik menikmati Telaga Dringo, telaga paling memesona di Jawa Tengah. Cara asyik yang pernah kami lakukan bersama.

Jogging

Udara Dringo di pagi hari khas banget. Belum banyak Petani berlalu lalang di sekitar Telaga. Pemandangan alam nan hijau, perbukitan kanan-kiri, hamparan rumput, serta banyaknya pohon di antara perbukitan, menggugah semangat pagi hari untuk jogging. Cukup satu putaran, sukses membuat napas ngos-ngosan, baju basah karena keringat. Memori kamera juga ikut fresh kareana full dengan lanskap pemandangan alam.

2 SISI LAIN TELAGA DRINGO
Sayap kanan Dringo…

Ya…bagaimana tidak. Baru mau start jogging, sudah dihadapkan dengan pesona bukit Dringo yang segarnya melebihi Kang Al Ghazali abis mandi. Gunung yang berada di seberang, seakan berbisik: “jepret aku, jepret aku, dong. Jepret aku yang gagah, maskulin. Please.”

Telaga yang berada di perbatasan antara Kabupaten Batang dan Banjarnegara, dan lebih dikenal milik Banjarnegara ini asyik banget buat jogging. Jalan setapak yang kerap digunakan Petani sebagai akses menuju ladang, cukup membantu untuk olahraga Jogging. Sambil mencari embun, atau menanti Sunset. Jogging disekitar Dringo begitu mengasyikkan. Apalagi, teman seperjalanan pada semangat jogging. Nular, deh.

Camping

Telaga yang berada di ketinggian 2.222 m dpl merupakan telaga tertinggi di Pulau Jawa. Kebayang asyiknya camping di Dringo, kan? Camping di kawasan hutan yang -semoga- seterusnya akan terjaga kelesatariannya (aamiin), hutan heterogen, hutan yang membuat kami betah karena banyak pohon yang asyik banget buat pepotoan. Lha, ini pepotoan lagiii. 😆

“Cukup dengan tiga sampai empat jam di Dringo tanpa menginap!”

1 TELAGA DRINGO CAMPING

telaga-paling-memesona-di-jawa-tengah

Duuh…serius? Camping laah…CAMPING! Meski Telaga ini belum ada yang “ngejagain”, tapi camping di sini aman. Panggil saja Mas Ivan via udara, jika ingin merasa lebih aman jiwa, raga dan juga perut. Dia akan siap menjaga kalian dengan syarat dan ketentuan berlaku. Qiqiqiqi

Penduduk setempat yaitu penduduk Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, sepertinya belum tergugah untuk andil mengelola Telaga sebagai objek wisata. Telaga ini sepenuhnya dikelola oleh Dinas Kehutaanan dan sampai sekarang belum dijadikan objek wisata. Hanya menitip jejak, atau camping sepuasnya di sini, tidak dikenakan biaya.

Naik Bukit!

Sist, kalau sudah sampai Telaga Dringo dan camping, please jangan cuma boboan di tenda, ya. Jangan hanya numpang makan dan minum di tenda. Naiklah ke Bukit. Ada kado spesial di atas sana.

Perjalanan menuju Telaga saja sudah penuh perjuangan, ya. Dari kompleks Candi Dieng, kurang lebih 30 menit dengan mengendarai sepeda motor. Belum lagi, treckkingnya yang membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dari jalan masuk, sesampainya kawasan hutan. Sayang banget kalau hanya menikmati dengan cara duduk di tepi Telaga.

Duuuh…galau ya, Sist? Qiqiqiqi

telaga-dringo-3-dieng
Bukit Dringo sebelah selatan. . .

Dringo cukup dekat dengan obyek wisata Kawah Candradimuka dan Sumur Jalatunda. Pernah mendengar dua objek wisata tersebut, kan? Kalau belum pernah, browsing dulu, deh. Atau, langsung ke sini aja, merasakan sensasi medan off-road untuk melihat Kawah Candradimuka dan tentunya Telaga yang paling memesona di Pula Jawa. *serius, paling memesona di Pulau Jawa* *tidak hanya di Jawa Tengah* *tidak percaya* *makanya ke Dringo*

Salah satu objek wisata yang kusebut, yaitu Sumur Jalatunda, dapat dilihat diameternya dari bukit Dringo, dan itu nampak unik syekali. Lihat, tuh, foto di atas. Nampak ada lubang dekat kepalaku, kan? Itu Sumur Jalatunda yang dipercaya bisa membuatmu berhasil keliling dunia jika bisa melempar batu sampai seberang Sumur.

Hah? Ini serius? 

Ya…coba saja tanya kepada penjaga objek wisata Sumur Jalatunda, ya. HAAAAAAP!

