5 Kegiatan Menyenangkan Untuk Mengisi Waktu Luang

5 Kegiatan Menyenangkan Untuk Mengisi Waktu Luang – Punya waktu luang, tuh, sangat menyenangkan. Terlebih buat kamu yang sudah bekerja. Entah kerja apa saja; kantoran, bertani, berniaga, atau ibu rumah tangga. Apa pun pekerjaan kamu pasti akan membutuhkan waktu khusus untuk fokus. Makanya, begitu punya waktu luang biasanya sudah menyusun sederet rencana atau kegiatan.

Omong-omong, setiap orang punya waktu luang yang berbeda sekalipun jam istirahat banyak sama. Kalau di Indonesia, jam istirahat kerja umumnya pada pukul 12.00 WIB. Kemudian, dilanjut dengan jam pulang kerja dan kembali menjumpai jam istirahat malam hari yang fleksibel banget. Begitu juga dengan hari libur kerja, pekerja kantoran pasti ada aturan libur. Berbeda dengan para petani, banyak yang memilih bekerja penuh selama tujuh hari. Contohnya orang tua aku. Meskipun usia sudah enggak muda lagi, semangat bertani masih sangat tinggi.

Eh, jam istirahat yang sudah aku tulis di atas tentu enggak berlaku buat mereka para Ibu rumah tangga yang full time di rumah saja. Betul kan, Bun? 😉

Dalam waktu 24 jam, kira-kira ada berapa jam atau waktu yang bisa kamu gunakan untuk enggak bekerja? Level pejabat negara atau artis, mungkin punya waktu luang yang enggak banyak. Saking banyaknya agenda kerja, mereka sampai membuat jadwal,  time schedule, hingga deadline pekerjaan.

Woiii, bukan hanya pejabat negara saja yang punya time schedule kalik! Emak-emak berdaster yang setiap harinya mengurus rumah tangga sekarang pada hebat-hebat banget. Jadwal harian sudah tersusun rapi meskipun enggak punya sekretaris. Bahkan dalam sehari hendak mengerjakan apa saja, tuh, sudah di luar kepala. Dengan melihat situasi, insting, maupun telepati (sumpah ini demi apa), “ibu negara” sudah bisa memprediksi jam berapa bisa mendapatkan waktu luang.

Kegiatan Menyenangkan Untuk Mengisi Waktu Luang
apa waktu luang versi kamu?

Bagi Aku, Waktu Luang Itu…

Waktu luang sering diartikan dengan enggak melakukan apa-apa dan juga bermalas-malasan. Padahal sebenarnya enggak seperti itu, lho. Aku membaca beberapa artikel, arti dari waktu luang dilihat sebagai waktu yang enggak digunakan untuk bekerja; mencari nafkah dan melaksanakan kewajiban.

Penasaran dengan berapa waktu luang yang aku punya dalam sehari, aku pun mencoba menguraikan kembali rutinitas harian aku ke dalam aplikasi catatan di ponsel. Mengejutkan sekali ketika aku mendapatkan waktu luang yang enggak banyak. Waktu terbagi untuk mengurus pekerjaan rumah tangga dari pagi hari. Kemudian lanjut untuk berangkat kantor dan di sini aku punya waktu luang di luar jam istirahat meskipun enggak banyak. Betul, kerja kantoran kalau kewajiban sudah terselesaikan mau ngapain? Aku punya time schedule dalam sebulan dan target harian dalam bekerja di kantor. Jadi kalau pekerjaan sudah selesai, artinya sisa waktu tersebut adalah waktu luang. Just one hour, at 03:30 p.m until 04.30 p.m.  😉

Baca tentang Kecanduan Me Time di Owabong.

Kemudian sepulang kerja, as mom of two which one is still a toddler, ugh…sampai di rumah adalah waktu buat anak-anak sampai mereka bosan sama mamaknya. hahaha. Terus, kalau di wastafel dapur masih berantakan, itu buat esok hari karena aku mencoba untuk menjadi ibu rumah tangga yang enggak perfect amat meskipun sebenarnya risi banget melihat tumpukan gelas atau piring kotor. 😛

Seperti yang sudah aku tulis di awal, jam istirahat itu fleksibel banget. Dan ini terjadi di aku. Iya, ketika anak-anak sudah tidur bersama suami, kadang aku mengambil satu atau dua jam sebagai waktu luang. Aku paham, setelah melakukan rutinitas harian, otak dan badan pasti capek, butuh diistirahatkan. Tapi ketika waktu luang dapat sedikit menghilangkan rasa lelah, kenapa tidak dilakukan? 😉

Berproses dari zaman gadis sampai punya dua anak, ternyata waktu luang ada masanya. Aku masih ingat, dulu saat masih gadis ketika punya waktu luang aku gunakan untuk berselancar di media sosial. Cukup banyak waktu yang aku gunakan untuk scroll time line sosmed. Eh, sampai sekarang juga masih, ding. Hanya saja enggak segila dulu. 😆 Atau, kegiatan paling umum yaitu mendengarkan musik sambil tiduran atau tiduran sambil mendengarkan musik. 😛

“eh, lagi ngapain?”

“lagi dengerin musik sambil tiduran, yaaang. mumpung.”

Hahahaha. Padahal buat mendengarkan musik itu enggak membutuhkan waktu luang, ya. Cuma kalau tiduran memang butuh waktu khusus karena enggak mungkin masak sambil tiduran. Eh, dodol garut! Ini ketimbang cuma tiduran dowang, enggak ada aktivitas lain, gitu. 😆

Baca lagi tentang  Cara Me Time yang Bikin Happy.

Duh…sekarang tiduran sambil mendengarkan musik sudah jarang banget aku lakukan. Kalau mau tidur, ya tidur. Kalau mau mendengarkan musik dowang ya pasti ketiduran. 😆 Jadi, sekarang waktu luang lebih sering aku gunakan untuk 5 kegiatan di bawah ini yang tentunya produktif bagi kepentingan diri sendiri. 😆

5 Kegiatan Menyenangkan Untuk Mengisi Waktu Luang
5 Kegiatan Menyenangkan Untuk Mengisi Waktu Luang…

1. Apa yang Menjadi Hobi Selalu Asyik Dilakukan.

Untuk menjalankan hobi, aku butuh banget waktu luang karena hobi aku enggak bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan lain. Membaca buku, misalnya. Dalam keseharian, aku enggak punya target membaca buku. Makanya, ketika punya waktu luang, aku pasti menyempatkan untuk membaca buku karena bagiku membaca itu penting.

Ada banyak kegemaran aku yang biasa aku wujudkan di waktu luang. Satu atau dua jam yang aku punya, rasanya asyik banget jika diisi dengan melakukan hal-hal yang membuat bahagia. Syukur-syukur bisa mendapatkan goal-nya.

Baca lagi tentang Hobi Baru di Masa Pandemi.

2. Merapikan Dokumentasi di Ponsel Juga Seru!

Wah…ini! Meskipun meja kerja lebih sering berantakan ketimbang rapi, tapi kalau masalah dokumentasi di handphone rapi, tuh, rasanya sesuatu banget. Aku kerap merasakan mudahnya pencarian dokumentasi khususnya foto dan video ketika semua sudah aku masukan ke dalam folder sesuai dengan momen. Dokumentasi saat mengunjungi pantai Jetis, misalnya. Pas mau kirim ke teman, unggah ke media sosial, google maps, atau blog, cukup searching saja dengan kata kunci pantai jetis atau cari folder pantai jetis. 😉

Aku lebih memilih merapikan dokumentasi di handphone ketimbang di laptop karena interaksi aku lebih banyak menggunakan smartphone. Maka jika ada waktu luang aku manfaatkan untuk memindah foto-foto tersebut ke dalam folder tersendiri.

Selain dokumentasi, aku juga senang merapikan isi email. Iya, email-email yang isinya pekerjaan lewat deadline langsung aku masukkan ke dalam folder yang sudah aku buat sebelumnya. Ada banyak folder yang sudah aku buat di email, jadi tinggal memasukkan saja ke dalam kategori.

Enggak kalah pentingnya, nih. Bukan merapikan, sih, tapi aku kurang suka mengoleksi obrolan kecuali transaksi hutang piutang atau sebuah janji. Hahaha. Obrolan di WhatsApp, Facebook, Diricet Messages Instagram, Twitter, dan aplikasi chat lainnya juga pasti aku rapikan.

Kegiatan ini membutuhkan niat yang kuat karena untuk mengawalinya enggak mudah. Tapi kalau sudah terbiasa, enggak akan membutuhkan waktu lama.

3. Review Pengaturan Keuangan Butuh Ketenangan ya, Bun!

“Duh…perasaan kemarin ada uang satu miliar di dompet. Kok tinggal seratus juta, ya?”

Pernah enggak, mengalami hal seperti di atas? Kalau aku sering! Padahal aku sudah install aplikasi catatan keuangan di ponsel. Tapi tetap saja kadang enggak tertib dan kaget sendiri kalau tiba-tiba uangnya “hilang”. Hahaha. Dasar emak-emak, ya.

Menurut aku, waktu yang paling tepat untuk mengatur keuangan adalah saat sedang lenggang dan tidak dibebani oleh pikiran pekerjaan lainnya karena mereview keuangan itu membutuhkan ketenangan otak dan batin supaya financial planning-nya semakin oke. 😛 Apalagi di masa pandemi seperti ini, harus menghindari banget yang namanya panic buying.

Baca tentang Aplikasi Pencatatan Keuangan.

4. Bermain Games di Plays.org.

Bermain games menjadi hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Banyak yang bilang, bermain games dapat menghilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja. Enggak sedikit juga yang berpendapat kalau games dapat menghilangkan stress, lho.

Aku punya rekan kerja yang sebelum memulai pekerjaan, tuh, pasti dia menyempatkan untuk bermain games meskipun hanya beberapa menit. Baginya, setelah bermain games, kerja menjadi lebih semangat. Ada begitu, ya. 😛 Sementara buat aku, bermain games ini bisa bikin rileks. Biasanya aku ngegames saat sudah lumayan sela tepatnya saat ada waktu luang di kantor.

Cara bermain Games di Plays.org

Kenapa lebih memilih nge-games di kantor?

Tentunya biar lebih bebas, sih. Bebas dari pandangan anak-anak. 😛 Selain itu, aku lebih nyaman main bermain games melalui desktop. Lebih puas, gitu. Apalagi kalau nge-gamesnya di Plays.org, ada banyak pilihan permainan. Ada yang buat anak-anak, ada juga buat orang dewasa.

Plays.org adalah platform games online yang bisa diakses menggunakan semua jenis gadget. Artinya, gadget harus tersambung dengan jaringan internet ketika akan main games di Plays.org, ya. FYI, selain banyak permainan yang bisa dipilih, seluruh games yang tersedia, tuh, gratis. Aku lebih nyaman bermain games melalui plays.org karena permainan yang disediakan, tuh, ringan. Karena tipenya adalah berbasis web, jadi enggak perlu mengunduh games-nya. Nilai lebih juga dari platform penyedia games ini, tuh, pengguna enggak perlu melakukan registrasi. Tinggal pilih mau memainkan permainan apa, klik klik klik, bisa single atau main bersama teman, sesuai selera, ya.

5. Chit-Chat di Group.

Chit-chat di group, khususnya WhatsApp Group, untuk sekarang jarang banget aku lakukan. Aku masih ingat banget pas masih belum repot menjadi mami, bisa chat di group sampai tengah malam atau bahkan dini hari. Rasanya enggak pernah bosan karena banyak yang diperbincangkan. Mulai dari yang sangat bermanfaat buat mamak-makan, seperti tips mendapatkan perhatian suami saat suami sedang bobok pulas, sampai dengan haha hihi ngobroling hal hil yang kadang enggak ada muaranya tapi senang-senang saja. 😀

Sekarang untuk melakukan chit-chat di group, tuh, rasanya sudah enggak mudah seperti dulu. Selain memang banyak group yang pada akhirnya sepi dengan sendirinya karena anggotanya pada sibuk, rasanya sudah butuh waktu khusus untuk membuka WAG yang jumlahnya enggak sedikit. Jadi, kalau sedang cukup luang, aku biasanya ikut nimbrung di WAG untuk ikut haha huhu.