Di dekat bukit sebelah selatan, banyak tanaman Kentang yang mana perairannya mengambil dari Telaga Dringo. Bukit paling unik, dan sempat membuatku berpikir keras yaitu bukit yang berada di sebelah kanan, atau utara Telaga. Selain banyak pohon yang instagenic, di atas bukit ada pemakaman yang sama sekali tidak horror. 😆 😛

telaga-dringo-2-jawa-tengah
Kalau malam-malam, mana bisa deketan gini, ya. Hahahaha

Uwoooo…semalam tenda kita, tempat bobok kita, ternyata dekat dengan pemakaman, ya! Sedaap benar!😛

Tidak usah menghayal, atau berpikir macam-macam, ya. Pemakaman ini bukan pemakaman pada umumnya, kok. Menurut penduduk setempat, beberapa tahun silam pernah ditemukan tulang-tulang di sekitar Bukit. Wara memilih untuk menguburnya. Tulang-tulang tersebut entah tulang manusia atau hewan, aku tidak ingat. Padahal, Lulu dan Winda sempat menanyakannya kepada salah seorang Petani yang sedan memanen Kentang di Ladang dekat bukit. Tapiii…aku lupa. 😆

Pepotoan!

Ini wajib banget dilakukan. Apalagi sebagai Blogger, tidak cukup dengan lima puluh jepretan. Meski hasil jepretaku biasa-biasa saja, tapi setidaknya punya dokumentasi di Dringo yang akan menjadi kenangan sepanjang masa. Dan yang paling penting, foto-foto yang diambil bisa dijadikan blog post, sekalipun itu foto narsiiiis. 😛

TELAGA DRINGO BANJARNEGARA
Anak Pohon pasti betah di sini!

Ada banyak spot menarik di Telaga Dringo. Makanya, saat piknik ke Dieng, sempatkan untuk datang ke Telaga Dringo, telaga paling memesona di Pulau Jawa! 😉

Eiya…di kawasan Dringo ini masih bersih, dan akan terus bersih dari yang namanya sampah. Makanya, perlu banget menyiapkan wadah untuk membawa pulang sampah-sampah yang telah diciptakan manusia. Atau, korek api juga bisa. Siapa tahu ada plastik-plastik yang tertinggal di Dringo. Kita sama-sama menjaga Dringo supaya terus dan makin memesona.

telaga-dringo-1-banjarnegara
Berkabut, dan tetap memesona. Dringo!

Sekali lagi, jika sudah sampai kawasan Dataran Tinggi Dieng, atau Kawasan Candi Arjuna, Banjarnegara, singgah lah di Telaga Dringo, telaga paling memesona di Jawa Tengah. Jangan lupa, ceritakan pengalaman terbaikmu. Ceritakan kepada Dunia melalu media blog, instagram, twitter, facebook, atau media sosial lainnya. Ya ya ya…

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah

Hari Blogger Nasional, Merdeka (Sejenak) di Pagi Hari

Hari Blogger Nasional pada tahun ini jatuh pada hari kerja. Kamis, 27 Oktober 2016. Artinya, aku tidak bisa merayakannya meski hanya bersama suami, atau si kecil. 😀 Meski demikian, aku seperti tidak ingin melewatkan hari ini tanpa aktivitas Blogging. Maksa, ya? Merdeka sejenak laaaaah! HALAL. 😛

Usai mengisi daftar hadir, aku “parkir” di bangku panjang dekat kolam ikan, sebelah kiri kantin. Bangku yang biasanya digunakan oleh Bapak-Bapak untuk santai setelah makan, udud bareng, atau sekadar melamun entah memikirkan apa.

Banyak berita acara yang belum diketik. Atau, ternyata besok hari Jum’at. Pulang kagak, ya?.” Mungkin itu termasuk bagian yang menghiasi pikiran mereka.

Pagi ini, tidak seperti pagi kemarin, kemarin-nya lagi, pagi biasanya saat sampai di tempat kerja. Bangku panjang itu aku kuasai. Hanya ada aku di situ. Sebentuk kesengajaan aku melakukan aktivitas yang membuat banyak teman banyak bertanya.

Kamu sakit?

Pagi-pagi udah “pacaran” sama bojo. Semalam kagak ketemu, ya?

Handphone baru, ya

Merdeka menjadi Blogger sudah kurasakan sejak menjadi Blogger. Apalagi sekarang, makin merdeka, dong. Makin makmur dan sejahtera. 😛

Sekali lagi, pagi ini tidak seperti pagi biasanya saat sampai di tempat kerja. Duduk santai sembari di dekat kolam sambil memerdeka-kan diri (sejenak) sebagai Blogger karena hari ini adalah Hari Blogger Nasional. Merdeka sejenak yang kumaksud yaitu meluangkan waktu untuk kegiatan Blogging yang selama ini nyaris tidak pernah kulakukan kecuali by request. Merdeka sejenak di pagi hari. Lanjut saat pulang nanti.

Memang, kegiatan apa, sih?

Adalah BLOGWALKING! 😆 😀 :mrgreen:

Parah banget! Ya…gimana lagi, Kawans. Ternyata aku belum bisa membagi waktu untuk silaturahim seperti dulu, zaman masih single. Lebih parahnya lagi nih, ya. Setelah aku tinjau, belakangan ini, aku NgeBlognya sekadar update job atau placement. Jarang curhat, apalagi curcols. HAHAHAHA…*yagimanalagi* *anak kos pingin punya rumah susun*

Tanpa melihat linimasa yang pastinya banjir update-an perayaan Hari Blogger Nasional, aku membuka blog list, dan mulai blogwalking. Rasanyaaaaaaaa…pagi ini istimewa banget, merdeka banget, nyenengin banget, sampai pingin nyebur ke kolam ikan. *ini lebay dan bohong banget* Pagi-pagi bisa nyentuh Blog, dan Blogwalking. Asli, baru pagi ini sejak setahun yang lalu. 😛

Jujur dari hati yang terdalam, aku kangen silaturrahim ke blog Teman-teman, nih. Kurang update keseharian Teman-teman Blogger membuatku kurang pergaulan. KUPER. Apalagi, sekarang sudah tidak update berita di facebookBeuuh…tambah KUPER. Tidak update berita Tante Jupe yang katanya mirip masa mudanya Gusti Nurul sih biasa saja, ya. Lha ini, ngakunya Blogger tapi tidak hapdet di dunai per-blogger-an. HAHAHAHA…Wis…PAYAH.

hari-blogger-nasional

Tapii…yoben waelah. Terpenting pagi ini aku sudah Blogwalking sambil ngucapin selamat Hari Blogger Nasional kepada beberapa teman Blogger lewat kolom komentar. Ya…memang hanya beberapa teman Blogger saja, sih. Tapi, setidaknya aku jadi tahu kabar mereka dan keluarga.

Hari Blogger Nasional tahun lalu, aku ada bersama Teman-teman  Ketenger. Pagi-pagi sudah diajak senam EZEGEZEG! Tahun ini, aku merayakan Hari Blogger Nasional bersama ikan-ikan seksi. Yanasib, terus bersyukur dan bahagia menjadi BLOGGER! :mrgreen:  :mrgreen:  :mrgreen: 😆 😛 😛

KALAU KAMU, BLOGGERS?

UDAH NGAPAIN SAJA DENGAN SI BLOG?

Kenapa Check-Up Tahunan itu Penting?

Sebelum nulis ini, aku mencoba cari inforamsi tentang berapa banyak masyarakat Indonesia yang rutin melakukan check up tahunan. Informasi yang kucari lengkap banget dibahas oleh Kompas. Bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan masih tergolong rendah.

Hayook…siapa yang sama sekali belum pernah health check-up

Aku pernah sekali melakukan pemeriksaan kesehatan, yaitu pas lagi progam hamil. Itu pun tidak menyeluruh. Asli. Sampai aku menulis tentang health check-up ini, aku belum pernah melakukan health check-up full version. 😆 😀 😛

Melihat minimnya masyarakat Indonesia yang melakukan health check-up, ternyata ada beragam alasan yang membuat mereka enggan melakukan tes kesehatan tahunan. Mulai dari biaya tes atau pemeriksaan yang dirasa mahal, ketidakbiasaan dengan perawatan medis, hingga ketakutan karena jadi tahu masalah kesehatan.

Menjadi tahu masalah kesehatan! Ini yang bikin aku sendiri takut memeriksakan kesehatan tahunan. Tidak haran, jika hanya 1 dari 3 responden di kota besar yang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tiap tahun. Padahal pemeriksaan kesehatan tahunan adalah hal yang penting.

Kenapa Pemeriksaan Kesehatan Tahunan Penting?

  • Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Check-up secara rutin dapat membantu Dokter untuk mengetahui masalah kesehatan sejak dini. Jika ada masalah ditemukan, Dokter bisa langsung memberi informasi mengenai pilihan pengobatan yang tersedia. Masalah kesehatan yang diatasi secara dini dapat mencegah komplikasi.

Sudah tahu risikonya, tapi tetap saja aku enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara tahunan, ya. Padahal baik banget jika pemeriksaan kesehatan tahunan ini menjadi tradisi.

Keuntungan jika ternyata keadaan tubuh sehat, tidak ada masalah, hasil ini akan membantu mengetahui kondisi kesehatan tubuh. Meski tidak ada masalah, Dokter biasanya tetap memberikan tip apa yang harus diperhatikan, bagaimana pola makan yang baik, olahraga apa yang sebaiknya dilakukan, dan lain-lain.