Omong-omong, kalian pasti punya waktu luang juga, kan? Atau, jangan-jangan hidupnya sudah diatur waktu, ya? Hihihi

Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan

Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan – Apa yang terbesit dalam benak kamu ketika ada orang yang membicarakan tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Apakah langsung terbayang tentang camilan yang menggoda atau cindera mata yang lucu-lucu? 😆

UMKM itu sangat luas ya, gais. Enggak melulu tentang kuliner, tapi ada bisnis fashion, pendidikan, otomotif, tour & travel, kecantikan, dan masih banyak lagi macamnya. Hanya saja yang sering disorot adalah produk kreatif dan kuliner. Yups! Ibu-ibu dasa wisma yang lagi semangat-semangatnya belajar bisnis camilan terpaksa membatasi kegiatan produksi karena khawatir makanan ringan yang mereka buat enggak laku di pasaran. Kemudian, Ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan pun memilih untuk “istirahat” karena pesanan semakin langka. Lalu, para pelaku UMKM yang produknya sudah dikenal masyarakat luas pun ikut mengurangi jumlah karyawan dan juga jumlah produksi karena sepinya warung, mini market atau toko oleh-oleh.

Camilan enggak laku bukan karena enggak enak. Sepinya warung atau toko oleh-oleh pun bukan karena kualitas produk yang menurun. Bukan pula karena toko tersebut enggak melayani pembeli dengan baik. Kita semua tahu bahwa sejak pandemi Covid-19, enggak sedikit masyarakat Indonesia memilih untuk lebih banyak di rumah sesuai imbauan dari pemerintah. Mulai dari bekerja dari rumah (work from home), menambahkan hobi berkebun, sampai memilih untuk lebih produktif membuat camilan dan masakan sendiri untuk keluarga. Ini menjadi salah satu alasan kenapa pelaku UMKM Indonesia membatasi jumlah produksi barang kecuali mereka yang memproduksi peralatan kebun seperti pot tanaman beserta pernak-perniknya. Tentu masih ada beberapa UMKM yang tetap berdiri tegap di tengah pandemi.

“Bener banget, Mbak. Omset jualan camilanku turun nyaris 80%. Baju, sepatu, duh…enggak dilirik sama sekali”. -penggalan obrolanku dengan pemilik warung langgananku.

cara merawat kulit wajah
batik khas Banjarnegara motif Dawet Ayu…

UMKM di Tengah Pandemi.

Awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ada banyak sektor yang terdampak karena pandemi, salah satunya yaitu UMKM. Minimnya masyarakat yang melakukan transaksi kebutuhan pangan dan sandang, sempat membuat para pelaku UMKM down atau kurang semangat. Dampaknya pun semakin terasa ketika obyek wisata di Indonesia ditutup secara sementara karena pandemi. Produk UMKM unggulan yang biasanya dijadikan oleh-oleh wisatawan terpaksa hanya menjadi pajangan dan pemanis etalase toko oleh-oleh. Parahnya, ada yang memilih untuk menutup usahanya secara permanen karena enggak mampu membayar tanggungan tiap bulannya.

Sedih? Pastinya. Terlebih ketika tahu bahwa mata pencaharian mereka yaitu hanya dari sektor pariwisata.

Masih di tengah pandemi, aku pernah mengobrol dengan seorang teman yang memproduksi kue basah dan gorengan. Dia setiap hari berjualan di pasar. Kue basah buatan temanku ini enak banget meskipun harganya satuannya murah meriah yaitu rata-rata Rp 1.500. Dengah harga yang cukup terjangkau, dagangannya pun selalu laris. Kalaupun ada sisa, itu enggak lebih dari lima biji.

Baca lagi tentang Posting Kuliner di Sosial Media.

Siang menjelang sore, aku ke pasar. Suasana pasar sepi banget dan beberapa ruko ada yang ditutup. Niat mau cari oleh-oleh buat anak-anak di rumah, aku mendatangi temanku yang jualan kue basah. Aku senang ketika melihat loyang sudah kosong. Iya, meskipun aku enggak dapat kue basah buatannya, aku tetap senang karena artinya jualan dia laris.

“Alhamdulillah…laris manis”. Kataku sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

“Alhamdulillah selalu habis, tapi aku mengurangi porsi. Aku hanya membuat seperempat porsi saja”. Jawabnya sambil menaikkan sedikit bahunya.

Em…penjual kue basah saja terkena dampak pandemi, ya. Minat masyarakat untuk jajan memang di awal-awal Covid-19 betul-betul turun drastis. Enggak heran jika para pelaku UMKM sempat merasa terpuruk kala itu. Enggak bersemangat berjualan karena masyarakat yang datang ke pasar atau mini market enggak banyak. Namun mereka tentu enggak mau tinggal diam. Enggak mau hanya tiduran di rumah sementara ada kebutuhan yang harus dipenuhi tiap harinya. Mereka mencari solusi, mencari cara supaya jualan mereka kembali laris. Terus berusaha untuk sampai mendapatkan income demi keberlanjutan usahanya. Pemerintah pun turut mendukung masyarakat yang memiliki usaha dengan memberikan bantuan secara moril maupun materiil. Ada banyak program-program pemerintah untuk para wirausaha sebagai salah satu bentuk dorongan supaya mereka terus semangat menjalankan usahanya.

MENDUKUNG UMKM LOKAL

Pengalaman Mendukung UMKM Untuk Keberlanjutan.

Tergabung dalam sebuah komunitas yang punya tujuan menyebarkan informasi positif, khususnya informasi di sekitar kota kelahiran membuatku bangga. Kenapa bangga? Nyaris setiap hari ada informasi baru yang dibagikan dan menambah insight buat aku. Belum lagi, mereka adalah orang-orang yang lebih sering tanpa pamrih ketika ada masyarakat yang minta tolong dalam hal kebaikan. Contohnya saat banyak pedagang yang mengeluh melalui direct message (DM) dagangannya sepi saat pandemi. Ada yang langsung meneruskan informasi tersebut melalui WhatsApp Group (WAG) untuk kemudian ditanggapi.

Baca lagi tentang Pendora dan Aksinya Membantu Sesama Saat Pandemi.

Satu group dengan 20 anggota bersepakat mendukung dan membantu UMKM untuk mempromosikan produk UMKM-nya lewat akun media sosial yang dimiliki. Kadang kami dikirim foto produk untuk dibagikan. Kadang juga kami diminta untuk datang ke warung atau toko untuk memotretnya sekaligus icip-icip. Kalau ditanya seberapa kuat pengaruh sosial media untuk menjangkau pembeli, kami enggak bisa memastikan. Terpenting bagi kami, masyarakat tahu bahwa UMKM di kota kami butuh “sentuhan”. Pengikut kami pun akan paham dengan program yang kami buat melalui tagar dan sedikit informasi yang kami selipkan pada caption. Program ini berjalan enggak hanya di kota kelahiranku saja. Di kota-kota lain juga banyak kolaborasi antara pegiat media sosial, selebgram, blogger, dengan pelaku usaha supaya UMKM berkelanjutan.

Dukungan untuk membangkitkan UMKM masih berlanjut. Kali ini aku bersama Dipsy mendukung penuh untuk menggerakkan UMKM dengan membuatkan website khusus sebagai “etalase online” produk UMKM lokal. Produk-produk yang kami unggah di website adalah produk UMKM yang sudah kami datangi. Kami melihat proses pembuatannya, berkomunikasi dengan ownernya, dan berkesempatan mengambil foto untuk bahan promosi. Kegiatan ini memang membutuhkan banyak waktu, tapi kami merasa senang ketika banyak yang check out produk melalui website yang kami buat. Alhamdulillah…

Baca ulang tentang Produk UMKM Khas Banjarnegara.

PENGALAMAN MENDUKUNG UMKM

Yuk, Ikut Dukung UMKM dan Raih Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah!

Kamu punya pengalaman dalam mendukung UMKM untuk terus tumbuh? Ayo bagikan lewat tulisan dengan mengikuti JNE Content Competition 2021 yang terselenggara hasil kerja sama JNE dengan Kompasiana. Mengusung tema “JNE Bersama UMKM untuk Indonesia”, kompetisi ini terbuka untuk umum, jurnalis, dan juga karyawan JNE yang terbagi dalam writing competition, photo competition, video competition, dan design competition. Berikut aku bagikan periode lombanya, ya!

Writing Competition.

  • Kompetisi menulis untuk Jurnalis: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi menulis untuk umum di Kompasiana: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi menulis untuk Karyawan JNE: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Photo Competition.

  • Kompetisi fotografi untuk umum: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi fotografi untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Video Competition.

  • Kompetisi video untuk Umum: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi video untuk untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Design Competition.

  • Kompetisi design untuk Umum: Periode 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022;
  • Kompetisi design untuk untuk Karyawan JNE: 6 Desember 2021 – 5 Januari 2022.

Untuk syarat dan ketentuan lomba di atas, kamu bisa buka . Ayo, ikut bagikan pengalaman mendukung UMKM versi kamu dan dapatkan total hadiah ratusan juta rupiah! 😉

Nikmatnya Berbagi Pekerjaan Rumah Tangga

Nikmatnya Berbagi Pekerjaan Rumah Tangga – Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan cepat, tuh, bikin capek. Iya! Dikerjakan dengan santai saja kadang bikin lelah karena enggak habis-habis pekerjaannya. Apalagi jika mengerjakannya tanpa jeda, bisa-bisa sering mlipir ke warung buat beli salon pas. Pinggang encok ya, Bun! 😆

Semenjak aku dan suami memilih untuk hidup mandiri alias enggak satu atap lagi dengan orang tua, aku kerap sambat dengan suami khususnya untuk masalah pekerjaan rumah tangga. Yes, menjadi #SobatSambatSuami itu penting banget saat sudah berumah tangga. Sekuat apa pun fisikmu, sesabar apa pun hatimu, sesayang sayangnya kamu dengan suami, budayakan sambat biar suami juga bisa menjadi bapak rumah tangga, enggak hanya kepala rumah tangga saja. 😛 Sekalipun peran kamu hanya menjadi ibu rumah tangga dan tidak punya aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan di luar rumah.

Kadang ada seorang istri yang enggak tega atau malah enggak berani minta tolong kepada suami dalam hal gotong royong pekerjaan rumah. Ada saja alasannya; karena suami bekerja di luar rumah, misalnya. Istri merasa enggak yakin minta tolong untuk memandikan anak-anaknya di pagi hari karena kemungkinan suami enggak punya waktu. Ehem…kasih kepercayaan kepada suami, Bun. Pokoknya colek saja terus sampai pada akhirnya menjadi kebiasaan. Kalau membantunya sudah menjadi rutinitas, kan nikmat banget. Tapi colekannya yang mesra ya, Bun. Biar semakin semangat turut membantu tugas-tugas ibu rumah tangga. 😀

Berbagi Pekerjaan Rumah Tangga
kerja rumah tangga bisa sambil-sambil…

Membuat Daftar Pekerjaan Rumah Tangga itu Penting!

Sangat penting untuk sama-sama menyadari bahwa pekerjaan rumah tangga, tuh, enggak ada habisnya. Sampai hendak tidur malam pun, seorang perempuan yang sudah menikah kadang harus melakukan pengecekan nasi di dalam magic com. 😆 Kemudian lanjut memastikan tugas anak-anak sudah diselesaikan atau belum. Dan masih banyak tugas lainnya yang membutuhkan pengecekan. Makanya jangan pernah menyepelekan peran ibu rumah tangga, deh, kalau enggak mau kualat. Hahaha.

Meskipun sudah menjadi rutinitas, ada baiknya membuat daftar pekerjaan rumah tangga untuk memudahkan dalam menjalankan aktivitas harian sebagai ibu rumah tangga. Apalagi bagi kamu yang berperan ganda; sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja di luar rumah, wajib banget membuat daftar, urutan pekerjaan, atau jadwal pekerjaan rumah tangga supaya ada fokus dan sudah siap pekerjaan mana yang kira-kira harus diselesaikan terlebih dahulu.

Memilih dan Memilah Pekerjaan Rumah Tangga.