  • Memotong Biaya Rumah Sakit

Memang, biaya checkup cukup besar. Tapi tanpa disadari, ini bisa menyelamatkan tabungan dalam jangka panjang. Semisal ada penyakit serius dalam tubuh dan tidak diketahui sejak awal, lama kelamaan penyakit tersebut berkembang dan membutuhkan penanganan khusus. Pastinya, biaya untuk penanganan tersebut jauh lebih mahal. Ya, kaaan?

Sebenarnya, apa Saja yang Dilakukan dalam Pemeriksaan Kesehatan Tahunan?

Jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan dalam pemeriksaan tahunan, antara lain: tes tekanan darah, pemeriksaan kadar kolesterol, pemeriksaan indeks massa tubuh dan tes kegemukan, tes diabetes, dan pap-smear (khusus bagi perempuan). Paket pemeriksaan tahunan yang ditawarkan rumah sakit berbeda-beda. Apalagi pemeriksaan detil sampai organ tubuh seperti Jantung. Masih sangat jarang untuk paket ini.

Biasanya sebelum pemeriksaan kesehatan secara tahunan, pasien diminta untuk puasa paling tidak 12 jam. Ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat dan maksimal. Mulai saja berjaga-berjaga. Ini hampir akhir tahun, lho.

Teman-teman pasti rutin untuk periksa keehatan tahunan, kan? Yuuk..sama-sama jaga kesehatan, Kawans! 😉

Rekomendasi Waterpark yang Asyik di Banjarnegara

Semenjak masih berdua, aku dan suami kerap mengisi akhir pekan yang tidak cukup panjang dengan kegiatan renang. Salah satu olahraga menyenangkan yang dapat kami lakukan bersama. Menyenangkan karena dapat menyehatkan badan, dompet dan yang tak kalah asyik tuh karena Banjarnegara mempunyai waterpark lebih dari satu.

Ini lah yang membuat kami tidak pernah bosan untuk renang. Terlebih saat ini ada si kecil, renang makin menyenangkan dan menjadi salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu. Cuma bedanya, dulu hampir tiap akhir pekan, sekarang satu bulan cukup sekali. Ini kalau mood kami lagi normal. Kalau mood sedang terjun, bisa sampai lupa rasanya main perosotan di kolam renang. 😛

Memang, waterpark di Banjarnegara belum setenar Owabong, waterpark di Purbalingga. Tapi, waterpark yang ada di Banjarnegara tidak kalah KEREN! Asli. Serius. Yakin.

Kagak percaya? Mari buktikan sekarang juga! 😆 😛 :mrgreen:

1. Surya Yudha Park

Sedari masih sendiri, aku memilih waterpark ini karena lebih mudah dijangkau dengan transportasi umum dan dekat dengan rumah, yaitu di Jl. Raya Karang Kobar KM. 1, Desa Rejasa, Madukara, Banjarnegara. Meski bukan waterpark favoritku, aku merekomendasikan SYP (Surya Yudha Park) sebagai pilihan pertama karena di sini tersedia berbagai jenis kolam untuk usia anak-anak sampai dewasa.

SYP ini waterpark favorit suami. Menurutnya, dia merasa nyaman dan betah renang di sini karena banyaknya wahana dan fasilitas yang disediakan. Seramai apapun, dia bisa menikmati. Lebih puas, katanya.

surya-yudha-park-banjarnegara

Fasilitas pendukung yang ada di SYP diantaranya yaitu Hotel bintang tiga, Cafe, Bioskop, Tempat fines, Berbagai spot menarik untuk berfoto, dan fasilitas lainnya seperti family karoke. Btw, si kecil juga suka banget kalau diajak ke sini. Soalnya banyak visualiasi yang membuatnya gemas. Seperti Onta yang ada di taman, atau patung merlion.

Meski HTM (Harga Tiket Masuk) cukup terjangkau, yaitu Rp 25.000 per orang, tapi waterpark ini kurang ramah untuk bayi sampai usia satu tahun. Kenapa? Karena SYP belum menyediakan air hangat yang dibutuhkan oleh bayi. Ya, supaya tubuh lebih fit dan nyaman, si kecil biasanya kumandikan dengan air hangat setelah renang.

2. D’Qiano Hot Spring Waterpark

Renang di Dataran Tinggi Dieng yang mana udara di sana dingiiiiiine pwoool. Pernah kebayang?

Ini kolam renang favoritku! Meski tidak begitu luas, tapi puas banget renang sekaligus berrendam di dalam air hangat alami. Iya, hangatnya kolam renang di D’Qiano ini alami dari aliran Sileri Dieng.

Kebayang nikmatnya, kan? Renang di waterpark tertinggi se Indonesia raya.

dqiano-dieng-banjarnegara

Seramai apapun D’Qiano, aku tetap betah berlama-lama di sini. Selain suguhan alamnya yang cakep abis, ada dua kolam dengan suhu lebih hangat dari kolam renang utama yang dapat digunakan untuk terapi. Kolam terapi ini airnya agak samar-samar aroma belerang, gitu.