Sejak punya anak, kami memilih untuk menggunakan jasa Asisten Rumah Tangga (ART) karena kami sama-sama bekerja di luar rumah. Tujuan utama kami mempunyai ART yaitu supaya ada yang menjaga anak-anak ketika kami kerja. Artinya, prioritas ART kami adalah mendampingi dan menjaga anak-anak. Kemudian untuk urusan pekerjaan rumah tangga seperti bersih-bersih rumah atau menyetrika dapat ia kerjakan ketika anak-anak tidur siang atau memang bisa menyambi.

FYI, ART kami enggak standby 24 jam. Ia bekerja kurang lebih 9 jam, dimulai pukul 7.30 sampai 16.00 WIB. Karena beban kerjaku di kantor tiap harinya terus bertambah, aku pun harus bisa memilih dan memilah pekerjaan rumah tangga. Yups, meskipun punya ART, bukan berarti pekerjaan rumah diserahkan semua kepadanya sekalipun asisten masih muda. Terlebih kami memprioritaskan anak untuk selalu didampingi, bukan menuntaskan pekerjaan rumah. Makanya, aku pun berusaha untuk memilih dan memilah pekerjaan rumah tangga, berbagi pekerjaan rumah supaya semua bisa tertangani.

Aku memilih pekerjaan rumah tangga yang pagi hari bisa aku lakukan seperti; merapikan tempat tidur, memasak, membersihkan dapur, dan mencuci baju. Aku berusaha banget pekerjaan ini terselesaikan sebelum berangkat kerja. Sementara suami bertugas memandikan anak-anak dan menjemur pakaian sebelum berangkat kerja. Nah, ketika ART datang semua sudah beres, kami sudah sarapan, mamak ART tinggal membersihkan lantai dan fokus mendampingi anak-anak.

Kemudian pekerjaan rumah yang selalu aku skip yaitu membersihkan lantai atau menyapu. Pekerjaan ini terlihat sangat ringan dan bisa dikerjakan kapan pun. Hanya saja, karena di rumah ada balita yang patinya suka duduk santai dan bermain-main di lantai, mamak ART aku jatah untuk menyapu sebelum beraktivitas lain di rumah. Sebenarnya aku suka risi kalau melihat lantai kotor, tapi aku enggak ambil pusing karena pekerjaan ini bisa dilakukan oleh robot . Iya, kalaupun mamak sibuk urus anak-anak, beliau bisa menyambi pekerjaan bersih-bersih lantai karena si robot ini bisa kerja sendiri. Benda canggih yang bisa membantu membersihkan lantai yaitu Avaro Laser Robotic Vacuum Cleaner dari Advan Indonesia.

REVIEW AVARO LASER ROBOTIC

Berkenalan dengan Avaro Laser yang Dapat Membantu Membersihkan Lantai.

Bu Ibu masih ingat enggak, betapa Blender sangat membantu ibu-ibu untuk menghaluskan bumbu dapur dengan cepat. Kemudian hadir chopper yang cara kerjanya lebih canggih lagi, kegiatan memasak pun menjadi lebih menyenangkan. 😉
Inovasi teknologi untuk memudahkan urusan pekerjaan rumah ini sangat berarti bagi perempuan khususnya. Apalagi saat tahu ada vacuum cleaner robotic, urusan membersihkan lantai bisa dilakukan sambil duduk-duduk santai atau mengerjakan aktivitas lain. 😀
FYI, Avaro Vacuum Robot Laser enggak hanya mampu membersihkan kotoran berupa debu saja, tapi dengan dibekali dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus atau 2in1 yaitu membersihkan debu di lantai dan berfungsi juga sebagai alat pel.
Bagaimana, Bunda? Dua pekerjaan sekaligus dapat terselesaikan hanya dengan satu alat. Kira-kira, adakah kelebihan lainnya? Pasti ada, dong, Bun! Robot pembersih lantai secanggih Avaro Vacuum pasti telah dibekali perangkat yang canggih pula di dalamnya. Nah, berikut aku bagikan kelebihan Avaro Laser Robotic Vacuum Cleaner dari Advan Indonesia.
spesifikasi avaro laser vacumm robot dari advan indonesia

😉 Memiliki Fitur A.I Sensor.

Dengan dibekali fitur Artificial Intelligence (A.I) sensor, Avaro Laser dapat bergerak bebas dan aman tanpa terjatuh ataupun terbentur. Kita semua tahu kehebatan fitur A.I jika sudah ditanamkan di dalam device. Ketika sudah mulai bekerja enggak ada yang namanya membentur dinding terus-terusan sampai merusak device. Artinya, alat ini dapat bekerja membersihkan rumah dengan maksimal.

😉 Strong Vacuum Power.

Usai membersihkan lantai, biasanya aku lanjut membersihkan karpet yang ada di ruang tamu atau ruang santai. Kotoran berupa debu di dalam karpet itu enggak kelihatan ya, Bun. Makanya harus rutin dibersihkan apalagi karpet yang dipajang terus di ruang keluarga buat duduk santai sembari menonton acara televisi, wajib banget untuk rutin dibersihkan.
Avaro Laser selain dapat membersihkan lantai juga bisa digunakan untuk membersihkan karpet. Vacuum ini daya hisapnya kuat banget hinggal 1800pA. Efektif banget buat membersihkan karpet dari debu dan kotoran.

😉 Auto Schedule With Avaro App.

Nah, ini yang aku suka! Advan Indonesia enggak hanya membuat inovasi produk saja, tapi juga memberikan kemudahan kepada pengguna vacumm robot dengan menciptakan aplikasi khusus bernama Avaro App yang dapat diunduh di google play store untuk pengguna smartphone Android atau app store untuk pengguna iPhone.
Aplikasi ini berfungsi untuk mengontrol si robot saat bekerja. Yaps, Avaro Laser dapat dihubungkan dengan smartphone sehingga pengguna dapat menyalakan, mematikan, mengawasi secara real time dan mengganti mode cleaning tanpa harus berdekatan dengan device.

🙂 Kapasitas Baterai Cukup Besar.

Avaro Laser dibekali baterai dengan kapasitas 3000 mAh. Dengan kapasitas tersebut, Avaro mampu membersihkan area rumah hingga 120 menit/120 m2. Asyiknya, nih, ketika baterai habis, device bisa melakukan charging secara otomatis ke posisi tempat kembali ke docking charging berada secara mandiri. Aw…memanjakan banget, kan? 😆

Nikmatnya Berbagi Pekerjaan Rumah Tangga.

Kerja sama untuk urusan pekerjaan rumah tangga, tuh, bikin bahagia. Apalagi bagi aku yang punya peran ganda, berasa enggak ada beban dan menjalankan pekerjaan rumah tangga dengan suka cita karena semua pekerjaan yang ada sudah dibagi-bagi. Suami, Mamak, bahkan kadang Kecemut pun ikut turun tangan membantu pekerjaan rumah tangga. Betul-betul wujud dari gotong royong yang sukses membuat suasana hati selalu tenang dan senang. Inilah nikmatnya berbagi pekerjaan rumah tangga.

Omong-omong, kalian suka berbagi pekerjaan rumah tangga juga, kan? Jangan lupa berbagi pekerjaan juga buat si robot Avaro Laser Robotic Vacuum Cleaner! Kalau belum punya, bisa beli di Avaro Official Store di Tokopedia. Harganya kisaran Rp 2.500.000,-.

4 Langkah Simpel Merawat Kulit Wajah Supaya Tetap Sehat

4 Langkah Simpel Merawat Kulit Wajah Supaya Tetap Sehat – Bisa dibilang kulit wajahku dari masih belia sampai punya satu anak, tuh, tergolong kulit wajah yang enggak rewel. Merawat wajah pun rasanya fun-fun saja karena mau menggunakan skincare merek apa saja, kulit wajah enggak protes. Senang? Banget! Karena minim banget drama perihal perawatan kulit wajah ini. 😀

Enggak ada, tuh, yang namanya keluar beruntus setelah mencoba ganti skincare merek lain. Enggak ada sejarahnya sampai keluar jerawat meskipun kulit wajahku adalah tipe kulit berminyak. Pokoknya aku sangat bersyukur dan very-very enjoy punya wajah tanpa jerawat dengan warna kulit sawo matang. Ehem…mau bilang warna kulit eksotis tapi rasanya enggak sampai. Enggak enak sama Tara Basro. 😆

Tapi, nih, tapi! Pas otw punya anak kedua, wajahku tiba-tiba enggak enak banget dilihat. Yups, melihat wajah sendiri bikin mual padahal ini masih otw, belum positif hamil sudah mual-mual. Dududuh… 😛

cara merawat kulit wajah
lihat di dagu. salah satu jerawatnya…qiqiqi

Panik banget, nih. Panik! Ya bagaimana enggak panik, sih. Setelah kulit wajah bertahan tanpa jerawat selama bertahun-tahun, tiba-tiba muncul bintik-bintik kecil di wajah yang sangat mengganggu. Asli panik banget dan tentu ini sangat menyedihkan. Atas munculnya jerawat ini, aku melakukan review dan konsultasi dengan dokter kulit, dong. Dan hasilnya menurut dokter kemungkinan sedang ada perubahan hormon.

Kenapa Bisa Sampai Berjerawat?

Ceritanya saat itu aku baru saja lepas KB IUD. Nah, mulai dari sini, Dokter pun menyarankan untuk enggak menggunakan skincare dalam beberapa minggu. Dokter juga menyampaikan kalau ada kemungkinan terjadi perubahan hormon yang sampai membuat wajah yang tadinya adem banget dipandang dari jarak satu kilo meter, tiba-tiba terlihat sinis karena menjadi susah memberikan senyum termanis. Ya gimana, lagi susah karena berjerawat disuruh senyum. Sungguh enggak bisa senyum di atas penderitaan diri sendiri. 😛

Singkat cerita, jerawat di wajah pelan-pelan enggak aktif alias pada kempes setelah aku positif hamil. Ah…hamil anak kedua ini bahagianya berlipat-lipat. Senang karena hamil itu pasti. Terus, senang juga karena jerawat sudah enggak pada aktif nongol. Tinggal menghilangkan bekas-bekasnya saja. Tapi ini juga enggak mudah, ya. Hahaha.

Alhamdulillah…akhirnya bisa kembali memberikan sedekah termudah dalam hidup yaitu senyum. 😆 😆  Kebahagiaan perempuan kadang memang sesimpel itu, enggak berjerawat atau enggak punya masalah dengan kulit wajah. Betul apa benar? 😉

Baca juga tentang Cara Merawat Kulit Wajah dengan Benar.

Pilih Kulit Wajah Sehat Atau Glowing?

Ya kalau bisa dapatkan dua-duanya, kenapa harus pilih, sih. 😆 Memiliki wajah glowing saat ini menjadi idaman bagi kebanyakan perempuan, ya. Apalagi mereka yang tiap harinya kerap nongkrong di Tik-Tok, banyak perempuan bermunculan di halaman beranda atau For You Page (FYP) dengan wajah yang cerah, tanpa jerawat, komedo, apalagi flek hitam. Mungkin bisa bikin makin iri dan rasa-rasanya tiap jam, tuh, bawaannya ingin touch up mulu. Eh…ini bukan aku lho, ya. Karena interest aku di Tik-Tok adalah animals and fun, not beauty. *bohong banget! 😆 😆

TENTANG BERBAGI MEMBERKAHI

Kabar baiknya, buat kamu yang ingin mendapatkan wajah super glowing, saat ini makin banyak produk perawatan wajah yang menawarkan bahkan telah mengklaim setelah menggunakan skincare dengan merek eibisidi selama satu bulan bakal mendapatkan wajah yang cerah tanpa terlihat pori-pori wajah sedikit pun. 😀 Pasti kamu pernah, dong, membaca artikel tentang glowing dalam sekejap. Qiqiqi

Mendambakan wajah glowing itu sah-sah saja, kok. Apalagi untuk mendapatkannya memilih melalui proses yang enggak instan alias mengikuti langkah demi langkah untuk mendapatkan kulit yang cerah. Pastinya enggak hanya glowing saja yang didapatkan, tapi juga kulit wajah lebih sehat. 😉

Langkah Mudah Merawat Kulit Wajah.