Btw, di sekitar D’Qiano juga terdapat penginapan. Ya, menginap di sekitar D’Qiano, lalu paginya berrendam di kolam hangat. Asyik banget! Fasilitas penunjang seperti tempat makan, kamar ganti, toilet, dan mushala, telah disediakan.

HTM D’Qiano ini sangat terjangkau. Cukup membayar Rp 30.000, pengunjung bisa mulai renang dari jam 09.00 sampai jam 17.00 WIB. Renang sampai kulit keriput. Hahaha

Kami belum pernah mengajak si kecil ke sini karena lokasinya cukup jauh dari rumah. Tepatnya di Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara. Kurang lebih 90 menit dari rumahku. Padahal kalau dekat, tidak perlu repot-repot memesan air hangat untuk mandi si kecil karena air kolam sudah hangat, ya. 😛

3. Kolam Renang Serulingmas

Ini belum masuk waterpark. Masih sebatas kolam renang biasa. Kolam renang paling sederhana versi kami, tapi menjadi kolam renang andalan keluarga. Memang, tidak banyak mainan dan tipe kolam di sini, tapi kami nyaman di Kolam Renang Serulingmas.

Kolam renang ini satu lokasi dengan TRMS (Taman Rekreasi Marga Satwa) Serulingmas yaitu di Jalan Selamanik No. 35, Kutabanjarnegara. Ini salah satu alasan, mengapa kolam tersebut menjadi kolam favorit keluarga. Jika sedang punya banyak waktu, kami memilih untuk  keliling taman terlebih dahulu, melihat koleksi satwa TRMS.

seerulingmas-banjarnegara

Fasilitas yang disedakan sebanding dengan HTM yang murah meriah yaitu Rp 5.000 per orang, dan anak sampai usia 1 tahun gratis. Di sini serba sederhana, termasuk tempat ganti, toilet dan beberapa warung kecil yang menjajakan minuman dan makanan ringan. Sederhana, tapi pelayanan cukup memuaskan, baik dari bagian loket sampai warung-warung.

Selain satu lokasi dengan TRMS, alasan lain kenapa waterpark ini menjadi favorit kami yaitu karena ada satu warung yang menyediakan air hangat untuk mandi. Tidak hanya untuk bayi saja, orang dewasa juga boleh membeli air panas di warung.

Ya, air panas dijual dengan harga Rp 1.000 per gayung. Nyenengin banget pokoknya. Cukup beli tiga gayung, badan si kecil nampak lebih fit. Bapake sama Mamake cukup pakai air segar di kamar mandi. 😛

4. Serayu Park

Baik weekday maupun weekend, waterboom ini serasa milik pribadi. Suasananya tidak terlalu ramai. Meski banyak anak-anak yang menikmati kolam ini, tapi suasana SP (Serayu Park) tetap saja adem. Sebenarnya, aku suka banget renang di sini, di waterpark yang lokasinya cukup dekat dengan Kolam Renang Serulingmas. Namun, suami agak malas-malasan kalau diajak ke sini, nih.

Kira-kira karena apa malasnya? Padahal, kolamnya sama bersih dengan ke tiga kolam di atas.

serayu-park-banjarnegaraBagi suami, kolam renang dewasa di SP kurang greget. Padahal, aku suka banget dengan kolam arusnya. Tapi, suami suka alasan banget, nih. Padahal, pelayanannya okejos. Pengalaman, aku pernah minta air hangat untuk mandi si kecil, tapi karena tidak ada fasilitas tersebut, karyawan SP yang berada di sekitar kolam menawarkan satu liter air mineral untuk dimasak. Baik banget kan, ya. Peduli.

Air hangat tersebut tentunya tidak gratis. Maklum, sih, air mineral saja beli. Masa mau gratis muluuuu, ih. Cukup membayar Rp 5.000 tanpa tips, si kecil bisa mandi dengan air hangat, yey!

Eh, pingin tahu alasan lain, kenapa Ayahnya Jasmine malas-malasan kalau diajak renang di SP?

“HTMnya sih murce, Rp 15.000 per orang. Tapi, makanan di restonya mihil-mihil. Males ah!”

Hihihi…biasanya yang malas masalah duit itu perempuan, ya. Tapi ini laki-laki punya rasa malas juga. Uhuy…yaiyalaaah, orang yang bayarin untuk renang beserta embel-embelnya kan Ayaaaaah! HAHAHAHA…Suami juga paham banget dengan kebiasaanku setelah renang di sini. Yaitu mampir ke Resto Bumbu Alam yang berada di dalam satu lokasi, gitu. Dan aku selalu memesan makanan dan camilan dobel dobel dobel yang harganya memang lumayan. 😆 😛 😛

Dasar susah ngirit kalau pergi sama suami. Apalagi kalau tahu dibayarin. Ambiil…ambiill..pesaan…pesaan! 😆 Oiya, di sini juga ada tempat karokenya. Cukup ramai karokenya. Dulu pas masih suka jeng-jeng sama Sekawan, tempat karoke di SP ini merupakan tempat karoke favorit! Duuh…jadi kangen karokean bareng kalian, Kawan. 😛

Kalau disuruh milih, kamu lebih suka waterpark yang mana dari keempat waterpark di atas. Pilih saja, gratis. Kagak bayar. Tenang, aku tidak akan mengajakmu renang kok. 😛

Konsumsi Maggo dan Katakan Bye Untuk Maag!

Sakit Maag. Katanya, sih, perutnya perih yang banget banget bangeet! Dan biasanya, kalau sudah candu dengan satu obat yang langsung bikin jegreg sembuh, ditelan lah obat itu. Tapi, apakah sebelumnya sudah tahu efek samping dari obat tersebut? Atau, telan saja, asal maag sembuh? Hayoo loooh!

Tante menjadi satu-satunya perempuan di keluarga kami yang punya gangguan pencernaan, maag. Tapi, dia tidak suka konsumsi obat tablet karena ngeselin. Ceritanya, dia pernah punya pengalaman minum obat maag bentuk tablet dan tersendak. Obat itu seakan terus menyangkut di tenggorokan. Makanya, dia lebih memilih untuk membuat obat tradisional yaitu dengan memarut kunyit.

Tapiii…tapii…tapiiii….

Semenjak kukenalkan dengan si Maggo, Tante udah ogahan meramu obat sendiri. Sudah terlanjur asyik, tinggal seduuh…seduuh dan tleguuuk! 😆

Maggo, obat tradisional menjadi alternatif bagi kamu yang mulai jenuh konsumsi obat maag dalam bentuk tablet. Selain sebagai obat maag, Maggo juga dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan. Dan yang paling penting tuh, ya, Maggo ini TANPA EFEK SAMIPNG!

maggo-obat-maag-alamiRutinitasnya sebelum sarapan pagi, Tante menyiapkan bekal, camilan, untuk dibawa ke tempat kerja. Ini dilakukannya supaya lebih tertib waktu makan.

Aktivitasnya di tempat kerja memang tergolong padat. Camilan yang dibawa kadang masih utuh sampai jam istirahat tiba. Bandel. Kuakui, Tante memang kadang sedikit acuh soal makan. Bisa, lho, makan itu tergantung mood. Sayang banget kalau seporsi Soto dibiarkan sampai dingin gegara sedang tidak mood makan. Padahal, dia tahu kalau bermasalah dengan sistem pencernaannya.

Satu atau dua kali, mungkin khilaf. Ini hampir tiap hari telat buka camilan dan juga telat makan. Bandel, ya. Tapi, saat melihat Tante mulai merintih perih karena maagnya kambuh, seakan kami turut merasakan. 

Ya…meski awalnya ingin bertepuk tangan, nyorakin, tapi tetap saja tidak tega melihat kedua tangan terus meremas-remas perutnya. Maklum, saudara baik, sih. Etaapiendingnya KADANG terlontar kata: “RASAIIIIIN”. HAHAHAHA

Maggo adalah jamu tradisional yang diproduksi oleh PT. Era Suka, Lembang-Indonesia. Obat maag tradisional berupa serbuk ini dibuat dengan formula khusus yang berkhasiat mengatasi gangguan lambung akut maupun kronis dalam bentuk nyeri lambung maupun kembung karena asam lambung berlebihan.

Nah, kamu perlu tahu fomula khusus Maggo, yaitu Alpinia Galanga atau Lengkuas, Phaeolus Aureus atau Kacang HijauAuricularia Polyricha atau Jamur Kuping, Curcuma Longa atau Kunyit dan Syzygium Aromaticum atau Cengkih.

Gimana? Tidak ada bahan kimia ataupun antasida, kan. Sama sekali tidak ada. Semua bahan alami, termasuk Kunyit. Dan itu alasan Tante  malas memarut Kunyit. Karena dalam satu vial Maggo sudah terdapat Kunyit.

Selain aromanya tidak seperti jamu pada umumnya yang kadang aroma sejenis tanah begitu terasa, Maggo sudah mempunyai izin resmi BPOM TR.1333 270 301 dan izin MUI 01271099010414. Halal dan Aman. Makanya. Tante makin yakin konsumsi jamu untuk sakit maag ini. Apalagi packagingnya aman, rapih, dan ringkes dibawa ke mana-mana. Kemungkinan serbuk jamu tumpah itu sangat minim karena tutupnya terbuat dari karet dan disegel.

obat-maag-alami

Sesuai aturan pakai, untuk mengantisipasi maag akut, setelah minum Maggo disarankan agar tidak mengkonsumsi makanan dan atau minuman lain hingga 30 menit kemudian. Pun sebelum mengkonsumsinya. Baik pagi hari sebelum makan atau malam hari sebelum tidur, perut dalam keadaan kosong. Ini dilakukan supaya penyerapannya lebih sempurnya. Hanya menyerap jamu Maggo saja.