Merawat kulit wajah, tuh, enggak ribet alias simpel. Langkah-langkah perawatannya juga mudah. Selain rutin datang ke salon untuk sekadar facial, chemical peeling, atau soothing treatment, perawatan rutin di rumah adalah wajib dilakukan setiap harinya. Enggak boleh sampai lupa, apalagi meninggalkan yang namanya membersihkan wajah. Ehem…katanya impian di 2021 ingin punya kulit wajah sehat dan glowing. Uhuks! 😛

Capek setelah seharian beraktivitas kadang menjadi salah satu kendala atau bahkan masalah yang kerap dihadapi perempuan ketika hendak menggunakan rangkaian face care untuk perawatan wajah. Seperti yang pernah saya rasakan beberapa bulan setelah kena rotasi di kantor. Meskipun saat ini kerjanya lebih banyak duduk ketimbang dinas luar, tapi nyatanya sesampainya di rumah kadang lebih memilih untuk rebahan dan pada akhirnya ketiduran. Ini nikmat bukan main tapi esok hari sudah dipastikan jerawat bakal muncul. Padahal aktivitas merawat wajah saat hendak tidur malam, tuh, enggak membutuhkan banyak waktu. Kan Kzl…

Nah, berikut langkah mudah merawat kulit wajah supaya tetap sehat.

1. Cuci Muka dengan Benar.

“Lho, memangnya ada cara cuci muka yang salah?” Ada banget! Salah satunya yaitu ketika hendak cuci muka, tapi kamu enggak cuci tangan terlebih dahulu. Kita semua tahu bahwa tangan kotor menyebabkan bakteri dan kotoran semakin menumpuk di kulit. Khawatirnya sampai menginfeksi kulit wajah kamu. Setelah cuci tangan, jangan lupa bersihkan makeup terlebih dahulu menggunakan makeup remover, ya. Baru setelahnya gunakan sabun pembersih wajah supaya kotoran betul-betul terangkat.

Menyoal sabun pembersih, aku menggunakan facial wash dari Scarlett yang cocok untuk menjaga kesehatan dan kelembapan kulit wajah. Kenapa aku memilih facial wash ini? Karena dalam 100 ml sabun wajah ini mengandung Glutathione, Vitamin E, Rose Petals dan Aloe Vera. Kandungan ini sangat bagus untuk:

  • Membantu mencerahkan wajah;
  • Membantu menutrisi serta mengecilkan pori-pori di wajah;
  • Membantu mengontrol kadar minyak berlebih di wajah;
  • Membantu menghilangkan beruntus atau jerawat di wajah;
  • Membantu meregenerasi kulit wajah agar tampak lebih fresh!

Kalau sudah tahu manfaatnya, jadi enggak ragu buat beli kan, ya. Apalagi buat yang punya kadar minyak berlebih seperti aku ini, kalau beli langsung dua karena untuk stok satu bulan enggak cukup satu botol. Xixixi.

Btw, aku suka banget sabun muka dari Scarlett ini karena aroma wanginya perpaduan antara bunga mawar dan permen dan auto bikin wajah terasa lebih segar. Uniknya, nih, di dalam facial wash ini tampak buliran scrub warna pink dan terdapat kelopak bunga mawar atau rose petals juga. Kalau pas lagi dapat kelopaknya, happy banget, euy! 😀

Oiya, Scarlett Brightening Facial Wash yang dikemas dalam botol bening dengan netto 100ml sudah terdaftar di BPOM RI: NA 18211202458. Sudah dipastikan aman, ya. Dengan tutup botol jenis flip top body cap, face wash ini aman masuk ke dalam tas. Anti tumpah. Bersihkan wajah setidaknya dua kali dalam sehari supaya kulit wajah tetap sehat.

2. Gunakan Toner dan Serum.

Tepuk-tepuk wajah menggunakan waslap bersih setelah selesai cuci muka. Iya, gunakan kain yang halus untuk mengeringkan wajah supaya kulit wajah tetap aman. Kemudian langkah berikutnya untuk perawatan kulit yaitu gunakan Toner saat wajah masih lembap. Kenapa saat masih lembap? Karena dapat membantu kandungan toner meresap lebih maksimal ke dalam kulit. Pilih toner yang sesuai dengan jenis kulit wajah, usahakan jangan pilih toner yang mengandung alkohol, ya! Penggunaan Toner sangat membantu mengangkat sisa-sia kotoran di wajah.

Langkah berikutnya yaitu mengoles serum wajah. Ada banyak manfaat penggunaan serum, mulai dari membantu mencerahkan kulit wajah sampai membantu mengecilkan pori-pori. Sama halnya toner, penggunaan Serum wajah pun disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Misalnya, ingin memudarkan noda di wajah seperti hiperpigmentasi, bekas jerawat, flek di kulit wajah, cocok banget menggunakan Scarlett Brightly Ever After Serum.

Betul, aku pengguna Scarlett Brightly Ever After Serum karena sedang fokus buat memudarkan noda bekas jerawat. Serum ini mengandung Phyto Whitening Glutathione, Vitamin C, Niacinamide, dan Lavender Water. Aku merasakan manfaatnya sejak penggunaan hampir satu bulan. Makanya, sampai saat ini pun aku masih menggunakan serum ini karena sangat terasa manfaatnya. Berikut manfaat lengkap Scarlett Brightly Ever After Serum:

  • Membantu mencerahkan kulit dan memudarkan noda di wajah seperti hiperpigmentasi, bekas jerawat, flek dan bekas luka;
  • Membantu mengontrol kadar minyak berlebih di kulit, membantu mengeceilkan pori-pori, mengimprovisasi warna kulit, menghaluskan kerutan dan juga garis di kulit;
  • Membantu menutrisi dan melembapkan kulit;
  • Membantu membuat kulit menjadi lebih relax dan calm;
  • Bekerja sebagai antioxidant dan juga sebagai anti pollution.

Scarlett Brightly Ever After Serum dikemas dalam botol ukuran 15 ml. Untuk menggunakannya sangat mudah, tinggal pencet saja pipet pada tutup kemasan dan oles pada kulit wajah. Teteskan 2-3 tetes serum, usap dan pijat secara perlahan sampai merata pada kulit wajah dan diamkan 2-3 menit agar serum meresap ke kulit.

FYI, serum dari Scarlett ini aman digunakan karena sudah terdaftar di BPOM, ya. Dan btw, serum dari Scarlett Whitening tersedia tiga varian yaitu Acne Serum (untuk kuit berjerawat), Brightly Ever After Serum (untuk memudarkan noda di kulit wajah), dan Glowtening (membuat kulit lebih glowing). 😉

3. Gunakan Pelembap dan Sunscreen.

Siapa di sini yang masih suka melewatkan penggunaan pelembap untuk malam hari atau night cream? Mentang-mentang inginkan kulit bersih, terus pas mau bobok pelontosan enggak menggunakan rangkaian skincare satu pun. 😀 Minimal nih, kalau memang malas menggunakan eye cream meskipun hanya oles-oles dowang, minimal sampai tahap ini, ya.

Yups, langkah ketiga ini khususnya penggunaan pelembap memang enggak boleh ditinggalkan sekalipun tipe kulit wajahmu normal atau berminyak. Meskipun sudah rajin cuci muka dengan benar, sering menggunakan masker, ataupun konsumsi nutrisi yang cukup, semua itu tetap enggak bisa menggantikan fungsi pelembap wajah. So, karena saking pentingnya pelembap gunakan secara rutin saat pagi dan malam hari sesuai kebutuhan kulit wajahmu.

Baca juga Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil.

Sama halnya dengan pelembap, penggunaan tabir surya atau sunscreen juga enggak boleh terlewatkan karena memang sangat penting untuk kesehatan kulit wajah. Bagiku, menggunakan sunscreen ini menjadi prinsip dalam perawatan wajah rutin. Kita semua tahu bahwa paparan sinar UV matahari bisa menyebabkan kulit wajah menjadi kusam, muncul garis halus, serta muncul bintik-bintik hitam di kulit. Makanya, gunakan sunscreen untuk wajah menjadi dengan SPF minimal 50 setelah menggunakan pelembap dan sebelum keluar rumah.

Ingat bahwa tabir surya di wajah enggak bertahan seharian, ya. Jadi, baiknya oleskan kembali ke wajah setiap 2 sampai 3 jam sekali.

4.Kelola Makanan dan Minuman dengan Baik.

Aku, tuh, suka sedih kalau dengar teman atau saudara habis makan makanan terus timbul jerawat atau gatal-gatal khususnya di kulit wajah. Yups, alergi makanan! Alergi terhadap makanan mungkin dirasa biasa saja karena setelah berhenti konsumsi kulit dapat kembali normal. Tapi setelahnya, kan, bisa jadi ada bekasnya, ya. Ini yang paling menyebalkan. Belum lagi jika kurang kontrol terhadap minuman. Kadang merasa sudah cukup minum air putih minimal delapan gelas per hari, tapi masih doyan konsumsi minuman yang mengandung alkohol atau soda juga kurang tepat, ya.

Btw, minum banyak air putih sangat membantu menjaga kulit kamu tetap terhidrasi, sehat dan lembap dari dalam. Makanya, selain melakukan perawatan rutin dengan rangkaian face care, langkah lain yang harus dilakukan supaya kulit tetap sehat yaitu dengan mengelola makanan, minuman, dan juga kelola stres. Boleh banyak pikiran, tapi usahakan jangan sampai stres, ya. 😉

Baca lagi tentang Pola Hidup Sehat Dimulai dari Makanan.

Rangkaian Produk Perawatan Kulit Wajah dari Scarlett Ramah di Kantong.

Pada blog post kali ini, aku sedikit mengulas produk perwatan kulit wajah dari Scarlett karena aku pengguna Scarlett. Enggak hanya produk face care saja, sih, tapi body care pun. Aku merasa cocok karena Scarlett menawarkan beragam pilihan produk sesuai dengan kondisi kulit.

Siapa tahu ada yang membutuhkan informasi tentang harga rangkaian produk face care mulai dari facial wash sampai serum dijual dengan harga sama yaitu Rp 75 ribu. Buat kamu yang mau mencoba produk Scarlett atau ingin membeli produknya, bisa langsung DM ke akun official Instagram @scarlett_whitening atau melalui link https://linktr.ee/scarlett_whitening. Kamu juga bisa mendapatkan harga khusus atau paket hemat dengan membeli 5 item hanya membayar Rp 300 ribu. Harga tersebut sudah termasuk Box Exclusive dan Free Gift bagi yang beruntung.

rangkaian face care dari scarlett
rangkaian face care dari scarlett

Perawatan kulit wajah yang dilakukan sehari-hari sebenarnya simpel dan enggak membutuhkan waktu lama. Makanya sayang banget kalau sampai meninggalkan rutinitas yang satu ini. 😉

Ini FrenZoneku, Kamu Punya FrenZone Juga?

Ini FrenZoneku, Kamu Punya FrenZone Juga? – Melihat kekompakan sebuah tim dalam membuat karya, tuh, menyenangkan. Iya, baru melihat prosesnya saja sudah bahagia, bagaimana jika sampai melihat hasilnya? Terlepas dari kualitasnya, aku sangat menghargai seperti apa pun hasilnya karena membuat karya itu enggak mudah. Apalagi sebuah karya yang melibatkan banyak kepala.

Ngomongin banyak kepala, ternyata kerja tim itu enggak mudah ya, Guys. 😛 Ceritanya, aku pernah dalam situasi harus bisa kerja bersama dengan tim. Ehem…tim yang aku maksud  di sini bukan tim “besar” karena anggotanya adalah teman-teman satu kota yang sudah aku kenal. Hanya saja, mau tidak mau kami harus pelan-pelan belajar profesional supaya apa yang sedang kami kerjakan bisa maksimal.

Ada yang pernah mendengar tentang destinasi digital? Itu lho, destinasi wisata yang dikemas dalam bentuk pasar dan menawarkan beragam jajanan tradisional. Destinasi ini pernah booming pada tahun 2018 dan selalu viral di tiap gelaran. Kami akui destinasi digital pernah sukses pada zamannya karena sebuah kekuatan berupa konten menarik yang diunggah melalui media sosial. Iya, promosi hanya melalui media sosial tapi dapat memberikan impact-nya yang luar biasa. Tapi, di balik konten yang katanya menarik, ada orang-orang yang mau enggak mau harus membuat konsep dan tema yang berbeda tiap pekan.