Bisa dibilang, penyakit maag Tante sudah cukup memprihatinkan. Nyaris tiap telat makan, perutnya merasa perih. Makan santan atau pedas sedikit dowang, gangguan pencernaan datang. Kasihan.

Konsumsi Maggo cukup sekali dalam sehari. CUKUP SEKALI dan cukup menyeduh satu vial Maggo @5g dengan air mendidih 150cc. SATU VIAL. Cukup satu botol imut yang dikemas cantik dan menggemaskan.

maggo-obat-maag-alami

Pertama meneguknya, jika diseduh utuh, memang pahit. Seperti polemik antara Pak Mario Teguh dan Mas Dedy. Begitu pahiiiit.

Dalam takaran satu gelas Maggo, biasanya Tante menambahkan satu sendok teh madu supaya ada rasa manis di dalam jamunya. Btw, kamu bisa juga menambahkan perasa lainnya, jika memang menambah nikmat dan kamu doyan. 😛

Untuk penuntasan, minimal konsumsi Maggo 2 dus yang berarti 12 hari konsumsi jamu Maggo tanpa putus. Terus berlanjut! Bagi penderita maag, pasti akan merasakan perbedaanya. Menurut Tante, perut jadi adem dan lambung terasa lebih nyaman.

obat-maag-alami

Jadi, sebelum mulai konsumsi Maggo, kamu harus memastikan dulu bahwa kamu benar-benar sakit maag. HARUS, TIDAK BOLEH DITAWAR. Kenapa? Ya itu tadiii…Agar kamu dapat merasakan khasiat penyembuhan nyata dari Maggo. Seperti Tanteku yang pelan-pelan sudah merasakan khasiatnya.

Dan setelah benar-benar sembuh nantinya, katakan bye untuk sakit maag, ya! BYE BYE BYE, Maag! 😛 😆 :mrgreen:

Menyegarkan Pikiran Cukup dengan Piknik Dalam Kota 

Bertempat tinggal di Bumi Banjarnegara sama sekali tidak menghentikan salah satu hobi yang selalu sukses bikin bahagia. Adalah Jalan Jajan. Meski tergolong kota yang tidak terlalu besar, Banjarnegara punya banyak tempat wisata, Kawan! Pokoknya tidak akan terucap kata “bingung mau ke mana”.

Apakabar otak yang tiap hari terus berputar, tanpa diberi penghargaan? Diputar terus-terusan, sampai kepala nyut-nyutan, migran, mata jireng, tangan pegal karena nyaris tiap hari menekan tuts keyboard. *tukang ketik* Beeeuh…usia berapa saat ini? Qiqiqi

Etapi asli, bukan karena usia. Melainkan kebutuhan. Sesekali piknik itu perlu diagendakan. Pikiran kita perlu banget banget untuk direfresh. Tidak harus tiap akhir pekan, minimal sebulan sekali sebagai pemulihan jiwa. 😀 😆

Menurutku, piknik tuh bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu piknik online dan offline. 

Sebagai Blogger tentunya paham, apa itu piknik online? Yaitu jalan-jalan ke situs yang memberi informasi seputar wisata. Atau, sebagai perempuan bisa memilih LARI ke situs online shop. MAPEMALL.COM, misalnya.

Salah satu situs tujuan gaya hidup premier di Indonesia dengan berbagai kategori produk yang tidak cukup hanya dengan satu klik, lalu puas.

mapemall
Hayook ke LONDON! Kapan?

😉

Banyak kategori produk tentunya banyak pilihan, dong. Diantaranya yaitu; perlengkapan make up, kebutuhan pakaian Dewasa, Anak, sampai kebutuhan Ttraveling ada di MAPEMALL.COM.

Sadar se sadar-sadarnya, sekarang aku punya baby yang belum bisa menikmati sensasi saat naik Kora-kora. Asyiknya menerjang jeram arus Sungai Serayu. Atau, perjalanan jauh ke luar kota, dua belas jam berada di dalam mobil.

Piknik dalam kota menjadi pilihan cerdas! Tidak terlalu berrisiko dan pastinya happy ending. Yakin itu!

Pertama kali kami piknik yang benar-benar terasa yaitu ke TRMS Serulingmas. Taman Rekreasi yang memang telah lama direncanakan jauh hari sebagai taman pertama untuk kami singgahi.

Yoyoi…sampai usia si kecil dua puluh bulan, Taman menjadi pilihan untuk menyegarkan pikiran bersama Ayah dan juga Si Kecil.

perlengkapan-traveling
Perlengkapan yang tidak ketinggalan!

Yoyoi…sampai usia si kecil dua puluh bulan, Taman menjadi pilihan untuk menyegarkan pikiran bersama Ayah dan juga Si Kecil.

Menyegarkan pikiran dengan cara piknik di dalam kota kami lakukan sebagai bekal, semacam belajar mempersiapkan segala kebutuhan untuk traveling ke liar kota, atau bahkan Luar Negeri. *ini doa* *aamiin aamin ya Rabb*

Review saat piknik ke TRMS Serulingmas, ternyata cukup banyak perlengkapan yang harus kami bawa. Terutama milik si kecil yang memang harus dibawa. Tidak bisa dibeli saat itu juga dengan pertimbangan efisiensi. Hahaha Yaa…kalau di rumah ada, kenapa harus beli lagi dan lagi, ya. 😆 😆 😆

taman-copy

Biarlah ransel manisku terisi penuh, asal itu isi perlengkapan penting traveling. Tidak perlu jauh-jauh sampai ke Kalimantan Timur. Cukup dengan piknik dalam kota untuk sekadar menyegarkan pikiran, melepas penat.

Pssst…untuk saat ini dan sejauh ini memang cukup piknik di dalam kota. Karena bulan depan kami ada acara family trip bersama Sekawan. Qiqiqiqi *tuuh…tidak konsisten* *maafkan ya* *bercanda* *misi utana tetap dalam kota* *serius*

Tetangga Produktif, Menambah Hidup Makin Semangat

Energi positif yang keluar dari tetangga, ternyata memberi pengaruh baik. Melihat mereka aktif, produktif, menambah hidup makin semangat.

Sebegitu hebatnya kontribusi lingkungan terhadap masa depan, ya. Qiqiqi…Aku mengatakan demikian, karena setelah lingkungan paling dekat yaitu keluarga, lingkungan sekitar rumah yaitu para tetangga memang juga banyak berperan dalam membentuk katakter KITA. Ya ya ya, kan?

Karakter aku, kamu, anak-anak, seluruh keluarga. Pribadi seseorang bisa menjadi baik atau sebaliknya bisa karena kondisi lingkungan. Setujuu, sih!

Ceritanya aku lagi kagum sama tetanggaku yang tidak “kok gitu, sih.” Qiqiqi…Justeru sebaliknya, mereka adalah tetangga yang gini: “luar biasa”. 😆

Gimana tidak luar biasa, ya. Mereka, khususnya Bu-Ibu, tuh, produktif banget tiap harinya. Produktif yang baru-baru ini terlihat yaitu berdiri satu meja panjang di depan rumah salah satu tetanggaku.

Meja panjang itu berisi aneka jajan anak, rujak buah dan pop ice. Jajanan yang nampaknya banyak peminatnya yaitu Sosis.

sosis-nuget

Sosis yang dijual mulai dari Rp 1.000 per buah ternyata banyak jenisnya. Dan aku baru tahu kalau ada sosis yang bisa digoreng langsung dengan selongsongnya atau kulit sosis devro Markaindo.

Pasti kamu bertanya, apakah aman masih ada kulitnya?

Tadinya aku penasaran dan sempat membatin juga. Karena, sejauh ini hanya melihat kulit sosis yang pakai plastik transparan, gitu. Tanpa nama identitas, apalagi yang kulit sosis kolagen.

Kulit sosis kolagen dapat langsung di konsumsi tanpa harus di kupas terlebih dahulu. Kulit sosis kolagen memiliki keunikan lainnya dibandingkan jenis kulit lainnya, yaitu memiliki tekstur yang kenyal, padat dan memiliki penampilan yang menarik.

Namun, sayangnya dalam menggunakan kulit sosis kolagen tidak bisa tahan lama. Kata tetanggaku yang telaten banget memenuhi keinginan pembeli, sih, satu hari hanya berani satu bungkus. Sebab, kulit sosis devro Markaindo yang kolage ini harga lebih mahal dari varian sosis lainnya.

Ini baru satu jajan anak, ya. Sosis. Belum lagi Nugget, Pop Ice dan Rujak.

Manusia memang unik, punya keahlian masing-masing. Duuh…tidak terbayang andai aku yang jualan Sosis atau Rujak Buah. Mana ada yang mau beli rujak, ya. Hasilnya pasti kurang ini itu. Ya maklum, bukan berarti tidak mau belajar, tapi memang bukan keahlianku. Hahaha…

bakso-bakar

Ini baru satu tetangga yang produktif, ya. Ada lagi yang berdagang tabung gas, membuka warung kecil di rumah, atau sekadar jadi asisten rumah tangga.

Banyak aktivitas yang dapat mereka kerjakan, tanpa mengesampingkan kewajibannya sebagai seorang Ibu. Ini salah satu yang membuatku makin semangat.

Dari mereka aku banyak belajar. Produktifnya tetangga membuatku semangat karena mereka memang luar biasa.