Kalau bukan karena saling peduli dan mendukung, destinasi wisata yang dibuka hanya tiap pekan mungkin hanya bertahan beberapa gelaran saja. 😆 😆

batik gumelem

Bertemu di Komunitas, Akhirnya Berkarya Bersama.

Masih di tahun 2018, tepatnya sebelum launching destinasi digital, aku bersama beberapa teman pernah mengadakan open recruitment pada sebuah komunitas yang punya misi mempromosikan pariwisata kota kelahiran kami yaitu Banjarnegara, Jawa Tengah. Komunitas yang mana anggotanya adalah anak-anak milenial ini berdiri atas dasar peduli. Kami sepakat menambah anggota karena yakin bahwa semakin banyak orang dalam komunitas ini, akan semakin mudah dan cepat dalam mengenalkan potensi pariwisata di kota kami.

Jadi, kami yang semula hanya 8 orang, setelah membuka peluang untuk berkarya bersama jadi melebar hingga 27 orang. Alhamdulillaah…banyak banget, ya! Hahaha.

Sebagai satu-satunya mamah muda di antara anak-anak muda belia yang pastinya lagi semangat-semangatnya dalam membuat karya, mau enggak mau aku memosisikan diri sebagai “orang tua” meskipun sebenarnya di komunitas tersebut ada yang lebih dewasa dari aku. Aku pun sangat memaklumi kalau mereka memanggilku dengan sapaan “Bu”. Duh…enggak bisa menolak lagi karena memang sudah “berbuntut”. 😆

 

View this post on Instagram

 

A post shared by GENMILE BANJARNEGARA (@genmilebnr)

Tiap sebulan sekali sebelum ada wabah Covid-19, kami membuat konten pariwisata Banjarnegara dengan cara eksplorasi ke tempat-tempat wisata yang ada. Buat yang punya passion video, berarti mereka akan membuat video. Buat yang hobi menulis, tentu akan menuliskan hasil eksplorasi melalui media blog. Atau, mereka yang gemar fotografi, mereka akan membagikan hasil jepretannya untuk konten Blog dan Media Sosial.

Mempunyai FrenZone atau berada dalam lingkaran pertemanan yang satu misi, tuh, memang menjadikan hidup semakin berarti. Ada saja topik yang dibagikan untuk kemudian dijadikan bahan obrolan. Ini membuat semangat untuk terus belajar dan menciptakan karya. Sharing pendapat tentang hasil konten selalu menjadi obrolan menarik. Kami juga saling mengingatkan jika ada konten yang mungkin kurang layak untuk di sebar luaskan. Edit caption pun menjadi hal biasa karena ada koreksi dari teman lain. Ah…menjadi rindu dengan masa-masa itu.

“Lingkaran” yang kami buat sampai sekarang masih ada meskipun beberapa teman ada yang memilih untuk kembali berkarya sendiri. Bagiku enggak masalah karena kami masih bisa saling mendukung dan ini adalah salah satu FrenZoneku!

Btw, menulis ini berasa nostalgia. Terima kasih 2018. Terima kasih kalian sudah menjadi teman baik. Terima kasih atas kolaborasi dalam membuat karya untuk Banjarnegara. 😉

Kamu Punya FrenZone Juga? Yuk, Ikutan FrenZone Challenge!

Kabar baik buat kamu yang punya FrenZone, nih. Smartfren yang merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Indonesia mengadakan UN1TY FrenZone Challenge!

Challenge ini spesial buat kamu para generasi kreatif dan suka membuat konten. Melalui kokreasi inovatif ini, Smartfren bersama UN1TY dan “Dari Jendela SMP” membuka peluang menarik bagi para penggemar dan masyarakat luas untuk menjadi bagian dari peluncuran original soundtrack sinetron tersebut.

FrenZone Challenge

FYI, Dari Jendela SMP adalah sinetron Indonesia yang merupakan hasil adaptasi dari novel karya Mira W., kini menjadi salah satu acara televisi yang digandrungi oleh anak muda di Indonesia. Sedangkan grup musik UN1TY merupakan grup yang terbentuk dari pertemanan positif, yang kemudian sukses membuat karya dan sangat populer di kalangan anak muda tanah air.

Nah, karena selalu konsisten sebagai operator yang selalu menjadi teman buka peluang untuk masyarakat luas, Smartfren pun berkokreasi dengan UN1TY untuk membuat dan merilis original soundtrack sekaligus video musik resmi untuk sinetron “Dari Jendela SMP”.

Lalu, Bagaimana Cara Mengikuti UN1TY FrenZone Challenge?

Tema FrenZone yang usung dalam kokreasi ini diharapkan mewakili semangat pertemanan positif anak-anak muda yang kreatif, digital dan saling mendukung. Karena lingkungan pertemanan yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan berpengaruh dalam menghasilkan sesuatu yang positif juga.

Berikut aku sertakan cara untuk mengikuti FrenZone Challenge, ya!

  • Semua orang bisa mengikuti UN1TY FrenZone Challenge;
  • Challenge ini dibagi menjadi dua yaitu Duet FrenZone Challenge & Dance FrenZone Challenge;
  • Kamu cukup membuat video yang menunjukan kekompakan FrenZone dengan teman-teman terdekat dan gunakan original soundtrack “Dari Jendela SMP”;
  • Unggah video pertemanan tersebut ke platform Instagram Reels maupun TikTok;
  • Video pertemanan terbaik yang menunjukkan semangat positif akan diumumkan melalui program WOW Talks bersama Rey Bong dan Sandrinna Michelle;
  • Pemenang akan mendapatkan kesempatan ikut serta dalam proses pembuatan acara televisi Dari Jendela SMP.

Teman adalah salah satu esensi Smartfren, seperti yang sudah diciptakan belum lama ini yaitu Teman Kreasi Indonesia. Yuk, ajak teman-teman untuk ikut UN1TY FrenZone Challenge!

Lagi Cari Oleh-oleh Khas Banjarnegara? Ayo Manfaatkan Harbokir!

Lagi Cari Oleh-oleh Khas Banjarnegara? – Adanya jaringan internet sekarang memudahkan kita semua untuk mencari atau browsing apa yang kita butuhkan termasuk makanan khas daerah baik untuk dinikmati bersama keluarga atau sengaja checkout-kan untuk oleh-oleh calon besan. 😛

Belum lama ini, ada pelanggan baru yang check out beberapa macam oleh-oleh khas Banjarnegara di website Dipayuda. Saat aku membuka email masuk yang berisi pesanan, ternyata yang memesan beralamat di Banjarnegara, kemudian ditujukan untuk seseorang yang beralamat di Yogyakarta. Kalau dilihat dari namanyapemesan adalah cewek dan yang dikirimi paket adalah cowok. Ah…so sweet banget enggak, sih?

Kalau menurut aku, sih, YES! 😉

Bagaimana enggak so sweet, ya. Di tengah menjamurnya mini market yang bisa dibilang mau beli apa saja ada, tapi si embak memilih untuk membelikan jajanan khas daerah. Mungkin sebelumnya mereka ada obrolan tentang jajanan khas daerah kalik, ya. Jadi saling kirim, gitu. Hlah…kepo amat, ya. Hahaha. Tapi ini panutan banget dan patut dicontoh. 😀

Sejalan dengan slogan “Bangga Buatan Indonesia” yang merupakan gerakan nasional berbentuk gotong royong dari UMKM untuk UMKM Indonesia. Masyarakat memang harus pilih dan jajan produk lokal, apalagi di tengah pandemi. Ini sangat membantu dan mendukung pelaku UMKM untuk terus eksis. Tentu terlepas dari aku dan tiga teman aku yang berada di belakang layar Dipayuda lho, ya. 😀

Eh, Ngomongin Dipayuda, Adakah yang Belum Kenal?

Banyak! Iya, pasti banyak yang belum mengenal Dipayuda. Tadinya aku mau minta yang baca blog post ini buat Googling. Tapi setelah aku mencoba sendiri untuk searching di Google, laman website Dipayuda masih tenggelam, guys! Dan yang keluar adalah informasi tentang Raden Tumenggung Dipayuda yang merupakan pendiri Kabupaten Banjarnegara. Gimana, nih, SEO-nya. 😆

Aku dan tiga temanku memilih menggunakan Dipayuda sebagai nama marketplace memang terinspirasi dari pendiri Kabupaten Banjarnegara, tempat kami tinggal dan bertumbuh. Ya…semacam ingin mengabadikan, gitu. Jadi, selain nama pendiri tanah kelahiran kami, Dipayuda adalah marketplace yang bermitra dengan UKM serta Tour & Travel di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Mengusung jargon Discover Your Travelmate”, Dipayuda membawa misi untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk lokal dan wisata yang ada di Kabupaten Banjarnegara melalui platform digital sehingga lebih dikenal masyarakat luas dan semakin mengudara. Makanan, Minuman, Kerajinan, Cendera mata, dan Paket Wisata yang ditawarkan telah melalui tahap kurasi dan test tour sehingga pelanggan merasa aman dan nyaman untuk menikmatinya.

Jadi, kalau kamu, saudara, keluarga, teman, calon mantan, kangen sama camilan khas Banjarnegara, boleh banget tengok-tengok jajanannya di Dipayuda, ya. Silakan kunjungi laman web Dipayuda di https://www.dipayuda.id/ dan jangan lupa checkout, ya!  😉

Sudah dapat Oleh-oleh khas Banjarnegara, jangan lupa manfaatkan Harbokir.

Bagi kamu yang demen banget belanja online, pasti setelah mendapatkan barang langsung otomatis pilah pilih jasa pengiriman barang. Iya, kan? Bagi mamak-mamak, kadang selisih seribu untuk ongkos kirim saja menjadikan berpaling. Apalagi kalau ada gratis ongkos kirim, enggak pikir panjang langsung pilih jasa kurir dan bayar! 😆

Kabat menyenangkan buat pelanggan Dipayuda dan seluruh masyarakat Indonesia, dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE ke 31, Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia. Harbokir 2021 merupakan penyelenggaraan yang ke-6.

HARBOKIR JNE KE-6

FYI, Harbokir berlaku untuk semua pelanggan yang tergabung sebagai member JLC (JNE Loyalty Card) di seluruh Indonesia dengan pengiriman maksimum 2 kg per resi. Program free ongkos kirim (ongkir) ini dapat digunakan pada kiriman dengan layanan Reguler dengan tujuan pengiriman dalam kota yang sama, serta antar kota dalam 1 provinsi.

Nah, kebetulan Dipayuda sudah menjadi anggota JLC, nih. Jadi, buat kamu yang kangen dengan jajanan khas Banjarnegara atau ingin kirim jajan ke saudara, ayo manfaatkan Harbokir, ya. Lumayan untuk pengiriman 2 kg sama dengan check out keripik Kentang Albaeta 2 bungkus atau 1 box Carica Cup isi 12 pcs. 😆

Cara Menjadi Member JLC (JNE Loyalty Card).

Kartu JLC merupakan sebuah program keanggotaan bagi customer JNE yang melakukan pengiriman di Cash Counter JNE (walk in customer). Ada banyak keuntungan yang didapat oleh para online seller jika bergabung menjadi member JLC, yaitu sebagai berikut:

  • Bagi pelanggan terpilih yaitu sebanyak 31 member akan mendapatkan subsidi ongkir sebagai dukungan untuk sociocommerce;
  • Buat yang sudah terdaftar sebagai member pada tanggal 26 – 30 November 2021 juga akan mendapatkan double point;
  • Ada keuntungan paket bundling penukaran poin dengan Buku Bahagia Bersama;
  • Voucher ongkir yang dimulai pada tanggal 11 November 2021 (selama stok tersedia);
  • Flash sale berupa penukaran 31 poin dengan voucher ongkir senilai Rp 30.000;
  • Penukaran poin dengan harga khusus untuk produk Modem Orbit yang akan dimulai pada 26 November 2021 (periode terbatas, selama stok tersedia).

Gimana? Banyak banget keuntungannya, kan? Lalu, bagaimana cara menjadi member JLC? Berikut aku sertakan informasinya dalam infografis, ya.

CARA MENDAFTAR JLC DARI JNE

Penting bagi pelaku UMKM atau online seller untuk menjadi anggota JLC karena banyak banget manfaatnya. Harbokir kembali dihadirkan dengan harapan JNE dapat  membantu para Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk tetap berinovasi dan meningkatkan penjualannya.

Bagi JNE, memberikan reward kepada pelanggan berupa Harbokir mungkin tidak seberapa karena aku tahu dedikasi JNE sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman sangat tinggi. Iya, JNE sering memberikan bantuan berupa free ongkos kirim sampai pelosok daerah. Yups, kirim barang dalam jumlah banyak dengan cuma-cuma seperti yang pernah Kang Maman ceritakan sewaktu deklarasi hari Bahagia bersama sekaligus launching buku Bahagia Bersama.

Jadi, sudah ada rencana jajan online apa di Dipayuda, nih? 😆

Pengalaman Piknik ke Pantai Jetis Saat Pandemi

Pengalaman Piknik ke Pantai Jetis – Pandemi belum usai, tapi kalau ada yang mengajak piknik, kok, rasanya susah untuk menolak. Apalagi kalau tujuan wisatanya hanya melintasi satu atau dua Kabupaten saja, ngapain menolak kalau bisa menerima. *eh… 😆 Tentu sudah dengan mempertimbangkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten tujuan, dong, ya. Seperti beberapa waktu lalu, Om mengajak kami jalan-jalan ke Cilacap.

Menuju Kabupaten Cilacap, kurang lebih 70 km dari Kabupaten Banjarnegara, pukul 08.00 WIB kami bertolak dengan persiapan total dan maksimal. Iya, traveling kali ini aku mengajak anak-anak tanpa suami yang tetap kerja pada akhir pekan, jadi persiapannya harus lebih maksimal. Termasuk persiapan fisik karena membawa dua anak meskipun saat tiba di lokasi, mereka bisa jalan sendiri dan terus dipantau sama mbah uti serta Om dan Tantenya. Ibunya malah santai, gitu. Qiqiqi

Perjalanan ke Cilacap kali ini dengan tujuan utama yaitu ke depot air minum. Yups, Om punya usaha depot air minum isi ulang, terus ada beberapa perlengkapan yang habis. Terus, beli barang persediaannya di Cilacap. Ketimbang cuma ambil barang dowang, kan, kurang gereget, ya. Jadi, malam harinya kami membuat rencana jalan-jalan ke pantai terdekat dengan lokasi depot.

Berbekal Google Maps, Ini Pengalaman Piknik ke Pantai Jetis. 

Perjalanan ke Cilacap kali ini, kami tidak melewati jalan raya utama alias lewat “jalan tikus”. Sama-sama enggak hafal jalan tembus, tapi Om nekat saja berbekal jalan belokan pertama di wilayah Kabupaten Banyumas, kami lanjut menggunakan bantuan Google Maps. Ini merupakan Pengalaman Piknik ke Pantai Jetis yang tak terlupakan.

pantai jetis cilacap (2)
pemandangan Pantai Jetis dari sebelah barat…

Kenapa lebih memilih jalan tembus? Ternyata lokasi depot berada di Cilacap Timur, lebih dekat dengan Kabupaten Banyumas. Kami beruntung karena jalan tembusnya sudah beraspal mulus, jadi aman-aman saja meskipun kadang ada drama-drama sedikit karena jalan yang berkelok dan ada yang naik turun, gitu. Biasa, Mbah Uti kadang memang berlebihan. 😆

Baca lagi Cerita Liburan ke Pantai Sadranan.

Kurang lebih lima menit lagi sampai di Depot, Tante yang saat itu standby Google Maps memberi pilihan dua pantai yang paling dekat dengan Depot yaitu Pantai Widara Payung dan Pantai Jetis. Kalau masalah pilihan pantai, aku serahkan ke mereka karena bagiku yang terpenting sudah keluar dari rumah, sudah bisa kembali menikmati perjalanan yang cukup jauh kurang lebih 3 jam dan perginya bareng anak-anak. Bagiku ini momen banget karena selama pandemi aku enggak pernah mengajak anak-anak jalan jauh.

Welcome Back Pantai Jetis!

Akhirnya, setelah melewati beberapa pertimbangan khususnya untuk anak-anak, Tante lebih memilih Pantai Jetis karena dirasa lebih ramah ketimbang Pantai Widara Payung yang terkenal dengan ombak besar. Aku malah enggak paham pantai Widara Payung seperti apa karena belum pernah ke sana. Dan kali ini aku enggak kepo-kepo lokasinya, percayakan saja sama Om dan Tante. Sesekali santai enggak memikirkan rundown, pokoknya ngikut saja dan ini nikmat sekali. 😀

Omong-omong, tiga tahun lalu aku pernah ke Pantai Jetis. Tapi saat itu tujuan utamaku adalah kuliner di sana. Karena Cilacap ini terkenal dengan banyak laut, Seafood pun menjadi pilihan buat kuliner. Makan beragam olahan Seafood kemudian beli yang masih segar juga buat oleh-oleh.

Baca lagi Bersenang Kenyang di Pantai Jetis, Cilacap.

kuliner dipantai jetis (5)

Pantai Jetis yang kami kunjungi ternyata beda dengan yang pernah aku kunjungi sebelumnya. Dulu, kami tiba di Pantai Jetis, tuh, langsung di sebelah kanan-kiri adalah warung-warung yang menjual ikan laut segar, ikan asin, dan olahan seafood. Berbeda dengan yang sekarang, begitu melewati pintu masuk obyek wisata, kami seperti masuk ke dalam hutan, gitu. Baru berjalan kurang lebih 100 meter, baru tercium aroma pantai dan suara perahu motor.

Kami terus berjalan, sampai pada akhirnya tersadar kalau kami berada di seberang Pantai Jetis atau Pantai Jetis sebelah timur. Pantas saja sepi bukan main, yang parkir hanya beberapa mobil dowang. Eh sepinya ini karena pandemi kalik, ya. 😆

Ngapain Saja di Pantai Jetis? Pandemi, Lho!

Bener, masih pandemi dan pantai sepi, tapi ini di Pantai Jetis sebelah timur. Hanya ada beberapa wisatawan dowang. Bisa dihitung jari. Berbeda dengan Pantai Jetis sebelah barat, terlihat banyak banget wisatawan di tepi pantai yang sedang antre buat naik perahu dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga ramai banget.

Buat wisatawan yang berada di sisi timur bisa juga naik perahu, lho. Ada crew yang menawarkan buat naik perahu dengan harga Rp 25 ribu per orang. Aku tertarik banget buat ikut naik perahu, tapi yang lain pada enggak minat. Jadi lah aku sama Kecemut dan Wildan gagal naik perahu. Ini gara-gara Ibuku drama banget karena lihat banyaknya penumpang, khawatir perahunya terbalik. Wildan langsung dikekep terus, cuy! Hahaha. Yaudah, akhirnya kami melakukan aktivitas lain di sekitar pantai yang enggak kalah serunya sama naik perahu yaitu berburu kepiting. 😛

Baca Gagal ke Pantai Sodong, Bersenang-senang di Kolam Renang Purbasari.

Yups, aku membawa dua anak ke tepi pantai meskipun sebenarnya Mbah Uti terlihat enggak rela cucunya dibawa ke tepi pantai. Duh, sudah sampai pantai mau ngapain, dong? Masa iya duduk-duduk saja, mending di rumah lah. Qiqiqiqi. Dua anak aku sama-sama suka banget lari. Mbaknya yang terlihat happy banget bisa sampai bibir pantai, tiba-tiba melihat kepiting kecil pada berlarian. Saking senangnya, dia mengejar kepiting sampai nyungsep nyium pasir hitam. Ya ampun, padahal panas-panas, lho.

Enggak mau kalah dengan Mbaknya, Wildan juga ikut-ikutan lari. Tapi kali ini dia belum paham kenapa Mbaknya lari begitu cepatnya. Dia cuma ikut-ikutan lari saja dan bahagianya Masya Alloh. 😀 Terus, setelah tahu kalau Mbaknya mengejar Kepiting, dia pun ikut cari Kepiting. Pukul 11.00 WIB, matahari lagi terik-teriknya dan harus kejar-kejaran sama Kepiting, wow banget pokoknya. Enggak mikirin skincare mahal, ya. Hahaha.

Selain mengejar Kepiting, kami juga mencari Kepiting lewat lubang-lubang kecil bekas galiannya. Iya, lubang kecil itu kalau digali ternyata masih ada Kepiting di dalamnya. Buat rumah Kepiting, gitu. Sambil gali pelan-pelan dengan bilah kayu yang kami dapatkan di sekitar pantai, Kecemut akhirnya berhasil mengeluarkan Kepiting yang lagi istirahat dengan nyenyak. 😆 Sungguh aktivitas yang menyenangkan meski harus panas-panasan. Belum lagi ditambah dengan mencari kerang di pinggir pantai, sungguh keringat bercucuran dan kulit Ibuk menjadi lebih eksotis lagi. 😀

Akhirnya, Dapat Konten Pikinik Buat CERIS Family!

Aah…rasanya sudah lama banget, nih, enggak piknik bareng keluarga. Sayang banget, sekalinya punya waktu buat piknik, enggak semua bisa ikut. Iya, suamiku enggak bisa ikut karena weekend ini enggak libur. Terus, Bapakku pas banget ada acara nongkrong dengan teman-temannya. Tapi enggak apa, konten tetap dibuat tanpa mereka. 😀

Konten yang dibuat, sih, konten standar; ada foto dan video. Tapi karena ada momen ngejar-ngejar Kepiting, jadi lah momennya luar biasa banget. Apalagi dengan ekspresi mereka yang kadang bahagia, kadang sedih karena enggak dapat kepitingnya. Hahaha. Nah, kalau konten sudah dibuat ya pastinya dibagikan, dong. Iya, aku sering kali menitipkan hasil konten di sosial media atau media online lainnya. Soalnya kalau cuma disimpan di alat penyimpanan seperti hard disk, khawatir enggak awet.

Oleh-oleh di pantai jetis

Baca tentang Penyimpanan Bahan Konten Online di Google Drive.

Ngomongin upload dan download konten, nih. Aku percayakan sama jaringan internet dari Smartfen yang kuotanya berlimpah dan signalnya stabil. Pelanggan setia Smartfren pasti tahu kalau kuota internet Smartfren itu selau berlimpah. Harga terjangkau, tapi dapat kuotanya bisa unlimited. Kabar bahagianya, pelanggan setia Smartfren bisa dapatkan banyak hadiah dengan sering melakukan transaksi di aplikasi mySF.

 

Eh btw, kami masuk pantai ini tanpa tiket masuk, lho. Mungkin karena masih pandemi dan sebenarnya pantai ini belum dibuka untuk umum. Biaya parkir pun enggak ada. Hanya saja, di tempat parkir banyak pedagang berjualan oleh-oleh dan jajan. Di pinggir pantai pun banyak warung yang buka. Uniknya, nih, hampir semua warung menyediakan kupat pecel dan kelapa muda. Lainnya, jajanan ringan dan minuman botol. Lumayan bisa buat ganjal perut.

Kami di Pantai Jetis cukup lama karena sambil menunggu pemilik Depot Air Minum yang ternyata sedang keluar. Setelah keluar pantai pun, kami masih cari oleh-oleh ikan asin. Kami dapat ikan asin di pinggiran jalan raya, gitu. Bener-bener sekali mendayung dapat banyak manfaat. Enggak mungkin cuma menunggu di dalam mobil saja, kan. Bisa-bisa anak pada bosan. Cilacap hot banget, gais.

Pantai Jetis Cilacap (4)

Baca lagi Pengalaman Menginap di Pantai Menganti.

Apakah kalian punya pengalaman piknik ke pantai Jetis? Boleh, dong, share kebahagiaan dengan kami. 😉

Review Buku Bahagia Bersama: Selalu Ada Berkah dalam Setiap Berbagi

Review Buku Bahagia Bersama: Berkah dalam Setiap Berbagi – Ketika energi positif bertemu dengan energi positif, ketika orang baik bertemu dengan orang baik, jadilah sebuah karya penuh inspirasi dalam bentuk buku dengan judul Bahagia Bersama.

Buku yang merupakan kolaborasi antara Kang Maman, Kartunis Mice, dan PT. Tiki Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), sukses menggerakkan hati aku untuk membiasakan berbagi, memberi, dan menyantuni. Seberapapun nominalnya,  apapun bentuknya karena yang diberi pasti akan merasa bahagia.

Otak aku pun seperti terdoktrin harus menjadi pribadi lebih baik lagi setelah membaca buku Bahagia Bersama. Harus lebih care lagi terhadap orang-orang di sekeliling yang sekiranya membutuhkan. Rasanya pun terus terngiang-ngiang tentang kebiasaan berbagi yang dilakukan oleh JNE. Semoga enggak hanya terngiang-ngiang saja, tapi ikut membiasakan diri untuk lebih rajin lagi dalam berbagi. Aamiiin.

Buku Bahagia Bersama diluncurkan bersamaan dengan Deklarasi Hari Bahagia bersama JNE yaitu pada tanggal 7 September 2021. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari tiap kisah yang tertulis dalam buku ini. Sebelum membeli bukunya, yuk baca ulasan atau review-nya dulu!

Judul Buku: Bahagia Bersama
Penulis: Kang Maman (Maman Suherman)
Kartunis: Mice (Muhammad Misrad)
ISBN: 9786020528380
Berat: 0.3 kg
Lebar: 15 cm
Panjang: 21 cm
Jumlah Halaman: 202
Harga: Rp 140.000
Penerbit: PT Grasindo
Tahun Terbit: 2021

BUKU BAHAGIA BERSAMA

Siapa yang tidak kenal dengan Kang Maman? Seorang penulis hebat yang pernah study di Universitas Indonesia dengan jurusan Ilmu Kriminologi pernah menjadi jurnalis pada tahun 1998 dan sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia. Kang Maman ini salah satu penulis favoritku. Setiap yang beliau tuliskan, setiap karyanya, selalu menambah pengetahuan. Untuk pemilihan diksinya, Kang Maman ini juara banget karena selalu menarik dan enggak pernah bosan setiap kali membaca hasil karyanya.

Buku Bahagia Bersama sebenarnya isinya membahas tentang kisah perjalanan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman terbesar di Indonesia. Namun di tangan Kang Maman, kisah perjalanan atau karier JNE dikemas sangat apik, jauh dari kata sanjung menyanjung, dan pembaca enggak bakal merasakan jenuh.

Buku Bahagia Bersama terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Bagian pertama tentang Berbagi Tidak Mengurangi. (Halaman 3-78)

Siapa yang tidak bahagia melihat orang lain bahagia? Atau, pernah merasakan iri hati ketika melihat orang lain bahagia?

Kang Maman menggiring pembaca untuk terus berpikiran positif dan bertekad kuat mengikis habis praduga-praduga negatif tentang orang lain yang mungkin selama ini membuat kita jauh dari rasa bahagia, karena hati kita yang terus berkecamuk panas terbakar api praduga-praduga buruk itu. – halaman 39.

Dengan judul bahagia melihat orang lain bahagia, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk menghargai orang lain, untuk tidak iri apalagi sering nyinyir karena merasa enggak kuat melihat kebahagiaan orang lain. Dicontohkan ada seorang Ibu rumah tangga berpikir bahwa seorang Ibu yang memilih untuk bekerja di luar rumah berarti telah menggadaikan masa depan anak-anaknya atau tidak peduli dengan anak-anaknya.

REVIEW BUKU BAHAGIA BERSAMA

Dududuh…zaman sekarang masih ada yang berpikiran seperti itu? Semoga enggak ada, ya. Lebih baik saling berbagi, sharing tips-tips bermanfaat untuk keluarga. Kata Kang Maman, berpikir positif tentang orang lain adalah salah satu kunci bahagia.

Bagian kedua tentang Tiga Serangkai. (Halaman 81-108)

JNE menjadi besar seperti sekarang ini tentu telah melalui proses, enggak tiba-tiba menjadi perusahaan jasa pengiriman terbesar. Karyawan yang dulu hanya hitungan jari, saat ini sudah ada lebih dari puluhan ribu karyawan yang tersebar sampai pelosok daerah.

Tiga serangkai yang dimaksud dalam bagian kedua dari buku Bahagia Bersama adalah para pendiri JNE yaitu ada Mohamad Feriadi (Direktur Utama, Hui Chandra Fireta (Direktur), dan Edi Santoso (Direktur).

Tiga orang di atas berkarir di JNE mulai dari bawah, mulai dari menjadi Sales dan Marketing sekalipun Pak Feriadi adalah anak dari Pak Soeprapto Suparno yang merupakan pendiri JNE. Kang Maman membedah profil dan background mereka bertiga di bagian ini. Namun satu yang menjadi pegangan untuk bersama-sama membesarkan JNE yaitu untuk konsisten dalam berbagi, memberi dan menyantuni, serta untuk mengamalkan Surat Al Ma’un dan Al Baqarah ayat 261. Mereka kompak, sampai Pak Chandra berprinsip:

Kerjakan dahulu apa-apa yang diperintahkan Tuhan, maka apa yang kamu minta akan diberikan-Nya dan tepat pada waktunya. – halaman 102

Yups! Jangan minta-minta terus kepada Tuhan, tapi kerjakan dulu apa yang Tuhan perintahkan. Semoga kita dapat menjalankan perintahNya, ya.

Bagian ketiga tentang Cerita Juara. (112-188)

JNE pernah mengadakan writing competition pada tahun 2020. Peserta yang mengikuti kompetisi ternyata enggak hanya dari kategori umum saja, tapi karyawan pun diberi kesempatan untuk mengirimkan tulisan atau karya terbaiknya berupa pengalaman atau cerita perjalanan selama bekerja di JNE.

Nah, bagi peserta yang tulisannya terpilih atau menjadi juara, Kang Maman menyematkan hasil karya mereka pada bagian ini. Seperti cerita keluarga Paulus Madur untuk Anak Kolong (AnKol) Jakarta sebagai pahlawan edukasi.

Biarpun dicibir orang, Papa dan Mama saya tetap giat mengunjungi para kupu-kupu malam. -halaman 143

Perjuangan keluarga Paulus Madur untuk mencerdaskan AnKol menurutku luar biasa banget. Hidup jauh dari kata mampu, hanya sekadar cukup tapi punya keinginan kuat untuk mendirikan sekolah untuk anak-anak yang tinggal di bawah kolong, anak-anak yang Ibunya menjadi kupu-kupu malam. Kekuatan berbagi dari keluarga ini bisa dijadikan contoh. Apalagi saat pandemi, keluarga mereka masih bertahan untuk tetap memberikan materi-materi pelajaran, memberikan makanan.

Sampai pada akhirnya Paulus Madur meninggal, anak perempuannya yang hanya lulusan SMA tergerak meneruskan cita-cita mulia orang tuanya. Salut banget! Pantas menjadi juara dua, nih. Soalnya menginspirasi.

Selalu Ada Berkah dalam Setiap Berbagi.

Buat kamu yang masih ragu berbagi kebahagiaan dengan orang lain, memberi kepada orang yang membutuhkan, atau menyantuni anak yatim, kaum dhuafa, fakir miskin, coba baca buku Bahagia Bersama. Buku bisa dibeli di Gramedia dan e-commerce. Eh, di Gramedia lagi diskon, lho.

TENTANG BERBAGI MEMBERKAHI

Buku yang recommended buat bacaan ringan ini sebagai persembahan atau kado ulang tahun JNE ke ke-31 yang jatuh pada tanggal 26 November 2021. Dengan tagline “Berbagi, Memberi, Menyantuni”, tiap kisah yang ditulis insya Alloh akan membawa kamu kepada kebaikan dan kebahagiaan.

Btw, selamat hari blogger. Teruslah berbagi karena selalu ada berkah dalam setiap berbagi.

Peran Wisatawan untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Peran Wisatawan untuk Mengatasi Perubahan Iklim – Tidak disangka pandemi Covid-19 masih terus berlanjut sampai sekarang. Meskipun aku sudah tidak pernah update kasus Covid di tanah air atau bahkan dunia, tapi dampak akibat wabah corona virus masih sangat terasa, khususnya di dunia kepariwisataan.

Tercatat sampai Tahun 2018, sektor Pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Betul, pendapatan negara dari sektor pariwisata pernah menjadi salah satu kebanggaan negeri sebelum pandemi. Bagaimana dengan sekarang? Kita semua dapat melihat, dengan datangnya virus yang menginfeksi sistem pernapasan betul-betul meluluhlantakkan sektor ini. Seluruh masyarakat yang sebelumnya bergerak di bidang kepariwisataan pun tiarap, tidak berpenghasilan, dan beberapa sampai ada yang bingung harus melakukan apa supaya bisnis pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan bisa berlanjut.

Para pelaku pariwisata boleh bersedih, tapi kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi harus dimiliki untuk pariwisata Indonesia bangkit. Beragam cara yang dilakukan pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata sampai akhirnya muncul tren pariwisata di era normal baru sampai prediksi tren pariwisata pasca pandemi.

Perubahan Iklim Pada Kepariwisataan Alam

Membaca beberapa artikel di media online, keinginan traveling tanpa bertemu banyak orang atau traveling ke tempat wisata yang tidak terlalu ramai menjadi salah satu tren. Iya, dulu kalau ada tempat wisata yang viral, pasti wisatawan langsung berbondong-bondong menyerbu obyek wisata tersebut supaya terlihat update dan eksis. Sekarang, wisatawan bakal pikir panjang untuk berdesak-desakan hanya untuk mengabadikan momen. Ya gila saja, setelah prihatin dua tahun lebih, tiba-tiba masuk ke dalam kerumunan padahal sementara pandemi belum berakhir.

Atas tren ini yang satu ini, para pelaku industri pariwisata pun tidak kehabisan akal. Mereka membuat inovasi paket wisata eksklusif atau private, bukan lagi rombongan karena yang diharapkan oleh para wisatawan selain pengalaman berwisata yaitu keamanan dan kenyamanan saat berwisata.

Inovasi ini mungkin terlihat sangat biasa namun sangat dibutuhkan di masa pandemi. Iya, minat wisatawan untuk private traveling  lebih tinggi ketimbang mengikuti open trip  yang mana pesertanya biasanya dari berbagai daerah. Nah, untuk menarik minat wisatawan, paket wisata yang dibuat harus beda, lebih unik seperti bersepeda keliling obyek wisata. Tantangan banget buat para penyedia jasa perjalanan wisata, ya.

Nostalgia dengan Berwisata ke Alam Bebas.

“Idih…malas amat traveling ke alam bebas. Skincare mahal, cuy!” Hahaha.

Saat ini aku hidup di lingkungan yang wajah berminyak dikit, touch up. Lipstik mbleber dikit, touch up. Keluar pakai motor, enggak mau. Panas, euy! Hahaha. Aku merasa beruntung belum lama berada di lingkungan dikit-dikit touch up. Coba kalau dari dulu aku berada di lingkungan tersebut. Bakal banyak diam di rumah dan tidak punya banyak pengalaman berwisata di alam bebas. Tau sendiri, wisata di alam bebas, tuh, identik dengan paparan sinar matahari. Sekalipun suka berdandan, enggak mungkin dikit-dikit touch up, dong. Bakal ribet banget dan pastinya enggak menikmati perjalanan wisata.

Berwisata di alam bebas yang paling mengesankan bagi aku yaitu saat jalan-jalan ke Dago Pakar, Bandung. Masuk ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, aku merasakan kebahagiaan tersendiri. Pada dasarnya aku suka “mengukur jalan”, dan di Tahura ini aku nyaris full jalan kaki dari pintu masuk, keliling obyek wisata yang ada di dalam Tahura yaitu ada Gua Jepang, Gua Belanda, dan Curug yang dapat membuat rileks, pikiran dan hati tenang.

TAMAN HUTAN RAYA BANDUNG
kangen “ngukur” jalan…

Berwisata ke alam bebas pun saat ini enggak aku nikmati sendiri karena suami dan anak-anak alhamdulillaah juga suka jalan-jalan di alam terbuka. Apalagi Wildan, jagoan kami hobi banget jalan kaki. Hobi aku berasa makin sempurna karena didukung keluarga yang juga suka traveling ke alam bebas.

Turut Bergerak untuk Mitigasi Perubahan Iklim pada Kepariwisataan Alam.

Pada tahun 2005, UNWTO memprediksi jika bisnis pariwisata dijalankan seperti biasa, tidak ada program-program adaptasi, maka diperkirakan pada tahun 2035 emisi yang dihasilkan sektor pariwisata akan meningkat 161% lebih banyak dari sekarang.

Seperti yang kita semua tahu, iklim dapat mempengaruhi kualitas dan macam aktivitas wisata yang dapat dikembangkan dalam suatu wilayah. Sumber daya pariwisata alam sangat rentan atas dampak langsung dan tidak langsung dari ancaman perubahan iklim. Kenaikan suhu yang ekstrem dan perubahan panjang musim dingin dan atau musim panas dapat mempengaruhi rencana tinggal wisatawan. Pada sisi lain pariwisata juga turut berkontribusi terhadap pemanasan global melalui emisi gas buang dari sarana transportasi, akomodasi dan aktivitas wisata lainnya.

UNWTO mengajak seluruh stakeholders pariwisata dunia untuk merespons fenomena perubahan iklim dengan melakukan program adaptasi yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pariwisata guna menghambat laju ancaman pemanasan global.

HUTAN PALAWI (2)
menikmati alam, banyak jalan membantu mitigasi perubahan iklim…

Ketika ditanya hal sederhana apa yang dapat dilakukan untuk mitigasi perubahan iklim, sebagai Ibu muda yang kebetulan hobi traveling, maka aku akan menjawab bahwa langkah kecil seperti lebih banyak jalan kaki ketimbang naik kendaraan dan tidak membuang sampah di tempat wisata menjadi dua gerakan untuk turut menyukseskan mitigasi perubahan iklim. Simpelnya seperti itu dan saya juga bersumpah akan melakukannya tiap kali Traveling.

Lalu, apakah hanya itu saja? Tentu tidak. Masih banyak hal yang dapat dilakukan seperti memilih paket wisata private. Iya, jika ada paket wisata maka aku lebih memilih paket wisata private karena pastinya aku bisa lebih menikmati perjalanan. Apalagi jika ada flora dan fauna yang harus dilindungi, supaya tidak bising dan membuat gaduh, pembatasan kunjungan juga harus dilakukan demi menjaga dan melindungi sumber daya pariwisata di dalamnya.

Omong-omong, kalian punya program atau aksi untuk mitigasi perubahan iklim, kan? #MudaMudiBumi, pasti banyak aksi untuk ini. Boleh dong sharing!

Cara Mendapatkan Peluang Penghasilan Tambahan Bagi Ibu-ibu

Cara Mendapatkan Peluang Penghasilan Tambahan Bagi Ibu-ibu – Punya pekerjaan tambahan bagi seorang Ibu merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Sudah berkeluarga, menjadi ibu rumah tangga dan diberi kesempatan berkarier adalah alhamdulillah. Kemudian, menjadi ibu rumah tangga, berkarier, dan masih juga punya pekerjaan tambahan adalah alhamdulillaah wa syukurillah wa ni’matillah. 😉

Gimana ibu-ibu pengajian gang solehah? Sudah kayak mamah dedeh belum? 😆 😆 😆

Perempuan dapat melakukan banyak tugas atau multitasking, tuh, bukan mitos belaka. Bahkan, untuk pernyataan tersebut ada beberapa ahli yang melakukan penelitian, lho. Dan memang, emak-emak lebih jago dibandingkan laki-laki dalam mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Kalau masih enggak percaya, dicoba saja ketika sama-sama sendang di rumah. Tanding ayo, Pak. Tandiiing! 😀

Enggak hanya soal multitasking, mendapatkan penghasilan tambahan pun lebih banyak diinginkan oleh kaum hawa. Bukan, bukan berarti perempuan merasa tidak puas dengan apa yang sudah didapat, tapi perempuan lebih melihat pada kesempatan. Kalau memang ada kesempatan, kenapa enggak diambil, gitu. Apalagi kesempatan untuk mendapatkan cuan. Tentu dengan cara yang benar dan halal dong, ya.

Pengalamanku Menjadi Blogger dan Influencer.

Menjadi seorang Blogger itu enggak susah. Berbekal niat dan konsisten dalam menerbitkan tulisan di blog, itu lebih dari cukup. Awal mula nge-Blog, aku hanya menuliskan aktivitas harian, menuliskan hal-hal yang mungkin enggak penting bagi orang lain dan jauh dari manfaat. Padahal kita semua tahu, ada baiknya apa yang kita bagikan dapat bermanfaat bagi orang lain sekalipun dalam bentuk tulisan.

Lambat tahun, setelah merasakan kenyamanan menulis di blog dan punya tujuan dari Blogging, aku mulai berbenah. Menentukan tema tulisan dengan harapan apa yang aku tulis dapat bermanfaat buat orang yang membacanya. Proses sampai merasa nyaman nge-Blog ternyata cukup lama, kurang lebih satu tahun. Sudah seperti anak gadis yang sedang melakukan pendekatan dengan cowok, gitu. Alhamdulilaah…dengan pendekatan yang tepat, aku bisa mendapatkan penghasilan dari Blog.

Rekomendasi Kado Pernikahan

Dulu, rata-rata dari Blogger hanya mendapatkan kerja sama dalam bentuk penulisan saja. Mereka belum memanfaatkan sosial media sebagai tempat untuk mendapat penghasilan. Berbeda dengan sekarang yang mana klien kerap meminta bundling atau dalam bentuk paket: menulis di blog sekaligus dibagikan ke akun sosial media yang dimiliki Blogger. Artinya, sekarang sebagian besar dari Blogger merangkap menjadi Influencer.

Enggak hanya rasa nyaman, proses untuk mendapatkan penghasilan sebagai Blogger dan Influencer aku rasakan cukup lama. Enggak ujug-ujug dapat job atau kontrak. Brand atau Klien terlebih dahulu akan membaca tulisan-tulisan yang sudah diterbitkan di blog, membaca data-data blog, melihat konten-konten kamu di sosial media sebelum memutuskan untuk kerja sama. Pada bagian ini adalah perjuangan. Yups, ini aku merasakan di awal-awal nge-Blog. Blogger dari daerah mana ada yang melirik. Enggak pernah ada event di daerah pula. Percayalah, tanpa campur tangan Alloh dan tentunya teman-teman Blogger, tuh, berasa berat untuk sampai ke Kota. *ehhh 😆 Betul, susah. Kecuali dari awal nge-Blog, kamu sudah punya branding. Mungkin akan lebih mudah mendapatkan job. 

Usaha enggak menghianati hasil. Yups, cepat atau lambat, setiap usaha insya Alloh ada hasilnya. Terpenting konsisten atau tekun dalam menjalankan pekerjaan, ya.

Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan buat Ibu-ibu.

Ibu-ibu yang kesehariannya memilih full time menjadi Ibu rumah tangga, enggak sedikit dari mereka yang juga menekuni jualan. Entah jualan di warung, jualan dengan cara berkeliling, atau jualan online. Namun yang saat ini makin ramai yaitu jualan online karena dirasa menjadi cara paling efektif dan efisien.

Platform atau media yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk jualan online yaitu WhatsApp. Diunggah melalui WhatsApp Story, mereka membagikan barang dagangan dalam bentuk gambar atau video. Banyak dari mereka yang enggak mencantumkan informasi lengkap seperti harga. Meskipun demikian, pembeli tetap berdatangan, lho. The power of WA Story, gaiis. Harus dimanfaatkan karena pasti lebih efisien.

Enggak hanya melalui media WhatsApp Story saja, kadang penjualannya juga sosial media seperti Facebook. Nah, untuk membangun kepercayaan terhadap calon pembeli mereka pun rela membuat akun khusus di sosial media atau membuatkan website khusus dan mengaturnya sendiri. Hebat, bukan?

Baca tentang 5 Kemampuan yang harus dimiliki Blogger.

Selain berjualan, dengan memanfaatkan jaringan internet dan sosial media, Ibu-ibu bisa menjadi Influencer, lho. Apa, sih, Influencer?

Influencer adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain karena kapasitas yang dimilikinya. Jika sebelumnya Ibu-ibu hanya membagikan barang dagangan melalui melalui WA Story tanpa menyertai informasi, maka ketika menjadi Influencer Ibu-ibu wajib menyertakan informasi produk yang ditawarkan sesuai kesepakatan kerja sama dengan brand atau klien. Atas sebuah kerja sama ini, sudah pasti mendapatkan imbalan, dong. 😉

Terus, bagaimana cara menjadi Influencer? Mudahnya, Ibu-ibu tinggal bergabung dengan IbuSibuk Influencer dari Orami.

Ayo Bergabung dengan IbuSibuk Influencer dari Orami.

IbuSibuk Influencer dari Orami adalah platform marketing atau wadah yang menghubungkan antara nano & micro influencers dan brand usaha. Wadah ini khusus buat perempuan yang sudah menikah dan memiliki akun sosial media Instagram tanpa minimal followers. Ingat, enggak ada batas minimal followers, ya. Asyiqueen, kan.

Cara Gabung dengan IbuSibuk

Sebelum terlalu jauh ngomongin IbuSibuk Influencer, sekadar informasi bahwa IbuSibuk ini memberikan dua pilihan bagi pengguna aplikasi yaitu sebagai Influencer atau Brand. Nah, karena fokus pada penghasilan tambahan buat Ibu-ibu, aku bagikan informasi tentang IbuSibuk Influencer, ya.

Untuk dapat tergabung dengan IbuSibuk Influencer, caranya sangat mudah:

  • Kamu dapat mengunduh aplikasi Orami di Google Play Store bagi pengguna smartphone Android atau Apple Store bagi pengguna iPhone. Atau, melalui link https://bit.ly/ibusibukbpn;
  • Lakukan pendaftaran menggunakan nomor telepon atau alamat e-mail;
  • Log in menggunakan nomor telepon atau e-mail yang telah didaftarkan. Jangan lupa tautkan akun sosial media yang kamu punya supaya bisa mendapatkan peluang mengikuti campaign;
  • Klik menu IbuSibuk pada aplikasi Orami. Kemudian, jelajahi campaign yang ada di daftar IbuSibuk.

Lalu, Bagaimana Cara Mengikuti Campaign di IbuSibuk Influencer?

Ini yang paling ditunggu, nih. Setelah berhasil melakukan pendaftaran, Ibu-ibu bisa menjadi Influencer di IbuSibuk dari Orami. Cara untuk mendapat peluang penghasilan tambahan di IbuSibuk sangat mudah. Berikut caranya, ya.

  • Masuk pada menu IbuSibuk di aplikasi Orami;
  • Scroll campaign yang sedang berjalan dan pilih campaign sesuai dengan minat dan kemampuan;
  • Klik tombol Ajukan.
Semudah ini cara mengikuti campaign IbuSibuk. Hanya berbekal Handphone, bisa sambil rebahan di rumah, Ibu-ibu bisa mendapatkan peluang penghasilan tambahan. Namun akan menjadi susah kalau Ibu-ibu enggak membaca detail dari campaign. Iya, sebelum klik tombol Ajukan, ada baiknya baca detail brief, syarat mengikuti campaign, dan yang paling penting adalah tugas. Enggak lucu kalau sudah klik Ajukan, kemudian terpilih, dan ternyata enggak bisa menyelesaikan tugas karena enggak sesuai minat. Influencer harus posting video dengan produk, tapi ternyata enggak bisa membuat video, misalnya. Kan enggak banget ya, Bu-Ibuuuu. Makanya, teliti dan budayakan membaca itu penting!
Cara Mendapatkan Peluang Penghasilan Tambahan

Lalu, Apa yang Influencer Dapatkan Setelah Campaign Selesai Dikerjakan?

CUAN, DONG! Ehh…:lol: 😆 IbuSibuk dari Orami memberikan reward kepada Influencer yang telah menyelesaikan tugasnya berupa produk, voucher, hingga uang tunai. Iya, yang didapatkan itu bervariasi, enggak melulu dalam bentuk uang tunai. Dan “hadiah” tersebut ditentukan oleh brand yang mengadakan campaign. FYI, IbuSibuk by Orami telah menginformasikan hak yang bakal didapat Influencer pada laman Campaign. Tepatnya ada pada tab Tentang Campaign.

Jadi, buat Ibu-ibu yang ingin mendapatkan peluang penghasilan tambahan dengan mudah bisa gabung dengan IbuSibuk dari Orami dan ikuti Campaignnya, ya.